<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bukalapak &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/bukalapak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Apr 2022 03:05:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Bukalapak &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Artificial Intelligence Talent Academy</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/artificial-intelligence-talent-academy?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=artificial-intelligence-talent-academy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2022 03:04:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[Afif Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Arya Noble]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Assistant Vice President Digital Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Associate Professor]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Biofarma]]></category>
		<category><![CDATA[Boston University]]></category>
		<category><![CDATA[Bukalapak]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Prasetyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Cut Aisyah Yunan]]></category>
		<category><![CDATA[data scientist]]></category>
		<category><![CDATA[Dekan FTI YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Deskhana Wati]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen Diktiristek]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Brahmastro Kresnaraman]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Cortino Sukotjo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Derry Wijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Dien Kurtanty]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Nurul Hashimah]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Puspa Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ummi Azizah Rachmawati]]></category>
		<category><![CDATA[Fendy Suyadinata]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google TensorFlow Developer Certificate]]></category>
		<category><![CDATA[Hactiv8]]></category>
		<category><![CDATA[Kemdikbud RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Tim Taskforce PKKM 2021 Prodi Teknik Informatika]]></category>
		<category><![CDATA[machine learning engineer]]></category>
		<category><![CDATA[PKKM]]></category>
		<category><![CDATA[President University]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Xue Li]]></category>
		<category><![CDATA[PT Prudential Life Insurance]]></category>
		<category><![CDATA[Rakhmad Azhari]]></category>
		<category><![CDATA[Red Hat]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Rudyanto Butar Butar]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung R&D]]></category>
		<category><![CDATA[The University of Queensland]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<category><![CDATA[Traveloka]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Sains Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[University of Illinois at Chicago]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9403</guid>

					<description><![CDATA[Berdasarkan data Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), ada lebih dari 40.000 lulusan teknik informatika, ilmu komputer, sistem informasi, dan program studi terkait setiap tahunnya. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 10px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 7px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}</p>
</style>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan data Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), ada lebih dari 40.000 lulusan teknik informatika, ilmu komputer, sistem informasi, dan program studi terkait setiap tahunnya. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan di Indonesia masih kesulitan mendapatkan talenta di bidang <em>Artificial Intelligence </em>(AI) dan <em>data science</em>. Oleh sebab itu, Prodi Teknik Informatika (TI) Universitas YARSI perlu memberikan mahasiswa kompetensi dunia kerja dan sertifikasi industri yang diakui untuk menjadikan mahasiswa unggul dari puluhan ribu lulusan lainnya dan dapat menjawab tantangan industri.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun 2021 yang didanai oleh Dirjen Diktiristek, Kemdikbud RI, Prodi TI menyelenggarakan program <strong>AI Talent Academy</strong>. Tujuan dari program ini adalah mahasiswa mendapatkan pekerjaan sebagai <em>data scientist</em>, <em>machine learning engineer</em>, dan jenis pekerjaan terkait yang saat ini sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan. Mahasiswa juga mendapatkan sks di luar kuliah reguler dari proses training dan sertifikasi industri dari kompetensi yang didapat. Kompetensi yang kompetitif ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah prestasi mahasiswa, minimal di tingkat nasional.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Rangkaian Program AI Talent Academy dilaksanakan sejak Juli 2021 sampai Desember 2021 dengan menggunakan anggaran PKKM sebesar Rp192.800.000 melalui sub- aktivitas “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa untuk Relevansi Lulusan di Bidang AI”. Pada Juli 2021, dilakukan publikasi, pendaftaran dan seleksi peserta. Karena jumlah mahasiswa yang mendaftar melebihi target peserta pada proposal (18 mahasiswa), maka panitia mengadakan seleksi melalui wawancara, penilaian rekam jejak akademis, dan juga persetujuan pembimbing akademis. Sebanyak 18 mahasiswa terpilih kemudian memberikan surat komitmen bahwa mereka siap mengikuti seluruh rangkaian pada program AI Talent Academy.</span></p>
<p></br></p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/Artificial-Intelligence-Talent-Academy-2.jpg" alt="Artificial Intelligence Talent Academy - 2" attachment="9405"><figcaption>Ujian Sertifikasi Industri Google TensorFlow Developer Certificate (TFDC) di Universitas YARSI. Untuk mengikuti protokol kesehatan, ujian dibagi menjadi dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 1 Oktober 2021 (kiri) dan Gelombang II pada 8 Oktober 2021(kanan).<br />
</figcaption></figure>
<p></br></p>
<p><span style="color: #000000;">Program AI Talent Academy dibuka secara resmi oleh Prof. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI) dalam acara <em>Stadium Generale </em>pada Kamis, 19 Agustus 2021. Acara ini juga menghadirkan dua <em>keynote speakers</em>, yaitu Dr. Nurul Hashimah (Associate Professor, Universiti Sains Malaysia) dan Rudyanto Butar Butar (Assistant Vice President Digital Technology, PT Prudential Life Insurance). Pada kesempatan ini, Chandra Prasetyo Utomo selaku Koordinator Program AI Talent Academy menjelaskan terkait rangkaian program dan Elan Suherlan selaku Kaprodi TI menjelaskan tentang konversi menjadi mata kuliah sejumlah 20 sks beserta hal-hal administratif terkait.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kegiatan pada Program AI Talent Academy antara lain adalah pelatihan kompetensi <em>machine learning</em>, ujian sertifikasi industri, dan kuliah umum. Untuk kegiatan pelatihan kompetensi <em>machine learning</em>, setiap peserta mendapatkan paket berlangganan dicoding selama 6 bulan. Dengan paket ini, peserta dapat mengakses semua kelas. Fokus utama pada peserta adalah menyelesaikan 5 kelas pada <em>learning path machine learning</em>. Kelas yang wajib diambil oleh para peserta adalah: [1] Belajar Visualisasi Data; [2] Memulai Pemrograman dengan Python; [3] Belajar <em>Machine Learning </em>untuk Pemula; [4] Belajar Pengembangan <em>Machine Learning</em>; dan [5] Simulasi Ujian TensorFlow Developer Certificate.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Untuk menunjang proses pelatihan, Prodi TI mengadakan kegiatan belajar bersama. Kegiatan ini dibimbing secara intensif oleh Ahimsa Imananda, alumni Prodi TI YARSI yang juga telah sukses menyelesaikan Program Bangkit 2021 – kolaborasi kampus merdeka Dirjen Dikti dengan Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Para peserta berhasil menyelesaikan materi, kuis dan tugas pada kelas-kelas pelatihan di dicoding. Mereka mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bukti kelulusan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah menyelesaikan kelas pelatihan, termasuk Simulasi Ujian TensorFlow Developer Certificate, peserta disiapkan untuk mengikuti ujian. Untuk mengikuti protokol kesehatan, ujian dibagi menjadi dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 1 Oktober 2021 dan Gelombang II pada 8 Oktober 2021. Total 15 dari 18 mahasiswa lulus sertifikasi industri sampai dengan 8 Oktober 2021 (83% lulus, melampaui target proposal 50% lulus). Sejumlah 3 mahasiswa yang tidak lulus diberikan kesempatan ujian kedua dan berhasil lulus. Dengan demikian, persentase kelulusan adalah 100%.</span></p>
<p></br></p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2022/04/Artificial-Intelligence-Talent-Academy-3.jpg" alt="Artificial Intelligence Talent Academy - 3" attachment="9406"><figcaption>Salah satu capaian dari AI Talent Academy, yaitu sertifikat pelatihan (kiri) dan sertifikat industri<br />
(kanan) sebagai bukti untuk membuat peserta lebih unggul dari lulusan TI lainnya.<br />
</figcaption></figure>
<p></br></p>
<p><span style="color: #000000;">Kegiatan berikutnya dari AI Talent Academy adalah kuliah umum yang diberi nama AI Seminar Series<sup>1</sup>. Total ada tujuh seminar dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Pembicara dari dalam negeri antara lain Dr. Dien Kurtanty (Biofarma), Fendy Suyadinata (Arya Noble), Afif Iskandar (Hactiv8), Deskhana Wati (Samsung R&amp;D), Dr. Brahmastro Kresnaraman (Bukalapak), Rakhmad Azhari (Red Hat), dan Dr. Puspa Pratiwi (President University). Pembicara dari Luar Negeri antara lain Dr. Cortino Sukotjo (University of Illinois at Chicago, USA), Dr. Derry Wijaya (Boston University, USA), dan Prof. Xue Li (The University of Queensland, Australia). Para pembicara memberikan <em>state of the art </em>(metode terkini) dan <em>best practise </em>dari pengembangan dan implementasi AI baik di industri maupun di akademia. Beberapa pembicara kemudian melanjutkan tindak lanjut dengan membuat kolaborasi dan kerjasama penelitian dengan dosen dan mahasiswa peserta program.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Program AI Talent Academy mendapatkan sambutan dan kesan yang positif baik dari pimpinan, dosen, mahasiswa, maupun mitra. Cut Aisyah Yunan<sup>2</sup>, salah seorang mahasiwa peserta program mengatakan “<em>bersyukur karena saya diberikan akses ke kurikulum dan sumber daya mulai dari seminar, course, dan juga kelas persiapan yang sangat membantu kesiapan saya untuk mengambil ujian sertifikasi industri dari Google yaitu TensorFlow Developer Certificate</em>”. Dr. Cortino Sukotjo dari College of Dentistry, University of Illinois, USA menyatakan “<em>Saya sangat amazed dengan adanya breakthrough pemikiran dari FTI YARSI dimana mereka berani untuk bekerjasama dengan FKG, sesuatu yang belum pernah saya lihat di Indonesia walaupun itu sesuatu yang biasa di Amerika.</em>”</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dr Ummi Azizah Rachmawati, Dekan FTI YARSI menyatakan <em>“Kami sangat berterima kasih kepada Dirjen Dikti yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen FTI YARSI untuk mendapatkan  sertifikasi internasional dan mengembangkan kerjasama dengan mitra dalam dan luar negeri”. </em>Program AI Talent Academy telah meningkatkan IKU 2 (mahasiswa di luar kampus) sesuai dengan rencana pada proposal. Semoga program PKKM dapat berlanjut sehingga kualitas mahasiswa, dosen dan kurikulum pada Prodi TI YARSI dapat terus meningkat secara eksponensial.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis: Chandra Prasetyo Utomo </br>Ketua Tim Taskforce PKKM 2021 Prodi Teknik Informatika, Universitas </span></p>
<hr width="30%" color="color: #000000" size="5px" />
<sup>1</sup> <span style="color: #000000;">Arsip AI Seminar Series termasuk video recording dapat diakses di</span> <a href="https://ehealth.yarsi.ac.id/ai/">https://ehealth.yarsi.ac.id/ai/</a><br />
<sup>2</sup> <span style="color: #000000;">Testimoni lengkap Cut Aisyah Yunan, Dr. Cortino Sukotjo, dan Dr. Ummi Azizah Rachmawati dapat dilihat di:</span> <a href="https://drive.google.com/drive/folders/1zgdiRnJHgc2wUJoMapcP5MlXnTqPtn-w?usp=sharing">https://drive.google.com/drive/folders/1zgdiRnJHgc2wUJoMapcP5MlXnTqPtn-w?usp=sharing</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Jurus Sukses Tangani AI project</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/5-jurus-sukses-tangani-ai-project?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=5-jurus-sukses-tangani-ai-project</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2021 00:55:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Bukalapak]]></category>
		<category><![CDATA[Head of  Al]]></category>
		<category><![CDATA[R. Brahmastro Kresnaraman]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8461</guid>

					<description><![CDATA[Program Studi Teknik Informatika Universitas Yarsi kembali gelar webinar.  Kali ini  mengambil tema  Leading a Successful Artificial Intelligence Project in Industry,  mendatangkan pembicara Head of  Al, Bukalapak, R. Brahmastro Kresnaraman, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Program Studi Teknik Informatika Universitas Yarsi kembali gelar webinar.  Kali ini  mengambil tema  <em>Leading a Successful Artificial Intelligence Project in Industry</em><em>, </em> mendatangkan pembicara Head of  Al, Bukalapak, R. Brahmastro Kresnaraman, Ph.D. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Brahmastro menyatakan teknologi  <em>artificial intelligence</em> (AI) sangat penting bagi <em>e-commerce</em> untuk menjawab kebutuhan pengguna, efisiensi dan meningkatkan <em>revenue</em>. Karena itu butuh minimal <em>Planning, Research Data, Development </em>serta<em> Monitoring.</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian profesional Bukalapak juga menyampaikan beberapa Projects  digunakan Bukalapak diantaranya,Sexiness Detection, Scam Products Detection, Robo Portfolio Allocation, Return Forecasting, Category Forecasting, Category Prediction, dan Category Intent.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdsarkan Brahmastro ,Sexiness Detection berfungsi menghindari kerusakan reputasi pada Bukalapak serta memfilter produk-produk Bukalapak. Scam Products Detection berfungsi mendeteksi produk terindikasi melakukan penipuan. Robo Portfolio Allocation membantu user mendapatkan personalisasi berdasarkan profil risiko pengguna dan situasi pasar. Return Forecasting berfungsi membantu investor dalam membuat atau memilih keputusan. Category Prediction berfungsi  memprediksi kategori pada Bukalapak. Category Intent berfungsi  memudahkan pencarian yang relevan sesuai dengan permintaan pencarian.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Head of AI Bukalapak  mengatakan ,Data Functions Bukalapak terdiri dari 3 bagian, yakni data <em>science</em>, data <em>and </em><em>discovery </em><em>engineering</em> serta Al. Data <em>science </em>berfungsi melakukan pengumpulkan data, pengolahan data, hingga menganalisis data. Data <em>and </em><em>discovery </em><em>engineering</em> berfungsi untuk memastikan integritas data. Al berfungsi untuk mendukung infrastruktur pendukung.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kalau manusia diminta untuk ngelabelin barang atau ngelakuin instruksi itu biasanya kita ngelaluin tiga proses. “Pertama kita itu <em>gathering information</em> ,habis itu <em>process information</em> dan terakhir  dapetin <em>answer</em>nya apa”. terang Brahmastro bergelar Doktor</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>This is very important to understand</em> .” Karena kalau gak tau gimana <em>journeynya</em><em>.</em> AI Products itu gimana bisa cara <em>apply the case</em> di industry,” serunya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait Al Project Workflow ,menurut Brahmastro terdiri dari 4 tahap, yakni ,<em>Planning, Research Data, Development A/B Testing, serta Monitoring.</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Planning is very importan</em>t  kita harus bisa <em>ngedifine scope of the problem</em>”. AI akan bekerja ketika memiliki data  <em>reliable</em>. <em>Research Process</em> terbagi menjadi empat, yakni <em>Data Preparatio</em>n, E<em>DA</em>, <em>Building AI Models</em>, serta <em>AI Models Evaluation</em>. <em>Development A/B Testing</em> merupakan aspek penting karena dengan hal ini AI akan bekerja pada perusahaan. “Monitoring mencatat semua data dapat digunakan untuk iterasi serta digunakan melakukan peningkatan selanjutnya,” kata AI Researcher Bukalapak</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pada kesempatan ini  Brahmastro memaparkan lima jurus meraih sukses menangani AI project. Pertama t<em>he </em><em>soft </em><em>skills</em>bagian ini merupakan hal penting karena mencakup manajemen proyek, komunikasi dan teamwork. Kedua the infrastructure meliputi bagaimana menempatkan model AI dalam produksi sehingga dapat digunakan nantinya. Ketiga yaitu t<em>he </em><em>people </em>mencakup d<em>ata </em><em>engineer</em>, d<em>ata </em><em>scientist</em>, serta d<em>ecision </em><em>maker</em>. Keempat  t<em>he Management</em> hal ini mencakup pemahaman serta support yang akan dibutuhkan dalam jangka waktu yang lama. Kelima yakni <em>the </em><em>opportunity</em> dengan berkolaborasi kita dapat mengetahui permasalahan yang ada.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam webinar ,Brahmastro sangat komunikatif  dan menarik memaparkan materi berdasarkan pengalaman kerja.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Satu contoh, Head of AI Bukalapak cerita, beberapa waktu lalu saya ikut forum diskusi untuk membantu ngasih <em>feedback</em> tentang apa sih yang di <em>expect</em> dari sebuah lulusan <em>university</em> untuk kerja di <em>industry</em>. Waktu itu ditanya ,sulit gak dapat lulusan sarjana punya kompetensi memadai? Kalau misalkan kerja AI jawabannya, iya. Kenapa ?  Karena ada tiga pikiran waktu itu, pertama <em>life of experience</em>, kedua <em>demand of supply</em>, ketiga adalah <em>leadership</em> atau <em>management skills</em>”.papar practitioner turned leader Bukalapak.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> “Pertanyaan selanjutnya, terkait ekspektasi untuk lulusan.kayak apa untuk spesifik AI Team itu ?  Jawabnya ,pertama <em>Research</em> dan <em>Engineering basic</em> yang harus dipenuhi. “kedua adalah <em>adopt and adapt</em>”,” jawab Brahmastro.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis : Anggun</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Webinar Startup, Universitas Yarsi Harus Segera Adaptasi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/gelar-webinar-startup-universitas-yarsi-harus-segera-adaptasi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gelar-webinar-startup-universitas-yarsi-harus-segera-adaptasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2021 12:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bukalapak]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8232</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi Kembali menggelar diskusi virtual dengan tema Membangun Startup Mahasiswa Bisa Kaya. Acara siang kemarin, panitia mendatangkan pembicara Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI,Pendiri Yayasan Pelita Ilmu dan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Universitas Yarsi Kembali menggelar diskusi virtual dengan tema Membangun Startup Mahasiswa Bisa Kaya. Acara siang kemarin, panitia mendatangkan pembicara Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI,Pendiri Yayasan Pelita Ilmu dan Doctor Update</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Prof Samsuridjal mengatakan, startup adalah usaha rintisan didirikan untuk mengatasi persoalan  masyarakat. Contohnya Gojek, Grab serta Bukalapak</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh diatas merupakan beberapa star up didirikan oleh generasi muda, pintar melihat peluang dari sebuah persoalan di tengah masyarakat. “Mahasiswa bisa kaya lewat start up, karena mahasiswa bisa meningkatkan penghasilanya ,” cakap Prof Samsuridjal .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Pendiri Yayasan Pelita Ilmu , ada beberapa cara membangun starup.Kini tidak sulit,lihatlah persoalan dilingkungan, lalu temukan ide bisnis, buat rencana bisnis. Apabila kesulitan modal bisa cari sumber dana, temukan orang sama ide atau pemikiran serta jangan menyerah.” Keluarga besar Universitas Yarsi bisa memulainya, tidak harus bidang kesehatan saja, “ kata Prof Samsuridjal</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Peluang starup pada mahasiswa banyak. Suasana kampus mendukung wirausaha mahasiswa, jumlah mahasiswa relatif banyak dan terorganisir dan mahasiswa mudah dilatih.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sedangkan tantangannya memang ada, seperti konsultasi dengan berbagai pihak terutama komunikasi dengan mahasiswa dan ventur capital  serta investor</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ingat, menjadi starup  90 persen gagal, penyebabnya penawaran yang dilakukan tidak menarik bagi masyarakat, daya tahan kurang, kehabisan modal, pengelola kurang berpengalaman, tak punya pembimbing dan terlalu lama mengeksekusi ide menjadi aksi. “Semua itu  ada solusinya dan segera ditangani,” ujar Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pada webinar ini Prof Samsuridjal berpesan, Universitas Yarsi harus beradaptasi pada perubahan akibat pandemi , akan lahir banyak sekali MOOC <em>(Massive Open Online Courses).</em>  “Yarsi harus mengadakan pelatihan , skala kecil atau massal bermanfaat  dan hasilnya bisa dinikmati, termasuk masyarakat seluruh Indonesia”. Tutup Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pada acara ini Prof Samsuridjal juga berpromosi Doktor Update , sebuah starup rintisnya, mulai hipotesanya, validasi , kegiatan hingga pendanaan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis: Anggun</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
