<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SPS-DBiomed &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/category/sps-dbiomed/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 04:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>SPS-DBiomed &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KIBI Gelar Rakernas di Yarsi, Semoga Beri Hasil Pengembangan Ilmu Biomedis</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kibi-gelar-rakernas-di-yarsi-semoga-beri-hasil-pengembangan-ilmu-biomedis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 04:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24833</guid>

					<description><![CDATA[Ilmu Biomedis ,salah satu ilmu pengetahuan dasar (“basic science”) amat penting. Laman University of Oxford Inggris menuliskan Ilmu biomedis berfokus pada bagaimana sel, organ, dan sistem berfungsi dalam tubuh manusia. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu Biomedis ,salah satu ilmu pengetahuan dasar (“basic science”) amat penting. Laman University of Oxford Inggris menuliskan Ilmu biomedis berfokus pada bagaimana sel, organ, dan sistem berfungsi dalam tubuh manusia.</p>
<p>“Ini bidang menarik dan dinamis sangat relevan dengan pemahaman dan pengobatan penyakit manusia.” ujar Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS (Prof Tjandra) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI), Senin,6 Mei 2026 di Universitas Yarsi</p>
<p>Lebih lanjut, dalam laman Curtin University Australia menyebutkan,ilmu biomedik merupakan tempat bertemunya perawatan kesehatan dengan ilmu pengetahuan. Bidang ini melibatkan studi tentang tubuh manusia, meneliti penyebab mendasar penyakit untuk mengembangkan pengobatan dan tindakan pencegahan yang efektif.</p>
<p>Prof Tjandra juga Adjunct Professor Griffith University Australia menerangkan, pendidikan sarjana, magister dan doktor Biomedis dilakukan di berbagai universitas di negara kita. Perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan punya tanggung jawab mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi (PT) secara optimal, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat. “Tentunya termasuk dalam pengembangan ilmu biomedis,” cakapnya</p>
<p>Menurut Prof Tjandra ,untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi kuat antar institusi PT. Dalam hal ini, kita sudah memiliki Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI) merupakan wadah strategis menghimpun berbagai program studi(Prodi) dan pemangku kepentingan di bidang ilmu biomedis di Indonesia.</p>
<p>Ketua KIBI, Prof.Dr.ret.nat.Dra.Asmarinah, MS (Prof Rina)  menambahkan, KIBI merupakan organisasi keilmuan dibentuk memperkuat sinergi antar Prodi ilmu biomedis di Indonesia dalam Tridarma PT ( bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-24834" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1400x788.jpg" alt="" width="1020" height="574" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/KIBI-Gelar-Rakernas-di-Yarsi-Semoga-Beri-Hasil-Pengembangan-Ilmu-Biomedis1-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></p>
<p>Sejak konsolidasi pengurus tahun 2023, KIBI telah menetapkan visi menjadi organisasi keilmuan biomedik dan kedokteran terintegrasi nasional dan global untuk mendukung kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan melalui kerja sama tridharma tingkat nasional dan internasional.</p>
<p>Dalam menjalankan misinya, KIBI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan  mendukung peningkatan kualitas pendidikan peserta didik, penguatan tata kelola akademik, pengembangan jejaring penelitian, serta perluasan kerja sama internasional.</p>
<p>Menurut Prof Rina, KIBI teleh berusia 10 tahun. Selama satu dekade terakhir, KIBI menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tahun 2024, KIBI memiliki 26 program studi anggota, terdiri atas 18 Program Magister dan 8 Program Doktor dari 20 institusi. Hingga tahun 2025, jumlah anggota meningkat menjadi 38 program studi terdiri atas 4 Program Sarjana, 23 Program Magister, dan 11 Program Doktor dari 26 universitas di Indonesia.</p>
<p>“Pertumbuhan ini cermin makin kuatnya kebutuhan akan kolaborasi nasional dalam pengembangan ilmu biomedis dan kedokteran di Indonesia,” tutur Prof Rina juga Head of Doctoral Program in Biomedical Science Faculty of  Medicine Universitas Indonesia.</p>
<p>Lebih jauh, dalam bidang pendidikan, KIBI telah berhasil merumuskan Kurikulum Inti Nasional KIBI untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Biomedis disahkan pada 19 Juni 2025 sebagai upaya harmonisasi mutu pendidikan biomedis nasional.</p>
<p>KIBI juga aktif mendukung penjaminan mutu dan akreditasi Prodi melalui berbagai pendampingan dan kolaborasi dengan asesor senior nasional.</p>
<p>Di tingkat internasional, KIBI terus memperluas jejaring kerja sama akademik dan riset dengan berbagai institusi luar negeri. Tahun 2019 KIBI telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tsukuba University Jepang. Menandatangani kerja sama dengan NICM/Western Sydney University Australia pada Mei 2025, serta mengembangkan rencana kolaborasi riset leptospirosis bersama IRIA–Akkon University Jerman. “Kemudian KIBI juga menjalin kerja sama dengan DIGM dan Universitas Münster, Jerman,” katanya.</p>
<p>KIBI juga aktif membangun komunikasi strategis dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk audiensi bersama IRIA, Akkon University, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penguatan kerja sama Tridharma, pengembangan sumber daya manusia, dan isu prioritas kesehatan seperti tuberkulosis dan stunting.</p>
<p>Di Usia 10 tahun, KIBI 11-12 Mei 2026 menggelar Rakernas ke XVI  di Universitas Yarsi dan Pengabdian Masyarakat Nasional V pada 13 Mei di Kecamatan Parongpong, Lembang, Jawa Barat, berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.</p>
<p>Perhelatan diikuti 38 program studi, jenjang S1, S2 (magister) dan S3 (doktor) Biomedis dari 26 universitas pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia</p>
<p>Sementara, Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli) mengatakan di Universitas Yarsi pengembangan ilmu biomedik, ada di jenjang pascasarjana. Keberadaan ini relevan di Indonesia yang menuju kedokteran dan layanan kesehatan presisi. Apalagi Indonesia masih menghadapi ragam penyakit menular seperti Tubercolusis tinggi, semakin membutuhkan pengobatan presisi.</p>
<p>Menurut Prof .Fasli yang juga Wakil Menteri Pendidikan nasional tahun 2010, keilmuan biomedik di Universitas Yarsi, antara lain menyiapkan patolog (tenaga mendiagnosis penyakit melalui pemeriksaan di laboratorium) dengan memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan analisis yang presisi.</p>
<p>Peran dari tenaga biomedis dapat membantu para dokter terkait untuk memberikan obat apa tepat pada pasien. “Dengan bantuan AI, kemampuan dokter dan dukungan diagnosis dari tenaga biomedis yang tepat, pengobatan presisi untuk pasien meningkatkan kesembuhan,” kata Prof Fasli.</p>
<p>Selamat dan sukses Rakernas KIBI XVI, semoga memberi hasil nyata bagi pengembangan ilmu biomedis di Indonesia dan terwujud peningkatan derajat kesehatan bangsa kita.</p>
<p>Rakernas XVI dan Pengmasnas V bukan sekadar perayaan, tetapi tonggak baru bagi <strong>KIBI</strong>  memperkuat sinergi nasional, memperluas jaringan riset internasional, dan meneguhkan perannya sebagai pemimpin kolaborasi ilmu biomedis di Indonesia.</p>
<p>Rakernas KIBI diresmikan Rektor Universitas Yarsi dan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Yarsi Prof.dr.Jurnalis Uddin,PAK (usman )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penelitian Karsinoma Nasoparing Bidang THT Antarkan  Arroyan Raih Doktor</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/penelitian-karsinoma-nasoparing-bidang-tht-antarkan-arroyan-raih-doktor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 04:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=23762</guid>

					<description><![CDATA[Melanjutkan pendidikan doktor bukan untuk balik modal. Pendidikan kunci melanjutkan hidup dan lebih mengembangkan keilmuan agar bermanfaat bagi semua orang. Kemudian lewat pendidikan bisa penelitian berkelanjutan dan bekerjasama dengan para [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan pendidikan doktor bukan untuk balik modal. Pendidikan kunci melanjutkan hidup dan lebih mengembangkan keilmuan agar bermanfaat bagi semua orang. Kemudian lewat pendidikan bisa penelitian berkelanjutan dan bekerjasama dengan para pakar untuk lebih memajukan keilmuan.</p>
<p>Penelitian doktor saya terkait kanker dan ilmu kanker sampai saat belum ada obatnya. sementara dalam Islam setiap penyakit ada obat nya.</p>
<p>Arroyan Wardhana menyatakan itu semua saat sidang doktor Sekolah Pascasarjana Program Studi Sains Biomedis Program Doktor Universitas Yarsi, Rabu,4 Maret 2026, di Universitas Yarsi.</p>
<p>Arroyan Wardhana dalam ujian sidangnya mengangkat tema, Deteksi Faktor Genetik dan Epigenetik sebagai prediksi Karsinoma Nasofaring menggunakan Swab Nasofaring . Karena penelitiannya sangat sulit dan membutuhkan waktu khusus,para penguji kagum dan menganugrahkan nilai tinggi 3,87 (Cumlaude) dan berhak menyandang gelar doktor</p>
<p>Dr.dr.Arroyan Wardhana, Sp.THT,MARS (Doktor Arroyan) menjelaskan penelitiannya terkait dengan karsinoma nasoparing yaitu kanker ganas di tenggorok. Keganasan terbanyak terjadi di bidang telinga hidung tenggorokan (THT).</p>
<p>Seseorang terdeteksi karsinoma nasoparing  menghidap gejala telinga berdenging, mimisan, hidung tersumbat dan ada benjolan di leher.</p>
<p>Alasan penelitian  ini karena selama ini banyak pasien karsinoma nasofaring  berkonsultasi sudah stadium lanjut dan dilakukan biopsi nasofaring secara invasive . Jadi lewat riset ini  coba melakukan metode non invasif seperti swab nasofaring bisa dipakai  dokter THT. “ Supaya bisa deteksi lebih dini nyaman dan murah ,” terang Pemilik karya ilmiah Anosmia pada Pandemi,Saintekes 2022.</p>
<p>Jadi manfaat penelitian ini sebagai alat skrining non invasif berbasis biologi molekular pada populasi resiko tinggi yang dapat dipakai seluruh tenaga kesehatan terlatih. “ Sehingga bisa menekan mortalitas dan morbitas dan cost efektif,” ujar Doktor kelahiran Jakarta.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-23764" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-1400x787.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-1400x787.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-712x400.jpg 712w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-768x431.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-1536x863.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Penelitian-Karsinoma-Nasoparing-Bidang-THT-Antarkan-Arroyan-Raih-Doktor-2-2048x1151.jpg 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Ditambahkannya, penelitian ini juga punya manfaat bagi masyarakat umum , akan lahir kesadaran dari  bahaya kanker tenggorok atau belakang hidung ini. Lalu bila ada benjolan di leher dan bila ada gejala seperti itu bisa secepatnya konsultasi ke dokter.</p>
<p>Selanjutnya penelitian di lakukan di Rumah Sakit  Kanker Dharmais,di Rumah Sakit Umum Daerah Koja dan suatu pabrik . “Lama penelitian 3 bulan dari Oktober hingga Desember 2024,” Cakapnya</p>
<p>Tantangan terberat dalam riset ini karena sampelnya banyak butuh waktu lama dan sabar mengolah proses pengambilan sampel penelitian , setelah itu diproses di laboratorium.</p>
<p>Doktor Arroyan mengakui penelitian ini tentu belum sempurna dan masih memiliki berbagai keterbatasan. Meski telah berusaha maksimal dalam setiap tahapnya, siap menerima kritik dan saran  membangun demi penyempurnaan dan pengembangan penelitian selanjutnya.</p>
<p>Kalau sudah begini, selamat kepada Doktor Arroyan semoga lebih sukses (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program S3 Biomedis  Yarsi Hadir Penuhi Kebutuhan Dosen Doktor, Kini  Kembali Terima Mahasiswa Program Doktor</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/program-s3-biomedis-yarsi-hadir-penuhi-kebutuhan-dosen-doktor-kini-kembali-terima-mahasiswa-program-doktor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 03:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.dr.Dini Muktar]]></category>
		<category><![CDATA[S3 Biomedis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=23122</guid>

					<description><![CDATA[Kebijakan pemerintah membuka sekitar 300 fakultas kedokteran baru di seluruh Indonesia, disertai dengan izin pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di rumah sakit pendidikan, menuntut kesiapan sumber daya manusia akademik [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan pemerintah membuka sekitar 300 fakultas kedokteran baru di seluruh Indonesia, disertai dengan izin pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di rumah sakit pendidikan, menuntut kesiapan sumber daya manusia akademik unggul. Salah satu kebutuhan paling mendesak ,ketersediaan dosen bergelar doktor (S3), “ Ini merupakan syarat utama pendirian dan akreditasi program studi kedokteran dan spesialis.” Ujar Kepala Program Studi Doktor Sains Biomedis Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Dr.dr.Dini Muktar,M.Kes.,AIFM (Doktor Dini), Kamis,18 Desember 2025 di Jakarta.</p>
<p>Selanjutnya,menjawab tantangan nasional tersebut, Doktor Dini menjelaskan, Program Studi Doktor (S3) Biomedis Universitas Yarsi terus menunjukkan peran strategisnya. Tiap tahun, jumlah mahasiswa S3 Biomedis Yarsi meningkat signifikan. Latar belakang mahasiswa beragam,mulai dari dosen fakultas kedokteran, dokter klinisi, hingga tenaga kesehatan dari berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>Hebatnya, mahasiswa Program S3 Biomedis Universitas Yarsi  tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tapi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah Indonesia Timur seperti Papua. Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan nasional akan pendidikan doktoral biomedis. “ Sekaligus bukti kontribusi nyata Universitas Yarsi  memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas secara merata.</p>
<p>Penerapan kelas daring (online) jadi salah satu keunggulan Program S3 Biomedis Universitas Yarsi . Sistem ini memungkinkan para mahasiswa tetap menjalankan tugas pelayanan kesehatan, pengajaran, dan pengabdian masyarakat di daerah masing-masing, tanpa harus meninggalkan kewajiban profesionalnya.</p>
<p>Menurut Doktor Dini , model pembelajaran ini dinilai relevan dengan kondisi geografis Indonesia serta efektif dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dosen bergelar doktor.</p>
<p>Lulusan Program S3 Biomedis Universitas Yarsi dipersiapkan menjadi akademisi dan peneliti unggul,.  mampu mengintegrasikan ilmu dasar biomedis dengan praktik klinis, riset translasi, dan pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah.</p>
<p>Seiring dengan masifnya pengembangan fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan di Indonesia, Program S3 Biomedis Universitas Yarsi  diharapkan terus menjadi mitra strategis nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut Program S3 Biomedis Universitas Yarsi hadir fokus pada pengembangan keilmuan biologi penuaan melalui penelitian biomedis bidang sel punca, telomere,genomik dan herbal.</p>
<p>Kurikulum disusun mengedepankan <em>unique value proposition</em>  produk penelitian biomedis untuk menyelesaikan masalah kesehatan bernilai ekonomis,aman, halal, berkhasiat sesuai dengan kebutuhan dan terjangkau bagi masyarakat, serta konsisten dengan tujuan syariat Islam. Kompetensi dikembangkan melalui aplikasi bidang ilmu anatomi fisiologi integrative, genomik, herbal, regenerative sel punca dan telomer</p>
<p>Pendidikan S3 Biomedis Universitas Yarsi berlangsung 6 semester. S3 Biomedis Universitas Yarsi  akreditasi nasional Baik Sekali  dari LAM-PTKes . Kini kembali menerima mahasiswa baru. Silahkan daftar pmb.yarsi.ac.id ( Dini Muktar dan Usman )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Unggul, Siap Jadi Pendekar Riset Bantu Masyarakat dan Pemerintah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-unggul-siap-jadi-pendekar-riset-bantu-masyarakat-dan-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 04:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-AKT]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-MAN]]></category>
		<category><![CDATA[FH]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[FKG]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[SpKKLP]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MARS]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MKN]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[CPOB]]></category>
		<category><![CDATA[dr Sabrina Azmi]]></category>
		<category><![CDATA[dr Yurika Sandra]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Marisa Riliani]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Restu Syamsul Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.dr Indra Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Drg Hesty Witasari]]></category>
		<category><![CDATA[drg Wastuti Hidayati]]></category>
		<category><![CDATA[Halal Research Center]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium AI Center]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Stem Cell]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22442</guid>

					<description><![CDATA[Alhamdulillah Universitas Yarsi meraih akreditasi unggul dan internasional sudah terwujud. Tentunya setiap planning, organizing, actuating, dan controlling dilaksanakan dengan tim cerdas. Hasil ikhtiar  institusi Universitas Yarsi raih akreditasi unggul, satu [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah Universitas Yarsi meraih akreditasi unggul dan internasional sudah terwujud. Tentunya setiap planning, organizing, actuating, dan controlling dilaksanakan dengan tim cerdas. Hasil ikhtiar  institusi Universitas Yarsi raih akreditasi unggul, satu per satu program studi (Prodi) di Universitas Yarsi mendapatkan akreditasi unggul.</p>
<p>Seperti baru-baru ini Prodi Sarjana Perpustakaan dan Sains Informasi. Sebelumnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Sarjana Manajemen dan Prodi Sarjana Akuntansi, Fakultas Kedokteran Prodi Kedokteran dan Profesi Kedokteran dan Prodi Magister Sains Biomedis. Kemudian Prodi Ilmu Hukum, Perpustakaan dan Sains Informasi, Magister Kenotariatan, Prodi Managemen, Prodi Akuntansi, dan Magister Manajemen serta Prodi Psikologi semuanya juga meraih akreditasi Internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D (Prof Fasli) menyatakan, akreditasi unggul dan internasional diraih Universitas Yarsi dan Prodi lewat  ikhtiar cerdas dari tim yang sudah disiapkan. Ditambah pula punya sarana dan prasarana belajar mengajar modern terkini.</p>
<p>Selanjutnya terkait penelitian atau riset bagian dari Catur Dharma. Bagi Universitasi Yarsi masalah riset dan dana riset sudah jadi agenda besar program pengembangan Yarsi. ” Universitas Yarsi berusia 58 tahun sudah investasi besar,” ujar Prof Fasli saat acara Wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025, Sabtu 25/10 di Universitas Yarsi.</p>
<p>Selain itu Universitas Yarsi sudah memiliki lembaga penelitian (Lemlit) dengan banyak ruangan dan fasilitas. Seperti laboratorium genomik, herbal, halal ,telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center. Sudah ada laboratorium perancang undang-undangan dan laboratorium sistem peradilan pidana moderen berkomputer teknologi canggih.</p>
<p>Begitu juga sumber daya manusianya. Khusus penelitian bidang kedokteran, dua tahun lalu telah menambah alat-alat laboratorium senilai 10 miliar dan sesuai kebutuhan terus ditambah.</p>
<p>Tidak itu saja, Menurut Prof Fasli, dosen-dosen didorong melakukan riset dan didorong melanjutkan pendidikan. Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri.Tentu di Universitas Yarsi para dosen pasti melakukan penelitian dan Yayasan Yarsi membantu publikasinya.</p>
<p>Lebih jauh, Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010 menegaskan, perhatian Yarsi pada penelitian ini didasari Catur Dharma, ikut perkembangan dunia dan internasionalisasi perguruan tinggi.</p>
<p>Menurut Alumnus Doktor Cornell University New York ini, dalam melakukan penelitian Yarsi setiap tahun menyediakan  belasan miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet.</p>
<p>”Akreditasi Unggul telah diraih , beberapa laboratorium telah dimiliki , mulai sekarang tekad Yarsi jadi pendekar riset , bantu masyarakat dan pemerintah,Insya Allah terwujud,” tutur Prof Fasli</p>
<p><strong>Stem Cell. </strong></p>
<p>Hingga kini Universitas Yarsi memiliki beberapa laboratorium penelitian. Terkait Stem Cell (sel punca),  Kepala Pusat Penelitian Sel Punca ,Dr. dr. Indra Kusuma, M.Biomed (Doktor Indra) menambahkan, riset di Pusat Penelitian (Puslit) Stem Cell telah berlangsung lebih 10 tahun. Salah satu target diimpikan mampu melakukan reprogramming sel fibroblast dan memperoleh induced Pluripotent Stem Cell (iPSC). Ini adalah salah satu alasan fokus penelitian puslit pada isolasi primer, kultur ekspansi dan kriopreservasi pada sampel kulit preputium untuk mendapatkan sel fibroblast dermal. ” Mudah-mudahan cita-cita ini dapat terwujud waktu dekat ini,” harap Doktor Indra</p>
<p>Selanjutnya Puslit sel punca Yarsi digawangi peneliti senior Dr. Restu Syamsul Hadi, M.Kes, saya sendiri dan dr Yurika Sandra M.Biomed. Beberapa dosen kemudian aktif terlibat yaitu Dr. dr. Marisa Riliani, M.Biomed, Drg Hesty Witasari, Sp.KG, dr Sabrina Azmi, M.Biomed, drg Wastuti Hidayati, MSc. Ph.D. Kegiatan penelitian juga dibantu oleh asisten peneliti dan staf laboratorium di Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas YARSI</p>
<p>Puslit Sel Punca memiliki fasilitas kultur sel standar dilengkapi biobank sebagai sarana penyimpanan sel. Puslit sel punca memiliki dan mengoperasikan alat Tangetial Flow Filtration system yang memungkinkan dilakukannya Isolasi Eksosom. Selain itu terdapat Alat Magnetic Activated Cell Sorting/ MACS memungkinkan pemurnian sel</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-22445" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Yarsi-Unggul-Siap-Jadi-Pendekar-Riset-Bantu-Masyarakat-dan-Pemerintah1.jpg 1600w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Kini Puslit sel punca sedang membangun laboratorium produksi berstandar CPOB dari BPOM  serta aktif melakukan networking, khususnya dengan kalangan industri membantu kegiatan riset dan pengembangan produ.Termasuk pelatihan sumber daya manusia dengan harapan terjadi sinergi untuk mendukung perkembangan industri secara berkelanjutan dan berkesinambungan.</p>
<p>Lebih jauh lagi Puslit sel punca Yarsi melalui salah satu penelitinya Dr. dr Marisa Riliani, M.Biomed memperkenalkan produk sekretom asal fibroblast dermis. Produk ini adalah bukti konsep setiap sel menghasilkan dan mengeluarkan berbagai faktor diperlukan untuk dirinya sendiri dan sel lainnya  disebut sekretom-unik dan khas. Sekretom ini sedemikian rupa melengkapi lingkungan hidup sel sesuai kebutuhannya seperti regenerasi, sekresi, inflamasi atau peristiwa lainnya sebagai bentuk respon atas stimulus lingkungan.</p>
<p>Puslit sel punca menghasilkan program pelatihan kultur sel dasar 40 jam untuk siapa saja yg ingin menguasai kultur sel dasar serta program pelatihan senin-rabu-jumat untuk  kultur sel tingkat lanjut</p>
<p>Kemudian dalam 3 tahun ke depan Puslit sel Punca Yarsi berencana berkontribusi pada industri sel punca tanah air melalui, riset dan pengembangan produk baru, center of excellence dalam cell-based assay, pusat training dalam Biomanufaktur sel punca. Serta partner kolaborasi industri untuk pengembangan sektor terkait dalam rantai produksi industri sel punca</p>
<p>Belum lama Puslit Sel Punca Yarsi mendapat kepercayaan dari PHCBi dan Agilent untuk memperkenalkan alat-alat ini pada lingkungan peneliti, dari akademisi dan industri sel punca di Indonesia. Puslit Sel Punca juga di didukung oleh Pusat Kolaborasi Riset (PKR) STELLAR yg dipimpin oleh Peneliti sel Punca dari Universitas Indonesia</p>
<p>Selain ketersediaan fasilitas laboratorium dan workshop hands-on memadai juga adanya biorepositori sel universita Yarsi memungkinkan penggunaan alat-alat diatas secara penuh sehingga peserta mendapatkan data   metabolisme sel dan pengalaman langsung dalam penggunaan alat-alat ini</p>
<p>Puslit Sel Punca Yarsi diberikan kepercayaan oleh Panasonic Healthcare Biomedical dan Agilent sebagai tuan rumah workshop untuk memperkenalkan alat-alat pada lingkungan peneliti, dari akademisi dan industri sel punca di Indonesia.</p>
<p><strong>Laboratorium Halal Research Center</strong></p>
<p>Universitas Yarsi juga punya laboratorium Halal Research Center (HRC) dengan peralatan canggih. Ini membedakan dengan kampus lain. Laboratorium ini sering dikunjungi dan jadi primadona.</p>
<p>Setiap tamu telah berkunjung, semuanya kagum dan takjub terhadap keberadaan HRC. Tamu itu berasal dari dalam dan luar negeri, seperti dari badan usaha milik negara, pemerintah dan swasta, perorangan atau group, termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS).</p>
<p>“Para tamu mengatakan, Universitas Yarsi punya laboratorium HRC luar biasa dan futuristic,” kata Prof Fasli.</p>
<p><strong>Laboratorium AI Center </strong></p>
<p>Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis,Sp.A.( dokter Shanti) melengkapi, Universitas Yarsi juga punya  Laboratorium AI Center. penerapan AI sudah dilakukan. Seperti bidang Kesehatan. AI (kecerdasan buatan) berfungsi meningkatkan optimalisasi penggunaan alat-alat diagnostik di laboratorium. Membantu konversi wawancara dokter -pasien.</p>
<p>Universitas Yarsi sangat sungguh-sungguh dalam riset dan pengembangan  AI, Khusunya bidang Kesehatan. Universitas Yarsi telah memiliki aplikasi Lukaku yaitu aplikasi mobile dapat mendeteksi berbagai jenis luka secara cepat, cara mengobati sendiri dengan benar dan merekomendasikan obat yang dapat dibeli kapanpun dan dimanapun. Aplikasi ini menggunakan teknologi AI. ”Kehadiran AI dalam proses belajar merupakan wujud adatif Universitas Yarsi.” ujarnya</p>
<p>Lebih lanjuit, pemanfaatan AI di Universitas Yarsi diimplementasikan dalam pengajaran seperti AI Talent Academy dan Trek Peminatan Pengembangan AI pada Prodi Teknik Informatika. Sedangkan  bidang penelitian Yarsi melakukan kolaborasi riset antar entitas  terkait di universitas Yarsi seperti fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran Yarsi. Untuk bidang pengabdian, Yarsi memberikan pelatihan dan coaching terkait pemanfaatan teknologi AI pada berbagai Lembaga.</p>
<p>Semua ini dilakukan agar  sarjana lulusan UniversitasYarsi siap memasuki lapangan pekerjaan dan jadi profesional.”Untuk kemajuan Universitas Yarsi dan membantu pemerintah, Yayasan siap mendukung,” ujar dokter Shanti</p>
<p>Dalam wisuda kali ini tampil memberikan orasi ilmiah, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, Taruna Ikrar dengan tema Navigating the Future of Science and Technology</p>
<p>Menurut Ikrar, tema dipilih bukan memprediksi masa depan, tetapi untuk menegaskan masa depan harus dirancang dan dipimpin manusia yang berpengetahuan, berintegritas, dan berkesadaran.</p>
<p>Dalam dua dekade terakhir kemajuan sains dan teknologi mengalami perkembangan sangat pesat termasuk di bidang neurosains, bioteknologi, dan inovasi farmasi.</p>
<p>Ikrar juga mengatakan, Neurosains berfokus pada upaya memahami kompleksitas otak manusia, mengembangkan terapi baru neurologis, serta mengeksplorasi potensi neuroteknologi yang mampu memperkuat fungsi otak dan meningkatkan kualitas hidup manusia.</p>
<p>Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence [AI]) ketika digabungkan dengan neurosains terbentuklah Neuro-AI. Integrasi ini meningkatkan kemampuan untuk memprediksi efektivitas obat, efek samping, dan respons pasien, sehingga menghasilkan solusi kesehatan yang lebih cerdas, presisi, dan berbasis data</p>
<p>Sementara Wakil Rektor I Universitas Yarsi, Dr. dr. Wening Sari, M.Kes menerangkan jumlah wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025 366 orang,  terdiri 293 orang lulusan program sarjana dan lulusan program  Pascasarjana 73 orang #</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengabdian Kepada Masyarakat Bersama Dosen, Mahasiswa S3 Biomedis, dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pengabdian-kepada-masyarakat-bersama-dosen-mahasiswa-s3-biomedis-dan-alumni-fakultas-kedokteran-universitas-yarsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 09:28:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Biomedis]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Sri Wuryanti]]></category>
		<category><![CDATA[Dra. Himmi Marsiati]]></category>
		<category><![CDATA[Drs. Restu Syamsul Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Mandalamekar]]></category>
		<category><![CDATA[Reza Aditya Digambiro]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22025</guid>

					<description><![CDATA[Program ini bertujuan mengembangkan model integrasi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui edukasi sanitasi, gizi, dan akses layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Desa Mandalamekar. Dengan menggabungkan program kesehatan dan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program ini bertujuan mengembangkan model integrasi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui edukasi sanitasi, gizi, dan akses layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Desa Mandalamekar. Dengan menggabungkan program kesehatan dan penguatan ekonomi, diharapkan tercipta sinergi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat, sehingga Desa Mandalamekar berpotensi menjadi model desa percontohan bagi daerah-daerah lain, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) [Antou P, dkk (2019), Domri D, dkk (2019), Permendikbud No.53-2023].</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa program doktor (S3) Biomedis, dan alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-22027" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Pengabdian-Kepada-Masyarakat-Bersama-Dosen-Mahasiswa-S3-Biomedis-dan-Alumni-Fakultas-Kedokteran-Universitas-YARSI1.jpg" alt="" width="700" height="393" /></p>
<p>Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah:</p>
<ul>
<li>Dra. Himmi Marsiati, MS. (NIDN. 0030056001 / NIK. 53111110050) – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas YARSI</li>
<li>Drs. Restu Syamsul Hadi, M.Kes. – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas YARSI</li>
<li>dr. Sri Wuryanti, MS., Sp.GK. – Mahasiswa Program Doktor (S3) Biomedis Universitas YARSI</li>
<li>Reza Aditya Digambiro, M.Kes. (NPM. 3102023011) – Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI</li>
</ul>
<p>Melalui pendekatan interdisipliner, para narasumber membahas pentingnya akses sanitasi yang layak, pemenuhan gizi seimbang, dan layanan kesehatan yang menyeluruh sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan sekaligus kesadaran kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi model integratif yang dapat direplikasi di wilayah lain, serta memperkuat sinergi antara sivitas akademika dan alumni Universitas YARSI dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-22026" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Pengabdian-Kepada-Masyarakat-Bersama-Dosen-Mahasiswa-S3-Biomedis-dan-Alumni-Fakultas-Kedokteran-Universitas-YARSI2.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Paparkan 5 Hasil Penelitian, Kamal, Dokter Bedah Lulus Cumlaude Jadi Doktor</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/paparkan-5-hasil-penelitian-kamal-dokter-bedah-lulus-cumlaude-jadi-doktor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 01:28:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Kamal Anas]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr.dr.Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21861</guid>

					<description><![CDATA[Raih doktor butuh biaya dan tenaga dikeluarkan tidak sedikit. Namun bagi saya, ilmu bukan soal balik modal. Gelar doktor adalah amanah. Terpenting bagaimana ilmu bisa diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Raih doktor butuh biaya dan tenaga dikeluarkan tidak sedikit. Namun bagi saya, ilmu bukan soal balik modal. Gelar doktor adalah amanah. Terpenting bagaimana ilmu bisa diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>dr.Kamal Anas,Sp.B, Finacs (dokter Kamal) menyatakan itu saat orasi doktornya , Senin di Universitas Yarsi Jakarta.</p>
<p>Dokter Kamal menegaskan, sebagai dokter spesialis bedah kesejahteraan dan ekonomi  lebih dari cukup. Menempuh pendidikan Doktor bukan ngejar materi, tetapi saya merasa ilmu harus terus berkembang. Melanjutkan S3 bentuk tanggung jawab untuk tidak hanya mengobati, tetapi juga memberi kontribusi melalui penelitian dan pendidikan.</p>
<p>Dokter Kamal merupakan merupakan dokter spesialis bedah ,lulus cum laude pada program doktor Biomedis, Hari ini resmi bergelar Doktor.</p>
<p>Menurut Doktor Kamal , biomedis berada di jantung perkembangan kedokteran</p>
<p>modern. Di bidang bedah, pemahaman biomolekuler sangat penting untuk mengembangkan Teknik penyembuhan yang lebih efektif dan inovatif. Jadi, biomedis melengkapi praktik klinis dengan dasar ilmiah yang kuat.</p>
<p>Dalam orasi ilmiahnya ,Doktor Kamal banyak memapar hasil penelitian penting dan menarik. Lima diantaranya, pertama menemukan mekanisme kerusakan kulit akibat asam format secara histopatologi dan biomolekuler.kedua memberikan dasar ilmiah untuk tata laksana medis lebih tepat pada kasus luka bakar kimia. Ketiga menjadi referensi akademik bagi penelitian lanjutan di bidang toksikologi dan kedokteran darurat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-21862" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1-1400x787.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1-1400x787.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Paparkan-5-Hasil-Penelitian-Kamal-Dokter-Bedah-Lulus-Cumlaude-Jadi-Doktor1.jpg 1593w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Selanjutnya memberi masukan praktis bagi tenaga medis dalam menangani kasus serupa di lapangan. Kelima menjadi pengingat pentingnya pencegahan dan edukasi masyarakat terkait bahaya bahan kimia.</p>
<p>Dari hasil penelitiannya ditemukan kerusakan kulit akibat asam format tidak hanya terjadi karena kontak kimia langsung, tetapi juga dipicu oleh aktivasi jalur inflamasi dan stres oksidatif, yang melibatkan biomarker seperti HMGB1, NF-kB, dan isoprostane. Temuan ini memberi gambaran lebih jelas tentang mekanisme cedera kimia.</p>
<p>Tentunya saat penelitian ada kendala. Utamanya proses uji coba panjang, keterbatasan fasilitas, serta penyesuaian protokol penelitian dengan standar etika hewan coba. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 3 tahun dari awal hingga selesai.</p>
<p>Doktor Kamal mengungkapkan,cita-cita terwujud tidak lepas dari dukungan keluarga. “Anak-anak juga saya libatkan dalam proses, supaya mereka merasa bagian dari perjalanan ini, bukan hanya penonton,” ujar Doktor Kamal</p>
<p>Selain itu mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pembina Yayasan Yarsi,Prof.dr. Jurnalis Uddin, PAK., Ketua Pengurus Yayasan Yarsi,dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes., Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.Dr.dr.Tjandra Yoga Aditama, SpP(K)., MARS (Prof Tjandra) dan semua pihak telah membantu.</p>
<p>Alhamdulillah, setelah sidang doktor selesai, beban pikiran jauh lebih ringan. Tidur jadi lebih nyenyak dan selera makan kembali normal. “Proses S3 itu penuh tekanan, jadi setelah selesai ada rasa lega luar biasa,” tutup Doktor Kamal.</p>
<p>Menurut Rektor Universitas Yarsi Program Doktoral di Universitas Yarsi memang relatif muda. Baru tiga tahun lalu dibuka di Sekolah Pascasarjana, setelah sebelumnya hanya memiliki tiga program magister.</p>
<p>Kini dalam perjalanannya, Pascasarjana Yarsi sudah berkembang menjadi lima program studi, termasuk jenjang doktoral.</p>
<p>Keberhasilan ini bukan hanya pencapaian pribadi Doktor Kamal, ”Tapi juga menandai langkah besar Universitas Yarsi berkontribusi pada pendidikan tinggi dan riset kesehatan di Tanah Air,” tutup Prof dr Fasli Jalal  (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Direktur Pascasarjana Yarsi Terima Penghargaan Achmad Bakrie 2025, Penghargaan Jadi Tambahan Semangat Tingkatkan Literasi Kesehatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/direktur-pascasarjana-yarsi-terima-penghargaan-achmad-bachrie-2025-penghargaan-jadi-tambahan-semangat-tingkatkan-literasi-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 01:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MARS]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MKN]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Bakrie XXI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Sofia W. Alisjahbana]]></category>
		<category><![CDATA[Tito Karnavian]]></category>
		<category><![CDATA[WHO-SEARO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21858</guid>

					<description><![CDATA[Rabu,27 Agustus 2025 merupakan malam khusus bagi Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&#38;H,DTCE.,FISR.Pasalnya Prof Tjandra demikian sapaan akrab dari civitas akademi Universitas Yarsi, menerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025. Penghargaan Achmad Bachrie merupakan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu,27 Agustus 2025 merupakan malam khusus bagi Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&amp;H,DTCE.,FISR.Pasalnya Prof Tjandra demikian sapaan akrab dari civitas akademi Universitas Yarsi, menerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025.</p>
<p>Penghargaan Achmad Bachrie merupakan inisiatif Keluarga Bakrie mengapresiasi tokoh-tokoh Indonesia memiliki pencapaian dalam bentuk gagasan, karya dan kontribusi luar biasa serta bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Prof Tjandra seorang Guru Besar Pulmonologi dan penggiat literasi kesehatan masyarakat fokus penanganan penyakit menular. Sebagai mantan Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Prof. Tjandra telah menunjukan keteladanan dan prestasi luar biasa dalam upaya pengendalian penyakit menular serta advokasi kebijakan kesehatan berskala global.</p>
<div style="text-align: center;"><video style="text-align: center;" controls="controls" width="80%" height="40%"><source src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-prof-tjandra-penghargaan.mp4" type="video/mp4" /></video></div>
<p>Konsisten Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi memperkuat literasi kesehatan masyarakat semasa pandemi Covid &#8211; 19 yang terus berlanjut hingga kini jadi cerminan dedikasi jangka panjangnya terhadap peningkatan kualitas kesehatan manusia Indonesia seutuhnya.</p>
<p>Rekam jejak keilmuan Prof. Tjandra,  pakar dalam bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi. Capaiannya sebagai seorang guru besar dibidang tersebut berikut pengalaman panjangnya di sektor tata kelola kesehatan nasional hingga global adalah refleksi kualitas kepakarannya.</p>
<p>Meskipun demikian, paling istimewa kegigihan Profesor kelahiran 3 September 1955 membawa kepakarannya menembus menara gading keilmuan, dinding ruang praktek medis, dan pintu birokratis, kemudian berlabuh diruang berbagi pengetahuan isu-isu kesehatan terkini lewat rangkaian kata yang mudah dipahami masyarakat.</p>
<p>Hingga kini banyak sekali sumbangsih mantan Direktur Penyakit Menular Regional, World Health Organization- South East Asia Regional Office (WHO-SEARO) di New Delhi, India. lewat tulisan-tulisannya informatif dan wawancara seputar informasi kesehatan di media massa. Tulisan itu menunjukan kemampuan serta komitmennya menerjemahkan terminologi, pengetahuan, dan data-data ilmiah dunia medis yang rumit dalam rumusan kosakata membumi,</p>
<p>Selanjutnya tulisannya tersebut bukti banyak kontribusi luar biasa bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia dalam bentuk gagasan, karya dan kontribusi luar biasa. Prof  Tjandra tidak mengemas isu kesehatan masyarakat hanya sebagai masalah harus diatasi pemerintah semata. Lebih dari itu, dirinya senantiasa mentransmisikan pesan-pesan penting mengenai peran kunci masyarakat untuk meningkatkan kesadaran  akan kesehatan bersama.</p>
<p>Dokter Teladan Departemen Kesehatan 1993 percaya kesehatan masyarakat adalah persoalan multidimensi dan karenanya diperlukan pendekatan holistik terutama sisi promotif-preventif sehingga pemangku kepentingan akan memiliki perspektif dan derajat kesehatan di Indonesia meningkat.</p>
<p>Profesor hobi bersepeda  bertransformasi menjadi sosok intelektual organik terkemuka dirana medis. Tidak mudah menemukan sosok seperti Prof Tjandra seorang ilmuawan sekaligus praktisi medis  piawai menulis , mampu mencerahkan benar semua lapisan masyarakat  lewat aneka karyanya.</p>
<p>Berangkat dari pertimbangan tersebut sehingga Dewan Juri diketuai Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc ., Ph.D memutuskan Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama sebagai penerima Penghargaan Achmad Bachrie XXI/2025 bidang kesehatan.</p>
<p>Penyerahan Trophy Penghargaan Achmad Bakrie oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Piagam Penghargaan oleh Ardiansyah Bakrie.</p>
<p>Prof Tjandra mengungkapkan, rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Bapak Achmad Bakrie serta berterima kasih kepada Dewan Juri.</p>
<p>Profesor alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menegaskan, terus terang, tidak menduga yang dilakukan selama ini mendapat apresiasi dalam bentuk penghargaan ini. Dalam konsiderannya disebutkan, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang berkontribusi besar dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dan pascapandemi di Indonesia.</p>
<p>Prof Tjandra menyatakan, menulis di berbagai media massa nasional karena ingin ikut berperan mencerahkan masyarakat tentang berbagai aspek kesehatan, baik untuk perorangan maupun kesehatan masyarakat secara luas.</p>
<p>Menurut dia penghargaan Achmad Bakrie XXI memberi tambahan semangat bagi dirinya terus menggeluti kesehatan serta terus bergiat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di hari-hari mendatang yang dapat berperan bagi kesehatan masyarakat.</p>
<p>Prof Tjandra percaya program kesehatan hanya akan berhasil baik kalau semua aspeknya, mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dikerjakan secara menyeluruh.</p>
<p>Kesehatan adalah aset amat berharga yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. “Seperti kata orang bijak health is not everything, but without health everything is nothing,” seru Prof. Tjandra.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi ,Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D mengatakan Prof. Tjandra teladan bagi anak   muda ,khususnya mahasiswa Yarsi. Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi menunjukkan bahwa karya akademik tidak hanya berhenti di laboratorium atau ruang kuliah, tetapi juga dapat memberi dampak besar bagi masyarakat luas.</p>
<p>Rektor Yarsi berharap semangat beliau terus berkarya dapat menginspirasi sivitas akademika Universitas yarsi agar selalu berkontribusi nyata bagi negara (Usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-prof-tjandra-penghargaan.mp4" length="79358372" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Marisa, Lulus Pertama Doktor Biomedik Yarsi, Penelitiannya Sampaikan 5 hal Penting Bagi Masyarakat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/marisa-lulus-pertama-doktor-biomedik-yarsi-penelitiannya-sampaikan-5-hal-penting-bagi-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 02:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Marisa Riliani]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr.dr.Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21672</guid>

					<description><![CDATA[Tantangan sesungguhnya bukan saat menjalani pendidikan atau penelitian. Melainkan pasca meraih gelar Doktor, bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat luas. Itulah peran seorang Doktor sebenarnya. Tidak ada euforia berlebihan setelah menyelesaikan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tantangan sesungguhnya bukan saat menjalani pendidikan atau penelitian. Melainkan pasca meraih gelar Doktor, bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat luas. Itulah peran seorang Doktor sebenarnya.</p>
<p>Tidak ada euforia berlebihan setelah menyelesaikan studi. “Masih banyak hal  harus dilakukan setelah ini,”ujar,  dr.Marisa Riliani,M.Biomed saat Sidang Terbuka Doktor Program Studi Sains Biomedis Universitas Yarsi, Kamis 20 Agustus di Universitas Yarsi.</p>
<p>Marisa Riliani,M.Biomed (dr.Marisa) merupakan mahasiswi Program Doktor(S3) Sains Biomedis Universitas Yarsi, angkatan  dan  peserta pertama mengikuti sidang terbuka.</p>
<p>Selanjutnya dr.Marisa mengatakan, walau jalan masih panjang, keberhasilan masa depan dimulai dari langkah hari ini. Kini tengah menyiapkan banyak proyek penelitian lanjutan maupun baru. Semua ini dilakukan demi masyarakat. Mungkin bukan untuk hari ini. “ Tapi percaya, sekecil apapun dilakukan akan sangat berarti bagi masa depan,” tutur dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.</p>
<p>Dalam sidang terbuka, dari hasil penelitian dr.Marisa banyak pengetahuan disampaikan. Diantaranya, lima hal penting relevan untuk akademisi dan Masyarakat,</p>
<p>Pertama terapi Sekretom Fibroblas sebagai Non Cell-Based Therapy. Penelitian ini menunjukkan sekretom fibroblas dapat meningkatkan proliferasi sel yang telah menalami penuaan atau senesensi dan memperbaiki matriks ekstraseluler. Sehingga membuka peluang terapi regeneratif inovatif dan potensial untuk menangani penyakit degeneratif terkait penuaan.</p>
<p>Kedua Biologi Penuaan.  Program doktor ilmu biomedik ditekuni menitikberatkan pada eksplorasi penyebab, proses, dan solusi biologis untuk mengatasi penyakit dipicu oleh penuaan. Ini menjadi tantangan utama di masyarakat lanjut usia (lansia) saat ini, dan sesuai dengan “UN Decade of Healthy Aging 2020-2030” menitikberatkan kerjasama antara pemerintah, akademisi, professional dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup usia lanjut.</p>
<p>Ketiga, Kontribusi terhadap Pengembangan Ilmu dan Pengabdian Masyarakat.  Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu biomedik dan bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan terapi aman dan efektif.</p>
<p>Keempat Edukasi tentang Risiko Terapi Sel dan Turunannya merupakan produk berisiko tinggi (high risk product) berdasarkan konsensus internasional. Karena itu, penggunaannya tidak boleh sembarangan, semua ada regulasinya, “Masyarakat jangan tersesat praktik-praktik terapinya belum teruji,” pesan Alumnus Magister Biomedik Universitas Udayana</p>
<p>Edukasi ini menjadi sangat penting, dikarenakan Masyarakat terlalu tergiur hingga menabrak regulasi yang justru untuk keamanan Masyarakat itu sendiri. Kami sangat tidak ingin terapi sel dan turunanya rusak namanya sebelum dia lahir.</p>
<p>Jadi tolong semua pihak bersabar. Regulasi diagnosis apa saja yang boleh menggunakan terapi ini ada di kemenkes. “Masyarakat bisa cek langsung di website resminya ya,” ingat alumnus dokter Universitas Padjajaran</p>
<p>Kelima, produk terapi sel dan turunannya diatur secara ketat dalam produksi dan pelayanannya. Terapi ini bukan pilihan pengobatan pertama, melainkan dilakukan hanya setelah terapi konvensional gagal dan harus disesuaikan dengan kondisi pasien.</p>
<p>Kementerian Kesehatan memberikan izin secara ketat berdasarkan hasil uji klinis per diagnosis.” Bukan berdasarkan divisi atau bagian tertentu saja,” terang dr.Marisa.</p>
<p>Dokter kelahiran Jakarta menambahkan, penelitian untuk meraih doktor dilakukan 1 tahun 2 bulan. Alhamdulillah dapat dukungan lembaga penelitian Universitas Yarsi dan dapat kemudahan akses di sana, sehingga dapat meneliti kapan pun. Bahkan hari libur (Lebaran, Tahun Baru, atau akhir pekan) tetap bisa masuk ke laboratorium untuk melanjutkan penelitian. “Hal ini sangat menguntungkan,”serunya</p>
<p>Menurut dr Marisa ,namanya penelitian, apalagi melibatkan kultur sel, tidak bisa berhenti begitu saja. Sel tidak mengenal hari libur; walaupun masih bisa disimpan, namun metabolisme sel tetap berjalan meskipun dalam kadar rendah.</p>
<p>Karena itu, saya lebih memilih terus melanjutkan penelitian agar proses kultur tetap optimal dan terjaga. “Pada dasarnya, kendala yang saya hadapi bisa diantisipasi dan dihindari,” cakap dr.Marisa.</p>
<p>Akhir Sidang, dokter Marisa mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pembina Yayasan Yarsi,Prof.dr. Jurnalis Uddin, PAK., Ketua Pengurus Yayasan Yarsi,dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes., Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.Dr.dr.Tjandra Yoga Aditama, SpP(K)., MARS (Prof Tjandra) dan semua pihak telah membantu.</p>
<p>Sementara Prof Tjandra mengatakan, kenangan baru tercatat di Universitas Yarsi,  Kamis, 21 Agustus 2025. Pertama kali, kampus berusia 58 tahun resmi meluluskan doktor dari program pascasarjananya.</p>
<p>Dr.Marisa Riliani, M.Biomed merupakan lulusan pertama doktor biomedis dan meraih nilai cumlaude. Ia sukses mempertahankan disertasi berjudul “<em>Peran Total Protein dan Keratinocyte Growth Factor (KGF) Sekretom Fibroblas dalam Meningkatkan Proliferasi Sel Senesen Melalui Aktivitas Jalur MEK 1/2 dan Peningkatan Pemanfaatan Kolagen Tipe 1</em>.”</p>
<p>Penelitian membuktikan pentingnya peran sekretom fibroblas terhadap sel senesen, yaitu sel-sel berhubungan dengan proses penuaan. Temuan dosen fakultas kedokteran membuka peluang baru dalam riset kesehatan, terutama dalam pemahaman penuaan patologis dan kemungkinan pengembangan terapi untuk membantu lansia menghadapi masalah degeneratif.</p>
<p>Menurut Prof Tjandra Program Doktoral di Universitas Yarsi memang relatif muda. Baru tiga tahun lalu dibuka di Sekolah Pascasarjana, setelah sebelumnya hanya memiliki tiga program magister.</p>
<p>Kini dalam perjalanannya, Pascasarjana Yarsi sudah berkembang menjadi lima program studi, termasuk jenjang doktoral.</p>
<p>Keberhasilan ini bukan hanya pencapaian pribadi Dr. Marisa Riliani, ”Tapi juga menandai langkah besar Universitas Yarsi berkontribusi pada pendidikan tinggi dan riset kesehatan di Tanah Air,” tutup Prof Tjandra. (Usman)</p>
<p><strong>Tonton Selengkapnya di Youtube Yarsi TV:</strong><br />
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=KZJ4IwKbGj8"><img loading="lazy" decoding="async" width="96" height="96" src="https://img.icons8.com/color/96/youtube-play.png" alt="youtube-play"/></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asesor LAM-PTKes Visitasi Ke Yarsi, , Prodi Doktor Biomedis Jadi Lokomotif Prodi S3</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/asesor-lam-ptkes-visitasi-ke-yarsi-prodi-doktor-biomedis-jadi-lokomotif-prodi-s3</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 00:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Diniwati Mukhtar]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Shanti Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[LAM-PTKes]]></category>
		<category><![CDATA[Prof .Dr.dr.Ambar Mudiqdo]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr.dr.Eryati Darwin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=17592</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi dipimpin orang-orang sangat kompeten, berpengalaman, punya visi kedepan. Bersyukulah  para mahasiswa Universitas Yarsi bisa belajar bersama orang-orang istimewa. Setelah berkunjung ke laboratorium-laboratorium (herbal, stemcell,, genomic dan telomer ) [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Yarsi dipimpin orang-orang sangat kompeten, berpengalaman, punya visi kedepan. Bersyukulah  para mahasiswa Universitas Yarsi bisa belajar bersama orang-orang istimewa. Setelah berkunjung ke laboratorium-laboratorium (herbal, stemcell,, genomic dan telomer ) kami kagum, ruangannya nyaman untuk praktek atau riset  dan alat-alat  baru modern . “Betul-betul mendukung misi, visi dan sasaran pendidikan.,” ujar Asesor Lembaga AkreditasiMandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), Prof .Dr.dr.Ambar Mudiqdo,Sp.PAK (Prof Ambar)saat visitasi lapangan Akreditasi Pasca sarjana Studi Biomedis Program Doktor (PSSBPD) Universitas Yarsi, 18-20 Desember 2024.</p>
<p>Kehadiran Prof Ambar dalam laksanakan tugas LAM-PTKes di Universitas Yarsi tidak ujuk-ujuk, melainkan meneropong ketentuan standar pendidikan PSSBPD atau Program Studi (Prodi) Doktor Sains Biomedis diterapkan Universitas Yarsi. Diantaranya visi misi, tujuan, sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola</p>
<p>Kemudian meninjau lapangan dan wahana-wahana  pendidikan seperti rumah sakit dan laboratorium, klinik , sehingga dipastikan perkuliahan Prodi Doktor ( S-3) Sains Biomedis sesuai kinerja dan lembar evaluasi. Setelah itu baru dilaporkan  dan keluar nilai.</p>
<p>“ Jadi visitasi bukan nyari kesalahan,tapi ingin mengetahui Prodi Doktor Sains Biomedis Yarsi mendidik mahasiswanya menjadi Doktor bekualitas.,” tegas alumnus Doktor Universitas Airlangga .</p>
<p>Usai visit ke Universitas Yarsi,  Prof Ambar berharap kedepan  Prodi Doktor Sains Biomedis Yarsi  jumlah mahasiswanya  harus meningkat. Pasalnya telah memiliki orang-orang kompeten,istimewa dan punya laboratorium modern. Tidak ketinggalan informasi seleksinya sudah baik dan transparan. “ SDMnya hebat dan punya sarana baik  tapi mahasiswanya sedikit ,” gumamnya.</p>
<p>Agar jumlah mahasiswa Prodi Doktor Sains Biomedis Yarsi banyak, Prof Ambar berikan jurus. Gunakan dan  lebih optimalkan penjaringan mahasiswa  dan promosi ditingkatkan lewat  pemanfaatan masimal resources serta harus mengikuti perkembangan</p>
<p>Guru Besar Universitas Sebelas Maret menyatakan, Prodi Prodi Doktor Sains Biomedis Yarsi  masih baru, tapi punya potensi dan prospek baik serta bisa jadi lokomotif kemajuan S3  sehingga tiga tahun kedepan maju. Alasannya S3 Biomedis Yarsi.SDMnya bagus, punya motivasi dan sudah siap mengikuti perkembangan</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-17595 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31-1400x788.jpg" alt="" width="755" height="425" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/12/Asesor-LAM-PTKes-Visitasi-Ke-Yarsi-Prodi-Doktor-Biomedis-Jadi-Lokomotif-Prodi-S31.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 755px) 100vw, 755px" /></p>
<p>Terkait tingkatkan  jumlah mahasiswa .Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&amp;H., MARS (Prof Tjandra) menambahkan  penjaringan mahasiswa sudah dilaukan melalui kerjasama alumni, bikin webinar -webinar,dan cari langsung. Kedepannya.akan mengusulkan badan khusus untuk memasarkan. “ Tentunya selalu gunakan analisa setiap langkah diambil,” ujar Prof Tjandra.</p>
<p>Guru Besar bidang Paru menegaskan, peningkatkan  terus dilakukan ,karena Prodi S3 Biomedis punya tanggung jawab kepada masyarakat  dan negara</p>
<p>S3 Biomedis  di Yarsi pertama untuk prodi S3.  Dipilih biomedis karena perkembangan ilmu kedokteran dan Kesehatan akan banyak bertumpuh pada  medis. Insya allah akan tumbuh. dan jadi lokomotif doktor sehingga prodi lain ikut buka S3.</p>
<p>Selain itu  Prodi S3 itu punya tiga peran, pertama sebagai ilmu, semakin banyak doktor  berilmu maka perkembang ilmu dibidang itu makin banyak dan makin baik.Kedua bagi mereka berprofesi dosen S3 ini  diperlukan untuk naik jabatan fungsional.  Ketiga Pola fikir S3 itu bisa membuat sesuatu.Misal jadi peneliti, lewat risetnya akan banyak dapat dikembang dan dihasilkan , sehingga bermanfaat bagi masyarakat</p>
<p>Sementara Kepala Prodi S3 Sains Biomedis Universitas Yarsi, Dr.dr,Diniwati Mukhtar,M.Kes. banyak menyampaikan informasi Program Doktor Biomedis Yarsi diantaranya startegi pencapaian visi misi dalam tiga tahap. Mulai tahap konsolidasi ( 2022-2023)  berupa peningkatan mutu dosen tetap dengan jenjang guru besar dan tahap ini untuk menyiapkan calon-calon promotor dan ko promotor.</p>
<p>Selanjutnya tahap pengembangan dan ekspansi prodi (2023-2024) menuju  pengembangan publikasi ke jurnal internasional serta peningkatan jumlah kerjasama dalam dan luar negeri. Sedangkan Tahap internasionalisasi (2024-2025) peningkatan jumlah penelitian  bereputasi  dalam skala nasional dan internasional. Kemudian peningkatan dalam jumlah pada jurnal internasional bereputasi  dan  impact faktor tinggi.</p>
<p>Prof Ambar visitasi lapangan ke Yarsi bersama Prof.Dr.dr.Eryati Darwin, PA(K) disambut para pimpinan diantaranya Ketua Pembina  Yayasan Yarsi, Prof dr.Jurnalis Uddin,PAK , Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes, Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr. Fasli Jalal,Ph.D, , Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),DTM&amp;H., MARS (usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirjen Kefarmasian Resmikan ISMGU, Universitas Yarsi, Keren dan Hebat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/dirjen-kefarmasian-resmikan-ismgu-universitas-yarsi-keren-dan-hebat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 00:45:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-DBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Deoxyribo Nucleic Acid]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Wening Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.Dra.Lucia Rizka Andalucia]]></category>
		<category><![CDATA[ISMGU]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Genetic]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15346</guid>

					<description><![CDATA[Namanya Dr.dr Wening Sari,M.Kes , jabatan di Universitas Yarsi Wakil Rektor I .  Ibu yang selalu tampil ceriah, setiap tugas  diembannya tidak butuh pujian, namun kewajiban dijalankannya penuh semangat dan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya Dr.dr Wening Sari,M.Kes , jabatan di Universitas Yarsi Wakil Rektor I .  Ibu yang selalu tampil ceriah, setiap tugas  diembannya tidak butuh pujian, namun kewajiban dijalankannya penuh semangat dan ikhlas,hasilnya Alhamdulilah hasilnya patut dipuji dan keren.</p>
<p>Terakhir kemarin , 16-18 Mei 2024 Doktor Wening demikian panggilan akrabnya diberikan tugas kembali menjalankan acara The 1st International Symposium and Workshop  “Medical Genetic Update: from genomic clinic” (ISMGU). Amanah itu tuntas dikemudikannya.</p>
<p>Semua pembicara dari berbagai negara dan dalam negeri datang semua. Begitu juga peserta dari pelosok Indonesia dan luar negeri . Ruang acara penuh peserta, tuan rumah (Universitas Yarsi) mau ikut jadi peserta terpaksa menambah kursi duduk dipinggir dan pojok .</p>
<p>Menurut Dokter Wening, suksesnya ISMGU karena kerjasama dari tim panitia , dukungan dari para dosen, wakil rektor , rektor dan Yayasan Yarsi. serta tidak lupa pertolongan Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran.</p>
<p>ISMGU From Genomic to Clinic dilaksanakan 16-18 Mei 2024  fokus membahas bidang genetika pada tahap seluler, biologi molekuler, genomik, genetika, klinis, kanker, penyakit metabolik, dan penyakit menular.</p>
<p>Selain itu, lewat acara ini juga direncanakan inisiasi pembentukan Perhimpunan Genetika Medik Asia Afrika (AfroAsia Medical Genetic Society/AAMGS).</p>
<p>“Ayo para warga Yarsi manfaatkan pehelatan ini sebagai wadah belajar,”ajak Doktor Wening,</p>
<p><a href="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter  wp-image-15348" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1-711x400.jpg" alt="" width="540" height="304" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/Dirjen-Kefarmasian-Resmikan-ISMGU-Universitas-Yarsi-Keren-dan-Hebat-1.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /></a></p>
<p>Sementera itu, Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli) mengatakan, ISMGU di Universitas Yarsi bertujuan mengatasi permasalahan penyakit genetika karena Indonesia masih minim terhadap sosialisasi pencegahan penyakit genetika kepada masyarakat. Padahal, penyakit genetika dapat dicegah sejak dini.</p>
<p>“Riset genomik bisa mengetahui penyakit lebih awal, sehingga bisa mencegah manifestasi penyakit,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010</p>
<p>Selain itu genomik memiliki potensi  membuka pengkodean terpisah dalam Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dan memiliki kunci mengatasi berbagai tantangan paling mendesak dihadapi umat manusia, mulai dari mendeteksi penyakit hingga pengobatan,&#8221; ujarnya sekali lagi</p>
<p>Selanjutnya Prof Fasli mengungkapkan kini ada tiga tantangan dihadapi dalam penelitian genomik, yaitu ketersediaan alat, jumlah ahli, dan biaya operasional.</p>
<p>Alat-alat untuk riset genomik masih terbilang mahal. Bahkan, biaya perbaikan bisa mencapai satu satengah miliaran rupiah dan butuh waktu  lama untuk pemasangan.</p>
<p>Sejak tahun 2005 dengan ditemukannya alat-alat lebih mutakhir bisa melaksanakan sekuensing seluruh genom manusia, maka penelitian dan pelayanan kesehatan berkembang berbasis pada pola genom seseorang.</p>
<p>Alat mutakhir seperti NextGen Sequencing (NGS) mampu membaca sekuen (urutan huruf genetik) keseluruhan DNA manusia (atau disebut Genomik) dalam waktu kurang satu minggu dengan biaya lebih murah dibanding 10 tahun lalu</p>
<p>&#8220;Universitas Yarsi punya alat,kalau dipakai minimal 300 sampel dengan biayanya Rp300 juta untuk satu kali pengoperasian,&#8221; terang Prof Fasli.</p>
<p>Lebih lanjut  Alumnus  Doktor Cornell University New York menyampaikan Universitas Yarsi telah memiliki beberapa laboratorium genomik dengan jumlah ahli di tingkat biomedis sekitar 30 orang. Sebagian besar para ahli lulusan luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, menyatakan,terima kasih kepada pembicara telah bersedia memberikan ilmu dan wawasan. “Kepada peserta selamat workshop dan simposium,” tutup Prof Fasli Jalal.</p>
<p>Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan ,Dr.Dra.Lucia Rizka Andalucia,Apt,M.Pharm,MARS (Doktor Rizka) ,  hadir meresmikan ISMGU  mengatakan, pengobatan berdasarkan pola DNA sekarang sudah mendapat perhatian pemerintah dengan berdirinya Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) tahun 2022.</p>
<p>“BGSI kami luncurkan tujuannya mengakselerasi pengembangan pengobatan tepat sasaran atau precision medicine,” tutur Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen Kefarmasian)</p>
<p>Kemudian ,kegiatan pengembangan pengobatan tepat sasaran itu dimulai dari penelitian dan pengumpulan sampel-sampel berupa darah, spesimen maupun jaringan ke dalam sistem Biobank untuk keamanan data.</p>
<p>&#8220;Data genetik perlu untuk meningkatkan outcome terapi dan menurunkan biaya pengobatan,&#8221; ucap Alumnus Doktor Universitas Gadjah Mada</p>
<p>Ditambahkannya, Kementerian Kesehatan tengah membangun platform Satu DNA terintegrasi dengan Satu Sehat. Platform itu akan  menghubungkan antara data demografi dan data klinis dengan data genomik dari Biobank.</p>
<p>Menurut Doktor Rizka, platform ini bukan hanya data pasien tetapi juga data populasi sehat. Kementerian Kesehatan memiliki koneksi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mendapatkan data dari nomor induk kependudukan.</p>
<p>&#8220;Hal paling penting  bagaimana kita dapat menganalisis data tersebut dengan aman dan berkualitas serta integritas datanya dapat dipertanggungjawabkan,&#8221; kata Doktor Rizka.</p>
<p>Dengan pengembangan farmatogenomik dan Satu DNA ini di dalam paspor kesehatan dalam data Satu Sehat akan terimput data-data. Termasuk data genomik ini apakah ada alergi terhadap obat, apakah ada profil genetik yang menunjukkan bahwa tidak cocok sesuatu obat yang menyebabkan efek samping. “Itu semua akan terintegrasi dengan Satu Sehat,&#8221; cakapnya.</p>
<p>“Universitas Yarsi bisa meracik ISMGU keren banget,Yarsi hebat” tutup Doktor  Rizka (usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
