Mahasiswa Baru Universitas YARSI Perlu Motivasi dari Alumni Sebelum Masuk Kuliah

Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, bersilaturrahim dengan Persatuan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI (PERSALUNY) yang berasal atau bertugas di Prov. Banten (Kamis, 26/07/2019) bertepatan dengan acara UY menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten di Hotel Horison Altama Pandeglang.

Kegiatan yang diawali dengan makan malam bersama yang dilanjutkan dengan ramah-tamah dan diskusi terkait masalah eksistensi Univ. YARSI ke depan di tengah menjamurnya universitas-universitas swasta baru sebagai kompetitor.

Rektor UY sangat berterima kasih kepada para alumni yang hampir seluruhnya berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) Univ. YARSI yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di tengah kesibukannya dalam menjalankan tugas yang sangat mulia sebagai dokter terhadap masyarakat khususnya di Prov. Banten.

Selain Rektor UY, juga hadir Dr. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes (Ketua PDJAMA), Dr. Dra. Himmi Marsiati, MS (Wakil Rektor III), Dr. dr. Sri Wuryanti, MS, Sp.GK. (Ka. Pusat YARA), Dr. Suhirman Madjid, SE, M.Si (Ka. Pusat YARSI Village Empowerment Centre), Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si., Psi (Dekan Fakultas Psikologi), Dr. dr. Wan Nedra, Sp.A. (Koordinator Pendampingan Penurunan Stunting di Pandeglang), dan Dr. drg. Sonya Priyadharsini, MSi. (Ketua Senat Akademik Fakultas Kedokteran Gigi UY), serta beberapa staf dan karyawan.

Prof. Fasli Jalal juga minta masukan dari alumni terutama untuk meningkatkan eksistensi Fakultas Kedokteran Univ. YARSI. Ada tiga hal yang dikemukakan, yang pertama bagaimana upaya menjaga kualitas Koskap UY di berbagai rumah sakit yang memiliki kualitas bervariasi dan pengalaman yang sangat kaya. Kedua, bagaimana membina jalinan kemitraan antara dosen-dosen FK-UY dengan para pembimbing di rumah sakit. Kemudian yang ketiga, dalam konteks itu bisakah meningkatkan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) agar makin lama semakin baik.

“Kita banyak menggunakan rumah sakit (RS) dijadikan tempat praktek (Koskap) oleh calon-calon dokter lulusan UY. Di mana masing-masing RS memiliki kekayaan pengalaman yang luar biasa, sehingga sangat diperlukan komunikasi yang intens antara jaringan RS Pendidikan dengan Univ. YARSI,” kata Prof Fasli.

“Permasalahannya, bagaimana memaksimalkan hubungan dengan rumah sakit-rumah sakit tersebut dan memelihara kualitas proses Koskap mahasiswa kita, sehingga harapannya tingkat kelulusan UKMPPD-nya tinggi,” Jelas Prof. Fasli Jalal.

“Sebab, semua hal itu tergantung dari pengalaman praktek mereka di lapangan,” tambah Prof. Fasli.

Rektor juga menanyakan pendampingan apa yang harus dilakukan oleh UY di waktu sebelum dan di saat mereka Koskap, sehingga hubungan antara dosen di kampus dengan dosen yang membimbing di RS bisa sejalan. Mahasiswa yang sedang Koskap agar diberi peluang untuk bisa lebih berkembang dan kedua pembimbing tersebut dapat dijadikan tempat mengadu kalau mereka mengalami permasalahan.

“Terkait dengan pertemuan kita ini, kami di YARSI akan merencanakan event yang tepat agar teman-teman alumni bisa datang kira-kira setengah hari, karena kita tahu waktu mereka sangat berharga, Semoga ‘Homecome Day’ Fak. Kedokteran Univ. YARSI bisa terlaksana dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Prof Fasli Jalal.

Rektor juga menjelaskan tentang kompetitor Univ. YARSI itu sudah sangat banyak sekali. Di Jakarta saja, sekarang sudah berdiri fakultas kedokteran baru di 2 universitas swasta, yaitu UHAMKA dan Gunadharma. Sementara itu, hampir semua universitas negeri di seluruh provinsi di Indonesia memiliki fakultas kedokteran. Kemudian di hampir semua provinsi pula sudah memiliki satu fakultas kedokteran di universitas swastanya.

alumni2
Prof. dr. Fasli Jalal, PhD (Rektor UY) foto bersama dengan alumni dan Tim Univ. YARSI pada Rakor Penurunan Stunting di Pandeglang, Banten.

“Daya saing kita makin lama semakin berat, namun sejarah panjang dan pengalaman, serta kualitas yang kita lahirkan, membuat kita merasa siap untuk bersaing. Oleh karena itu keterlibatan alumni dalam hal ini sangat kita harapkan untuk memberi masukan,” harap Prof Fasli Jalal.

Menanggapi hal demikian, dr. Elmansyah Iken Lubis, yang saat ini dipercaya menjadi Ketua Persatuan Alumni Fakultas Kedokteran Univ. YARSI (PERSALUNY) mengatakan bahwa hal itu juga menjadi topik pembicaraan yang cukup hangat di kalangan teman-teman alumni. Menindaklanjuti pembicaraan pada pertemuan Rektor dengan PERSALUNY pada beberapa bulan lalu, di mana alumni berencana akan membuat sebuah acara ‘Alumni Kembali ke Kampus’ yang sekarang ini sedang menunggu waktu yang tepat untuk digelar.

alumni3
Prof. dr. Fasli Jalal, PhD (Rektor UY) sedang berdialog dengan dr. Elmansyah Iken Lubis (Direktur Utama PT. TOSCA Indonesia) Ketua Persatuan Alumni Fakultas Kedokteran Univ. YARSI.

“Salah satu agenda kami adalah untuk memberikan masukan-masukan kepada Univ. YARSI agar lebih berkembang,” ucap dr. Elmansyah yang saat ini menjabat di sebagai Direktur Utama PT. TOSCA Indonesia.

Menurut dr. Elmansyah, sekarang ini dilihat ada sebuah pergeseran yang sangat signifikan antara zaman kami dulu dengan kaum millenial saat ini. Pergeseran itu terlihat dengan cara proses belajar-mengajarnya yang tidak bisa lagi seperti dulu karena kurang efektif. Hal itu agar dijadikan salah satu catatan bagi Univ. YARSI kedepan.

Dr. Edwin juga mempertanyakan, pertama, Univ. YARSI punya infrastruktur yang bagus, tapi apakah dosen-dosen siap untuk itu? Kedua, waktu penerimaan mahasiswa baru terutama FK sebaiknya diberikan Masa Orientasi yang lebih efektif untuk meyakinkan mereka betapa besarnya peran-peran yang mereka lakukan dalam membangun karier di masa depan. Sehingga mereka menyadari dan semakin mantap untuk masuk fakultas kedokteran.

“Hal ini seringkali disebabkan karena banyak orang tua menganggap profesi dokter itu sebuah ‘prestise’, sehingga anaknya diarahkan untuk masuk ke FK. Dampaknya, berefek pada diri anak itu sendiri yang selama mengikuti pendidikan tidak terlalu antusias, karena bukan dari keinginannya,” pungkas dr. Elmansyah.

Kegiatan itu, kata dr. Elmansyah sangat berguna untuk membangkitkan semagat dan kesadaran (self motivation) bahwa mereka suatu saat akan menjadi dokter. Jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan saat menjadi mahasiswa kedokteran. Tapi kalau kegiatan ini dilakukan saat menjelang ujian atau koas, menurut saya itu sudah sangat terlambat. Pengertian atau motivasi itu seharusnya sejak dini diberikan agar mereka benar-benar yakin masuk ke dunia kedokteran. Tapi kalau tidak, mending jangan masuk sama sekali.

“Kalau dilihat dari segi skills kita (mahasiswa FK-UY) tidak kalah bila dibandingkan dengan tamatan universitas lain,” jelas dr. Elmansyah bangga.

“Maka dari itu, salah satu sisi yang perlu diperbaiki adalah motivasi mereka. Ini yang harus dikoreksi bahwa sangat penting bagi mereka dikenalkan sejak dini pada dunia kedokteran agar mereka benar-benar siap lahir bathin sampai pada saat menghadapi ujian profesi sebagai seorang dokter,” kata dr. Elmansyah mengakhiri tanggapannya.

Selanjutnya, masing-masing alumni diminta untuk menceritakan pengalamannya secara bergantian, baik itu pengalaman sewaktu masih Koskap sampai pada pengalaman setelah menjadi dokter. Perlu diketahui, selain berprofesi sebagai dokter, sebagian dari mereka ada yang menjabat di posisi yang membanggakan baik di rumah sakit maupun di pemerintah daerah.(ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published.