<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bappenas &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/bappenas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Apr 2022 09:41:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Bappenas &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melihat Peran Artificial Intelligence dalam Dunia Kesehatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/melihat-peran-artificial-intelligence-dalam-dunia-kesehatan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melihat-peran-artificial-intelligence-dalam-dunia-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 09:10:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arifin Rudiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat e-health Chandra Praseteyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9515</guid>

					<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA &#8212; Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal mengatakan, beberapa tahun terakhir perkembangan teknologi mempercepat proses terjadinya inovasi di berbagai lini, termasuk inovasi teknologi di bidang kesehatan. Salah satu platform [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
p{color:black;}
</style>
<p><a href=&quot;https://republika.co.id/berita/ral9a2485/melihat-peran-artificial-intelligence-dalam-dunia-kesehatan&quot;>REPUBLIKA.CO.ID</a>, JAKARTA &#8212; Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal mengatakan, beberapa tahun terakhir perkembangan teknologi mempercepat proses terjadinya inovasi di berbagai lini, termasuk inovasi teknologi di bidang kesehatan. Salah satu platform memiliki banyak peminat perkembangan teknologi kesehatan masa depan adalah kecerdasan buatan atau&#160;<em>artificial intelligence</em>&#160;(AI).</p>
<p>&quot;Kecerdasan buatan berfungsi meningkatkan optimalisasi penggunaan alat-alat diagnostik di laboratorium. Membantu konversi wawancara dokter-pasien. Juga sebuah dasar pengembangan peralatan&#160;<em>wireless</em>, bermanfaat bagi masyarakat dalam hal promosi kesehatan,&quot; ujar Fasli dalam diskusi &#8216;Inovasi AI Dalam Pencapaian SDGs Kesehatan&#8217; di Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022).</p>
<p>Dia menyampaikan, kehadiran AI dalam pelayanan bidang kesehatan diharapkan dalam mempercepat pencapaian SDGs bidang kesehatan pada 2030. Di antaranya, untuk memastikan akses universal terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk untuk perencanaan, informasi, dan pendidikan keluarga, dan mengintegrasikan kesehatan reproduksi kedalam strategi dan program nasional.</p>
<p>SDGs, kata Fasli, dirancang melibatkan seluruh aktor pembangunan, pemerintah,&#160;<em>civil society organization</em>&#160;(CSO), swasta, akademisi, dan sebagainya. Hampir 9 juta suara masyarakat di seluruh dunia juga berkontribusi terhadap tujuan dan target SDGs serta tidak meninggalkan satu orang pun.</p>
<p>&quot;Salah satu kekuatan Indonesia dalam pelaksanaan TPB/SDGs adalah keterlibatan semua pihak mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta pelaporannya,&quot; kata Fasli.</p>
<p>Dia juga menerangkan, para pemangku kepentingan utama yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs di Indonesia terdiri dari empat platform, yaitu pemerintah dan parlemen, akademisi dan pakar, organisasi kemasyarakatan dan media, filantropi dan pelaku usaha.</p>
<p>Menurut dia, peran akademisi sangat penting untuk memiliki pemahaman lebih baik dan keterlibatan lebih luas mencapai SDGs. Isu SDGs mulai menjadi fokus Universitas Yarsi dengan dibentuknya Pusat SDGs yang tergabung dengan Pusat Kependudukan di bawah bidang dua pada struktur organisasi UY tahun 2021-2026.</p>
<p>&quot;Dosen dan mahasiswa Universitas Yarsi diharapkan terlibat dan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam berbagai skema implementasi SDGs sebagai komitmen terhadap pencapaian SDGs di Indonesia,&quot; jelas dia.</p>
<p>Tujuan dari kegiatan diskusi di atas tak lain untuk meningkatkan wawasan, menambah pengetahuan bagi masyarakat dan warga dalam lingkungan akademis, meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan tri dharma dosen serta mahasiswa dalam rangka upaya percepatan pencapaian SDGs di Indonesia. Pada webinar ini Universitas Yarsi menghadirkan pembicara Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto; Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Tjandra Yoga Aditama; dan Kepala Pusat e-health Chandra Praseteyo Utomo</p>
<p>SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun, mulai sejak tahun 2016 hingga 2030. SDGs hadir guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berlaku bagi seluruh negara sehingga seluruh negara tanpa kecuali negara maju memiliki kewajiban moral untuk mencapai tujuan dan target SDGs.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bappenas: Inovasi teknologi kunci reformasi sistem kesehatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/bappenas-inovasi-teknologi-kunci-reformasi-sistem-kesehatan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bappenas-inovasi-teknologi-kunci-reformasi-sistem-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 09:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arifin Rudiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intellegence]]></category>
		<category><![CDATA[Bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[SDG's]]></category>
		<category><![CDATA[sustainable development goals]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9512</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA) &#8211; Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan inovasi teknologi menjadi kunci dalam reformasi sistem kesehatan. &#34;Inovasi teknologi termasuk kecerdasan buatan menjadi salah satu strategi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>p{color:black;}</style>
<p><a href=&quot;https://www.antaranews.com/berita/2830517/bappenas-inovasi-teknologi-kunci-reformasi-sistem-kesehatan?utm_medium=mobile&quot;>Jakarta (ANTARA)</a> &#8211; Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan inovasi teknologi menjadi kunci dalam reformasi sistem kesehatan.</p>
<p>&quot;Inovasi teknologi termasuk kecerdasan buatan menjadi salah satu strategi kunci yang diusung pemerintah dalam reformasi sistem kesehatan, &quot; ujar Arifin pada seminar Inovasi<em> Artificial Intellegence</em> dalam Pencapaian SDG&#8217;s Kesehatan&quot; yang diselenggarakan Universitas YARSI di Jakarta, Selasa.</p>
<p>Dia menambahkan kecerdasan buatan layaknya pedang bermata dua. Hal itu mungkin merupakan risiko eksistensial yang cukup signifikan bagi umat manusia jika tidak diatur dan diarahkan secara cerdas untuk kepentingan umat manusia.</p>
<p>Banyak contoh bagaimana kecerdasan buatan digunakan pada bidang kesehatan secara baik. Akan tetapi, ada perhatian cukup besar terhadap kekhawatiran otomatisasi pekerjaan profesional kesehatan dalam skala besar.</p>
<p>Arifin berharap sistem kecerdasan buatan tidak akan menggantikan profesional kesehatan dalam skala besar, melainkan akan menambah dan mendukung upaya tenaga kesehatan dalam merawat pasien.</p>
<p>&quot;Tantangan terbesar bagi kecerdasan buatan dalam perawatan kesehatan ini bukan apakah teknologi akan cukup mampu untuk berguna, melainkan memastikan adopsi kecerdasan buatan dalam praktik klinis sehari-hari,&quot; tambah Arifin.</p>
<p>Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal mengatakan kolaborasi sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau&#160;<em>sustainable development goals</em>&#160;(SDG&#8217;s).</p>
<p>Fasli menambahkan teknologi kecerdasan buatan diperkirakan memberikan kontribusi sebesar 15 triliun dolar AS dan dampak terbesar kecerdasan buatan akan berada di bidang kesehatan.</p>
<p> Peran teknologi kesehatan digunakan mulai dari pengembangan algoritma yang kompleks, mengelola data lanjutan, akurasi dalam diagnosis, deteksi dini, memantau dan pelayanan pasien, bantuan medis tingkat lanjut, dan bahkan untuk pengambilan keputusan.</p>
<p>&quot;Dengan penggunaan kecerdasan buatan pada bidang kesehatan, waktu tenaga medis dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan berkualitas terhadap pasien dan waktu penyembuhan dapat menjadi lebih singkat, &quot; terang Fasli.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
