<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FK &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/category/kedokteran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2026 09:01:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>FK &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Raih Presisi, Lampu Yarsi Terus Hijau</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/raih-presisi-lampu-yarsi-terus-hijau?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=raih-presisi-lampu-yarsi-terus-hijau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 02:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[FKG]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29111</guid>

					<description><![CDATA[Sukses itu wujud kemenangan (prestasi), bergulat dari suatu kegiatan. Sukses itu jadi dambaan setiap orang. Namun faktanya tidak semua bisa meraihnya, karena sukses tidak muncul tiba-tiba. Itu suatu produk dari [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses itu wujud kemenangan (prestasi), bergulat dari suatu kegiatan. Sukses itu jadi dambaan setiap orang. Namun faktanya tidak semua bisa meraihnya, karena sukses tidak muncul tiba-tiba. Itu suatu produk dari bekerja cerdas, terencana, teratur dan terukur.</p>
<p>Seperti waktu-waktu sebelumnya, Alhamdulillah,September 2026 Universitas Yarsi kebanjiran satu per satu meraih penghargaan dari berbagai aneka kegiatan.yang diikuti.Alias meraih Presisi (prestasi siji siji).</p>
<p>Seperti mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) ,kembali menorehkan prestasi dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2026 – AURORA diselenggarakan di Universitas Jenderal Achmad Yani , Jawa Barat.</p>
<p>Regional Medical Olympiad (RMO) merupakan kompetisi akademik bagi mahasiswa kedokteran, mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menguji pengetahuan dan kemampuan dalam bidang kedokteran melalui berbagai cabang atau bidang keilmuan.</p>
<p>Pada RMO 2026, mahasiswa FKUY,Muhammad Roofi Zuhair Irham dan Alisha Jehan Fathia, mahasiswa Kedokteran angkatan 2023, berhasil meraih juara II bidang Urologi-Reproduksi.</p>
<p>Pencapaian ini jadi salah satu bukti semangat mahasiswa FKUY dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus berkompetisi di tingkat regional.</p>
<p>Dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Yarsi (FKGUY) sabet Juara II Lomba Cerdas Cermat Tingkat Nasional Dental Dash 2026</p>
<p>Tiga mahasiswi FKGUY angkatan 2024, Syakira Sulalatin, Gita Zahra, dan Salsa Nabilla lolos meraih prestasi membanggakan pada ajang Dental Dash 2026 tingkat nasional,diselenggarakan di Universitas Kristen Maranatha pada 25 September 2026.</p>
<p>Dental Dash 2026 merupakan ajang kompetisi tingkat nasional bidang kedokteran gigi. Salah satu cabang utamanya adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC), yaitu kompetisi adu ketangkasan, wawasan, dan kecepatan berpikir antar-mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai universitas di Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya kembali datang dari civitas akademika Universitas Yarsi, Ns. Nurlia Lukman, S.Kep, MARS, alumni Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Yarsi, Angkatan 4, berhasil mengukir prestasi gemilang meraih Juara III Tingkat Nasional dalam ajang World Patient Safety Day 2026 , diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 21 September 2026.</p>
<p>Prestasi ini diraih melalui karya tulis ilmiah berjudul Bedside Handover, merupakan hasil pengembangan dan kelanjutan dari tesis selama menempuh studi MARS di Universitas Yarsi.</p>
<p>Pencapaian ini mempertegas komitmen serta kontribusi nyata alumni Universitas Yarsi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan, standar keselamatan pasien, serta efektivitas komunikasi medis di rumah sakit pada tingkat nasional.</p>
<p>Kemudian Mahasiswi Universitas Yarsi raih penghargaan Best Paper pada Forum Riset KPSI VI 2026</p>
<p>Prestasi membanggakan kembali diraih tiga mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, yaitu Devi Maharani, Diana Putri Dewi, dan Erni Saputri, berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam</p>
<p>pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Bukan hanya para mahasiswa yang meraih sukses. Di Universitas Yarsi  para dosenpun meraih keberhasilan. Seperti Dekan I Fakultas Teknologi Informasi, Nova Eka Diana,S.Kom.,M.Eng., Ph.D  sukses mendaftarkan  paten Phantom for Ultrasonic Calibration, System and Method for Ultrasonic Calibration Using the Same sebagai bentuk penghargaan tertinggi NiBTM Community International Life Institute (ILI)</p>
<p>Kemudian dari program studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Indah Kurnianingsih, Danang Dwijo Kangko dan Siti Rahmadhani Andevi Putri . para dosen lolos publikasi Sinta 2 Khizanah al-Hikmah (Journal of Library Science, Information and archival Studies.( Measuring Social Media Performance Efficiency of High-Impact Library and Information Science Journals )</p>
<p>Lalu 14 dosen lulus sertifikasi dosen tahun 2026 terdiri dari program S1 Manajemen, S1 Akuntansi, Kedokteran Gigi, Perpustakaan dan Sains Informasi, S1 Ilmu Hukum, S1 Kedokteran, S1 Teknik Informatika dan S2 Sains Biomedis.</p>
<p>Tidak pada sumber daya manusianya ( mahasiswa dan dosen ), fasilitas yang dimiliki Universitas Yarsi juga meraih keberhasilan. seperti Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Yarsi raih Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LP-2309-IDN, sebagai Laboratorium Pengujian sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017.</p>
<p>Akreditasi ini berlaku mulai 16 September 2026 hingga 15 September 2031. Adapun ruang lingkup pengujian terakreditasi berada pada bidang biologi, meliputi pengujian DNA babi pada daging segar serta viabilitas sel mamalia.</p>
<p>Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Yarsi dalam meningkatkan mutu, kompetensi, dan kepercayaan terhadap layanan laboratorium serta mendukung penguatan penelitian di bidang kesehatan dan biologi, serta pengujian laboratorium yang memenuhi standar mutu dan kompetensi yang diakui secara nasional.</p>
<p>Sukses atau keberhasilan yang diberitakan kali ini hanya sebagin kecil saja. Jika dibeberkan semua presisi tentu akan banyak memakan jumlah halaman pada majalah ini.</p>
<p>Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr.Jurnalis Uddin, PAK (Prof Jurnalis) mengucapkan selamat untuk dosen dan mahasiswa atas yang telah meraih prestasi. Kesuksesan yang diraih tentu akan membuat nama Universitas Yarsi lebih baik. Semoga semua itu jadi amal Sholeh.</p>
<p>Selanjutnya, jangan puas atas prestasi kali ini saja, “ Ayo tingkatkan lagi prestasi-prestasi lainnya,” pinta Prof Jurnalis.</p>
<p>Yayasan Yarsi akan selalu mendukung dan membantu memfasilitasi. Untuk meningkatkan kualitas Yayasan berupaya terus investasi. Sudah banyak investasi ditanamkan Yayasan Yarsi  untuk menjadikan Universitas lebih baik. Kampus yang berusia  59 tahun lebih sudah punya sarana dan prasarana belajar mengajar modern terkini.</p>
<p>Begitu juga terkait penelitian atau riset. Bagi Universitasi Yarsi sudah jadi agenda besar program pengembangan Yarsi. Yarsi sudah memiliki lembaga penelitian (Lemlit) dengan banyak ruangan dan fasilitas. Seperti laboratorium genomik, herbal, halal ,telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center.</p>
<p>Sudah ada laboratorium perancang undang-undangan dan laboratorium sistem peradilan pidana moderen berkomputer teknologi canggih. Begitu juga sumber daya manusianya.</p>
<p>Khusus penelitian bidang kedokteran, dua tahun lalu telah menambah alat-alat laboratorium senilai 10 miliar dan sesuai kebutuhan terus ditambah. Dalam melakukan penelitian Yarsi setiap tahun menyediakan 6 miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet. “Perhatian Yarsi pada penelitian didasari Catur Dharma, ikut perkembangan dunia dan internasionalisasi perguruan tinggi,”ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.</p>
<p>Tidak itu saja, dosen-dosen didorong melakukan riset dan didorong melanjutkan pendidikan. “Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri,” tutup Prof Jurnalis.</p>
<p>Tepat , upaya meraih prestasi dan meningkatkan kualitas Universitas Yarsi tidak boleh berhenti. Lampu Universitas Yarsi harus terus hijau,  (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Jurnalistik, Mahasiswa FK Yarsi Kunjungi Detikcom dan Kompas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/belajar-jurnalistik-mahasiswa-fk-yarsi-kunjungi-detikcom-dan-kompas?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-jurnalistik-mahasiswa-fk-yarsi-kunjungi-detikcom-dan-kompas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=28958</guid>

					<description><![CDATA[Selamat datang adik-adik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) di Detikcom. Umumnya tamu sering berkunjung ke Detikcom mahasiswa komunikasi atau terkait mahasiswa jurnalistik, hubungan masyarakat dan periklanan. “Tamu kali ini [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang adik-adik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) di Detikcom. Umumnya tamu sering berkunjung ke Detikcom mahasiswa komunikasi atau terkait mahasiswa jurnalistik, hubungan masyarakat dan periklanan.</p>
<p>“Tamu kali ini unik dan luar biasa karena mahasiswa kedokteran mau juga belajar lingkup jurnalistik,” ujar Redaktur Pelaksana Detik Health, AN Uyung Pramudiarja (Mas Uyung), Senin 6 Mei 2026 di Gedung Transmedia Jakarta.</p>
<p>Mas Uyung mengatakan, adik-adik mahasiswa FKUY sebentar lagi akan menjadi dokter sangat bagus mau belajar diluar dunianya yaitu alam jurnalistik ( alam komunikasi dan informasi)</p>
<p>Tentunya nanti dengan gelar dokter telah diraih, pekerjaannya tidak semata klinisi, tapi ada juga di managemen ( direktur suatu institusi kesehatan ) atau wirausaha atau investor.</p>
<p>Sebagai dokter dan klinisi dengan belajar jurnalistik,akan lebih kenal dan menambah kaya wawasan serta pengetahuan sekelumit komunikasi, sehingga bisa berkomunikasi dengan baik bersama pasien. “Ini berlaku juga bagi  calon dokter ingin bekerja di luar klinisi seperti dan manajemen institusi kesehatan atau investor ,” tutur Mas Uyung.</p>
<p>Mas Uyung menjelaskan, Detikcom, sebuah media digital terus berkembang untuk mengikuti perkembangan zaman . Kini memiliki 16 kanal berita yang membahas berbagai topik. delapan kantor regional berlokasi di berbagai wilayah di Indonesia , “ Semua itu membantu meliput berita di daerah,” terang Mas Uyung</p>
<p>Kemudian membahas perubahan dunia jurnalistik dari masa ke masa, mulai dari era media cetak dan penggunaan mesin tik hingga perkembangan ke media digital yang sekarang serba cepat dan terhubung melalui internet.</p>
<p>Mas Uyung juga menjelaskan perubahan pola komunikasi media dari konsep “<em>one to many</em>” menjadi “<em>many to many</em>”, di mana masyarakat kini dapat ikut menyebarkan informasi melalui platform digital.</p>
<p>Belajar di fakultas kedokteran pasti sulit dan banyak tantangannya. “Adik-adik mahasiswa FKUY  teruslah belajar dan semangat,” pesan Mas Uyung.</p>
<p>Kepala Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Yarsi, dr. Tuty Herawati,Sp.A (Dokter Tuty) menyatakan, terima kasih kepada Detikcom mau menerima,memberikan pengetahuan dan pencerahan kepada mahasiswa FKUY.</p>
<p>Dokter Tuty menjelaskan, Mahasiswa FKUY berkunjung ke Detikcom merupakan mahasiswa mengambil blok elektif kepeminatan Jurnalisme. Diharapkan mahasiswa memiliki pengalaman baru,melihat secara langsung operasi dunia jurnalistik  sehingga nantinya bisa memberikan informasi kesehatan yang tepat kepada masyarakat .</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-28959" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Belajar-Jurnalistik-Mahasiswa-FK-Yarsi-Kunjungi-Detikcom-dan-Kompas1.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Belajar-Jurnalistik-Mahasiswa-FK-Yarsi-Kunjungi-Detikcom-dan-Kompas1.jpg 1111w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Belajar-Jurnalistik-Mahasiswa-FK-Yarsi-Kunjungi-Detikcom-dan-Kompas1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Belajar-Jurnalistik-Mahasiswa-FK-Yarsi-Kunjungi-Detikcom-dan-Kompas1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Sebagai dokter senang bisa berkunjung dan belajar seputar jurnalitik dari Detikcom. Pertemuan ini membuka banyak perspektif baru mengenai perkembangan media serta tantangan jurnalistik di era digital. Selain ini kesempatan belajar jurnalistik.</p>
<p>Mahasiswa hanya melihat dunia hanya melalui layar, tetapi kunjungan ini memberikan mereka pengalaman baru tentang dunia kerja media digital. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang proses jurnalistik, tetapi mereka juga belajar tentang pentingnya cepat, jujur, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.</p>
<p>mohon maaf saat berkunjung ada kesalahan. “Terima kasih atas transfer pengetahuan dan pencerahannya,semoga jadi amal Sholeh,” tutup dr.Tuti</p>
<p>Rombongan mahasiswa FKUY selain dokter Tuty, hadir pula Koordinator Dosen Pengampu  Medical Journalism,Usman, S.Sos., M.I.Kom (Pak Usman) dan dosen FKUY dr. Fita Maulina, Sp.OG.</p>
<p>Sementara Pak Usman menambahkan, blok elektif kepeminatan Jurnalisme 2026 merupakan tahun kedua. Kegiatannya ada sedikit perbedaan dibanding tahun lalu.</p>
<p>Media visitnya lebih banyak. Sebelumnya ke Harian Kompas dan Media Indonesia,sekarang ke Detik.com, Harian Kompas dan Kompas TV. Pembicara tamunya dahulu dari Majalah Tempo, Indofood dan Canon , sekarang Harian Kompas, Fotografer Harian Kompas , Telkomsel dan BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Ujian akhirnya dahulu hanya membuat tugas tulisan dalam News Letter, kali ini ditambah dengan test berbasis computer (Computer Based Test) serta ada yang istimewa Dekan FKUY ikut ke dapur redaksi.( Muhammad Arib Arnedd, mahasiswa  Blok Medjour )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dapat Gelar dokter Tinggal Berapa Langka, Tahun 2029 Jadi Dokter</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/dapat-gelar-dokter-tinggal-berapa-langka-tahun-2029-jadi-dokter?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dapat-gelar-dokter-tinggal-berapa-langka-tahun-2029-jadi-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 00:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25680</guid>

					<description><![CDATA[Saya bukan tipe orang sekali belajar langsung paham semuanya. Juga bukan mahasiswa sangat pintar. Masuk kuliah ke fakultas kedokteran (FK) tentu bawa tantangan sangat besar. Saya hanyalah seorang berusaha mengikuti [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan tipe orang sekali belajar langsung paham semuanya. Juga bukan mahasiswa sangat pintar. Masuk kuliah ke fakultas kedokteran (FK) tentu bawa tantangan sangat besar. Saya hanyalah seorang berusaha mengikuti pembelajaran semampunya. Karena ingin membanggakan orang tua dan dapat dorongan dari orang tua, saya terus mencoba bertahan walaupun sering kali merasa lelah dan kewalahan.</p>
<p>Saya percaya tidak ada perjalanan hidup benar-benar mudah. Setiap orang punya ujian dan kesulitannya masing-masing. Saya punya prinsip berusaha belajar, bertahan kuatkan mental dan sabar merupakan bahan bakar untuk meraih gelar dokter. “ saya yakin berbagai usaha baik terus dilakukan, insya Allah akan bisa jadi dokter,”tutur Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi,Alexa Sabrina Dinera (Alexa), minggu lalu di Jakarta.</p>
<p>Selain minta doa kedua orang tua dan dukungan keluarga,saya terus berkomunikasi baik dengan teman-teman, serta tidak lupa berdoa minta lindungan Allah SWT hingga tegar dan  mampu bertahan dan Insya Allah jadi Dokter 2029. “ Kalaupun sudah jadi dokter, tidak berhenti belajar dan berupaya melanjutkan pendidikan dokter spesialis anak,” seru Alexa besar di Lampung</p>
<p>Dokter masa kini dan akan datang bakal lebih kompleks. Tidak hanya dituntut pintar materi, hubungan interpersonal tapi juga harus bisa beradaptasi perkembangan teknologi, terutama artificial intelegensi<strong>. </strong>Persaingan bakal makin ketat jumlahnya terus bertambah, karena itu dokter harus berkualitas tidak hanya pintar pelajaran, tapi juga bersikap,berinteraksi dengan pasien, masyarakat dan media.” Saya ingin jadi dokter berkualitas, tekad Alexa</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-25681 alignleft" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dapat-Gelar-dokter-Tinggal-Berapa-Langka-Tahun-2029-Jadi-Dokter.jpg" alt="" width="615" height="319" /></p>
<p>Kini perjalanan mendapat gelar dokter hanya tinggal beberapa langkah. Berbagai pelajaran yang sukar harus dijabani.Solusinya frekuensi membaca dan memahami pelajaran diperbanyak konsultasi dengan dosen , diskusi dengan teman dan belajar dari sumber lain terpercaya.</p>
<p>Meski perbanyak frekuensi belajar, tentu perlu mengisi waktu istirahat. Dengarkan musik jadi obat karena bisa membantu redakan emosi.”Selain itu ikut organisasi senat sebagai keseruan dan ingin menambah teman,” katanya.</p>
<p>Sejawat mahasiswa kedokteran dan para yunior selama belajar di fakultas kedokteran jangan menunda pekerjaan, belajar lebih giat dan jangan sistem kebut semalam, perkuat relasi, dan jangan pacaran dulu.</p>
<p>“Dapat gelar dokter tinggal berapa langka, Tahun 2029 mari kita raih gelar dokter,insya Allah terwujud” ajak Alexa ( Mahasiswi Kedokteran, Alexa Sabrina Dinera )</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadi Dokter Agar Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat, Tahun 2029 Saya Dokter</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/jadi-dokter-agar-kualitas-hidup-masyarakat-meningkat-tahun-2029-saya-dokter?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jadi-dokter-agar-kualitas-hidup-masyarakat-meningkat-tahun-2029-saya-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 00:31:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25675</guid>

					<description><![CDATA[Masuk fakultas kedokteran (FK) bukan keinginan orang tua, melainkan keinginan sendiri. Merasa ilmu diperoleh dari pendidikan sebelumnya belum cukup bekal bekerja maksimal sebagai tenaga kesehatan. Karena itu, terjun memperdalam ilmu [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masuk fakultas kedokteran (FK) bukan keinginan orang tua, melainkan keinginan sendiri. Merasa ilmu diperoleh dari pendidikan sebelumnya belum cukup bekal bekerja maksimal sebagai tenaga kesehatan. Karena itu, terjun memperdalam ilmu kedokteran agar dapat memahami manusia secara lebih menyeluruh, sisi preventif, kuratif dan rehabilitatif.</p>
<p>Motivasi masuk kedokteran juga sangat berkaitan dengan ketertarikannya pada bidang rehabilitasi dan okupasi. Ingin riset berhubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari manusia agar kualitas hidup pasien lebih sehat dapat meningkat.</p>
<p>Kesehatan bukan hanya menyembuhkan penyakit. “ Tapi juga membantu seseorang kembali menjalani hidup dengan layak dan bermakna,” tutur Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi,Maulida Nabilah (Maulida) saat cerita perjalanan kuliah di FK untuk website Yarsi, minggu lalu di Jakarta.</p>
<p>Menurut Maulida, tidak ada pelajaran benar-benar mudah di FK. Semua membutuhkan konsistensi belajar, pengorbanan waktu, serta kemampuan mengatur diri dengan baik. Banyaknya materi harus dipelajari membuat mahasiswa kedokteran harus memiliki disiplin dan daya tahan mental kuat.</p>
<p>Mengatasi kesulitan belajar, ia mencoba membuat jadwal belajar rutin, berdiskusi bersama teman, membaca ulang materi secara bertahap, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental agar tetap fokus menjalani perkuliahan.</p>
<p>Salah satu pengalaman paling berkesan selama belajar di FK, kuliah kedokteran bukan hanya tentang teori dan hafalan. Dunia kedokteran mengajarkan untuk memahami manusia secara utuh, bekerja sama dengan orang lain, serta tetap memiliki empati di tengah tekanan akademik  berat.</p>
<p>Namun perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Salah satu hal paling melelahkan,tekanan akademik sangat padat dalam waktu singkat, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang. “Meski demikian, pengalaman tersebut justru membuat belajar lebih disiplin, manajemen waktu, dan pentingnya dukungan sosial antar teman,” cakap Maulida pandai menari.</p>
<p>Selanjutnya Maulida mengungkapkan, sebelum kuliah di FK Yarsi, pernah belajar di Universitas Indonesia (UI) lulus tahun 2022 dan aktif sebagai panitia Study Exchange UI – Chulalongkorn University Thailand. “Pengalaman organisasi dan kerja sama internasional itu memberi kesempatan  belajar komunikasi, kerja tim, dan pertukaran budaya akademik,”kata mahasiswi gemar membaca.</p>
<p>Sebelumnya lagi punya pengalaman paling berkesan saat sekolah, mengikuti Misi Budaya di Harare, Zimbabwe pada 24–26 Mei 2016 dan kegiatannya jadi berita dimuat travel.kompas.com. “Pengalaman itu membuka pandangannya terhadap keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat dunia.” Katanya.</p>
<p>Kini dokter dimata Maulida menghadapi tantangan makin kompleks. Tidak hanya ikut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus punya  empati, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial .</p>
<p>Dokter berkualitas bukan hanya dokter yang pintar secara akademik, tapi mampu memperlakukan pasien secara manusiawi tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial.”Jika saya jadi dokter ingin berkualitas,” janjinya.</p>
<p>Insya Allah tahun 2029 jadi dokter, lalu ingin mengikuti berbagai sertifikasi seperti ACLS dan ATLS untuk meningkatkan kemampuan klinis. Selain itu, ingin ikut kegiatan volunteer ke daerah terpencil agar dapat bantu masyarakat.</p>
<p>Di luar dunia akademik , Maulida juga memiliki impian sederhana, melakukan perjalanan backpacker ke Banda Neira, sebuah tempat sudah lama jadi wishlist pribadinya.Kemudian bergabung dengan Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Tanpa Batas, sebuah organisasi kemanusiaan medis independen memberikan pertolongan darurat bagi korban konflik, epidemi, bencana alam, dan masyarakat yang tidak memiliki akses layanan kesehatan.</p>
<p>Bagi insan mahasiswa kedokteran dan junior, Maulida berpesan agar tidak membandingkan proses belajar diri sendiri dengan orang lain. Setiap mahasiswa memiliki kemampuan dan ritme belajar  berbeda.</p>
<p>Jaga kesehatan fisik dan mental, bangun hubungan baik dengan teman, serta tidak malu mencari bantuan ketika merasa kesulitan.</p>
<p>Perjalanan menjadi dokter memang panjang dan penuh tantangan. Namun bagi Maulida, semua proses tersebut adalah bagian dari perjalanan jadi manusia lebih bermanfaat. ”Saya ingin jadi dokter agar kualitas hidup masyarakat sehat dan meningkat,insya Allah tahun 2029 saya jadi dokter “ tutup Maulida (mahasiswi kedokteran, Maulida Nabilah)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Istirahat Belajar Perlu, Jadi Dokter Tahun 2029 Wajib Terwujud, Insya Allah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/istirahat-belajar-perlu-jadi-dokter-tahun-2029-wajib-terwujud-insya-allah?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=istirahat-belajar-perlu-jadi-dokter-tahun-2029-wajib-terwujud-insya-allah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 02:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25661</guid>

					<description><![CDATA[Jadi dokter bukan sekadar cita-cita masa kecil. Keinginan itu tumbuh bersama perjalanan hidup, melekat semakin kuat saat mulai memahami ilmu.  Kedokteran ternyata bukan bicara tubuh manusia saja, penyakit, atau cara [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi dokter bukan sekadar cita-cita masa kecil. Keinginan itu tumbuh bersama perjalanan hidup, melekat semakin kuat saat mulai memahami ilmu.  Kedokteran ternyata bukan bicara tubuh manusia saja, penyakit, atau cara menyembuhkan seseorang.</p>
<p>Kedokteran adalah dunia luas, hidup, dan terus bergerak. Di dalamnya, seseorang dituntut  terus bertanya, mengamati, mencari tahu, serta memperbarui pemahaman seiring berkembangnya ilmu pengetahuan.</p>
<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Maurisa Azmi Tantya Budiyono (Risa) menungkapkan perjalanan pendidikan dokter sedang ditekuni minggu lalu.</p>
<p>Risa menambahkan, di balik pilihan menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK) terdapat satu dorongan dari dirinya , rasa ingin tahu, tidak cukup hanya dengan menerima penjelasan di permukaan. Melainkan ingin memahami alasan di balik suatu hal, hubungan antara satu materi dengan materi lain, serta bagaimana sebuah teori dapat digunakan membaca kenyataan yang terjadi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-25662" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Istirahat-Belajar-Perlu-Jadi-Dokter-Tahun-2029-Wajib-Terwujud-Insya-Allah1.jpg" alt="" width="602" height="339" /></p>
<p>Dalam dunia kedokteran, disadari rasa ingin tahu bukan hanya sifat pribadi. “Melainkan salah satu bekal penting jadi calon dokter yang mampu berkembang,” tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, selama kuliah ini menemukan beberapa mata kuliah terasa dekat dengan cara berpikir. Forensik, anatomi, histologi, dan histopatologi menjadi bidang yang menarik.</p>
<p>Forensik, misalnya, menuntut kemampuan analisis kuat. Dalam forensik, seorang perlu melihat fakta, menghubungkan bukti, dan memahami suatu kejadian dengan dasar ilmu kesehatan, fisika, serta kimia. Pelajaran ini menarik karena melatih berpikir yang runtut dan mendalam.</p>
<p>“Forensik bukan hanya mencari jawaban, tapi juga tentang memahami proses membawa seseorang pada jawaban tersebut,” terang Risa yang pasih bahasa Jepang</p>
<p>Ditambahkannya, perjalanan belajar tentu tidak selalu mudah. Tidak semua pelajaran dapat didekati dengan mengandalkan daya ingat. Fisiologi menjadi salah satu mata kuliah menantang bagi.</p>
<p>Dalam fisiologi, belajar menghafal saja tidak cukup, harus benar-benar paham bagaimana tubuh bekerja, suatu proses terjadi dan bagaimana satu sistem memengaruhi sistem lainnya. Tantangan ini membuat saya belajar memperdalam pemahaman, “Saya berusaha menghubungkan teori dengan kasus kesehatan agar materi dipelajari lebih hidup dan mudah dipahami,” kata Risa juga bisa bahasa Latin</p>
<p>Meski ada tantangan, Insya Allah  tahun 2029 jadi dokter. Caranya terus belajar ,sering mengulang materi, dan cari informasi dari sumber terpercaya.</p>
<p>Dokter bukan sesuatu dapat dicapai hanya dengan semangat sesaat. Tapi butuh konsistensi, kedisiplinan, kemampuan mengatur waktu, dan kemauan terus memperbaiki diri. Dukungan keluarga dan berdoa juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menggapai gelar dokter.”Jika saya sudah jadi dokter ingin berkualitas,” tekad mahasiswi kelahiran Kupang.</p>
<p>Teman-teman seperjuang dan para junior di fakultas kedokteran mari tetap semangat belajar dan terus memperbarui ilmu. Dunia kedokteran selalu bergerak, dan mahasiswa kedokteran perlu membiasakan diri harus ikuti perkembangan teknologi dan penegetahuan.”Jangan takut bertanya, jangan malu mencari tahu, dan jangan berhenti hanya karena merasa suatu materi sulit dipahami,” ajaknya.</p>
<p>Menurut Risa,kesulitan dalam belajar bukan tanda seseorang tidak mampu, tetapi bagian dari proses memahami ilmu yang luas dan kompleks. Selain itu dalam Islam lelahnya menuntut ilmu merupakan sesuatu bernilai ibadah. Dari pendidikan kedokteran akan diperoleh keahlian dan pemahaman yang tidak bisa dibeli dengan uang.</p>
<p>Menjadi mahasiswa kedokteran sering kali membuat orang harus terus belajar tanpa henti. Namun, tubuh dan pikiran punya keterbatasan. Beristirahat atau jeda ketika diperlukan bukan berarti menyerah dan menjaga kesehatan juga merupakan pelajaran penting.</p>
<p>Saat jeda berbagai aktivitas seni saya lakukan, seperti musik, menggambar, menari, melukis, menulis, dan desain, lalu belajar juga bahasa Jepang, Inggris, Latin Yunani dan Romawi. “ Semua itu dilakukan tanpa mengganggu belajar,” ungkapnya</p>
<p>Seni salah satu cara untuk meluapkan emosi dan memahami diri sendiri. Meskipun sekilas seni terlihat berbeda dari kedokteran, saya merasa keduanya memiliki kesamaan dalam hal kepekaan.</p>
<p>Seni melatih seseorang untuk peka terhadap bentuk, warna, gerak, perasaan, dan makna. Sementara itu, kedokteran juga membutuhkan kepekaan, baik terhadap kondisi tubuh manusia maupun terhadap perasaan pasien. Dari seni, saya belajar bahwa setiap detail memiliki arti. Dalam kedokteran, saya juga belajar bahwa detail kecil dapat menjadi bagian penting dari pemahaman yang lebih besar.</p>
<p>Istirahat belajar kedokteran perlu dilakukan, Jadi dokter tahun 2029 wajib, insya Allah terwujud, aamiin (Mahasiswi Kedokteran, Maurisa Azmi Tantya Budiyono )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuliah di FK Ingin Jadi dokter 2029 ,Beri Manfaat Masyarakat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kuliah-di-fk-ingin-jadi-dokter-2029-beri-manfaat-masyarakat?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kuliah-di-fk-ingin-jadi-dokter-2029-beri-manfaat-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 02:22:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25657</guid>

					<description><![CDATA[Menjadi dokter merupakan cita-cita. Meraihnya tidak selalu mudah,ada tantangan dan butuh perjuangan. Mulai  proses pendidikan, tekanan akademik hingga  menjaga semangat di tengah rasa lelah. Semua itu proses pembelajaran berharga. Dokter [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi dokter merupakan cita-cita. Meraihnya tidak selalu mudah,ada tantangan dan butuh perjuangan. Mulai  proses pendidikan, tekanan akademik hingga  menjaga semangat di tengah rasa lelah. Semua itu proses pembelajaran berharga.</p>
<p>Dokter bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, etika, sabar dan tulus dalam melayani. Dengan prinsip “Semoga lewat belajar dan berdoa, dapat menjadi dokter bermanfaat bagi masyarakat,” harap mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ,Cenia Praga Sastika Devi (Cenia) saat mengungkapkan upaya meraih dokter, minggu lalu di Jakarta.</p>
<p>Cenia mengatakan, keterbatasan dan asal, bukan jadi penghalang mewujudkan mimpi besarnya. Dengan terus mengembangkan diri melalui akademik, organisasi, dan pengalaman hidup, mahasiswi kelahiran Cilacap ini insya Allah jadi dokter tahun 2029. “Ini jadi dokter pertama sekaligus kebanggaan keluarga,” seru Cenia.peraih olimpiade biologi.</p>
<p>Saya tentu ingin menjadi dokter berkualitas.,Jadi dokter bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga bantu, mendengarkan, dan memberikan rasa nyaman kepada pasien. Selain itu akan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-25659" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1-1.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1-1.jpg 1280w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1-1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1-1-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Karier dokter di masa datang akan semakin berkembang dan memiliki tantangan lebih besar seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Dokter dituntut mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, serta penggunaan artificial intelligence dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, persaingan di dunia kedokteran juga akan semakin ketat sehingga dokter harus memiliki kompetensi, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme yang baik.</p>
<p>Lebih lanjut, motivasi kuliah di fakultas kedokteran(FK) ingin membantu kesehatan orang lain dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terus ingin mengembangkan kemampuan diri, belajar menjadi pribadi yang disiplin, sabar, dan bertanggung jawab. “Serta jadi pengalaman berharga karena mengajarkan saya arti perjuangan, kerja keras, dan kebersamaan,” tegas peraih olipiade matematika</p>
<p>Di tengah kesibukan kuliah kedokteran belajar setiap hari, Cenia tetap meluangkan waktu melakukan hal-hal disukai seperti melukis, bernyanyi, bermain alat musik, dan olahraga.</p>
<p>Baginya, seni merupakan bentuk ekspresi diri mampu menyampaikan perasaan, pemikiran, dan makna kehidupan melalui kreativitas. “Seni tak hanya jadi hiburan, tapi juga media menyampaikan pesan, inspirasi, dan emosi kepada orang lain.cakap mahasiswi berhijab.</p>
<p>Melalui seni, seseorang dapat melihat dunia dari sudut pandang berbeda serta belajar menghargai keindahan, proses, dan makna di balik setiap karya.</p>
<p>Sementara itu olahraga juga memiliki banyak manfaat sehingga kegiatan tersebut juga membantu menjaga semangat .” Lebih dari itu mengurangi stres selama menjalani perkuliahan,”tutur Cenia</p>
<p>Kesibukan lain dilakukan ikut organisasi. bergabung dalam Senat Mahasiswa dan  CIMSA Kedokteran Yarsi .Selain itu, Cenia sering mengisi berbagai acara menjadi seorang MC di berbagai kegiatan acara CIMSA kedokteran FK Universitas Yarsi.</p>
<p>Menurutnya, organisasi menjadi tempatnya untuk belajar tanggung jawab, melatih kemampuan komunikasi, dan meningkatkan rasa percaya diri.</p>
<p>Sesama pejuang dan para yunior meraih dokter jangan mudah menyerah, semangat terus belajar. Nikmati setiap prosesnya dan jangan hanya fokus pada nilai akademik,“Mari belajar jadi pribadi punya empati, sikap rendah hati, dan mampu bekerja sama dengan orang lain,”ajak Cenia warga Depok</p>
<p>“Semoga saya istikomah kuliah di FK ingin jadi dokter tahun 2029, bantu dan beri manfaat masyarakat. ,”tutup Cenia (Mahasiswi Kedokteran, Cenia Praga Sastika Devi )</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Raih Dokter Tahun 2029,Dokter Itu Profesi Berikan Manfaat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/raih-dokter-tahun-2029dokter-itu-profesi-berikan-manfaat?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=raih-dokter-tahun-2029dokter-itu-profesi-berikan-manfaat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 07:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25635</guid>

					<description><![CDATA[Capaian jadi seorang dokter akhirnya makin dekat. Selama ini berbagai proses pembelajaran dan praktikum penuh tantangan  telah dilalui dan kini punya ragam pengalaman . Perjalanan panjang ini bukan hanya tentang [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Capaian jadi seorang dokter akhirnya makin dekat. Selama ini berbagai proses pembelajaran dan praktikum penuh tantangan  telah dilalui dan kini punya ragam pengalaman .</p>
<p>Perjalanan panjang ini bukan hanya tentang menuntut ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta komitmen memberikan manfaat bagi sesama.</p>
<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Berby Valencia Yang (Berby) menyatakan perjalanannya jadi mahasiswa kedokteran.</p>
<p>Berby mengatakan, keseharian sebagai mahasiswa kedokteran harus disadari,ada mudah dan penuh tantangan. Anatomi menjadi pembelajaran yang relatif lebih mudah dipahami.</p>
<p>Sedangkan fisiologi serta patofisiologi merupakan penuh tantangan. mengatasinya lewat belajar bersama teman dan mencari sumber pembelajaran tambahan mudah dipahami, seperti video penjelasan penyakit di YouTube.</p>
<p>Sesama pejuang dan kepada junior mahasiswa kedokteran mari kita temukan metode belajar efektif.</p>
<p>Keseharian harus selalu belajar tapi perlu keseimbangan. Menjadi mahasiswa kedokteran harus pintar mengatur waktu. “ Sehingga target jadi dokter terwujud.” Kata Berby kelahiran bulan April</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-25637 alignleft" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1.jpg" alt="" width="423" height="634" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1.jpg 461w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Raih-Dokter-Tahun-2029Dokter-Itu-Profesi-Berikan-Manfaat1-267x400.jpg 267w" sizes="auto, (max-width: 423px) 100vw, 423px" /></p>
<p>Menjaga kesehatan dan mood lebih stabil Berby melakukan olahraga jogging. Lalu ice skate menjernihkan fikiran dan kegembiraan. Sedangkan untuk mengembangkan diri dan belajar kepemimpinan ikut dalam senat mahasiswa.</p>
<p>“Kini dalam organisasi senat  saya diamanahkan ketua departemen finance,” terang Berby mahasiswi berhijab.</p>
<p>Perjalanan meraih dokter ini tidak hanya dibentuk usaha pribadi, tetapi juga oleh harapan orang tua. Ayah berharap ia lulus tepat waktu, sukses, dan hidup bahagia. Ibu menginginkan ia menjadi pribadi yang baik, berbakti, jujur, dan bekerja sesuai passion.</p>
<p>“Harapan itu jadi penyemangat dalam menyelesaikan studi dan melawan aneka rintangan,” tegas Putri asal Jambi .</p>
<p>Beberapa upaya belajar telah dilakukan, insya Allah Jadi dokter tahun 2029. Lalu . bekerja di fasilitas kesehatan, mengikuti kegiatan kemanusiaan, dan melanjutkan pendidikan.</p>
<p>Dokter masa kini merupakan dokter semakin adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk memberikan edukasi kesehatan melalui platform digunakan masyarakat luas.</p>
<p>Berby bercita-cita menjadi dokter berkualitas , bekerja sesuai amanah, ikhlas, jujur, disiplin, serta bertanggung jawab. “Meski jumlah dokter akan terus bertambah, profesi ini akan tetap stabil dan selalu dibutuhkan,” seru Berby.</p>
<p>“Raih dokter tahun 2029 insya Allah terwujud, dokter Itu profesi yang memberikan manfaat untuk masyarakat,” Tutup Berby.(Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Berby Valencia Yang )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktif Dunia Seni dan Juara Olimpiade, Tahun 2029 Raih Dokter,Lanjut Spesialis Anak</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/aktif-dunia-seni-dan-juara-olimpiade-tahun-2029-raih-dokterlanjut-spesialis-anak?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aktif-dunia-seni-dan-juara-olimpiade-tahun-2029-raih-dokterlanjut-spesialis-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 01:08:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25603</guid>

					<description><![CDATA[Perjalanan sebagai mahasiswi kedokteran diakui tidak selalu berjalan mulus seperti naskah film yang teratur. Contoh berhadapan dengan mata kuliah anatomi penuh hafalan dan istilah Latin.Sedangkan  histologi  menuntut ketelitian mikroskopis. Kemudian [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan sebagai mahasiswi kedokteran diakui tidak selalu berjalan mulus seperti naskah film yang teratur. Contoh berhadapan dengan mata kuliah anatomi penuh hafalan dan istilah Latin.Sedangkan  histologi  menuntut ketelitian mikroskopis.</p>
<p>Kemudian tekanan akademik, jadwal ujian padat, hingga pengalaman menerima teguran keras dari dosen sempat menjadi momen menguji mentalnya.</p>
<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ,Cinta Azia Zafira Taufik (Cinta) menyatakan  perjalanannya sebagai mahasiswa kedokteran, minggu lalu di Jakarta.</p>
<p>Gelombang selama jadi mahasiswa kedokteran itu menjadi kesempatan untuk belajar  lagi . Dalam  Islam capeknya menuntut ilmu merupakan sesuatu bernilai. Dari belajar  akan mendapatkan pemahaman dan keahlian</p>
<p>Cinta sebelum menjadi mahasiswa kedokteran sudah aktif di dunia seni peran. Wajahnya sudah lebih dulu menghiasi layar kaca melalui peran pendukung dalam sinetron ‘Si Alif’ serta iklan televisi Buavita bersama Donna Agnesia.</p>
<p>Tak hanya itu, hobinya di bidang menyanyi dan fashion styling sempat membawanya menjadi bintang tamu di Bobo Fair JCC Senayan hingga meraih juara 1 lomba modelling di Monas.</p>
<p>“Kesemuanya itu justru jadi modal kepercayaan diri menapaki jalan ingin menjadi seorang dokter muslimah berkualitas,” ujar Cinta aktif Bahasa Inggris dan Jepang.</p>
<p>Menurut Cinta Dokter berkualitas ,mereka yang memiliki keseimbangan antara kompetensi medis yang tajam, empati yang tinggi, serta kemampuan komunikasi baik kepada pasien. “Alias dokter berkualitas tidak hanya mampu mengobati, tetapi juga mampu menjadi pendengar dan edukator yang baik bagi pasien.,”katanya.</p>
<p>Sedangkan dokter masa kini harus adaptif dan tidak terpaku pada praktik klinis di rumah sakit. Kini banyak dokter mulai memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan kreatif, sehingga informasi medis jadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.</p>
<p>Bagi Cinta, kesuksesan seorang mahasiswa kedokteran diukur dari tiga hal. Keunggulan akademik, ketangguhan mental, dan keseimbangan karakter. Dengan prinsip tersebut, ia siap memainkan &#8220;peran&#8221; terbaiknya dalam melayani kemanusiaan. “Selain itu insya Allah siap meraih dokter tahun 2029,” cakap Cinta yang menang olimpiade bahasa inggris, biologi dan matematika.</p>
<p>Jika sudah meraih dokter tahun 2029,selain lanjut pendidikan dokter spesialis anak ,akan eksplorasi karier klinis dan korporat,dan  menjajaki peluang di sektor industri kesehatan sebagai dokter perusahaan (<em>corporate doctor</em>) serta ingin memanfaatkan platform media sosial  jadi educator kesehatan digital. “ Tentu tidak lupa menikah,”tutur Cinta alumnus SMA Labschool Cirendeu.</p>
<p>Cinta kini tidak hanya belajar dan jadi kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang), tapi ikut organisasi CIMSA tujuannya tidak perluas jejaring nasional maupun internasional dan melatih kepemimpinan serta manajemen untuk pengembangan karier nantinya bisa menyalurkan kreativitas sekaligus membangun empati. termasuk menjalankan hobi dibidang seni.</p>
<p>Sebagai sesama pejuang termasuk pada junior,untuk meraih dokter penting jaga support system dan tidak melupakan kebahagiaan di luar dunia medis. “Jangan takut mengeksplorasi minat unik kalian. “Akademik penting, tapi kesehatan mental dan hobi akan menjaga kita dari burnout,” pungkasnya.</p>
<p>“Dari aktif  dunia seni dan juara olimpiade untuk sukses jadi dokter  saya minta doa orang tua dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” tutup Cinta (Mahasiswa kedokteran ,Cinta Azia Zafira Taufik)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Kedoteran Punya Seni dan Insya Allah Tahun 2029 Raih Dokter.</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/belajar-kedoteran-punya-seni-dan-insya-allah-tahun-2029-raih-dokter?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-kedoteran-punya-seni-dan-insya-allah-tahun-2029-raih-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 01:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25601</guid>

					<description><![CDATA[Disiplin dan bertanggung jawab, semangat belajar tinggi, punya empati dan akhlak yang baik, berdoa kepada Allah SWT dan minta didoakan orang tua . Selain itu penting jaga kesehatan. “Semua itu [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Disiplin dan bertanggung jawab, semangat belajar tinggi, punya empati dan akhlak yang baik, berdoa kepada Allah SWT dan minta didoakan orang tua . Selain itu penting jaga kesehatan.</p>
<p>“Semua itu kreteria sukses jadi dokter,”tutur mahasiswi kedokteran Universitas Yarsi Alha Rahmattinah(Alha)  saat ditanya kiat sukses jadi dokter, minggu lalu di Jakarta.</p>
<p>Lebih lanjut, belajar di kedokteran  ada mudah ,susah serta ada masalah. Semua dinikmati, dijabani dan jangan menyerah. Itulah seninya jadi mahasiswa kedokteran</p>
<p>Selama kuliah anatomi menjadi salah satu mata kuliah mudah dipahami karena adanya praktikum menjadi sarana dalam mendukung proses belajar. Sementara farmakologi dan fisiologi menjadi tantangan besar, karena materi banyak dan sulit dimengerti.</p>
<p>Lewat belajar secara konsisten, diskusi berlatih memecahkan soal dan memanfaatkan media pembelajaran di media sosial. “Alhamdulillah masalah itu bisa teratasi,”ucap Alha pernah  juara 1 Lomba Profil PIK Remaja di Kota Cilegon</p>
<p>Alha memiliki target untuk bisa menyelesaikan pendidikan dan menjadi dokter tahun 2029.Ia ingin jadi dokter tidak hanya kompeten dalam ilmu, tapi juga punya empati, keinginan untuk terus berkembang, serta mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat</p>
<p>Gadis Kota Cilegon pun ingin jadi dokter berkualitas, yang memiliki ilmu yang baik, beretika, ramah kepada pasien, serta terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.</p>
<p>Lebih dalam, setelah jadi dokter Alha punya tiga rencana, mengabdi kepada masyarakat, melanjutkan pendidikan spesialis, dan membuka klinik.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-25605 alignleft" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Belajar-Kedoteran-Punya-Seni-dan-Insya-Allah-Tahun-2029-Raih-Dokter.1.jpg" alt="" width="533" height="400" /></p>
<p>Oh ya, mahasiswa kedokteran belajar dalam  sehari tidak selama 24 jam. Alha diwaktu jedahnya dan melakukan hobinya journaling agar bisa evaluasi keseharian dan bisa mengatur waktu. Kemudian fotografi mengabadikan momen dengan mengambil gambar sebagai memori. Serta mengedit sebagai tempat menyalurkan ide dan pikiran saat jeda.</p>
<p>Alha juga aktif organisasi senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, sebagai Ketua Departemen Tarbiyah Islamiyah, tujuannya belajar hal-hal baru, terutama mengembangkan <em>soft skills</em>, kepemimpinan dan bekerja sama dengan tim.</p>
<p>Seperti rekannya, selama kuliah punya kesan, Alha juga memiliki pengalaman berkesan. Saat belajar bersama teman-teman  hingga larut malam ataupun mengejar deadline tugas. “Ini juga jadi tantangan tersendiri” cakap Alha yang hobi fotografi.</p>
<p>Sesama pejuang kedokteran termasuk junior selain konsisten belajar, jika ada masalah belajar jangan mudah menyerah, semangat terus dan pasti ada jalan, Bangunlah relasi yang baik, dan selalu ingat meminta doa orang tua,</p>
<p>“nikmatnya belajar kedoteran punya seni dan Insya Allah sebagai pejuang tahun 2029 raih dokter. ” tutup Alha ( Mahasiswa Kedokteran Alha Rahmattinah)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Kedokteran Pasca Belajar, Main Boleh, Lupa Jangan, Tahun 2029 Jadi Dokter</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/mahasiswa-kedokteran-pasca-belajar-main-boleh-lupa-jangan-tahun-2029-jadi-dokter?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mahasiswa-kedokteran-pasca-belajar-main-boleh-lupa-jangan-tahun-2029-jadi-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 01:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25598</guid>

					<description><![CDATA[Dokter masa kini merupakan profesi kompetitif, kurang dihargai, dan menuntut kesabaran. Persaingan ke depan juga pasti akan lebih berat seiringan makin modernnya zaman. Ditambah dengan fenomena Artificial Intelegent (AI),hal tersebut [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter masa kini merupakan profesi kompetitif, kurang dihargai, dan menuntut kesabaran. Persaingan ke depan juga pasti akan lebih berat seiringan makin modernnya zaman. Ditambah dengan fenomena Artificial Intelegent (AI),hal tersebut menuntut dokter harus mampu mengikuti dan menguasai beberapa keterampilan lain di luar medis.</p>
<p>Lalu seorang dokter harusA berkualitas  diantaranya punya prestasi, rekam karir bagus dan review pasien yang baik.</p>
<p>Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Muhamad Rayhan Rinaldo (Aldo) menyatakan itu tentang profesi dokter, minggu lalu di Jakarta.<em><br />
</em></p>
<p>Aldo masuk fakultas kedokteran karena punya cita-cita menjadi dokter tertanam sejak kecil. Ditambah dukungan dari orang tua , “Insya Allah tahun 2029 saya sudah meraih profesi dokter ,” tekad Aldo pernah meraih medali olimpiade biologi.</p>
<p>Setelah masuk jadi mahasiswa kedokteran ternyata diluar perkiraan. Belajar di fakultas kedokteran tidak bisa dikatakan mudah atau susah . Semua ada tantangannya tersendiri. Seperti blok Gastro Intestinal (GIT), anatomi, tantangan mengatur waktu dan jumlah praktikum banyak. “Kuliah kedokteran butuh dedikasi dan resiliensi untuk tetap <em>stay </em>di bawah tekanan,” ujarnya</p>
<p>Karena itu bagi rekan seperjuangan junior , kalau sudah terjun ayo selesaikan sampai akhir. Tingkatkan effort, bangkitkan minat dengan perkuat literasi dan persiapkan diri saat mau ujian  sehingga akhirnya  bisa mewujudkan cita dan keinginan orang tua kita. “Bersenang-senang, rekreasi, <em>me time boleh.tapi jangan lupa belajar,” cakap Aldo</em></p>
<p>Kuliah di fakultas kedokteran punya ragam pengalaman.  Ada yang berkesan diantaranya lolosnya dari HER blok SSP atau yang dikenal blok <em>neuro</em>. Sebaliknya, pengalaman paling menyebalkan dan timbul gelisah periode dari blok respirasi sampai GIT di mana tidak ada satupun blok saya yang sukses lulus ujiannya.</p>
<p>Bagi saya ,kelak jadi dokter wajib membuat rencana dan strategi. Termasuk <em>plan b </em>saya <em>just in case </em>yang terjadi merupakan skenario terburuk.  Dari sekarang menyimpan sisa uang jajan untuk saya lempar ke <em>crypto </em>atau logam mulia atau mengambil kursus keahlian singkat memiliki <em>demand.</em></p>
<p>”Saya mau jadi dokter berkualitas tapi berduit. Jadi mahasiswa kedokteran pasca belajar ,main boleh, lupa jangan“Insya Allah tahun 2029 jadi dokter,aamiin ,”tutup Aldo yang pernah meraih dua kali olimpiade kimia (Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi, Muhamad Rayhan Rinaldo)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
