<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Kholis Ernawati &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/dr-kholis-ernawati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Aug 2025 05:50:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Dr. Kholis Ernawati &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puskesmas Kramat Jati Gandeng Universitas YARSI Gelar Pelatihan Kader Jumantik</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/puskesmas-kramat-jati-gandeng-universitas-yarsi-gelar-pelatihan-kader-jumantik?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=puskesmas-kramat-jati-gandeng-universitas-yarsi-gelar-pelatihan-kader-jumantik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Ampar]]></category>
		<category><![CDATA[Cawang]]></category>
		<category><![CDATA[Cililitan]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah Dengue]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Dini Widianti]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Yusnita]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Kramat Jati]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21697</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, 22 Agustus 2025 – Puskesmas Kramat Jati menggandeng Universitas YARSI melalui Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran dalam menyelenggarakan Program Penguatan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Agustus 2025 – Puskesmas Kramat Jati menggandeng Universitas YARSI melalui Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran dalam menyelenggarakan Program Penguatan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 19–22 Agustus 2025, di puskesmas kecamatan maupun kelurahan di wilayah Kramat Jati.</p>
<p>Wilayah Kramat Jati dengan jumlah penduduk 320.223 jiwa pada tahun 2025 tercatat mengalami 430 kasus DBD pada tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang lebih kuat melalui peningkatan kapasitas kader jumantik sebagai ujung tombak pencegahan di masyarakat.</p>
<div class="row row-small align-center"  id="row-894423387">

	<div id="col-1232410906" class="col medium-6 small-12 large-6"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<figure id="attachment_21702" aria-describedby="caption-attachment-21702" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-21702 size-large" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik1-640x800.jpg" alt="" width="640" height="800" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik1-640x800.jpg 640w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik1-320x400.jpg 320w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik1.jpg 683w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-21702" class="wp-caption-text"><em>Narasumber dr Dini Widianti MKK., SpKKLP sedang menyampaikan materi</em></figcaption></figure>
		</div>
					</div>

	

	<div id="col-2049483581" class="col medium-6 small-12 large-6"  >
				<div class="col-inner"  >
			
			
<figure id="attachment_21701" aria-describedby="caption-attachment-21701" style="width: 448px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class="wp-image-21701 size-full" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik.jpg" alt="" width="448" height="560" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik.jpg 448w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik-320x400.jpg 320w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /><figcaption id="caption-attachment-21701" class="wp-caption-text"><em>Narasumber dr Yusnita, MKes., SpKKLP foto bersama peserta pelatihan</em></figcaption></figure>
		</div>
					</div>

	
</div>
	<div id="text-2640395512" class="text">
		
<p>Sebanyak 140 kader jumantik dari tujuh kelurahan – Dukuh, Cililitan, Cawang, Batu Ampar, Balekambang, Kampung Tengah, dan Kramat Jati – mengikuti pelatihan. Setiap sesi diikuti sekitar 40 kader sesuai jadwal yang ditetapkan.</p>
<p>Pelatihan menghadirkan tim dosen IKM Universitas YARSI sebagai narasumber, yaitu Dr. Kholis Ernawati, S.Si., MKes., dr. Dini Widianti, MKK., SpKKLP., dan dr. Yusnita, M.Kes., SpKKLP.. Materi yang disampaikan mencakup situasi terkini kasus DBD, gejala klinis, pola musiman, faktor risiko lingkungan, teknik inspeksi jentik, hingga strategi edukasi masyarakat.</p>
<figure id="attachment_21704" aria-describedby="caption-attachment-21704" style="width: 939px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-21704 size-full" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik2.jpg" alt="" width="939" height="528" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik2.jpg 939w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik2-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/Puskesmas-Kramat-Jati-Gandeng-Universitas-YARSI-Gelar-Pelatihan-Kader-Jumantik2-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 939px) 100vw, 939px" /><figcaption id="caption-attachment-21704" class="wp-caption-text"><em>Narasumber Dr. Kholis Ernawati, MKes sedang menyampaikan materi</em></figcaption></figure>
<p>Melalui pelatihan ini, kader dibekali pemahaman mengenai indikator sederhana kewaspadaan dini seperti Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), dan Container Index (CI). Mereka juga dilatih untuk mengidentifikasi titik-titik rawan jentik yang sering terlewat, seperti dispenser air, talang rumah, pot tanaman, hingga barang bekas di pekarangan. Selain itu, pelatihan menekankan strategi komunikasi persuasif agar kader mampu melakukan advokasi kesehatan secara humanis dan berbasis data lokal. Dengan keterampilan tersebut, kader diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemantau jentik, tetapi juga sebagai edukator, penggerak aksi cepat, sekaligus penghubung antara masyarakat, puskesmas, dan pemerintah daerah.</p>
<p>Pada sesi terakhir, 22 Agustus 2025, pelatihan difokuskan bagi kader jumantik dari Kelurahan Cawang, khususnya wilayah RW 14 yang pada tahun ini ditunjuk sebagai daerah percontohan &#8220;Kampung Bebas Jentik&#8221; 2025. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh ketua RW beserta seluruh ketua RT di wilayah RW 14. Sesi khusus ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan kader dan pimpinan wilayah dalam menghadapi program penunjukan Kampung Bebas Jentik. Selain materi utama, diadakan pula diskusi interaktif untuk membuka wawasan, bertukar pengalaman, dan menumbuhkan ide-ide inovatif yang dapat diadopsi oleh Kelurahan Cawang dalam mewujudkan lingkungan sehat bebas jentik.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan memperkuat kewaspadaan dini DBD berbasis masyarakat serta menekan angka kasus di wilayah Kramat Jati. Sinergi antara Puskesmas, Universitas YARSI, dan para kader jumantik diharapkan menjadi model kolaborasi strategis dalam pengendalian penyakit menular berbasis komunitas.<br />
		
<style>
#text-2640395512 {
  text-align: left;
}
</style>
	</div>
	
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRIN dan DPR-RI Gelar Penulisan Ilmiah Populer, Dosen Yarsi Beri Kiat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/brin-dan-dpr-ri-gelar-penulisan-ilmiah-populer-dosen-yarsi-beri-kiat?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=brin-dan-dpr-ri-gelar-penulisan-ilmiah-populer-dosen-yarsi-beri-kiat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 06:59:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRI-RI]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Himmatul Aliyah]]></category>
		<category><![CDATA[IMRAD]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Fadly Suhendra]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21253</guid>

					<description><![CDATA[Meski sudah sering belajar penulisan ilmiah popular, bagi Universitas Yarsi yang namanya belajar tidak ada matinya, termasuk penulisan ilmiah popular. Ilmiah popular merupakan perpaduan sains ditambah storytelling. Tujuannya edukasi publik [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meski sudah sering belajar penulisan ilmiah popular, bagi Universitas Yarsi yang namanya belajar tidak ada matinya, termasuk penulisan ilmiah popular.</p>
<p>Ilmiah popular merupakan perpaduan sains ditambah storytelling. Tujuannya edukasi publik lewat bahasa mudah dipahami. Sedangkan tantangannya menyederhanakan tanpa menyimpang. Sementara nilainya mendekatkan ilmu dengan kehidupan nyata dan nilai kemanusiaan.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Dr.Kholis Ernawati, S.Si, S.Ag., MKes (doktor Kholis) saat jadi pembicara edukasi Penulisan Ilmiah Populer BRIN dan DPRI-RI di Universitas Yarsi, Selasa, 29 Juli 2025</p>
<p>Selanjutnya,menulis ilmiah popular ada kiatnya, seperti gunakan analogi dan metafora, Maksudnya saat menyampaikan hal rumit atau tragis harus menyentuh dengan perbandingan imajinatif atau simbolik. Lalu  gunakan bahasa aktif dan naratif , saat penulis menjadi pelaku dalam cerita, menggunakan alur personal dan menggugah.</p>
<p>Kemudian membuat judul ada kiatnya, harus memancing rasa ingin tahu,artinya harus mengandung unsur emosional dan reflektif. Jika itu cerita personal,dan studi kasus, penyampaiannya harus melalui</p>
<p>pengalaman pribadi yang otentik dan kontekstual. Untuk  infografis dan ilustrasi,<strong> t</strong>ulisannya disertai atau merujuk pada visualisasi (foto, tempat dan media rujukan daring).</p>
<p>Menurut Doktor Kholis, ilmiah popular berbeda dengan ilmiah akademik. Gaya Bahasa ilmiah populer harus ringan, naratif dan komunikatif, sedangkan ilmiah akademik gaya Bahasa formal, teknis dan padat.</p>
<p>Audien pada ilmiah popular, masyarakat umum dari berbagai latarbelakang sedangkan ilmiah akademik ,peneliti, akademisi dan mahasiswa pascasarjana. Struktur tulisan bebas ( bisa naratif, cerita, studia sus dan analogi) untuk ilmiah popular. IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) untuk ilmiah akademik.</p>
<p>Tujuan Penulisan ilmiah popular edukasi public, meningkatkan meningkatkan literasi dan mendorong perubahan sikap berbasis sains. Ilmiah akademik tujuannya menambah ilmu pengetahuan, kontribusi ke khasanah akademik. Penyajian data ilmiah popular disampaikan ringkas, bisa lewat cerita, visualisasi yang menarik . sedangkan ilmiah akademik, statistic rinci, tabel, grfik formal</p>
<p>Alumnus Doktor Universitas Indonesia menambahkan, pada ilmiah populer referensi atau sumber dicantumkan, tetapi bisa berbentuk hyperlink kutipan media, dan lain lain. Tapi ilmiah akademik sangat ketat harus cantumkan sumber-sumber ilmiah jelas.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21255 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-1400x787.jpg" alt="" width="831" height="467" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-1400x787.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/BRIN-dan-DPR-RI-Gelar-Penulisan-Ilmiah-Populer-Dosen-Yarsi-Beri-Kiat-2048x1152.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 831px) 100vw, 831px" /></p>
<p>Terkait media publikasi untuk ilmiah popular cukup di koran, majalah,blog, media sosial ,video edukatif dan  podcast . “ Sedangkan  ilmiah akademik harus jurnal ilmiah, prosiding, laporan penelitian resmi,” terang Ibu Doktor berhijab.</p>
<p>Doktor Kholis dalam acara ini banyak menyampaikan pengetahuan penting, satu diantaranya mengembangkan kemampuan menulis  menarik dan berdampak</p>
<p>Pranata Hubungan Masyarakat Biro Komunikasi Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional,Muhammad Fadly Suhendra, S.Ikom M.IP (Mas Fadly) juga tampil sebagai pembicara mengatakan, penulisan ilmiah merupakan  peyajian dan mendiseminasikan hasil riset berupa penelitian, pengembangan dan pengkajian sistematis , logis dan objektif . Selain itu memperkenalkan temuan baru, mengembangkan teori atau memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan ( teoritis atau praktis). “Tulisan itu punya tujuan edukatif, inspiratif  dan rekreatif,” tutur  Mas Fadly.</p>
<p>Berbicara lebih luas penulisan, Alumnus Magister Universitas Indonesia menerangkan.penulisan itu banyak ragam. Seperti journastic writing berupa berita, feature, artikel, esai dan opini. Untuk public relations writing berupa press release, company profile, pidato, proposal , newsletter dan advertorial.</p>
<p>Sedangkan copywriting berupa iklan pengumuman, audisi dan lain sebagainya.  Untuk entertainment bentuknya script talkshow dan scenario. Pada book writing memuat buku nonfiksi dan fiksi, fiksi ilmiah, buku masakan, bacaan, pelajaran,,petunjuk dan pengembangan diri , traveling book, reference.Lalu sastra berupa puisi,pantun,novel, cerpen, drama, syair. Sementara academic writing berupa skripsi, tesis, desertasi, jurnal, policy brief dan paper.</p>
<p>Seperti doktor Kholis, Mas Fadly juga banyak menyampaikan pengetahuan penting, diantaranya.harus ditulis dan dipublikasikan nilai kebenaran, nilai kebaikan dan nilai keindahan serta pembaca sasaran dan nilai komersial.</p>
<p>Tidak ketinggalan swasunting (self-editing) menyempurnakan tulisan dan kelemahan.berupa perbaiki struktur kalimat dan tata Bahasa, membaca ulang draf seara cermat, meningkatkan kejelasan alur tulisan. “jangan malu minta bantuan orang lain yang kompeten untuk membaca,me-review dan berikan catatan,” pesan Mas Fadly.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi X DPR-RI , Himmatul Aliyah, S.Sos, M.Si .(Ibu Himmatul) juga jadi pembicara mengatakan kompetensi menulis akan meningkatkan intensitas membaca dan ketika menulis akan membaca banyak referensi.</p>
<p>Menurut Ibu Himmatul kini ada beberapa referensi manual dan digital. Khusus digital ada beberapa sumber referensi digital (open accessed) menyediakan jutaan referensi dan bisa diakses gratis.</p>
<p>Lebih lanjut, gawe di Universitas Yarsi ini memberikan petunjuk menulis ilmiah dan diharapkan akan meningkatkan peserta dan mahasiswa Yarsi gemar menulis dan membaca.,sehingga  banyak lahir budaya riset, menulis dan membaca . “ Program acara di Yarsi sangat bagus, peserta diberikan petunjuk menulis ilmiah,” seru Wakil Rakyat</p>
<p>“Kedepannya perhelatan di Yarsi ini pembahasannya lebih rinci lagi dan harus ada prakteknya menulis secara ilmiah,” pinta Ibu Himmatul (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YARSI Ciptakan Agen Perubahan dari Ciseeng: Edukasi Pangan Halal dan Aman untuk Masyarakat Sehat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-ciptakan-agen-perubahan-dari-ciseeng-edukasi-pangan-halal-dan-aman-untuk-masyarakat-sehat?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yarsi-ciptakan-agen-perubahan-dari-ciseeng-edukasi-pangan-halal-dan-aman-untuk-masyarakat-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 00:41:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ciseeng]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir. Verni Yuliaty Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[LPH YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pendrianto]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat YARSI Empowerment Village]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Bukhari Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20878</guid>

					<description><![CDATA[Ciseeng, Bogor – 16 Juli 2025. Universitas YARSI menggelar pelatihan kader kesehatan bertema “Edukasi Kehalalan dan Keamanan Pangan” di Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada 16 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ciseeng, Bogor – 16 Juli 2025. Universitas YARSI menggelar pelatihan kader kesehatan bertema “Edukasi Kehalalan dan Keamanan Pangan” di Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada 16 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM yang didanai hibah internal Universitas YARSI melalui Pusat YARSI Empowerment Village sebagai bentuk pemberdayaan desa mitra. Pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan edukasi pangan halal dan aman kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga sebagai pengelola konsumsi keluarga.</p>
<p>Pelatihan yang berlangsung pada 16 Juli 2025 ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Ciseeng, Bapak Rahmat Bukhari Muslim, S.Sy., M.E., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Universitas YARSI atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kapasitas kader kesehatan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai keamanan pangan dan kehalalan produk sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih bagi para ibu rumah tangga yang berperan sentral dalam menentukan pola konsumsi keluarga.</p>
<p>Empat narasumber hadir untuk memperkaya wawasan peserta dalam pelatihan ini. Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes membuka sesi pelatihan dengan pengantar tentang peran kader sebagai agen perubahan serta strategi penyampaian edukasi yang komunikatif dan menarik. Pendrianto, M.Farm—Auditor Halal dari LPH YARSI—memaparkan prinsip-prinsip keamanan pangan dan bahaya kontaminasi bahan pangan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Dedy Suseno, M.Si dari LPH YARSI menjelaskan secara rinci mengenai regulasi halal di Indonesia dan pentingnya proses sertifikasi halal, lengkap dengan simulasi pengecekan keabsahan logo halal. Sementara itu, Dr. Ir. Verni Yuliaty Ismail, MM.MSi mengajak peserta memahami pentingnya perilaku ekonomi konsumen dan produsen, serta bagaimana literasi label pangan dapat meningkatkan daya saing dan kepercayaan terhadap produk halal.</p>
<figure id="attachment_20879" aria-describedby="caption-attachment-20879" style="width: 286px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20879" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/YARSI-Ciptakan-Agen-Perubahan-dari-Ciseeng-Edukasi-Pangan-Halal-dan-Aman-untuk-Masyarakat-Sehat1.jpg" alt="" width="286" height="623" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/YARSI-Ciptakan-Agen-Perubahan-dari-Ciseeng-Edukasi-Pangan-Halal-dan-Aman-untuk-Masyarakat-Sehat1.jpg 274w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/YARSI-Ciptakan-Agen-Perubahan-dari-Ciseeng-Edukasi-Pangan-Halal-dan-Aman-untuk-Masyarakat-Sehat1-184x400.jpg 184w" sizes="auto, (max-width: 286px) 100vw, 286px" /><figcaption id="caption-attachment-20879" class="wp-caption-text"><i>Sesi penyampaian materi edukatif oleh ketua tim pengabdian Masyarakat</i></figcaption></figure>
<p>Pelatihan ini diikuti oleh 15 kader kesehatan yang berasal dari berbagai wilayah di Desa Ciseeng. Sebagai bentuk tindak lanjut, para kader diberi amanah untuk menjadi edukator di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing, dengan target menjangkau 150 ibu rumah tangga secara personal. Proses edukasi dirancang berlangsung dalam jangka waktu dua minggu setelah pelatihan, dengan menggunakan booklet edukatif sebagai media utama yang telah disusun oleh tim Universitas YARSI.</p>
<p>Isi booklet yang digunakan sebagai media utama dalam kegiatan edukasi memuat berbagai topik penting, seperti prinsip halal dan thayyib dalam konsumsi, bahaya penggunaan bahan tambahan pangan secara berlebihan, serta panduan membaca label produk untuk memastikan keamanan dan kehalalan. Materi disusun secara praktis dan komunikatif agar mudah dipahami oleh warga, khususnya para ibu rumah tangga sebagai sasaran utama edukasi.</p>
<p>Untuk mengevaluasi sejauh mana materi dipahami oleh warga, setiap sesi edukasi akan disertai dengan pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Kuesioner ini dirancang untuk mengukur peningkatan pengetahuan warga sebelum dan sesudah menerima informasi dari kader. Seluruh media edukasi, termasuk booklet, kuesioner, dan dokumen pendukung lainnya, telah disiapkan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas YARSI guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pasca pelatihan.</p>
<p>Dalam pelaksanaan kegiatan ini, empat mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, yaitu Athoillah, Nindya, Nirina, dan Nonya, turut berperan aktif sebagai panitia. Mereka membantu dalam persiapan teknis, dokumentasi, serta pendampingan peserta selama sesi pelatihan berlangsung. Kehadiran para mahasiswa ini menunjukkan keterlibatan aktif civitas akademika YARSI dalam kegiatan pengabdian masyarakat secara langsung di lapangan.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pelaksanaan program, tim pengabdian masyarakat Universitas YARSI juga akan melakukan monitoring secara langsung ke lapangan. Kegiatan monitoring ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan lanjutan bagi kader. Dengan pendekatan ini, para kader diharapkan dapat terus tumbuh sebagai agen perubahan yang konsisten, terarah, dan mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga merupakan kontribusi nyata Universitas YARSI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, program ini mendukung pencapaian SDG 2 (Mengakhiri kelaparan dan mendorong ketahanan pangan), SDG 3 (Menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang), serta SDG 12 (Menjamin pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan). Dengan menanamkan pemahaman tentang pentingnya keamanan dan kehalalan pangan, Universitas YARSI tidak hanya menciptakan perubahan perilaku konsumen, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif menuju gaya hidup sehat dan bertanggung jawab.</p>
<p>Melalui sinergi ilmu dan aksi nyata, Universitas YARSI berharap kader-kader kesehatan dari Ciseeng akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di lingkungan mereka. Edukasi bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi proses penyadaran yang mampu membentuk masyarakat yang lebih peduli, cerdas, dan mandiri dalam memilih konsumsi yang baik bagi tubuh dan hati.</p>
<p>Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat menciptakan perubahan perilaku konsumsi yang lebih sehat, aman, dan berlandaskan nilai-nilai kehalalan. Universitas YARSI terus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi yang berdampak, tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong> </strong><strong>Salam Pengabdian,</strong></p>
<p>Kholis Ernawati (Ketua Tim Pengmas)<br />
Pusat YARSI Empowerment Village<br />
Universitas YARSI</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Khalifah Lingkungan: Pelatihan Kader Rumah Sehat oleh Tim Pengmas Universitas YARSI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/menjadi-khalifah-lingkungan-pelatihan-kader-rumah-sehat-oleh-tim-pengmas-universitas-yarsi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjadi-khalifah-lingkungan-pelatihan-kader-rumah-sehat-oleh-tim-pengmas-universitas-yarsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 00:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[diare]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Rifda Wulansari]]></category>
		<category><![CDATA[ISPA]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kemayoran]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Sumur Batu]]></category>
		<category><![CDATA[RW 07]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20590</guid>

					<description><![CDATA[Universitas YARSI kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun masyarakat sehat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung pada [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas YARSI kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun masyarakat sehat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 5 Juli 2025 ini mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi Rumah melalui Peran Aktif Kader Kesehatan.” Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Kholis Ernawati, S.Si., MKes dan Dr. Rifda Wulansari, SP., MKes dari Fakultas Kedokteran, serta didukung oleh empat mahasiswa dan satu tenaga kependidikan. Program ini dirancang sebagai bentuk komitmen universitas terhadap penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan komunitas.</p>
<figure id="attachment_20592" aria-describedby="caption-attachment-20592" style="width: 1020px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20592 size-large" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Menjadi-Khalifah-Lingkungan-Pelatihan-Kader-Rumah-Sehat-oleh-Tim-Pengmas-Universitas-YARSI1-1400x788.jpg" alt="" width="1020" height="574" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Menjadi-Khalifah-Lingkungan-Pelatihan-Kader-Rumah-Sehat-oleh-Tim-Pengmas-Universitas-YARSI1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Menjadi-Khalifah-Lingkungan-Pelatihan-Kader-Rumah-Sehat-oleh-Tim-Pengmas-Universitas-YARSI1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Menjadi-Khalifah-Lingkungan-Pelatihan-Kader-Rumah-Sehat-oleh-Tim-Pengmas-Universitas-YARSI1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/Menjadi-Khalifah-Lingkungan-Pelatihan-Kader-Rumah-Sehat-oleh-Tim-Pengmas-Universitas-YARSI1.jpg 1504w" sizes="auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /><figcaption id="caption-attachment-20592" class="wp-caption-text"><i>Penyampaian materi oleh nara sumber</i></figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan layak huni. Para kader dilibatkan dalam serangkaian pelatihan intensif yang mencakup pemahaman tentang standar sanitasi rumah yang memenuhi syarat kesehatan, teknik komunikasi edukatif, serta praktik lapangan berupa penyuluhan langsung kepada warga. Dalam pelatihan ini, kader diajak memahami bahwa rumah yang sehat tidak hanya dilihat dari bangunan fisiknya, melainkan dari kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial penghuninya. Rumah yang memiliki ventilasi memadai, pencahayaan cukup, sarana air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah yang baik, terbukti mampu mencegah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, ISPA, dan TBC.</p>
<p>Selain pendekatan teknis, pelatihan ini juga menyentuh aspek spiritual dengan mengangkat nilai-nilai keislaman. Kader diajak memahami bahwa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan adalah bagian dari amanah sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Dengan semangat dakwah bil hal, kader didorong untuk menjadi teladan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan, tim dosen juga menyediakan modul, booklet edukatif, serta formulir monitoring sanitasi rumah. Semua media tersebut dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan.</p>
<p>Pelatihan yang diberikan kepada para kader disambut dengan antusias dan semangat tinggi. Selama sesi berlangsung, para kader menunjukkan minat besar dan keterlibatan aktif dalam memahami prinsip-prinsip sanitasi rumah yang sehat. Meskipun kegiatan baru memasuki tahap pelatihan, para kader telah mampu menangkap materi dengan baik dan menunjukkan kesiapan untuk meneruskan edukasi kepada masyarakat di tahap berikutnya. Salah satu bagian penting dari pelatihan ini adalah pemberian materi tentang teknik komunikasi efektif dalam edukasi kesehatan. Materi ini bertujuan untuk membekali kader dengan kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, ramah, dan mudah dimengerti, sekaligus mendorong perubahan perilaku sehat melalui pendekatan persuasif dan suportif. Untuk memudahkan penguasaan keterampilan komunikasi, para kader diperkenalkan dengan akronim SINGKAT, yakni: Senyum dan salam, Ingat gunakan bahasa sederhana, Nyatakan niat baik dan tujuan, Gunakan alat bantu dan praktik langsung, Kembangkan empati dan dengarkan, Ajak warga bertanya, serta Tutup dengan terima kasih dan motivasi.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Program ini juga memperkuat kemitraan lintas sektor antara akademisi, tokoh masyarakat, kader, dan warga, sesuai dengan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Semua kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.</p>
<p>Menurut Dr. Kholis Ernawati, kader kesehatan memegang peran strategis sebagai jembatan antara fasilitas layanan kesehatan dan masyarakat. Mereka bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga pemimpin perubahan yang membangun kesadaran warga untuk menjaga kesehatan dari lingkup terkecil: rumah tangga. Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan yang memadai, kader dapat menjadi agen transformasi sosial yang membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, Universitas YARSI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli dan hadir dalam kehidupan nyata masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan dapat berlanjut dan direplikasi di wilayah lain untuk membangun komunitas yang sehat, mandiri, dan berdaya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujud Cintanya Pada Universitas Yarsi, Para Dosen Kembali Goreskan Prestasi Penelitian</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/wujud-cintanya-pada-universitas-yarsi-para-dosen-kembali-goreskan-prestasi-penelitian?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wujud-cintanya-pada-universitas-yarsi-para-dosen-kembali-goreskan-prestasi-penelitian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 16:50:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rusdan H Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Ananta Hagabean]]></category>
		<category><![CDATA[Arif Triman]]></category>
		<category><![CDATA[Biofarma]]></category>
		<category><![CDATA[Bionaker DNA Swab Rongga Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Pathology]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr.Nunung Ainur Rahma]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.dr Indra Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Kencono Viyati]]></category>
		<category><![CDATA[Maya Genisa]]></category>
		<category><![CDATA[NetGen Sequencing]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr .Endang Purwaningsih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12763</guid>

					<description><![CDATA[Bila mau melihat universitas luber prestasi dan dapat  bantuan penelitian ,datang saja ke Universitas Yarsi. Universitas berusia 56 tahun  ,baru baru ini para dosen menggoreskan prestasi penelitian. Mereka diantaranya  Ahmad [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bila mau melihat universitas luber prestasi dan dapat  bantuan penelitian ,datang saja ke Universitas Yarsi. Universitas berusia 56 tahun  ,baru baru ini para dosen menggoreskan prestasi penelitian. Mereka diantaranya  Ahmad Rusdan H.Utomo,Ph.D , Dr.Kholis Ernawati, M.Kes , Prof Dr. Endang Purwaningsih,SH,M.Hum, MKn,Maya Genisa ,Ph.D dan Dr. dr.Nunung Ainur Rahma,Sp.A,</p>
<p>Kemudian Ananta Hagabean, S.E , Arif Triman,S.Psi.M.Ed ,Dr.dr Indra Kusuma M.Biomed ,Kencono Viyati ,S.si,M.Biomed  dan Dr.Sunu Bagaskara,M.si .</p>
<p>Doktor Ahmad sapaan akrab Ahmad Rusdan H.Utomo, mendapatkan pendanaan Matching fund (Kedaireka) Kemendikbudristek 2023 dan Hibah penelitian kemendikbudristek th anggaran 2023.</p>
<p>Judul penelitiannya,Identifikasi  Bionaker DNA Swab Rongga Mulut dan NetGen Sequencing(NGS) dan Penelitian Potensi Metilasi Gen IGF2 sebagai Penanda Deteksi Dini Resiko Stunting bayi dibawah 2 tahun</p>
<p>Doktor Ahmad menjelaskan alasan mengambil judul ini karena hingga kini belum banyak studi biologi molekuler pada terjadinya stunting. Selain itu Universitas Yarsi memiliki mesin NGS mampu melakukan <em>genomik sequencing</em>, maka mesin tersebut diberdayakan mempelajari sisi molekuler dari stunting.</p>
<p>Penelitian dengan mengambil sampel dari anak-anak di empat desa di Pandenglang (Medong, Kadumaneh, Kadubelong, Pareang). Desa ini dipilih karena lokus stunting.</p>
<p>Tiga desa pertama telah kita ambil sampel tahun lalu, dimana saat itu anak-anak belum mendapat intervensi gizi. Setelah sampling, anak-anak mendapatkan tambahan nutrisi (telur). maka di tahun ini, anak-anak yang sama akan di sampling ulang . Tujuannya mengecek apakah ada perubahan stunting dan juga apakah berkorelasi dengan perubahan epigenetik dari sampel dikumpulka</p>
<p>Menurut dosen Yarsi, sampel digunakan, dikoleksi dengan kit swab rongga mulut disediakan mitra Universitas Yarsi (Biofarma) .”Kit ini namanya BIosaliva, dulu pernah digunakan untuk cek covid,” terang Kepala Lembaga Penelitian Universitas Yarsi .</p>
<p>Selanjutnya pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 1 tahun. Hasilnya akan dievaluasi di akhir tahun.. Kemudian hasil yang didapatkan tahun ini akan menjadi evaluasi untuk pendanaan tahun depan, sehingga berkelanjutan.</p>
<p>Alumnus University of Texas San Antonio menambahkan, teknis penelitian melibatkan 3 fakultas  yaikni Kedokteran, Psikologi untuk evaluasi kecerdasan anak-anak stunting, dan Sekolah Pasca Sarjana biomedik untuk analisa biologi molekuler.</p>
<p>Sedangkan personel penelitian terdiri para dosen dan mahasiswa.,didukung  tim administrasi dari rektorat sebagai tim pengelola dan tim pengadaan bahan habis pakai.</p>
<p>“Bagi mahasiswa yang turut penelitian bisa mendapatkan kredit Merdeka Belajar Kampus Merdeka  dan bisa dipakai sebagai KKN,” ujar doktor Ahmad.</p>
<p>Peneliti Yarsi berharap dari hasil penelitian ini semoga data diperoleh dapat dikembangkan kit PCR untuk evaluasi risiko stunting pada anak dengan teknik sampling yang ramah anak. Selain itu  bisa digunakan laboratorium PCR yang banyak sekali di Indonesia sejak masa covid lalu.</p>
<p>Sementara bagi orang tua hasil penelitian dapat dijadikan tambahan informasi mengenai risiko stunting pada anak-anak. Bagi pemerintah daerah juga mendapatkan data untuk melakukan program presisi pada masyarakatnya.</p>
<p>Selain Doktor Ahmad ,  Doktor Kholis mendapatkan <em>Matching Fund</em> dengan judul penelitian Gerakan Sayang Ibu untuk Cegah Anak Stunting</p>
<p>Menurut Doktor Kholis, penelitian ini merupakan lanjutan  dari sebelumnya . kalau dahulu sasarannya sampai ibu hamil saja , kini hingga ibu menyusi.</p>
<p>Ibu menyusui itu ditambahkan asupan susu ibu menyusui dari Kalbe. Dalam pelaksanaanya melibatkan tokoh masyarakat,tenaga kesehatan, mahasiswa dari Universitas Yarsi dan para kader didaerah lokasi. “ “Penelitian ini merupakan skema pengabdian masyarakat,”cakap Alumnus Doktor Universitas Indonesia.</p>
<p>Masih tahun 2023 para dosen lain berhasil meraihi hibah penelitian ,Prof Endang  mengangkat judul Kemampuan Inovasi dan keunggulan Bersaing dalam Perlindungan dan Branding Produk UMKM Berbasis Kearifan Lokal dan Informasi Teknologi Terobos ekspor</p>
<p>Doktor Maya mengajukan judul Pengembangan Teknik Screening Pendeteksian Osteoporosis berbasis Teknik. Ini merupaka kegiatan tahun ketiga Imaging dan Artificial Intelegence menggunakan data CT-Scan, ini merupakan kegiatan tahun kedua.</p>
<p>Dr Nunung tema penelitiannya Digital Pathology Platform berbasis Artificial Intelegence untuk Kemandirian Kesehatan Nasional. Dan Ananta Hagabean, S.E ,MBA  tema peneliannya studi tentang factor factor mempengaruh niat wirausaha mahasiswa vokasi yang memiliki karakteristik Bisnis di Indonesia</p>
<p>Kemudian ,Arif Triman,S.Psi.M.Ed  sajikan judul penelitian Seberapa Resiko Pesepeda di Jalan Raya ?Sebuah Studi Tentang Perilaku  Pesepeda di DKI Jakarta. Dr.dr Indra Kusuma M.Biomed menyampaikan judul penelitian Pengaruh Medium Kultur Bebas Serum terhadap Ekspresi Serum Response Factor pada Kultur Produksi Sel Fibroblas Dermis sebagai Produk Terapi Tingkat Tinggi.</p>
<p>Sementara ,Kencono Viyati ,S.si,M.Biomed judul Hubungan antara Variasi Genetika pada Gen ADAM 33 dengan Peningkatan Resiko Asma di Indonesia, serta Dr.Sunu Bagaskara,M.si judul Eksplorasi Sikap Implisit terhadap individu dengan Disabilitas dalam rangka Pengembangan masyarakat Inklusif : Pendekatan Multi-Metode</p>
<p>Bukan itu saja, para dosen di Universitas Yarsi sebelumnya juga telah banyak mengukir prestasi lewat penelitian. Semua itu  wujud cinta para dosen kepada Universitas Yarsi lewat goresan prestasi penelitian (Usman )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Responden Program GRASIAS (Gerakan Sayangi Ibu Untuk Cegah Anak Stunting) di Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/sosialisasi-responden-program-grasias-gerakan-sayangi-ibu-untuk-cegah-anak-stunting-di-kecamatan-kresek-kabupaten-tangerang?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sosialisasi-responden-program-grasias-gerakan-sayangi-ibu-untuk-cegah-anak-stunting-di-kecamatan-kresek-kabupaten-tangerang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 08:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bantarsari]]></category>
		<category><![CDATA[desa Kemuning]]></category>
		<category><![CDATA[desa Koper]]></category>
		<category><![CDATA[desa Rancailat]]></category>
		<category><![CDATA[desa Renged]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kresek]]></category>
		<category><![CDATA[Matching Fund Kedaireka]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kalbe Nutrisionals]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12635</guid>

					<description><![CDATA[Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, 31 Agustus 2023 Keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain pengetahuan, persepsi, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, 31 Agustus 2023</p>
<p>Keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain pengetahuan, persepsi, sikap, dan motivasi ibu. Faktor eksternal antara lain dukungan keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tenaga kesehatan. Dukungan positif faktor eksternal akan mempengaruhi faktor internal dan berdampak pada perilaku ibu menyusui ASI eksklusif.</p>
<p>Pada hari Kamis, 31 Agustus 2023 dilakukan sosialisasi program kepada ibu menyusui yang menjadi sasaran kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di lima desa yang menjadi lokasi kegiatan, yaitu desa Renged, Rancailat, Koper, Kemuning, dan Patrasana. Peserta kegiatan sosialisasi adalah ibu-ibu menyusui masa ASI eksklusif. Pada kegiatan tersebut turun Tim Stunting Yarsi (dosen dan mahasiswa) serta melibatkan kader konselor komunitas masing-masing desa yang telah mendapatkan pelatihan.<br />
Tujuan kegiatan adalah agar ibu menyusui masa ASI eksklusif mendapatkan informasi tentang ASI eksklusif, manfaat kesehatan baik untuk ibu dan bayinya, cara memberikan ASI, cara mengatasi hambatan-hambatan dalam memberikan ASI, dan lain lain. Selain itu, pada sosialisasi juga dijelaskan program keseluruhan baik itu tentang distribusi bantuan susu ibu menyusui dari PT Kalbe Nutrisionals, cara meminum susu, pemantauan yang akan dilakukan oleh kader, dan kegiatan pendampingan kepada ibu menyusui, keluarga, dan komunitas.</p>
<p>Output kegiatan sosialisasi program yang diharapkan adalah ibu menyusui meningkat pengetahuannya tentang ASI eksklusif dan paham program Grasias yang dijalankan oleh Universitas YARSI bermitra dengan PT Kalbe Nutrisionals serta mendapatkan dukungan dana dari Hibah Matching Fund Kedaireka.</p>
<p>Dr. Kholis Ernawati, MKes<br />
Pusat SDGs dan Kependudukan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembekalan Mahasiswa KKN Pada Program GRASIAS</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pembekalan-mahasiswa-kkn-pada-program-grasias?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pembekalan-mahasiswa-kkn-pada-program-grasias</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 07:17:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Agusni Rahmayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rusdan H Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Wening Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Yusnita]]></category>
		<category><![CDATA[GRASIAS]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12528</guid>

					<description><![CDATA[Pembekalan mahasiswa pada program GRASIAS (Gerakan Sayangi Ibu Untuk Cegah anak Stunting) di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023 dengan tujuan agar mahasiswa paham secara keseluruhan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembekalan mahasiswa pada program GRASIAS (Gerakan Sayangi Ibu Untuk Cegah anak Stunting) di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023 dengan tujuan agar mahasiswa paham secara keseluruhan program GRASIAS dan mahasiswa dapat mengemban amanah dengan baik dalam pengambilan data, pencatatan pelaporan, pendamping kader komunitas, dan edukasi ke masyarakat.</p>
<p>Kegiatan pembekalan digabungkan dengan pembekalan mahasiswa untuk program lain yaitu kegiatan pemetaan epigenetik dan aspek kognitif dengan lokasi kegiatan yang sama yaitu di kecamatan Kresek. Mahasiswa yang terlibat dalam program GRASIAS sebanyak 10 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 7 dan keikutsertaan pada program GRASIAS akan dikonversi menjadi kegiatan KKN.</p>
<p>Pada kegiatan pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi tentang program GRASIAS, Stunting 101, Epigentik Stunting, Nutrisurvey, aspek kognitif Stunting, penilaian asupan makanan dan praktek analisis asupan dengan nutrisurvey. Pengisi materi pembekalan mahasiswa adalah Dr. Kholis Ernawati, MKes, dr Yusnita, MKes., Ahmad Rusdan H. Utomo, Ph.D., Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si., Psi., dan Agusni Rahmayanti, SGz., Kegiatan pembekalan dimulai dari pkl 09.00 yang dibuka oleh Wakil Rektor 1 UY, Dr. dr. Wening Sari, M.Kes.</p>
<p><b>Dr. Kholis Ernawati, S.Si., MKes.</b><br />
<b><em>Pusat SDGs dan Kependudukan</em></b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Advokasi Tim Stunting YARSI untuk Program GRASIAS (Gerakan Sayangi Ibu Untuk Cegah Anak Stunting) Kepada Dinkes Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/advokasi-tim-stunting-yarsi-untuk-program-grasias-gerakan-sayangi-ibu-untuk-cegah-anak-stunting-kepada-dinkes-kabupaten-tangerang?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=advokasi-tim-stunting-yarsi-untuk-program-grasias-gerakan-sayangi-ibu-untuk-cegah-anak-stunting-kepada-dinkes-kabupaten-tangerang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 19:57:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[desa Kemuning]]></category>
		<category><![CDATA[desa Koper]]></category>
		<category><![CDATA[desa Patrasana]]></category>
		<category><![CDATA[desa Rancailat]]></category>
		<category><![CDATA[desa Renged]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Sri Indriyan]]></category>
		<category><![CDATA[GRASIAS]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Sekdinkes]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kalbe Nutrisional]]></category>
		<category><![CDATA[SDG's]]></category>
		<category><![CDATA[Sustain Development Goals]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12477</guid>

					<description><![CDATA[Program penurunan stunting di kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan intervensi susu kepada ibu hamil telah dimulai oleh tim Stunting Universitas YARSI yang bekerja sama dengan PT Kalbe Nutrisional sejak tahun [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program penurunan stunting di kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan intervensi susu kepada ibu hamil telah dimulai oleh tim Stunting Universitas YARSI yang bekerja sama dengan PT Kalbe Nutrisional sejak tahun 2022. PT Kalbe Nutrisional memberikan bantuan susu ibu hamil sebagai CRS Perusahaan. Sasaran program adalah ibu hamil trimester kedua pada lima desa di daerah Kresek yaitu desa Rancailat, Renged, Patrasana, Kemuning, dan Koper. Pada saat sekarang, ibu hamil yang mendapatkan intervensi susu hamil sebagian sudah melahirkan dan sedang masa menyusui ASI eksklusif.</p>
<p>Kerjasama dengan PT Kalbe berlanjut untuk ibu-ibu yang telah melahirkan dengan intervensi susu pada ibu menyusui. Melalui hibah Matching Fund Kedaireka Batch 2, tim Stunting Yarsi mendapatkan tambahan dana kegiatan untuk menyukseskan tujuan utama kegiatan yaitu memastikan bayi yang telah dilahirkan oleh ibu-ibu, yang mendapatkan susu bumil selama kehamilan, mendapatkan ASI Eksklusif berkualitas.</p>
<p>Matching Fund Kedaireka dan PT Kalbe untuk program intervensi bumil mensupport tim Stunting YARSI dalam kegiatan pendampingan ibu menyusui, keluarga dan masyarakat. Untuk mendukung keberhasilan pendampingan maka akan dibentuk konselor komunitas yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh agama (pimpinan majelis taklim muslimah), dan bidan desa puskesmas.</p>
<p>Dalam rangka pelaksanaan program, Tim YARSI melaksanakan advokasi kepada Dinkes Kabupaten Tangerang pada tanggal 11 Agustus 2023. Tim YARSI diterima oleh dr. Sri Indriyani (plt. Sekretaris Dinas Kesehatan). Dr Indri, menyambut baik dan mendukung program penurunan stunting melalui intervensi bumil dengan susu yang dilaksanakan oleh UY. Sebagai tindak lanjut advokasi akan diadakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinkes Kabupaten Tangerang dan Universitas YARSI khusus program yang akan dijalankan. Selain itu, dr Indri juga berharap bahwa kegiatan yang baik tersebut akan berlanjut dan dapat direplikasi ke daerah lokus stunting yang lain di kabupaten Tangerang. Agar legalitas kegiatan terlindungi dan sebagai antisipasi jika ada hal – hal yang tidak diinginkan terjadi dalam pelaksanaan program.</p>
<p><b>Dr. Kholis Ernawati, S.Si., MKes<br />
<em>Pusat SDGs dan Kependudukan</em></b></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Ikut Gelar Féstival Eco Enzym</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-ikut-gelar-festival-eco-enzym?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yarsi-ikut-gelar-festival-eco-enzym</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 08:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Yulia Suciati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Eco Enzym]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Teknologi Sepuluh Nopember]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Raden Fatah Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Padjadjaran]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Sebelas Maret]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Syiah Kuala]]></category>
		<category><![CDATA[Univesitas Maritim Raja Ali Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Univesitas Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12240</guid>

					<description><![CDATA[Cintanya Universitas Yarsi pada lingkungan tidak sebatas retorika. Salah satu buktinya Universitas berusia 56 tahun  turut serta bergandeng tangan dengan institusi lainnya dalam upaya melestarikan lingkungan dalam Festival Eco Enzym. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cintanya Universitas Yarsi pada lingkungan tidak sebatas retorika. Salah satu buktinya Universitas berusia 56 tahun  turut serta bergandeng tangan dengan institusi lainnya dalam upaya melestarikan lingkungan dalam Festival Eco Enzym.</p>
<p>Menurut Wakil Rektor (Warek)II Universitas Yarsi, dr.Yulia Suciati, M.biomed,Ph.D ,partisipasi Universitas Yarsi sebagai upaya percepatan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development programs (SDGs) utamanya pada SDGs 14,15, 6, dan 3. Selain itu juga sebagai upaya  meningkatkan posisi kampus pada perankingan internasional UI Green Metric dan THE (Times Higher Education).</p>
<p>Sementara keterlibatan Universitas  Yarsi  (UY) pada event ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan terkait dengan 17 UN SGDs</p>
<p>Doktor Yulia mengatakan, event ini dalam digelar dalam rangka peringati Hari Lingkugan Hidup. Dua puluh universitas ternama unjuk gigi. Selain Universitas Yarsi  diantaranya Universitas Negeri Surabaya, Univesitas Sumatera Utara, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan -UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.</p>
<p>Kemudian Universitas Syiah Kuala, -Universitas Kuningan, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Padang,Univesitas Maritim Raja Ali Haji dan UIN Raden Fatah Palembang.</p>
<p>Tidak ketinggalan Universitas Andalas, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember</p>
<p>Selanjutnya Doktor Yulia menjelaskan, eco enzyme merupakan  hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis kuat.</p>
<p>Cairan eco enzyme dapat digunakan sehari hari dalam rumah tangga seperti   membersihkan seluruh rumah, baju, bahkan untuk mencuci sayur dan buah.  Caranya  siapkan larutan campuran eco enzyme dan air setiap kali pakai atau dengan batas  maksimal waktu penyimpanan  selama 7 hari.</p>
<p>“Perlu diingat penyimpanan lebih dari 7 hari akan menyebabkan bakteri yang ada pada air tumbuh dan merusak larutan pembersih,” terang Warek II U.</p>
<p>Kepala Pusat SDGs dan kependudukan Universitas Yarsi, Dr.Kholis Ernawati,M.Kes melengkapi, partisipasi UY  ini bersamaan merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan Festival ini juga  sejalan dengan visi SDGs</p>
<p>Dalam gawe ini UY ikut menyiapkan eco-enzyme  lalu digunakan pada saluran di lingkungan UY dan menyiram tanaman pada lingkungan UY.</p>
<p>Eco enzyme juga efektif untuk mengusir hama tanaman, seperti anggrek dan sayur-sayuran bahkan hama atau hewan yang kerap mengganggu di sekitar rumah kita seperti kecoa, semut, lalat, nyamuk, dan serangga lainnya.</p>
<p>Menurut Doktor Kholis,cara penggunaaan yaitu  mencampurkan 15 ml eco enzyme ke dalam 500 ml air. Kemudian, masukkan campuran larutan air dan eco enzyme ini ke dalam botol semprot dan semprotkan ke area kita targetkan (usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertama Kali Ikut UI Green Metric, Universitas Yarsi Sabet Peringkat Dunia dan Indonesia</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pertama-kali-ikut-ui-green-metric-universitas-yarsi-sabet-peringkat-dunia-dan-indonesia?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pertama-kali-ikut-ui-green-metric-universitas-yarsi-sabet-peringkat-dunia-dan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2022 10:21:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[UI Greenmetric]]></category>
		<category><![CDATA[UI GreenMetric World University Rankings]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=11388</guid>

					<description><![CDATA[Akhir tahun 2022 menambah keistimewaan lagi bagi Universitas Yarsi. Universitas sebentar lagi berusia 56 tahun dapat berperan dan pertama kali ikut ajang pemeringkatan UI Green Metric. Dari tempat acara kampus [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir tahun 2022 menambah keistimewaan lagi bagi Universitas Yarsi. Universitas sebentar lagi berusia 56 tahun dapat berperan dan pertama kali ikut ajang pemeringkatan UI Green Metric.</p>
<p>Dari tempat acara kampus Universitas Indonesia Depok, 12 Desember 2022 telah diumumkan hasil pemeringkatan. Universitas Yarsi menyabet peringkat 1006 di dunia dan peringkat 110 di Indonesia.</p>
<p>Menurut Kepala Pusat SDGs dan Kependudukan Universitas Yarsi, Dr.Kholis Ernawati,M.Kes,</p>
<p>UI GreenMetric World University Rankings merupakan inovasi Universitas Indonesia (UI) dikenal luas dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Kegiatan ini berkibar dari tahun 2010.</p>
<p>Doktor Kholis menjelaskan, penilaian UI GreenMetric dilandasi atas tiga pilar, yakni lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial-budaya, dengan bobot indikator penilaian yang terdiri enam.</p>
<p>Pertama Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15%); kedua Energi dan Perubahan Iklim (21%), selanjutnya Pengelolaan Sampah (18%), Penggunaan Air (10%), kelima Transportasi (18%); serta dan keenam Pendidikan dan Riset (18%).</p>
<p>Masih menurut Doktor Kholis, dari enam aspek penilaian, Universitas Yarsi memperoleh nilai paling tinggi pada aspek pendidikan dan riset dan mendapat peringkat ke 685 di dunia. “Capaian cukup menggembirakan bagi Universitas Yarsi, karena pertama kali ikut,” cakapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Kepala Pusat SDGs dan Kependudukan Universitas Yarsi yang berhijab ini menambahkan, ini suatu capaian tidak ringan di tengah capaian-capaian kampus sedunia mewujudkan kampus ramah lingkungan.</p>
<p>“Penilaian dan rekomendasi dilakukan UI Greenmetric diharapkan memberikan warna bagi Universitas Yarsi mewujudkan kampus berkelanjutan,” tutup Doktor Kholis. (Usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
