Revolusi Industri danPandemi Covid-19 Harus Dihadapi Tiga Langkah

Sebelum pandemi Covid-19 kita dikejutkan oleh Revolusi Industri 4.0 (Industrial Revolution 4.0). Sejak diperkenalkan Klaus Schwab maka dunia sibuk membahas implikasi dari analisa tersebut.

Revolusi Industri 4.0 dicirikan oleh lompatan teknologi digital yang mempunyai kemampuan sangat besar dan cepat mengolah informasi sehingga mampu mengintegrasikan dunia fisik, dunia digital, dan dunia biologis.

Kini kita juga sedang menghadapi pandemic Covid-19. Akhir-akhir ini dampak Pandemi Covid-19 terasa lebih berat lagi , karena terjadinya gelombang ke-2 kenaikan kasus Covid-19 yang sangat mencemaskan. Indonesia dinyatakan sebagai episenter dari pandemi Covid-19 di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Pandemi Covid-19 memberi dampak sangat besar pada bidang kesehatan dengan terinfeksinya lebih dari 2,9 juta anggota masyarakat dan menyebabkan kematian lebih dari 77 ribu. lumpuhnya pelayanan Kesehatan. Dibeberapa kota dan wilayah, yang tidak mampu lagi melayani pasien-pasien Covid-19 serta menyebabkan pelayanan kesehatan pasien-pasien non Covid jadi terganggu.

WhatsApp Image 2021-07-24 at 09.49.14(1)
Prof. dr. Jurnalis Uddin

Pada ekonomi dampaknya terlihat berupa berkurang atau terhentinya proses produksi, hilang atau menurunnya kesempatan kerja dan naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat serta menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi sangat signifikan.

Pandemi Covid-19 juga menggangu pendidikan dan banyak bidang lain.

Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19 bagian pembahasan sambutan Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D saat wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Yarsi tahun 2021,Sabtu,24 Juli 2021.

Selanjutnya, Fasli bertanya kepada para wisudawan dan hadirin, apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19 agar sukses , sehat dan sejahtera?

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2010, jawaban pertama, kita harus tetap berupaya mengembangkan terus kecakapan yang dibutuhkan abad ke 21 yaitu 4Cs: Mampu berfikir kritis dan menyelesaikan masalah (Critical thinking and problem solving); Menjadi orang yang kreatif (Creativity); Mampu berkomunikasi dalam semua dimensinya, termasuk komunikasi lintas budaya, agama, dan bangsa (Communication); dan mampu bekerjasama dalam berbagai kelompok dan berbagai penugasan (Collaboration).

WhatsApp Image 2021-07-24 at 09.49.14(2)
Prof. Fasli Jalal, Ph.D.

Kedua, kita harus percaya diri sebagai lulusan Universitas Yarsi kita siap, Insya Allah, dalam menghadapi perubahan dahsyat ini karena kita akan selalu siap untuk belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat (Lifelong learner).

Ketiga, sebagai lulusan sebuah perguruan tinggi Islam maka bekerja, baik sebagai wirausaha (entrepreneur) maupun bekerja dengan orang lain, ataupun bekerja untuk upaya-upaya kemanusiaan adalah Ibadah. Oleh karena itu keluarga besar Universitas Yarsi punya motivasi tinggi untuk selalu bisa bekerja sebagai perwujudan dari amal ibadah.

Tidak ada istilah lelah, menyerah untuk mencari atau membuat pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Kita dan akan bekerja secara ikhlas dan amanah sehingga bekerja menjadi menyenangkan. Bagi keluarga besar Universitas Yarsi akan bekerja secara tekun dan professional dengan semangat kerjasama yang tinggi sehingga kualitas kerja kita akan membanggakan.

Kepada lulusan Universitas Yarsi , Fasli berpesan , siapkan diri sebaik-baiknya, sukses tidak ditentukan oleh IQ saja, atau tingginya nilai akademik saja ataupun kepemimpinan dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler saja. Tapi sukses lebih banyak ditentukan oleh GRIT yaitu, pertama bangunlah kecintaan pada pekerjaan digeluti; kedua, tetap fokus pada tujuan ingin dicapai; ketiga, asah diri serta berlatih dengan sungguh-sungguh untuk menguasai pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan; dan keempat, bekerjalah untuk mencapai tujuan lebih besar baik untuk kesehatan, kesejahteraan dan keadilan serta kemuliaan buat umat manusia.

“Mari kita perkuat iman dan taqwa serta ibadah kita, kita bersatu padu untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi bangsa, dan meningkatkan empati serta mengasah rasa kemanusiaan kita sehingga secara bersama-sama dan dengan bermartabat kita dapat memenangi perang melawan Covid-19.” Ajak Fasli

“Selamat berpisah dengan dunia kampus dan selamat datang di dunia baru, dunia penuh tantangan nyata tapi juga dunia sangat menjanjikan. Semoga Allah SWT akan senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya pada anda semua. Aamiin” tutup Doctor bidang Ilmu Gizi Masyarakat.

WhatsApp Image 2021-07-24 at 09.49.15
Prof. Agus Setyo Budi, M.Sc.

Acara wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Yarsi tahun 2021 berjumlah 1134 lulusan. Jenjang sarjana terdiri fakultas kedokteran 378 wisudawan, fakultas ekonomi 322, fakultas teknik informatika 138, fakultas kedokteran gigi 97, fakultas hukum 115 dan fakultas psikologi 59 wisudawan. Sedangkan jenjang pascasarjana, magister manajemen 21 wisudawan dan magister kenotariatan 4 wisudawan.

Pelantikan 1134 lulusan sarjana dan pascasarjana Universitas Yarsi dilakukan rektor secara virtual. Sementara pembukaan sidang terbuka senat akademik Universitas Yarsi oleh Ketua Senat Akademik Universitas Yarsi , Prof. Dr. Hj. Qomariyah, MS, PKK, AIFM., Sp.KKLP

Selain keluarga besar Universitas Yarsi terdiri para Pembina Yayasan Yarsi, para Pengawas Yayasan Yarsi, Ketua Pengurus Yayasan YARSI, Prof. dr. Jurnalis Uddin dan para Pengurus Yayasan Yarsi . Kemudian segenap Civitas Akademika Universitas Yarsi dan para orang tua Wisudawan , hadir juga Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi, M.Sc.

Leave a Reply

Your email address will not be published.