Ketahanan Nasional Kunci Hadapi Ancaman, Universitas Yarsi Terdepan Bangun Ketahanan

Pandemi Covid-19 berdasarkan fakta melahirkan multidimensi persoalan. Seperti belum ditemukannya obat dan vaksin yang efektif untuk semua variannya sehingga seluruh negara merumuskan sendiri cara menghadapi pandemi tersebut.

Ada sejumlah crusial point . Dari demografi di era pandemi,kita menghadapi ekstra bonus sekaligus titik rawan aspek demografi di Indonesia

Bonus demografi angkatan muda kerja Indonesia mencapai 64,50 juta jiwa menjadi pedang bermata dua; peningkatan SDM berlimpah sekaligus membludaknya angka pengangguran jika ekonomi lemah.

“Persebaran bonus demografi tidak merata, di mana Pulau Jawa memiliki persentase demografi terbesar mencapai 55,11 persen. ungkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono dalan Kuliah Umum Ketahanan Nasional di Universitas Yarsi(UY) secara virtual, Senin (23/8).

Rektor Universitas YARSI – Prof. Fasli Jalal, Ph.D.

Beberapa urgensi masalah demografi dalam ketahanan nasional yang meliputi; Problematik persebaran dan pertumbuhan penduduk. Peningkatan pelayanan dan perlindungan sosial. Perlindungan kesehatan masyarakat. Pemulihan kekuatan ekonomi rakyat. Mendorong inovasi dan kreasi masyarakat di masa pandemi, serta partisipasi generasi milenial sebagai obyek dan subyek utama bonus demograf.

Menurut Agung ,dengan adanya multi dimensi masalah, dibutuhkan penguatan nasional di era pandemi Covid-19. “Salah satunya dengan percepatan pelaksanaan vaksin mencapai 3 juta per hari. Aksi ini guna mengejar target herd immunity mencapai 80 persen jumlah penduduk hingga akhir tahun 2021.

Selain itu, Mantan Menteri Zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menekankan pentingnya kemandirian nasional, baik dalam bidang vaksin maupun industri farmasi dalam negeri.

Sisi lain, Agung Laksono juga menyampaikan pandemi telah memunculkan beragam modal sosial baru yang makin tumbuh di masa pandemi antara lain; semangat jiwa gotong royong, rasa disiplin, rasa sosial dan kesetiakawanan, hingga pemikiran kreatif dan inovatif.

Mantan Ketua DPR ini juga mengatakan, kuliah umum dengan topik Ketahanan Nasional ,sangat pas dan tepat. Ketahanan nasional merupakan kemampuan dan ketangguhan dinamis suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara.

Ketahanan nasional jangan diabaikan. Ia meminta Universitas Yarsi menjadi bagian terdepan dalam menumbuhkan semangat optimisme ini dan berperan aktif dalam pembinaan ketahanan nasional. “Akhirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI ) semakin kokoh. Jika NKRI semakin kuat maka cita-cita bangsa terwujud. “kepada para mahasiswa dan dosen Univeristas Yarsi teruslah melakukan edukasi untuk internal dan publik,” tuturnya.

Selain bicara demografi dan vaksin , Agung juga bicara perguruan tinggi swasta (PTS). Peran perguruan tinggi swasta (PTS)sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai agen perubahan, karenanya negara tidak boleh membeda-bedakan antara PTN dengan PTS. Perbedaannya hanya pada porsi.

Selanjutnya mengenai pertanyaan,apa yang akan diberikan pemerintah pada PTS? “ Nanti saya sampaikan kepada instansi terkait,akan menjadi bahan diskusi saya kedepan , termasuk acara ini akan disampaikan kepada presiden,” ujar Agung .

Sementara itu Rektor Universitas YARSI, Fasli Jalal saat welcom speech menyatakan, pandemi Covid-19 mengganggu kualitas hidup masyarakat. Apalagi akhirnyabanyak pelayanan kesehatan sempat harus kewalahan menghadapi banyaknya pasien. Ini tentu mengurangi daya tahan bangsa kita.

Fasli pun menganggap bahwa pandemi ini seolah membuka mata bahwa pemahaman akan pentingnya ketahanan nasional harus dilakukan sejak dini. Jangan sampai, ancaman terhadap negara jadi besar karena belum adanya pemahaman dalam menghadapi konflik sesuai dengan prinsip ketahanan nasional.

Ketahanan nasional sangat penting dibangun sejak awal. Supaya Indonesia bisa menjaga ketahanan nasional secara utuh .

“Karena ketahanan nasional merupakan sebuah kondisi dinamis digambarkan dengan ketangguhan, keuletan dan kemampuan untuk mengatasi berbagai ancaman. Tentu saja dia harus diupayakan sejak dini secara sinergis dan secara terintegrasi,”tegasnya

Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini setuju dengan Agung. era pandemi ancaman serius bagi bangsa sudah melebar ke berbagai sektor dari masalah Sosial, kesehatan, hingga ekonomi. “Ketahanan Nasional kunci menghadapi berbagai ancaman,” ujarnya.

“Saya mengajak keluarga besar UY menjadi yang terdepan untuk membangun ketahanan nasional melalui edukasi untuk masyarakat.” himbaunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.