Universitas Yarsi Gelar Bintech Technic Halal Berbasis Digital Marketing.

Suku dinas PPKUKM  Jakarta Pusat telah memiliki market place sendiri, digunakan untuk memfasilitasi para binaan yang sudah siap ekspansi, tidak hanya berjualan offline tetapi juga online. Demikian  pernyataan awal Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat Delina Melinda Sagala saat Bintech Technic Halal Berbasis Digital Marketing.

Acara digelar virtual ini, hasil koloborasi Universitas Yarsi, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat, dan Institut Pertanian Bogor (IPB), bertujuan memberikan wawasan  pada masyarakat dan khusunya memberikan edukasi bagi para peserta pelatihan Jakpreneur Jakarta Pusat.

Dalam forum ini  beberapa hal disampaikan Delina, dan lebih menarik Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat hingga kini berhasil mengumpulkan omset hampir 167 juta pada kegiatan yang pertama bulan lalu. “ Ini merupakan kesempatan untuk para binaan untuk sudah mulai bisa mengeksplor menjual kembali produknya dan membuka diri” jelasnya.

Delina berharap bisa berkolaborasi dengan lebih banyak lagi universitas agar semakin banyak lagi masukan, inovasi, wacana serta evaluasi terhadap dunia usaha dari cara pandang yang berbeda.

Selain Delina, tampil berbicara di gawe ini, Dirut Pusat Kajian Sains Halal IPB Prof. Dr. ir. Khaswar Syamsu menjelaskan langkah-langkah melakukan sertifikasi halal.

Menurut Prof. Khaswar kegiatan sertifikat halal bisa dimulai dari menyiapkan dokumen sertifikasi halal, pendaftaran, pembayaran akad serifikasi, monitoring pasca audit hingga memperoleh surat ketetapan halal dan sertifikasi halal.

Pada awalnya serifikat halal berlaku dua tahun. Namun  lewat ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kep-49/DHN-MUI/V/2021 tentang perubahan waktu berlakunya ketetapan halal, masa berlaku ketetapan halal menjadi empat tahun .

Dalam forum ini turut dibahas  seputar digital marketing dan pentingnya komunikasi interaksi dengan konsumen.

Kepala Inovasi, Kreatifitas dan Kewirausahaan Universitas Yarsi, Lily Deviastri, digital marketing merupakan segala aktivitas serta proses difasilitasi oleh teknologi digital, dimulai dari proses pembuatan, branding, selling, hingga memberikan manfaat produk terhadap konsumen.

Lili mengatakan, kini sudah saatnya penting menjalin komunikasi interaksi dengan konsumen agar para pelaku usaha dapat mengetahui apa  menjadi keinginan para konsumennya.

Lili  saat webinar ini juga menjelaskan platform digital media gratis seperti social media, blog, serta marketplace  dapat dimanfaatkan sebagai media memasarkan produk.  

disamping platform digital media penting pula strategi digital marketing sebagai identitas suatu usaha guna menanamkan suatu merek di benak konsumen.

Menurut Lili, Kementerian Koperasi Usaha Kecil telah meluncurkan produk berupa aplikasi LAMIKRO Pembukuan Keuangan Usaha dapat mempermudah pembukuan pelaku usaha. Dalam aplikasi ini memuat berbagai fitur antara lain yaitu entry jurnal, laba rugi hingga neraca. Aplikasi ini dapat di akses melalui web ataupun di unduh.

”Tanpa adanya laporan keuangan kemungkinan besar keberlanjutan usaha akan terancam karena tidak bisa melakukan monitoring, evaluasi, serta perencanaan,”tutur Lili

Dengan laporan keuangan seorang pelaku usaha dapat melihat kualitas keuangannya serta kinerja manajemen terhadap produk. Tutup Lili

 

Penulis: Anggun Prastuty

Leave a Reply

Your email address will not be published.