Pelatihan Teknik Komunikasi Kader Jumantik

Dilansir dari Kompasiana.com, Terjadinya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana yang berisi air jernih (bak mandi, kaleng bekas dan tempat penampungan air lainnya).

Pemantauan jentik nyamuk DBD di rumah-rumah selama ini mengandalkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Pemantauan dilaksanakan seminggu sekali. Selain tugas pemantauan, kader Jumantik juga bertugas sebagai edukator kepada masyarakat dan melaporkan kegiatan pemantauan jentik kepada Puskesmas.

Komunikasi Kader Jumantik-2

Laporan Puskesmas kelurahan Serdang, Kemayoran Jakarta Pusat menyatakan bahwa tahun 2017 kader kinerja Jumantik baik sekali dengan ketercapaian Angka Bebas Jentik (ABJ) 95%. Tetapi pada awal tahun 2018 pertengahan bulan januari ada dua kasus di kelurahan Serdang dan pada bulan Februari bertambah menjadi 8 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja kader yang indikatornya adalah ABJ tidak bisa secara linier dikaitkan dengan bebas kejadian DBD.

Selama ini kader hanya menjalankan perannya sebagai pemantau jentik saja. Padahal ada peran lain yang tidak kalah pentingnya yaitu sebagai edukator warga. Untuk meningkatkan kemampuan kader jumantik dalam mengedukasi masyarakat, Tim Pengmas Prodi Magister Sains Biomedis Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI mengadakan pelatihan Teknik Komunikasi Untuk Kader Jumantik kelurahan Serdang, Kemayoran Jakarta Pusat pada hari Selasa, 12 Februari 2019 di kampus Universitas YARSI. Pelatihan diikuti oleh 20 kader jumantik.

Komunikasi Kader Jumantik-3

Masing-masing RW di Kelurahan Serdang mengirim satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan. Tim Pengmas yang melaksanakan kegiatan terdiri dari Dr. Kholis Ernawati, MKes sebagai Ketua tim. Anggota tim Pengmas yaitu Prof. Dr. Dra Endang Purwaningsih, MS, PA., Dr. dr. Eko Poerwanto, MKes, AIFM, Riselligia Caninsti, Psi, M.Psi., Dr. Dra. Himmi Marsiati, MS, dan dr. Dian Mardhiyah, MKK. Pada Kegiatan pengmas juga terlibat mahasiswa yaitu Efmansyah Iken Lubis dan Dewi Sukma Wijayanti serta tenaga kependidikan yaitu sdra Gustina, Suhari dan Heni.

Masyarakat yang telah diedukasi secara terus menerus diharapkan dapat tumbuh kesadarannya dan berperan serta aktif dalam pengelolaan tempat perindukan nyamuk DBD minimal di rumahnya masing-masing.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat sebagai jumantik mandiri dengan tingkat pemahaman yang bagus maka diharapkan laporan ABJ hasil pemantauan jentik oleh kader menjadi laporan yang berkualitas baik dan berdampak secara signifikan pada upaya pengendalian penyakit DBD.

“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”

Leave a Reply

Your email address will not be published.