Manfaatkan Program Kompetisi Kampus Merdeka 2022: Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI Gelar Evaluasi Kurikulum Untuk Transformasi Menjadi Prodi Unggul

Bogor-Kamis (4/8), Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI menggelar pembukaan  Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Kegiatan Pembukaan PKKM ini berlangsung selama tiga hari, 4-6 Agustus 2022. Kegiatan yang berlokasi di D’Anaya Hotel, Pakuan Bogor ini, memuat empat agenda utama, yaitu benchmarking Kurikulum Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi di berbagai negara, pembahasan evaluasi kurikulum PdSI Universitas YARSI, Focus Group Discussion untuk Penguatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan konsolidasi internal untuk mengembangkan kurikulum dan RPS.

Pembukaan PKKM PdSI Universitas YARSI diresmikan oleh Ketua Yayasan YARSI, Prof. dr. Jurnalis Uddin, P.A.K. Turut hadir beberapa pimpinan Universitas YARSI, di antaranya Prof. dr. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI), Dr. dr. Wening  Sari, M.Kes. (Wakil Rektor I Universitas YARSI), dan Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si., Psi. (Ketua Task Force PKKM Universitas YARSI) dan Dekanat Fakultas Teknologi Informasi Dr.Ummi Azizah Rachmawati. M.Kom, Wakil Dekan 1 Herika Hayurani, M.Kom, dan Kepala Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Indah Kurnianingsih,S.I.P,MP.

Gelar Evaluasi Kurikulum Untuk Transformasi Menjadi Prodi Unggul-1
Sebagian Peserta Online pembukaan Program Kompetisi Kampus Merdeka

Tahun ini adalah kali kedua PdSI Universitas YARSI memperoleh hibah PKKM. Dalam kesempatan ini, PdSI Universitas YARSI memanfaatkannya untuk meningkatkan mutu kurikulum, meningkatkan kapasitas dosen, serta mengakomodasi pengembangan diri mahasiswa.

Dalam sambutannya, Danang Dwijo Kangko, S.IP., M.P. selaku Ketua Task Force Prodi mengatakan: “Alhamdulillah, tahun ini kita kembali diamanahi untuk mengelola dana PKKM, yang direalisasikan dalam dua aktivitas. Aktivitas pertama, yaitu program peningkatan kualitas kurikulum dan kapasitas akademik dosen. Aktivitas kedua, yaitu program peningkatan kualitas mahasiswa dalam record and information management.”

Agenda pertama dari kegiatan Evaluasi Kurikulum, dimulai sekitar pukul 13.00, yaitu benchmarking Kurikulum Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi di berbagai negara. PdSI Universitas YARSI menghadirkan pakar kurikulum Ilmu Perpustakaan dari International Islamic University, Prof. Dr. Roslina Bt. Othman. Prof Roslina memaparkan program standar ilmu perpustakaan yang telah disusun secara sistematis, mulai dari bachelor degree, master degree, hingga doctoral degree. Melalui pemaparan tersebut, PdSI Universitas YARSI menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pemetaan bahan kajian yang seharusnya bersinergi dengan beberapa pihak.

Untuk mengembangkan buku kurikulum, PdSI Universitas YARSI melakukan evaluasi draf kurikulum melalui perpektif Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. Prof. Paulina Pannen menjabarkan bahwa Pustakawan hari ini memiliki sejumlah tantangan.

“Pustakawan hari ini terlibat pada tiga dunia: dunia fisik (seperti yang kita ketahui selama ini), dunia cyber (atau yang berkaitan dengan digital), dan metaverse (semuanya serba virtual). Perpustakaan tidak hanya menunggu, tapi juga melakukan riset. Riset dan teaching. PdSI YARSI punya kesempatan untuk mengubah kurikulum, dan berpotensi untuk keren banget.” (4/8)

Pada sesi berikutnya, di hari Jumat (5/8), PdSI Universitas YARSI mendatangkan sejumlah praktisi dari berbagai bidang. Hal ini dilakukan dalam rangka kolaborasi antara Dunia Industri Dunia Usaha (DUDI), dengan PdSI Universitas YARSI sebagai pencetak tenaga kerja terdidik di bidang Ilmu Perpustakaan. Beberapa praktisi yang didatangkan antara lain: Farli Elnumeri, S.S., M.Hum. (ISIPII) Hendro Subagyo, M.Eng. (BRIN), Hani Qonitah, S.IP., M.IMS (P3RI), dan Raistiwar Pratama, S.S., B.A., MA. (ANRI).

Berkecimpung di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Hendro Subagyo mengatakan bahwa saat ini yang kita perlukan itu kandidat pegawai yang agile, cepat belajar, dan cepat beradaptasi. Hendro Subahyo menambahkan, “banyak yang berbeda backgorund pendidikan. Backgroundnya perpus, ternyata kerja jadi sekretaris.” Aspek ilmu ada, berubah haluan itu karena lingkungan, perubahan passion di lingkungan kerja, maka kita butuh pegawai yang agile.

Terakhir, PdSI melakukan konsolidasi untuk merevisi kurikulum berdasarkan hasil sintesis dari beberapa masukan pakar. Selain itu, PdSI Universitas YARSI juga berencana untuk merombak Rencana Pembelajaran Semester, untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ke depannya diharapkan PdSI Universitas YARSI dapat mengimplementasi hasil konsolidasi yang telah dilakukan secara intens. Hal ini dapat menjadi langkah jitu bagi PdSI Universitas YARSI untuk terus berkembang dan bertransformasi menjadi prodi unggul.

 

Oleh: Heri Samtani, S.Pd., M.Hum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.