Investasi untuk Lebih Sejahtera

PDF Cetak E-mail
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM   
Rabu, 09 September 2009 09:21
Investasi untuk Lebih Sejahtera

Perdana_Wahyu_Santosa-120x177DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM
Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi
Penulis Rubrik Analisis Fundamental Emiten BEI
Investor Daily dan Bisnis Indonesia
Pengasuh Radio Talk Show "CAPITAL MARKET REVIEW" di PAS FM 92.4 setiap Senin pukul 18.00-19.00


Sebagian besar karakter keuangan bangsa Indonesia apabila mempunyai uang berlebih adalah menyimpan dalam bentuk deposito di Bank. Mungkin karena perilaku menabung yang dibangun sejak kecil dan takut mengambil risiko. Hal tersebut tentu saja baik dan sah-sah saja. Namun banyak diantara mereka yang tidak menyadari jika nilai uang simpanannya terus menyusut tergerus inflasi. Pada umumnya imbal hasil deposito sulit mengalahkan tingkat inflasi. Nah, agar simpanan uang tersebut dapat mengalahkan penyusutan akibat inflasi maka diperlukan upaya investasi agar dana tersebut dapat berbiak.

Mengapa Perlu Investasi?

Pertama, kita perlu berinvestasi agar nilai uang simpanan deposito di bank tidak terus susut nilainya akibat kalah bersaing dengan tingkat inflasi. Misalkan tingkat imbal hasil deposito saat ini hanya 5% (belum dipotong pajak dan administrasi) sedangkan tingkat inflasi diprediksi lebih tinggi dari imbal hasil deposito. Situasi tersebut membuat nilai uang simpanan akan semakin tergerus seiring dengan waktu. Hal tersebut tentu saja sangat merugikan kita bukan?

Kedua, pada umumnya kita sebagai manusia memiliki berbagai kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) yang cukup banyak atau bahkan tak terbatas. Nah, untuk dapat memenuhi sebagian kebutuhan atau keinginan kita tersebut, tentunya membutuhkan dana yang besar dan belum tentu dapat dipenuhi oleh penghasilan (gaji) bulanan saja. Dengan demikian, investasi harus mempunyai tujuan seperti berbagai kebutuhan dan keinginan kita tersebut dapat disebut tujuan investasi.

Berbagai kebutuhan dan keinginan kita dapat saja sederhana seperti menyekolahkan anak kita di universitas yang bermutu tinggi atau memiliki mobil sekadar untuk meningkatkan status sosial. Tentu saja keinginan tersebut membutuhkan dana yang besar bukan?. Maka dengan hanya mengandalkan gaji bulanan saja tentu tidak mencukupi. Misalkan gaji kita sekitar Rp. 7 juta/bulan dibebani cicilan Rp. 2 juta/bulan untuk mengangsur pembelian mobil seharga Rp. 100 juta. Maka kita memerlukan 50 kali angsuran untuk melunasi mobil idaman tersebut. Hal tersebut tentu sangat memberatkan arus kas keluarga dalam waktu yang cukup lama.

Namun apabila menginvestasikan dana yang kita miliki, misalnya, melalui instrumen investasi seperti reksadana (mutual fund), tentunya mobil idaman keluarga akan lebih cepat dimiliki dengan beban angsuran yang lebih ringan dalam waktu yang lebih singkat. Mengapa demikian? Karena dana yang kita investasikan dalam reksadana akan terus berkembang biak dengan rata-rata 20-25% pertahun.

Bagaimana Berinvestasi?

Dalam berinvestasi tentunya kita harus fokus dan jeli layaknya para investor profesional yakni dengan mempertimbangkan beberapa hal penting seperti: (1). Jumlah dana yang diinvestasikan (2). Jangka waktu investasi (time period), (3). Tujuan investasi yang jelas dan (4). Instrumen investasi yang akan dipilih. Antara jumlah dana, jangka investasi, tujuan serta instrumen investasinya harus berimbang dan masuk akal tentunya. Misalkan kita menginvestasikan dana Rp. 60 juta, dalam waktu 5 tahun untuk membeli mobil idaman seharga Rp. 100 juta ke dalam instrumen reksadana berbasis saham.

Secara umum instrumen investasi yang dipilih tentunya harus dapat "mengalahkan" tingkat inflasi agar "nilai" dana kita semakin bertambah. Untuk hal ini diperlukan kejelian dan sikap hati-hati bahkan bila perlu berkonsultasi dengan para manajer investasi (fund manager). Salah satu media investasi jangka panjang yang mudah dan efisien pada umumnya tersedia di pasar modal, Bursa Efek Indonesia seperti saham, obligasi, atau option seperti reksadana.

Namun jika wawasan ilmu keuangan dan investasi serta dana kita terbatas sebaiknya kita membeli reksadana saja yang dikelola fund manager profesional. Disamping itu, investasi dalam bentuk emas atau properti juga perlu dipertimbangkan sebagai alternatif. Bentuk produk investasi sendiri mempunyai berbagai varian yang dikemas sesuai dengan tingkat imbal hasil dan risikonya dalam instrumen konvensional/modern ataupun syariah. Anda tinggal memilih instrumen investasi yang cocok dengan kondisi keuangan dan karakter kita. Tunggu apalagi, mari berinvestasi untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Salam Investasi