<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 01:40:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lima hal WHO dan tata kelola makanan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lima-hal-who-dan-tata-kelola-makanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 01:40:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25725</guid>

					<description><![CDATA[Kita sudah mengetahui bahwa masa libur sekolah kali ini akan dimanfaatkan untuk evaluasi program MBG, tentu termasuk tata kelola makanannya.  Dalam hal ini baik kalau kita cermati publikasi”World Health Organization- [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Kita sudah mengetahui bahwa masa libur sekolah kali ini akan dimanfaatkan untuk evaluasi program MBG, tentu termasuk tata kelola makanannya.  Dalam hal ini baik kalau kita cermati publikasi”World Health Organization- WHO” sekitar 2 minggu yang lalu, 4 Juni 2026, tentang dampak buruk makanan yang tidak aman (“unsafe food”), yang judulnya “Unsafe food causes 866 million illnesses and 1.5 million deaths annually, young children at highest risk”. Ada lima hal tentang publikasi WHO ini yang mungkin jadi bahan pertimbangan, walau memang publikasi WHO ini bukan spesifik tentang program tertentu di negara tertentu, tapi jelas merupakan kajian ilmiah yang baik kita cermati, termasuk dalam pengelolaan dapur di rumah, di fasilitas umum dan juga di SPPG.</div>
<div></div>
<div>Pertama, WHO memperkirakan bahwa makanan tidak aman di dunia berhubungan dengan sekitar 866 juta kejadian sakit dalam setahunnya. Sebagian besar kejadian sakit ini terjadi akibat paparan cemaran biologis, termasuk bakteri, virus, dan juga parasit.  Ke dua, WHO juga menyatakan makanan yang tidak aman (“unsafe food”) berhubungan dengan bahkan 1,5 juta kematian. Sekitar 73% kematian di dunia akibat kontaminasi makanan itu terjadi karena paparan bahan kimia, utamanya arsen inorganik (42%) dan 31% akibat timbal (Pb – plumbum).</div>
<div></div>
<div>Hal ke tiga, empat dan lima adalah tentang pengendalian makanan tidak aman ini. Ke tiga, perbaikan dan menjamin mutu air, sanitasi dan higiene (“WASH- water sanitation and hygiene”). Ke empat adalah selalu melaksanakan praktek keamanan pangan (“food safety practices”). Hal ke tiga dan ke empat ini tentu berhubungan langsung dengan dapur yang menyediakan makanan, dimanapun berada. Hal ke lima, WHO juga menyampaikan perlunya tersedianya akses pelayanan kesehatan untuk kelompok yang rentan terhadap keracunan makanan.</div>
<div>WHO juga menyatakan bahwa walaupun penyakit akibat makanan tidak sehat (“foodborne disease”) memang secara umum di dunia sudah turun sejak tahun 2000 tetapi di berbagai kawasan masih terjadi masalah, dengan beban terbesar di Afrika dan Asia Tenggara.</div>
<div></div>
<div>&#8212;</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University</div>
<div>Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, Kepala Balitbangkes serta Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara</div>
<div>Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 Persatuan Rumah Sakit se Indonesia dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>59 tahun Universitas YARSI &#038; sehatnya bersepeda</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/59-tahun-universitas-yarsi-sehatnya-bersepeda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 01:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25722</guid>

					<description><![CDATA[Tahun 1967 berdiri Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1989 mulai berdiri Universitas YARSI yang hingga kini sudah ada 6 Fakultas [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Tahun 1967 berdiri Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1989 mulai berdiri Universitas YARSI yang hingga kini sudah ada 6 Fakultas dan Sekolah Pascasarjana.</div>
<div></div>
<div>Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI sendiri kini ada lima program studi, Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, Magister Biomedik, Magister Administrasi RS dan Doktor Biomedik.</div>
<div></div>
<div>Ulang Tahun ke 59 kali ini antara lain diisi dengan Orasi Ilmiah dari Prof Yusril Izha Mahendra, berbagai kegiatan ilmiah dan sosial lain, dan juga Fun Walk di area Car Free Day. Saya ikut tidak berjalan tapi naik sepeda, dari rumah saya di Cilandak ke lokasi Fun Walk dekat bundaran HI adalah sekitar 15 km, jadi bolak balik 30 km. Saya memang upayakan tiap hari Minggu bersepeda 30 km ini, bagian menjaga kebugaran utk usia 70 tahun.</div>
<div></div>
<div>Kalau menurut &#8220;National Institute of Health &#8211; NIH&#8221; Amerika Serikat maka bersepeda adalah latihan &#8220;low-impact&#8221; yang baik bagi lansia. Disebutkan bersepeda ini baik bagi kardiovaskular lansia, memperbaiki mobilitas sendi dan meningkatkan fungsi keseimbangan tanpa memberi beban berlebihan pada lutut dan pinggul. Tetapi ditegaskan bahwa keamanan merupakan prioritas utama, makanya saya bersepeda biasanya pelan-pelan saja.</div>
<div></div>
<div>Sementara itu &#8220;National Seniors Australia&#8221; menyebutkan 4 dampak positif bersepeda secara rutin. Pertama adalah mengurangi risiko penyakit jantung, hipertensi dan stroke. Ke dua memperkuat otot dan menjaga keseimbangan. Ke tiga, juga bermanfaat untuk kesehatan mental karena mengeluarkan endorfin, dan dapat menurunkan stress dan tingkat ansietas. Ke empat, karena bentuknya adalah &#8220;low impact&#8221; maka akan lebih baik bagi sendi daripada berlari.</div>
<div>Di sisi lain ditegaskan bahwa memang pada lansia harus hati-hati kalau bersepeda, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.</div>
<div></div>
<div>Selamat menikmati Car Free Day, selamat bersepeda para Lansia dan kaum muda, serta selamat ulang tahun ke 59 Universitas YARSI.</div>
<div></div>
<div>&#8212;&#8212;</div>
<div></div>
<div><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong></div>
<div>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI</div>
<div>Dari area Car Free Day Jakarta.</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Hal Hari Dengue Sedunia 15 Juni</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lima-hal-hari-dengue-sedunia-15-juni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 01:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25719</guid>

					<description><![CDATA[Lima hal yang sehubungan 15 Juni hari ini adalah “World Dengue Day”, atau Hari Dengue Sedunia. Pertama, di dunia diperkirakan ada sekitar 5,6 milyar penduduk yang ber risiko terhadap Demam [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lima hal yang sehubungan 15 Juni hari ini adalah “World Dengue Day”, atau Hari Dengue Sedunia. Pertama, di dunia diperkirakan ada sekitar 5,6 milyar penduduk yang ber risiko terhadap Demam Dengue. Artinya, lebih dari setengah penduduk bumi -banyak sekali- memang ber risiko terhadap Dengue. Disebutkan juga bahwa Dengue meluas sampai ke 130 negara dunia.</p>
<p>Ke dua, diperkirakan di dunia ada 100 – 400 juta orang tertular virus Dengue setiap tahunnya, jadi angkanya tinggi sekali. Media massa kita mengutip data Kementerian Kesehatan RI yang meyebutkan bahwa hingga 14 April 2026 terdapat 30.465 kasus infeksi dengue di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat 79 kasus kematian dengan angka kematian “Case Fatality Rate (CFR)” sebesar 0,3% dan angka insidens “Incidence Rate (IR)” sebesar 10,6 per 100.000 penduduk. Rincian datanya menunjukkan kasus tersebut terdiri dari 10.138 demam dengue (DD), 19.877 demam berdarah dengue (DBD), serta 450 kasus ”dengue shock syndrome (DSS)”. Penyebarannya pun luas, menjangkau 401 kabupaten/kota di 29 provinsi negara kita, dengan laporan kematian dari 58 kabupaten/kota di 20 provinsi.</p>
<p>Ke tiga, pencegahan dan pengendalian dengue utamanya memang berpegang pada pengendalian vektor nyamuk yang menularkan penyakit ini. Untuk ini, WHO dan dunia sudah memiliki “Global Vector Control Response (2017–2030)” dan juga “Global Arbovirus Initiative” yang tentunya perlu diterapkan juga di negara kita. Ke empat, walaupun memang utamanya adalah pengendalian vektor tetapi kalau sudah terjadi kasus maka tentu perlu penanganan klinik. Untuk ini maka WHO menyatakan bahwa deteksi dini dan akses yang tepat terhadap pelayanan medik merupakan kunci penting untuk menurunkan terjadinya penyakit yang parah dan kematian akibat Dengue.</p>
<p>Ke lima, peringatan tingkat dunia ini sebenarnya inisiatif awalnya bermula dari Jakarta. Pada Juni 2011 saya selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengkoordinasikan “ASEAN Dengue Conference” dengan 150 peserta dari seluruh negara ASEAN di Jakarta, yang menghasilkan “Jakarta Call for Action on Combating Dengue” dan puncaknya adalah peluncuran resmi (“Official Launch”) ASEAN Dengue Day, tanggal 15 Juni 2011 di Museum Nasional Jakarta.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Prof Tjandra Yoga Aditama</strong><br />
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia<br />
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes<br />
Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat, Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 &#8211; PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fluktuasi rupiah sebagai momentum pembenahan struktur ekonomi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/fluktuasi-rupiah-sebagai-momentum-pembenahan-struktur-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 07:32:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25710</guid>

					<description><![CDATA[Di banyak negara berkembang, nilai tukar mata uang sering kali dipahami hanya sebagai angka di layar pasar keuangan. Padahal, di balik setiap pelemahan kurs, tersimpan cerita panjang tentang ketahanan ekonomi, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di banyak negara berkembang, nilai tukar mata uang sering kali dipahami hanya sebagai angka di layar pasar keuangan. Padahal, di balik setiap pelemahan kurs, tersimpan cerita panjang tentang ketahanan ekonomi, kepercayaan investor, struktur industri, hingga arah kebijakan negara.</p>
<p>Misalnya saja ketika di Indonesia, rupiah menembus batas psikologis Rp17.750 per dolar AS pada 19 Mei 2026, publik tentu tidak hanya melihat perubahan angka, tetapi juga membaca sinyal bahwa ekonomi Indonesia sedang menghadapi ujian besar yang menuntut respons lebih mendalam dan menyeluruh.</p>
<p>Pelemahan rupiah kali ini memang tidak datang tiba-tiba. Rupiah bergerak perlahan, dari kisaran Rp16.000, lalu menembus Rp17.000 pada awal April, hingga akhirnya mencapai titik terlemah sepanjang sejarah.</p>
<p>Justru karena berlangsung bertahap, situasi ini menjadi penting untuk dicermati secara serius. Sebab pelemahan yang perlahan sering kali menunjukkan adanya persoalan struktural yang sudah lama terbentuk, bukan sekadar gejolak sesaat akibat sentimen global.</p>
<p>Banyak pihak mengaitkan situasi ini dengan memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia naik di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi tersebut membuat dolar menguat karena investor global mencari aset yang dianggap aman.</p>
<p>Penjelasan ini memang masuk akal. Namun, bila dilihat lebih dalam, ada fakta lain yang perlu direnungkan.</p>
<p>Mata uang negara lain di kawasan seperti Won Korea Selatan dan Peso Filipina memang ikut melemah, tetapi tekanan terhadap rupiah terlihat lebih dalam dan berlangsung lebih lama.</p>
<p>Di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Faktor global memang mempengaruhi semua negara, tetapi daya tahan setiap ekonomi ditentukan oleh fondasi domestiknya masing-masing.</p>
<p>Artinya, persoalan rupiah hari ini bukan hanya tentang gejolak internasional, melainkan juga tentang bagaimana struktur ekonomi Indonesia merespons tekanan global tersebut.</p>
<p>Bank Indonesia patut diapresiasi karena terus bekerja menjaga stabilitas pasar keuangan. Berbagai instrumen dikeluarkan, mulai dari intervensi pasar valas, penerbitan SRBI, pembelian surat berharga negara di pasar sekunder, hingga berbagai langkah stabilisasi lainnya.</p>
<p>Upaya ini menunjukkan bahwa otoritas moneter bergerak cepat untuk meredam gejolak dan menjaga kepercayaan pasar.</p>
<p><strong>Menjaga stabilitas</strong></p>
<p>Namun, tantangan yang dihadapi memang tidak ringan. Dalam situasi seperti sekarang, kebijakan moneter tidak bisa bekerja sendirian.</p>
<p>Bahkan ada pandangan bahwa sudah waktunya BI mempertimbangkan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen untuk membantu menahan tekanan terhadap rupiah.</p>
<p>Langkah semacam itu tentu memiliki konsekuensi, tetapi sering kali diperlukan untuk menjaga stabilitas yang lebih luas.</p>
<p>Di balik gejolak nilai tukar, terdapat persoalan fiskal yang juga perlu menjadi perhatian bersama. Defisit APBN pada kuartal pertama 2026 tercatat sekitar Rp240 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Bagi investor global, kondisi ini menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan ekonomi suatu negara. Ketika defisit membesar bersamaan dengan penurunan proyeksi peringkat kredit oleh lembaga internasional seperti Moody’s dan Fitch, pasar membaca adanya peningkatan risiko.</p>
<p>Karena itu, keluarnya modal asing dari pasar domestik tidak selalu dapat dipahami sebagai kepanikan semata. Dalam banyak kasus, investor mengambil keputusan berdasarkan pembacaan terhadap fundamental ekonomi.</p>
<p>Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kredibilitas fiskal, terutama di tengah ketidakpastian global yang sedang tinggi.</p>
<p>Namun, tantangan Indonesia sebenarnya lebih dalam dari sekadar defisit anggaran. Struktur ekonomi nasional masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap ekspor komoditas mentah.</p>
<p>Ketika harga komoditas berfluktuasi atau harga energi dunia melonjak, tekanan terhadap perekonomian domestik menjadi sulit dihindari.</p>
<p>Di sisi lain, musim repatriasi dividen perusahaan asing setiap kuartal kedua juga selalu menambah permintaan dolar AS di pasar domestik.</p>
<p>Fenomena ini sebenarnya dapat diprediksi setiap tahun, sehingga membutuhkan antisipasi yang lebih sistematis dan terintegrasi.</p>
<p>Situasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu memperkuat fondasi ekonominya agar tidak terlalu mudah terbawa arus global.</p>
<p>Negara dengan struktur industri kuat biasanya memiliki bantalan yang lebih kokoh ketika menghadapi gejolak internasional. Mereka memiliki ekspor bernilai tambah tinggi, investasi produktif yang stabil, serta cadangan devisa yang ditopang industri domestik yang kompetitif.</p>
<p>Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar menuju arah itu. Potensi hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri manufaktur, pengembangan ekonomi digital, hingga transformasi energi dapat menjadi fondasi baru ekonomi nasional.</p>
<p>Tetapi transformasi semacam ini membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberanian dalam eksekusi. Hilirisasi, misalnya, tidak cukup berhenti sebagai slogan pembangunan. Hilirisasi harus benar-benar menghasilkan nilai tambah domestik, lapangan kerja berkualitas, dan devisa yang lebih kuat bagi negara.</p>
<p><strong>Pergerakan ekonomi</strong></p>
<p>Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama memang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tetap bergerak.</p>
<p>Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, dan belanja pemerintah membantu menjaga momentum pertumbuhan. Ini merupakan modal penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.</p>
<p>Namun, banyak ekonom juga mengingatkan bahwa pertumbuhan yang terlalu bertumpu pada konsumsi dan belanja pemerintah memiliki kerentanan tersendiri.</p>
<p>Ketahanan jangka panjang akan jauh lebih kuat bila ditopang investasi produktif dan ekspor bernilai tambah tinggi. Dari situlah devisa berkelanjutan dapat tercipta untuk menjaga stabilitas rupiah.</p>
<p>Oleh karena itu, momentum pelemahan rupiah seharusnya dapat menjadi titik refleksi nasional. Krisis sering kali menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga harus memperkuat kualitas struktur ekonomi itu sendiri.</p>
<p>Indonesia membutuhkan konsolidasi fiskal yang sehat, pengendalian belanja tidak produktif, perbaikan penerimaan pajak, serta keberanian mempercepat transformasi industri nasional.</p>
<p>Yang paling penting, kepercayaan investor dan masyarakat dibangun melalui konsistensi kebijakan yang nyata. Pasar bukan hanya mendengar pidato atau janji, tetapi melihat apakah kebijakan benar-benar dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan.</p>
<p>Di era ekonomi global yang sangat cepat berubah, kredibilitas menjadi salah satu aset terpenting sebuah negara.</p>
<p>Rupiah di atas Rp17.750 memang merupakan peringatan serius, tetapi bukan akhir dari segalanya. Indonesia pernah menghadapi berbagai krisis dan mampu bangkit dengan pembelajaran baru.</p>
<p>Yang dibutuhkan saat ini bukan kepanikan, melainkan keberanian untuk melakukan pembenahan struktural secara konsisten dan bersama-sama.</p>
<p>Justru dalam tekanan seperti inilah sebuah bangsa diuji kematangannya. Apakah akan terus sibuk menambal persoalan jangka pendek, atau mulai membangun pondasi ekonomi yang lebih tahan terhadap guncangan global.</p>
<p>Masa depan rupiah perlu dipahami bukan hanya ditentukan oleh pasar valuta asing, tetapi oleh seberapa serius Indonesia membangun ekonomi yang produktif, bernilai tambah, dan mampu berdiri lebih kokoh di tengah dunia yang terus berubah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><em><strong>Prof Perdana Wahyu Santosa</strong><br />
Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, Direktur Riset GREAT Institute dan CEO SAN Scientific.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Jalan Santai ‎Tingkatkan Kesehatan dan Jaga Tali Persaudaraan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kegiatan-jalan-santai-tingkatkan-kesehatan-dan-jaga-tali-persaudaraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 07:23:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25708</guid>

					<description><![CDATA[DI tengah padatnya rutinitas harian, fun walk atau jalan santai kini menjadi ‎pilihan olahraga ringan yang semakin digemari masyarakat karena sifatnya yang inklusif dan rendah risiko. Berbeda dengan lari maraton [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DI tengah padatnya rutinitas harian, fun walk atau jalan santai kini menjadi ‎pilihan olahraga ringan yang semakin digemari masyarakat karena sifatnya yang inklusif dan rendah risiko. Berbeda dengan lari maraton yang menuntut fisik ‎prima, fun walk menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan setiap orang mulai<br />
‎dari balita hingga lansia untuk bergerak aktif dalam suasana yang ceria dan ‎tanpa tekanan.</p>
<p>Kegiatan Fun Walk pun dihadirkan Universitas Yarsi sebagai bagian dari perayaan hari jadinya yang ke-59. Ribuan peserta yang terdiri dari sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni beserta anggota keluarga mereka tampak memadati area kegiatan yang digelar di tengah suasana Car Free Day (CFD).</p>
<p>‎Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal, mengungkapkan bahwa esensi utama ‎dari kegiatan ini bukanlah pada jarak tempuhnya, melainkan pada kualitas ‎hubungan antarindividu yang terbentuk selama acara berlangsung.</p>
<p>“Fun Walk ini adalah momen bonding bagi kami semua. Kami ingin mengakrabkan ‎seluruh keluarga besar Yarsi. Terkadang anggota keluarga tidak tahu persis apa ‎yang dikerjakan pasangan atau orang tuanya di kampus, atau mungkin alumni sudah lama tidak melihat almamaternya. Di sini, hubungan itu kami bangun kembali,” ujar Fasli Jalal dalam kegiatan di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (21/6).</p>
<p>Pemilihan format jalan santai (fun walk) dibandingkan olahraga lain seperti lari ‎atau balap sepeda bukan tanpa alasan. Menurut Fasli, jalan santai jauh lebih ramah untuk semua kelompok usia. Hal ini terbukti dengan hadirnya peserta yang membawa anak kecil hingga cucu mereka.</p>
<p>‎‎“Umur peserta kami bervariasi. Kami ingin semua orang bisa ikut. Yang muda bisa berjalan lebih jauh atau ikut senam dengan lincah, sementara yang sudah senior mungkin cukup 2 kilometer saja lalu duduk bersantai. Prinsipnya, fun-nya lebih penting daripada walk-nya,” tambahnya sambil tersenyum.</p>
<p>Antusiasme yang Terus Meningkat<br />
Tahun ini, tercatat sekitar 1.500 peserta mendaftar secara resmi, jumlah yang melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah ini terus meningkat sejak gelaran pertama beberapa tahun lalu yang berada pada angka 300 peserta.</p>
<p>&#8220;Dulu kami mulainya pertama itu coba 300, tahun berikutnya kami naikkan jadi 600 waktu itu, dua kali lipat. Sampai akhirnya tahun ini terus meningkat dan pendaftar mencapai 1.500 peserta,&#8221; jelas Fasli.</p>
<p>‎‎Dengan kegiatan yang berfokus untuk meningkatkan bonding bagi keluarga Universitas Yarsi baik itu mahasiswa, tenaga kependidikan hingga alumni, kegiatan ini pun dibuka secara gratis.</p>
<p>‎‎&#8221;Kegiatan ini tanpa dipungut biaya, jadi memang fokusnya kekeluargaan dan kegiatan ini juga mungkin bisa jadi ajang bagi peserta yang mungkin belum tahu betapa nikmatnya Car Free Day, mereka bisa merasakannya di sini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya jalan santai, peserta juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan ‎kesehatan (medical check-up) gratis yang disediakan oleh RS Yarsi dan Fakultas ‎Kedokteran. Layanan seperti pengecekan gula darah dan pemeriksaan kesehatan umum lainnya tersedia sepanjang kegiatan, serta bisa diikuti bukan hanya oleh peserta tetapi juga masyarakat umum.</p>
<p>‎Melalui Fun Walk ini, Fasli pun berharap kegiatan ini dapat menghapus sekat-sekat jabatan dan tugas harian. Di atas lintasan jalan santai, semua peserta adalah satu keluarga besar yang saling mendukung.</p>
<p>‎“Ini kesempatan untuk memperkuat kekeluargaan tanpa ada batas jabatan. Kita semua satu kesatuan, baik universitas, rumah sakit, maupun yayasan. Kami harap kebersamaan ini menjadi pintu pembuka untuk kolaborasi yang lebih solid di tingkat jurusan maupun unit kerja masing-masing,” tukasnya.</p>
<div class="row"  id="row-2144214673">

	<div id="col-1546425542" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://mediaindonesia.com/humaniora/902728/kegiatan-jalan-santai-tingkatkan-kesehatan-dan-jaga-tali-persaudaraan" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-2071272533" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Kebersamaan, Universitas Yarsi Gelar Fun Walk Dies Natalis ke-59 Diikuti 1.500 Peserta</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/perkuat-kebersamaan-universitas-yarsi-gelar-fun-walk-dies-natalis-ke-59-diikuti-1-500-peserta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 04:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25705</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi menggelar Fun Walk dalam rangka Dies Natalis ke-59 dengan melibatkan lebih dari 1.500 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, alumni, keluarga besar Yarsi, hingga masyarakat umum di kawasan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Yarsi menggelar Fun Walk dalam rangka Dies Natalis ke-59 dengan melibatkan lebih dari 1.500 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, alumni, keluarga besar Yarsi, hingga masyarakat umum di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (21/6).</p>
<p>Kegiatan tahunan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof. Jurnalis Uddin; Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, Shanti Jurnalis; serta Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Jalal.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Jalal menyampaikan, Fun Walk bukan sekadar olahraga bersama, tetapi menjadi wadah mempererat hubungan antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, keluarga, hingga masyarakat.</p>
<p>&#8220;Setiap ulang tahun Yarsi, kita mengadakan Fun Walk. Ini menjadi ajang bonding bagi sivitas akademika, keluarga, alumni, dan juga masyarakat,&#8221; ujar Prof. Fasli.</p>
<p>Prof. Fasli mengatakan bahwa Universitas Yarsi ingin membangun hubungan yang lebih akrab karena kadang keluarga juga belum mengetahui aktivitas atau almamater yang menjadi bagian dari kehidupan mereka,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Prof. Fasli, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye hidup sehat yang sejalan dengan komitmen Universitas Yarsi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.</p>
<p>&#8220;Kesehatan adalah bagian penting dalam kehidupan. Kesehatan fisik juga tidak kalah penting karena dalam fisik yang baik terkandung jiwa yang sehat. Itu yang menjadi semangat kegiatan ini,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Universitas Yarsi yang telah meraih berbagai akreditasi internasional ingin menunjukkan bahwa keunggulan akademik harus diimbangi dengan kualitas hidup yang sehat.</p>
<p>Lebih dari 1.500 peserta tercatat mengikuti kegiatan tahun ini. Mereka berasal dari sekitar 500 alumni, 300 mahasiswa, serta lebih dari 700 dosen, tenaga kependidikan, dan anggota keluarga.</p>
<p>&#8220;Yang mendaftar lebih dari 1.500 orang. Bahkan masih banyak yang ingin ikut meski tidak sempat mendapatkan kaus peserta,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, konsep Fun Walk dipilih karena lebih inklusif dibandingkan olahraga lain seperti lari atau bersepeda.</p>
<p>&#8220;Pesertanya memiliki rentang usia yang sangat beragam. Yang muda bisa berjalan lebih jauh atau lebih cepat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sedangkan yang lebih senior, lanjut Prof. Fasli, bisa menyesuaikan kemampuan. &#8220;Jadi yang lebih penting adalah unsur fun-nya daripada walk-nya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Prof. Fasli juga mengungkapkan antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Pada penyelenggaraan perdana hanya tersedia sekitar 300 kuota. Kini jumlah peserta telah meningkat menjadi 1.500 orang.</p>
<p>&#8220;Tahun depan kami berencana mengajak sekitar 900 mahasiswa baru sehingga total peserta bisa mencapai sekitar 2.000 orang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain Fun Walk, panitia juga menyediakan layanan medical check-up gratis yang didukung rumah sakit dan tenaga medis Yarsi, layanan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), serta bazar UMKM milik sivitas akademika.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, Shanti Jurnalis mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat rasa kekeluargaan dan sinergi di lingkungan Universitas Yarsi.</p>
<p>&#8220;Yang paling utama tentu kebersamaan, sinergitas, kekeluargaan, dan tentunya hidup sehat. Kami berharap hubungan antarkeluarga besar Yarsi terus terjalin melalui kegiatan seperti ini setiap tahun,&#8221; kata Shanti.</p>
<p>Menurut Shanti, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas sekaligus memperkenalkan produk UMKM milik sivitas akademika agar saling mendukung.</p>
<p>&#8220;Kami juga menggalakkan UMKM dari sivitas akademika. Harapannya seluruh keluarga besar Yarsi dapat saling mengenal dan mendukung usaha yang dimiliki warga kampus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, Shanti menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat menampilkan berbagai aktivitas dan hobinya dalam kegiatan ini.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, Universitas Yarsi berharap Fun Walk tidak hanya menjadi perayaan Dies Natalis, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, membangun budaya hidup sehat, serta mempererat kolaborasi antara universitas, rumah sakit, yayasan, alumni, mahasiswa, dan masyarakat.</p>
<div class="row"  id="row-851177925">

	<div id="col-2070248455" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://jakarta.suaramerdeka.com/pendidikan/13417274288/perkuat-kebersamaan-universitas-yarsi-gelar-fun-walk-dies-natalis-ke-59-diikuti-1500-peserta" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-422985759" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis YARSI Ke-59 Hadirkan &#8216;Fun Walk&#8217; dan Layanan Kesehatan Gratis</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/dies-natalis-yarsi-ke-59-hadirkan-fun-walk-dan-layanan-kesehatan-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 04:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25702</guid>

					<description><![CDATA[Universitas YARSI menggelar kegiatan Fun Walk dalam rangka Dies Natalis ke-59 yang melibatkan civitas akademika, alumni, dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu, 21 Juni [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas YARSI menggelar kegiatan Fun Walk dalam rangka Dies Natalis ke-59 yang melibatkan civitas akademika, alumni, dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.</p>
<p>Lebih dari 1.500 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi agenda tahunan Universitas YARSI tersebut. Selain berolahraga, peserta memanfaatkan kegiatan itu untuk mempererat hubungan antarkeluarga dan alumni.</p>
<p>Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kebersamaan seluruh keluarga besar YARSI. Menurutnya, banyak keluarga yang belum mengetahui aktivitas pasangan maupun almamaternya.</p>
<p>&#8220;Fun Walk ini adalah bonding untuk kita sekaligus saling mengenal antarkeluarga dan para alumni. Kami juga melibatkan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi,&#8221; ujarnya saat kegiatan Fun Walk Dies Natalis YARSI, Minggu, 21 Juni 2026.</p>
<p>Ia menjelaskan kesehatan menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut. Karena itu, YARSI memilih konsep jalan santai yang dapat diikuti seluruh kelompok usia.</p>
<p>&#8220;Kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan dan kesehatan fisik tidak kalah penting. Dalam fisik yang baik terkandung jiwa yang baik pula,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Fasli, konsep Fun Walk dipilih karena lebih ramah dibandingkan kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif. Peserta lanjut usia maupun anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan sesuai kemampuan masing-masing.</p>
<p>Ia menuturkan unsur kebersamaan menjadi fokus utama dibandingkan target jarak tempuh peserta. Karena itu, peserta diberikan keleluasaan untuk mengikuti kegiatan dengan nyaman.</p>
<p>&#8220;Karena itu unsur fun lebih penting daripada walk-nya. Kami ingin semua orang bisa ikut dan menikmati kegiatan ini bersama,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Antusiasme peserta terus meningkat sejak kegiatan tersebut pertama kali diselenggarakan. YARSI semula hanya menyediakan kuota sekitar 300 peserta pada penyelenggaraan perdana.</p>
<p>Seiring meningkatnya minat peserta, jumlah pendaftar terus bertambah setiap tahun. Tahun ini, peserta yang terlibat mencapai lebih dari 1.500 orang dari berbagai unsur.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-25703" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-1400x788.webp" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-1400x788.webp 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-711x400.webp 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-768x432.webp 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-1536x864.webp 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Dies-Natalis-YARSI-Ke-59-Hadirkan-Fun-Walk-dan-Layanan-Kesehatan-Gratis-2048x1152.webp 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Fasli menyebut sekitar 500 peserta berasal dari alumni dan 300 peserta merupakan mahasiswa. Sementara lebih dari 700 peserta lainnya terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan anggota keluarga.</p>
<p>Selain jalan santai, YARSI juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Layanan tersebut melibatkan tenaga medis dari rumah sakit dan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.</p>
<p>&#8220;Kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit dan fakultas kedokteran. Pemeriksaan darah dan layanan kesehatan dasar juga tersedia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, YARSI berencana melibatkan mahasiswa baru dalam kegiatan serupa. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kampus dan rumah sakit YARSI.</p>
<p>Ketua Pengurus Yayasan YARSI dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan fisik. Menurutnya, kebersamaan dan silaturahmi menjadi nilai utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tahunan tersebut.</p>
<p>&#8220;Yang paling utama adalah mempererat kebersamaan, sinergi, dan kekeluargaan. Selain sehat, kami berharap silaturahmi seluruh keluarga besar YARSI terus terjalin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur di lingkungan YARSI. Selain layanan kesehatan, panitia menghadirkan promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik sivitas akademika serta kegiatan mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Kami juga menggalakkan UMKM dari sivitas akademika agar saling mengenal dan mendukung. Mahasiswa juga kami libatkan untuk menampilkan bakat dan aktivitas mereka,&#8221; katanya.</p>
<div class="row"  id="row-1116702850">

	<div id="col-1543400613" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://rri.co.id/regional/2507927/dies-natalis-yarsi-ke-59-hadirkan-fun-walk-dan-layanan-kesehatan-gratis?nocache=true" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-1015630506" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fun Walk Dies Natalis ke-59 Universitas YARSI Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/fun-walk-dies-natalis-ke-59-universitas-yarsi-perkuat-kebersamaan-dan-budaya-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 04:30:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25698</guid>

					<description><![CDATA[Ribuan peserta memadati kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta dalam kegiatan Fun Walk yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-59 Universitas YARSI, Minggu (21/6/2026). Acara yang dipusatkan di [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan peserta memadati kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta dalam kegiatan Fun Walk yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-59 Universitas YARSI, Minggu (21/6/2026). Acara yang dipusatkan di Wisma Nugra Santana, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 7-8, Jakarta Pusat ini berlangsung meriah dengan diikuti sivitas akademika, alumni, keluarga besar YARSI, serta masyarakat umum.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Ketua Pengurus Yayasan YARSI dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes., serta Ketua Pembina Yayasan YARSI Prof. dr. Jurnalis Uddin, P.A.K.</p>
<p>Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal menegaskan bahwa kegiatan Fun Walk telah menjadi tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan setiap perayaan Dies Natalis Universitas YARSI. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara sivitas akademika, alumni, dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Setiap ulang tahun YARSI, kami mengakhirinya dengan kegiatan Fun Walk. Ini adalah sarana bonding bagi seluruh sivitas akademika, keluarga besar YARSI, serta para alumni. Kami juga melibatkan masyarakat yang ingin berpartisipasi agar hubungan antara kampus dan masyarakat semakin dekat,&#8221; ujar Prof. Fasli di Jakarta, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada keluarga para dosen, tenaga kependidikan, maupun alumni. Dengan demikian, keluarga dapat lebih memahami aktivitas dan kontribusi yang dilakukan anggota keluarganya di lingkungan Universitas YARSI.</p>
<p>Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kampanye pentingnya menjaga kesehatan fisik. Menurut Prof. Fasli, kesehatan fisik memiliki peran penting dalam membentuk kualitas hidup seseorang.</p>
<p>&#8220;Kesehatan adalah bagian penting dalam kehidupan. Di dalam fisik yang sehat terkandung jiwa yang baik. Karena itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa Universitas YARSI tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan berdaya saing global, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan seluruh keluarga besar YARSI,&#8221; katanya.</p>
<p>Tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan. Lebih dari 1.500 peserta terdaftar secara resmi, terdiri dari sekitar 500 alumni, lebih dari 300 mahasiswa, serta sekitar 700 dosen dan tenaga kependidikan beserta anggota keluarga mereka. Selain peserta yang terdaftar, masih banyak masyarakat dan keluarga besar YARSI yang ikut memeriahkan kegiatan tersebut.</p>
<p>Berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Menurut Prof. Fasli, konsep Fun Walk dipilih karena lebih inklusif dibandingkan olahraga lain seperti lari atau bersepeda.</p>
<p>&#8220;Peserta memiliki rentang usia yang sangat beragam. Karena itu kami memilih Fun Walk agar semua orang bisa ikut. Yang penting adalah kebersamaan dan kegembiraannya. Fun-nya lebih penting daripada walk-nya,&#8221; ungkapnya sambil tersenyum.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Pada pelaksanaan pertama, peserta yang ditargetkan sekitar 300 orang ternyata membludak hingga tiga kali lipat dari perkiraan. Jumlah peserta kemudian terus ditambah menjadi 600 orang dan kini mencapai lebih dari 1.500 peserta.</p>
<p>&#8220;Semua peserta mendapatkan fasilitas seperti kaos kegiatan, makanan ringan, dan berbagai kebutuhan lainnya secara gratis. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada seluruh peserta yang hadir,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Fasli berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu pembuka bagi masyarakat dan keluarga besar YARSI untuk terus menerapkan gaya hidup sehat serta memanfaatkan fasilitas Car Free Day sebagai sarana olahraga bersama.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan rencana untuk memperluas kegiatan pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa baru serta alumni. Dengan jumlah alumni YARSI yang telah mencapai puluhan ribu orang, jumlah peserta diharapkan dapat menembus angka 2.000 orang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-25699" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Fun-Walk-Dies-Natalis-ke-59-Universitas-YARSI-Perkuat-Kebersamaan-dan-Budaya-Hidup-Sehat1-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan YARSI dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes. menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kebersamaan dan sinergi di lingkungan keluarga besar YARSI.</p>
<p>&#8220;Yang paling utama adalah mempererat kebersamaan, sinergi, dan kekeluargaan. Tentunya juga untuk menjaga kesehatan bersama. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin setiap tahun melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dr. Shanti, kegiatan Fun Walk tidak hanya diperuntukkan bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga mereka.</p>
<p>&#8220;Kami ingin seluruh keluarga ikut merasakan suasana kebersamaan. Mungkin tidak semua saling mengenal, tetapi setidaknya melalui kegiatan seperti ini terjalin silaturahmi yang lebih erat,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain kegiatan jalan santai, rangkaian acara Dies Natalis ke-59 Universitas YARSI juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis dari rumah sakit di bawah naungan YARSI, promosi penerimaan mahasiswa baru, serta bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik sivitas akademika.</p>
<p>Menurut dr. Shanti, bazar UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mendukung usaha yang dijalankan oleh keluarga besar YARSI.</p>
<p>&#8220;Kami berharap seluruh warga YARSI dapat saling mengenal dan saling mendukung produk UMKM yang dimiliki oleh sivitas akademika. Ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga besar YARSI,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka melalui berbagai pertunjukan seni dan hiburan yang turut memeriahkan suasana.<br />
Menutup sambutannya, Prof. Fasli Jalal menyampaikan pesan kepada seluruh warga YARSI agar momentum Dies Natalis ini dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas, dan semangat kebersamaan.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kesempatan untuk memperkuat kekeluargaan tanpa memandang jabatan dan tugas masing-masing. Kita adalah satu keluarga besar YARSI yang terdiri dari universitas, rumah sakit, dan yayasan yang saling mendukung satu sama lain. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan semakin kuat di masa depan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Melalui semangat kebersamaan, kesehatan, dan kolaborasi yang ditunjukkan dalam kegiatan Fun Walk Dies Natalis ke-59 ini, Universitas YARSI kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang unggul, berdaya saing global, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.</p>
<div class="row"  id="row-610450105">

	<div id="col-227701068" class="col medium-2 small-12 large-2"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<p>Sumber:</p>
<a href="https://www.mnctrijaya.com/news/detail/76908/fun-walk-dies-natalis-ke-59-universitas-yarsi-perkuat-kebersamaan-dan" class="button primary is-small expand" style="border-radius:5px;">
		<span>Lihat</span>
	</a>

		</div>
					</div>

	

	<div id="col-758646303" class="col medium-10 small-12 large-10"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
		</div>
					</div>

	
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YARSI Cares for Rare Diseases: Gathering and Scientific Forum with Community</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-cares-for-rare-diseases-gathering-and-scientific-forum-with-community</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 01:57:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs-26-10]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs-26-17]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs-26-3]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs-26-4]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25694</guid>

					<description><![CDATA[On Thursday, June 11, 2026, Universitas YARSI in collaboration with GenomikA Saius Indonesia and Indonesian Rare Disorders (IRD) organized &#8220;Gathering &#38; Scientific Forum YARSI Cares for Rare Diseases with Community&#8221; [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>On Thursday, June 11, 2026, Universitas YARSI in collaboration with GenomikA Saius Indonesia and Indonesian Rare Disorders (IRD) organized &#8220;Gathering &amp; Scientific Forum YARSI Cares for Rare Diseases with Community&#8221; with the theme &#8220;From Empathy to Action for IRD&#8221; at Universitas YARSI, Jakarta. The activity was opened with remarks from Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D (Rector of Universitas YARSI) and dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Director of P2PTM Ministry of Health RI), demonstrating the institution&#8217;s commitment to providing special attention to rare diseases that remain a public health challenge in Indonesia. This scientific forum featured competent speakers in their respective fields, namely dr. Arifanto, Sp.A(K) (Pediatric Neurologist), dr. Yulia Ariani, Sp.A(K) (Pediatric Nutrition and Metabolic Specialist), and dr. Liko Maryudhyanto, Sp.KJ (Psychiatrist), as well as Dr. Christine Yan from Salus Biomed who discussed medical aspects and management of rare diseases. The forum was moderated by Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS., DTCE., FISR (Director of Postgraduate School at YARSI), while Prof. dr. Sultana MH Faradz, PAK, Ph.D (Genetic Counselor at YARSI) provided closing remarks. As a concrete demonstration of commitment to the rare disease patient community, Universitas YARSI also provided free chromosome analysis services for 5 rare disease patients attending the event, demonstrating the institution&#8217;s dedication to providing practical support to the community in need. The event was open to the public with free registration fees, ensuring broad accessibility for all parties seeking knowledge and support related to rare diseases.</p>
<p>The &#8220;YARSI Cares for Rare Diseases&#8221; activity organized by Universitas YARSI aligns with the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) on several important points. Goal 3 on Good Health and Well-being is promoted by raising public awareness and knowledge about rare diseases that are often overlooked, providing access to quality health information from leading medical experts, and offering free health services in the form of chromosome analysis for rare disease patient communities in need, supporting early detection and more optimal management of rare diseases. Goal 4 on Quality Education is advanced by providing education and learning forums on rare diseases to communities, patient families, and health workers, enhancing comprehensive understanding of diagnosis, treatment, and psychosocial support for rare disease patients. Goal 10 on Reduced Inequalities is addressed by providing equal access to health information and medical services for rare disease patient communities who are often marginalized in the general health system, increasing visibility and recognition of rare diseases at community and government levels. Additionally, Goal 17 on Partnerships for the Goals is achieved through strategic collaboration among higher education institutions (Universitas YARSI), rare disease patient community organizations (IRD), genetic research institutions (GenomikA Saius Indonesia), and the ministry of health in building a more inclusive and responsive health ecosystem to the needs of rare disease patients. This activity also demonstrates the role of higher education institutions as social change agents that care about complex public health issues requiring multidisciplinary and collaborative approaches.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-25695" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/YARSI-Cares-for-Rare-Diseases-Gathering-and-Scientific-Forum-with-Community1.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Gelar Pengmas di MAN 3: Semoga Lahirkan Siswa Kreatif,Cerdas Media Sosial Basis HKI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-gelar-pengmas-di-man-3-semoga-lahirkan-siswa-kreatifcerdas-media-sosial-basis-hki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 06:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=25685</guid>

					<description><![CDATA[Sejatinya siswa di era digital tidak cukup hanya memahami hak cipta semata. Tapi siswa juga harus mengenal berbagai jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti merek, paten, desain industri, rahasia dagang, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejatinya siswa di era digital tidak cukup hanya memahami hak cipta semata. Tapi siswa juga harus mengenal berbagai jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti merek, paten, desain industri, rahasia dagang, dan lainnya. serta cara memperoleh pelindungan hukumnya.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Yarsi, Prof. Dr. Endang Purwaningsih, S.H., M,Hum., M.Kn.,(Prof Endang) mengatakan itu saat kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (Penmas) di MAN 3 Jakarta, 15 Juni 2026.</p>
<p>Menurut Prof Endang, pemahaman tersebut penting agar para siswa mampu menghargai hasil kreativitas dan inovasi, baik karya sendiri maupun karya orang lain. Ia juga menekankan  generasi muda harus paham batasan penggunaan karya digital di media sosial agar tidak melanggar HKI, seperti plagiarisme, penggunaan musik atau gambar tanpa izin, serta pengunggahan ulang konten tanpa mencantumkan sumber.</p>
<p>Dengan pemahaman HKI yang baik, siswa diharapkan mampu menjadi kreator digital yang kreatif, inovatif dan produktif. “Selain itu bisa bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi serta media sosial di era transformasi digital,” tutur Alumnus Doktor Universitas Airlangga.</p>
<p>Prof Endang menjelaskan Penmas di MAN 3 Jakarta bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa mengenai pentingnya HKI, etika digital, serta tanggung jawab dalam membuat dan mengunggah konten di media sosial.</p>
<p>Para siswa mendapatkan materi mengenai hak cipta, penggunaan media sosial secara bijak, bahaya plagiarisme digital, penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Dan tidak kalah penting siswa dapat membangun kreativitas yang inovatif dengan tetap menghormati hukum dan etika.</p>
<p>Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa MAN 3 Jakarta. Berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan pemahaman dan kesadaran siswa terkait HKI dan etika digital.</p>
<p>Mayoritas siswa menyatakan sangat berminat meningkatkan kreativitas dalam membuat konten digital sekaligus melindungi dan menghargai karya intelektual yang mereka hasilkan. Para siswa juga menunjukkan komitmen mematuhi untuk tidak melakukan pelanggaran HKI milik orang lain, seperti plagiarisme, penggunaan musik tanpa izin, maupun pengunggahan ulang karya tanpa mencantumkan sumber.</p>
<p>Pengmas di MAN 3 dilakukan secara tim, selain Prof Endang turut dalam tim Dr. Chandra Yusuf, S.H., LL.M. MBA., M.Mgt dan Dr. Ridarson Galingging, S.H., LLM. dan mengangkat tema Penguatan Literasi Hak Kekayaan Intelektual Para Siswa MAN 3 JAKARTA Dalam Menghadapi  Tantangan Kreativitas dan Inovasi di Era Digital.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan MAN 3 Jakarta, Hanum Soraiyya (Hanum) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut karena dinilai sangat relevan dengan tantangan generasi digital saat ini.</p>
<p>Menurutnya, siswa perlu dibekali bukan hanya kemampuan teknologi dan kreativitas, tetapi juga pemahaman hukum dan etika agar mampu menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan bertanggung jawab di media sosial.</p>
<p>Hanum berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan literasi digital dan karakter siswa.</p>
<p>Selain itu, beberapa siswa yang diwawancarai mengaku semakin memahami pentingnya menjaga orisinalitas karya dan menghargai hasil kreativitas orang lain. Mereka merasa termotivasi untuk menghasilkan konten edukatif, inovatif, dan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Para siswa juga menyambut baik pendampingan yang akan dilakukan setelah kegiatan berlangsung, terutama terkait proses perlindungan hukum terhadap karya kreatif mereka.</p>
<p>“Semoga pengmas Universitas Yarsi melahirkan <em>siswa MAN 3 kreatif berkarya  cerdas bermedia sosial berbasis HKI  ,” tutup Hanum</em></p>
<p>Sebagai tindak lanjut, kegiatan pengabdian ini  dilanjutkan dengan program pendampingan dan fasilitasi pencatatan 2 hak cipta atas karya kreatif siswa MAN 3 Jakarta.</p>
<p>Pendampingan tersebut dilakukan hingga 15 Agustus 2026, diharapkan dapat mendorong lahirnya budaya inovasi, kreativitas, dan kesadaran hukum di lingkungan pelajar. Sekaligus memotivasi siswa menjadi kreator digital kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab di era transformasi digital.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
