FGD – Pariwisata Halal Nusa Tenggara Barat

Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan untuk sharing knowledge bersumber dari peneleitian mengenai pariwisata halal yang sudah dilakukan oleh Prof. Dr. Nurul Huda, SE, MM.,MSi (Ketua Prodi Magister Manajemen, Guru Besar FEB dan Wakil Rektor IV Universitas YARSI). Hal ini disampaikan oleh beliau sendiri selaku pemantik dalam acara FGD Pariwisata Halal di Nusa Tenggara Barat (NTB) Rabu (2/12/2020) yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi teleconference Zoom.

Acara ini yang diselenggarakan Universitas YARSI bekerja sama dengan UNU NTB berikut dengan stakeholder (pengambil kebijakan, pelaku industri pariwisata, akademisi, dan lainnya) yang berkaitan dengan topik tersebut, diikuti oleh 39 penanggap forum.

Acara dimulai oleh Supiandi, SE., ME.Ec. Dev ( Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis UNU NTB). Beliau menyampaikan rasa bersyukur bahwa acara tersebut dihadiri oleh banyak penanggap dari berbagai lini yang concern terhadap pariwisata di NTB, dan menambahkan bahwa NTB menjadi destinasi wisata super prioritas yang akan menjadi tulang punggung perekonomian yang ada di daerah meskipun pandemi Covid-19 sedang melanda, walaupun pada triwulan kedua sempat terguncang namun saat ini sektor pariwisata NTB sedang reborn, imbuhnya.

FGD NTB - 2
Prof. Dr. Nurul Huda, SE, MM.,MSi

Dilanjutkan dengan pemaparan Prof. Dr. Nurul Huda, SE, MM.,MSi menyampaikan beberapa poin terkait pariwisata halal, diantaranya beberapa permasalahan di daerah serta laporan riset awal yang dilakukan pada tahun 2019 pada Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Barat. Pada hari ini disampaikan pengembangan model dynamic process untuk mengembangkan pariwisata halal pada daerah tertentu dengan harapan ada hasil yang dapat diperoleh dari metodologi tersebut yang dipandu oleh Ariel Nian Gani, M.Phil., M.Sc.(fasilitator) dan Nova Rini, SE., M.Si (pembawa acara) dalam acara ini.

FGD NTB - 3
Dr. Halus Mandala, M.Hum (Ketua STP Mataram)

Setelah pemaparan, dilanjutkan dengan pengumpulan ide prioritas dari para penanggap forum mengenai hal yang dapat mengembangkan pariwisata halal di NTB yang kemudian diterapkan pada model dynamic pengembangan riset ini. Salah satu penanggap, Dr. Halus Mandala, M.Hum (Ketua STP Mataram) menuturkan bahwa pariwisata halal di NTB sudah dikenal yang kemudian dilanjutkan implementasi pada masyarakat, artinya wisata halal menjadi kebiasaan hidup baik dari segi kuliner, dalam objek wisata terdapat tempat sholat atau sembahyang,berikut perangkatnya, fleksibilitas tour guide untuk mempersilahkan turis muslim ataupun non muslim untuk melakukan ibadah.

Hal itu dilakukan untuk menyampaikan bahwa sebenarnya wisata halal adalah hakikat budaya hidup yang dikehendaki baik dari sisi kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungannya yang sekarang dikemas oleh Kementerian Pariwisata dalam bentuk CHSE. “Jika hal itu diterapkan secara optimal, wisatawan baik domestik atau mancanegara akan datang ke NTB,” imbuhnya.

FGD NTB - 4
Ainul Yakin, S.Pd., M.Pd (Staf Pengajar Politeknik Pariwisata Lombok )

Penanggap lainnya Ainul Yakin, S.Pd., M.Pd (Staf Pengajar Poltekpar Lombok) menyampaikan sebagai seorang yang rindu pada wisata halal NTB untuk booming kembali karena terhambat oleh pandemi Covid-19 yang melanda. Beliau menambahkan bahwa branding pada wisata halal dikaitkan dengan atraksi budaya lokal yang di zonasikan pada Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur.

Jika local wisdom dan atraksi daerah dioptimalkan, maka dapat dijadikan bahan branding dan promosi. “Sosialisasi mengenai pariwisata halal belum mencapai lintas sektor khususnya hingga lapisan masyarakat awam, sehingga pemahaman mengenai pariwisata halal belum maksimal,” tambahnya.

FGD NTB - 5
Rumusan Model Diskusi

Setelah rangkaian acara terakhir dari FGD Pariwisata Halal NTB berakhir maka dirumuskan model yang bersumber dari masukan para penanggap untuk meningkatkan pariwisata halal di NTB yang dipandu oleh fasilitator melalui pengolah data super decision.

Prof. Dr. Nurul Huda, SE, MM.,MSi menyoroti 3 masalah utama dalam riset ini diantaranya pihak pemerintah, masyarakat, dan infrastruktur. Selanjutnya, beliau dan tim riset menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh stakeholder dan penanggap yang telah berkontribusi pada acara ini. Beliau menambahkan, “semoga riset ini dapat bermanfaat dalam peningkatan pariwisata halal di NTB dan menjalin siaturahim antar sesama.”

“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”

Leave a Reply

Your email address will not be published.