Kolom Dosen
Pengantar Pasar Modal Syariah (1): Transaksi Terlarang

PDF Cetak E-mail
Oleh DR. Perdana Wahyu Santosa   
Kamis, 18 Maret 2010 14:16

pinsilSecara umum, prinsip operasional pasar modal konvensional dan syariah     ada  beberapa perbedaan yang mendasar namun sebagian besar relatif sama. Perbedaan transaksional lebih disebabkan oleh perilaku keuangan (financial behavior) dari pelaku pasar itu sendiri terutama kerkait  produk investasi syariah islam. Kedua jenis pasar modal tersebut pada dasarnya sama-sama  “melarang” perdagangan saham, obligasi/sukuk, dan instrumen derivatif berdasarkan  spekulasi semata. Sebaliknya, pasar modal konvensional maupun syariah menganjurkan investor untuk melakukan analisis/riset yang memadai sebelum bertransaksi di pasar modal.

Jadi prinsipnya, kita harus menekan unsur ketidakpastian (risiko) seminimal mungkin melalui instrumen investasi yang dinilai tidak bertentangan dengan syariah.  Namun dalam pelaksanaannya sangat tergantung dari itikad, motif, situasi dan pola investasi dari pelaku pasar itu sendiri.

Selengkapnya...
 
Momentum Pertumbuhan Bank Syariah

PDF Cetak E-mail
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM   
Rabu, 17 Februari 2010 12:19

Momentum Pertumbuhan Bank Syariah
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM

 

ilustrasiPerkembangan bisnis bank syariah di Indonesia menujukkan peretumbuhan yang cukup baik sejauh ini. Salah satu faktornya disebabkan oleh dukungan permintaan “islamic product” yang solid dari mayoritas penduduk muslim di Indonesia. Secara umum, analisis menujukkan bahwa return on equity (ROE) bank syariah berpotensi mencapai kisaran 38-41%. Nilai ROE tersebut hampir dua kali kinerja ROE yang dicatatkan bank konvensional. Temuan tesebut memberikan harapan besar bagi pelaku bank syariah di Indonesia sekaligus diprediksi akan menciptakan persaingan sengit pada lahan keuangan syariah itu sendiri dalam beberapa tahun ke depan.

Aset bank syariah meningkat sangat pesat sebesar 40% pada tahun 2009 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun total aset tersebut masih sangat kecil dibanding dengan total aset perbankan Indonesia yaitu hanya 2,5% dari $270 milyar. Kenyataan tersebut menujukkan bahwa peluang bank syariah masih cukup besar dan  tumbuhnya potensi bisnis yang kuat (strong potential for growth).

Selengkapnya...
 
Pemulihan Ekonomi Global Rapuh

PDF Cetak E-mail
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa. MM   
Senin, 25 Januari 2010 21:56

PEMULIHAN EKONOMI GLOBAL RAPUH

Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa. MM

gepWorld Bank merilis Global Economic Prospect: Crisis, Finance and Growth 2010, Jumat 22 Januari 2009. Dalam laporan analisis dan riset tentang situasi krisis finansial, keuangan dan pertumbuhan ekonomi global 2010 tersebut dapat disarikan bahwa volume perdagangan dunia diprediksi menungkat tajam namun pemulihan ekonomi tetap lambat. Kondisi ekonomi 2010 tersebut dinilai masih rapuh dan diselimuti ketidakpastian. Beberapa hal penting dari laporan analisis tersebut adalah:

  • PDB global yang jatuh hingga 2,2% pada 2009, diekspektasikan dapat kembali tumbuh pada tingkat 2,7% pada 2010 dan 3,2% pada 2011.
  • Prospek ekonomi negara-negara berkembang (developing countries) mendapatkan predikat relatively robust recovery, dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5,2% pada tahun ini dan 5,8 pada 2011 atau meningkat sekitar 1,2% dibandingkan 2009
  • Pertumbuhan PDB negara-negara maju (rich countries) yang sebelumnya mengalami penurunan sebesar 3,3% pada 2009 diharapkan mampu meningkat setidaknya sebesar 1,8% dan 2,3% untuk 2010 dan 2011.
  • Volume perdagangan dunia yang mengalami penurunan tajam sebesar 14,4% pada 2009 diproyeksikan dapat kembali meningkat 4,3% pada 2010 dan 6,2% pada 2011.

Selengkapnya...
 
Review dan Prospek Pasar Modal 2010

PDF Cetak E-mail
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM   
Jumat, 08 Januari 2010 11:40

Review dan Prospek Pasar Modal 2010
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM[1]

 

Review 2009: Flying High Again

perdana_wahyuAwal tahun 2009 lalu pasar modal BEI didera penurunan luar biasa tajam akibat kecemasan mendalam akan kehancuran ekonomi global yang berawal dari krisis subprime mortgage di AS dan sebagian Eropa. Krisis instrumen derivatif berlandaskan aset KPR berkualitas rendah tersebut menjalar begitu cepat sekaligus sangat dahsyat. Hampir semua pasar modal baik emerging market ataupun pasar yang sudah efisien mengalami kejatuhan luar biasa. Tingkat kejatuhan pasar modal global mencapai kisaran 60-80%. Krisis tersebut menghapus sebagian besar kekayaan para investor kakap yang telah berinvestasi selama satu dekade. Dari rakyat biasa hingga para analis keuangan, ekonom sampai dengan petinggi negara membicarakan krisis ekonomi disertai bumbu politik, anti-kapitalisme, neo-liberalisme, dan berbagai penyedap lainnya sesuai dengan motif masing-masing kelompok. Perekonomian dan pasar finansial berada pada kondisi yang rentan dan penuh ketidak-pastian tanpa gairah pada saat itu, plus kerawanan isu sosial politi jelang pemilu pada paruh pertama 2009.

Namun orang bijak menatap dengan cara lain, katanya setiap krisis akan menciptakan berbagai peluang bisnis dan investasi. Ketika pasar modal BEI terjungkal hebat hingga level 1.100 an per Januari 2009, dunia seolah terbalik dimana investor kaya menjadi “miskin” dan terbuka peluang besar bagi para investor baru “newbie” untuk menjadi kaya. Investor baru dapat masuk pada saat harga-harga saham terdiskon sangat rendah akibat krisis ekonomi dan panic selling yang berlebihan. Ini jelas peluang langka. Untuk mendapatkan peluang investasi sebaik ini mungkin harus menunggu selama kurun 10 tahun lagi. Situasi saat itu dapat disebut maximum investment opportunity. Namun, peluang berharga tersebut kurang dimanfaatkan akibat rasa takut dan dampak psikologis yang dalam akibat kejatuhan pasar finansial dunia.

Selengkapnya...
 
Sejauh mana competency dan capacity diperlukan dalam pengambilan consent seseorang?

PDF Cetak E-mail
Oleh dr. Ferryal Basbeth, SpF   
Kamis, 17 Desember 2009 12:28

Artikel Dosen tentang "Sejauh mana competency dan capacity diperlukan dalam pengambilan consent seseorang?"

klik disini

oleh :

dr. Ferryal Basbeth, SpF

Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih
Jakarta Pusat 10510, Indonesia
Phone: 62-21 4206676 ext. 3103
Fax: 62-21 4244574
www.yarsi.ac.id
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL