Pelajari Variasi dan Kelainan Genetik, Keagungan Ilahi Kita Ketahui

Setiap manusia mempelajari variasi dan kelainan genetik, manusia itu akan mengetahui kelemahan dan betapa keagungan Ilahi. Akhirnya dalam penciptaan kehidupan ini dan hanyalah kepada Allah kita harus bertawakal. Demikian pencerahan Doktor Restu Syamsul Hadi, dalam webinar kajian Islam bertema Variasi dan Kelainan Genetik Dalam Pandangan Sains dan Islam, pagi tadi.

Selanjutnya doktor Restu , panggilan akrab Restu Syamsul Hadi, didepan para mahasiswa dan dosen serta keluarga besar Universitas Yarsi mengatakan, keanekaragaman suku, warna kulit maupun ras di muka bumi ini sangatlah beraneka ragam. “Termasuk di Indonesia sangat bervariasi,” ujar alumni Magister Program Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada(UGM)

Menurut Restu ,keanekaragaman apabila dipandang sebagai perbedaan maka bisa menjadi masalah. Sebaliknya apabila dapat dipahami merupakan sunatullah dihasilkan dari variasi genetik merupakan sebuah kekayaan patut di syukuri.

Dalam kehidupan dan bersosialisasi kita terkadang menemukan manusia, bisa jadi merupakan anggota keluarga maupun orang dekat kita, terlahir dengan berkebutuhan khusus karena kelainan genetik (spesial). Penerimaan masyarakat terhadap orang dengan kebutuhan khusus akibat kelainan genetik belum diberikan dengan layak dan masih terkesan merupakan aib , sehingga sering dikucilkan.

Sikap mengucilkan ini harus dihilangkan. Kepada mereka terlahir kelainan genetik harus dibantu, memfasilitasi, menterapi, menyediakan sekolah khusus. Kemudian mereka dicarikan tempat, dicarikan solusi ,dibimbing dan disediakan wahana. “Ini bagian dari hijrah,(lingkungan) yaitu merubah lingkungan menjadi kondusif, ”ucap Restu.

Lebih lanjut, anak -anak yang mempunyai kekurang gen, menurut Restu gen itu seperti saklar listrik. Ada negatif dan positif .

Gen positif itu pada prinsipnya mempunyai keunggulan. Pada anak spesial, gen positifnya di on alias dinyalakan atau dihidupkan, akan muncul potensi positif, sehingga menjadi manusia mandiri dan mempunyai keunggulan sehingga masyarakat mendapatkan keistimewaan.

“Ini pekerjaan rumah kita dengan menyediakan sekolah khusus, rumah khusus, selalu memberikan solusi,”ingat Restu

Pelajari variasi dan kelainan genetik, keagungan Ilahi akan kita ketahui. Bagi orangtua yang memiliki anak luar biasa, ini ladang bagi orang tua untuk menuju surga, dengan terus dan sabar menterapi, membimbing memunculkan potensi positif anak..

Selain membahas anak terlahir dengan kebutuhan khusus salah satunya akibat kelainan genetik. Doktor Restu juga menerangkan setiap anak terlahir dari hasil reproduksi seksual, setiap anak punya keunikan genetik masing-masing dan variasi genetik berasal dari kombinasi gen kedua orang tuanya.
Terkait meiosis dalam variasi genetik, meiosis itu pembelahan sel untuk menghasilkan sel anak (gamet) yang komposisi genetiknya 1/2 dari induknya. Menurut Doktor Ilmu Biomedis Alumni UGM ini ,tujuan meiosis mempertahankan jumlah kromosom yang konstan dalam organisme melali pembelahan, kemudian menghasilkan variasi genetik melalui rekombinasi.

Dalam kajian Islam ini banyak hal lain disampaikan Doktor Restu, seperti terkait perintah Allah, terhadap potensi wanita yang sudah ovulusi. Restu menyatakan,sesungguhnya potensi wanita yang sudah ovulasi secara subtasi sudah bisa dibuahi alias sudah bisa menikah. Namun demikian menikah itu bukan faktor psikologis saja, tetapi banyak faktor seperti sosial ekonomi.

Idealnya kalau wanita telah menemukan pria sholeh, mapan berbagai hal, segerakan menikah. “Menikah itu bukan faktor biologis saja tetapi harus disinkronkan, faktor politik sosial, ekominis, “ tutur alumni Doktor UGM.

Doktor Restu ini juga mengulas Hukum terminasi. Menurut dosen Universitas Yarsi ini ,terminasi harus lihat faktanya. Keputusan Boleh tidaknya harus dilihat asfek manfaatnya, dan tidak melanggar ajaran Islam.

Menurut Kepala Kajian dan Pengembangan Ruhul Islam, Doktor Karimulloh , tujuan pengajian ini menambah wawasan memahami variasi genetik dihasilkan dari sebuah proses biologi seluler dan molekuler, serta bisa mensikapi perbedaan ras, suku, warna kulit dan perbedaan justru menghasilan sinergi akhirnya lebih mengakui keagungan Ilahi dalam penciptaan kehidupan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.