<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2026 04:16:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kredibilitas bank sentral di masa transisi kepemimpinan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kredibilitas-bank-sentral-di-masa-transisi-kepemimpinan-2?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kredibilitas-bank-sentral-di-masa-transisi-kepemimpinan-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2026 04:16:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29344</guid>

					<description><![CDATA[Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada akhir Juli 2026 menimbulkan gelombang kejutan di lantai bursa dan ruang analisis ekonomi. Resmi menanggalkan amanat yang seharusnya [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada akhir Juli 2026 menimbulkan gelombang kejutan di lantai bursa dan ruang analisis ekonomi.</p>
<p>Resmi menanggalkan amanat yang seharusnya dijalankan hingga 2028, Perry Warjiyo menutup babak kepemimpinannya di bank sentral di tengah guncangan eksternal yang belum juga mereda.</p>
<p>Kondisi perekonomian global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, perlambatan pertumbuhan sejumlah negara utama, serta volatilitas arus modal internasional membuat setiap perubahan kepemimpinan otoritas moneter menjadi perhatian serius para pelaku pasar.</p>
<p>Pernyataan resmi pemerintah dan bank sentral menyebut alasan pribadi sebagai latar belakang keputusan tersebut. Namun, bagi pelaku pasar finansial yang terbiasa membaca sinyal tersirat, diksi normatif tersebut memicu serangkaian asumsi dan pertanyaan krusial mengenai arah kebijakan moneter dan independensi institusional di masa depan.</p>
<p>Ketiadaan Perry Warjiyo secara fisik saat pengumuman pengunduran diri di Gedung Bank Indonesia yang justru dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama jajaran Dewan Gubernur, menciptakan anomali tersendiri dalam perspektif komunikasi publik.</p>
<blockquote><p>Kredibilitas bank sentral tidak diukur dari siapa yang memimpin, melainkan dari konsistensi negara dalam menjaga prinsip kehati-hatian dan independensi di atas godaan politik jangka pendek</p></blockquote>
<p>Pasar keuangan, khususnya investor portofolio asing, sangat peka terhadap dinamika tata kelola bank sentral. Di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus membayangi dan dinamika imbal hasil surat berharga negara, sinyal yang jelas dari para pengambil kebijakan menjadi komoditas paling bernilai.</p>
<p>Dalam situasi seperti ini, kejelasan komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari efektivitas kebijakan, karena ekspektasi pasar sering kali terbentuk bukan hanya oleh keputusan yang diambil, tetapi juga oleh cara keputusan tersebut disampaikan kepada publik.</p>
<p><strong>Dinamika pasar</strong></p>
<p>Secara historis, pasar modal dan valuta asing selalu merespons pergantian kepemimpinan bank sentral dengan sangat peka.</p>
<p>Reaksi awal pasar terhadap ketidakpastian transisi kepemimpinan biasanya tercermin dalam fluktuasi nilai tukar rupiah dan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).</p>
<p>Ketika investor mendeteksi potensi perubahan garis kebijakan, premi risiko atau <em>credit default swap</em> dapat merangkak naik, sehingga memicu aksi penyesuaian portofolio jangka pendek.</p>
<p>Namun, mengartikan gejolak pasar ini semata-mata sebagai krisis kepercayaan adalah kesimpulan yang terlalu terburu-buru.</p>
<p>Bank Indonesia bukan hanya tentang satu individu, melainkan sebuah sistem kelembagaan yang dibangun atas dasar kerangka kerja makroprudensial yang solid.</p>
<p>Penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara, sesuai mandat Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Bank Indonesia, memberikan kepastian hukum dan jaminan kesinambungan tata kelola moneter.</p>
<p>Keberlanjutan fungsi kelembagaan tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh instrumen kebijakan tetap berjalan secara konsisten sesuai mandat yang telah ditetapkan.</p>
<p>Tantangan utama yang dihadapi otoritas moneter saat ini adalah menavigasi dilema antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pemulihan sektor riil.</p>
<p>Di bawah kerangka bauran kebijakan yang ada, penggunaan instrumen <em>pro-market</em>, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tetap menjadi benteng pertahanan utama untuk menyerap likuiditas dan mempertahankan daya tarik aset domestik.</p>
<p>Pasar perlu diyakinkan bahwa transmisi kebijakan moneter tidak akan goyah hanya karena pergantian pucuk pimpinan di bank sentral.</p>
<p><strong>Independensi kelembagaan</strong></p>
<p>Sebagian kalangan mengkhawatirkan bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI ini mengindikasikan adanya friksi antara dorongan pemerintah untuk melakukan ekspansi fiskal dan disiplin moneter bank sentral.</p>
<p>Khawatir jika otoritas moneter dipaksa untuk berkompromi demi melonggarkan likuiditas atau menekan suku bunga secara agresif, beberapa pengamat menyerukan kewaspadaan yang tinggi.</p>
<p>Pandangan ini beralasan, mengingat independensi bank sentral merupakan fondasi utama bagi stabilitas harga dan ekspektasi inflasi jangka panjang.</p>
<p>Kendati demikian, kekhawatiran tersebut perlu diletakkan dalam konteks sinergi yang sehat, sesuai dengan kerangka Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.</p>
<p>Independensi moneter tidak berarti isolasi penuh dari agenda pembangunan nasional. Sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan justru merupakan kebutuhan mutlak untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, seperti fluktuasi harga energi dan volatilitas pasar keuangan internasional.</p>
<p>Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.</p>
<p>Pelonggaran atau pengetatan kebijakan moneter akan tetap berbasis data empiris dan berorientasi pada stabilitas makroekonomi.</p>
<p>Dalam konteks ini, keberlanjutan program strategis serta transparansi suku bunga dasar kredit perbankan membuktikan bahwa fondasi kelembagaan bank sentral tetap kokoh dan adaptif.</p>
<p>Proses seleksi Gubernur Bank Indonesia definitif mendatang akan menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah dalam mempertahankan reputasi ekonomi nasional di mata global.</p>
<p>Pengajuan figur calon gubernur yang memiliki reputasi teknokratis yang kuat, independen, dan dipandang kapabel oleh pelaku pasar akan menjadi kunci utama dalam meredakan spekulasi politik.</p>
<p>Pasar tidak menuntut ketiadaan perubahan, melainkan kepastian bahwa aturan main dan komitmen terhadap kehati-hatian moneter tetap dihormati.</p>
<p>Ketahanan ekonomi Indonesia diuji bukan dari ketiadaan gejolak, melainkan dari sejauh mana lembaga-lembaga utamanya mampu bertahan dan menjaga kepercayaan publik dalam situasi sulit.</p>
<p>Bank Indonesia telah membuktikan kekuatannya dalam menghadapi berbagai krisis global. Dengan menjaga independensi teknokratis dan memperkuat sinergi bauran kebijakan yang pruden, Indonesia memiliki modal yang lebih dari cukup untuk keluar dari masa transisi ini dengan tatanan finansial yang lebih kuat dan lebih teruji.</p>
<p>Kredibilitas bank sentral tidak diukur dari siapa yang memimpin, melainkan dari konsistensi negara dalam menjaga prinsip kehati-hatian dan independensi di atas godaan politik jangka pendek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Perdana Wahyu Santosa<br />
</strong>profesor ekonomi; Dekan FEB Universitas YARSI; dan Direktur Riset GREAT Institute</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pemahaman Ragam Disabilitas Bagi Mahasiswa, Yarsi Gelar  Pelatihan Disability Awarness</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tingkatkan-pemahaman-ragam-disabilitas-bagi-mahasiswa-yarsi-gelar-pelatihan-disability-awarness?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tingkatkan-pemahaman-ragam-disabilitas-bagi-mahasiswa-yarsi-gelar-pelatihan-disability-awarness</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2026 06:04:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29335</guid>

					<description><![CDATA[Suasana pagi di lantai 11 ruang workshop Universitas Yarsi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Beberapa mahasiswa tampil mengambil peran seolah-olah tuna netra mata ditutup berjalan pakai tongkat. Ada juga mengambil peran [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suasana pagi di lantai 11 ruang workshop Universitas Yarsi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Beberapa mahasiswa tampil mengambil peran seolah-olah tuna netra mata ditutup berjalan pakai tongkat. Ada juga mengambil peran tuna runggu telinganya ditutup tidak hingga mendengar suara. Ada pula mengambil peran tuna daksa saat berjalan menggunakan korsi roda. Para mahasiswa bersuka ria menyatakan kegirangan dan bersenda gurau.</p>
<p>Menurut Dosen Fakultas Psikologi Unversitas Yarsi ,Alabanyo Brebahama, M. Psi., Psikolog (Pak Banyo) menyatakan suasana itu merupakan bagian acara Pelatihan Disability Awarness bagi Mahasiswa Universitas Yarsi bagi Tim Mahasiswa Mata Kuliah Psikologi PendidikanAnak Kebutuhan Khusus. Perhelatan digelar satu hari, Rabu 21 Oktober 2026.</p>
<p>Pak Banyo dalam kegiatan ini banyak memberikan pengetahuan dan pencerahan kepada para peserta. Diantaranya penjelasan penyandang disabilitas.</p>
<p>Menurut undang-undang nomor 8 tahun 2016, penyandang disabilitas Adalah setiap orang mengalami keterbatasan fisik , intelektual, mental dan atau sesorik dalam jangka waktu lama yang  dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lain berdasarkan kesetaraan hak.</p>
<p>Selain itu Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia  juga menjelaskan paradigma pandangan terhadap disabilitas seperti cacat , paradigma medis/cacat ( medical model) berfokus pada kekurangan dan penyembuhan . Masalah  ada pada individu , sering mengarah pada eksklusi.</p>
<p>Selanjutnya Normal dengan abnormal , membandingkan individu dengan standar  normal. Mendorong asimilasi atau pemisahan.</p>
<p>Kemudian paradigma sosial dan hak (disabilitas) merupakan hambatan terletak pada lingkungan yang tidak inklusif, bukan pada individu. Fokus pada hak dan aksesibilitas.</p>
<p>Terakhir paradigma pemberdayaan keunikan (difabel) yaitu melihat disabilitas sebagai variasi unik manusia , berfokus pada kemampuan potensi dan kontribusi.</p>
<p>Pada pertemuan  ini Pak Banyo juga menjelaskan disabilitas fisik, mulai pengerian disabilitas fisik, jenis-jenis disabilitas fisik, karakteristik penyandang disabilitas fisik dan penyebab terjadinya disabilitas fisik.</p>
<p>Menurut acara Pak Banyo acara ini digelar bertujuan meningkatkan pemahaman tentang ragam disabilitas dan identifikasi anak kebutuhan khusus. “ ada satu lagi yaitu  membantu penanganan anak kebutuhan khusus,” tutup pak Banyo. (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjinakkan Bom Waktu Fiskal di Daerah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/menjinakkan-bom-waktu-fiskal-di-daerah?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjinakkan-bom-waktu-fiskal-di-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 08:16:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29315</guid>

					<description><![CDATA[KABAR mengenai sedikitnya 39 pemerintah daerah (pemda) yang mulai megap-megap dan terancam tidak mampu membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah alarm keras bagi arsitektur keuangan publik kita. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABAR mengenai sedikitnya 39 pemerintah daerah (pemda) yang mulai megap-megap dan terancam tidak mampu membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah alarm keras bagi arsitektur keuangan publik kita. Fenomena pilu ini bukan sekadar urusan keterlambatan Transfer ke Daerah (TKD) atau sekadar persoalan administratif belaka, melainkan potret nyata dari rapuhnya struktur kemandirian fiskal di tingkat lokal.</p>
<p>Ketika belanja pegawai menembus angka di atas 50 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ruang intervensi fiskal untuk pembangunan infrastruktur vital, pelayanan kesehatan dasar, dan pengentasan kemiskinan otomatis menyusut drastis. Pemerintah daerah seolah terjebak dalam lingkaran setan birokratisasi ekstrem yang memakan dirinya sendiri.</p>
<p>Langkah responsif pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang bergerak cepat melakukan pendataan, evaluasi mendalam, dan menyiapkan bantalan fiskal tambahan patut kita apresiasi secara objektif. Intervensi pusat melalui penyesuaian Dana Alokasi Umum (DAU) bukan sekadar aksi pemadam kebakaran sesaat, melainkan wujud nyata dari kehadiran negara demi memastikan roda pelayanan publik di pelosok daerah tidak lumpuh total.</p>
<p>Namun, kebijakan afirmatif yang asimetris ini harus diletakkan dalam kerangka penataan jangka panjang, bukan menjadi instrumen pemanjaan berulang yang justru melestarikan moral hazard di tingkat daerah. Bantuan darurat ini harus diperlakukan sebagai jembatan penyelamat, bukan tujuan akhir dari cita-cita desentralisasi fiskal kita.</p>
<p><strong>Anatomi Ketergantungan dan Jebakan Rutinitas</strong></p>
<p>Akar masalah dari krisis fiskal lokal ini bermula dari asimetri yang sudah kronis antara kewenangan belanja yang luas dan kemampuan menggalang pendapatan secara mandiri. Sudah menjadi rahasia umum dalam dinamika ekonomi regional bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) di mayoritas kabupaten dan kota di Indonesia masih sangat minim dan jauh dari ideal.</p>
<p>Ketergantungan terhadap dana transfer pusat —seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH)— menjadi sesuatu yang absolut dan tidak tergantikan. Ketika pemerintah pusat terpaksa melakukan penyesuaian atau efisiensi anggaran akibat fluktuasi ekonomi makro global, daerah yang tidak memiliki bantalan PAD yang kokoh akan langsung mengalami guncangan likuiditas yang hebat.</p>
<p>Kondisi pelik dan kronis ini diperparah oleh agresivitas rekrutmen aparatur daerah, termasuk pengangkatan PPPK, yang seringkali kurang kalkulatif terhadap kapasitas kantong anggaran daerah itu sendiri dalam jangka panjang. Alokasi anggaran yang seharusnya berfungsi menjadi stimulus penggerak roda ekonomi lokal lewat proyek-proyek produktif, justru habis terkuras habis hanya untuk membiayai rutinitas mesin birokrasi.</p>
<p>Belanja pegawai yang melampaui separuh porsi APBD mencerminkan tata kelola yang tidak efisien, tidak visioner, dan abai terhadap prinsip keberlanjutan. Ironisnya, penambahan jumlah aparatur yang masif ini seringkali tidak berbanding lurus dengan lompatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Birokrasi yang gemuk tetapi lamban ini justru menjelma menjadi beban struktural yang menyandera potensi pertumbuhan ekonomi regional.</p>
<p><strong>Reorientasi Transfer dan Komitmen Kemandirian</strong></p>
<p>Proyeksi kenaikan pagu TKD untuk periode mendatang yang diperkirakan menyentuh kisaran Rp 710 triliun hingga Rp 810 triliun tentu membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi tata kelola pusat-daerah. Penambahan anggaran yang sangat masif ini harus dibarengi dengan perubahan paradigma pengawasan secara radikal.</p>
<p>Pemerintah pusat perlu menerapkan skema insentif dan disinsentif yang jauh lebih ketat melalui kebijakan transfer berbasis kinerja yang akuntabel. Daerah yang berhasil menekan efisiensi belanja rutin dan sukses mendongkrak PAD melalui inovasi ramah investasi layak diberikan penghargaan fiskal lebih, sementara daerah yang terus manja dan tidak disiplin dalam mengelola anggaran harus menerima konsekuensi evaluasi anggaran yang ketat dari pusat.</p>
<p>Di sisi lain, pemda wajib melakukan refleksi birokrasi secara mendalam dan tidak boleh terus-menerus berlindung di balik narasi ketiadaan potensi ekonomi di wilayahnya. Kreativitas dalam memperluas basis perpajakan daerah dan retribusi secara adil, tanpa merusak iklim investasi lokal, adalah kunci utama yang harus dikejar.</p>
<p>Regulasi modern seperti Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) sebenarnya telah menyediakan rel yang sangat jelas untuk mendorong sinergi fiskal nasional yang sehat. Yang mendesak hari ini adalah komitmen politik lokal dan eksekusi nyata di lapangan agar pemda tidak lagi memandang APBD sebatas dokumen administratif penyerapan dana pusat semata.</p>
<p><strong>Menatap Masa Depan Fiskal yang Berkelanjutan</strong></p>
<p>Pada akhirnya, komitmen kuat pemerintah pusat untuk turun tangan menyelamatkan daerah yang sedang didera krisis fiskal adalah langkah negarawan yang sangat tepat guna menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi nasional secara keseluruhan. Namun, tindakan penyelamatan darurat ini harus dijadikan momentum titik balik yang berharga bagi reformasi fiskal daerah secara total dan menyeluruh.</p>
<p>Kita tentunya tidak boleh membiarkan uang rakyat yang terbatas habis hanya untuk menghidupi birokrasi saja, sementara hak-hak dasar masyarakat sipil atas fasilitas publik yang layak sering terabaikan. Kemandirian ekonomi nasional hanya akan tercipta jika fondasi fiskal di tingkat daerah sudah berdiri tegak secara kokoh, mandiri, dan penuh tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Perdana Wahyu Santosa</strong><br />
Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI dan Direktur Riset GREAT Institute</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmu Kimia Itu Cantik di Laboratorium ,Tapi Juga Seksi Dibahas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/ilmu-kimia-itu-cantik-di-laboratorium-tapi-juga-seksi-dibahas?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ilmu-kimia-itu-cantik-di-laboratorium-tapi-juga-seksi-dibahas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 23:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29273</guid>

					<description><![CDATA[Membahas ilmu politik kita tidak akan pernah tamat. Kadang menarik dan bertikai. Begitu pula jika membahas ilmu kimia, selalu seksi dan menawan. Bedanya ilmu kimia belum ada pertikaian dan mungkin [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membahas ilmu politik kita tidak akan pernah tamat. Kadang menarik dan bertikai. Begitu pula jika membahas ilmu kimia, selalu seksi dan menawan. Bedanya ilmu kimia belum ada pertikaian dan mungkin tak akan pernah.</p>
<p>Dosen Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Dr.Sri Utami,S.Si.,S.H.M.Si (Doktor Utami) menyatakan ilmu kimia tidak lagi berdiri sendiri. Tapi berinteraksi dengan kedokteran, kedokteran gigi, biomedis, farmasi, teknologi digital, herbal medicine, hukum, dan HKI. Masa depan ilmu kimia dan kesehatan bersifat multidisipliner.</p>
<p>Selanjutnya, Ilmu kimia salah satu fondasi utama ilmu kesehatan, karena hampir seluruh proses kehidupan berlangsung melalui reaksi dan interaksi kimia. Tubuh manusia tersusun atas berbagai molekul, seperti air, protein, lipida, karbohidrat, asam nukleat, vitamin, mineral, hormon, dan neurotransmiter. Karena itu, pemahaman ilmu kimia menjadi dasar bagi perkembangan kedokteran, kedokteran gigi, ilmu biomedis, farmasi, herbal medicine, hingga teknologi kesehatan modern.</p>
<p>Menurut Doktor Utami, dalam ilmu kedokteran, ilmu kimia berperan memahami mekanisme penyakit.</p>
<p>Metabolisme tubuh, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, gizi, serta pengembangan obat. Farmakologi, misalnya, mempelajari hubungan struktur kimia suatu senyawa dengan aktivitas biologisnya.</p>
<p>Penemuan obat baru dilakukan melalui proses panjang mulai dari sampling, studi in silico ekstraksi, fraksionasi, isolasi, identifikasi molekul aktif, sintesis kimia organik, uji praklinis dan uji klinis.</p>
<p>Teknologi modern hadir menggabungkan ilmu kimia dengan biologi molekuler, genetika, bioinformatika, dan kecerdasan buatan untuk menemukan kandidat obat secara lebih cepat.</p>
<p>Lebih jauh, saat dihubungkan dengan kedokteran gigi, ilmu kimia juga sangat penting. Bahan tambal gigi, semen gigi, resin komposit, bahan cetak, implan, bahan pemutih gigi, hingga material regenerasi jaringan dikembangkan berdasarkan prinsip ilmu kimia dan ilmu material.</p>
<p>Termasuk pemahaman mengenai derajat keasaman (pH), mineralisasi, hidroksiapatit, fluorida, polimer, adhesi, dan reaksi permukaan . Semuanya membantu dokter gigi memilih material yang aman, kuat, biokompatibel, dan tahan lama,” ujar Alumnus Doktor Universitas Indonesia .</p>
<p>Lebih dalam lagi jika dikaitkan ilmu biomedis, ilmu kimia menjadi jembatan antara ilmu dasar dan pelayanan kesehatan. Ilmu kimia berhubungan erat dengan biokimia yang merupakan salah satu cabang ilmu kimia, biologi sel, mikrobiologi, imunologi, biomaterial, nanoteknologi, diagnostik molekuler, dan rekayasa jaringan. Perkembangan nanopartikel, biosensor, terapi berbasis molekul, vaksin, serta teknologi penghantaran obat merupakan contoh semakin eratnya integrasi ilmu kimia dengan biomedis.</p>
<p>Begitu pula pada herbal medicine. Indonesia memiliki peluang besar dalam herbal medicine karena kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisionalnya. Jamu dan tanaman obat dapat menjadi sumber senyawa bioaktif, tetapi penggunaannya perlu didukung penelitian ilmiah mengenai identitas bahan, kandungan kimia, dosis, keamanan, efektivitas, serta interaksi dengan obat lain.</p>
<p>Secara global, World Health Organization (WHO) melaporkan,106 negara anggota memberikan data dalam survei global terbaru mengenai traditional, complementary and integrative medicine (TCIM).</p>
<p>WHO kemudian mengadopsi Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034, dengan empat prioritas: memperkuat bukti ilmiah, menjamin keamanan dan regulasi, mengintegrasikan pengobatan tradisional yang aman ke sistem kesehatan, serta mengoptimalkan manfaat lintas sektor.</p>
<p>“Perkembangan herbal medicine juga menunjukkan besarnya potensi ekonomi dan ilmiah,” tutur Ibu Doktor yang juga bergelar Sarjana Hukum</p>
<p>Salah satu analisis dikutip dalam literatur global memperkirakan nilai pasar traditional medicine meningkat dari sekitar US$213,81 miliar pada 2025 menjadi US$359,37 miliar pada 2032, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7,7%.<br />
Tantangannya adalah memastikan bahwa kekayaan hayati dan pengetahuan tradisional tidak hanya menjadi sumber bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk inovatif ,memberikan manfaat dan nilai tambah bagi Indonesia.<br />
Di sinilah hukum, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan Paten menjadi sangat penting. Hasil penelitian di bidang kimia, obat baru, formulasi, proses produksi, alat diagnostik, biomaterial, dan teknologi kesehatan dapat memiliki nilai ekonomi tinggi.</p>
<p>“Paten memberikan hak eksklusif kepada inventor atas invensi di bidang teknologi selama jangka waktu tertentu,”ungkap Doktor Utami.</p>
<p>Di Indonesia, kerangka Paten saat ini antara lain diatur melalui UU No. 13 Tahun 2016 yang telah diubah terakhir dengan UU No. 65 Tahun 2024.</p>
<p>UU 65/2024 berlaku sejak 28 Oktober 2024 dan antara lain menyesuaikan sistem Paten dengan perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta isu sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional.<br />
Data Word Intellectual Property Organisation (WIPO) menunjukkan bahwa pada 2024 pemohon yang berdomisili di Indonesia mengajukan 2.518 permohonan paten, naik 46% dibanding periode sebelumnya; sebanyak 2.285 merupakan permohonan domestik. Indonesia juga mencatat 105 permohonan Patent Cooperation Treaty (PCT) internasional dan 604 national phase entries.</p>
<p>Data tersebut menunjukkan bahwa ekosistem inovasi Indonesia terus berkembang, meskipun masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan penelitian, komersialisasi, dan pelindungan Paten.</p>
<p>Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia, biodiversitas, serta pengetahuan tradisional. Tantangan ke depan adalah mengubah modal tersebut menjadi inovasi berbasis bukti, aman, terlindungi secara hukum, dan mampu bersaing secara global.</p>
<p>Jadi jelas, ilmu kimia punya banyak kaitan dari berbagai ilmu. Sekali lagi jika ilmu politik bisa digoreng ilmu kimia pun begitu. Ilmu kimia tidak hanya cantik di laboratorium dan riset, tapi bisa juga seksi untuk dibahas. (usman )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Hal Kebakaran Hutan dan Tuberkulosis</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lima-hal-kebakaran-hutan-dan-tuberkulosis?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lima-hal-kebakaran-hutan-dan-tuberkulosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 14:01:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29268</guid>

					<description><![CDATA[Kita kini menghadapi masalah kebakaran hutan dan lahan, dan di sisi lain kita juga tahu bahwa Indonesia penyumbang kasus tuberkulosis (TB) ke dua di dunia. Bersama ini disampaikan lima hal [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Kita kini menghadapi masalah kebakaran hutan dan lahan, dan di sisi lain kita juga tahu bahwa Indonesia penyumbang kasus tuberkulosis (TB) ke dua di dunia. Bersama ini disampaikan lima hal tentang kebakaran hutan dan tuberkulosis.</div>
<div></div>
<div>Pertama, asap kebakaran hutan yang masuk ke paru tentu berdampak pada kesehatan paru, termasuk mengganggu daya tahan paru. Karena itu dapat dimengerti kalau ada -di dalam dan luar negeri-  yang mempertanyakan apakah ada  tidaknya kemungkinan hubungan antara asap kebakaran hutan dengan penyakit TB ini.</div>
<div></div>
<div>Ke dua, penelitian hubungan kebakaran hutan dan tuberkulosis memang sudah dilakukan para ahli. Hanya memang data ilmiahnya masih terbatas dan belum banyak penelitian yang dilakukan, diantaranya adalah yang dua berikut ini.</div>
<div></div>
<div>Ke tiga, ada penelitian ilmiah berjudul “Tuberculosis Diagnoses Following Wildfire Smoke Exposure in California” oleh Linde dkk. yang dipublikasi di “American Journal Respiratory Critical Care Medicine” tahun 2023. Mereka melakukan penelitian pada 3,139 pasien yang terpapar karhutla antara tahun 2014 sampai 2019 di California Amerika Serikat. Hasilnya antara lain menunjukkan bahwa memang ada peningkatan risiko terdiagnosis tuberkulosis aktif, dengan peningkatan 5 % angka “adjusted odds of tuberculosis diagnosis” .</div>
<div></div>
<div>Ke empat, ada juga penelitian ilmiah yang dilakukan di Brazil, negara yang juga termasuk tinggi beban kasus TB nya (“high burden TB countries”) dan juga mengalami kebakaran hutan. Publikasi ilmiah mereka berjudul “The effect of wildfire smoke exposure on tuberculosis diagnoses in Brazil: a case-crossover analysis”, di jurnal ilmiah internasional “Epidemiology” bahkan di Oktober 2026, jadi di bulan ini. Mereka menganalisa data pencatatan tuberkulosis Brazil antara tahun 2015-2022. Hasilnya antara lain menunjukkan bahwa setiap tambahan satu hari paparan asap karhutla berhubungan dengan peningkatan 0.6%  risiko diagnosis tuberkulosis (“odds of TB diagnosis”).</div>
<div></div>
<div>Ke lima, semoga asap kebakaran hutan di Indonesia segera dapat dipadamkan, sehingga tidak berdampak pada kemungkinan peningkatan kasus tuberkulosis di negara kita.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia</div>
<div>Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan, serta Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop negara APEC tentang asma dan PPOK</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/workshop-negara-apec-tentang-asma-dan-ppok?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=workshop-negara-apec-tentang-asma-dan-ppok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 13:59:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29265</guid>

					<description><![CDATA[Pada 21 dan 22 Oktober 2026 diselenggarakan Workshop “Enhancing Capacity in Integrated COPD and Asthma Management in Response to Emerging Infectious Diseases in Healthcare Facilities” yang diikuti oleh negara-negara “APEC [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Pada 21 dan 22 Oktober 2026 diselenggarakan Workshop “Enhancing Capacity in Integrated COPD and Asthma Management in Response to Emerging Infectious Diseases in Healthcare Facilities” yang diikuti oleh negara-negara “APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)”. Kita tahu bahwa APEC adalah forum ekonomi antarnegara di kawasan Lingkar Pasifik yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas, serta mendukung perdagangan dan investasi yang lebih bebas.</div>
<div></div>
<div>Saya menjadi moderator pada Panel Diskusi terakhir yang berjudul “From Evidence to Action: Shaping an APEC Action Plan for Integrated COPD and Asthma Management’. Jadi di panel ini dibahas bagaimana benar-benar kegiatan langsung yang baik dilakukan di negara-negara APEC. Panel ini dimulai dengan presentasi tinjauan pustaka yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, yang berjudul “Preliminary findings derived from a literature review on evidence-based integrated management of COPD and Asthma across APEC economies”. Setelah itu, saya memimpin diskusi dengan 7 negara anggota APEC yang hadir, yaitu Vietnam, Malaysia, Thailand, Rusia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Chile, dan juga pakar dari “GINA (Global Initiative for Asthma)”.</div>
<div></div>
<div>Kemudian saya presentasikan kesimpulan dari workshop yang penting ini. Pertama adalah lima area prioritas, meliputi diagnosis dan skrining berbasis komunitas, pengobatan dalam kerangkan “Universal Health Care – UHC”, integrasi program asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), penanganan dan pemantauan kasus termasuk situasi kronik dan rehabilitasi paru serta ketahanan respirasi. Lalu saya sampaikan lima hal lagi yang berupa kegiatan yang akan dapat dicapai oleh negara-negara APEC, yaitu metodologi skrining yang sensitif dan “cost-effective”, penanganan terintegrasi dari tingkat primer ke tertier, ketersediaan obat esensial dalam kerangka asuransi kesehatan nasional, pedoman penanganan di negara yang sejalan dengan “GOLD (Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease)” dan “GINA (Global Initiative for Asthma)” serta memperkuat penanganan asma dan PPOK  yang juga akan memperkuat kesiapan menghadapi pandemi.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)</div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga &#8220;si&#8221; dan empat &#8220;as&#8221; di Wisuda YARSI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tiga-si-dan-empat-as-di-wisuda-yarsi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-si-dan-empat-as-di-wisuda-yarsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 13:58:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29262</guid>

					<description><![CDATA[Universitas YARSI menyelenggarakan wisuda semester ganjil 2025-2026 pada 24 Oktober. Seluruhnya ada 322 wisudawan, dan 64 diantaranya adalah lulusan Sekolah Pascasarjana, dari program studi Doktor Biomedis, Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Universitas YARSI menyelenggarakan wisuda semester ganjil 2025-2026 pada 24 Oktober. Seluruhnya ada 322 wisudawan, dan 64 diantaranya adalah lulusan Sekolah Pascasarjana, dari program studi Doktor Biomedis, Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, Magister Biomedis dan  Magister Administrasi Rumah Sakit.</div>
<div></div>
<div>Orasi Ilmiah disampaikan oleh Bapak Sandiaga Uno, yang menyampaikan bahwa  Wisudawan harus punya tanggung jawab pada masyarakat, harus mampu menghasilkan solusi dan kebermanfaatan.</div>
<div></div>
<div>Di sampaikan juga bahwa &#8220;World Economic Forum (WEF)&#8221; menerbitkan Future Jobs Report 2025, yang antara lain menyebutkan bahwa sekitar 30% jenis pekerjaan diperkirakan akan berubah atau menjadi usang (&#8220;obsolete&#8221;) pada 2030.</div>
<div></div>
<div>Lima hal yang dipesankan Pak Sandiaga Uno kepada wisudawan YARSI kali ini. Pertama, perlunya ada &#8220;Competence Create Competitvenes&#8221;.</div>
<div>Ke dua adalah &#8220;tiga si&#8221;, yaitu inovasi ,adaptasi dan kolaborasi.</div>
<div>Ke tiga, sukses dilandasi oleh karakter, termasuk jujur, amanah, disiplin dan bertanggung jawab.</div>
<div>Ke empat, &#8220;empathy must create impact&#8221;, artinya empati perlu menjadi dampak pada manusia, lingkungan dan kesejahteraan.</div>
<div>Ke lima, &#8220;build legacy, not just career&#8221;. Dengan &#8220;4 as&#8221;, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;-</div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisuda Yarsi ,Sandi Sampaikan 5 pesan dan Ratna Tegaskan Yarsi Jadi Pendekar Riset</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/wisuda-yarsi-sandi-sampaikan-5-pesan-dan-ratna-tegaskan-yarsi-jadi-pendekar-riset?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wisuda-yarsi-sandi-sampaikan-5-pesan-dan-ratna-tegaskan-yarsi-jadi-pendekar-riset</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29235</guid>

					<description><![CDATA[Wisuda itu bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan  your starting line. Garis start para wisuda dan awal perjuangan. Ingat,lulusan perguruan tinggi (PT) tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wisuda itu bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan  your starting line. Garis start para wisuda dan awal perjuangan. Ingat,lulusan perguruan tinggi (PT) tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga kepada masyarakat.</p>
<p>Indonesia butuh generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tapi juga mampu ciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi Masyarakat.</p>
<p>Dr.Sandiaga Salahuddin Uno,B.B.A.,M.B.A (Bang Sandi) mengingatkan itu saat orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas YARSI Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.</p>
<p>Tidak itu saja, para wisuda Universitas Yarsi sebagai generasi muda Indonesia harus mampu menjawab tantangan zaman dengan kompetensi, karakter, dan kontribusi nyata. “Ilmu dari bangku kuliah perlu diwujudkan jadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.” tutur Bang sandi</p>
<p>Mengutip laporan World Economic Forum 2025, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Joko Widodo menyebut, sekitar 30 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan berubah atau menjadi usang tahun 2030.</p>
<p>Kondisi itu, menuntut lulusan PT agar terus beradaptasi dan mengembangkan kemampuan melalui pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.</p>
<p>&#8220;Lifelong learning, belajar sepanjang hayat, jadi kunci daya saing kita,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Bang Sandi yang juga jadi Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Joko Widodo diacara ini banyak menyampaikan wawasan dan pencerahan. Diantaranya menekankan para wisudawan harus memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat serta mampu menghasilkan solusi memberikan manfaat bagi banyak orang.</p>
<p>Kedua, menerapkan prinsip tiga si, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ketiga, memahami kesuksesan harus dilandasi karakter kuat, termasuk kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab.Keempat, <em>empathy must create impact</em>, artinya empati harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi manusia, lingkungan, dan kesejahteraan. Kelima, <em>build legacy, not just career</em>, yakni membangun warisan kebaikan, bukan sekadar mengejar karier. Prinsip ini perlu diwujudkan lewat empat as, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.</p>
<p>Pada kesempatan sama Rektor Universitas Yarsi,Prof.Dr.Ratna Sitompul, Sp.M(K), Subsp.I.I. (Prof Ratna),menyatakan,Universitas Yarsi ingin menghasilkan insan-insan yang tidak hanya unggul di bidang pengetahuan, tetapi juga jujur dalam perkataan, amanah dalam pekerjaan, adil dalam keputusan, dan rendah hati dalam keberhasilan, serta berani membela kebenaran.</p>
<p>Terkait riset , Universitas Yarsi memperkuat riset dan pendanaan penelitian bidang kedokteran. Penelitian merupakan bagian penting dari Caturdharma Universitas Yarsi . Karena itu, penguatan riset dan pendanaan penelitian menjadi salah satu agenda besar dalam pengembangan universitas.</p>
<p>Prof Ratna  juga mengungkapkan, universitas telah memiliki Lembaga Penelitian (Lemlit) dengan berbagai kelompok riset serta didukung sarana dan prasarana laboratorium yang terus dikembangkan.  Seperti laboratorium genomik, herbal, halal, telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center.</p>
<p>Khusus penelitian kedokteran, Universitas Yarsi  dalam dua tahun terakhir telah melakukan penambahan peralatan laboratorium dengan investasi Rp10 miliar atau Rp5 miliar per tahun,</p>
<p>Dosen-dosen juga didorong melakukan riset dan melanjutkan pendidikan. “Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri. “ cakapnya</p>
<p>Terhadap penelitian dilakukan para dosen ,Yayasan Yarsi  bantu publikasinya,” ujar Prof Ratna.</p>
<p>Lebih jauh, Ibu Rektor menegaskan perhatian Yarsi pada riset merupakan komitmen mengikuti perkembangan dunia dan memperkuat internasionalisasi PT</p>
<p>Menurut Alumnus Doktor Universitas Indonesia ini, untuk penelitian Yarsi setiap tahun menyediakan 6 miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet.</p>
<p>Selain penelitian bidang kedokteran, Yarsi mempunya laboratorium Halal Research Center (HRC) dengan peralatan canggih. Ini membedakan dengan kampus lain.</p>
<p>Laboratorium ini sering dikunjungi dan jadi primadona. Setiap tamu telah berkunjung, semuanya kagum dan takjub terhadap keberadaan HRC.</p>
<p>Tamu itu berasal dari dalam dan luar negeri, seperti dari badan usaha milik negara, pemerintah dan swasta, perorangan atau group, termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS).</p>
<p>Para tamu mengatakan bahwa Universitas Yarsi punya laboratorium HRC yang luar biasa dan futuristic.&#8221; Insya Allah bertekad Yarsi jadi pendekar riset terwujud,&#8221; tegas Prof Ratna.</p>
<p>Ditambahkannya, sejak awal 2026, Universitas Yarsi telah membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Pembinaannya dilakukan oleh FKUI. Jadi, apabila ada bidang yang dosen atau tenaga pengajarnya masih terbatas dan membutuhkan pembinaan dari fakultas lain, misalnya bidang psikosomatik, kita bisa bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan menjalani kegiatan bersama para residen FKUI,” jelas Prof Ratna.</p>
<p>Program pendidikan dokter spesialis penyakit dalam dipilih berdasarkan pertimbangan jumlah tenaga pengajar yang memadai. Untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis atau program Sp-1, jelas Prof Ratna, tenaga pendidiknya harus memenuhi persyaratan kualifikasi tertentu, termasuk memiliki kompetensi spesialis yang lebih tinggi sesuai ketentuan pendidikan.</p>
<p>“Kami sudah punya lima dosen spesialis yang diperlukan mendukung program ini. Tidak semua fakultas kedokteran memiliki kesiapan tenaga pengajar seperti itu,” kata Prof Ratna</p>
<p>Kini program penyakit dalam diprioritaskan terlebih dahulu karena pemerintah menyediakan skema percepatan atau fast track untuk program tersebut. Setelah itu, kami akan melanjutkan persiapan program spesialis anak dan bedah secara bertahap,” terang Prof Ratna.</p>
<p>Ke depan, Yarsi berencana buka program spesialis lainnya. Seperti program spesialis bedah dan spesialis anak. “Persiapannya sudah sekitar 75 persen.”jelas Prof Ratna.</p>
<p>Kembali pada Wisuda Universitas Yarsi semester ganjil tahun akademik 2025–2026 kali ini Sebanyak 322 wisudawan mengikuti prosesi tersebut. Dari jumlah itu, 64 orang merupakan lulusan Sekolah Pascasarjana berasal dari Program Studi Doktor Biomedis, Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, Magister Biomedis, dan Magister Administrasi Rumah Sakit.(Usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Tuan Rumah LKMM Mahasiswa Kedokteran, Bang Sandi Beri Jurus Jadi Pemimpin</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-tuan-rumah-lkmm-mahasiswa-kedokteran-bang-sandi-beri-jurus-jadi-pemimpin?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yarsi-tuan-rumah-lkmm-mahasiswa-kedokteran-bang-sandi-beri-jurus-jadi-pemimpin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29233</guid>

					<description><![CDATA[Adik-adik mahasiswa, sebelum belajar leadership (kepemimpinan) kita harus pastikan punya mindset (pemikiran) seorang leader (pemimpin ). Yaitu ,bisa memberikan inspirasi pada orang-orang sekitar kita. Bukan hanya bicara Belajar leadership harus [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Adik-adik mahasiswa, sebelum belajar leadership (kepemimpinan) kita harus pastikan punya mindset (pemikiran) seorang leader (pemimpin ). Yaitu ,bisa memberikan inspirasi pada orang-orang sekitar kita. Bukan hanya bicara</p>
<p>Belajar leadership harus membangun trust dan berkontemplasi ( pemikiran mendalam dan perhatian penuh pada suatu ide, masalah, atau nilai spiritual). Leader harus mengambil keputusan cepat dengan analisa mendalam .</p>
<p>“Dengan mindset terlatih dan bertanya pada diri, kita akan membangun instink ,paham mana keputusan benar  akhirnya saat jadi pemimpin tidak salah,” ujar  Dr.Sandiaga Salahuddin Uno,BBA,MBA  (Bang Sandi) memberikan jurus jadi pemimpin pada acara Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Mahasiswa Kedokteran Wilayah II 2026 , , Jumat ,9 Oktober 2026. di Universitas Yarsi.</p>
<p>Bang Sandi dalam perhelatan ini banyak memberikan wawasan dan pencerahan kepada peserta. Diantara yang diingatkan, sebelum mengambil keputusan, kita tidak bisa hanya mengikuti insting seperti mengikuti apa yang menjadi opini publik atau pandangan netizen yang budiman..</p>
<p>Disini saatnya kita harus bisa memisahkan berfikir kritis dan objektif. Melihat fakta berbeda-beda harus diverifikasi atau tabayun . dari situlah seorang leader akan membangun opini berdasarkan fakta dan interpretasi, tentu dikuatkan oleh asumsi-asumsi,” tutur Menteri Pariwisata era Presiden Jokowi.</p>
<p>Terkait suatu lembaga atau institusi, seorang pemimpin saat mengambil keputusan akan banyak retorika yang masuk. Karena itu seorang pemimpin harus bisa memperbaharui keputusan  dari para pemimpin terdahulu .Yang baik ditingkatkan , kurang diperbaiki dan yang lambat dipercepat. “Tentunya semua itu harus menggunakan data-data dan hasil riset. serta harus cerdas mengelola emosi,” cakap Wakil Gubenur DKI Jakarta era Gubenur Anis Baswedan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-29236" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-1400x788.png" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-1400x788.png 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-711x400.png 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-768x432.png 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-1536x864.png 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/10/Yarsi-Tuan-Rumah-LKMM-Mahasiswa-Kedokteran-Bang-Sandi-Beri-Jurus-Jadi-Pemimpin1-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Selanjutnya, kepada adik-adik mahasiswa yang pernah mengalami kegagalan, akan meraih kesuksesan lebih dulu. Pasalnya sudah berani mencoba. Dengan kegagalan itu sudah terntu akan intropeksi diri dan yangakan dilakukannnya yang lebih baik, alias jatuh lalu bangun. Gagal itu bagian kesuksesan dan merupakan anak tangga menuju kesuksesan,,Sukses itu kombinasi persiapan matang, kerja keras, dan hasl belajar dari kegagalan. “ Adik-adik mahasiswa saya doakan jadi pemimpin dan sukses,” tutup Bang Sandi.</p>
<p>Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof.Dr.dr. Ratna Sitompul,Sp.M(K).,Subsp I.I (Prof Ratna) menyatakan terima kasih kepada panitia LKMM Mahasiswa Kedokteran Wilayah II 2026 untuk mepercayakan Universitas Yarsi sebagi tuan rumah.</p>
<p>Membahasi kepemimpinan, Prof Ratna mengatakan, sebelum kita mempin orang lain.memimpin pasien atau memimpin tim perawatan ,sebagai mahasiswa kedokteran harus bisa memimpin diri sendiri. Ini perlu ditelaah , agar kita tidak melakukan hal-hal yang salah.</p>
<p>Kini Posisi dokter di Indonesia perlu ditelaah kembali. Meskipun distribusi tak merata tapi ada sesuatu yang bisa dan tidak dilakukan adalah industri kesehatan</p>
<p>Pelayanan Kesehatan saat ini dikemudikan industri kesehatan (rumah sakit ataupun industri obat). Harus memahami kondisi ini sebelum mengambil keputusan. Walaupun kini dokter disorot Masyarakat, ada saja teman-teman dokter yang masyarakat  nirempati(empatinya taka ada) saat sangat kencang</p>
<p>“Karena itu pelajari kepemimpinan  dan memanage yang baik, diri kita, pendidikan, keluarga dan pasien kita,”pesan Prof Ratna</p>
<p>Lebih jauh keberadaan dirumah sakit itu sangat penting, jadi belajarnya tidak bisa saat punya masalah, belajar mulai sekarang (saat jadi mahasiswa kedokteran) kita melihat apa yang dimiliki untuk mampu memimpin diri kita sendiri, memimpin keluarga , teman dan pasien kita. “Saya berharap pertemuan ini jadi suatu bekal nanti setelah lulus jadi dokter dan semuanya meraih gelar dokter,” tutup Rektor Universitas Yarsi.</p>
<p>Perhelatan kali ini luar biasa, selain Rektor hadir Sekretaris Universitas,dr.Dicky Budiman, MSc.PH.PhD, Wakil Rektor I,Dr.Rifqatussa’adah,S.K.M.,M.Kes, Wakil Rektor II, Ahmad Rusdan H.Utomo,Ph.D dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Prof.dr.Pratiwi Sudarmono.Ph.D (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas YARSI Perkuat Riset dan Siap Buka Rumah Sakit Pendidikan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/universitas-yarsi-perkuat-riset-dan-siap-buka-rumah-sakit-pendidikan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=universitas-yarsi-perkuat-riset-dan-siap-buka-rumah-sakit-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:27:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=29230</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, investor.id – Universitas Yarsi memperkuat riset dan pendanaan untuk penelitian di bidang kedokteran. Sejalan dengan rencana itu, Yayasan Yarsi yang menaungi universitas dan rumah sakit juga akan membangun empat [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, investor.id – Universitas Yarsi memperkuat riset dan pendanaan untuk penelitian di bidang kedokteran. Sejalan dengan rencana itu, Yayasan Yarsi yang menaungi universitas dan rumah sakit juga akan membangun empat rumah sakit pendidikan sebagai upaya menambah jumlah dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>“Penelitian merupakan bagian penting dari Caturdharma Universitas YARSI. Karena itu, penguatan riset dan pendanaan penelitian menjadi salah satu agenda besar dalam pengembangan universitas. Di usia yang telah mencapai 59 tahun, Universitas YARSI terus melakukan investasi dalam pengembangan ekosistem penelitian,” kata Rektor Universitas YARSI, Prof Dr dr Ratna Sitompul, SpM(K), Subsp.I.I. di sela wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Yarsi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).</p>
<p>Prof Ratna mengungkapkan, universitas telah memiliki Lembaga Penelitian (Lemlit) dengan berbagai kelompok riset serta didukung sarana dan prasarana laboratorium yang terus dikembangkan.  Seperti laboratorium genomik, herbal, halal, telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center.</p>
<p>“Khusus untuk penelitian bidang kedokteran, Universitas YARSI dalam dua tahun terakhir telah melakukan penambahan peralatan laboratorium dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar atau Rp5 miliar per tahun,” ungkap Prof Ratna.</p>
<p>Selain itu, lanjut Prof Ratna, dosen-dosen didorong melakukan riset dan didorong melanjutkan pendidikan. Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri. “Tentu di Universitas YARSI para dosen pasti melakukan penelitian dan Yayasan YARSI membantu publikasinya,” ujar Prof Ratna.</p>
<p>Lebih jauh, Ibu Rektor menegaskan perhatian YARSI terhadap penelitian merupakan bagian dari pelaksanaan Caturdharma, sekaligus bentuk komitmen untuk mengikuti perkembangan dunia dan memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.</p>
<p>Menurut Alumnus Doktor Universitas Indonesia ini, dalam melakukan penelitian YARSI setiap tahun menyediakan 6 miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet. &#8220;Akreditasi Unggul telah diraih dan tekad YARSI jadi pendekar penelitian Insya Allah terwujud,&#8221; tutur Prof Ratna.</p>
<p>Selain penelitian bidang kedokteran, Universitas YARSI mempunya laboratorium Halal Research Center (HRC) dengan peralatan canggih. Ini membedakan dengan kampus lain.</p>
<p>Laboratorium ini sering dikunjungi dan jadi primadona. Setiap tamu telah berkunjung, semuanya kagum dan takjub terhadap keberadaan HRC. Tamu itu berasal dari dalam dan luar negeri, seperti dari badan usaha milik negara, pemerintah dan swasta, perorangan atau group, termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS).</p>
<p>&#8220;Para tamu mengatakan bahwa Universitas YARSI memiliki laboratorium HRC yang luar biasa dan futuristic,&#8221; kata Prof. Ratna.</p>
<p>Yang istimewa lagi di Universitas YARSI peserta didik diberikan ruhul Islam setiap semester dan terintegrasi, sehingga melahirkan sarjana intelektual yang kokoh taqwanya kepada Allah Swt. dan bermanfaat bagi banyak orang. “Akhirnya, insya Allah program studi terakreditasi unggul terus bertambah, internasional pun demikian, tentunya akan menjadi kampus berdampak. Alhamdulillah,” ujar Prof Ratna.</p>
<p><strong>Penelitian Genomik dan Stem Cell</strong></p>
<p>Prof Ratna mengatakan, Universitas Yarsi melakukan penelitian di berbagai bidang. Salah satu yang saat ini cukup berkembang adalah pusat penelitian stem cell atau sel punca. Pusat penelitian stem cell ini tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pada pelayanan.</p>
<p>“Persyaratannya sangat ketat. Insyaallah, mungkin pada akhir Januari nanti, kita sudah bisa melangkah ke tahap berikutnya,” kata Prof Ratna.</p>
<p>“Pengembangan pusat stem cell ini membutuhkan investasi yang cukup besar. Selain itu, kita juga mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, termasuk penelitian genomic. Penelitian genomik memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk memahami berbagai penyakit,” kata dia.</p>
<p>Sebagai contoh, papar Prof Ratna, genomic untuk penyakit diabetes. Diabetes memiliki dua tipe utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 berkaitan dengan gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas, yaitu sel yang memproduksi insulin.</p>
<p>Padahal, sistem kekebalan tubuh seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari berbagai ancaman. Dalam kondisi autoimun, sistem tersebut justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Akibatnya, produksi insulin menjadi sangat berkurang atau berhenti, sehingga pasien diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin jangka panjang.</p>
<p>“Melalui penelitian genomik, kita dapat mempelajari faktor genetik yang berperan dalam terjadinya penyakit tersebut,” ujar dia.</p>
<p>Penelitian serupa juga dapat dilakukan pada kanker. Misalnya, ketika seorang ibu menderita kanker, anaknya mungkin bertanya apakah dirinya juga berisiko mengalami penyakit yang sama.</p>
<p>“Melalui penelitian genomik, kita dapat mempelajari faktor genetik yang berkaitan dengan risiko kanker. Namun, adanya riwayat kanker dalam keluarga tidak berarti bahwa keturunannya pasti akan mengalami penyakit yang sama. Risiko tersebut bergantung pada jenis kanker, faktor genetik, dan faktor lainnya,” tegas dia.</p>
<p>Ketua pembina Yayasan Yarsi, Prof dr Jurnalis Uddin,PAK memaparkan, penelitian genomik ini terus berkembang.</p>
<p>“Salah satu hal yang terutama kita butuhkan adalah peralatan canggih yang disebut next-generation sequencing (NGS). Dengan teknologi ini, kita dapat melakukan pengurutan genom manusia untuk mempelajari susunan DNA dan mengidentifikasi variasi genetik yang mungkin berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, kanker, dan penyakit-penyakit langka,” kata Prof Jurnalis.</p>
<p>Bayangkan, kata Prof Jurnalis, tubuh manusia memiliki sangat banyak sel, sementara genom manusia tersusun atas sekitar tiga miliar pasangan basa DNA. Susunan DNA ini dapat diibaratkan seperti bahasa yang memiliki urutan dan pola tertentu. “Melalui penelitian, kita berusaha mengidentifikasi bagian-bagian yang memiliki variasi atau perubahan,” ujar dia.</p>
<p>Prof Jurnalis menjelaskan, dalam DNA terdapat empat basa utama, yaitu adenin (A), timin (T), guanin (G), dan sitosin (C). Perbedaan pada satu basa DNA dapat disebut single-nucleotide variant (SNV). Setiap orang memiliki variasi genetik yang berbeda. Sebagian besar DNA manusia memiliki kesamaan, sedangkan sebagian kecil menunjukkan variasi antarmanusia.</p>
<p>“Variasi inilah yang menjadi salah satu objek penelitian genomik untuk memahami karakteristik individu dan kaitannya dengan risiko penyakit. Selain variasi pada satu basa, terdapat pula variasi genetik lainnya, termasuk perubahan jumlah salinan atau bagian DNA tertentu. Untuk mempelajarinya, kita membutuhkan teknologi yang memadai dan tenaga ahli yang memahami analisis genom,” jelas Prof Jurnalis.</p>
<p>Penelitian genomic, kata Prof Jurnalis, juga berkaitan erat dengan pengembangan personalized medicine atau kedokteran yang dipersonalisasi.</p>
<p>Saat ini, ketika seseorang berobat, dokter akan memberikan obat berdasarkan diagnosis dan kondisi pasien. Namun, respons setiap orang terhadap obat yang sama bisa berbeda. Ada yang cocok dengan obat tersebut, ada pula yang membutuhkan penyesuaian dosis atau jenis obat.</p>
<p>“Ke depannya, kita berharap pengobatan dapat semakin disesuaikan dengan karakteristik masing-masing individu, termasuk faktor genetik, kondisi kesehatan, dan respons terhadap obat. Dengan demikian, pemilihan obat dan penentuan dosis dapat dilakukan secara lebih tepat untuk setiap pasien. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mengurangi risiko efek samping,” kata Prof Jurnalis.</p>
<p>YARSI, lanjut Prof Jurnalis, juga bekerja sama dengan para peneliti yang memiliki keahlian khusus di bidang genomik. Kolaborasi ini penting karena penelitian genom membutuhkan kompetensi khusus, baik dalam pengumpulan dan pengolahan data maupun dalam interpretasi hasilnya.</p>
<p><strong>Dukungan Pendanaan dan Insentif bagi Peneliti</strong></p>
<p>Alhamdulillahnya, kata Prof Jurnalis, para peneliti di sini juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan penelitian melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk dukungan dari Australia dan sumber pendanaan penelitian lainnya.</p>
<p>“Kita berupaya agar penelitian yang dilakukan memiliki fokus yang jelas, termasuk penelitian genomik yang berkaitan dengan berbagai penyakit dan kebutuhan kesehatan di Indonesia. Selain dukungan pendanaan penelitian, kita juga berusaha memberikan insentif kepada peneliti, termasuk peneliti muda yang memiliki potensi dan fokus keahlian di bidangnya,” papar Prof Jurnalis.</p>
<p>Dalam skema yang sedang dikembangkan, peneliti berpeluang memperoleh insentif yang nilainya dapat mencapai sekitar US$3.500, sesuai ketentuan program yang berlaku.</p>
<p>Di YARSI, terdapat pula rencana dukungan dari donor yang berasal dari Amerika Serikat. Dukungan seperti ini penting karena penelitian tidak mungkin berkembang tanpa pembiayaan yang memadai.</p>
<p>Selain itu, tersedia skema anggaran penelitian yang memberikan ruang bagi peneliti untuk mengembangkan proyeknya. Dalam skema tertentu, peneliti juga dapat memperoleh honorarium sesuai dengan ketentuan anggaran dan proyek yang disetujui.</p>
<p>Dengan demikian, setiap kali memperoleh proyek penelitian, peneliti memiliki dukungan untuk menjalankan penelitian sekaligus mendapatkan kompensasi sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>“Kita memang ingin sangat mendukung kegiatan penelitian. Harapannya, dengan dukungan fasilitas, pendanaan, kolaborasi, dan insentif yang memadai, semakin banyak penelitian berkualitas yang dapat dikembangkan di YARSI,” harap prof Jurnalis</p>
<p><strong>Rencana Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan</strong></p>
<p>Rencananya, Yayasan Yarsi juga memiliki rencana untuk mengembangkan empat rumah sakit pendidikan di wilayah Jakarta, yaitu Jakarta Selatan, Barat, Timur, dan Utara.</p>
<p>“Saat ini, kita baru memiliki rumah sakit sendiri di Jakarta Pusat. Sebelumnya, kita sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit pendidikan dan rumah sakit mitra lainnya, termasuk di wilayah Pelabuhan, Garut, dan Cilegon,” ungkap Prof Ratna.</p>
<p>Ke depannya, setelah memiliki rumah sakit sendiri, Yarsi berencana mengembangkan fasilitas tambahan. “Kita akan melanjutkan pengembangan di Jakarta karena saat ini rumah sakit kita baru berada di Jakarta Pusat. Ada rencana untuk mengembangkan fasilitas di Jakarta Barat, meskipun investasi yang dibutuhkan cukup besar. Insyaallah, kita akan terus mengupayakan pengembangan tersebut,” ungkap Prof Ratna.</p>
<p>Sejak awal 2026, Universitas Yarsi telah membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Pembinaannya dilakukan oleh FKUI. “Kita bekerja sama dengan rumah sakit mitra, termasuk RSKNI dan rumah sakit di kawasan Pasar Blok M. Namun, pembina utamanya adalah FKUI. Jadi, apabila ada bidang yang dosen atau tenaga pengajarnya masih terbatas dan membutuhkan pembinaan dari fakultas lain, misalnya bidang psikosomatik, kita bisa bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan menjalani kegiatan bersama para residen FKUI,” jelas Prof Ratna.</p>
<p>Program pendidikan dokter spesialis penyakit dalam dipilih berdasarkan pertimbangan jumlah tenaga pengajar yang memadai. Untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis atau program Sp-1, jelas Prof Ratna, tenaga pendidiknya harus memenuhi persyaratan kualifikasi tertentu, termasuk memiliki kompetensi spesialis yang lebih tinggi sesuai ketentuan pendidikan.</p>
<p>“Kita sudah memiliki lima dosen spesialis yang diperlukan untuk mendukung program ini. Tidak semua fakultas kedokteran memiliki kesiapan tenaga pengajar seperti itu,” kata Prof Ratna</p>
<p>Ke depan, Yarsi berencana membuka program spesialis lainnya. “ Kita sedang mempersiapkan program spesialis bedah dan spesialis anak. Persiapannya sudah sekitar 75 persen. Untuk saat ini, program penyakit dalam kita prioritaskan terlebih dahulu karena pemerintah menyediakan skema percepatan atau fast track untuk program tersebut. Setelah itu, kita akan melanjutkan persiapan program spesialis anak dan bedah secara bertahap,” tandas Prof Ratna.</p>
<div class="row"  id="row-900470384">

	<div id="col-890731022" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://investor.id/lifestyle/459398/universitas-yarsi-perkuat-riset-dan-siap-buka-rumah-sakit-pendidikan" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-1087489063" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
