Alquran Bukan Jimat dan Mantra. Alquran Petunjuk Manusia

Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat ,KH Wahfiudin Sakam, S.E, MBA mengatakan, kini menjadi fakta atau peristiwa dapat diamati (fenomenal), Alquran diapresiasikan berlebihan. Sebagai media Alquran dijadikan jimat, bacaan Alquran dijadikan mantera dan sementara isi atau ajarannya Alquran tidak dijadikan pedoman dan petunjuk.

Contohnya pada surat 36 atau surat Ya-sin ayat 9, artinya dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan dibelakang dinding(pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 

Orang mempunyai bermasalah korupsi, dia menggunakan ayat ini , pergi ke ustad di pesantren, minta bagaimana agar tidak tertangkap. Lalu si ustad menyarankan membaca surat Ya-sin tersebut berulang kali.

Tindakan berlebihan dilakukan orang bermasalah dan ustad  merupakan  tidakan tidak tepat. Kandungan Alquran tidak boleh atau bukan dijadikan jimat dan mantra.”Kandungan Alquran banyak sekali bahan-bahan ilmiah petunjuk manusia agar hidup selamat didunia dan diakhirat.” terang kiai Wahfiudin dalam acara  Kajian Islam Tematik Universitas Yarsi, kemarin

Kajian Islam Tematik virtual Universitas Yarsi  mempunyai nilai istimewa karena selain dihadiri oleh rektor , wakil rektor, para dosen dan mahasiswa, juga hadir Ketua Pengurus Yayasan Yarsi , Prof.dr.Jurnalis Uddin,P.A.K.

Mualim Wahfiudin  dalam pertemuan ini banyak menyampaikan pengetahuan bermanfaat. diantaranya terkait Islam dan Ilmu pengetahuan , 

Ustad yang sering dakwah ke berbagai negara Eropa Barat, Rusia, Jepang dan Amerika Serikat menyatakan, surat 41 atau surat Fussilat ayat 53 menerangkan Islam dan Ilmu Pengetahuan  , artinya akan kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami. Ayat itu berarti tanda menunjukan Allah SWT maha hebat, pengasih, penyayang maha segalanya.Allah SWT menunjukkan kehebatannya yaitu di jagad raya, pada diri mereka, 

Lalu dilanjutkan penjelasan ayat-ayat kawniyah (qauliyah) berupa ayat-ayat menerangkan  segala ciptaan Allah SWT berupa alam semesta dan semua komposisinya  meliputi segala macam ciptaan Allah .” Kejadian semuat itu disebut ayat-ayat fenomenal, menjelaskan kebenaran Alquran dan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT(ayat Qur’aniah),”tutur ustad bergelar Sarjana Ekonomi

Tidak itu saja, Mualim bergelar Master juga menjelaskan tentang turunnya Alquran dan pertanyaan kaum kafir tentang Alquran tidak diturunkan sekaligus saja kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya bersumber dari 3 hadist shahih diriwayatkan Ibnu Abbas ( At-tibyamu fi’ulumil-qurani, Muhammad Ali As-Shabuni), Alquran disampaikan dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap agar memantapkan keyakinan mulai 17 ramadhan. 

Kemudian dalam masa 23 tahun diturunkannya Alquran kepada Rasulullah SAW sebagai jawaban atas persoalan-persoalan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.