<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SPS-MBiomed &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/category/magister-biomedis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 04:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>SPS-MBiomed &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KIBI Gelar Rakernas di Yarsi, Semoga Beri Hasil Pengembangan Ilmu Biomedis</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kibi-gelar-rakernas-di-yarsi-semoga-beri-hasil-pengembangan-ilmu-biomedis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 04:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24833</guid>

					<description><![CDATA[Ilmu Biomedis ,salah satu ilmu pengetahuan dasar (“basic science”) amat penting. Laman University of Oxford Inggris menuliskan Ilmu biomedis berfokus pada bagaimana sel, organ, dan sistem berfungsi dalam tubuh manusia. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu Biomedis ,salah satu ilmu pengetahuan dasar (“basic science”) amat penting. Laman University of Oxford Inggris menuliskan Ilmu biomedis berfokus pada bagaimana sel, organ, dan sistem berfungsi dalam tubuh manusia.</p>
<p>“Ini bidang menarik dan dinamis sangat relevan dengan pemahaman dan pengobatan penyakit manusia.” ujar Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS (Prof Tjandra) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI), Senin,6 Mei 2026 di Universitas Yarsi</p>
<p>Lebih lanjut, dalam laman Curtin University Australia menyebutkan,ilmu biomedik merupakan tempat bertemunya perawatan kesehatan dengan ilmu pengetahuan. Bidang ini melibatkan studi tentang tubuh manusia, meneliti penyebab mendasar penyakit untuk mengembangkan pengobatan dan tindakan pencegahan yang efektif.</p>
<p>Prof Tjandra juga Adjunct Professor Griffith University Australia menerangkan, pendidikan sarjana, magister dan doktor Biomedis dilakukan di berbagai universitas di negara kita. Perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan punya tanggung jawab mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi (PT) secara optimal, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat. “Tentunya termasuk dalam pengembangan ilmu biomedis,” cakapnya</p>
<p>Menurut Prof Tjandra ,untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi kuat antar institusi PT. Dalam hal ini, kita sudah memiliki Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI) merupakan wadah strategis menghimpun berbagai program studi(Prodi) dan pemangku kepentingan di bidang ilmu biomedis di Indonesia.</p>
<p>Ketua KIBI, Prof.Dr.ret.nat.Dra.Asmarinah, MS (Prof Rina)  menambahkan, KIBI merupakan organisasi keilmuan dibentuk memperkuat sinergi antar Prodi ilmu biomedis di Indonesia dalam Tridarma PT ( bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-24834" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1400x788.jpg" alt="" width="1020" height="574" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></p>
<p>Sejak konsolidasi pengurus tahun 2023, KIBI telah menetapkan visi menjadi organisasi keilmuan biomedik dan kedokteran terintegrasi nasional dan global untuk mendukung kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan melalui kerja sama tridharma tingkat nasional dan internasional.</p>
<p>Dalam menjalankan misinya, KIBI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan  mendukung peningkatan kualitas pendidikan peserta didik, penguatan tata kelola akademik, pengembangan jejaring penelitian, serta perluasan kerja sama internasional.</p>
<p>Menurut Prof Rina, KIBI teleh berusia 10 tahun. Selama satu dekade terakhir, KIBI menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tahun 2024, KIBI memiliki 26 program studi anggota, terdiri atas 18 Program Magister dan 8 Program Doktor dari 20 institusi. Hingga tahun 2025, jumlah anggota meningkat menjadi 38 program studi terdiri atas 4 Program Sarjana, 23 Program Magister, dan 11 Program Doktor dari 26 universitas di Indonesia.</p>
<p>“Pertumbuhan ini cermin makin kuatnya kebutuhan akan kolaborasi nasional dalam pengembangan ilmu biomedis dan kedokteran di Indonesia,” tutur Prof Rina juga Head of Doctoral Program in Biomedical Science Faculty of  Medicine Universitas Indonesia.</p>
<p>Lebih jauh, dalam bidang pendidikan, KIBI telah berhasil merumuskan Kurikulum Inti Nasional KIBI untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Biomedis disahkan pada 19 Juni 2025 sebagai upaya harmonisasi mutu pendidikan biomedis nasional.</p>
<p>KIBI juga aktif mendukung penjaminan mutu dan akreditasi Prodi melalui berbagai pendampingan dan kolaborasi dengan asesor senior nasional.</p>
<p>Di tingkat internasional, KIBI terus memperluas jejaring kerja sama akademik dan riset dengan berbagai institusi luar negeri. Tahun 2019 KIBI telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tsukuba University Jepang. Menandatangani kerja sama dengan NICM/Western Sydney University Australia pada Mei 2025, serta mengembangkan rencana kolaborasi riset leptospirosis bersama IRIA–Akkon University Jerman. “Kemudian KIBI juga menjalin kerja sama dengan DIGM dan Universitas Münster, Jerman,” katanya.</p>
<p>KIBI juga aktif membangun komunikasi strategis dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk audiensi bersama IRIA, Akkon University, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penguatan kerja sama Tridharma, pengembangan sumber daya manusia, dan isu prioritas kesehatan seperti tuberkulosis dan stunting.</p>
<p>Di Usia 10 tahun, KIBI 11-12 Mei 2026 menggelar Rakernas ke XVI  di Universitas Yarsi dan Pengabdian Masyarakat Nasional V pada 13 Mei di Kecamatan Parongpong, Lembang, Jawa Barat, berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.</p>
<p>Perhelatan diikuti 38 program studi, jenjang S1, S2 (magister) dan S3 (doktor) Biomedis dari 26 universitas pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia</p>
<p>Sementara, Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli) mengatakan di Universitas Yarsi pengembangan ilmu biomedik, ada di jenjang pascasarjana. Keberadaan ini relevan di Indonesia yang menuju kedokteran dan layanan kesehatan presisi. Apalagi Indonesia masih menghadapi ragam penyakit menular seperti Tubercolusis tinggi, semakin membutuhkan pengobatan presisi.</p>
<p>Menurut Prof .Fasli yang juga Wakil Menteri Pendidikan nasional tahun 2010, keilmuan biomedik di Universitas Yarsi, antara lain menyiapkan patolog (tenaga mendiagnosis penyakit melalui pemeriksaan di laboratorium) dengan memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan analisis yang presisi.</p>
<p>Peran dari tenaga biomedis dapat membantu para dokter terkait untuk memberikan obat apa tepat pada pasien. “Dengan bantuan AI, kemampuan dokter dan dukungan diagnosis dari tenaga biomedis yang tepat, pengobatan presisi untuk pasien meningkatkan kesembuhan,” kata Prof Fasli.</p>
<p>Selamat dan sukses Rakernas KIBI XVI, semoga memberi hasil nyata bagi pengembangan ilmu biomedis di Indonesia dan terwujud peningkatan derajat kesehatan bangsa kita.</p>
<p>Rakernas XVI dan Pengmasnas V bukan sekadar perayaan, tetapi tonggak baru bagi <strong>KIBI</strong>  memperkuat sinergi nasional, memperluas jaringan riset internasional, dan meneguhkan perannya sebagai pemimpin kolaborasi ilmu biomedis di Indonesia.</p>
<p>Rakernas KIBI diresmikan Rektor Universitas Yarsi dan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Yarsi Prof.dr.Jurnalis Uddin,PAK (usman )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhir Tahun 2025 Prodi MBiomed Yarsi Gelar Seminar , Hadirkan Prof Akane dari Jepang bahas Approaches in NIPT</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/akhir-tahun-2025-prodi-mbiomed-yarsi-gelar-seminar-hadirkan-prof-akane-dari-jepang-bahas-approaches-in-nipt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 16:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=23226</guid>

					<description><![CDATA[Akhir tahun 2025, Program Studi Magister Sains Biomedis (Prodi M.Biomed) Universitas Yarsi gelar Seminar Approaches in NIPT dan Fetomaternal Assessment. Perhelatan ilmiah itu mendatangkan dua pembicara , Prof. Akane Kondo, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir tahun 2025, Program Studi Magister Sains Biomedis (Prodi M.Biomed) Universitas Yarsi gelar Seminar Approaches in NIPT dan Fetomaternal Assessment. Perhelatan ilmiah itu mendatangkan dua pembicara , Prof. Akane Kondo, MD., Ph.D (Prof Akane) dari Tokai University Jepang, bicara tentang Non-Invasive Prenatal Testing and Pregnancy Termination in Japan dan Prof. dr. Sultana MH Faradz, PAK.,Ph.D (Prof Sultana) dari Universitas Yarsi bicara tentang The Ethics of Genetic Testing in Reproductive Medicine.</p>
<p>Prof akane dalam peparannya banyak memberikan pengetahuan menarik. Diantaranya prinsip dan akurasi tes skrining genetik pada ibu hamil yang aman atau Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) atau dalam deteksi kelainan kromosom.</p>
<p>Kemudian integrasi NIPT dengan penilaian fetomaternal secara klinis, Dampak hasil pemeriksaan NIPT terhadap kebijakan terminasi kehamilan di Jepang. Terakhir konseling genetik dan pertimbangan etik dan psikososial dalam penyusunan kebijakan terkait terminasi kehamilan</p>
<p>Tidak ketinggalan Prof. Akane juga memberikan contoh konkret integrasi multidisiplin genetika, biologi molekuler, kedokteran reproduksi, dan bioetika yang menjadi mata kuliah program M. Biomed, khususnya dalam penerapan teknologi pemeriksaan genetik (NIPT) pada praktik klinik dan riset relevan.</p>
<p>Meskipun kebijakan penerapan NIPT Indonesia dengan Jepang berbeda. Indonesia belum ada regulasi khusus dan sangat jarang yang hasil NIPT nya dikonsulkan ke konselor genetik. Sedangkan di Jepang sangat strict dan harus didampingi konselor genetik</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-23227" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-1400x788.jpg" alt="" width="1020" height="574" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251231_192201-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></p>
<p>Prof Akane mengatakan prinsip ilmiah NIPT, pendekatan klinis, dan kerangka etik yang disampaikan semoga bisa menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam pengembangan layanan skrining genetik prenatal</p>
<p>Seperti Prof Akane, pembicara dari Universitas Yarsi juga banyak memberikan materi mencerahkan diantaranya tantangan etik dalam praktik genetika medis, skrining genetik dan konseling genetik.</p>
<p>Selanjutnya Prof Sultana memaparkan peran konselor genetik dalam memberikan masukan terkait pengambilan keputusan klinis. Konteks psikososial, budaya, dan hukum dalam layanan konseling genetika di Indonesia serta pentingnya komunikasi empatik dan beretika dalam praktik genetika medis.</p>
<p>Salah satu peserta ,juga mahasiswi Sains Biomedis Peminatan Konseling Genetika ,Gita Salmah Nuraisah (Gita) mengatakan,seminar ini bermanfaat , seperti presentasi Prof Sultana sangat menunjang pemahaman mahasiswa calon konselor genetik dalam implementasi komunikasi empatik dan aspek bioetik dalam praktik klinis.</p>
<p>Selain itu bermanfaat mengintegrasikan sains, klinik, dan etika biomedis dalam konseling genetika. Memperluas pemahaman tentang praktik genetika prenatal terkini di dalam dan di luar negeri.</p>
<p>Gita mengusulkan waktu akan datang jika gelar acara ilmiah serupa ini, hendaknya waktu sesi diskusi ditambah dan lebih panjang serta lebih banyak tampilkan studi kasus. Setelah itu libatkan lebih banyak mahasiswa dan klinisi agar interaksi akademik menjadi lebih optimal sehingga literasi mahasiswa serta klinisi terhadap aspek konseling genetika semakin meningkat. “Seminar ini sangat bermanfaat,” tutup Gita.</p>
<p>Perhelatan ilmiah Prodi MBiomed Akhir tahun 2025 terasa terhormat karena salah satu peserta hadir mengikuti dan menyimak dari awal, Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr. Jurnalis Uddin, PAK dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi,Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS (usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>M.Biomed Yarsi Kupas DNA Varian Interpretation, Prof Erik dari Amsterdam Jadi Pembicara</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/m-biomed-yarsi-kupas-dna-varian-interpretation-hadirkan-prof-erik-dari-amsterdam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 06:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rusdan H Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Amsterdam Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Hj. Sri Utami]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Erik A. Sistermans]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22674</guid>

					<description><![CDATA[Kolaborasi riset perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan dua belah pihak agar tidak terjadi eksploitasi. Head Departement of Human Genetics Amsterdam Universitas Medical Center (Amsterdam UMC), Prof Erik A. Sistermans, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kolaborasi riset perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan dua belah pihak agar tidak terjadi eksploitasi.</p>
<p>Head Departement of Human Genetics Amsterdam Universitas Medical Center (Amsterdam UMC), Prof Erik A. Sistermans, Ph.D. (Prof Erik) menyatakan itu saat jadi pembicara Seminar DNA <em>Variant Interpretation</em>, 3 Nopember 2025 di Universitas Yarsi.</p>
<p>Dalam orasi, Prof Erik banyak memberikan pencerahan dan tambahan pengetahuan. Di antaranya saat dilakukan tukar menukar ilmu, jangan sampai pihak Indonesia hanya mampu mengirimkan sampel, tapi tidak menguasai teknologi genetik itu sendiri, “terutama teknologi analisa dan interpretasinya,” ingat Prof Erik.</p>
<p>Ditambahkannya, Indonesia perlu <em>upgrading</em> sehingga bisa terjalin kerjasama yang setara. Selain itu, <em>political will</em> juga diperlukan agar pendanaan dan dampak penelitian bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Selain Prof Erik, seminar digelar Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi (M.Biomed Yarsi), tampil pula sebagai pembicara ,dosen Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi Ahmad Rusdan H. Utomo, Ph.D. (Doktor Ahmad).</p>
<p>Seperti Prof Erik banyak memberikan materi pencerahan, Doktor Ahmad pun memaparkan DNA <em>Variant Interpretation</em> dalam beberapa hal. Di antaranya ada tiga poin penting dikupas. Pertama pemeriksaan genetik perlu dilakukan konseling sebelum dan sesudah pemeriksaan genetik. Tujuannya agar pasien paham mengapa perlu diperiksa dan apa kemungkinan hasilnya serta maknanya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-22675" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/M.Biomed-Yarsi-Kupas-DNA-Varian-Interpretation-Hadirkan-Prof-Erik-dari-Amsterdam1-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Kedua interpretasi hasil pemeriksaan genetik harus mengikuti <em>guideline</em> internasional agar akurat. Ketiga interpretasi hasil pemeriksaan genetik perlu didukung oleh<em> database</em> genetik nasional untuk memisahkan variasi genetik yang berdampak buruk terhadap kesehatan dari variasi genetik yang tidak berdampak buruk.</p>
<p>Di akhir pemaparannya, Doktor Ahmad berpesan kepada mahasiswa perlu rajin baca literatur genetik kedokteran terbaru agar mampu mengikuti kemajuan teknologi pemeriksaan genetik dan interpretasi yang akurat.</p>
<p>Dr. Hj. Sri Utami, S.Si., S.H., M.Si.  (Doktor Utami) salah satu peserta mengatakan, seremonial ilmiah ini bermanfaat, bisa belajar lebih dalam interpretasi varian DNA dan bisa mengenal varian DNA lebih detail termasuk penggunaan teknologi terkini.</p>
<p>Doktor Utami menyatakan, tertarik hadir kembali dalam acara ini jika digelar lanjutan. Terutama ada pembahasan kaitan dengan hukum, berupa hak kekayaan intelektual, serta agama dan etika. Termasuk independensi interpretasi varian DNA agar tidak disalahgunakan, sehingga dikembangkan sistemnya termasuk <em>law enforcement</em>.</p>
<p>Seminar DNA <em>Variant Interpretation</em> digelar M.Biomed, terasa sangat istimewa. Selain tampilnya pembicara hebat, juga karena  Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof. dr. Jurnalis Uddin, P.A.K, dan Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes. turut bergabung. Mereka dari awal hingga akhir hadir sebagai peserta (Usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Unggul, Siap Jadi Pendekar Riset Bantu Masyarakat dan Pemerintah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-unggul-siap-jadi-pendekar-riset-bantu-masyarakat-dan-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 04:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-AKT]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-MAN]]></category>
		<category><![CDATA[FH]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[FKG]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[SpKKLP]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MARS]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MKN]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[CPOB]]></category>
		<category><![CDATA[dr Sabrina Azmi]]></category>
		<category><![CDATA[dr Yurika Sandra]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Marisa Riliani]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Restu Syamsul Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.dr Indra Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Drg Hesty Witasari]]></category>
		<category><![CDATA[drg Wastuti Hidayati]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Research Center]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium AI Center]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Stem Cell]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22442</guid>

					<description><![CDATA[Alhamdulillah Universitas Yarsi meraih akreditasi unggul dan internasional sudah terwujud. Tentunya setiap planning, organizing, actuating, dan controlling dilaksanakan dengan tim cerdas. Hasil ikhtiar  institusi Universitas Yarsi raih akreditasi unggul, satu [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah Universitas Yarsi meraih akreditasi unggul dan internasional sudah terwujud. Tentunya setiap planning, organizing, actuating, dan controlling dilaksanakan dengan tim cerdas. Hasil ikhtiar  institusi Universitas Yarsi raih akreditasi unggul, satu per satu program studi (Prodi) di Universitas Yarsi mendapatkan akreditasi unggul.</p>
<p>Seperti baru-baru ini Prodi Sarjana Perpustakaan dan Sains Informasi. Sebelumnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Sarjana Manajemen dan Prodi Sarjana Akuntansi, Fakultas Kedokteran Prodi Kedokteran dan Profesi Kedokteran dan Prodi Magister Sains Biomedis. Kemudian Prodi Ilmu Hukum, Perpustakaan dan Sains Informasi, Magister Kenotariatan, Prodi Managemen, Prodi Akuntansi, dan Magister Manajemen serta Prodi Psikologi semuanya juga meraih akreditasi Internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D (Prof Fasli) menyatakan, akreditasi unggul dan internasional diraih Universitas Yarsi dan Prodi lewat  ikhtiar cerdas dari tim yang sudah disiapkan. Ditambah pula punya sarana dan prasarana belajar mengajar modern terkini.</p>
<p>Selanjutnya terkait penelitian atau riset bagian dari Catur Dharma. Bagi Universitasi Yarsi masalah riset dan dana riset sudah jadi agenda besar program pengembangan Yarsi. ” Universitas Yarsi berusia 58 tahun sudah investasi besar,” ujar Prof Fasli saat acara Wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025, Sabtu 25/10 di Universitas Yarsi.</p>
<p>Selain itu Universitas Yarsi sudah memiliki lembaga penelitian (Lemlit) dengan banyak ruangan dan fasilitas. Seperti laboratorium genomik, herbal, halal ,telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center. Sudah ada laboratorium perancang undang-undangan dan laboratorium sistem peradilan pidana moderen berkomputer teknologi canggih.</p>
<p>Begitu juga sumber daya manusianya. Khusus penelitian bidang kedokteran, dua tahun lalu telah menambah alat-alat laboratorium senilai 10 miliar dan sesuai kebutuhan terus ditambah.</p>
<p>Tidak itu saja, Menurut Prof Fasli, dosen-dosen didorong melakukan riset dan didorong melanjutkan pendidikan. Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri.Tentu di Universitas Yarsi para dosen pasti melakukan penelitian dan Yayasan Yarsi membantu publikasinya.</p>
<p>Lebih jauh, Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010 menegaskan, perhatian Yarsi pada penelitian ini didasari Catur Dharma, ikut perkembangan dunia dan internasionalisasi perguruan tinggi.</p>
<p>Menurut Alumnus Doktor Cornell University New York ini, dalam melakukan penelitian Yarsi setiap tahun menyediakan  belasan miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet.</p>
<p>”Akreditasi Unggul telah diraih , beberapa laboratorium telah dimiliki , mulai sekarang tekad Yarsi jadi pendekar riset , bantu masyarakat dan pemerintah,Insya Allah terwujud,” tutur Prof Fasli</p>
<p><strong>Stem Cell. </strong></p>
<p>Hingga kini Universitas Yarsi memiliki beberapa laboratorium penelitian. Terkait Stem Cell (sel punca),  Kepala Pusat Penelitian Sel Punca ,Dr. dr. Indra Kusuma, M.Biomed (Doktor Indra) menambahkan, riset di Pusat Penelitian (Puslit) Stem Cell telah berlangsung lebih 10 tahun. Salah satu target diimpikan mampu melakukan reprogramming sel fibroblast dan memperoleh induced Pluripotent Stem Cell (iPSC). Ini adalah salah satu alasan fokus penelitian puslit pada isolasi primer, kultur ekspansi dan kriopreservasi pada sampel kulit preputium untuk mendapatkan sel fibroblast dermal. ” Mudah-mudahan cita-cita ini dapat terwujud waktu dekat ini,” harap Doktor Indra</p>
<p>Selanjutnya Puslit sel punca Yarsi digawangi peneliti senior Dr. Restu Syamsul Hadi, M.Kes, saya sendiri dan dr Yurika Sandra M.Biomed. Beberapa dosen kemudian aktif terlibat yaitu Dr. dr. Marisa Riliani, M.Biomed, Drg Hesty Witasari, Sp.KG, dr Sabrina Azmi, M.Biomed, drg Wastuti Hidayati, MSc. Ph.D. Kegiatan penelitian juga dibantu oleh asisten peneliti dan staf laboratorium di Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas YARSI</p>
<p>Puslit Sel Punca memiliki fasilitas kultur sel standar dilengkapi biobank sebagai sarana penyimpanan sel. Puslit sel punca memiliki dan mengoperasikan alat Tangetial Flow Filtration system yang memungkinkan dilakukannya Isolasi Eksosom. Selain itu terdapat Alat Magnetic Activated Cell Sorting/ MACS memungkinkan pemurnian sel</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-22445" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Kini Puslit sel punca sedang membangun laboratorium produksi berstandar CPOB dari BPOM  serta aktif melakukan networking, khususnya dengan kalangan industri membantu kegiatan riset dan pengembangan produ.Termasuk pelatihan sumber daya manusia dengan harapan terjadi sinergi untuk mendukung perkembangan industri secara berkelanjutan dan berkesinambungan.</p>
<p>Lebih jauh lagi Puslit sel punca Yarsi melalui salah satu penelitinya Dr. dr Marisa Riliani, M.Biomed memperkenalkan produk sekretom asal fibroblast dermis. Produk ini adalah bukti konsep setiap sel menghasilkan dan mengeluarkan berbagai faktor diperlukan untuk dirinya sendiri dan sel lainnya  disebut sekretom-unik dan khas. Sekretom ini sedemikian rupa melengkapi lingkungan hidup sel sesuai kebutuhannya seperti regenerasi, sekresi, inflamasi atau peristiwa lainnya sebagai bentuk respon atas stimulus lingkungan.</p>
<p>Puslit sel punca menghasilkan program pelatihan kultur sel dasar 40 jam untuk siapa saja yg ingin menguasai kultur sel dasar serta program pelatihan senin-rabu-jumat untuk  kultur sel tingkat lanjut</p>
<p>Kemudian dalam 3 tahun ke depan Puslit sel Punca Yarsi berencana berkontribusi pada industri sel punca tanah air melalui, riset dan pengembangan produk baru, center of excellence dalam cell-based assay, pusat training dalam Biomanufaktur sel punca. Serta partner kolaborasi industri untuk pengembangan sektor terkait dalam rantai produksi industri sel punca</p>
<p>Belum lama Puslit Sel Punca Yarsi mendapat kepercayaan dari PHCBi dan Agilent untuk memperkenalkan alat-alat ini pada lingkungan peneliti, dari akademisi dan industri sel punca di Indonesia. Puslit Sel Punca juga di didukung oleh Pusat Kolaborasi Riset (PKR) STELLAR yg dipimpin oleh Peneliti sel Punca dari Universitas Indonesia</p>
<p>Selain ketersediaan fasilitas laboratorium dan workshop hands-on memadai juga adanya biorepositori sel universita Yarsi memungkinkan penggunaan alat-alat diatas secara penuh sehingga peserta mendapatkan data   metabolisme sel dan pengalaman langsung dalam penggunaan alat-alat ini</p>
<p>Puslit Sel Punca Yarsi diberikan kepercayaan oleh Panasonic Healthcare Biomedical dan Agilent sebagai tuan rumah workshop untuk memperkenalkan alat-alat pada lingkungan peneliti, dari akademisi dan industri sel punca di Indonesia.</p>
<p><strong>Laboratorium Halal Research Center</strong></p>
<p>Universitas Yarsi juga punya laboratorium Halal Research Center (HRC) dengan peralatan canggih. Ini membedakan dengan kampus lain. Laboratorium ini sering dikunjungi dan jadi primadona.</p>
<p>Setiap tamu telah berkunjung, semuanya kagum dan takjub terhadap keberadaan HRC. Tamu itu berasal dari dalam dan luar negeri, seperti dari badan usaha milik negara, pemerintah dan swasta, perorangan atau group, termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS).</p>
<p>“Para tamu mengatakan, Universitas Yarsi punya laboratorium HRC luar biasa dan futuristic,” kata Prof Fasli.</p>
<p><strong>Laboratorium AI Center </strong></p>
<p>Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis,Sp.A.( dokter Shanti) melengkapi, Universitas Yarsi juga punya  Laboratorium AI Center. penerapan AI sudah dilakukan. Seperti bidang Kesehatan. AI (kecerdasan buatan) berfungsi meningkatkan optimalisasi penggunaan alat-alat diagnostik di laboratorium. Membantu konversi wawancara dokter -pasien.</p>
<p>Universitas Yarsi sangat sungguh-sungguh dalam riset dan pengembangan  AI, Khusunya bidang Kesehatan. Universitas Yarsi telah memiliki aplikasi Lukaku yaitu aplikasi mobile dapat mendeteksi berbagai jenis luka secara cepat, cara mengobati sendiri dengan benar dan merekomendasikan obat yang dapat dibeli kapanpun dan dimanapun. Aplikasi ini menggunakan teknologi AI. ”Kehadiran AI dalam proses belajar merupakan wujud adatif Universitas Yarsi.” ujarnya</p>
<p>Lebih lanjuit, pemanfaatan AI di Universitas Yarsi diimplementasikan dalam pengajaran seperti AI Talent Academy dan Trek Peminatan Pengembangan AI pada Prodi Teknik Informatika. Sedangkan  bidang penelitian Yarsi melakukan kolaborasi riset antar entitas  terkait di universitas Yarsi seperti fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran Yarsi. Untuk bidang pengabdian, Yarsi memberikan pelatihan dan coaching terkait pemanfaatan teknologi AI pada berbagai Lembaga.</p>
<p>Semua ini dilakukan agar  sarjana lulusan UniversitasYarsi siap memasuki lapangan pekerjaan dan jadi profesional.”Untuk kemajuan Universitas Yarsi dan membantu pemerintah, Yayasan siap mendukung,” ujar dokter Shanti</p>
<p>Dalam wisuda kali ini tampil memberikan orasi ilmiah, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, Taruna Ikrar dengan tema Navigating the Future of Science and Technology</p>
<p>Menurut Ikrar, tema dipilih bukan memprediksi masa depan, tetapi untuk menegaskan masa depan harus dirancang dan dipimpin manusia yang berpengetahuan, berintegritas, dan berkesadaran.</p>
<p>Dalam dua dekade terakhir kemajuan sains dan teknologi mengalami perkembangan sangat pesat termasuk di bidang neurosains, bioteknologi, dan inovasi farmasi.</p>
<p>Ikrar juga mengatakan, Neurosains berfokus pada upaya memahami kompleksitas otak manusia, mengembangkan terapi baru neurologis, serta mengeksplorasi potensi neuroteknologi yang mampu memperkuat fungsi otak dan meningkatkan kualitas hidup manusia.</p>
<p>Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence [AI]) ketika digabungkan dengan neurosains terbentuklah Neuro-AI. Integrasi ini meningkatkan kemampuan untuk memprediksi efektivitas obat, efek samping, dan respons pasien, sehingga menghasilkan solusi kesehatan yang lebih cerdas, presisi, dan berbasis data</p>
<p>Sementara Wakil Rektor I Universitas Yarsi, Dr. dr. Wening Sari, M.Kes menerangkan jumlah wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025 366 orang,  terdiri 293 orang lulusan program sarjana dan lulusan program  Pascasarjana 73 orang #</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Direktur Pascasarjana Yarsi Terima Penghargaan Achmad Bakrie 2025, Penghargaan Jadi Tambahan Semangat Tingkatkan Literasi Kesehatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/direktur-pascasarjana-yarsi-terima-penghargaan-achmad-bachrie-2025-penghargaan-jadi-tambahan-semangat-tingkatkan-literasi-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 01:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MARS]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MKN]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Bakrie XXI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Sofia W. Alisjahbana]]></category>
		<category><![CDATA[Tito Karnavian]]></category>
		<category><![CDATA[WHO-SEARO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21858</guid>

					<description><![CDATA[Rabu,27 Agustus 2025 merupakan malam khusus bagi Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&#38;H,DTCE.,FISR.Pasalnya Prof Tjandra demikian sapaan akrab dari civitas akademi Universitas Yarsi, menerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025. Penghargaan Achmad Bachrie merupakan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu,27 Agustus 2025 merupakan malam khusus bagi Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&amp;H,DTCE.,FISR.Pasalnya Prof Tjandra demikian sapaan akrab dari civitas akademi Universitas Yarsi, menerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025.</p>
<p>Penghargaan Achmad Bachrie merupakan inisiatif Keluarga Bakrie mengapresiasi tokoh-tokoh Indonesia memiliki pencapaian dalam bentuk gagasan, karya dan kontribusi luar biasa serta bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Prof Tjandra seorang Guru Besar Pulmonologi dan penggiat literasi kesehatan masyarakat fokus penanganan penyakit menular. Sebagai mantan Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Prof. Tjandra telah menunjukan keteladanan dan prestasi luar biasa dalam upaya pengendalian penyakit menular serta advokasi kebijakan kesehatan berskala global.</p>
<div style="text-align: center;"><video style="text-align: center;" controls="controls" width="80%" height="40%"><source src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-prof-tjandra-penghargaan.mp4" type="video/mp4" /></video></div>
<p>Konsisten Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi memperkuat literasi kesehatan masyarakat semasa pandemi Covid &#8211; 19 yang terus berlanjut hingga kini jadi cerminan dedikasi jangka panjangnya terhadap peningkatan kualitas kesehatan manusia Indonesia seutuhnya.</p>
<p>Rekam jejak keilmuan Prof. Tjandra,  pakar dalam bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi. Capaiannya sebagai seorang guru besar dibidang tersebut berikut pengalaman panjangnya di sektor tata kelola kesehatan nasional hingga global adalah refleksi kualitas kepakarannya.</p>
<p>Meskipun demikian, paling istimewa kegigihan Profesor kelahiran 3 September 1955 membawa kepakarannya menembus menara gading keilmuan, dinding ruang praktek medis, dan pintu birokratis, kemudian berlabuh diruang berbagi pengetahuan isu-isu kesehatan terkini lewat rangkaian kata yang mudah dipahami masyarakat.</p>
<p>Hingga kini banyak sekali sumbangsih mantan Direktur Penyakit Menular Regional, World Health Organization- South East Asia Regional Office (WHO-SEARO) di New Delhi, India. lewat tulisan-tulisannya informatif dan wawancara seputar informasi kesehatan di media massa. Tulisan itu menunjukan kemampuan serta komitmennya menerjemahkan terminologi, pengetahuan, dan data-data ilmiah dunia medis yang rumit dalam rumusan kosakata membumi,</p>
<p>Selanjutnya tulisannya tersebut bukti banyak kontribusi luar biasa bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia dalam bentuk gagasan, karya dan kontribusi luar biasa. Prof  Tjandra tidak mengemas isu kesehatan masyarakat hanya sebagai masalah harus diatasi pemerintah semata. Lebih dari itu, dirinya senantiasa mentransmisikan pesan-pesan penting mengenai peran kunci masyarakat untuk meningkatkan kesadaran  akan kesehatan bersama.</p>
<p>Dokter Teladan Departemen Kesehatan 1993 percaya kesehatan masyarakat adalah persoalan multidimensi dan karenanya diperlukan pendekatan holistik terutama sisi promotif-preventif sehingga pemangku kepentingan akan memiliki perspektif dan derajat kesehatan di Indonesia meningkat.</p>
<p>Profesor hobi bersepeda  bertransformasi menjadi sosok intelektual organik terkemuka dirana medis. Tidak mudah menemukan sosok seperti Prof Tjandra seorang ilmuawan sekaligus praktisi medis  piawai menulis , mampu mencerahkan benar semua lapisan masyarakat  lewat aneka karyanya.</p>
<p>Berangkat dari pertimbangan tersebut sehingga Dewan Juri diketuai Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc ., Ph.D memutuskan Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama sebagai penerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025 bidang kesehatan.</p>
<p>Penyerahan Trophy Penghargaan Achmad Bakrie oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Piagam Penghargaan oleh Ardiansyah Bakrie.</p>
<p>Prof Tjandra mengungkapkan, rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Bapak Achmad Bakrie serta berterima kasih kepada Dewan Juri.</p>
<p>Profesor alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menegaskan, terus terang, tidak menduga yang dilakukan selama ini mendapat apresiasi dalam bentuk penghargaan ini. Dalam konsiderannya disebutkan, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berkontribusi besar dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dan pascapandemi di Indonesia.</p>
<p>Prof Tjandra menyatakan, menulis di berbagai media massa nasional karena ingin ikut berperan mencerahkan masyarakat tentang berbagai aspek kesehatan, baik untuk perorangan maupun kesehatan masyarakat secara luas.</p>
<p>Menurut dia penghargaan Achmad Bakrie XXI memberi tambahan semangat bagi dirinya terus menggeluti kesehatan serta terus bergiat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di hari-hari mendatang yang dapat berperan bagi kesehatan masyarakat.</p>
<p>Prof Tjandra percaya program kesehatan hanya akan berhasil baik kalau semua aspeknya, mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dikerjakan secara menyeluruh.</p>
<p>Kesehatan adalah aset amat berharga yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. “Seperti kata orang bijak health is not everything, but without health everything is nothing,” seru Prof. Tjandra.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi ,Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D mengatakan Prof. Tjandra teladan bagi anak   muda ,khususnya mahasiswa Yarsi. Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi menunjukkan bahwa karya akademik tidak hanya berhenti di laboratorium atau ruang kuliah, tetapi juga dapat memberi dampak besar bagi masyarakat luas.</p>
<p>Rektor Yarsi berharap semangat beliau terus berkarya dapat menginspirasi sivitas akademika Universitas yarsi agar selalu berkontribusi nyata bagi negara (Usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-prof-tjandra-penghargaan.mp4" length="79358372" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Lulus Summa Cumlaude dan Terbaik MBiomed Yarsi, Ade Tabur Strategi Sukses</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lulus-summa-cumlaude-dan-terbaik-mbiomed-yarsi-ade-tabur-strategi-sukses</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 04:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Lela Arika]]></category>
		<category><![CDATA[MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[MBiomed Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[YARSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20016</guid>

					<description><![CDATA[Tantangan selama kuliah cukup beragam. padatnya materi, tuntutan riset dan publikasi, hingga hambatan teknis di laboratorium. Tapi dari situ saya belajar pentingnya adaptasi, komunikasi terbuka dengan pembimbing, dan menjaga semangat [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tantangan selama kuliah cukup beragam. padatnya materi, tuntutan riset dan publikasi, hingga hambatan teknis di laboratorium. Tapi dari situ saya belajar pentingnya adaptasi, komunikasi terbuka dengan pembimbing, dan menjaga semangat meski progres lambat.</p>
<p>Hal sangat membekas kami selalu diajarkan jujur dalam proses riset. Pembimbing menanamkan dicari bukan sekadar hasil, tetapi pemahaman filosofis dan prinsip metodologi yang benar. ”Nilai inilah yang membentuk karakter ilmiah sebagai peneliti,” ujar Luh Ade Lela Arika (Ade )kepada Majalah Kabar Yarsi, Jumat 25 April 2025.</p>
<p>Ade merupakan lulusan terbaik dan summa cum laude,3,96 dari program studi Magister Sains Biomedis( MBiomed) Universitas Yarsi April 2025.</p>
<p>Kini sedang menjajaki program sandwich dengan Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, University Kebangsaan Malaysia. Selain itu berencana kerja sambil melanjutkan studi, agar bisa kembangkan keterampilan praktis dan kontribusi lebih banyak di bidang riset</p>
<p>Ade mengatakan, sejujurnya saat dinyatakan jadi lulusan terbaik, sempat nggak percaya dan perasaannya campur aduk—senang, terharu, dan sedikit overwhelmed juga. Tapi setelah itu, justru selera makan jadi lebih baik, karena beban penelitian dan tesis sudah selesai, jadi bisa makan dengan tenang, tidur pun jadi lebih nyenyak. ”Rasanya seperti hasil proses panjang akhirnya terbayar tuntas,” tutrnya.</p>
<p>Selanjutnya, menjadi lulusan terbaik awalnya bukan target utama. Tapi memang usaha maksimal selalu memberikan terbaik dalam setiap proses, baik itu akademik maupun kegiatan riset. Jadi bisa dibilang bukan hanya mimpi, tapi hasil dari konsistensi, ikhtiar, dan dukungan dari dosen pembimbing,teman-teman, dan keluarga. Jadi lulusan terbaik bukan soal nilai semata. ” Tapi  bagaimana tetap bertahan dalam proses dijalani,” Kata Ade resmi menyandang gelar Magister Biomedis.</p>
<p>Disiplin, komunikasi dengan pembimbing, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Lalu biasakan mencatat poin penting saat kuliah atau diskusi, membaca jurnal secara rutin. ”Tidak ragu bertanya saat mengalami kebuntuan,” tabur strategi suksesnya</p>
<p>Hal-hal kecil ini jika dilakukan konsisten, ternyata sangat berpengaruh. ”Bersyukur juga hasil penelitian bisa diterbitkan di journal Sinta 2 dan sedang di submit untuk Journal terindeks Scopus,” serunya.</p>
<p>Genetika Kedokteran mata kuliah penuh tantangan. Materinya cukup kompleks dan padat, apalagi harus memahami detail konsep molekuler dan aplikasinya dalam bidang medis. Mencoba buat mind map, berdiskusi dengan teman, dan sering konsultasi dengan dosen agar tidak hanya hafal, tapi benar-benar paham konsepnya. ”Pelan-pelan, metode belajar  tepat, jadi lebih enjoy dan bisa mengikuti dengan baik.</p>
<p>Kepada para junior, jangan pernah ragu memberikan terbaik dalam setiap kesempatan. Fokuslah pada proses, bukan hanya pada hasil, karena melalui proses kita belajar banyak hal, baik itu kegagalan atau keberhasilan. Kuliah memang berat, jika disiplin dan punya semangat, semua tantangan bisa dilalui</p>
<p>”terima kasih kepada  para dosen-dosen atas kesabaran,bimbingan serta dukungan selama masa kuliah,”tutup Ade (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Mahasiswa Mbiomed Yarsi Attachment di 3 Kampus Luar Negeri</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/11-mahasiswa-mbiomed-yarsi-attachment-di-3-kampus-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 10:45:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Dra. Ndaru Andri Damayanti]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Juliana Gozali]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Vanessa Julia Tei Seran]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Sultana MH Faradz]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Sains Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Kebangsaan Malaysia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=19262</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Program Studi Magister  Sains Biomedis (Ka Prodi MBiomed) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Yarsi ,Dr.Dra.Ndaru Andri Damayanti.M.Sc (Doktor Ndaru) mengatakan, mahasiswa Program Studi Magister  Sains Biomedis (Prodi Mbiomed) Universitas Yarsi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Program Studi Magister  Sains Biomedis (Ka Prodi MBiomed) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Yarsi ,Dr.Dra.Ndaru Andri Damayanti.M.Sc (Doktor Ndaru) mengatakan, mahasiswa Program Studi Magister  Sains Biomedis (Prodi Mbiomed) Universitas Yarsi peminatan Konseling Genetika baru usai mengadakan <em>Attachment(pelatihan dan belajar)</em>  di tiga kampus  (perguruan tinggi) luar negeri, yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)., Universitas Sains Malaysia ( USM) Kelantan dan (Penang) , Amsterdam Medical Centre, University of Amsterdam</p>
<p>Menurut Doktor Ndaru kegiatan <em>attachment </em> diinisiasi Kepala Pusat Penelitian Genomik?Genetika ,Prof.dr.Sultana MH Faradz,PAK,Ph.D dan berlangsung 2 minggu atau 10 hari kerja. Dari 18 mahasiswa, sebanyak 11 mahasiswa dipilih mengikuti kegiatan <em>attachment </em>melalui seleksi dokumen dan wawancara dilakukan program studi (Prodi). Penyeleksian berdasarkan skor TOEFL/IELTS, biodata, dan motivasi mahasiswa. Setelah itu diteruskan kepada host univeristas tempat berlangsungnya kegiatan <em>attachment</em>.</p>
<p>Dari seleksi dan wawancara, berhasil 3 mahasiswa dapat mengikuti kegiatan <em>attachment </em>di UKM 2 mahasiswa ,di USM Kelantan dan sebanyak 4 orang di USM Penang serta di Amsterdam  2 mahasiswa.  <em>Attachment </em>di UKM berlangsung 3-14 Juni 2024. Kegiatannya  belajar dan simulasi konseling atau <em>role play</em> . sehingga mahasiswa dapat berlatih sebagai konselor genetik sesungguhnya.</p>
<p>Kegiatan <em>Attachment </em>di Medical Centre di Amsterdam UMC dilaksanakan 10 -21 Juni 2024. para mahasiswa mengikuti kegiatan diantaranya pengenalan laboratorium NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) dan sitogenetika untuk mempelajari kelainan genetik. Tes NIPT ini digunakan untuk screening pada ibu hamil terkait dengan kromosom abnormal.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-19264 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/03/11-Mahasiswa-Mbiomed-Yarsi-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri1.jpg" alt="" width="967" height="544" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/03/11-Mahasiswa-Mbiomed-Yarsi-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri1.jpg 720w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/03/11-Mahasiswa-Mbiomed-Yarsi-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri1-711x400.jpg 711w" sizes="auto, (max-width: 967px) 100vw, 967px" /></p>
<p><em>Attachment </em>di Universiti Sains Malaysia (Kelantan) dilaksanakan 14-25 Juli 2024 Kegiatannya melihat bagaimana <em>clinical geneticist</em> melakukan konseling dan pemeriksaan pada pasien, mempelajari bagaimana melakukan tes kromosom pada sampel dan mengintrepretasikan hasil pemeriksaan.</p>
<p>Sedangkan <em>Attachment </em>di Universiti Sains Malaysia (Penang) dilaksanakan 15 -26 Juli 2024. Kegiatan berupa <em>role play</em> atau simulasi konseling, tes sitogenetika melihat dan menganalisa kromosom, dan menyikapi <em>bad news </em>sebagai konselor genetika kepada pasien</p>
<p>Selanjutnya, selama kegiatan, mahasiswa mengisi semua pembelajarannya dalam <em>logbook attachment</em> dan tidak diperkenankan meninggalkan kegiatan selama 10 hari. ” Pada akhir kegiatan, mahasiswa akan mendapatkan <em>Certificate of Completion </em>dari host Universitas,”kata Ibu Ndaru</p>
<p><em>”attachment </em>ini bertujuan membuka wawasan dan dapatkan pengalaman nyata sebagai Konselor Genetik di Luar Negeri.” tekan Doktor Ndaru</p>
<p>Di tambahkannya,kegiatan <em>attachment </em>di Amsterdan Medical Centre, UKM, USK Penang dan USM Kelantan, telah memberikan kontribusi besar dalam hal pengalaman pembelajaran di klinik dan laboratorium terkait kemampuan konselor dalam bidang konseling genetika.</p>
<p>Kegiatan ini juga sangat diminati peserta didik karena mampu membuka wawasan dan kepedulian terhadap kasus-kasus klinik genetika.</p>
<p>Ditegaskan doktor Ndaru, Prodi memasukkan program <em>attachment </em>ke dalam kurikulum sebagai mata kuliah elektif perlu dilanjutkan dan dikembangkan, untuk memberikan nilai lebih, tidak hanya kepada mahasiswa saja.</p>
<p>Sementara dr. Juliana Gozali, MKM, MARS , mahasiswi MBiomed  ikut  attachment di Medical Centre di Amsterdam menyatakan, attachment sangat bermanfaat. Sebagai mahasiswa lewat kegiatan ini menjadi lebih paham dengan pemeriksaan genetic terutama NIPT, fragile-X serta interprétasi hasilnya.</p>
<p>Selain itu sebagai mahasiswa disambut baik , tuan rumahnya ramah dan suka membantu. Diajak gratis  tour kampus dan suasana belajar sangat nyaman. Semua staff pengajar menyampaikan informasi dengan jelas. Fasilitas laboratorium pemeriksaan genetik di VU dan AMC sangat lengkap dan advanced. ”Berharap kedepannya program ini tetap berlanjut,” seru dokter Juliana, alumnus fakultas kedokteran di Medan.</p>
<p>Dalam kegiatan, senang sekali, kendalanya  tidak ada, karena penyampaian informasi diberikan jelas dan orang disana sangat ramah dan suka membantu,” tutup dokter Juliana</p>
<p>dr.Vanessa Julia Tei Seran, mahasiswi MBiomed juga ikut attachment di Universitas Sains Malaysia Penang. Sependapat dengan dokter Juliana. kami disambut ramah  para pengajar dan staf  sehingga nyaman belajar, termotivasi. Selain itu  diberi kesempatan terjun dan melihat pelayanan poli genetika dan laboratorium di Penang.</p>
<p>Tidak hanya di laboratorium rumah sakit, namun kami juga mendapat kesempatan ke laboratorium swasta. ”Sehingga kesempatan belajarnya bisa saling melengkapi,” tutur dokter Vanessa.</p>
<p>Ilmu didapat selama di Penang melengkapi ilmu didapat dari Universitas Yarsi. Kini pemahaman jadi lebih luas dan harapannya kembali dari Penang bisa menerapkannya di Indonesia.</p>
<p><em>Attachment</em> bisa saling memperkaya ilmu dan saling membantu. Juga terus mengembangkan program- program pembelajaran untuk mahasiswanya. ”Semoga terus terjalin kerjasama dengan kampus luar negeri,” harap dokter Vanessa (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Daya Ekonomi Masyarakat Banjar Wijaya, Prodi MBiomedis Yarsi Gelar Pengmas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tingkatkan-daya-ekonomi-masyarakat-banjar-wijaya-prodi-mbiomedis-yarsi-gelar-pengmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 03:51:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rusdan Handoyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Juniarti]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Neni Komariyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Herbal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=18995</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Rektor II juga Kepala Lembaga Penelitian Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D (doktor Ahmad )menyampaikan rasa bangga, karena Kepala Pusat Herbal Universitas Yarsi, Dr.Juniarti, S.Si.,M.Si (Doktor Juniarti) tidak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wakil Rektor II juga Kepala Lembaga Penelitian Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D (doktor Ahmad )menyampaikan rasa bangga, karena Kepala Pusat Herbal Universitas Yarsi, Dr.Juniarti, S.Si.,M.Si (Doktor Juniarti) tidak hanya memanfaatkan ilmu di kampus, tapi juga peduli lingkungan lewat pengabdian masyarakat(Pengmas)</p>
<p>Semoga Pengmas digelar Program Studi Sains Biomedis Program Magister Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi (Prodi MBiomedis). dapat memberdayakan mitra dari petugas kebersihan dan keamanan secara ekonomi,” harap Doktor Ahmad, di Musholla Al Barokah dan Taman Herbal Surgawi Nusantara, Cluster Nusantara, Perumahan Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Ahad, 16/2/2025</p>
<p>Selanjutnya Doktor Ahmad menerangkan,  tujuan Pengmas ini meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya petugas kebersihan dan keamanan yang memiliki penghasilan rendah.</p>
<p>Dua tema dalam acara ini , pertama Pemanfaatan Fasilitas Umum (Fasum) untuk Kebun Herbal dan Teknologi Ramah Lingkungan dan kedua Pemanfaatan Lahan Fasum untuk Budidaya Lele dan Produk Bergizi.</p>
<p>Pemanfaatan lahan Fasum yang tidak terpakai untuk dikembangkan menjadi kebun herbal produktif. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti eco-enzim dan biopori, kebun herbal ini akan memberikan manfaat kesehatan melalui tanaman herbal dan menciptakan lingkungan lebih hijau dan asri.</p>
<p>”Mohon ,Taman Herbal Surgawi Nusantara sudah di rintis Doktor Juniarti dapat dijaga dan berkesinambungan untuk kemaslahatan masyarakat,&#8221; pesannya</p>
<p>Menurut Alumnus doktor University of Texas ,dalam program ini Doktor Juniarti memberikan pelatihan mengenai budidaya tanaman herbal dan pengolahan lele, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.</p>
<p>Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, program ini juga mengintegrasikan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan nyata di lapangan.</p>
<p>Sedangkan Doktor Juniarti menambahkan, melalui pengembangan kebun herbal dan budidaya lele, diharapkan Pengmas dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi sehat dan ramah lingkungan.</p>
<p>Selain itu, ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi baru. Pengmas ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan solusi berkelanjutan mengintegrasikan keberlanjutan ekonomi dan kesehatan.</p>
<p>Pengmas di Perumahan Banjar Wijaya dilaksanakan karena ada lahan fasilitas umum (fasum) seluas 500 m2 belum dimanfaatkan dengan optimal. Disisi lain, adanya petugas kebersihan dan keamanan perlu ditingkatkan kesejahteraannya. ”Lewat Pengmas diharapkan dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutur Doktor Juniarti</p>
<p>Selain Doktor Juniarti, tampil pula mahasiswa Program Studi Sains Biomedis Program Magister Universitas Yarsi, dr. Neni Komariyah juga  memberikan penyuluhan dan memperkenalkan kepada masyarakat pentingnya mengonsumsi ramuan herbal tradisional dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.</p>
<p>Dr.Neni mengatakan,pengobatan menggunakan herbal berbeda dengan obat sintetik. Obat herbal diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi organ yang rusak, rekonstruktif, kuratif.</p>
<p>Mulai sekarang tanaman yang ada di Taman Herbal Surgawi Nusantara harus dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, karena sudah ada informasi di masing-masing tanaman.</p>
<p>Tidak ketinggalan dalam Pengmas ini diberikan pula pelatihan pengolahan lele hasil budidaya sendiri menjadi aneka pangan bergizi, di antaranya abon, kripik, kerupuk, dan stik kepala lele.</p>
<p>Pelatihan ini dipandu Ibu Dede Rusmiyati, mengajarkan masyarakat cara mengolah lele mulai dari lele mentah, proses membumbui, hingga pengolahan menjadi produk siap saji bergizi tinggi.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Mahasiswa Mbiomed Attachment di 3 Kampus Luar Negeri, Dapat Ilmu ,Pengalaman Luas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/11-mahasiswa-mbiomed-attachment-di-3-kampus-luar-negeri-dapat-ilmu-pengalaman-luas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2024 02:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Dra. Ndaru Andri Damayanti]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Juliana Gozali]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Vanessa Julia Tei Seran]]></category>
		<category><![CDATA[Ndaru]]></category>
		<category><![CDATA[Sains Biomedis]]></category>
		<category><![CDATA[School of Tropical Medicine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=16793</guid>

					<description><![CDATA[Ibu Ndaru, demikian panggilan akrab sejawat dosen Universitas Yarsi. Ibu yang bicara lemah lembut,tapi tegas. Pendidikannya luar biasa, tidak semua orang bisa menekuni dan punya kesempatan. Alumnus Magister dari Liperpool [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Ndaru, demikian panggilan akrab sejawat dosen Universitas Yarsi. Ibu yang bicara lemah lembut,tapi tegas. Pendidikannya luar biasa, tidak semua orang bisa menekuni dan punya kesempatan. Alumnus Magister dari Liperpool School of Tropical Medicine di Inggris dan Doktor Universitas Indonesia .</p>
<p>Kini ibarat tentara, Ibu Ndaru jadi komandan pasukan khusus. Alias Kepala Program Studi Magister  Sains Biomedis (Ka Prodi MBiomed) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Yarsi</p>
<p>Ibu Ndaru mengatakan, mahasiswa Program Studi Magister  Sains Biomedis (Prodi Mbiomed) Universitas Yarsi peminatan Konseling Genetika baru usai mengadakan <em>Attachment</em>  di tiga kampus  (perguruan tinggi) luar negeri, yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)., Universitas Sains Malaysia ( USM) Kelantan dan (Penang) , Amsterdam Medical Centre, University of Amsterdam</p>
<p>Menurut Ibu Ndaru kegiatan <em>attachment </em> berlangsung 2 minggu atau 10 hari kerja, Dari 18 mahasiswa, sebanyak 11 mahasiswa dipilih mengikuti kegiatan <em>attachment </em>melalui seleksi dokumen dan wawancara dilakukan program studi (Prodi). Penyeleksian berdasarkan skor TOEFL/IELTS, biodata, dan motivasi mahasiswa. Setelah itu diteruskan kepada host univeristas tempat berlangsungnya kegiatan <em>attachment</em>.</p>
<p>Dari seleksi dan wawancara, berhasil 3 mahasiswa dapat mengikuti kegiatan <em>attachment </em>di UKM 2 mahasiswa ,di USM Kelantan dan sebanyak 4 orang di USM Penang serta di Amsterdam  2 mahasiswa.</p>
<p><em>Attachment </em>di UKM berlangsung 3-14 Juni 2024. Kegiatannya  belajar dan simulasi konseling atau <em>role play</em> . sehingga mahasiswa dapat berlatih sebagai konselor genetik sesungguhnya.</p>
<p>.<img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-16794" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/11-Mahasiswa-Mbiomed-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri-Dapat-Ilmu-Pengalaman-Luas-1-711x400.jpg" alt="" width="711" height="400" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/11-Mahasiswa-Mbiomed-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri-Dapat-Ilmu-Pengalaman-Luas-1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/11-Mahasiswa-Mbiomed-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri-Dapat-Ilmu-Pengalaman-Luas-1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/11-Mahasiswa-Mbiomed-Attachment-di-3-Kampus-Luar-Negeri-Dapat-Ilmu-Pengalaman-Luas-1.jpg 1131w" sizes="auto, (max-width: 711px) 100vw, 711px" /></p>
<p>Kegiatan <em>Attachment </em>di Medical Centre di Amsterdam UMC dilaksanakan 10 -21 Juni 2024. para mahasiswa mengikuti kegiatan diantaranya pengenalan laboratorium NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) dan sitogenetika untuk mempelajari kelainan genetik. Tes NIPT ini digunakan untuk screening pada ibu hamil terkait dengan kromosom abnormal.</p>
<p><em>Attachment </em>di Universiti Sains Malaysia (Kelantan) dilaksanakan 14-25 Juli 2024 Kegiatannya melihat bagaimana <em>clinical geneticist</em> melakukan konseling dan pemeriksaan pada pasien, mempelajari bagaimana melakukan tes kromosom pada sampel dan mengintrepretasikan hasil pemeriksaan.</p>
<p>Sedangkan <em>Attachment </em>di Universiti Sains Malaysia (Penang) dilaksanakan 15 -26 Juli 2024. Kegiatan berupa <em>role play</em> atau simulasi konseling, tes sitogenetika melihat dan menganalisa kromosom, dan menyikapi <em>bad news </em>sebagai konselor genetika kepada pasien</p>
<p>Selanjutnya, selama kegiatan, mahasiswa mengisi semua pembelajarannya dalam <em>logbook attachment</em> dan tidak diperkenankan meninggalkan kegiatan selama 10 hari. ” Pada akhir kegiatan, mahasiswa akan mendapatkan <em>Certificate of Completion </em>dari host Universitas,”kata Ibu Ndaru  bernama lengkap Dr.Dra. Ndaru  Andri  Damayanti.,M.Sc ( Doktor Ndaru)</p>
<p><em>”attachment </em>ini bertujuan membuka wawasan dan dapatkan pengalaman nyata sebagai Konselor Genetik di Luar Negeri.” tekan Doktor Ndaru</p>
<p>Di tambahkannya,kegiatan <em>attachment </em>di Amsterdan Medical Centre, UKM, USK Penang dan USM Kelantan, telah memberikan kontribusi besar dalam hal pengalaman pembelajaran di klinik dan laboratorium terkait kemampuan konselor dalam bidang konseling genetika.</p>
<p>Kegiatan ini juga sangat diminati peserta didik karena mampu membuka wawasan dan kepedulian terhadap kasus-kasus klinik genetika.</p>
<p>Ditegaskan doktor Ndaru, Prodi memasukkan program <em>attachment </em>ke dalam kurikulum sebagai mata kuliah elektif perlu dilanjutkan dan dikembangkan, untuk memberikan nilai lebih, tidak hanya kepada mahasiswa nam</p>
<p>Sementara dr. Juliana Gozali, MKM, MARS , mahasiswi MBiomed  ikut  attachment di Medical Centre di Amsterdam menyatakan, attachment sangat bermanfaat. Sebagai mahasiswa lewat kegiatan ini menjadi lebih paham dengan pemeriksaan genetic terutama NIPT, fragile-X serta interprétasi hasilnya.</p>
<p>Selain itu sebagai mahasiswa disambut baik , tuan rumahnya ramah dan suka membantu. Diajak gratis  tour kampus dan suasana belajar sangat nyaman. Semua staff pengajar menyampaikan informasi dengan jelas. Fasilitas laboratorium pemeriksaan genetik di VU dan AMC sangat lengkap dan advanced. ”Berharap kedepannya program ini tetap berlanjut,” tutup dokter Juliana, alumnus fakultas kedokteran di Medan..</p>
<p>dr.Vanessa Julia Tei Seran, mahasiswi MBiomed juga ikut attachment di Universitas Sains Malaysia Penang. Sependapat dengan dokter Juliana. kami disambut ramah  para pengajar dan staf  sehingga nyaman belajar, termotivasi. Selain itu  diberi kesempatan terjun dan melihat pelayanan poli genetika dan laboratorium di Penang.</p>
<p>Tidak hanya di laboratorium rumah sakit, namun kami juga mendapat kesempatan ke laboratorium swasta. ”Sehingga kesempatan belajarnya bisa saling melengkapi,” tutur dokter Vanessa.</p>
<p>Ilmu didapat selama di Penang melengkapi ilmu didapat dari Universitas Yarsi. Kini pemahaman jadi lebih luas dan harapannya kembali dari Penang bisa menerapkannya di Indonesia.</p>
<p><em>Attachment</em> bisa saling memperkaya ilmu dan saling membantu. Juga terus mengembangkan program- program pembelajaran untuk mahasiswanya. ”Semoga terus terjalin kerjasama dengan kampus luar negeri,” harap dokter Vanessa (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selesaikan Tugas Akhir, Mahasiswa Mbiomed Yarsi Lakukan Riset Buat Kosmetik Herbal</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/selesaikan-tugas-akhir-mahasiswa-mbiomed-yarsi-lakukan-riset-buat-kosmetik-herbal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 02:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Bunga Indah]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Eha GmDjulaeha]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Juniarti]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Yulia Wiji Purnama Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat Penelitian Herbal Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Magister Sains Biomedis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=16715</guid>

					<description><![CDATA[Kosmetik herbal dibuat industri obat atau badan usaha farmasi itu sudah biasa. Termasuk jika dibuat oleh sarjana farmasi atau apoteker. Rabu sore pekan lalu mahasiswa Magister Sains Biomedis (MBiomed) Universitas [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kosmetik herbal dibuat industri obat atau badan usaha farmasi itu sudah biasa. Termasuk jika dibuat oleh sarjana farmasi atau apoteker.</p>
<p>Rabu sore pekan lalu mahasiswa Magister Sains Biomedis (MBiomed) Universitas Yarsi  sebagian besar dokter estetik membuat kosmetik herbal. Ini baru luar biasa. Kegiatan ini wajib dan  bagian tugas akhir bagi mahasiswa MBiomed meneliti di laboratorium.</p>
<p>Dokter estetik merupakan seorang profesional medis memiliki pelatihan khusus estetika medis. Tugasnya memperbaiki atau mempertahankan penampilan fisik seseorang melalui prosedur medis non-bedah atau bedah kecil bertujuan untuk estetika, bukan pengobatan penyakit.</p>
<p>Menurut Kepala Pusat Penelitian Herbal Universitas Yarsi , Dr. Juniarti,S.Si.,M.Si ( Doktor Juniarti) kosmetika herbal sudah dibuat diharapkan akan menjadi produk. Kosmetik herbal ini dapat menjadi alternatif kosmetik aman dan minim efek samping, lalu di jual di pasaran, terutama pasca perawatan invasif seperti laser dan derma piling</p>
<p>Dalam kegiatan ini Laboratorium Herbal Universitas Yarsi memfasilitasi  penelitian  ini dengan melayani uji pra klinik secara in vivo menggunakan hewan coba untuk menguji efikasi, efektifitas dan efek samping produk sudah diracik dosen bersama mahasiswa berprofesi dokter estetik</p>
<p>Menurut Doktor Juniarti kalau buat sendiri punya lebih manfaat. Mahasiswa bisa memilih ragam bahan yang aman, teruji dan dapat dipertanggungjawabkan keamanannya. Lalu bisa didaftarkan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan diharapkan dapat bernilai ekonomi.</p>
<p>Lebih lanjut Alumnus Doktor Universitas Indonesia menambahkan,karena kegiatan ini bagian dari penelitian, Yayasan Yarsi menyediakan dana hibah penelitian internal untuk dosen dan dapat  melibatkan beberapa mahasiswa termasuk S2 (Mbiomed).Jika dananya kurang mahasiswa bisa menambahkan. Saat membuat kosmetik herbal biasanya mahasiswa ikut payung penelitian dosen jumlahnya 2 -4 mahasiswa</p>
<p>Membuat kosmetik herbal bagi mahasiswa Mbiomed membutuhkan waktu 1-3 bulan. Produksi dan penelitian ini sudah beberapa kali beragam formula. Seperti gel Aloe vera untuk mengobati luka sayat  dilakukan oleh dr. Bunga Indah dilanjutkan dr. Yulia Wiji Purnama Sari dan dr. Emi dengan penambahan preservatif.</p>
<p>Kemudian uji efektivitas formulasi krim ekstrak kembang telang untuk mengobati luka sayat. melibatkan dr. Lusy Indranita M.Biomed dan dr Nurmayani di bantu dua mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi(FKUY) . Sementara  Krim ekstrak kembang telang juga di uji efektivitas dan keamanannya utk mengatasi hiperpigmentasi pd hewan coba. Studi ini dilakukan dr. Eha GmDjulaeha M.Biomed di bantu mahasiswa FKUY.” Kini juga ada beberapa penelitian lanjutan untuk  pembuatan dan uji coba formulasi menggunakan model hewan coba luka bakar, ” tutup Doktor Juniarti sekaligus jadi pembimbing(usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
