<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CIMSA &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/cimsa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 03:12:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>CIMSA &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Latifah Belajar Kedokteran di Oman, Karier Internasional Bukanlah Hal Mustahil,</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kisah-latifah-belajar-kedokteran-di-oman-karier-internasional-bukanlah-hal-mustahil?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kisah-latifah-belajar-kedokteran-di-oman-karier-internasional-bukanlah-hal-mustahil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 03:12:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[CIMSA]]></category>
		<category><![CDATA[Coronary Artery Bypass Grafting]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Latifah Ratna Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[Muscat]]></category>
		<category><![CDATA[Oman]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Qaboos University Hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[utpatient department]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22282</guid>

					<description><![CDATA[Setiap pagi pukul 08.00, kegiatan diawali dengan morning meeting, dilanjutkan dengan visit pasien di ICU maupun day care. Setelah itu, aktivitas berlanjut ke ruang operasi mengamati, ikut scrub in, bahkan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap pagi pukul 08.00, kegiatan diawali dengan morning meeting, dilanjutkan dengan visit pasien di ICU maupun day care. Setelah itu, aktivitas berlanjut ke ruang operasi mengamati, ikut scrub in, bahkan sesekali mendapat kesempatan hands-on.</p>
<p>Setiap Selasa, aku bergabung di outpatient department (OPD), membantu melepas staples di dada pasien pasca operasi saat mereka kontrol.</p>
<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Latifah Ratna Dewi(Latifah) awal berkisah kuliah kedokteran di Sultan Qaboos University Hospital, Muscat, Oman.</p>
<p>lebih lanjut kuliah dimulai 1 hingga 30 Agustus 2025, dari berbagai kegiatan, ada yang.sangat berkesan saat seorang dokter memberiku kesempatan untuk memegang langsung jantung pasien sedang menjalani operasi CABG (Coronary Artery Bypass Grafting).</p>
<p>Awalnya  ragu karena saya hanyalah mahasiswa belum bisa banyak. Tapi dokter meyakinkanku, lalu saya benar-benar merasakan denyut kehidupan di tanganku. Bahkan beliau berkata, <em>“Sekalipun kamu sudah PPDS di jurusan lain, kesempatan ini belum tentu kamu dapatkan.” </em>Saat itu saya merasa begitu beruntung belajar anatomi jantung bukan hanya dari buku, tapi langsung dari kehidupan nyata,”ujar Latifah</p>
<p>Di luar aktivitas klinik, Setiap Selasa sore olahraga seperti hiking, renang, atau padel. Sedangkan di akhir pekan, waktunya menjelajah keindahan alam Oman. Salah satu paling berkesan saat di Wadi Shab, sebuah canyon indah yang membuatku serasa masuk ke dunia Jurassic World alami, megah, dan memukau. “Saya melakukan aktifitasdan menikmati Oman ini bersama teman-teman dari mancanegara,” terang Latifah.</p>
<p>Selain pengalaman klinik, hal lain sangat membekas adalah pertemanan internasional. Dari total 30 incoming exchange, aku satu-satunya mahasiswa dari Asia, satu-satunya dari Indonesia, sekaligus satu-satunya yang berhijab. Sementara sebagian besar peserta lainnya berasal dari Eropa. Meski berbeda latar belakang, aku merasa diterima sepenuhnya. “Kami selalu saling mendukung, menjaga satu sama lain, hingga aku merasa memiliki keluarga baru di tanah asing,”cakap Mahasiswi Fakultas Kedokteran Yarsi</p>
<p>Menurut Latifah, pengalaman ini bukan hanya tentang praktik klinik di luar negeri, tapi juga tentang menjadi bagian dari dunia medis global. Aku belajar bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam bahasa Inggris maupun Arab, sekaligus memahami sistem kesehatan  berbeda dengan Indonesia. “Semua ini membuatku semakin yakin bahwa mimpiku untuk berkarier internasional bukanlah hal mustahil,” seru Latifah yang lama tinggal di Denpasar.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-22284 alignleft" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-666x800.jpg" alt="" width="415" height="498" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-666x800.jpg 666w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-333x400.jpg 333w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-768x922.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1.jpg 1066w" sizes="(max-width: 415px) 100vw, 415px" />Latifah mengatakan, kuliah ke Oman dilaksanakan lewat organisasi mahasiswa kedokterann di Indonesia dengan nama Center for Indonesia Medical Student Activities (CIMSA) nasional.</p>
<p>Diawali tes CIMSA nasional bekerjasama dengan organisasi kedokteran internasional atau International Federation of Medical Students Associations (IFMSA) melaui seleksi tes seluruh mahasiswa kedokteran se Indonesia., Tes yang diikuti ada bahasa inggris, interview membuat motivation letter dan membuat riwayat hidup (CV). “Alhamdulillah saya lulus dinyatakan berhak ikut kuliah ke Oman,” seru Latifah.</p>
<p>Latifah menerangkan, memilih negara Oman sebagai tujuan exchange belajar kedokteran awalnya saat belajar mengikuti kegiatan International Training di Turkiye dan bertemu beberapa peserta asal Oman. Saat itu mendapat banyak cerita menarik tentang sistem medis di negara tersebut. Dari pengalaman mereka, saya kagum dengan bagaimana pemerintah dan para dokter di Oman menangani pasien dengan cepat tanggap, adanya layanan kesehatan gratis, serta dukungan fasilitas medis yang sangat lengkap.</p>
<p>Selain itu, saya juga terinspirasi dengan sistem pendidikan di Oman dinilai sangat baik, baik dari segi metode pembelajaran maupun kualitas sarana yang tersedia. Semua itu membuat saya semakin tertarik untuk merasakan langsung pengalaman belajar di Oman.</p>
<p>Satu lagi, pembelajaran medis nya menggunakan bahasa Inggris dan pengajar atau dosen serta konsulen kebanyakan lulusan luar, seperti Harvard, China, Canada, “Jadi tambah mendapat insights baru,” ungkap Latifah.</p>
<p>Ditambah Oman termasuk negara Islam, yang maju serat negara teraman nomor 5 di dunia. “ Jadi tidak terlalu khawatir untuk bepergian kesana,” kata Latifah.</p>
<p>Terima kasih kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi telah memberikan apresiasi dan dapat mengconvert exchange menjadi mata kuliah KKN hingga terbebas dri KKN</p>
<p>Latifah Menegaskan,pengalaman ini bukan hanya tentang praktik klinik di luar negeri, tapi juga tentang menjadi bagian dari dunia medis global. Saya belajar bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam bahasa Inggris maupun Arab, sekaligus memahami sistem kesehatan yang berbeda dengan Indonesia. “Semua ini membuat saya makin yakin mimpi untuk berkarier internasional bukanlah hal mustahil,” pungkas Latifah..</p>
<p>Pesan kepada teman mahasiswa, jangan pernah takut mencoba hal baru. Keluar dari zona nyaman memang menegangkan, tapi justru di situlah kita tumbuh. “Setiap langkah kecil bisa membuka jalan untuk kesempatan besar  tak pernah kita bayangkan sebelumnya.,” Tutup Latifah (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Srikandi FKUY Raih Cumlaude, Buka Rahasia Sukses Jadi Dokter</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tiga-srikandi-fkuy-raih-magna-cumlaude-buka-rahasia-sukses-jadi-dokter?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-srikandi-fkuy-raih-magna-cumlaude-buka-rahasia-sukses-jadi-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 02:37:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[CIMSA]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Masning]]></category>
		<category><![CDATA[Masning Khusnul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Meidi]]></category>
		<category><![CDATA[Meidi Endahsari Nastiti]]></category>
		<category><![CDATA[OSCE]]></category>
		<category><![CDATA[Sania Zahra]]></category>
		<category><![CDATA[UKMPPD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=17220</guid>

					<description><![CDATA[Umumnya jadi dokter harus menempuh pendidikan melelahkan dan waktu panjang. Tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY)  menempuh tepat waktu, hanya enam tahun. Hebatnya lewat ikhtiarnya, mereka lulus jadi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Umumnya jadi dokter harus menempuh pendidikan melelahkan dan waktu panjang. Tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY)  menempuh tepat waktu, hanya enam tahun. Hebatnya lewat ikhtiarnya, mereka lulus jadi dokter dengan nilai tertinggi alias cumlaude dan luar biasanya mau membuka rahasia suksesnya.</p>
<p>Meidi Endahsari Nastiti (Meidi) mengatakan,belajar di fakultas kedokteran(FK) biasakan diri menyelesaikan tugas dan belajar dengan metode efektif , utamakan keseimbangan antara belajar dan menjaga kesehatan fisik maupun mental, kedua hal itu penting bisa tetap fokus dan produktif.</p>
<p>Berusahalah  membuat jadwal belajar teratur dan mengalokasikan waktu khusus mengulang materi. Selalu aktif bertanya kepada dosen dan berdiskusi dengan teman-teman agar terbantu lebih dalam memahami materi dari sudut pandang berbeda.Intinya konsistensi dan disiplin jadi kunci utama sukses.</p>
<p>Meidi,peserta sumpah dokter (baiat) Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) peraih indek prestasi kumulatif (IPK) tertinggi</p>
<p>Kini Meidi sudah resmi bergelar dokter, dengan ikhlas membagi langkah sukses. Meidi mengatakan, mendapatkan IPK perlu upaya  membangun komunikasi dengan para dosen, caranya bersikap proaktif dan sopan. Setiap kali ada materi kurang dipahami, segera bertanya ,baik di dalam kelas maupun secara pribadi di luar jam kuliah. Berusaha manfaatkan waktu konsultasi diberikan dosen untuk berdiskusi lebih mendalam dan mencari masukan terkait cara belajar yang efektif.</p>
<p>Kemudian berusaha lagi untuk dikenal dosen dan pembimbing merupakan bagian strategi. ”Caranya ikut kegiatan akademik di kampus,” ujar Meidi saat baiat di Universitas Yarsi, kemarin..</p>
<p>Dokter Meidi mengungkapkan, selama jadi mahasiswa kedokteran menghadapi beban studi cukup berat dan jadwal padat. Materi harus dipelajari sangat luas dan mendalam. Setiap semester,banyak materi baru harus dikuasai. Mulai dari teori dasar hingga praktik klinis dan memerlukan dedikasi besar. Jadi dibutuhkan konsentrasi tinggi dan waktu belajar konsisten.” Semua itu jadi tantangan musti dihadapi,” tutur dokter Meidi.asal Baubau Sulawesi Tenggara ,kemarin ,.</p>
<p>Dokter Meidi merasakan tertantang menyeimbangkan antara kehidupan akademik dan waktu pribadi. Terutama saat menghadapi ujian atau jadwal koas di rumah sakit. Tantangan lain adalah menjaga motivasi dan semangat di tengah tekanan. Apalagi saat menghadapi kesulitan dalam memahami materi sangat kompleks atau merasa kelelahan.</p>
<p>Materi anatomi merupakan pelajaran sangat sulit,  karena multi kompleks. Melibatkan banyak struktur tubuh harus dipahami lebih mendalam. Awalnya merasa kesulitan mengingat detail-detail tersebut, apalagi ketika harus memvisualisasikannya dalam bentuk 3D.</p>
<p>Solusinya, dengan menggunakan berbagai metode belajar lebih interaktif. Seperti menggunakan model tubuh manusia, aplikasi anatomi digital, dan video pembelajaran memperlihatkan struktur tubuh secara lebih jelas. Selain itu rutin belajar kelompok dengan teman untuk saling mengingatkan dan menguji pemahaman satu sama lain. ” Semua itu jalan keluarnya,” terang dokter Meidi juga aktif organisasi CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities)</p>
<p>Saat hadapi ujian sangat sulit, padahal sudah mempersiapkan diri belajar maksimal.namun hasilnya tak sesuai harapan. Inilah satu pengalaman tak menyenangkan. ”Saat itu merasa kecewa dan cemas,” cakap dokter Meidi hobi bernyanyi</p>
<p>Kondisi itu jadi catatan berharga, mengajarkan untuk tidak cepat menyerah,belajar mengelola stres dan mencari cara lebih efektif dalam mempersiapkan ujian ke depannya.  ”Pengalaman tersebut justru jadi pelajaran berharga tentang ketekunan dan pentingnya evaluasi diri,”seru dokter Meidi saat SMA selalu peringkat satu</p>
<p>Kini dunia kedokteran berubah sangat dinamis dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Perjalanan di kedokteran penuh tantangan. Kepada para junior tetap semangat dan konsisten belajar. Jangan pernah ragu bertanya dan diskusi dengan teman-teman maupun dosen ” Belajar jadi dokter tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan tulus membantu sesama,” ingat dokter Meidi,dari kecil ingin jadi dokter.</p>
<p>Papa dan Mama terima kasih atas doa, dukungan, dan bimbingannya. Meidi ingin membalas kasih sayang mereka dan memastikan mereka bisa hidup nyaman , sehat dan sejahtera. Serta akan laksanakan pesannya tidak pernah meninggalkan sholat, selalu rendah hati, dan tidak cepat merasa puas saat raih pencapaian.</p>
<p>Setelah menjadi dokter, ada dua rencana utama ingin dicapai, Pertama, lanjutkan pendidikan spesialis Kedua, berencana ikut dalam program kesehatan masyarakat. Khususnya di wilayah keterbatasan akses kesehatan sehingga muncul peningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.</p>
<p>Seperti Meidi, Sania Zahra juga dokter peraih nilai tertinggi (cum laude) ujian Computer Based Test ( CBT ) mengatakan, memperoleh hasil terbaik tentu ada kiatnya. Sebulan sebelum ujian  sudah belajar hanya untuk  memahami semua materi sampai benar-benar paham. Kemudian  dua minggu sebelum ujian fokus membahas soal dengan pembahasannya. ” Dalam satu hari saya bisa membahas sekitar 250 soal  dan menghafal semua obat dan dosis,” tutur dokter Sania yang berencana lanjut pendidikan spesialis.</p>
<p>Ditambahkannya, menjadi mahasiswa kedokteran harus pintar membagi waktu,sehingga menang bersaing dan terhindar stres. Selain itu harus bisa membangun komunikasi dengan dosen,miliki sopan santun.</p>
<p>Bagi dokter Sania, Jantung merupakan pelajaran sangat sulit di fakultas kedokteran (FK).Namun setelah tekun dipelajari hingga paham,saat Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) malah pelajaran jantung menjadi sangat disukai,</p>
<p>Semangat terus ya adik-adik FKUY. ”Teruslah rajin belajar dan berdoa serta minta doa orang tua agar dilancarkan jadi dokter,” tutup dokter Sania berencana bangun klinik.</p>
<p>Bapak dan Ibu, Alhamdulillah , atas doa, kasih sayang dan support , kini cita-cita kecil  Sania jadi dokter pertama di keluarga sudah terwujud.”Saya akan berbakti dan ingat selalu segala nasehat serta mendoakan bapak dan ibu selalu diberikan kesehatan dalam lindungan Allah SWT,ujar dokter Sania, suka olahraga.</p>
<p>Masning Khusnul Khotimah (Masning) juga dokter peraih nilai tertinggi Objective Structured Clinical Examination  (OSCE) nasional mengutarakan, sukses di OSCE juga ada rahasianya. Belajar satu bulan sebelum ujian pahami betul anamnesa hingga tatalaksana dan selalu fokus. Kemudian minta doa orang tua dan keluarga serta yakin Allah SWT akan menolong</p>
<p>Patologi anatomi merupakan pelajaran sulit , sebagai mahasiswa FK wajib mencari solusi, caranya review 3-4 kali sehari ,lihat gambar dan bentuk lesinya</p>
<p>Kepada para junior, habis belajar boleh main (istirahat) tapi jangan terlena , harus tetap semangat. Perjalanan masih panjang jangan nyerah, yang penting utamakan grafik nilai dari semester ke semester naik serta jangan lupa minta rutin doa orang tua setiap belajar dan ujian.”Disetiap kesulitan pasti ada kemudahan,” pesan dokter Masning, kini sudah belajar berbagai bahasa asing.</p>
<p>”Rahasia lainnya agar sukses selain harus bisa management waktu, menentukan skala prioritas dan motivasi diri,” ujar dokter Masning berencana belajar magister biomedis</p>
<p>Dokter Masning menyatakan setuju belajar di kedokteran berat dan padat, tapi banyak sekali momen-momen serunya. Terutama bersama teman-teman di laboratorium anatomi, fisiologi, patologi anatomi dan klinik mikro ataupun skill labaratorium termasuk saat latihan OSCE . Hampir 24 jam atau 7 hari seminggu karena sistemnya kelas dan kelompok, jadi ketemunya dia lagi. Bahkan saat pulang pun belajar bareng dengan orang sama. Begitu juga di teater ” Seru banget kalo diinget-inget,” tutur dokter Masning yang juga penari.</p>
<p>Suksesnya jadi dokter jelas karena orang tua, setiap saat telah support dan mendoakan. Abi dan mama, Masning akan selalu ingat dan tidak akan lupa sholat wajib, tahajud, ngaji, dzikir.</p>
<p>Suksesnya para srikandi dokter FKUY ini tidak lepas dari para dosen, Terima kasih telah membimbing dan memberikan ilmunya , bukan hanya pengetahuan medis tetapi juga nilai-nilai disiplin, etika, dan empati dalam menjalani profesi ini.” Semoga para dosen diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam segala urusan dan jadi amal sholeh,” ujar tiga srikandi dokter (usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khafifah Lulus Dokter Terbaik di FK Yarsi , Sudah Raih Magister ,Beri Kiat Sukses</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/khafifah-lulus-dokter-terbaik-di-fk-yarsi-sudah-raih-magister-beri-kiat-sukses?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=khafifah-lulus-dokter-terbaik-di-fk-yarsi-sudah-raih-magister-beri-kiat-sukses</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 10:41:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[CIMSA]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Khafifah Puja Amalia]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12849</guid>

					<description><![CDATA[Saat merawat seorang pasien jantung berusia lanjut, terjadi perbincangan. Pasien itu mengungkapkan tentang hidup dan perasaannya selama menjalani pengobatan. Dia merasa lemah takut dan cemas menghadapi kondisinya, serta merasa kesepian, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat merawat seorang pasien jantung berusia lanjut, terjadi perbincangan. Pasien itu mengungkapkan tentang hidup dan perasaannya selama menjalani pengobatan. Dia merasa lemah takut dan cemas menghadapi kondisinya, serta merasa kesepian, karena keluarganya jarang berkunjung ke rumah sakit.</p>
<p>Saat pasien itu bicara , saya dengarkan dengan penuh perhatian  dan empati. serta memberikan dukungan dan menghiburnya. Lalu menegaskan dia tidak sendirian dalam perjuangan melawan penyakit.</p>
<p>Singkat kata, pada akhir praktek klinik, pasien sudah siap dipulangkan, dia tersenyum dan menggenggam tangan saya dengan penuh rasa terima kasih.</p>
<p>Khafifah Puja Amalia menyatakan  peristiwa itu  jadi pengalaman dan kesan sebagai mahasiswa kedokteran diUniversitas Yarsi. Saat itu merasa begitu terhubung dengan sisi kemanusiaan .</p>
<p>Jadi dalam praktik kedokteran, tidak hanya pengetahuan medis yang penting. Tapi juga kemampuan mendengar, merasakan, dan memberikan dukungan emosional kepada pasien mengurangi beban sakitnya.</p>
<p>Khafifah Puja Amalia ( Khafifah) merupakan dokter lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi , pada sumpah dokter bulan Agustus 2023.  Khafifah berhijab ini  saat co-ass pada program studi profesi dokter, mengambil kesempatan kuliah program magister  administrasi rumah sakit, sehingga meraih gelar magister.</p>
<p>Khafifah bercita-cita jadi dokter sejak kecil mengatakan, kiat belajar di fakultas kedokteran (FK) terpenting punya target. Minimal belajar sehari beberapa jam, tentukan targetnya dan review materi sudah dipelajari sebelumnya , jangan lupa banyak berlatih dan fokus.</p>
<p>Selain itu pahami cara belajar  paling efektif. Saya pribadi cenderung lebih nyaman dengan membaca dan buat catatan pada setiap modul,presentasi dosen serta membaca sumber-sumber terpercaya lain seperti jurnal terkini dan textbook kedokteran.</p>
<p>Dokter Khafifah menambahkan, pembelajaran di FK akan lebih mudah apabila dijalankan bersama teman-teman sejawat dam diskusi Jika ada kesulitan  bertanya kepada teman, kakak kelas, maupun dosen. “Jangan malu bertanya atau meminta bantuan saat saya tidak mengerti sesuatu.,” ujarnya dokter bermukim di Jambi.</p>
<p>Dan tidak kalah penting <em>mindset</em> dan motivasi kuat dalam belajar, karena ingin memberikan  terbaik bagi pasien . “Belajar sungguh sungguh sebagai tanggung jawab sebagai dokter agar dapat menjalankan Amanah,” kiat dokter Khafifah.</p>
<p>Khusus membangun komunikasi dengan dosen caranya, aktif ikuti kuliah , sering bertanya dan konsultasi</p>
<p>Saat belajar kedokteran, pelajaran cardio ( terkait jantung) merupakan pelajaran yang sulit. Solusinya  dalami mulai dari dasar dan aplikasi ke aneka soal dan belajar via video atau mendengar ulang rekaman dosen</p>
<p>Selanjutnya tantangan harus bisa diatasi dengan jaga keseimbangan antara tugas akademis, kegiatan ekstrakurikuler, dan kehidupan pribadi  serta  harus bisa beradaptasi lingkungan kampus dinamis dan beragam.</p>
<p>Pada saat masuk masa pendidikan profesi di klinik tantangannya harus bisa interaksi dengan pasien dan berbagai kondisi medis serta berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya</p>
<p>“Persaingan dalam meraih prestasi akademis dan berusaha  menjadi lebih baik juga jadi tantangan,” kata dokter Khafifah</p>
<p>Adanya semua itu menjadikan saya tumbuh dan berkembang, secara pribadi maupun akademis. “Kini merasa lebih siap menghadapi dunia medis dengan segala dinamika dan tantangan,” cakapnya sekali lagi.</p>
<p>Kepada para junior mahasiswa kedokteran Yarsi teruslah semangat belajar dan berusahalah jadi dokter berdedikasi. Manfaatkan semua sumber daya dan peluang yang ada di kampus, jalin hubungan baik sesama mahasiswa dan dosen, serta selalu terbuka untuk belajar dan berkembang.</p>
<p>Ingatlah jadi dokter adalah perjalanan Panjang.  “Dengan kerja keras, tekad, dan komitmen, Anda dapat mencapai tujuan , memberikan kontribusi positif dalam dunia medis,” pesan Khafifah  yang aktif pada Center for Indonesian Medical Students&#8217; Activities (CIMSA), organisasi kedokteran di Indonesia</p>
<p>Terima kasih untuk semua para dosen membantu, mengajar membimbing dan mau meluangkan waktu. Kerja keras dan dedikasi para dokter memberikan inspirasi untuk jadi dokter berkualitas dan berintegritas.</p>
<p>Terima kasih pula pada  FK Yarsi atas segala dukungan, bimbingan, dan lingkungan pembelajaran,   telah membantu kami berkembang jadi seorang dokter.</p>
<p>Semoga FK Yarsi terus berinovasi, berikan pengalaman belajar lebih baik, dan hasilkan lulusan berintegritas ,siap menghadapi tantangan dunia medis. “Semoga FK Yarsi terus bertahan jadi salah satu fakultas kedokteran  unggul di Indonesia,” harap Khafifah</p>
<p>Bisa meraih dokter tentunya karena banyak dukungan, motivasi dan doa diberikan orang tua, “Doa dan dukungan orang tua ini lah membuat terus bertahan dan dapat mencapai titik ini hingga jadi dokter,”seru Khafifah (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
