HBH 1441 H. dan Seminar Nasional APPERTI, Prof. dr. Jurnalis Uddin, PAK.: Kontribusi PTS di Indonesia Sangat Besar

Setelah merayakan Idul Fitri 1441 H. Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) menyelenggarakan acara Halal bi Halal (HBH) untuk meningkatkan jalinan silaturahmi antar sesama anggota. Seperti tahun-tahun yang lalu, ajang yang dihadiri hampir seluruh anggota dari berbagai provinsi di Indonesia ini selalu dibarengi dengan mengadakan seminar nasional Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia dengan tema-tema yang up to date sesuai dengan kondisi bangsa terkini.

Ada sesuatu yang berbeda dari peringatan HBH dan seminar nasional kali ini. Biasanya acara ini dilaksanakan di dalam gedung pertemuan, berkumpul dan bertatap muka langsung yang sering dibarengi dengan saling bersalam-salaman serta berangkulan satu sama lain sambil mencicipi berbagai hidangan. Namun hal itu cuma jadi kenangan masa lalu. Oleh karena pandemi Corona Virus (Covid-19) dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah Indonesia, terpaksa silaturahmi tahun ini digelar secara online (Sabtu, 07 Juni 2020) dengan menggunakan salah satu aplikasi teleconference di dunia maya (Zoom Meeting).

HBH 1441 H. dan Seminar Nasional APPERTI - 2
Prof. dr. Jurnalis Uddin, PAK. (Ketua Pengurus Yayasan YARSI) memberikan kata sambutan dan hikmah halal bi halal pada acara seminar, HBH 1441 H. APPERTI ini dibuka oleh Ketua Umum APPERTI.

Mengusung tema “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pembelajaran, Keuangan Dan Aset Perguruan Tinggi di Indonesia dan Malaysia” dengan menghadirkan Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D (Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia) sebagai Keynote Speech yang diwakilkan kepada Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani (Sekretaris Direktorat Jenderal Dikti Kemendikbud RI). Sementara, narasumber yang berasal dari Indonesia-Malaysia yaitu: Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Rektor Universitas YARSI, Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010 – 2011); Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., MSi. (Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI dan Ketua BAN PT periode 2012-2016); dan Assoc. Prof. Dr. Edy Herianto @ Abdul Hadi Majlan., AMIChemE (Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia). Kemudian dipandu oleh Dr. Taufan Maulamin (Direktur Pascasarjana Institut STIAMI dan Sekretaris Jenderal APPERTI) sebagai moderator.

Sebelum masuk pada acara seminar, HBH 1441 H. APPERTI ini dibuka oleh Ketua Umum APPERTI – Prof. dr. Jurnalis Uddin, PAK. (Ketua Pengurus Yayasan YARSI) memberikan kata sambutan dan hikmah halal bi halal yang dilanjutkan oleh Dr. Ir. M. Budi Djatmiko, MSi., MEI (Ketua Pembina APPERTI dan Ketua Umum APTISI). Sementara tausiah atau pesan HBH disampaikan oleh Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A (Rektor UNIDA).

Pada kesempatan ini, dalam sambutannya Prof. Jurnalis mengatakan ada sekitar 4.600 perguruan tinggi di Indonesia, yang mana Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berjumlah 300 dan selebihnya 4.300 lagi adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Bisa dibayangkan, tanpa adanya PTS apakah kira-kira negara ini dapat berkembang dengan baik? Oleh karena itu kontribusi PTS di Indonesia jangan diragukan lagi, sangat besar.

HBH 1441 H. dan Seminar Nasional APPERTI - 3
Dari kiri atas: Dr. Ir. M. Budi Djatmiko, MSi., MEI; Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A; Dr. Taufan Maulamin; dan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani.

“Ada 7,5 juta mahasiswa kita yang sekarang mengenyam pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, tiga juta kuliah di PTN dan 4,5 juta lagi di PTS,” ujar Prof. Jurnalis.

Oleh karena Covid-19 yang sudah merajalela dan pemberlakuan PSBB, kata Prof. Jurnalis hampir seluruh kegiatan civitas akademika di kampus menjadi terhenti. Hal itu memberi dampak yang luas sekali. Tidak hanya bagi PTS, PTN pun mengalami hal yang sama. Begitupun dengan mahasiswa yang biasanya belajar di kelas terpaksa belajar dengan cara daring (data jaringan) atau online.

“Mungkin mahasiswa kita banyak menemukan kesulitan dalam belajar dengan sistem online ini. Demikian pula dengan dosen, sebab tidak semua kita berpengalaman dengan mengajar secara daring. Hanya beberapa saja yang cukup piawai dengan cara baru tersebut, sementara yang lain masih mencoba-coba,” ungkap Prof. Jurnalis khawatir.

HBH 1441 H. dan Seminar Nasional APPERTI - 4
Dari kiri: Dr. H. Dr. H. Marzuki Alie, S.E., M.M,; Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.; Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., MSi.; dan Assoc. Prof. Dr. Edy Herianto @ Abdul Hadi Majlan., AMIChemE.

Selanjutnya Prof. Jurnalis juga menjelaskan berbagai dampak ekonomi yang dialami oleh segenap lapisan masyarakat akibat Covid-19. Tidak hanya itu, perguruan tinggi-pun merasakan terganggunya stabilitas cashflow mereka akibat mandeknya pembayaran SPP mahasiswa. Tak bisa dipungkiri, karena hampir seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia, sumber pendapatannya berasal dari sana.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama APPERTI dengan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) dan HPTKes (Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan) Indonesia, serta didukung oleh Universitas YARSI, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published.