Seminar Nasional dan Munas FoSSEI – XVII, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D: “Bonus Demografi Bisa Jadi Ancaman Bangsa Indonesia”

Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) gelar Seminar Nasional dan Munas FoSSEI XVII dengan tema ‘Sinergisitas Sociopreneur dan ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf) dalam Mengembangkan Industri Halal di Indonesia’ akan berlangsung 18 – 20 September 2019 di Auditorium Ar-Rahman lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Seminar Nasional merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian acara MUNAS FoSSEI XVII ini sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta atau pejuang Ekonomi Islam dari seluruh KSEI. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana edukasi dan dakwah Ekonomi Islam melalui para ahli dalam bidang Ekonomi Islam yang akan menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Ekonomi Islam ini.

Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. menjadi keynote speaker yang sekaligus membuka acara tersebut secara resmi ditandai dengan pemukulan gong (Rabu, 18/09/2019). Saat itu beliau mengatakan bahwa pada tahun 2045, di usia satu abad Indonesia merdeka sering diperbincangkan sebagai masa “Indonesia Emas”. Masa itu merupakan sebagai wujud keberhasilan kita merealisasikan tujuan kemerdekaan bangsa, yaitu bangsa yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Salah satu peluang yang memungkinkan Indonesia mencapai Indonesia Emas adalah Bonus Demografi yaitu sebuah periode yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah sebuah bangsa,” kata Prof. Fasli Jalal.

Seminar Nasional dan Munas Forum FoSSEI-2
Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. memukul gong tanda acara Seminar Nasional dan Munas FoSSEI XVII secara resmi dimulai.

Prof Fasli Jalal juga menjelaskan, periode itu akan ditunjukkan oleh berlimpahnya usia angkatan kerja (15-65 tahun) pada masa itu dibandingkan dengan anak-anak yang belum produktif (0-14 tahun) ditambah dengan usia lanjut (65 tahun ke atas). Mulai tahun 2012 sampai tahun 2045 jumlah angkatan kerja akan mencapai lebih dari dua kali lipat dari yang belum bekerja ditambah dengan yang sudah selesai bekerja.

“Populasi usia kerja yang besar itu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga serta masyarakat dan berujung pada kemakmuran bangsa ini,” ujar Prof. Fasli Jalal di hadapan sekitar 1.000 orang peserta seminar yang sebagian besar terdiri dari kalangan mahasiswa.

Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FIB) UY, Dr. Ir. Verni Yuliaty Ismail, MM, MSi. Sedangkan pembicara pada seminar ini adalah Dr. Nurul Huda, SE., MM., M.Si. (Ka. Prodi Magister Manajemen) yang juga sebagai Komisioner Wakaf Indonesia, Imam Pesuwaryantoro (Kadin Jabar, Ketua Komite Tetap Bidang Smart City), Zainal Abidin (Dompet Duafa Social Enterprise), Witjaksono (Pengusaha Muda NU), dan Abdul Gofur (Direktur MAI Foundation).

Fenomena Bonus Demografi tersebut, menurut Prof.Fasli Jalal akan terealisasi jika: (1) suplai tenaga kerja yang besar tersebut berkualitas dan produktif sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat; (2) kaum perempuan yang semakin terdidik akan memasuki pasar kerja lebih banyak sehingga membantu peningkatan pendapatan keluarga; (3) tabungan masyarakat meningkat dan diinvestasikan secara produktif; dan (4) kebijakan investasi pemerintah dan swasta mendukung pembukaan lapangan kerja.

Seminar Nasional dan Munas Forum FoSSEI-3

Seminar Nasional dan Munas Forum FoSSEI-4

Acara Pembukaan Seminar Nasional dan Munas FoSSEI ini dihibur oleh penampilan salah satu Tari Tradisional Betawi dan musik kreatif ‘After Movie FosNas’ dari mahasiswi UY.

“Bangsa Indonesia sebenarnya agak terganggu dengan gerakan Revolusi Industri 4.0 ini, jika kita tidak berhati-hati menyikapinya. Sebab, sebagian besar pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh tangan manusia, akan digantikan oleh mesin atau robot. Jumlah pekerjaan yang digantikan itu sungguh dahsyat sekali banyaknya,” kata mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) ini.

“Sementara itu, Indonesia sangat memerlukan banyak lapangan kerja, karena angkatan kerja kita sedang berlimpah,” ujar Prof. Fasli Jalal.

“Bila disiapkan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal maka angkatan kerja produktif yang berlimpah tersebut akan menjadi kekuatan raksasa yang melejitkan produktifitas dan daya saing bangsa, sehingga mampu menjadikan Indonesia negara yang kokoh karena persatuannya, berdaulat karena kemandiriannya, dan bermartabat karena kemajuan serta kejahteraannya,” jelas Prof. Fasli Jalal.

Rektor UY ini sangat kawatir akan kesempatan atau peluang bonus demografi tersebut bisa berubah menjadi suatu ancaman, jika penduduk usia produktif yang berlimpah tersebut tidak berkualitas. Sumber daya manusia yang tidak kompeten dapat merubah peluang menjadi beban, bahkan malapetaka demografi dan menambah beban ketergantungan bangsa. Hingga akhirnya, bonus demografi pun terlewat tanpa kita mampu memanfaatkannya.

“Mimpi agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat di mata dunia pun pupus begitu saja, bahkan dapat menjadi malapetaka yang melahirkan kemelaratan dan konflik sosial yang berkepanjangan,” pungkas Prof. Fasli Jalal.

Seminar Nasional dan Munas Forum FoSSEI-5
Sekitar 1.000 pesrta Seminar Nasional dan Munas FoSSEI XVII memadati gedung Auditorium Ar-Rahman UY.

Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan organisasi kemahasiswaan yang memfokuskan diri pada pengembangan Ekonomi Islam. Organisasi yang berdiri pada tanggal 13 Mei 2000 ini merupakan suatu forum dakwah, ukhuwah dan ilmiah antar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di lingkungan internal dan eksternal kampus di seluruh wilayah Indonesia. Dipimpin oleh lima Presidium Nasional, FoSSEI berusaha membumikan ekonomi Islam di seluruh wilayah Indonesia melalui rajutan ukhuwah dalam dakwah bernuansa ilmiah.

Sedangkan Musyawarah Nasional FoSSEI adalah agenda penutup kepengurusan FoSSEI periode 2018-2019 yang berisi Laporan Pertanggungjawaban Presedium Nasional 2018-2019, Pemiliham Presidium Nasional 2019-2020. Maka dari itu, Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) bermaksud menyelenggarakan Musyawarah Nasional XVII untuk kepengurusan 2019-2020.

Semoga dengan diadakannya acara ini, kepengurusan FoSSEI selanjutnya lebih baik dan amanah, selain itu segala pencapaian yang ingin dicapai serta rancangan rencana kegiatan organisasinya lebih baik dan berjalan dengan lancar untuk kepengurusan 2019-2020 ini.(ART)

“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”

Leave a Reply

Your email address will not be published.