Artificial Intelligence Talent Academy

Berdasarkan data Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), ada lebih dari 40.000 lulusan teknik informatika, ilmu komputer, sistem informasi, dan program studi terkait setiap tahunnya. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan di Indonesia masih kesulitan mendapatkan talenta di bidang Artificial Intelligence (AI) dan data science. Oleh sebab itu, Prodi Teknik Informatika (TI) Universitas YARSI perlu memberikan mahasiswa kompetensi dunia kerja dan sertifikasi industri yang diakui untuk menjadikan mahasiswa unggul dari puluhan ribu lulusan lainnya dan dapat menjawab tantangan industri.

Melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun 2021 yang didanai oleh Dirjen Diktiristek, Kemdikbud RI, Prodi TI menyelenggarakan program AI Talent Academy. Tujuan dari program ini adalah mahasiswa mendapatkan pekerjaan sebagai data scientist, machine learning engineer, dan jenis pekerjaan terkait yang saat ini sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan. Mahasiswa juga mendapatkan sks di luar kuliah reguler dari proses training dan sertifikasi industri dari kompetensi yang didapat. Kompetensi yang kompetitif ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah prestasi mahasiswa, minimal di tingkat nasional.

Rangkaian Program AI Talent Academy dilaksanakan sejak Juli 2021 sampai Desember 2021 dengan menggunakan anggaran PKKM sebesar Rp192.800.000 melalui sub- aktivitas “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa untuk Relevansi Lulusan di Bidang AI”. Pada Juli 2021, dilakukan publikasi, pendaftaran dan seleksi peserta. Karena jumlah mahasiswa yang mendaftar melebihi target peserta pada proposal (18 mahasiswa), maka panitia mengadakan seleksi melalui wawancara, penilaian rekam jejak akademis, dan juga persetujuan pembimbing akademis. Sebanyak 18 mahasiswa terpilih kemudian memberikan surat komitmen bahwa mereka siap mengikuti seluruh rangkaian pada program AI Talent Academy.


Artificial Intelligence Talent Academy - 2
Ujian Sertifikasi Industri Google TensorFlow Developer Certificate (TFDC) di Universitas YARSI. Untuk mengikuti protokol kesehatan, ujian dibagi menjadi dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 1 Oktober 2021 (kiri) dan Gelombang II pada 8 Oktober 2021(kanan).


Program AI Talent Academy dibuka secara resmi oleh Prof. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI) dalam acara Stadium Generale pada Kamis, 19 Agustus 2021. Acara ini juga menghadirkan dua keynote speakers, yaitu Dr. Nurul Hashimah (Associate Professor, Universiti Sains Malaysia) dan Rudyanto Butar Butar (Assistant Vice President Digital Technology, PT Prudential Life Insurance). Pada kesempatan ini, Chandra Prasetyo Utomo selaku Koordinator Program AI Talent Academy menjelaskan terkait rangkaian program dan Elan Suherlan selaku Kaprodi TI menjelaskan tentang konversi menjadi mata kuliah sejumlah 20 sks beserta hal-hal administratif terkait.

Kegiatan pada Program AI Talent Academy antara lain adalah pelatihan kompetensi machine learning, ujian sertifikasi industri, dan kuliah umum. Untuk kegiatan pelatihan kompetensi machine learning, setiap peserta mendapatkan paket berlangganan dicoding selama 6 bulan. Dengan paket ini, peserta dapat mengakses semua kelas. Fokus utama pada peserta adalah menyelesaikan 5 kelas pada learning path machine learning. Kelas yang wajib diambil oleh para peserta adalah: [1] Belajar Visualisasi Data; [2] Memulai Pemrograman dengan Python; [3] Belajar Machine Learning untuk Pemula; [4] Belajar Pengembangan Machine Learning; dan [5] Simulasi Ujian TensorFlow Developer Certificate.

Untuk menunjang proses pelatihan, Prodi TI mengadakan kegiatan belajar bersama. Kegiatan ini dibimbing secara intensif oleh Ahimsa Imananda, alumni Prodi TI YARSI yang juga telah sukses menyelesaikan Program Bangkit 2021 – kolaborasi kampus merdeka Dirjen Dikti dengan Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Para peserta berhasil menyelesaikan materi, kuis dan tugas pada kelas-kelas pelatihan di dicoding. Mereka mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bukti kelulusan.

Setelah menyelesaikan kelas pelatihan, termasuk Simulasi Ujian TensorFlow Developer Certificate, peserta disiapkan untuk mengikuti ujian. Untuk mengikuti protokol kesehatan, ujian dibagi menjadi dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 1 Oktober 2021 dan Gelombang II pada 8 Oktober 2021. Total 15 dari 18 mahasiswa lulus sertifikasi industri sampai dengan 8 Oktober 2021 (83% lulus, melampaui target proposal 50% lulus). Sejumlah 3 mahasiswa yang tidak lulus diberikan kesempatan ujian kedua dan berhasil lulus. Dengan demikian, persentase kelulusan adalah 100%.


Artificial Intelligence Talent Academy - 3
Salah satu capaian dari AI Talent Academy, yaitu sertifikat pelatihan (kiri) dan sertifikat industri
(kanan) sebagai bukti untuk membuat peserta lebih unggul dari lulusan TI lainnya.


Kegiatan berikutnya dari AI Talent Academy adalah kuliah umum yang diberi nama AI Seminar Series1. Total ada tujuh seminar dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Pembicara dari dalam negeri antara lain Dr. Dien Kurtanty (Biofarma), Fendy Suyadinata (Arya Noble), Afif Iskandar (Hactiv8), Deskhana Wati (Samsung R&D), Dr. Brahmastro Kresnaraman (Bukalapak), Rakhmad Azhari (Red Hat), dan Dr. Puspa Pratiwi (President University). Pembicara dari Luar Negeri antara lain Dr. Cortino Sukotjo (University of Illinois at Chicago, USA), Dr. Derry Wijaya (Boston University, USA), dan Prof. Xue Li (The University of Queensland, Australia). Para pembicara memberikan state of the art (metode terkini) dan best practise dari pengembangan dan implementasi AI baik di industri maupun di akademia. Beberapa pembicara kemudian melanjutkan tindak lanjut dengan membuat kolaborasi dan kerjasama penelitian dengan dosen dan mahasiswa peserta program.

Program AI Talent Academy mendapatkan sambutan dan kesan yang positif baik dari pimpinan, dosen, mahasiswa, maupun mitra. Cut Aisyah Yunan2, salah seorang mahasiwa peserta program mengatakan “bersyukur karena saya diberikan akses ke kurikulum dan sumber daya mulai dari seminar, course, dan juga kelas persiapan yang sangat membantu kesiapan saya untuk mengambil ujian sertifikasi industri dari Google yaitu TensorFlow Developer Certificate”. Dr. Cortino Sukotjo dari College of Dentistry, University of Illinois, USA menyatakan “Saya sangat amazed dengan adanya breakthrough pemikiran dari FTI YARSI dimana mereka berani untuk bekerjasama dengan FKG, sesuatu yang belum pernah saya lihat di Indonesia walaupun itu sesuatu yang biasa di Amerika.

Dr Ummi Azizah Rachmawati, Dekan FTI YARSI menyatakan “Kami sangat berterima kasih kepada Dirjen Dikti yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen FTI YARSI untuk mendapatkan  sertifikasi internasional dan mengembangkan kerjasama dengan mitra dalam dan luar negeri”. Program AI Talent Academy telah meningkatkan IKU 2 (mahasiswa di luar kampus) sesuai dengan rencana pada proposal. Semoga program PKKM dapat berlanjut sehingga kualitas mahasiswa, dosen dan kurikulum pada Prodi TI YARSI dapat terus meningkat secara eksponensial.

Penulis: Chandra Prasetyo Utomo
Ketua Tim Taskforce PKKM 2021 Prodi Teknik Informatika, Universitas


1 Arsip AI Seminar Series termasuk video recording dapat diakses di https://ehealth.yarsi.ac.id/ai/
2 Testimoni lengkap Cut Aisyah Yunan, Dr. Cortino Sukotjo, dan Dr. Ummi Azizah Rachmawati dapat dilihat di: https://drive.google.com/drive/folders/1zgdiRnJHgc2wUJoMapcP5MlXnTqPtn-w?usp=sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published.