Kelurga Besar Yarsi, Jadilah Profesional Mukmin

Bekerja profesional suatu keseriusan sesuai bidang  masing-masing. Bekerja profesional agar menghasilkan suatu yang berarti dalam bidangnya saja. “Tapi bekerja profesional punya masalah,” ujar Rektor UNIDA Gontor, Prof.K.H.Hamid Fahmy Zarkasyi,M.A.Ed.,M.Phil.,Ph.D dalam Kajian Islam Tematik Universitas Yarsi,secara virtual tadi pagi.

Lebih lanjut  Prof Hamid menyatakan, profesional punya masalah. Seorang profesional bisa melupakan masalah sosial. Profesional bisa bekerja baik  tapi belum tentu berakhlak baik,Jika seorang bekerja profesional  masalah-masalah diluar profesinya tidak diperhatikan. Batasan-batasan kualitas profesional tidak menjangkau kualitas amal seorang muslim,

Menurut Prof Hamid, menjadi profesional itu harus bekerja produktif, mempertahankan sikap -sikap profesional, memiliki inisiatif, bekerja efektif dan efisien. Terus sanggup manage waktu dengan baik, memiliki integritas, menjadi problem sover, berkomunikasi efektif, membangun relasi,dan kedewasaan emosional.

“Seorang muslim ( keluarga besar Universitas Yarsi )bila ingin menjadi profesional, jadilah profesional mukmin yaitu profesional mempelajari dan menjalankan syariat Islam dan beramal saleh,,” pesan Prof memiliki  dua gelar master dari Pakistan dan Inggris.

Guru Besar UNIDA Gontor menjelaskan, untuk menjadi profesional mukmin caranya saat bekerja produktif harus ikhlas jujur,amanah, adil.Saat terjadi gangguan atau gagal , jangan marah apalagi putus asa dan harus sabar, ridha atas takdir, tawakal, tidak iri dan tak bicara sia-sia

Kemudian selalu membangun silaturahim,memperbaiki hubungan sesama, taat hukum tidak melanggar syariat, tidak takabbur.

Profesional mukmin itu mencari harta halal, suka sedekah ,berkorban , muliakan tetangga dan mengajarkan , menepati janji dan sumpah. zikir dan selalu berdoa, membaca alquran serta suka menuntut ilmu.

Pemaparan Prof Hamid disampaikan sangat komunikatif , informatif, kandungannya bernilai pengetahuan dan penuh filsafat namun kesemuanya mencerahkan. Seperti, tidak semua orang Islam itu beriman dan tidak semua muslim itu mukmin,tapi semua mukmin pasti muslim. Ada lagi, menjadi mukmin profesional beramal dengan iman berbuah surga.

Prof Hamid juga banyak menyajikan ayat alquran dan hadist dengan bermacam perawi. Seperti HR Tirmidhi menerangkan orang cerdas  adalah yang menyerahkan dirinya (menghitung dosanya )dan bekerja untuk (kehidupan) sesudah mati. Sedangkan orang lemah adalah mengikuti hawa nafsunya dan tidak mengharapkan keridhaan Allah. Kemudian Allah tidak akan menerima amal melainkan didasari ikhlas, karena Allah  dan untuk mencari ridha-Nya bersumber HR Ibnu Majah ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.