Home » pengumuman » Latar Belakang YARSI TB CARE

Latar Belakang YARSI TB CARE

LATAR BELAKANG BERDIRINYA

YARSI TB CARE UNIVERSITAS YARSI

 

Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia terjadi pada negara-negara berkembang. Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB di dunia adalah: kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat, kegagalan Program TB selama ini, tidak memadainya tata laksana kasus, infrastruktur kesehatan yang buruk akibat krisis ekonomi, perubahan demografi karena meningkatnya penduduk dunia, dan perubahan stuktur umur kependudukan dan dampak pandemi HIV.

WHO telah mengembangkan strategi penanggulangan TB dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short- course) untuk menanggulangi TB, dengan  fokus utama penemuan dan penyembuhan pasien. Strategi ini mampu memutuskan penularan TB sehingga menurunkan insiden TB di masyarakat.

Pemerintah telah menyediakan layanan gratis bagi penderita TB di Indonesia, khususnya di tempat pelayanan kesehatan pemerintah dan sebagian kecil pelayanan kesehatan swasta. Banyak faktor yang berpengaruh daam memfasilitasi akses potensial menjadi akses nyata dalam pelayanan suspek penderita TB. Apabila penyediaan pelayanan kesehatan tidak mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, maka permintaan/akses tidak terjadi walaupun pelayanan kesehatan telah tersedia.

Berkaitan dengan kejadian TB di Jakarta Pusat, Universitas YARSI memandang bahwa TB adalah problem kesehatan masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah bersama-sama dengan komponen masyarakat. Universitas YARSI bersama-sama komponen masyarakat lainnya dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan penanggulangan TB yang terencana, terkonsep, terorganisir dan terukur. Untuk itu pada tanggal 31 Juli 2009 Universitas YARSI  mendirikan YARSI TB Care sebagai institusi akademik untuk dapat membantu mendorong  percepatan peningkatan kesadaran penderita TB, keluarga dan masyarakat dalam penanggulangan TB melalui peran komunitas baik melalui pengabdian masyarakat dan kegiatan penelitian sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi.

Kemitraan Universitas YARSI dengan berbagai lembaga pelayanan kesehatan khususnya Rumah Sakit (RS) untuk pendidikan kepaniteraan klinik kedokteran telah dilakukan dengan beberapa RSUD (Cirebon, Serang, Karawang, Bandar Lampung, Garut), RSPAD Gatot Subroto dan RS Ridwan Meureksa dan Puskesmas-Puskemas di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kabupaten Tangerang untuk Kepaniteraan Kedokteran Komunitas dan Kepaniteraan Kedokteran Keluarga. Dengan pengalaman tersebut, YARSI TB Care  Universitas YARSI dapat berperan aktif dalam memutus rantai penularan serta mencegah perkembangan TB khususnya di Jakarta Pusat.

 

Tags: