<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Ir. Any Setianingrum &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/dr-ir-any-setianingrum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2026 08:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Dr. Ir. Any Setianingrum &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GSCWU Undang Yarsi Jadi Pembicara Konferensi di Pakistan, Dosen MM Sampaikan Resiliensi Ekonomi dan Bisnis  Era AI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/gscwu-undang-yarsi-jadi-pembicara-konferensi-di-pakistan-dosen-mm-sampaikan-resiliensi-ekonomi-dan-bisnis-era-ai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 08:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bahawalpur]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[GSCWU]]></category>
		<category><![CDATA[ICEBE&IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan.]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Punjab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=23576</guid>

					<description><![CDATA[Ketahanan ekonomi dan bisnis tidak cukup diukur dari pertumbuhan dan efisiensi. Tapi dari keseimbangan antara teknologi dan nilai moral (technology + moral energy). Lalu paradoks ekonomi digital dan kecerdasan buatan, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketahanan ekonomi dan bisnis tidak cukup diukur dari pertumbuhan dan efisiensi. Tapi dari keseimbangan antara teknologi dan nilai moral (technology + moral energy).</p>
<p>Lalu paradoks ekonomi digital dan kecerdasan buatan, di mana percepatan teknologi memang meningkatkan efisiensi. Tapi juga berpotensi memicu ketimpangan, ketidakamanan kerja, dan krisis etika jika tidak diiringi tata kelola yang memadai.</p>
<p>Dosen Magister Manajemen Universitas Yarsi, Dr.Ir.Any Setianingrum, M.E.Sy (Doktor Any) menyatakan itu saat jadi pembicara The 2nd International Conference on Emerging Trends in Business, Economics, and IT (ICEBE&amp;IT) 2026 di Pakistan 2-3 Februari 2026 .</p>
<p>Selanjutnya dalam perhelatan bertema Climate Change and Resilience: Reimagining Business, Economy, and Technology for a Sustainable Future, Doktor Any  menyampaikan hal esensial lainnya seperti, pergeseran global menuju ekonomi kolaboratif dan sirkular, yaitu transisi dari kepemilikan ke berbagi, dari ekonomi linear ke sirkular, serta dari orientasi pertumbuhan semata menuju keberlanjutan dan resiliensi jangka panjang.</p>
<p>Kemudian peran kecerdasan buatan (AI) sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan yang beretika dalam sistem ekonomi dan bisnis.</p>
<p>Serta kebutuhan indikator baru resiliensi dan keberlanjutan, yang melampaui GDP dan metrik konvensional, dengan memasukkan aspek sirkulasi nilai, keadilan sosial, tata kelola etis, serta kesejahteraan antargenerasi.</p>
<p>Doktor Any juga menegaskan, percepatan digital dan AI ,ketika melaju lebih cepat daripada tata kelola etis,. Meskipun begitu meningkatkan efisiensi dan kecepatan, juga melahirkan paradoks baru berupa ketimpangan sosial, volatilitas pendapatan, serta melemahnya perlindungan tenaga kerja.</p>
<p>Melalui konsep re-equilibrating resilience,  Ibu berhijab mengajukan gagasan ketahanan sejati hanya dapat dicapai ketika inovasi teknologi dipadukan dengan energi moral: nilai keadilan, sirkulasi kekayaan, dan tanggung jawab antargenerasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-23578" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/GSCWU-Undang-Yarsi-Jadi-Pembicara-Konferensi-di-Pakistan-Dosen-MM-Sampaikan-Resiliensi-Ekonomi-dan-Bisnis-Era-AI1.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/GSCWU-Undang-Yarsi-Jadi-Pembicara-Konferensi-di-Pakistan-Dosen-MM-Sampaikan-Resiliensi-Ekonomi-dan-Bisnis-Era-AI1.jpg 1280w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/GSCWU-Undang-Yarsi-Jadi-Pembicara-Konferensi-di-Pakistan-Dosen-MM-Sampaikan-Resiliensi-Ekonomi-dan-Bisnis-Era-AI1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2026/02/GSCWU-Undang-Yarsi-Jadi-Pembicara-Konferensi-di-Pakistan-Dosen-MM-Sampaikan-Resiliensi-Ekonomi-dan-Bisnis-Era-AI1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Dalam kerangka ini, AI  diposisikan sebagai intelligent trust (alat yang memperkuat transparansi, distribusi yang adil, dan pengambilan keputusan yang beretika). “Bukan sebagai pengganti nurani manusia,” cakap Dosen Ekonomi Islam dan Perbankan Syariah.</p>
<p>Selain itu Doktor Any juga menekankan pergeseran pascapandemi dari kepemilikan menuju kolaborasi, dari ekonomi linear menuju sirkular, serta dari orientasi pertumbuhan semata menuju keberlanjutan dan kesejahteraan. “Nilai ekonomi hanya bermakna ketika beredar secara etis dan memberi manfaat sosial yang luas,” tuturnya.</p>
<p>Menurut dosen MM Yarsi kehadirannya atas undangan  GSCWU dan para co-organizer sebagai salah satu international keynote speaker. menyampaikan pandangan mendalam dengan menempatkan resiliensi ekonomi dan bisnis di era AI dan pasca karbon sebagai persoalan keseimbangan sistemik, bukan sekadar kemampuan bertahan.</p>
<p>Lebih jauh Doktor Any menerangkan konferensi internasional ini digelar tiap tahun, kali ini yang kedua. Penyelenggaranya Faculty of Business and Management Sciences, The Government Sadiq College Women University (GSCWU )and co-organizers, Bahawalpur, Punjab, Pakistan.</p>
<p>Fokus: Konferensi ini menyoroti urgensi pengembangan dan penerapan model bisnis berkelanjutan, strategi ekonomi, serta kemajuan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan.” Jadi pembahasannya mencakup adaptasi risiko iklim (panas ekstrem, kekeringan, dan banjir) serta upaya pengembangan teknologi hijau,” ujar Alumnus Doktor Universitas Airlangga.</p>
<p>Acara ini juga wadah berbagi gagasan inovatif guna mendorong terwujud masa depan berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Selain Doktor Any dari Indonesia, juga tampil sebagai pembicara Sagheer Abbas, Profesor dari Prince Mohammad Bin Fahd University, Arab Saudi; Saleem Ahmad, Associate Professor dari Guangzhou Vocational University of Science and Technology, Tiongkok; serta Piyya Muhammad Rafi-ul-Shan, Senior Lecturer bidang Sustainability &amp; Operations dari Regent’s University London.. “Jadi konferensi internasional ini menghadirkan lima pembicara utama dari berbagai negara dan latar keilmuan,” tegas Doktor Any.</p>
<p>Istimewanya perhelatan  ini, jelang penutupan konferensi, dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) Universitas Yarsi dan GSCWU. Rektor Universitas Yarsi , Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D berkesempatan hadir secara daring untuk proses penandatanganan MoU.</p>
<p>Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa. “Serta penguatan jejaring akademik antara kedua institusi ke depan,” tutup Doktor Any yang sudah berulang kali jadi pembicara diluar negeri.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berdayakan Pelaku UMKM, Universitas Yarsi Gelar Pelatihan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/berdayakan-pelaku-umkm-universitas-yarsi-gelar-pelatihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 04:36:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rusdan H Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Nida Nadya Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=17177</guid>

					<description><![CDATA[Tidak familiar dengan pembukuan, belum maksimal dan belum fokus dengan legalitas usaha dan sertifikat halal itulah bagian problema klasik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Melihat permasalahan itu universitas yarsi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak familiar dengan pembukuan, belum maksimal dan belum fokus dengan legalitas usaha dan sertifikat halal itulah bagian problema klasik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Melihat permasalahan itu universitas yarsi menggelar pelatihan UMKM memberdayakan pelaku UMKM diIndonesia.</p>
<p>Dosen Magister Manajemen Universitas Yarsi, Dr .Ir.Any Setianingrum,M.E.sy( Doktor any) menyatakan itu , Selasa, 5/11 di Universitas Yarsi.</p>
<p>Perhelatan digelar Universitas Yarsi dalam rangka program hibah Kedaireka diterima Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.</p>
<p>Pelatihan dilakukan kepada tiga mitra UMKM Binaan, yaitu produsen mie ayam sehat Cikmi, Dapur Kalkul, dan kelompok tani (Poktan) Mustika. Mereka bukan saja diberikan pelatihan dalam berbagai aspek bisnis ,tapi juga mendapatkan pendampingan. ” Tujuan utama adalah UMKM tersebut bisa naik kelas,”UjarDoktor Any</p>
<p>Ditambahkannya, program ini merupakan kemitraan antara insan perguruan tinggi dengan dunia usaha, khusus untuk program industri rumah tangga usaha mikro (IRT-UM) dengan mitranya adalah golongan IRT-UM. Pelaksanaannya dilakukan hingga 2,5 bulan.</p>
<p>Menurut Doktor Any, mitra UMKM ini akan mendapatkan 8 pelatihan inti, diantaranya meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran dan tata kelola serta kelembagaan UKM. Workshop akan dipaparkan secara teori dan praktek simulasi.</p>
<p>Tidak itu saja, mereka juga akan mendapatkan pendampingan dalam pengurusan legalitas usahanya. Mulai dari sertifikat, ijin hingga merek, agar jangkauan marketing UMKM lebih luas.setelah itu akan  dampingi dari sertifikat halal pengurusan merek atau HKI, kemudian perizinan edar makanan seperti itu supaya jangkauan marketing mereka bisa lebih luas.</p>
<p>Tujuan selanjutnya dari program itu bertujuan membantu UMKM meningkatkan kompetensi dalam aspek pembukuan, manajemen produksi hingga legalitas. ”Melalui pelatihan ini, Ia berharap para pelaku UMKM dapat lebih efisien mengelola bisnis merekadan lebih berdaya,” Tutur  Doktor Any, alumnus Doktor Univeritas Airlangga.</p>
<p>Sependapat dengan Doktor Any, Wakil Rektor Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan H.Utomo, Ph.D (Doktor Ahmad) menambahkan,pelatihan ini mampu membantu UMKM mengidentifikasi dan mengurangi biaya tidak efisien, mendapatkan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar produk mereka dapat terlindungi sehingga lebih berdaya.</p>
<p>Di samping pelatihan manajerial, para peserta juga diberikan bantuan alat produksi sesuai kebutuhan. Misalnya, Warteg Bahari, salah satu mitra, mendapat &#8216;showcase&#8217; untuk meningkatkan variasi produk minuman mereka.</p>
<p>“Nantinya setiap mitra juga akan diberikan aplikasi kasir yang terintegrasi. Sehingga mereka dapat memantau transaksi dan membuat laporan keuangan secara otomatis,” ujar  Doktor Ahmad.</p>
<p>Dalam pelatihan itu banyak materi bermanfaat diberikan kepada peserta UMKM. Khusus pembukuan, salah satu narasumber dan dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Yarsi, Nida Nadya Hasan, SE.MS.Ak memberikan pencerahan cara melakukan pembukuan untuk UMKM. tidak ketinggalan, mitra UMKM tersebut juga dilatih membuat 2 laporan, yaitu laporan keuangan atau neraca dan laporan laba rugi sehingga memudahkan pembukuan. (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Yarsi Kerjasama  BAMUIS BNI Wujudkan Usaha Ultra Mikro Naik Kelas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/universitas-yarsi-kerjasama-bamuis-bni-wujudkan-usaha-ultra-mikro-naik-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 06:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[BAMUIS]]></category>
		<category><![CDATA[BAMUIS BNI]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Eksekutif BAMUIS]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Drs.Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Magister Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[UMI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha ultra mikro]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank BNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=16532</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi membantu usaha mikro kecil menengah tidak omon-omon alias retorika saja.  Lewat Tim Pengabdian Masyarakat  Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM), bekerja sama dengan Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Yarsi membantu usaha mikro kecil menengah tidak omon-omon alias retorika saja.  Lewat Tim Pengabdian Masyarakat  Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM), bekerja sama dengan Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank BNI (BAMUIS BNI) memberdayakan pelaku usaha ultra mikro (UMI) agar naik kelas. menjadi usaha lebih sukses   .</p>
<p>Dosen Prodi MM Universitas Yarsi, Dr.Ir.Any Setianingrum,M.E. Sy mengatakan, UMI  merupakan lapisan ekonomi terbawah masyarakat, seringkali diwakili pedagang keliling atau usaha kecil minim modal dan dukungan serta harus dibantu permasalahan penguasaan teknologinya.</p>
<p>Melihat situasi ini, Prodi MM Universitas Yarsi bekerja sama dengan Bamuis BNI  memberikan monitoring, edukasi, dan pelatihan bagi pelaku UMI, sehingga mereka dapat mengembangkan usahanya secara optimal dan terwujud kesejahteraannya. naik kelas.</p>
<p>Bamuis BNI menyalurkan zakat dan donasi lainnya secara produktif untuk mendukung pengembangan UMI. Zakat diberikan tidak dimaksudkan untuk konsumtif, tetapi disalurkan sebagai hibah dengan syarat  dana tersebut digunakan untuk kelancaran usaha, bukan untuk keperluan lainnya.</p>
<p>Menurut Doktor Any, di sinilah peran Universitas Yarsi menjadi penting, memastikan penyaluran zakat ini tepat sasaran dan berkelanjutan.</p>
<p>Ditambahkannya, banyak pelaku UMI menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk kesehatan dan pendidikan. Bahkan, pemberian pinjaman dengan bunga rendah sering kali tidak bisa membantu karena mereka tidak memiliki cukup profit untuk menutupi kebutuhan dasar.</p>
<p>Lebih lanjut, kerja sama ini juga mengimplementasikan konsep Kampus Merdeka. 13 mahasiswa Universitas Yarsi dan 5 mahasiswa penerima beasiswa dari Bamus BNI dilibatkan dalam program ini.</p>
<p>Para mahasiswa diharapkan tidak hanya mempelajari teori dalam kelas, tetapi juga turun ke lapangan memahami lebih dalam tentang kewirausahaan dan jiwa filantropi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-16533" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Universitas-Yarsi-Kerjasama-BAMUIS-BNI-Wujudkan-Usaha-Ultra-Mikro-Naik-Kelas-1-711x400.jpg" alt="" width="711" height="400" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Universitas-Yarsi-Kerjasama-BAMUIS-BNI-Wujudkan-Usaha-Ultra-Mikro-Naik-Kelas-1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Universitas-Yarsi-Kerjasama-BAMUIS-BNI-Wujudkan-Usaha-Ultra-Mikro-Naik-Kelas-1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/08/Universitas-Yarsi-Kerjasama-BAMUIS-BNI-Wujudkan-Usaha-Ultra-Mikro-Naik-Kelas-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 711px) 100vw, 711px" /></p>
<p>Menurut Alumnus Doktor Universitas Airlangga, lewat kegiatan ini, mahasiswa juga didorong mengembangkan ekonomi berbagi atau sharing economy, yang menjadi salah satu fokus utama program ini.</p>
<p>Sedangkan dalam proses penyaluran dana zakat, Prodi MM Universitas Yarsi bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk memastikan bahwa data persebaran UMI dan kendala dihadapi mereka dapat diatasi dengan baik.</p>
<p>Pendataan dan pendaftaran UMI dilakukan melalui sistem klustering, di mana satu kluster terdiri dari 5 hingga 10 pelaku usaha.” Setiap kluster akan dipantau secara ketat untuk mencegah adanya penyalahgunaan dana,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ibu berhijab ini menuturkan, tantangan lain dihadapi UMI ketidakmampuan mereka mengikuti pelatihan karena harus meninggalkan usaha mereka. &#8221; Solusi hal ini, saat pelatihan berlangsung , mereka diberikan uang saku sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama mengikuti pelatihan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, banyak pelaku UMI tidak memiliki ponsel atau rekening bank, sehingga menjadi hambatan dalam proses penyaluran dana zakat. Namun program ini telah membantu sebagian dari mereka untuk membuka rekening bank, sehingga dana zakat dapat disalurkan dengan lebih mudah.</p>
<p>Program ini juga dilengkapi dengan evaluasi sebelum dan sesudah pemberdayaan UMI, untuk mengukur motivasi, tingkat keputusasaan, dan perkembangan usaha mereka. ”Hasil survei menunjukkan bimbingan yang diberikan telah meningkatkan optimisme pelaku UMI,” cakap doktor Any.</p>
<p>&#8220;Semangat, optimasi, dan pendampingan adalah tiga faktor utama dibutuhkan agar UMI dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sisi lain Direktur Eksekutif BAMUIS,Drs.Sudirman,MBA melengkapi BAMUIS punya dana, tapi  tak bisa membina dan tak bisa melahirkan mental wiraswasta.”Alhamdulillah  dengan kerjasama Universitas Yarsi mereka ikut dalam kegiatan ini  kondisinya  sudah terwujud dan sukses.</p>
<p>Ditambahkannya, BAMUIS kini Fokus pada pemberdayaan umat. BAMUIS  tak memberikan sembako tetapi orang yang tadinya tak pintar jadi pintar. Semua itu lewat beasiswa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Sumber dana BAMUIS dari zakat. Kini yang dibina BAMUIS usaha kecil menengah dan harus sukses dan sejahtera. ”Kerjasama Universitas Yarsi berharap jumlahnya bertambah,” tutup Sudirman (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lewat Prof Nurul,Yarsi Dapat Dana DRTPM Diktiristek, Bangun Ekonomi Masyarakat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/lewat-prof-nurulyarsi-dapat-dana-drtpm-diktiristek-bangun-ekonomi-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 04:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ditjen Diktiristek]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr .Endang Purwaningsih]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan OASE Anak Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15675</guid>

					<description><![CDATA[Dosen Universitas Yarsi satu ini gaya berpakaiannya simpel,elegan dan enak dipandang. Kemarin raut wajahnya terpancar senyum bahagia melebihi dari biasanya. Setelah diselidiki ternyata bapak dosen ini Selasa(2/7)berhasil memperoleh Pendanaan DRTPM [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dosen Universitas Yarsi satu ini gaya berpakaiannya simpel,elegan dan enak dipandang. Kemarin raut wajahnya terpancar senyum bahagia melebihi dari biasanya. Setelah diselidiki ternyata bapak dosen ini Selasa(2/7)berhasil memperoleh Pendanaan DRTPM Program Pengabdian Masyarakat tahun Anggaran 2024 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi ( Ditjen Diktiristek). Dosen ini bernama Prof .Dr.Nurul Huda,S.E.,M.M.,M.Si (Prof Nurul).</p>
<p>Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi menerangkan. dana pengabdian diperoleh  dari Diktiristek untuk Yarsi  sudah tiga kali . Selain itu tentunya hibah internal dari Yarsi.</p>
<p>Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Warung Sejahtera TanjungPriok  dengan Wakaf Crowdfunding dan Transfoirtasi Digital menjadi tema dalam kegiatan pengabdian masyarakat Prof Nurul dan tim pengusul kali ini.</p>
<p>Alasannya berkaitan Yayasan OASE Anak Bangsa sudah lama menjadi Mitra pada prodi Magister Managemen dan Yarsi sudah mendirikan lembaga koperasi syariah (kategori Islamic commercial finance) dan Alhamdulillah saat ini sudah berjalan dan membantu usaha mikro kecil menengah binaan yayasan. Sedangkan hibah kali ini menarget berdirinya Lembaga Nazhir Wakaf (kategori Islamic Social finance) sehingga diharapkan instrument keuangan syariahnya lengkap.</p>
<p>Menurut Prof Nurul keberhasilan memperoleh Pendanaan DRTPM Program Pengabdian Masyarakat tidak ujuk-ujuk(mendadak), melain ada ragam persiapan dilakukan.Termasuk kini sedang pengajuan izin lembaga kenazhiran ke Badan Wakaf Indonesia.” Alhamdulillah Jumat besok tahapan validasi, sehingga pertengah Juli diharapkan izin kenazhirqan selesai,”ujar Prof Nurul yang juga Wakil Rektor IV Universitas Yarsi.</p>
<p>Ditambahkannya, pengabdian masyarakat ini selain bagian pelaksanaan catur darma perguruan tinggi, juga bagian dari kiprah Universitas Yarsi dalam membangun ekonomi masyarakat dengan basis sistim Islam yang merupakan wujud visi Universitas Yarsi.</p>
<p>Salah satu suksesnya pengabdian masyarakat kali ini ,berdirinya lembaga kenazhiran dan penerapan <em>fundraising</em> dana wakaf dengan digitalisasi model sehingga sudah dapat menghimpun dana wakaf dari masyarakat atau calon wakif</p>
<p>Kepada sejawat dosen memberikan sesuatu kepada mahasiswa adalah  hal biasa.”Berikanlah sesuatu untuk masyarakat yang bisa merubah kehidupan mereka, ini baru namanya luar biasa,”tutup Prof Nurul.</p>
<p>Selain Prof Nurul ,Tahun 2024 ini ada lagi dosen Universitas Yarsi yang mendapatkan, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Yarsi, Prof.Dr. Endang Purwaningsih,SH.,M.Hum.,M.Kn,dan dua orang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi,Dr. Ir.Any Setianingrum,M.Esy dan Harry Budiantoro,S.E,AK.,M.AK (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Pemberdayaan Zakat Produktif Sukses,MMUY  Tampilkan Pembicara 3 Dosen</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/workshop-pemberdayaan-zakat-produktif-suksesmmuy-tampilkan-pembicara-3-dosen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 08:46:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MM]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekomomi Bisnis Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga filantropi Bamuis BNI]]></category>
		<category><![CDATA[Lily Deviastri]]></category>
		<category><![CDATA[MM UY]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr.Tjandra Yoga Adhitama]]></category>
		<category><![CDATA[Randy Nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=14932</guid>

					<description><![CDATA[Lantai tujuh ruang dua Universitas Yarsi, beda dari biasa. Tempat itu biasa dijadikan ruang perkuliahan mahasiswa  , kemarin berkumpul para pelaku usaha ultra mikro. Wajah mereka bersinar ,ceriah dan sumringah [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lantai tujuh ruang dua Universitas Yarsi, beda dari biasa. Tempat itu biasa dijadikan ruang perkuliahan mahasiswa  , kemarin berkumpul para pelaku usaha ultra mikro. Wajah mereka bersinar ,ceriah dan sumringah</p>
<p>Ketua Program Pengabdian Masyarakat (P2M), Dr. Ir. Any Setianingrum, M.E.Sy (Doktor Any). mengatakan, di ruang itu digelar Program Pengabdian Masyarakat(P2M) berbentuk workshop Pemberdayaan Zakat Produktif BAMUIS BNI Melalui Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Usaha Ultra Mikro. Gawe diselenggarakan Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM UY)  tampilkan tiga dosen Universitas Yarsi</p>
<p>Peserta pelaku usaha merupakan mitra P2M di bawah binaan Tim Program Pengabdian Masyarakat Prodi MM, Universitas YARSI (TIM P2M), dan mereka mendapat zakat produktif dari lembaga filantropi Bamuis BNI.</p>
<p>Kerja sama Program studi  MM UY dan Bamuis BNI merupakan model pertama menerapkan metode penyaluran zakat produktif langsung kepada rekening masing-masing UMI, dilaksanakan transparan dan independent. Sedangkan pelaksanaannya dimulai dari analisa usaha dan kajian dokumen kependudukan agar tepat sasaran.  Dilanjutkan dengan pendampingan-pelatihan manajemen usaha ultra mikro dan monitoring-evaluasi lapangan.</p>
<p>Pada sesi workshop juga diadakan <em>pre-test </em>dan<em> post-test</em>, dimana mayoritas mengalami kenaikan skor nilai sebelum dan sesudah pelatihan.</p>
<p>Doktor Any juga dosen Universitas Yarsi menyatakan,para peserta diberikan banyak pengetahuan dan informasi mendasar, esensial dan mencerahkan. seperti membahas tutorial penyajiaan produk halal mudah dipahami dan dipraktekkan sehari-hari oleh usaha Ultra Mikro (UMI).</p>
<p>Kemudiam mengupas keterbatasan pendampingan menjadi sebab penyimpangan dan kegagalan penyaluran zakat produktif. “Tujuannya memastikan agar penyaluran zakat tepat sasaran, produktif dan berkelanjutan bagi usaha ultra mikro ,” ujar Doktor Any</p>
<p>Selain itu disampaikan pula terkait zakat produktif merupakan penyaluran zakat dari muzaki kepada mustahik pelaku usaha ultra mikro (UMI), dan bukan untuk kebutuhan konsumtif. Kemudian penjelasan pembebanan biaya modal, bunga pelaku usaha UMI bersumber Kementerian Keuangan tahun 2022.</p>
<p>Menurut Doktor Any, UMI merupakan lapisan paling bawah usaha milik masyarakat. Mereka adalah penyedia lapangan kerja terbesar, mayoritas adalah penjual keliling.</p>
<p>Disampaikan pula terkait pembebanan biaya modal, baik berupa margin, fee, bagi hasil, apalagi bunga kepada pelaku usaha ultra mikro atau UMI perlu ditinjau lebih dalam. Alasannya  pertama keuntungan UMI peroleh belum tentu bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Kedua, kegiatan ekonomi skala di atasnya yakni menengah dan korporasi berkontribusi sangat besar pada timbulnya eksternalitas atau dampak buruk terhadap sumber daya lingkungan, yang beban terberatnya jatuh pada masyarakat bawah.</p>
<p>Selain doktor Any dalam acara ini tampil pula  dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekomomi Bisnis Universitas Yarsi , Lily Deviastri, SE., MIB menjabarkan penting bagi pelaku usaha untuk memahami target konsumennya . ⁠</p>
<p>Value proposition harus diidentifikasi agar memiliki sesuatu yang dapat diyakinkan kepada pembeli untuk membeli produk kita. ⁠Service excellent dan inovasi pelayanan harus disampaikan secara terus menerus. Serta jangan lupa menjaga kebersihan dan keselamatan dalam usaha ikut mendukung kinerja usaha.</p>
<p>Kesemua disampailkan Lily terkait tip bagaimana UMI bisa naik kelas, bagaimana agar barang dagangan menarik pembeli</p>
<p>Selain itu tampil juga Dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekomomi Bisnis Universitas Yarsi,Randy Nugroho, SE., M.Sc. (Dosen Program Studi Akuntansi) lebih pada memberikan pelatihan strategi penjualan, tantangan dan solusinya bagi UMI, agar usaha berkelanjutan di tengah persaingan saat ini.</p>
<p>Program Pengabdian Masyarakat(P2M) berbentuk workshop sukses dilaksanakan Semua materi disampaikan dengan teknik interaktif dan bahasa mudah dipahami UMI.</p>
<p>Pertemuan ini semakin semarak dan menarik karena adanya sambutan Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. dr.Tjandra Yoga Adhitama, Sp.P(K),DTM&amp;H dan Perwakilan Direktur Bamuis BNI dan bantuan dari para mahasiswa  sebagai panitia (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PWUY Gelar Webinar Pengembangan Aset Wakaf Melalui Reksadana Wakaf.</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pwuy-gelar-webinar-pengembangan-aset-wakaf-melalui-reksadana-wakaf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2022 15:08:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anwar Sahal]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby P Manullang]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Lukman Hamdani]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Wakaf Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Head of Sharia Investment Management]]></category>
		<category><![CDATA[ketua PWUY]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[program studi magister manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Wakaf Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[PWUY]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris PWUY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9579</guid>

					<description><![CDATA[Mengakhiri Ramadhan 1443 Hijriah tahun 2022, Pusat Wakaf Universitas Yarsi(PWUY) menggelar webinar Wakaf Nasional bertema Strategi Pengembangan Aset Wakaf Melalui Reksadana Wakaf. Diskusi virtual kemarin mendatangkan pembicara ketua Forum Wakaf [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>p{color:black;}</style>
<p>Mengakhiri Ramadhan 1443 Hijriah tahun 2022, Pusat Wakaf Universitas Yarsi(PWUY) menggelar webinar Wakaf Nasional bertema Strategi Pengembangan Aset Wakaf Melalui Reksadana Wakaf.</p>
<p>Diskusi virtual kemarin mendatangkan pembicara ketua Forum Wakaf Produktif , Bobby P Manullang dan Komisioner PWUY dan Head of Sharia Investment Management, Anwar &nbsp;Sahal, M.M, ASPM</p>
<p>Banyak pengetahuan dan wawasan dipaparkan Bobby. diantaranya, pentingnya pengaliran benefit dana manfaat wakaf untuk Wakif melalui skema pengelolaan, &nbsp;Pentingnya edukasi secara terus menerus atau branding &nbsp;terkait reksadana wakaf &nbsp;serta &nbsp;pentingnya penghimpunan wakaf tunai melalui reksadana wakaf, jangan fix aset saja( rumah, bangunan,)</p>
<p>Tidak kalah dengan Bobby, Anwar juga menyampaikan beberapa penekanan menarik seperti reksadana wakaf sudah sesuai syariah . Harus ada kerjasama dan perjanjian dengan manajemen investasi &nbsp;dan bank kustodian ketika membuat produk syariah yang baru . Sampai kini &nbsp;jumlah produk sukuk syariah masih terbatas dan ini berpengaruh kepada reksadana wakaf.</p>
<p>Sekretaris PWUY, Dr. Lukman Hamdani,M.E.I menerangkan,reksadana wakaf &nbsp;merupakan &nbsp;instrumen investasi penghimpunan dana wakaf &nbsp;dari masyarakat , dikelola oleh &nbsp;manajemen Investasi &nbsp;melalui produk pasar modal syariah ( saham syariah, sukuk syariah dan lainnya), kemudian disalurkan manfaat dana wakaf reksadana tersebut oleh nazhir.&nbsp;</p>
<p>Contohnya wakaf BSM umat &nbsp;untuk mauquf alaih atau masyarakat membutuhkan seperti &nbsp;program nya cinta anak yatim dan AlQur&apos;an</p>
<p>Dosen Pascasarjana Universitas Yarsi &nbsp;mengatakan pula , pengembangan aset wakaf melalui reksadana wakaf sangat penting, karena reksadana wakaf &nbsp;itu mudah, aman, berpengalaman &nbsp;ditangani manajemen investasi, dikelolah professional yaitu nazhir. Selanjutnya Insya Allah berkah &nbsp;kareana ada di produk pasar modal syariah. serta programnya jelas dan terarah</p>
<p>PWUY menurut Lukman, berdiri karena adanya dinamika potensi wakaf yang belum maksimal dan melihat potensi wakaf besar di Universitas Yarsi. Selain itu adanya problem mahasiswa dan mahasiswi Yarsi terkendala pembayaran uang SPP karena finansial covid.&nbsp;</p>
<p>Alumni Doktoral Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menegaskan, PWUY hadir untuk memberdayakan masyarakat sekitar. &nbsp;Melihat masyarakat disekitar Yarsi banyak tidak produktif seperti pengemis, pengamen dan lainnya&nbsp;</p>
<p>PWUY mulai diinisiasi ketika Prof. Dr Nurul Huda saat menjadi kepala program studi magister manajemen tahun 2020.&rdquo;Kini sebagai ketua PWUY Dr.Ir.Any Setianingrum, ME.Syariah.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
