<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. H. Fahmy Alaydroes &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/dr-h-fahmy-alaydroes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jan 2024 07:13:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Dr. H. Fahmy Alaydroes &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mandu Arah Pembangunan Literasi, PdSI  Yarsi Gelar Bincang Virtual</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/mandu-arah-pembangunan-literasi-pdsi-yarsi-gelar-bincang-virtual</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 07:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[ATPUSI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI Komisi X]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. H. Fahmy Alaydroes]]></category>
		<category><![CDATA[M.Ihsanudin]]></category>
		<category><![CDATA[pdsi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan dan Sains Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=14314</guid>

					<description><![CDATA[Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PdSI) Universitas Yarsi, memang luar biasa. Pasalnya, awal tahun 2024 lembaga-lembaga dan institusi pendidikan baru saja selesai libur dan mulai kegiatan , PdSI Yarsi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PdSI) Universitas Yarsi, memang luar biasa. Pasalnya, awal tahun 2024 lembaga-lembaga dan institusi pendidikan baru saja selesai libur dan mulai kegiatan , PdSI Yarsi sudah kelar adakan diskusi. Bayangkan saja, Kamis 4 Januari 2024 PdSI Universitas Yarsi sukses gelar bincang virtual. Tema kali ini, Gen Z, Literasi, Kampus Sekolah: Menuju Tranformasi Sosial.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr Fasli Jalal,Ph.D mengucapkan terima kasih kepada para pembicara  hebat bersedia memberikan pencerahan diawal tahun baru 2024.Pasti pengetahuan disampaikan akan membawa pencerahan dapat memandu arah pembangunan literasi</p>
<p>Prof Fasli menjelaskan,perhelatan ini bertujuan mengupas dan mencerahkan audiens mengenai peran penting literasi, sekolah, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan transformasi sosial</p>
<p>Ditambahkannya, lewat internet kini anak baru lahir saja sudah diberikan akses sumber informasi luar biasa. Kondisi ini memerlukan kematangan, kesiapan, dan kemampuan literasi untuk menangkap apa yang diinformasikan. Kadang kadang sumbernya terpercaya, kadang-kadang remang alias diragukan, bahkan bisa saja hoaks. “ Disinilah perlu kemampuan literasi yang makin lama makin memadai,&#8221; terang Rektor Universitas Yarsi..</p>
<p>Menurut Fasli, lewat pembelajaran sistematis, melalui pembiasaan, dan peran perpustakaan daerah, perpustakaan universitas, perpustakaan sekolah, desa-desa, taman bacaan, yang dikelola dengan baik. Informasi dapat dicerna. Akhirnya, anak-anak Indonesia makin berdaya kemampuan literasinya. “ Sehingga punya  kecakapan menangkal informasi yang tidak akurat, atau hoaks,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dalam kenduri ini PdSI Universitas Yarsi bekerjasama dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI), tampil beberapa pembicara super.</p>
<p>Ketua Dewan Pembina ATPUSI, M.Ihsanudin,M.Hum sebagai pembicara mengatakan, kini sudah penting keterlibatan pustakawan dalam mendorong literasi di institusi pendidikan. Indonesia sebuah bangsa besar, jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika Serikat). Peringkat Cina dan Amerika Serikat dalam PISA jauh di atas Indonesia.</p>
<p>Menurut Ihsanudin,Programme for International  Student Assessment (PISA) merupakan studi untuk mengevaluasi sistem Pendidikan diikuti 70 an negara dunia. PISA bukan satu-satunya alat ukur kualitas pendidikan di Indonesia, “Namun setidaknya menjadi pembanding (<em>benchmark</em>) dengan kualitas pendidikan negara-negara lain,” cakap Ihsanudin</p>
<p>Selain Ihsanudin, hadir pula sebagai pembicara Anggota DPR RI Komisi X,Dr.H. Fahmy Alaydroes  menyampaikan tentang peran regulasi dalam meningkatkan kualitas</p>
<p>Doktor Fahmi mengatakan, tenaga perpustakaan di sekolah harus hadir. terutama dalam konteks  mengembangkan literasi. “Regulasi harus hadir ,” ingatnya,</p>
<p>Dengan adanya regulasi tentu berdampak pada negara memfasilitasi, serta menaungi, serta memandu arah pembangunan literasi itu sendiri.</p>
<p>Sementara influencer dan inovator di bidang kesehatan, dr. Gamal Albinsaid,M.Biomed turut sebagai pembicara mengungkapkan motivasi generasi muda untuk turut berperan dalam mendorong literasi dan transformasi sosial. Dokter Gamal berpesan para pemuda bahwa masa sekarang ibarat matahari pukul dua belas siang: paling terang, paling panas, paling membara. &#8220;Jangan biarkan masa ini berlalu begitu saja tanpa karya dan generasi muda tetap pelu dipandu.,&#8221; ucapnya.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YARSI dan ATPUSI Ajak Generasi Muda Majukan Literasi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-dan-atpusi-ajak-generasi-muda-majukan-literasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 07:33:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[ATPUSI]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Gamal Albinsaid]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. H. Fahmy Alaydroes]]></category>
		<category><![CDATA[M.Hum]]></category>
		<category><![CDATA[M.Ihsanudin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=14108</guid>

					<description><![CDATA[Pemuda sebagai generasi penerus memegang peran kunci dalam mendorong literasi yang kuat, karena literasi memungkinkan mereka untuk berkembang secara pribadi, berpartisipasi dalam masyarakat, dan menghadapi tantangan masa depan. Potensi besar [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pemuda sebagai generasi penerus memegang peran kunci dalam mendorong literasi yang kuat, karena literasi memungkinkan mereka untuk berkembang secara pribadi, berpartisipasi dalam masyarakat, dan menghadapi tantangan masa depan. Potensi besar dalam diri pemuda, perlu ditopang oleh tata kelola yang tepat di ranah sekolah dan kampus, sehingga mendorong terjadinya transformasi sosial.</em></p>
<p>Bekerjasama dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI), Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI menggelar webinar bertajuk: “Gen Z, Literasi, Kampus Sekolah: Menuju Tranformasi Sosial”. Acara ini berlangsung pada Kamis, 4 Januari 2024. Menggandeng beberapa tokoh nasional, kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan memberikan wawasan kepada audiens mengenai peran penting literasi, sekolah, dan perguruan tinggi dalam membangun transformasi sosial.</p>
<p>Webinar yang diadakan secara virtual ini menghadirkan sejumlah tokoh nas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ional, di antaranya seorang <em>influencer </em>dan inovator di bidang kesehatan, dr. Gamal Albinsaid,M.Biomed, M.Ihsanudin,M.Hum (Ketua Dewan Pembina ATPUSI), dan Dr. H. Fahmy Alaydroes (Anggota DPR RI Komisi X). Webinar ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas YARSI, Prof. Fasli Jalal. Fasli dalam sambutannya, mengatakan, “anak-anak sekarang, baru lahir saja sudah diberikan akses sumber info</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>rmasi yang luar biasa. Ini memerlukan kematangan, kesiapan, dan kemampuan literasi untuk menangkap apa yang diinformasikan. Kadang kadang sumbernya terpercaya, kadang-kadang diragukan, bahkan bisa saja hoaks, untuk itu diperlukan kemampuan literasi yang makin lama makin memadai.” Lebih lanjut Fasli juga mengatakan bahwa hanya melalui pembelajaran yang sistematis, melalui pembiasaan, dan peran perpustakaan daerah, perpustakaan universitas, perpustakaan sekolah, desa-desa, taman bacaan, yang dikelola dengan baik. Dengan begitu, anak-anak Indonesia makin canggih kemampuan literasinya, sehingga memiliki kecakapan dalam menangkal informasi yang tidak akurat, atau hoaks.</p>
<p>Sesi pertama dalam webinar ini, menghadirkan Dr. Fahmy Alaydroes. Fahmi memaparkan tentang Peran Regulasi dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Perpustakaan di Sekolah. “Regulasi itu memang sesuatu yang harus hadir, terutama dalam konteks kita mengembangkan literasi. Dengan adanya regulasi tentu berdampak pada negara memfasilitasi, serta menaungi, serta memandu arah pembangunan literasi itu sendiri,” tutur Fahmi.</p>
<p>Pada sesi berikutnya, dokter Gamal Albinsaid memotivasi generasi muda untuk turut berperan dalam Mendorong Literasi dan Transformasi Sosial. Dokter sekaligus <em>influencer </em>ini berpesan kepada pemuda “masa kita sekarang ibarat matahari pukul dua belas siang: paling terang, paling panas, paling membara. Jangan biarkan masa ini berlalu begitu saja tanpa karya.”</p>
<p>Sesi penutup diisi oleh M.Ihsanudin,M.Hum, yang menjelaskan pentingnya keterlibatan pustakawan dalam mendorong literasi di institusi pendidikan. Dalam kesempatan ini, Ihsanudin menegaskan bahwa Indonesia sebuah bangsa yang besar (dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika Serikat). Peringkat Cina dan Amerika Serikat dalam PISA jauh di atas Indonesia. Ihsanudin juga berpesan meskipun PISA bukan satu-satunya alat ukur kualitas pendidikan di Indonesia, setidaknya menjadi pembanding (<em>benchmark</em>) dengan kualitas pendidikan negara-negara lain. (Heri Samtani)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
