Vaksinasi tak hanya untuk kekebalan tapi juga percepatan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr (HC) dr HR Agung Laksono mengatakan vaksinasi COVID-19 tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kekebalan imunitas, tetapi juga untuk pemulihan ekonomi.

“Vaksinasi sangat berkaitan dengan pemulihan ekonomi, karena vaksinasi mewujudkan kekebalan imunitas dan normalitas kesehatan masyarakat dan juga percepatan pemulihan ekonomi,” ujar Agung dalam webinar yang diselenggarakan Universitas Yarsi yang dipantau di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan vaksinasi juga diperlukan sebagai modal dasar pencegahan penularan COVID-19, dengan target vaksinasi nasional sebesar 80 persen dari penduduk yang layak vaksin.

Pandemi COVID-19, lanjut dia, merupakan kesempatan untuk mengembangkan bidang farmasi. Agung mencontohkan bagaimana Kuba yang hanya negara kecil, tapi mampu mengembangkan industri farmasi, khususnya vaksin. Terdapat tiga jenis vaksin buatan Kuba, yakni Soberana, Mambisa dan Abdala.

“Indonesia pun hendaknya harus bisa mengembangkan industri dalam negeri, terutama farmasi. Saat ini, kita lihat sejumlah lembaga riset dan perguruan tinggi melakukan kolaborasi dalam menghasilkan vaksin dan alat kesehatan lainnya,” ujar dia.

Agung menambahkan pandemi COVID-19 memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah kesadaran tentang kesehatan masyarakat meningkat, meningkatkan semangat gotong royong antarmasyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah, partisipasi masyarakat dalam penanganan COVID-19 meningkat dan munculnya inovasi serta kreativitas dalam manajemen pemerintah.

Sementara dampak negatifnya, kondisi kesehatan masyarakat terganggu secara masif, ekonomi masyarakat dan negara menurun drastis dan perubahan pelaksanaan pola kegiatan, seperti penurunan kualitas belajar mengajar dan menurunnya produktivitas kerja.

Agung berharap masyarakat dapat sabar dalam menghadapi ujian tersebut, mengikuti vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan demikian, pandemi COVID-19 tersebut dapat segera berakhir dan berubah statusnya menjadi endemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.