<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. dr. Endy M. Astiwara &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/dr-dr-endy-m-astiwara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Nov 2024 08:39:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Dr. dr. Endy M. Astiwara &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dubes Indonesia di Kuba  Dan Dubes Kuba di Indonesia Kunjungi Yarsi, Bangun Sinergi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/dubes-indonesia-di-kuba-dan-dubes-kuba-di-indonesia-kunjungi-yarsi-bangun-sinergi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 08:39:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dagmar Gonzales Graudengan]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Endy M. Astiwara]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Miranti Pusparini]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Wening Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Dra.Nana Yuliana]]></category>
		<category><![CDATA[ELAM]]></category>
		<category><![CDATA[Escuela Latinoamericana de Medicina]]></category>
		<category><![CDATA[Kuba]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. H. Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.dr.Pratiwi Puji Lestari Sudarmono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=17172</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah Kuba menerapkan sistem kesehatan nasional lewat layanan kesehatan gratis untuk semua warganya. Tidak ada rumah sakit atau klinik swasta. Pembiayaan ditanggung pemerintah. Motto terkait kesehatan kuba adalah prevent before [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kuba menerapkan sistem kesehatan nasional lewat layanan kesehatan gratis untuk semua warganya. Tidak ada rumah sakit atau klinik swasta. Pembiayaan ditanggung pemerintah. Motto terkait kesehatan kuba adalah prevent before you cure.</p>
<p><em>Formation of an abundant human capital</em> melalui pendidikan kedokteran. Kuba mengekspor tenaga medis melalui misi internasional , menghasilkan pendapatan dan mempengaruhi politik global. Berdasarkan <em>family doctor and nurse</em>  dibangun sejak tahun 1984.</p>
<p>Sistem layanan  kesehatan Kuba sering dipuji karena metrik seperti angka kematian bayi rendah dan harapan hidup tinggi . Kuba menjadi leader dalam <em>international medical solidarity</em> dan menjadi aset dalam diplomasi Kuba dengan negara lain.</p>
<p>Duta Besar(Dubes) Indonesia untuk Kuba , Bahamas, Jamaika, Haiti dan Republik Dominkana,Dra.Nana Yuliana ,M.A, M.Si., Ph.D ( Ibu Nana) menyatakan itu saat berkunjung ke Universitas Yarsi.</p>
<p>Selanjutnya Ibu Nana mengatakan, Kuba  memiliki rasio dokter perkapita  sangat tinggi dengan penekanan pada pencegahan. Negara Kuba memiliki 9 dokter dan 9 perawat per 1000 populasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-17174" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/Dubes-Indonesia-di-Kuba-Dan-Dubes-Kuba-di-Indonesia-Kunjungi-Yarsi-Bangun-Sinergi1-711x400.jpg" alt="" width="711" height="400" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/Dubes-Indonesia-di-Kuba-Dan-Dubes-Kuba-di-Indonesia-Kunjungi-Yarsi-Bangun-Sinergi1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/Dubes-Indonesia-di-Kuba-Dan-Dubes-Kuba-di-Indonesia-Kunjungi-Yarsi-Bangun-Sinergi1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/Dubes-Indonesia-di-Kuba-Dan-Dubes-Kuba-di-Indonesia-Kunjungi-Yarsi-Bangun-Sinergi1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 711px) 100vw, 711px" /></p>
<p>Kuba punya tiga tingkat sistem kesehatan, mulai tingkat satu, setiap klinik dokter dan perawat melayani 20-40 keluarga per lingkungan. Tim ini tinggal diatas klinik dan tersedia 24 jam dan memeriksa setiap keluarga seminggu sekali. Tingkat kedua poliklinik komunitas melayani 30ribu-60ribu orang dan mendukung klinik dokter-perawat keluarga. Sedangkan tingkat tiga adanya pusat penelitian dan pengajaran untuk mahasiswa kedokteran dan keperawatan disetiap pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dubes Indonesia untuk Kuba di Universitas Yarsi juga menyampaikan diplomasi medis Kuba diataranya Escuela Latinoamericana de Medicina (ELAM) berupa  sekolah kedokteran di dunia terletak di Kuba, Lebih 19550 negara Semua masa menerima beasiswa penuh. Kemudian  kini lebih dari 15047 dokter Kuba bertugas di 66 negara . Dokter asal Kuba telah menyelamatkan  lebih 4 juta nyawa melalui misi medis internasional.</p>
<p>Selain itu ibu Nana tidak ketinggalan menerangkan  diplomasi medis Kuba terhadap Indonesia. diantaranya beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dimulai tahun 1972 dan tahun 2024, dua mahasiswa menyelesaikan pendidikan kedokterannya  dan kembali ke Indonesia dan masih 1 mahasiswa  belajar ilmu kedokteran  di Kuba.Kemudian semangat internasionalisme  berupa misi medis Kuba saat bencana , turun langsung di situasi bencana.</p>
<p>Dalam kunjungannya Bu Nana juga menginformasikan dan mengajak sinergi Fakultas Kedokteran Yarsi dan Universitas Yarsi bisa kerjasama dengan pemerintah Kuba.</p>
<p>Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr. Fasli Jalal,Ph.D  menyatakan selamat datang kepada rombongan Dubes Kuba di Universitas Yarsi. setelah itu Prof fasli menjelaskan fasilitas dan sarana prasarana moderen dimiliki Universitas Yarsi serta menyambut baik tawaran kerjasama dan sinergi . Selanjutnya akan mempersiapkan berbagai hal sehingga terjalin kerjasama.</p>
<p>Selain Ibu Nina ,Dubes Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzales Graudengan juga hadir bersama rombongan. Sedang dari Universitas Yarsi selain rektor, hadir Dekan Fakultas Kedokteran Prof.dr.Pratiwi Puji Lestari Sudarmono, Ph.D.Sp.M.K ,beberapa wakil rektor (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Islam Tujuh Semester , Wujud Cinta UY Pada  Perjuangan Intelektual Muslim</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pendidikan-islam-tujuh-semester-wujud-cinta-uy-pada-perjuangan-intelektual-muslim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 16:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Endy M. Astiwara]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Ahmad Mansur Suryanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7821</guid>

					<description><![CDATA[Penjajah diIndonesia, Portugis,Spanyol dan Belanda. Kemudian Perancis, Inggris dan Jepang semua mayoritas agamanya Katholik dan Protestan. Saat para penjajah berkuasa, semua simbol,dan warna Islam dilenyapkan. Padahal berdirinya Republik Indonesia tidak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p><span style="color: #000000;">Penjajah diIndonesia, Portugis,Spanyol dan Belanda. Kemudian Perancis, Inggris dan Jepang semua mayoritas agamanya Katholik dan Protestan. Saat para penjajah berkuasa, semua simbol,dan warna Islam dilenyapkan. Padahal berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan besarnya peran ,pengorbanan dan perjuangan umat Islam Indonesia serta ulama.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Merebut kemerdekaan, bahkan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujung tombaknya umat Islam. Para ulama, santri dan kaum intelektuallah punya andil besar dalam membangun karakter bangsa dan mengarahkan perjalanan bangsa ini.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Itulah kutipan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara,pakar sejarah nasional dan Guru Besar Sejarah Universitas Padjadjaran(Unpad) saat memberikan kuliah umum di Universitas Yarsi, Jumat, 3 September 2021.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Saat Prof Ahmad Mansur Suryanegara berbicara,selain para mahasiswa dan dosen, hadir juga petinggi Yarsi, Rektor Universitas Yarsi Prof. Fasli Jalal, dan Ketua Yayasan Yarsi Prof. H. Jurnalis Uddin.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Prof Ahmad Mansur menerangkan, terkait 76 tahun Indonesia Merdeka, sejarah masih dibuat oleh pemerintah ,tampaknya peran ulama dan umat Islam masih saja menghilang , begitu juga nama-nama organisasi Islam ditenggelamkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh, detik-detik jelang pembacaan proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno di kediamannya Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Pada waktu itu butuh kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan bisa sampai di momen itu, Soekarno berbincang dengan ulama seperti Abdul Mukti tokoh Muhammadiyah ,KH Hasyim Asy&#8217;ari tokoh Nahdlatul Ulama.</span></p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-05-at-17.31.02.jpeg" alt="WhatsApp Image 2021-09-05 at 17.31.02" attachment="7823"><figcaption>Wakil Rektor V, Dr. dr. Endy Muhammad Astiwara, MA., AAAIJ., CPLHI., ACS., FIIS., CRGP., ASPM.</figcaption></figure>
<p class="b">KH Hasyim Asyari merupakan kakek dari Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta ayahdari mantan Menteri Agama, KH Wahid Hasyim. Pahlawan Nasional pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur</p>
<p><span style="color: #000000;">Anehnya nama KH Hasyim Asyari hilang dalam Kamus Sejarah Indonesia Buku yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, hingga menuai polemik karena tidak adanya sosok pahlawan nasional itu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Guru Besar Unpad ,padahal,saat perbincangan itu KH Mohammad Hasyim Asy&#8217;ari didampingi beberapa ulama ,meminta Soekarno segera membacakan teks proklamasi sehingga Indonesia resmi merdeka. dan pada saat itu pula Soekarno dijadi presiden Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Ingat ,atas desakan para ulamalah Soekarno membacakan teks proklamasi,” ujar penulis buku Api Sejarah</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jauh sebelum Indonesia merdeka, Kiai Hasyim menjadi tokoh yang ditakuti pihak penjajah. &#8220;Justru Kyai Hasyim sempat membuat Belanda kelimpungan, ia memfatwakan bahwa perang melawan Belanda adalah jihad (perang suci) tanggal 22 Oktober 1945.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah keluarnya fatwa resolusi jihad, perlawanan terhadap Belanda muncul dari berbagai daerah. Salah satunya, perlawanan heroik dari arek-arek Suroboyo,10 November 1945, kemudian mengharamkan naik haji memakai kapal Belanda.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh lainnya Diorama di Monas Jakarta , menceritakan beberapa momen penting terjadi di Indonesia,sifatnya hanya menginformasikan inspirasi dan insight kerajaan di Indonesia. Seharusnya kata Prof Amad Mansur, diorama itu menampilkan pula kiprah ulama ,umat Islam dan raja-raja dari kerajaan Islam dalam perjuangan kemerdekaam Indonesia dan mendirikan kota Jayakarta</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait Kota pelabuhan Sunda Kelapa. Pada 22 Juni 1527 Pangeran Fatahillah seorang ulama besar menghancurkan Sunda Kelapa dan mengusir keluar penjajah Portugis. Opini sejarah yang beredar di Sunda Kelapa seolah kaum kafir diusir oleh kaum muslim .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah Portugis pergi,lalu Fatahillah mendirikan kota Jayakarta di area tersebut dengan nama Jakarta. Sejak tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya kota Jakarta. “Jakarta itu artinya kemenangan paripurna,” terang Sejarahwan Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Begitu pula dalam pertempuran Ambarawa berlangsung selama 20 hari, KH Saifuddin Zuhri memimpin Laskar Hizbullah beserta pasukan lain seperti TKR dan rakyat Indonesia berhasil memukul mundur tentara sekutu. Dalam sejarah tidak muncul.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Belanda itu menjajah indonesia itu dimulai dari membeli tanah 900 meter untuk membangun benteng, dari benteng ini mulai penjajah Belanda membuat kerja paksa para petani. Kekejaman Belanda itu lenyap dalam sejarah .</span><br />
<span style="color: #000000;">Menurut Prof Ahmad Mansur , selama sejarah diproduksi oleh pemerintah berkuasa, kebenaran sejarah hanya milik penguasa sehingga banyak terjadi pemutar balikkan fakta</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Prof berusia 90 tahun mengatakan, apa yang dilakukan Universitas Yarsi menggelar kuliah umum Peran Intelektual Muslim Dalam Perjuangan Kemerdekaan merupakan salah satu upaya mengangkat dan membesarkan jasa ulama dan organisasi Islam .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Meluruskan dan memperbaiki sejarah yang keliru caranya dengan melakukan mengubah sejarah itu,”tegas Prof Ahmad Mansur</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Seperti Universitas Yarsi lakukan sekarang ini , mengadakan pembelajaran agama 7<br />
semester bagi setiap mahasiswa UY dan saat menulis skripsi dan tesis harus mengaitkan dan mengkaji ajaran islam merupakan wujud Cinta pada perjuangan intelektual muslim</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berikutnya, tujuh semester pendidikan agama di suatu perguruan tinggi merupakan kurikulum indah dan sangat benar , wajib dicontoh perguruan-perguruan tinggi apa yang telah lakukan UY, mengenalkan dunia alquran. Islam di Indonesia ,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Semoga Universitas Yarsi mempunyai nama besar dan Allah SWT menjadikan Universitas Yarsi memimpin Indonesia,” harap Prof Ahad Mansyur,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Universitas Yarsi mengadakan kuliah umum dengan tema Peran Intelektual Muslim Dalam Perjuangan Kemerdekaan ini terkait perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-76.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Wakil Rektor V, Endy Muh. Astiwara, acara ini perlu dalam rangka membekali dan membina wawasan kebangsaan sivitas akademika Universitas Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kuliah umum ini merupakan salah satu kegiatan Catur Dharma Perguruan Tinggi bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air yang diimplementasikan melalui perbuatan-perbuatan serta memperluas wawasan tentang betapa besarnya peran intelektual muslim bagi kemaslahatan bangsa, sekaligus sebagai penghayatan sivitas akademika tentang sejarah kemerdekaan dan persatuan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen dari UY serta masyarakat umum.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
