MoU Bersama PAJ, Yarsi Kembangkan Pendidikan, Teknologi, Riset dan Pelayanan

Yayasan Yarsi,Universitas Yarsi, Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit Gigi Mulut Yarsi bersama Persatuan Alumni Jerman (PAJ) melakukan memorandum of understanding (MoU) berlaku 5 tahun.

MoU dari Universitas Yarsi ditandatangani Rektor, Prof. Dr. Fasli Jalal,Ph.D. Perjanjian kerjasama dari Rumah Sakit (RS) Yarsi ditandatangani Direktur Utama, Dr. Mulyadi Muvhtiar, MARS dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut(RSGM) Yarsi ditandatangani direktur , drg.Liana Zulfa ,Sp.Perio,MARS. Dari pihak PAJ ditandatangani Ketua Umum Alumni Jerman , Vidi Galenso Syarief.

MouUdisaksikan Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, Prof .dr.Jurnalis Uddin, P.A.K dan Ketua Dewan Pakar PAJ, Masykur Chaniago.

Perjanjian kerjasama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian pada masyarakat (riset) dan pelayanan kesehatan (rumah sakit).Kemudian pengadaan alat kesehatan buatan Jerman untuk keperluan Yarsi dengan harga dibawah pasar (discount).

Dalam pertemuan dari Yarsi menyampaikan sejarah, kegiatan, perkembangan dan hasil dilakukan Universitas , Rumah sakit , Rumah sakit gigi dan yayasan . begitu pula dari PAJ, ditambah PAJ meminta Prof Jurnalis Uddin dan Prof Fasli Jalal menjadi anggota dewan penasehat.

Menurut Prof Jurnalis potensi-potensi bagus dari Yarsi bisa dikembangkan dengan membuat program bersama PAJ.Kerjasama diharapkan bukan pada penyediaan alat-alat rumah sakit saja, melainkan juga pelayanan dengan menggunakan teknologi.Tentunya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, saling menguntungkan.” Semoga kerjasama ini menjadi amal sholeh bersama,” ujar Prof Jurnalis.

Liana Zulfa menambahkan, dengan hadirnya PAJ semoga RS Yarsi dan RSGM Yarsi kedepan bisa melaksanakan studi banding ke RS dan RSGM di Jerman dan tukar wawasan pengetahuan dengan para pembicara dari Jerman

Terkait alat kesehatan, khususnya gigi, menurut Liana Zulfa hampar semua alat-alat digunakan berasal dari luar, “Alat-alat dari Jerman sudah banyak dan lengkap digunakan di RSGM seperti pencabutan gigi, pemasangan inplan.,”tutur Liana Zulfa

Sementara Vidi Galenso mengatakan, PAJ tidak bisa berdiri sendiri, tentunya harus bermitra. Universitas Yarsi menerima kerjasama ini menjadi suatu kehormatan bagi PAJ. Bekerjasama dengan Yarsi bisa diperluas tidak semata kesehatan, tetapi bisa teknologi dan hukum,
Khusus hukum di Jerman banyak lanjutan pendidikan hukum, meski hukumnya berbeda dengan Indonesia “Terima kasih pada Yarsi bisa menerima PAJ merencanakan kerjasama,” tutup Vidi Galenso

Pasca serimonial MoU , para pengurus PAJ diajak Rektor Yarsi berkunjung ke fasilitas Yarsi , seperti melihat ruang kuliah, ruang rapat kecil dan auditorium , laboratorium sel punca atau sel stem, laboratorium obat tradisional dan laborarium halal. Kemudian diajak pula mengujungi sarana fasilitas rumah sakit, rumah sakit gigi serta tempat pelayanan kesehatan melalui helikopter.

Leave a Reply

Your email address will not be published.