Universitas YARSI Selenggarakan Desa Goes To Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Untuk Penguatan Literasi Di Desa

Dalam rangka pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat YARSI Empowerment Village Center , pada tanggal 17 Januari 2022 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI menyelenggarakan kegiatan Edu Wisata Literasi dengan melaksanakan pendampingan kunjungan bagi para pengelola dan pengguna perpustakaan desa serta para kader kesehatan yang berasal dari Desa Bantarsari dan Desa Ciseeng Kabupaten Bogor ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang bertempat di  di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.  

Indah Kurnianingsih,S.I.P,MP selaku ketua Tim Pelaksana  Pengabdian Kepada Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan  untuk memberikan penguatan wawasan dan keterampilan literasi masyakarakat desa, serta memperkenalkan gedung dan sarana fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Nasional kepada masyarakat yang merupakan bagian dari desa binaan Universitas YARSI. Hadir pada kesempatan ini para Kepala Desa yakni Lukmanul Hakim, S.Ag. dan Rahmat Bukhari Muslim, S, Sy.,M.Sy  yang menjadi bukti kepedulian para pemimpin desa terhadap kebangkitan literasi di desa. Kedua Kepala Desa meyakini bahwa  literasi merupakan bagian penting dari upaya masyarakat menuju kesejahteraan dan menuju Indonesia yang lebih maju.

Tim Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari Indah Kurnianingsih,MP., Wardiyono,SS,MBA., Rosini,SS.,MP, dan Danang Dwijo Kangko,S.Hum., MP, serta mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Cintya dan Syaiful yang merupakan mahasiswa angkatan 2019. Penguatan Literasi sangat penting agar keberadaan perpustakaan desa yang telah dirintis oleh Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi  dapat berkelanjutan. Saat ini baik Desa Ciseeng maupun Desa Bantarsari telah memiliki situs e-library yang beberapa koleksinya berupa buku digital yang dapat diunduh oleh para warga masyarakat secara gratis. Kedua situs tersebut beralamat di www.ciseeng.web.id dan https://bantarsari.tbm.or.id/. Keberadaan perpustakaan desa diharapkan  mampu memberikan manfaat nyata bagi warga masyarakat desa dalam mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri, dan membantu meningkatkan jejaring sosial melalui pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi

Kunjungan selama 4 (empat) jam terasa kurang untuk menjelajahi seluruh fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Nasional RI. Gedung fasilitas layanan yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 14  September  2017 tersebut didirikan di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi memakan waktu pembangunan hampir tiga tahun.  Gedung berjumlah 24 lantai terdiri dari beberapa layanan sebagai berikut Lantai 1 : Lobby Utama, Lantai 2 : Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater, Lantai 3 : Zona Promosi Budaya Baca, Lantai 4 : Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan, Lantai 5 : Ruang Pustakawan , Lantai 6 : Data Center , Lantai 7 : Layanan Anak, Lansia Dan Disabilitas, Lantai 8 : Layanan Audiovisual, Lantai 9 : Layanan Naskah Nusantara, Lantai 10 : Layanan Deposit, Lantai 11 : Monograf Tertutup, Lantai 12 : Ruang Baca Pemustaka, Lantai 13 : Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia, Lantai 14 : Layanan Koleksi Buku Langka, Lantai 15 : Layanan Referens, Lantai 16 : Layanan Koleksi Foto, Peta Dan Lukisan, Lantai 17 – 18 : Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lantai 19 : Layanan Multi Media, Lantai 20 : Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu  Perpustakaan, Lantai 21-22 : Layanan Monograf Terbuka, Lantai 23 : Layanan Koleksi Bangsa-bangsa di Dunia Dan Majalah Terjilid, Lantai 24 : Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Eksekutif Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara.

Seluruh peserta kegiatan terlihat sangat antusias. Ibu Siti Zubaedah selaku Ketua Rombongan dari Desa Ciseeng merasa sangat bersyukur dapat melihat dan  ikut merasakan secara langsung berbagai fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Nasional RI. Salah satunya yaitu ruang baca anak  yang didesain secara menarik dan colorful. Pilar-pilar dinding dalam area tersebut dipenuhi lukisan mural yang diambil dari cerita rakyat di Indonesia. Demikian pula Pak Ali dari Desa Bantarsari yang takjub dengan ketersedian Layanan inklusif didesain untuk melayani penyandang disabilitas dari segi sarana prasarana, koleksi, maupun ruangan khusus bagi disabilitas tuna netra. Ia berharap  warga desa lainnya dapat  ikut berkunjung ke Perpustakaan Nasional pada kesempatan lain.

Sebagai rangkaian penutup kegiatan pada hari tersebut, rombongan kedua desa melanjutkan perjalanan menuju Kampus Universitas YARSi untuk melaksanakan penandatangan MOU yang langsung dihadiri langsung oleh Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, beserta jajarannya dari Wakil Rekor 1 Dr. dr. Wening Sari, M.Kes, Wakil Rektor 2 dr. Yulia Suciati, M.Biomed , Ph.D., Wakil Rektor 3 Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si., Psi., Wakil Rektor 4 Prof. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si dan Wakil Rektor 5 Dr. dr. Endy Muhammad Astiwara, MA., AAAIJ., CPLHI., ACS., FIIS., CRGP., ASPM., beserta Kepala Pusat YARSI Vilage Empowerment Center Hilma Suyana, S.E., M.M., CPHCM, CHCBP, CHCM. Penandatangan MOU merupakan bukti komitmen kerja sama antara Kampus YARSI dengan desa untuk membangun masyarakat yang lebih maju melalui Tri Dharma Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

Dokumentasi Kegiatan dan penandatanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published.