UNIVERSITAS YARSI WISUDA 436 LULUSAN SARJANA DAN PASCASARJANA

PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 09 November 2018 15:54


wisuda2018


Universitas YARSI menyelenggarakan Wisuda Semester Ganjil tahun akademik 2018-2019 pada hari Sabtu, tanggal 27 Oktober 2018, bertempat di Menara YARSI Jl. Let.Jend. Suprapto Kav.13, Cempaka Putih-Jakarta Pusat di Auditorium Ar-Rahman Lantai 12.

 

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas YARSI, yakni Prof.Susi Endrini S.Si, M.Sc., Ph.D, yang akan mewisuda 436 lulusan, terdiri dari Sekolah PascaSarjana (SPS) 7 lulusan, Fakultas Ekonomi (FE) 192 lulusan, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) 66 lulusan, Fakultas Hukum (FH) 40 lulusan, Fakultas Psikologi (FPsi) 33 lulusan, Fakultas Kedokteran (FK) 94 lulusan dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 4 lulusan. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Ar-Rahman lantai 12 Universitas YARSI Jakarta ini menambah komunitas lulusan Universitas YARSI yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) menjadi 9.163 orang yang dipersembahkan kepada Indonesia dan dunia. Rektor bersama Ketua Senat Prof Qomariyah, didampingi Warek 1 dr Miranti Pusparini, Warek 2 Dr Tripanjiasih Susmiasih, Warek 3 Dr Himmi Marsiati, Warek 4 Dr Vitri Tundjungsari, Dekan FK dr Rika Yuliwulandari, Dekan FTI Dr Ummi Azizah Rachmawati, Dekan FE Dr Ir Verni Yulianty Ismail, Dekan FH Dr Ely Alawiyah Jufri,

Dekan FPsi Dr Octaviani Indrasari, Dekan FKG Prof Dr drg Bambang S Trenggono, Direktur Sekolah Pasca Sarjana dan Prof dr Abdul Salam M Sofro.

Sesuai dengan visi “Mewujudkan perguruan tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi dan mampu bersaing dalam fora nasional maupun internasional dan termasuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia,” Universitas YARSI membekali para lulusannya dengan keilmuan dan keterampilan sesuai dengan bidang ilmu yang diambilnya yang selaras dengan nilai-nilai Agama Islam. Pada Wisuda ini, tercatat Zulfikar Caesar Narendra dari Fakultas Kedokteran (FK), berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,51. Selain itu, sebanyak 41 mahasiswa Program Sarjana dan 4 orang mahasiswa Program Pascasarjana berhasil dinyatakan lulus dengan predikat pujian.

 

Pelaksanaan wisuda mengangkat tema “Generasi Muda sebagai Pemimpin Islami di Masa Revolusi Industri 4.0”. Melalui tema ini diharapkan semua lulusan Universitas YARSI dapat menjadi seorang pemimpin yang memiliki ciri dan pembeda dari setiap pemimpin yang ada demi terciptanya generasi muda yang hebat. Nilai-nilai yang terkandung berupa pendidikan untuk mencerdaskan, penelitian untuk pemecahan masalah, pengabdian untuk kesejahteraan umat, serta pergerakan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan dalam menyongsong satu sampai dua dekade kedepan agar mampu mempertahankan cikal bakal kejayaan bumi pertiwi. Sejalan dengan tema tersebut,  Universitas YARSI telah mempersiapkan kurikulum yang di Iengkapi dengan kompetensi lulusan sarjana melalui pelatihan-pelatihan yang disesuaikan kebutuhan dunia kerja dan sesuai standar Revolusi Industri 4.0 berbasis kompetensi lulusan. Segenap Civitas Akademika Universitas YARSI bekerja keras untuk memicu dan memacu peningkatan kualitas di setiap lini, utamanya adalah bagaimana meraih akreditasi institusi dengan predikat unggul (A) yang ditargetkan tahun 2019.

 

Dalam kesempatan wisuda kali ini, Universitas YARSI mendapat kunjungan kehormatan dari Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek SpM (K) yang diwakili oleh Sugiyanto, S.PD, M.App.Sc sebagai Kepala Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan, menyampaikan orasi ilmiah dan motivasi kepada para lulusan. Pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ini, juga dilakukan penyerahan Serifikat Akreditasi Paripurna bagi RSGM YARSI dari Ketua Bidang Hubungan International Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) DR. Dr. Hanny Ronosulistyo, SpOG, MM.

 

Peresmian Rumah Sakit YARSI

 

Wisuda kali ini terasa istimewa karena bersamaan dengan soft launching Rumah Sakit YARSI yang dikelola dalam naungan satu yayasan yang sama, yang dilaksanakan di Auditorium Ar-Rahim lantai 12. Ketua Pengurus YARSl/Direktur Utama PT. lnnocreative Prof.dr. H. Jurnalis Uddin dan Dirut Rumah Sakit YARSI dr. Mulyadi Muchtiar, MARS hadir mendampingi beberapa petinggi mewakili Menkes dan Gubernur DKI Jakarta yang memberikan sambutannya.

Peresmian RS YARSI ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Kesehatan dan dilanjutkan dengan kunjungan fasilitas RS YARSI. Dengan adanya RS YARSI diharapkan dapat berperan aktif dalam dunia kedokteran baik di tingkat nasinoal maupun internasional dan menunjang kebutuhan pelayanan kesehatan untuk masyarakat pada umumnya.

 

Pemanfaatan teknologi guna mendukung pelayanan yang unggul telah dipersiapkan oleh Rumah Sakit (RS) YARSI. RS YARSI akan ikut mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, guna mencapai RPJMN 2015-2019 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maka dukungan masyarakat terhadap keberadaan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai dapat terwujud. RS YARSI menerapkan digital hospital berbasis e-medical record, e-prescibing, serta pemanfaatan PACS (Picture Archiving and Communication System) untuk dapat merecord semua hasil pemeriksaan yang memiliki output gambar dan video. Semua data pasien akan tersimpan secara digital dengan lengkap, bukan hanya expertise dokter yang melakukan pemeriksaan, tapi semua gambaran hasil EKG ,radiologis,endoscopy, bahkan hasil patologi anatomi. Lantai 16 RS YARSI di persiapkan sebagai clinical research center, dengan target bahwa penelitian tersebut mampu menjadi produk layanan kesehatan yang bermanfaat. Saat ini sedang dipersiapkan ,kerjasama antara RS YARSI dengan FK YARSI untuk mengembangkan penelitian dan pelayanan yang berbasis Precision Medicine, yaitu Pharmacogenomic, merupakan sebuah study yang mempelajari genetic individu terhadap responnya pada obat, jadi merupakan kombinasi antara ilmu farmakologi dan genomic, untuk mengembangkan terapi obat yang efektif, aman dengan dosis individual sesuai dengan genetic masing-masing. Selain itu, juga akan dipersiapkan penelitian klinis tentang luka bakar juga untuk pengembangan stem cell yang diharapkan pada bulan Desember 2018 sudah dapat di gunakan semua fasilitas dan ruang untuk melayani pasien umum, karena saat ini pun kebutuhan pelayanan kesehatan bagi pasien sudah mulai ada kesibukannya tersendiri.