<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alquran &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/alquran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Aug 2023 19:50:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Alquran &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Yarsi Bisa Belajar Keluar Negeri dan Sukses, Asal Semangat,Jalan Tuntunan Islam</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/mahasiswa-yarsi-bisa-belajar-keluar-negeri-dan-sukses-asal-semangatjalan-tuntunan-islam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 19:45:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Alya]]></category>
		<category><![CDATA[Alya Sarah Lawindo]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Minang]]></category>
		<category><![CDATA[IMAAM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Moslem Assosation In Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Afdal]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Nani]]></category>
		<category><![CDATA[ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12470</guid>

					<description><![CDATA[Mengajar ngaji Alquran, tidak mengharapkan imbalan apa pun. Melihat anak-anak didiknya dapat mengaji dengan baik, sudah merasa senang. Selain mengajar ngaji, Alya mengenalkan juga budaya Minang. Keluarga Alya sendiri merupakan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengajar ngaji Alquran, tidak mengharapkan imbalan apa pun. Melihat anak-anak didiknya dapat mengaji dengan baik, sudah merasa senang.</p>
<p>Selain mengajar ngaji, Alya mengenalkan juga budaya Minang. Keluarga Alya sendiri merupakan asli Minangkabau, Sumatera Barat</p>
<p>Alya Sarah  Lawindo demikian nama lengkap gadis keturunan Minangkabau , cerita pada Seminar Tokoh Milenial Minang Amerika Serikat di Universitas Yarsi,Jakarta kemarin.</p>
<p>Kegiatan Alya  di Yarsi silaturahim kepada generasi milenial, mahasiswa yarsi ,membagi pengalaman dan mengisi liburan kuliah diprakarsai Universitas Yarsi dan Minang Diaspora Network-Global</p>
<p>Alya Sarah Lawindo lahir dan besar di Washington DC, America Serikat(AS). Alya kini berusia 21 tahun merupakan buah hati pasangan perantau asal Sumatera Barat, Muhammad Afdal dari Kabupaten Agam dan Nani dari Nagari Tanah Datar.</p>
<p>Lebih lanjut Alya menjelaskan, mengajar ngaji dilakukannya setiap pekan untuk anak-anak sekolah dasar di AS lewat Indonesian Moslem Assosation In Amerika (IMAAM) Madrasah Sunday School.</p>
<p>Muslimah cantik asal Indonesia ini terinspirasi dari ibunya mengajar mengaji di kalangan komunitas muslim di Amerika serikat. “Di Amerika  Alya aktif dalam organisasi IMAAM ,” ujarnya</p>
<p>Selain mengajar ngaji dan belajar mengaji, mahasiswi S-1 Hubungan Internasional di American University, Washington DC.juga mengenalkan adat budaya Minang bersama keluarganya lewat berbagai festival, bahkan mengisi acara di Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC. Ditambah  kedua orang tua mendirikan kelompok Rumah Gadang AS.</p>
<p>“Bapak ibunya mengajari anak-anak bahasa daerah dan seni agar adat-istiadat tidak luntur meski jauh dirantau,” ucap Alya</p>
<p>Aktifitas sosial budaya dilakukan dengan belajar dan mengajar seni budaya termasuk randai. Untuk kegiatan masyarakat Minang, Alya aktif di organisasi Minang In Amerika ,  menggaet generasi Minang lahir dan besar di Amerika.</p>
<p>Di Amerika Alya tampil sehari-hari dengan busana Muslimah dan berjilbab, Alhamdulillah aman dan tak diganggu. Berkomunikasi dengan teman menggunakan Bahasa Inggris. “ Jika sudah di rumah menggunakan Bahasa Indonesia dan Minang,” serunya..</p>
<p>Mahasiswi American University menyatakan, berkat perhatiannya terhadap adat-istiadat  dan agama Islam,tahun 2019  menerima penghargaan sebagai relawan muda dari Imaam) Center, organisasi yang mengelola madrasah di Amerika.</p>
<p>Kedepannya rencana Alya terus belajar bisa menjadi Bundo Kandung, berkarya dan dihormati karena ahklak dan prestasi serta ingin meneruskan  pendidikan master, bidang sosial control antrolologi, fokus pada gender, sosial, hak asasi manusia internasional dan global</p>
<p>Gadis yang hobi travel pesan kepada mahasiswa Yarsi dan generasi muda harus bisa menjaga identitas sebagai muslim. Sebagai orang minang diperantauan dan dimanapun berada banggalah jadi orang minang. Belajar terus, termasuk adat istiadat, pelajari orang -orang  dan orang minang yang sukses</p>
<p>Bagi mahasiswa Yarsi mau keluar negeri Insya Allah bisa, asal terus semangat, cari beasiswa dan peluangnya ada,” ucap gadis yang mau bekerja di Indonesia bila ada kesempatan.</p>
<p>“Siapapun termasuk mahasiswa Yarsi bisa Sukses, jika istiqomah jalan tuntunan ajaran Islam”tutup Alya</p>
<p>Acara Alya di Yarsi luar biasa, moderatornya, langsung Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D.</p>
<p>Prof Fasli mengatakan, aktivitas dilakoni Alya di Amerika Serikat tentunya mendatangkan decak kagum dan apresiasi dari banyak pihak</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi mengaku bangga kepada sosok Alya. Meski jauh dari Indonesia dan Minangkabau, Alya sangat gigih mensyiarkan agama dan adat istiadat. Menurutnya, semangat ini diharapkan juga muncul dari generasi muda termasuk perantau  Minang dimanapun berdomisili.</p>
<p>Saya bangga pada kegigihan Alya. “Ini tentu tidak terlepas pengaruh kedua orang tua memang sangat cinta dengan Islam, pendidikan dan budaya Minang,” seru Prof Fasli</p>
<p>“Semoga Alya istiqomah jalan ajaran dan pendidikan Islam dan konsisten memperkenalkan budaya Minang” harap Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010</p>
<p>Selanjutnya  acara ini mempunyai nilai moral kepada keluarga dan anak.Jika anak di didik sungguh-sungguh bidang agama dan pendidikan oleh keluarga, Insya Allah bisa terwujud. Tentunya harus punya kesadaran dan konsistensi, serta jangan lupa anak-anaknya dibuat nyaman</p>
<p>Setidaknya ada empat hal disampaikan dalam seminar ini yakni pendidikan, kepemudaan, keislaman dan kebudayaan ( Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alquran Bukan Jimat dan Mantra. Alquran Petunjuk Manusia</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/alquran-bukan-jimat-dan-mantra-alquran-petunjuk-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2022 08:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Pengurus Yayasan Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[KH Wahfiudin Sakam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9556</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat ,KH Wahfiudin Sakam, S.E, MBA mengatakan, kini menjadi fakta atau peristiwa dapat diamati (fenomenal), Alquran diapresiasikan berlebihan. Sebagai media Alquran [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>p{color:black;}</style>
<p>Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat ,KH Wahfiudin Sakam, S.E, MBA mengatakan, kini menjadi fakta atau peristiwa dapat diamati (fenomenal), Alquran diapresiasikan berlebihan. Sebagai media Alquran dijadikan jimat, bacaan Alquran dijadikan mantera dan sementara isi atau ajarannya Alquran tidak dijadikan pedoman dan petunjuk.</p>
<p>Contohnya pada surat 36 atau surat Ya-sin ayat 9, artinya dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan dibelakang dinding(pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.&nbsp;</p>
<p>Orang mempunyai bermasalah korupsi, dia menggunakan ayat ini , pergi ke ustad di pesantren, minta bagaimana agar tidak tertangkap. Lalu si ustad menyarankan membaca surat Ya-sin tersebut berulang kali.</p>
<p>Tindakan berlebihan dilakukan orang bermasalah dan ustad &nbsp;merupakan &nbsp;tidakan tidak tepat. Kandungan Alquran tidak boleh atau bukan dijadikan jimat dan mantra.&rdquo;Kandungan Alquran banyak sekali bahan-bahan ilmiah petunjuk manusia agar hidup selamat didunia dan diakhirat.&rdquo; terang kiai Wahfiudin dalam acara &nbsp;Kajian Islam Tematik Universitas Yarsi, kemarin</p>
<p>Kajian Islam Tematik virtual Universitas Yarsi &nbsp;mempunyai nilai istimewa karena selain dihadiri oleh rektor , wakil rektor, para dosen dan mahasiswa, juga hadir Ketua Pengurus Yayasan Yarsi , Prof.dr.Jurnalis Uddin,P.A.K.</p>
<p>Mualim Wahfiudin &nbsp;dalam pertemuan ini banyak menyampaikan pengetahuan bermanfaat. diantaranya terkait Islam dan Ilmu pengetahuan ,&nbsp;</p>
<p>Ustad yang sering dakwah ke berbagai negara Eropa Barat, Rusia, Jepang dan Amerika Serikat menyatakan, surat 41 atau surat Fussilat ayat 53 menerangkan Islam dan Ilmu Pengetahuan &nbsp;, artinya akan kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami. Ayat itu berarti tanda menunjukan Allah SWT maha hebat, pengasih, penyayang maha segalanya.Allah SWT menunjukkan kehebatannya yaitu di jagad raya, pada diri mereka,&nbsp;</p>
<p>Lalu dilanjutkan penjelasan ayat-ayat kawniyah (<em>qauliyah</em>) berupa ayat-ayat menerangkan &nbsp;segala ciptaan Allah SWT berupa alam semesta dan semua komposisinya &nbsp;meliputi segala macam ciptaan Allah .&rdquo; Kejadian semuat itu disebut ayat-ayat fenomenal, menjelaskan kebenaran Alquran dan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT(ayat Qur&rsquo;aniah),&rdquo;tutur ustad bergelar Sarjana Ekonomi</p>
<p>Tidak itu saja, Mualim bergelar Master juga menjelaskan tentang turunnya Alquran dan pertanyaan kaum kafir tentang Alquran tidak diturunkan sekaligus saja kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Menurutnya bersumber dari 3 hadist shahih diriwayatkan Ibnu Abbas ( <em>At-tibyamu fi&rsquo;ulumil-qurani, Muhammad Ali As-Shabuni</em>), Alquran disampaikan dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap agar memantapkan keyakinan mulai 17 ramadhan.&nbsp;</p>
<p>Kemudian dalam masa 23 tahun diturunkannya Alquran kepada Rasulullah SAW sebagai jawaban atas persoalan-persoalan manusia.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
