Dokter dibaiat , Awal Agent of Change

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, kembali melaksanakan Baiat Dokter Muslim Periode Januari 2022, Rabu, 26 Januari 2022 di Jakarta. Seremonial digelar di Lt. 12 Auditorium Ar-Rahman secara hybrid, namun meski demikian tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Baiat Dokter Muslim ini diikuti 85 Dokter Muslim,ditandai dengan pengucapan Baiat (sumpah) Dokter Muslim oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Ph.D., Sp.KKLP, diikuti seluruh peserta Baiat Dokter Muslim.” Dokter jebolan Universitas Yarsi ini siap terjun ke masyarakat,” tegas Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi(FKUY)

Rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D memberikan sambutan, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta baiat serta para orangtua telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Universitas Yarsi.

Lakukanlah apa menjadi passion dari adek-adek. Apapun sama nilainya, terpenting kecintaan diri kita terhadap pekerjaan dan kita yakin pekerjaan kita ini adalah ibadah. Apapun dipilih adalah karena niat tulus,”ucap Prof. Fasli

Sementara Wakil Ketua IDI DKI Jakarta,dr. Fauzy Masjhur, SH, M.Kes menyatakan, dokter merupakan ujung tombak di garis terdepan atau guide keeper pelayanan kesehatan masyarakat sangat dipercaya.

Dokter FKUY  harus selalu menjaga kompetensi dalam berpraktik, bahkan harus selalu meningkatkan kompetensinya kemudian harus sesuai dengan rambu-rambu disiplin sudah diatur kedokteran Indonesia. Kini Anda sudah berada dirumah besar IDI, Anda harus selalu mengikuti etika profesi,” pesan dokter Fauzy

Dokter Fauzy  bergelar sarjana hukum menambahkan, masyarakat taunya dia dilayani sebaik-baiknya, kalau ada sesuatu menurut mereka tidak sesuai, mereka menganggap malpraktik, padahal itu mungkin hanya risiko medis ,sesuatu hal yang tidak bisa kita duga. Meski demikian sebagai dokter tetaplah harus bekerja dengan didasari niat baik.

“Adek-adek gausah khawatir penting, berpraktiklah sesuai standar dan etika. “Jangan lupa membangun komunikasi yang baik sehingga timbul kepercayaan  tinggi”. tekan dokter  Fauzy.

Selanjutnya, dalam pendidikan kita tahu,saat seorang dokter di baiat (disumpah) bukan berarti proses pendidikan juga terhenti.  Seorang dokter dituntut untuk terus mengikuti pendidikan sepanjang hayat.” Hal ini bukanlah menjadi akhir tetapi awal dari sebuah proses perjalanan,” tutur Wakil Ketua IDI Jakarta..

Sependapat dengan dokter Fauzy, perwakilan Rumah Sakit Pendidikan, RSUD Pasar, Rebo dr. Ulul Albab, Sp.OG  mengatakan, dokter bukan hanya sekedar klinisi tetapi juga agent of change,  berarti bukan hanya menjadi seorang pemimpin, manajer, namun bisa menjadi contoh, atau entrepreneur.

 Seorang dokter bukan hanya mengobati pasien tetapi banyak hal bisa dilakuka. Bukan tidak mungkin seorang dokter berkiprah di beberapa bidang di luar dunia kedokteran.

Kemarin kalian murid kami, sekarang kalian sejawat kami, bukan tidak mungkin kedepan kalian akan menjadi guru kami”. Tambah dr. Ulul terkait seorang dokter berkiprah diluar bidang kedokteran.

Rifan Satrio salah satu peserta Baiat Dokter Muslim mengungkapkan perasaannya, setelah dibaiat,senang banget pastinya. Soalnya sekarang bisa dilakukan secara offline jadi nuansanya lebih beda, meskipun orangtua tetep gak bisa datang. Kedepan saya Insya Allah akan melanjutkan pendidikan ke spesialis yaitu, ambil anetesi. “ Mohon doanya”. Ungkap dr. Rifan.

Sementara,peserta Baiat Dokter Muslim lainnya,dr. Siti Rodiyah Darwin menyatakan bahagia , akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan. Habis ini ada sih rencananya mau lanjut spesialis, tapi liat dulu deh seperti apa kondisinya”.seru dokter Rodiyah

Kepada  para junior saat ini masih mengemban pendidikan Kedokteran Universitas Yarsi , semangat terus jalani pendidikan meski banyaknya rintangan.”  Punya tekad  harus lulus dan jadi dokter,”tutup dokter Rodiyah

Penulis : Anggun

Leave a Reply

Your email address will not be published.