PIMPINAN

Dekan

: Prof. Dr. Bambang S. Trenggono, drg. M. Biomed

Ka. Prodi Akademik KG

: drg. Audiawati, Sp.PM.

Sek. Prodi Akademik KG

: drg. Nita Nurniza, Sp.Perio.

Koordinator Penelitian Prodi Akademik KG

: drg. Lisa Prihastari, M.Kes.

Sub Komisi Pertimbangan Pendidikan Akademik KG

: Dr. drg. Sonya Priyadharsini, MSi

Ketua P2K Prodi Akademik KG

: drg. Agus Ardiansyah, MPd, Ked

Ketua Komisi Kurikulum Prodi Akademik KG

: drg. Agus Ardiansyah, MPd, Ked

VISI KEILMUAN

VISI KEILMUAN

  1. Terwujudnya lulusan yang bermutu dan mengamalkan pendidikan sesuai dengan syariat Islam
  2. Terwujudnya penelitian berbasis iptek dan Islam yang bermanfaat bagi kemanusiaan di tingkat nasional dan internasional
  3. Terwujudnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis iptek dan nilai-nilai  Islam
  4. Terwujudnya kelembagaan yang bertata kelola baik (Good faculty governance) dan  berorientasi pada mutu dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
PROFIL LULUSAN

Profil Sarjana Kedokteran gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI mengikuti profil lulusan yang telah disepakati dalam forum AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi) dan mengacu pada profil lulusan Universitas YARSI.

Profil lulusan FKG UY adalah seorang dokter gigi yang profesional,  memiliki akhlak dan sikap perilaku Islami serta mempunyai kompetensi dan kemampuan untuk berperan sebagai:

  1. Care provider. Seorang doker gigi yang mempunyai kemampuan dan kompetensi untuk menegakkan diagnose, menyusun rencana perawatan serta melakukan tindakan pengobatan dan perawatan kepada pasien.
  1. Decision maker. Seorang dokter gigi yang mempunyai kompetensi dan mampu mengambil berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan pasien perorangan maupun komunitas.
  1. Communicator. Seorang dokter gigi yang mempunyai kompetensi dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain baik peroangan maupun kelompok masyarakat sehingga pesan-pesan serta gagasan dan idenya dapat dimengerti dan diterima.
  1. Community leader. Seorang dokter gigi yang memiliki sikap pemimpin dan kemampuan untuk memimpin suatu tim atau organisasi khususnya di kesehatan.
  1. Manager. Seorang dokter gigi yang memiliki kompeensi untuk mengelola suatu program dan yang dapat bekerja secara efektif dan harmonis dengan orang lain baik di dalam maupun di luar organisasi sistem pelayanan kesehatan.
  1. Educator researcher. Seseorang yang mampu bertindak sebagai pendidik profesional dan ilmuwan, yang senantiasa mampu mengembangkan diri sesuai kemajuan iptek secara tepat guna melalui penambahan ilmu dan penelitian
  1. Creator dan innovator. Memiliki kepekaan terhadap kebutuhan kesehatan di lingkungannya serta memikili kreativitas dan inovasi untuk membuat perubahan dan solusi untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat
  1. Insan intelektual Islami. Seseorang yang memiliki kepribadian Islami, memiliki pengetahuan integratif dengan nilai keIslaman, dan berketerampilan sesuai ajaran agama Islam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN

Kode

Capaian Pembelajaran

PENGETAHUAN (P)

P1

Setiap lulusan program pendidikan akademik serta profesi harus memiliki pengetahuan terintegrasi antara keilmuan dan nilai-nilai Agama Islam

P2

Menguasai pengetahuan faktual tentang:

–          Hukum kesehatan

–          Kebijakan lokal, regional, dan global tentang kesehatan

–          Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi

–          Standar kompetensi dokter gigi

P3

Menguasai prosedur perawatan klinis dalam bidang kedokteran gigi

P4

Menguasai prinsip-prinsip:

–          Psikologi kesehatan

–          Ilmu biostatistik

–          Epidemiologi

P5

Menguasai konsep aplikatif:

–          Dasar etik kedokteran

–          Teknik perawatan klinis di bidang kedokteran gigi

P6

Menguasai konsep teoritis secara umum tentang

–          Ilmu biomedik meliputi anatomi, histologi, fisiologi tubuh manusia, patologi  dan patofisiologi kelainan struktur dan fungsi tubuh, mikrobiologi,  biologi, biokimia, farmakologi, serta ilmu gizi

–          Ilmu kedokteran klinik meliputi penyakit dalam, THT, kulit dan kelamin,  ilmu kesehatan mata, neurologi, bedah umum

–          Perkembangan mental anak

–          Ilmu kedokteran paraklinik meliputi patologi anatomi, patologi klinik

–          Forensik kedokteran gigi

P7

Menguasai konsep teoritis secara mendalam tentang:

–          Biologi oral

–          Morfologi makroskopis, mikroskospis dan topografi organ, jaringan penyusun sistem tubuh manusia secara terpadu.

–          Proses tumbuh kembangdentokraniofasial prenatal dan pascanatal

–          Komunikasi kesehatan dan komunikasi teurapeutik

P8

Menguasai konsep teoritis secara mendalam tentang:

–          Patogenesis penyakit/ kelainan yang meliputi, infeksi, dan non infeksi.

–          Sterilisasi, desinfeksi dan asepsis

–          Obat-obat yang digunakan untuk penyakit gigi dan mulut, termasuk efek samping dan interaksinya.

–          Tatalaksana kedokteran gigi klinik untuk membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut

–          Berfikir analitis guna mendukung evidence based dentistry

–          Metodologi penelitian

–          Ilmu kesehatan gigi masyarakat

–          Manajemen kesehatan

P9

Menguasai konsep teoritis secara mendalam:

–          Ilmu kedokteran gigi klinik untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut  yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif

–          Biomaterial dan teknologi kedokteran gigi

–          Radiologi kedokteran gigi

P10

Menguasai konsep teoritis secara mendalam:

–          Sumber dan Dasar Islam

–          Fiqih Ibadah, Mualamalah, Dan Pernikahan

–          Metodologi Penetapan Hukum Islam Dan Etika Islam (Akhlak)

–          Sejarah dan Pemikiran Islam

–          Tinjauan Islam dalam bidang kedokteran Gigi

–          Dakwah kedokteran Gigi Islami.

SIKAP (S)

S1

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;

S2

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika;

S3

Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

S4

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

S5

Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

S6

Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

S7

Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

S8

Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

S9

Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri; dan

S10

Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

S11

Menjalani kehidupannya sebagai seorang muslim yang saleh dan taat tanpa terikat ruang dan waktu

S12

Memiliki sikap melayani (caring) dan empati kepada pasien dan keluarganya.

S13

Menjaga kerahasiaan profesi terhadap teman sejawat, tenaga kesehatan, dan pasien.

S14

Menunjukkan sikap menghormati hak otonomi pasien, berbuat yang terbaik (beneficence), tidak merugikan (non-maleficence), tanpa diskriminasi, kejujuran (veracity) dan adil (justice).

KETERAMPILAN UMUM (KU)

KU1

Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;

KU2

Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;

KU3

Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

KU4

Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

KU5

Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;

KU6

Mampu memelihara dan mengembang-kan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;

KU7

Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;

KU8

Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; dan

KU9

Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

KU10

Mampu menerapkan keterampilan sesuai ajaran Agama Islam:

a.       Mampu membaca dan menulis (mengutip) huruf Al Qur’an sejalan dengan bidang keilmuannya

b.       Mampu menghafal dan memahami Al Quran juz 30

c.        Mampu menjadi imam dalam shalat

d.       Mampu memberikan khutbah

e.       Mampu melakukan perawatan jenazah, mulai dari mengurus, memandikan, mengkafasni, serta menshalatkan jenazah

KETERAMPILAN KHUSUS (KK)

KK1

Mampu melakukan anamnesis secara mandiri dengan menggali riwayat pasien (riwayat keluarga dan psikososial ekonomi, riwayat kepenyakitan dan pengobatan, riwayat perawatan gigi mulut, perilaku) yang relevan dengan  keluhan utama melalui metode komunikasi efektif terhadap pasien/keluarga pasien.

KK2

Mampu melakukan pemeriksaan fisik umum dan sistem stomatognatik yang meliputi pemeriksaan ekstra dan intra oral  secara mandiri pada pasien anak dan dewasa dengan akurat serta mampu menetapkan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi dan kode etik.

KK3

Mampu mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medik yang akurat  dan komprehensif, sebagai dokumen legal yang mendukung rencana perawatan gigi mulut serta keperluan identifikasi odontologi forensik sesuai dengan Disaster Victim Identification (DVI) secara mandiri.

KK4

Mampu menegakkan diagnosis awal, diagnosis banding, diagnosis akhir dan  menetapkan prognosis kelainan atau penyakit gigi mulut berdasarkan patogenesis dengan mempertimbangkan derajat resiko penyakit melalui interpretasi, analisis, dan sintesis hasil pemeriksaan pasien sesuai standar klasifikasi penyakit internasional (International Classification of Diseases) secara mandiri.

KK5

Mampu menyusun rencana perawatan gigi mulut  pasien melalui analisis hasil pe5meriksaan, diagnosis dan prognosis sesuai konsep kedokteran gigi klinik, kedokteran gigi pencegahan, kedokteran gigi dasar, kedokteran klinik dan ilmu biomedik yang relevan dengan mempertimbangkan siklus hidup pasien dan kondisi sosio-budaya secara mandiri

KK6

Mampu membuat keputusan, melakukan, dan mengevaluasi keberhasilan perawatan gigi mulut pada pasien yang disertai atau tanpa kompromis medis secara komprehensif dengan mengutamakan patient safety, kode etik profesi, cost effectiveness serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup secara

KK7

Mampu menggunakan material, peralatan, dan teknologi kedokteran gigi pada perawatan gigi mulut pasien berdasarkan evaluasi atau penelitian sesuai indikasi secara mandiri

KK8

Mampu mengendalikan rasa nyeri, takut dan cemas  dengan pendekatan farmakologik dan/atau non farmakologik pada pasien secara mandiri

KK9

Mampu  membuat kajian secara mandiri dan kelompok tentang permasalahan bidang kedokteran gigi pada pasien atau masyarakat, dan mengusulkan alternatif solusi yang inovatif dengan pendekatan evidence-based dentistry yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik dan etik profesi

KK10

Mampu mengelola praktik dan lingkungan kerja yang ergonomik dengan menerapkan prinsip manajemen kesehatan termasuk keselamatan kerja, kontrol infeksi  dan konsep green dentistry secara mandiri atau kelompok

KK11

Mampu mengambil keputusan medik  sesuai kewenangan klinis (clinical privilege) untuk merujuk pasien kepada sejawat dan/atau penyelenggara kesehatan lain berdasarkan standar prosedur operasional secara mandiri

KK12

Mampu menyusun, mengelola, dan mengevaluasi program peningkatan kesehatan gigi mulut masyarakat, serta pencegahan kelainan atau penyakit sistem stomatognatik berdasarkan analisis hasil survei dan data epidemiologi (menggunakan pendekatan evidence based dentistry) secara kelompok

KK13

Mampu mengelola perilaku pasien, keluarga dan masyarakat dengan menerapkan prinsip manajemen perilaku secara mandiri dan kelompok.

KK14

Mampu melakukan kolaborasi  antar profesi kesehatan dalam mengelola kesehatan pasien, keluarga dan masyarakat secara kelompok.

KK15

Mampu mengidentifikasi dan melakukan tindakan medik pada pasien gawat darurat sesuai dengan prosedur bantuan hidup dasar (basic life support) dan kegawatdaruratan  dental terbatas secara mandiri dan kelompok

AKREDITASI

Sesuai dengan SK 0626/LAM-PTKes/Akr/Sar/X/2017, Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas YARSI mendapatkan akreditasi B.