<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 08:46:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wisuda 477 Lulusan, Tampilkan Prestasi dan Inovasi Global</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/wisuda-477-lulusan-tampilkan-prestasi-dan-inovasi-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 01:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24528</guid>

					<description><![CDATA[UNIVERSITAS YARSI menggelar acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 di Kampus Universitas YARSI, Jakarta, pada Sabtu (25/4). Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan perjalanan panjang [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNIVERSITAS YARSI menggelar acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 di Kampus Universitas YARSI, Jakarta, pada Sabtu (25/4). Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan perjalanan panjang YARSI yang hampir memasuki usia 60 tahun.</p>
<p>Universitas YARSI menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 di Universitas YARSI, Jakarta, pada Sabtu (25/4). Hal ini menandai capaian akademik sekaligus komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul.</p>
<p>Momentum wisuda kali ini terasa istimewa karena berlangsung di tengah perjalanan panjang YARSI yang hampir memasuki usia 60 tahun. Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, acara ini menjadi refleksi atas transformasi YARSI sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan kualitas akademik, inovasi teknologi, serta pembentukan karakter berbasis nilai.</p>
<p>Rektor YARSI, Prof Fasli Jalal, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, wisuda kali ini menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi tidak sekadar meluluskan mahasiswa, melainkan membentuk manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan kompetensi yang utuh.</p>
<p>“Kita patut bersyukur karena jumlah wisudawan periode ini cukup besar. Total wisudawan mencapai 477 orang, terdiri dari sekitar 420 sarjana dan 57 pascasarjana. Wisuda sendiri rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun,” ujarnya kepada wartawan di Universitas YARSI, Jakarta pada Sabtu (225/4).</p>
<p>Salah satu momen yang mencuri perhatian dalam wisuda kali ini adalah hadirnya wisudawan pascasarjana berusia 70 tahun. Menurut Fasli, capaian tersebut menjadi simbol nyata semangat belajar sepanjang hayat.</p>
<p>“Hal yang menarik, terdapat seorang wisudawan pascasarjana yang berusia 70 tahun. Ia menyelesaikan pendidikannya dengan penuh semangat belajar di usia lanjut. Atas dedikasinya tersebut, kampus memberikan apresiasi khusus,” katanya.</p>
<p>Fasli menjelaskan bahwa di bidang akademik khususnya Fakultas Kedokteran, YARSI mencatat prestasi membanggakan. Salah satu lulusannya berhasil meraih nilai tertinggi nasional dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan skor nyaris sempurna.</p>
<p>“Salah satu lulusan berhasil meraih nilai tertinggi nasional dalam UKMPPD dengan skor 99,99. Ini hampir sempurna dan mengalahkan berbagai universitas lainnya,” ungkap Fasli.</p>
<p>Secara keseluruhan, lebih dari 220 mahasiswa kedokteran lulus tahun ini. Mereka diharapkan segera menyelesaikan tahap koas dan dapat mengabdi sebagai dokter dalam dua tahun ke depan.</p>
<p><strong>Dorongan Internasionalisasi dan Daya Saing Global</strong></p>
<p>Dalam upaya memperluas daya saing global, YARSI terus mendorong internasionalisasi kampus melalui berbagai indikator, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa asing hingga keterlibatan dosen internasional.</p>
<p>Program summer course yang diikuti peserta dari berbagai negara seperti Eropa, ASEAN, dan Australia menjadi salah satu langkah konkret. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris mahasiswa diperkuat hingga tujuh semester.</p>
<p>“Kami juga sedang menyiapkan jalur kurikulum internasional, khususnya di Fakultas Kedokteran,” ujar Fasli.</p>
<p>Tak hanya itu, kualitas akademik YARSI juga diperkuat dengan capaian akreditasi. Sebanyak delapan program studi telah meraih predikat unggul, sementara tujuh di antaranya telah mengantongi akreditasi internasional.</p>
<p>“Dengan capaian ini, lulusan kita diharapkan lebih mudah masuk ke pasar kerja global karena standar pendidikan kita sudah setara dengan Eropa, Amerika Utara, dan Australia,” jelasnya.</p>
<p>Tak hanya unggul dalam akademik, Fasli menegaskan bahwa pendidikan di YARSI juga fokus pada pembentukan karakter yang berbasis nilai-nilai keislaman.</p>
<p>“Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu dan kompetensi, tetapi juga akhlak, integritas, kejujuran, serta semangat bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah,” tuturnya.</p>
<p>Mahasiswa juga didorong untuk memahami Al-Qur’an dan mengaitkannya dengan bidang keilmuan mereka, termasuk dalam penyusunan skripsi.</p>
<p><strong>Inovasi AI untuk Kesehatan</strong></p>
<p>Selain itu. YARSI juga menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI) di bidang kesehatan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem AI untuk membantu dokter di ruang ICU dalam menangani pasien sepsis.</p>
<p>“Dalam kondisi sepsis, pasien membutuhkan penanganan cepat dalam waktu kurang dari tiga jam. AI mampu mengolah berbagai data medis dan memberikan rekomendasi terapi antibiotik terbaik kepada dokter,” kata Fasli.</p>
<p>Lebih lanjut, inovasi lain berupa teknologi untuk mendeteksi kelainan genital pada bayi, seperti hipospadia, juga tengah dikembangkan. Teknologi ini memungkinkan tenaga kesehatan di daerah berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi secara digital.</p>
<p>Menghadapi era disrupsi, lulusan YARSI didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif, kritis, kreatif, dan solutif. Fasli menyebutkan bahwa sekitar 40 persen pekerjaan berpotensi hilang, sementara banyak pekerjaan baru belum terdefinisi.</p>
<p>“Yang akan bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling adaptif,” ujarnya.</p>
<p>Untuk mendukung akses pendidikan, Wakil Rektor 1 Universitas YARSI, Wening Sari mengatakan pihaknya juga menyediakan berbagai program beasiswa seperti KIP Kuliah, dukungan dari Baznas, serta bantuan dari perbankan syariah kepada mahasiswa berprestasi.</p>
<p>“Yayasan bahkan memberikan subsidi tambahan untuk menutup kekurangan biaya pendidikan,” tukasnya.</p>
<p><strong>Yusril: Integritas dan Etika Jadi Kunci Masa Depan</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam orasinya mengapresiasi YARSI sebagai salah satu pelopor fakultas kedokteran swasta yang unggul di Indonesia.</p>
<p>“Universitas YARSI sudah berkembang begitu pesat dan maju. Kita berharap nanti akan muncul menjadi  perguruan tinggi terkemuka di Jakarta, terutama fakultas kedokterannya,” kata Yusril.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga kontribusinya di masyarakat.</p>
<p>“Sukses atau tidaknya bukan karena dia lulus dengan cumlaude, tetapi sejauh mana dia bisa bergerak di masyarakat dan memberikan kontribusi,” ujarnya.</p>
<p>Yusril juga menekankan pentingnya keseimbangan antara dimensi ilmu, etika, dan kebangsaan.</p>
<p>“Ada dimensi epistemik, dimensi etika, dan dimensi kebangsaan. Jika salah satu diabaikan, maka transformasi hanya akan menjadi perubahan yang superfisial,” tegasnya.</p>
<p>Ia pun menyampaikan lima pesan penting bagi para lulusan, yakni terus belajar, menjaga integritas, menggunakan teknologi secara bijak, memiliki kepedulian sosial, serta tidak memisahkan profesionalisme dari etika.</p>
<p>“Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan oleh mutu manusia yang menggunakannya,” pungkasnya.</p>
<div class="row"  id="row-504374796">

	<div id="col-506894412" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://mediaindonesia.com/humaniora/886740/wisuda-477-lulusan-tampilkan-prestasi-dan-inovasi-global#google_vignette" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-235800320" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Sudah Unggul dan Internasional, Ayo Kuliah di Yarsi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-sudah-unggul-dan-internasionalterus-perkuat-join-industri-global-ayo-kuliah-di-yarsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 01:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24525</guid>

					<description><![CDATA[Di Indonesia, kini masih banyak perguruan tinggi negeri(PTN) belum unggul, apalagi punya akreditasi internasional. Begitu juga perguruan tinggi swasta (PTS), sangat sedikit. Alhamdulillah dan bersyukur itu kata layak diucapkan para [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia, kini masih banyak perguruan tinggi negeri(PTN) belum unggul, apalagi punya akreditasi internasional. Begitu juga perguruan tinggi swasta (PTS), sangat sedikit.</p>
<p>Alhamdulillah dan bersyukur itu kata layak diucapkan para mahasiswa Universitas Yarsi. Pasalnya Universitas berusia 59 tahun, kini tidak saja sudah akreditasi unggul, juga sudah akreditasi internasional.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, juga Konsultan Program Internasional, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp. M (K) mengatakan, akreditasi internasional relative mahal. Karena salah satu cara investasi strategis dari perguruan tinggi. Biaya dikeluarkan sebanding dengan peningkatan kualitas, daya saing lulusan, dan kepercayaan publik dalam jangka panjang.</p>
<p>Akreditasi adalah jaminan sistem mutu.Terakreditasi internasional berarti kualitas pendidikan telah memenuhi standar lembaga akreditasi internasional.</p>
<p>Menurut Prof.Ratna, indikator suksesnya akreditasi internasional antara lain, lulusan kompetitif dan terserap kerja, jejaring internasional aktif, peningkatan reputasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Untuk Yarsi, akreditasi internasional adalah alat, bukan tujuan akhir , dan jaga konsistensi kualitas,” tegas Prof Ratna,Senin lalu di Jakarta, saat  ditanya akreditasi suatu kampus.</p>
<p>Kini Universitas Yarsi selain sudah unggul juga memiliki 7 program studi(prodi) yang terakreditasi FIBAA, yaitu prodi S1 Manajemen,  S1 Akuntansi, S2 Magister Manajemen (MM), S1 Ilmu Hukum , S2 Magister Kenotariatan (MKn), S1 Psikologi dan S1 Perpustakaan dan Sains Informasi.</p>
<p>Pada tahun 2023 baru 4 prodi terakreditasi FIBAA melalui Hibah Fasilitasi, dan menjadi 7 prodi tahun 2026. Ke depan, Universitas Yarsi akan terus mengembangkan akreditasi internasional  relevan dengan karakter masing-masing prodi , serta memperkuat kerja sama dengan industri dan institusi global.</p>
<p>Menurut Prof Ratna ,lewat langkah ini, Yarsi optimis dapat meningkatkan kepercayaan dan berdampak kepada masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan memiliki akreditasi internasional,Yarsi telah memenuhi standar lembaga akreditasi internasional (FIBAA). Hal ini memastikan proses pendidikan  berjalan sesuai standar global.</p>
<p>Secara tidak langsung akreditasi ini juga memastikan kampus (Universitas Yarsi) telah memenuhi berbagai aspek utama, yaitu capaian pembelajaran terukur, dosen kompeten dan terus berkembang, kurikulum adaptif terhadap perkembangan global, fasilitas pendukung yang memadai, serta tata kelola transparan dan akuntabel.</p>
<p>“Selain itu, integrasi nilai-nilai keislaman dalam kerangka Caturdharma jadi ciri khas membentuk lulusan unggul dan berkarakter,”tutur Alumnus Doktor Universitas Indonesia.</p>
<p>Lebih jauh, Universitas Yarsi memandang akreditasi internasional bukan sekedar memperoleh sertifikat. Melainkan sebagai fondasi untuk peningkatan mutu berkelanjutan alias jaga konsistensi Kualitas.</p>
<p>Setelah memperoleh akreditasi, prodi  tetap berada dalam pemantauan dan evaluasi berkala, sehingga standar telah dicapai tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan.</p>
<p>“Jadi ada monitoring berkala dan kewajiban pelaporan memastikan prodi jalankan prinsip<em> continuous improvement</em>,” terang Ibu Prof berhijab.</p>
<p>Selanjutnya, akreditasi itu fondasi. Ranking dan reputasi meningkat jika diikuti oleh <em>outcome </em>nyata sehingga lulusan terserap kerja, kolaborasi internasional aktif, publikasi meningkat, dan kontribusi ke masyarakat. “Jadi kuncinya adalah menghubungkan akreditasi dengan dampak,” cakap Prof Ratna juga pendidik..</p>
<p>Ditambahkannya, Universitas Yarsi kini berada pada fase penting mentransformasikan capaian kualitas menjadi reputasi yang lebih luas di Masyarakat. Caranya Yarsi menekankan pada manfaat nyata bagi lulusan, seperti kesiapan kerja, daya saing global, dan peluang pengembangan karier.</p>
<p>Dalam menghadapi dinamika global, Yarsi juga terus mendorong peningkatan kapasitas dosen.</p>
<p>Tentu termasuk dalam publikasi ilmiah dan kolaborasi internasional (wajib publikasi internasional). Namun pendekatan digunakan bersifat proporsional dan bertahap, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat</p>
<p>⁠lebih luas lagi, dengan diraihnya akreditasi internasional kurikulum tidak harus menggunakan bahasa inggris penuh.Terpenting adanya dimensi internasional dalam kurikulum. penggunaan bahasa Inggris dapat diperkuat secara bertahap.Terutama pada kelas internasional atau modul tertentu dalam kurikulum</p>
<p>Universitas Yarsi meyakini, memiliki akreditasi internasional ada tantangan, berupa perubahan budaya kerja prodi. Dari yang administratif menjadi berbasis mutu dan evidence. “Ini butuh komitmen seluruh sivitas akademika,”seru Prof Ratna juga klinisi..</p>
<p>Kini dengan memiliki akreditasi Internasional sumber daya manusia (dosen dan tendik) Universitas Yarsi terus melakukan pelatihan berkelanjutan, peningkatan kompetensi dosen, exposure internasional, serta penguatan sistem kerja berbasis standar global.</p>
<p>Prof Ratna menandaskan, akreditasi internasional bukan sekadar pencapaian sesaat. Justru dirancang menjaga konsistensi kualitas.</p>
<p>Kini Universitas Yarsi sudah unggul ,akreditasi internasional dan terus perkuat join industri global, membuat orang tua dan calon mahasiswa yakin Yarsi tempat yang tepat meraih masa depan. Ayo jadi mahasiswa Yarsi, Segera daftar.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Rupiah: Refleksi 28 Tahun Reformasi dan Tantangan Geopolitik Baru</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/menjaga-rupiah-refleksi-28-tahun-reformasi-dan-tantangan-geopolitik-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24501</guid>

					<description><![CDATA[MENGENANG Mei 1998 bagi seorang ekonom moneter adalah melihat sebuah luka pedih dalam sejarah mata uang kita. Saat itu, rupiah terjun bebas dari kisaran Rp2.500 ke kisaran Rp16.000-Rp17.000 per dolar [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MENGENANG Mei 1998 bagi seorang ekonom moneter adalah melihat sebuah luka pedih dalam sejarah mata uang kita. Saat itu, rupiah terjun bebas dari kisaran Rp2.500 ke kisaran Rp16.000-Rp17.000 per dolar AS hanya dalam hitungan bulan.</p>
<p>Hari ini, 28 tahun sejak gelombang reformasi itu bermula, kita kembali melihat rupiah berada di level yang secara nominal tampak mirip, namun tentu dengan anatomi masalah yang sangat berbeda. Mengidentifikasi rupiah hari ini hanya dari angka nominalnya mungkin merupakan kekeliruan fatal. Kita tidak sedang berada dalam krisis kepercayaan sistemik seperti dulu; kita sedang menavigasi badai global yang jauh lebih kompleks di tahun 2026 ini.</p>
<p>Ketidakpastian global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah telah mengubah peta risiko secara drastis. Lonjakan harga minyak dunia bukan hanya mengancam inflasi global, tetapi juga mempersempit ruang bagi bank sentral dunia untuk menurunkan suku bunga.</p>
<p>Di tengah situasi ini, Indonesia berdiri dengan fundamental yang jauh lebih kokoh. Cadangan devisa kita pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan &#8220;peluru&#8221; yang cukup untuk memitigasi dampak rambatan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar dari volatilitas yang berlebihan.</p>
<p><strong>Sinergi sebagai Benteng Pertahanan</strong></p>
<p>Akar persoalan rupiah saat ini bukanlah rapuhnya perbankan domestik, melainkan tekanan pada neraca pembayaran akibat aliran modal keluar (net outflows) yang mencapai 1,6 miliar dolar AS pada Maret 2026. Namun, yang menarik adalah bagaimana otoritas kita merespons.</p>
<p>Berbeda dengan era 1998 yang penuh kepanikan, saat ini kita melihat sinergi yang sangat erat antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan. Pemerintah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.</p>
<p>Fokus kebijakan fiskal 2026 tetap pada penguatan fundamental melalui investasi publik yang memiliki multiplier effect besar, seperti pengembangan kawasan ekonomi baru di Kalimantan yang dirancang untuk mendukung transformasi ekonomi nasional. Di sisi lain, Bank Indonesia memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market.</p>
<p>Penggunaan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara efektif menarik aliran masuk investasi portofolio asing dengan menawarkan imbal hasil yang kompetitif di tengah tingginya ketidakpastian. Ini adalah langkah elegan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga tanpa harus menguras cadangan devisa secara ugal-ugalan.</p>
<p>Namun, kita tidak boleh menutup mata terhadap pandangan skeptis yang menilai bahwa ketergantungan pada investasi portofolio (hot money) membuat rupiah rentan terhadap pembalikan modal mendadak. Pandangan ini ada benarnya, namun gagal melihat gambaran besarnya.</p>
<p>Otoritas moneter kita kini lebih cerdik dengan mengoptimalkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan hilirisasi. Artinya, stabilitas rupiah tidak hanya dijaga di pasar uang, tetapi juga di &#8220;sektor riil&#8221; agar ekonomi tetap tumbuh di atas 5,1% pada tahun 2026 meski dunia melambat.</p>
<p><strong>Menatap Enam Bulan ke Depan </strong></p>
<p>Prediksi untuk enam bulan ke depan menunjukkan bahwa tekanan belum akan mereda sepenuhnya. Inflasi global diproyeksikan meningkat dari 3,8% menjadi 4,1%. Bagi rumah tangga di Indonesia, ini berarti harga barang impor atau barang yang berbasis energi mungkin akan mengalami penyesuaian.</p>
<p>Di sinilah peran krusial sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) untuk memastikan ekspektasi masyarakat tetap terkendali. Kepercayaan pasar adalah komoditas yang mahal dan ia dibangun dari transparansi serta konsistensi kebijakan.</p>
<p>Kita juga melihat langkah progresif dalam digitalisasi pembayaran lintas negara, seperti peluncuran QRIS antarnegara dengan Korea Selatan pada April 2026. Langkah ini secara implisit mengurangi ketergantungan kita pada mata uang utama dunia dalam transaksi ritel regional, yang dalam jangka panjang akan memperkuat kedaulatan rupiah. Ini adalah bentuk inovasi yang tidak pernah terbayangkan 28 tahun lalu.</p>
<p><strong>Penutup </strong></p>
<p>Rupiah adalah cermin dari daya tahan ekonomi bangsa. Stabilitasnya saat ini adalah buah dari disiplin fiskal dan ketajaman moneter yang telah melewati ujian berat berkali-kali. Tantangan 2026 memang menantang, dengan geopolitik dan fragmentasi perdagangan global di depan mata.</p>
<p>Namun, selama sinergi antara otoritas terjaga dan kepercayaan publik dirawat melalui kebijakan yang manusiawi, rupiah akan tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi bahtera ekonomi Indonesia. Kita telah belajar banyak dari 1998; dan pelajaran terpentingnya adalah bahwa stabilitas tidak bisa dibeli dengan kepanikan, melainkan dengan ketenangan dan strategi yang matang.</p>
<p>Pada akhirnya, menjaga rupiah bukan hanya tugas teknokrat di Kemenkeu atau BI, melainkan komitmen kolektif untuk terus menjaga stabilitas di tengah badai yang belum akan usai. Rupiah yang stabil adalah bukti bahwa kita bukan lagi bangsa yang mudah goyah oleh rumor, melainkan sebuah ekonomi yang telah dewasa dalam mengelola krisis dan peluang.</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Perdana Wahyu Santosa</strong><br />
Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, Direktur Riset GREAT Institute, dan CEO SAN Scientific</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima hal Hantavirus di kapal pesiar – sesuai WHO DONs kemarin</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lima-hal-hantavirus-di-kapal-pesiar-sesuai-who-dons-kemarin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 03:21:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24430</guid>

					<description><![CDATA[Pada 4 Mei 2026 WHO mengeluarkan “Disease Outbreak News &#8211; DONs” tentang kasus hantavirus di kapal pesiar yang banyak diberitakan media kita dan dunia, dan kita ambil lima hal untuk [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 4 Mei 2026 WHO mengeluarkan “Disease Outbreak News &#8211; DONs” tentang kasus hantavirus di kapal pesiar yang banyak diberitakan media kita dan dunia, dan kita ambil lima hal untuk jadi perhatian. Pertama, ada 7 kasus diantara 147 penumpang dan awak kapal, di mana dua kasus terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus secara laboratorium dan lima kasus statusnya suspek. Dari 7 kasus ini, tiga orang meninggal dunia, satu orang dalam keadaan gawat dan tiga lagi keluhannya relatif ringan. Ke dua, varian gejala pada pasien adalah demam, gejala gastrointestinal, lalu dengan cepat memburuk menjadi pneumonia dan keadaan gagal napas akut (“acute respiratory distress syndrome”) lalu shock. Ke tiga, kejadian hantavirus pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, faeses atau air liur dari tikus (“rodent”) yang terinfeksi hantavirus. Selain itu, walaupun jarang terjadi, memang pernah dilaporkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia, khususnya pada spesies spesifik hantavirus yang bernama Andes virus.</p>
<p>Ke empat, WHO menyatakan bahwa penanganan kasus di kapal pesiar kali ini dilakukann dalam bentuk respon terkoordinasi secara internasional karena dua hal. Pertama, kapal ini melintasi beberapa negara dan ke dua di dalam kapal ada warga negara dari 23 negara. Ke lima, sejauh ini WHO masih menyatakan bahwa risiko kejadian ini pada global secara keseluruhan adalah rendah, tetapi WHO juga menyebutkan akan terus memonitor situasi epidemiologik yang ada dan bukan tidak mungkin akan meninjau ulang tingkat risiko yang ada.</p>
<p>Kita perlu ingat bahwa di awal tahun 2025 kita mendengar berita tentang meninggalnya aktor legendaris, Gene Hackman bersama istrinya Betsy Arakawa dan anjing peliharaan mereka. Dari hasil otopsi menunjukkan bahwa Betsy Arakawa meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus, jadi sama dengan kejadian di kapal pesiar di hari-hari ini.</p>
<p>Kita juga perlu tahu bahwa kasus hantavirus sudah perna ada di Indonesia. Laman Kementerian Kesehatan RI menuliskan bahwa Indonesia pertama kali melaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Hanta pada manusia di tahun 2025 , dan sampai 4 Agustus 2025, terdapat 10 kasus konfirmasi yang dilaporkan dari provinsi DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sampai kini kita belum membaca up date data kasus hantavirus di negara kita sampai tahun 2026 ini.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan hantavirus, karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik dalam menghindari infeksi ini, termasuk menghindari kontak dengan tikus yang terinfeksi.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong><br />
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia<br />
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duka cita meninggalnya para dokter internship kita</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/duka-cita-meninggalnya-para-dokter-internship-kita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 03:45:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24338</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai berita media massa mengabarkan meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi  di awal Mei 2026, yang sedang menjalani program internship. Sebelumnya, sejak  Februari 2026 sudah ada tiga orang dokter internship lain [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Berbagai berita media massa mengabarkan meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi  di awal Mei 2026, yang sedang menjalani program internship. Sebelumnya, sejak  Februari 2026 sudah ada tiga orang dokter internship lain juga yang meninggal, jadi total ada empat yang wafat.</div>
<div></div>
<div>Kita tentu amat bersedih dengan kejadian wafatnya 4 orang  dokter yang sedang menjalani Program Internship ini, suatu program penempatan wajib sementara bagi lulusan baru sebagai tahap transisi dari pendidikan akademik menuju praktik profesional. Sedikitnya ada tiga alasan mendasar yang membuat kita amat bersedih. Pertama, tentu wafatnya seseorang -apalagi sampai empat orang- membawa kesedihan mendalam. Yang wafat tidak akan bisa kembali, keluarga dan kerabat serta dunia kedokteran Indonesia amat berduka, Ke dua, dalam berbagai kesempatan diberitakan bahwa Indonesia kekurangan dokter. Nah, kita tentu jadi amat bersedih karena di awal karier nya ke empat dokter internship ini harus kehilangan nyawa mereka, padahal kalau mereka dilindungi dengan baik maka akan memberi peran dalam pelayanan kesehatan di negara kita. Ke tiga, amat menyedihkan sekali karena wafatnya para teman sejawat ini dihubungkan dengan kerja nya dalam menjalankan program internship, sesuatu program yang harusnya membuat menjadi dokter profesional di lapangan tetapi malah merenggut nyawanya.</div>
<div></div>
<div>Saya juga ingin mengutip Jurnal internasional Medscape pada 24 April 2026 (beberapa hari yang lalu) menurunkan artikel berjudul “ The Health Worker Paradox: When Caregivers Become Patients”, yang menunjukkan beratnya tugas dan tantangan kerja dokter, antara lain jam kerja yang amat panjang, tugas jaga malam, tekanan dalam pekerjaan dll membuat kerja para dokter dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka sendiri. Di artikel ini juga ditulis tentang suasana kerja para dokter akan dapat menimbulkan stress yang tinggi dan juga kelelahan berkepanjangan (“burnout”). Keadaan ini akan berhubungan dengan kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan fisik dan mental dan menurunkan kualitas hidup, apalagi kalau sistem kerja tidak mendukung atau malah sebaliknya menekan para dokter dalam kerjanya.</div>
<div></div>
<div>Selain yang tertulis di artikel terbaru ini maka harus diingat bahwa para dokter internship kita masih muda-muda sehingga dianggap yunior di lingkungannya. Selain itu, mereka jelas punya beban untuk menyelesaikan program internship sebagai salah satu syarat untuk kemudian dapat berprofesi selanjutnya sebagai dokter di masyarakat, jadi mereka jelas memerlukan selesainya program internshipnya walau apapun  tantangan yang dihadapi.</div>
<div></div>
<div>Sehubungan kematian empat dokter internship kita maka kita mengharapkan agar para penentu kebijakan perlu memperhatikan tiga aspek penting dalam program. Pertama program untuk penjaminan mutu dan kesiapan dokter sebelum praktik mandiri. Ke dua, penentu kebijakan harus memberikan perlindungan agar pada dokter internship dapat melakukan tugasnya dengan baik, tanpa tekanan fisik dan mental yang tidak perlu. Ke tiga, selama menjalankan tugas internship maka para dokter ini juga perlu terjamin kehidupannya, jangan sampai terlantar.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Wafatnya empat orang dokter internship kita harus menjadi momentum untuk membuat program yang lebih baik, lebih bermutu, lebih manusiawi dan lebih bermartabat.</div>
<div></div>
<div>&#8212;-</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universtas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia</div>
<div>Dokter sejak 1980 dan Guru Besar Ilmu Kedokteran sejak 2008</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Basket di akhir pekan, muda dan lansia</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/basket-di-akhir-pekan-muda-dan-lansia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 03:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24335</guid>

					<description><![CDATA[Di Saptu pagi 2 Mei 2026 saya menghadiri pembukaan lapangan basket Puri Muda Indonesia, di sebuah Mall di Jakarta Utara. Ini adalah lapangan kedua sesudah di Denpasar Bali. Konsepnya memang [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Di Saptu pagi 2 Mei 2026 saya menghadiri pembukaan lapangan basket Puri Muda Indonesia, di sebuah Mall di Jakarta Utara. Ini adalah lapangan kedua sesudah di Denpasar Bali. Konsepnya memang bukan hanya lapangan basket, tetapi juga ada wellness, spa, tempat gym dll.</div>
<div></div>
<div>Sebagai Pelindung RS Puri Medika maka dalam sambutan saya sampaikan bahwa program kesehatan tidak boleh hanya dilihat untuk mengobati yang sakit, tapi yang utamanya adalah menjaga yang sehat tetap sehat. Kegiatan olahraga basket di Saptu pagi ini merupakan salah satu bentuk nyata penerapan yang sehat tetap sehat.</div>
<div></div>
<div>Setidaknya ada enam kunci menjaga kesehatan, yang terrangkum dalam CERDIK. Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok dan polusi udara, Rajin aktivitas fisik dan berolahraga (seperti yang dilakukan Saptu pagi ini), Diet yang bergizi seimbang, Istirahat yang baik dan Kelola stress.</div>
<div></div>
<div>Sebelum acara peresmian ada pertandingan basket amat seru, antara klub &#8220;Bulss&#8221; (dari Bulungan JakSel) dan klub &#8220;Mason&#8221; dari Bogor. Yang amat menarik adalah pemain basket nya berusia 60 sampai 65 tahun dan amat mahir memasukkan bola ke ring nya, bahkan dari jarak jauh sehingga mendapat nilai 3 point. Ini jadi contoh agar para Lansia harus tetap aktif olah raga, dan juga jadi panutan agar kaum muda harus terus meningkatkan kegiatan olahraganya.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8211;</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Usia 70 tahun, kemarin jalan 10 ribu langkah di Rancamaya, hari ini peresmian lapangan basket dan hari Minggu besok bersepeda dari rumah di Cilandak ke Hotel Indonesia pulang pergi</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TB dan Perempuan, Hari TB di JakSel</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tb-dan-perempuan-hari-tb-di-jaksel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 03:33:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24332</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan hari tuberkulosis (TB) sedunia pada 30 April 2026. Acara dibuka oleh Wakil Walikota Administratif Jakarta Selatan Bapak Ali Murthadho yang saya apresiasi karena sangat mendukung program [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan hari tuberkulosis (TB) sedunia pada 30 April 2026. Acara dibuka oleh Wakil Walikota Administratif Jakarta Selatan Bapak Ali Murthadho yang saya apresiasi karena sangat mendukung program pengendalian TB. Pak Wakil Walikota menjelaskan tentang perlunya menghilangkan stigma (dengan berbagai ilustrasi lapangan yang disampaikannya) dan juga menganjurkan pendekatan Cegah, Obati dan Dampingi dalam pengendalian tuberkulosis.</div>
<div></div>
<div>Dalam acara meriah yang penyelenggaranya adalah Puskesmas Kecamatan Cilandak ini maka saya ditugaskan untuk bicara berbagai aspek TB, dan saya sampaikan lima hal. Pertama penjelasan tentang penemuan bakteri penyebab TB, ke dua adalah situasi epidemiologi TN di Indonesia dan dunia, ke tiga tentang bagaimana diagnosis TB, ke empat bagaimana pengobatannya dan ke lima tentang pencegahan tuberkulosis.</div>
<div></div>
<div>Peserta acara adalah para kader TB se Jakarta Selatan, yang praktis semua adalah kaum perempuan, seperti di foto saya bersama para kader ini. Dapat disampaikan bahwa ada lima hal tentang perempuan dan TB &amp; Gender yang disampaikan pada data terbaru “WHO Global TB Report 2025”. Pertama, 35% pasien TB dunia adalah perempuan dan 11% adalah anak dan remaja, dan kaum laki-laki 54%. Data WHO ini menunjukkan bahwa di negara kita pasien TB laki-laki adalah 2,3 kali lebih banyak dari perempuan. Ke dua, keberhasilan pengobatan TB pada 31 negara dengan beban TB terbesar adalah sedikit lebih tinggi ada perempuan dan remaja putri (90%) dibandingkan laki-laki dan remaja pria (87%). Ke tiga, di dunia maka 50% kematian TB di dunia (pada yang HIV negatif) adalah kaum laki-laki, sementara angkanya untuk perempuan adalah 34% dan anak serta remaja sebesar 16%. Untuk mereka yang HIV (+) maka proporsi kematian tertinggi juga pada kaum laki-laki (51%) disusul kaum perempuan 47%.</div>
<div></div>
<div>Ke empat, disparitas gender pada TB dipengaruhi oleh tiga faktor, biologis, perilaku sosial dan norma serta peran gender. Dalam hal ini, di banyak negara maka perempuan dapat mengalami masalah dalam akses pelayanan kesehatan, baik karena aspek kultural maupun juga finansial. Ke lima, WHO menegaskan bahwa pendekatan “gender-responsive” dalam pencegahan dan penanganan TB adalah kunci amat penting untuk mencapai target dunia mengakhiri TB, dan juga tentunya di negara kita.</div>
<div></div>
<div>&#8212;-</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI</div>
<div>Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)</div>
<div>Dewan Penasehat, Stop TB Partnetrship Indonesia (STPI)</div>
<div>Badan Pengawas, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI)</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lulus Magister di usia 70 tahun </title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lulus-magister-di-usia-70-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 03:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24329</guid>

					<description><![CDATA[Pada 25 April 2026, di foto ini saya (yang berusia 70 tahun) sebagai Direktur Pascasarjana menyerahkan ijasah Magister Biomedik ke Bapak Djonady Sugiaman M.Biomed, yang juga berusia 70 tahun dan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Pada 25 April 2026, di foto ini saya (yang berusia 70 tahun) sebagai Direktur Pascasarjana menyerahkan ijasah Magister Biomedik ke Bapak Djonady Sugiaman M.Biomed, yang juga berusia 70 tahun dan diwisuda sebagai satu-satunya lulusan Universitas YARSI yang sudah berusia 70 tahun.</div>
<div></div>
<div>Tiga hal yang menarik tentang Pak Djonady ini. Pertama, rupanya di tahun 1990 sudah mendapat Master of Science dari Stockholm University. Jadi, di usia 36 tahun sudah dapat Master dari Swedia, lalu malang melintang di berbagai bidang kegiatan dan pengabdian, dan di usia 70 tahun meraih Magister lagi dan kini dari Universitas YARSI.</div>
<div></div>
<div>Ke dua, Pak Djonady punya dua anak. Yang pertama lulusan PhD dari Karolinska Institute dan yang ke dua adalah Master dari Harvard University. Jadi jejak akademik jelas menurun pada ke dua anak beliau.</div>
<div></div>
<div>Ke tiga, waktu saya tanya apa motivasi masih mau sekolah Master di usia 68 tahun dan lulus di usia 70 tahun ini, maka ada dua jawabannya. Ke satu, agar mengikuti perkembangan ilmu mutakhir dan ke dua untuk dapat menerapkan perkembangan ilmu dalam kehidupan dan kegiatan di lapangan.</div>
<div></div>
<div>Untuk Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI maka tentu kami berbesar hati dapat menjadi tempat menuntut ilmu dari berbagai kalangan, dari yang &#8220;masih muda&#8221; sampai yang sudah 70 tahun. Bagi generasi muda dan mahasiswa pada umumnya maka semangat tinggi dan lulusnya Pak Djonady di usia 70 tahun menunjukkan bahwa kita memang perlu terus belajar, tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu dan memang perkembangan ilmu pengetahuan amat pesat dan perlu kita kuasai dengan baik.</div>
<div></div>
<div>Selamat Pak Djonady MSc MBiomed, selamat sudah menorehkan prestasi dan memberi teladan bagi pendidikan anak bangsa</div>
<div></div>
<div>&#8212;-</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WAKAF MANFAAT ASURANSI, BOLEHKAH ?</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/wakaf-manfaat-asuransi-bolehkah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 10:44:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24324</guid>

					<description><![CDATA[Wakaf sebagai instrument Islamic Social Finance pada prinsipnya bisa dikolborasikan dengan Islamic Commercial Finance, implementasi yang sudah berjalan seperti Cash waqf link sukuk (CWLS), Cash waqf link deposit (CWLD), Sukuk [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wakaf sebagai instrument <em>Islamic Social Finance </em>pada prinsipnya bisa dikolborasikan dengan Islamic Commercial Finance, implementasi yang sudah berjalan seperti Cash waqf link sukuk (CWLS), Cash waqf link deposit (CWLD), Sukuk link wakaf, Wakaf saham dan lain sebagainya. Pertanyaan mendasar bolehkah wakaf dikolaborasikan dengan produk Asuransi syariah ?</p>
<p>Fatwa DSN-MUI No: 21/DSN-MUI/X/2001 Tahun 2021 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah yang mengartikan asuransi syariah (ta&#8217;min, takafulatau tadhamun) sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru&#8217;yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Konsep asuransi yang lebih komprehensif tentang asuransi syariah dapat ditemukan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian. Pasal 1 menjelaskan bahwa asuransi syariah adalah kumpulan perjanjian, yang terdiri atas perjanjian antara perusahaan asuransi syariah dan pemegang polis dan perjanjian di antara para pemegang polis, dalam rangka pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah guna saling menolong dan melindungi dengan cara, yaitu pertama, memberikan penggantian kepada peserta atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau. Kedua, memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya peserta atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya peserta dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.</p>
<p>Wakaf uang sendiri juga sudah di Fatwakan oleh Komisi Fatwa MUI : (1) Wakaf Uang (Cash Wakaf/Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. (2). Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. (3) Wakaf Uang hukumnya jawaz (boleh).</p>
<p>Berarti secara Mandiri, wakaf uang dan Asuransi syariah sudah diperbolehkan sesuai dengan FATWA MUI, terkait pertanyan bolehkan dikolaborasikan kedua produk tersebut ? Dalam hal ini,wakaf di sektor asuransi bisa mengambil tiga bentuk :</p>
<ol>
<li>Wakaf fund. Wakaf sebagai model asuransi. di mana tabarru&#8217;fund yang sekarang ada dalam asuransi syariah itu sebagai dana Mekanismenya antara lain sebelum orang ber-tabarru&#8217;, perusahaan membentuk dana wakaf, kernudian orang ber-tabarru dan dana tabarru’itu dimasukkan ke dalam dana wakaf fund, bukan tabarru&#8217;fund.</li>
<li>Wakaf polis, dimana polis yang sudah jadi dan berada di tangan pemegang polis, manfaatnya diwakafkan kepada kepada lembaga wakaf. Polis yang diterima badan atau lembaga wakaf berasal dari asuransi konvensional atau asuransi</li>
<li>Wakaf sebagai fitur produk asuransi Produk yang dibuat asuransi syariah, dimana manfaat investasi dan manfaat asuransi diniatkan untuk diwakafkan</li>
</ol>
<p>Pada konsep wakaf fund dapat diterapkan di Indonesia meskipun kendalanya cukup besar, karena ada perubahan mendasar dalam konsep perasuransian di Indonesia dan hubungan antar berbagai pihak. Selama ini, sebagaimana fatwa DSN, premi yang dibayarkan oleh nasabah dijadikan sebagai dana tabarru&#8217;atau sumbangan yang kemudian dikelola oleh asuransi yang suatu ketika dana tersebut akan diambil untuk membayar klaim kepada nasabah yang mengajukan. Dana tabarru&#8217; tersebut dapat habis tatkala jumlah kaim melebihi persediaan dana tabarru&#8217;. Karena itu fatwa DSN mengantisipasi defisit tabarru&#8217;tersebut dengan talangan yang disediakan oleh nasabah. Ketika dana tabarru&#8217;tersebut diperlakukan sebagai dana wakaf, maka dana tersebut tidak bisa digunakan untuk membayar klaim, karena dana tabarru&#8217;yang berstatus sebagai wakaf tersebut harus dijaga kelestariaannya. Pembayaran klaim asuransi diambilkan dari hasil investasi dari dana wakaf tersebut.</p>
<p>Wakaf polis dan wakaf manfaat asuransi merupakan model yang lebih fleksibel dan mudah diterapkan dan DSN-MUI telah mengesahkan kedua jenis asuransi tersebut . Wakaf asuransi jiwa syariah disebutkan dua bentuk dalam Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016, yaitu: Pertama wakaf manfaat asuransi merupakan sejumlah dana yang bersumber dari dana tabarru&#8217;yang diberikan kepada pihak yang mengalami musibah atau pihak yang ditunjuk untuk menerimanya. Manfaat tersebut yang diwakafkan kepada pihak yang ditentukan oleh wakif. Kedua, wakaf manfaat investasi merupakan sejumlah dana yang diserahkan kepada peserta program asuransi yang berasal dar kontribusi investasi peserta dan hasil investasinya.</p>
<p>Sehingga berdasarkan Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 mewakafkan manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah hukumnya boleh. Beberapa kententuan khusus yang perlu diperhatikan dalam wakaf manfaat asuransi, yaitu:</p>
<p>Pertama, pihak yang ditunjuk untuk menerima manfaat asuransi menyatakan janji yang mengikat(wa&#8217;d mulzim)untuk mewakafkan manfaat asuransi (Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 Tahun 2016)</p>
<p>Kedua, manfaat asuransi yang boleh diwakafkan paling banyak 45% dari total manfaat asuransi (Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 Tahun 2016). Ketentuan ini berdekatan dengan konsep wasiat yang berlaku hukum maksimal hibah atau wakaf setelah kematian wakif adalah 1/3 dari harta yang dimilikinya.</p>
<p>Ketiga, semua calon penerima manfaat asuransi yang ditunjuk atau penggantinya menyatakan persetujuan dan kesepakatannya (Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 Tahun 2016). Maksum (2017)menjelaskan calon penerima manfaar asuransi adalah calon pemilik manfaat tersebut.</p>
<p>Keempat, ikrar wakaf dilaksanakan setelah manfaat asuransi secara prinsip sudah menjadi hak pihak yang ditunjuk atau penggantinya (Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 Tahun 2016).</p>
<p>Mari terus kita kolaborasikan Wakaf uang dengan Islamic Commercial untuk keberkahan Bersama</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Nurul Huda</strong><br />
Wakil Rektor Universitas YARSI/Ketua Umum ILUNI KWTTI UI/Ketua Lembaga Wakaf MES/Ketua Umum KMSP</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangkar yang Bergeser: Navigasi Rupiah di Tengah Gejolak Global</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/jangkar-yang-bergeser-navigasi-rupiah-di-tengah-gejolak-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 06:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=24230</guid>

					<description><![CDATA[PELEMAHAN Rupiah ke level di atas Rp17.000 akibat badai geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal menuntut jangkar kebijakan yang lebih kredibel. Sinergi presisi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mutlak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PELEMAHAN Rupiah ke level di atas Rp17.000 akibat badai geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal menuntut jangkar kebijakan yang lebih kredibel. Sinergi presisi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mutlak diperlukan guna menstabilkan ekspektasi pasar, menjaga disiplin fiskal, serta memastikan ketersediaan likuiditas valas demi melindungi fundamental makroekonomi nasional dari guncangan eksternal.</p>
<p>Layar terminal Bloomberg pekan ini menampilkan angka yang menyesakkan dada bagi otoritas moneter kita: Rupiah resmi bertengger di atas level Rp17.000 per dolar AS. Bagi publik, ini mungkin sekadar angka di halaman bisnis. Namun, bagi industri manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor dan pemerintah yang memikul beban subsidi energi, ini adalah alarm keras yang memekakkan telinga.</p>
<p>Kita tidak sedang menghadapi gejolak musiman, melainkan badai ganda yang datang dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pengetatan likuiditas global yang belum kunjung reda.</p>
<p>Ketegangan di Selat Hormuz telah melambungkan harga minyak Brent melampaui US$100 per barel. Bagi Indonesia, yang kini merupakan importir neto minyak, setiap kenaikan harga minyak adalah pukulan telak bagi neraca perdagangan dan beban fiskal. Ketika harga komoditas energi naik bersamaan dengan menguatnya dolar AS, tekanan terhadap nilai tukar menjadi tak terelakkan. Investor global, yang secara alami bersifat oportunistik dan penakut, mulai mengalihkan dana mereka ke aset safe haven, meninggalkan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Fenomena risk-off ini tercatat nyata dengan jual neto investor asing di pasar SBN mencapai triliunan rupiah dalam hitungan pekan.</p>
<p>Namun, kita tidak boleh hanya menyalahkan faktor eksternal. Hasil Survei Ahli Ekonomi LPEM UI Semester I-2026 terhadap 85 ekonom menunjukkan bahwa hampir separuh ahli menilai kondisi ekonomi saat ini memburuk. Ada persepsi yang merambat bahwa &#8220;jangkar&#8221; stabilitas kita mulai goyah. Pelebaran defisit APBN yang mulai tampak di awal tahun tetap memberikan tekanan psikologis pada nilai tukar.</p>
<blockquote><p>Kita tidak sedang menghadapi gejolak musiman, melainkan badai ganda yang datang dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pengetatan likuiditas global yang belum kunjung reda.</p></blockquote>
<p>Pasar mulai bertanya-tanya: sampai kapan cadangan devisa kita sanggup melakukan intervensi jika tekanan ini bersifat persisten? Di sinilah kredibilitas kebijakan diuji. Jika pasar mencium aroma ketidakpastian dalam koordinasi moneter dan fiskal, maka pelarian modal akan semakin deras.</p>
<p>Bank Indonesia (BI) kini berdiri di depan dilema klasik yang menyiksa. Menaikkan suku bunga (BI Rate) mungkin bisa menahan pelarian modal dan menstabilkan Rupiah, namun ia berisiko mencekik pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai melambat. Di sisi lain, membiarkan Rupiah mencari titik keseimbangan baru tanpa intervensi yang memadai berisiko memicu inflasi dari barang impor (imported inflation).</p>
<p>Survei LPEM mencatat bahwa tekanan inflasi di mata para ekonom telah meningkat secara signifikan. Ini adalah sinyal merah bagi daya beli masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik.</p>
<p>Oleh karena itu, rekomendasi utama adalah penguatan bauran kebijakan moneter-fiskal yang lebih kredibel dan transparan. Pertama, BI perlu memastikan ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik melalui instrumen yang lebih atraktif bagi eksportir untuk memarkirkan dolar mereka di dalam negeri. Skema DHE (Devisa Hasil Ekspor) harus dievaluasi efektivitasnya di tengah kurs yang fluktuatif.</p>
<p>Kedua, pemerintah harus memberikan sinyal tegas bahwa disiplin fiskal tetap menjadi &#8220;harga mati&#8221;. Rencana revisi UU Keuangan Negara yang berpotensi melonggarkan batas defisit 3% harus dikomunikasikan dengan sangat hati-hati agar tidak menjadi bumerang bagi peringkat utang kita.</p>
<p>Selain itu, diversifikasi pasar ekspor dan penguatan nilai tambah industri domestik harus dipercepat. Ketergantungan pada komoditas mentah membuat kita sangat rentan terhadap ayunan harga global. Transformasi ekonomi melalui hilirisasi harus diimbangi dengan efisiensi biaya logistik agar daya saing tetap terjaga meski kurs melemah. Sektor perbankan juga perlu waspada terhadap potensi kenaikan risiko kredit (NPL) jika suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama.</p>
<p>Pada akhirnya, resiliensi ekonomi Indonesia telah teruji dalam berbagai krisis. Fundamental makroekonomi kita, yang didukung oleh kekayaan sumber daya dan struktur demografi, masih menjadi daya tarik jangka panjang bagi investor global. Gejolak hari ini harus dipandang sebagai momen untuk memperkuat jangkar kebijakan, bukan justru melonggarkannya. Stabilitas bukanlah hadiah cuma-cuma dari pasar, melainkan buah dari konsistensi dan keberanian untuk mengambil keputusan pahit demi masa depan yang lebih manis.</p>
<p>Navigasi yang presisi di tengah prahara global inilah yang akan menentukan apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau sekadar penyintas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Prof. Dr. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM., CRP., CSA. </strong><br />
Profesor Ekonomi dan Bisnis, Dekan FEB Universitas YARSI, Direktur Riset GREAT Institute dan CEO SAN Scientific.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
