<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Marium Husain &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/dr-marium-husain/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Dec 2021 06:57:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Dr. Marium Husain &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FIMA Scientific Meeting 2021, Universitas Yarsi Dapat Apresiasi Menteri Kesehatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/fima-scientific-meeting-2021-universitas-yarsi-dapat-apresiasi-menteri-kesehatan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fima-scientific-meeting-2021-universitas-yarsi-dapat-apresiasi-menteri-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2021 06:57:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Marium Husain]]></category>
		<category><![CDATA[Federation of Islamic Medical Association]]></category>
		<category><![CDATA[FIMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8656</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi mendapat kepercayaan menggelarnya FIMA Scientific Meeting 2021. Acara ini digelar 23-24 Desember 2021, Kolaborasi Federation of Islamic Medical Association (FIMA), Indonesian Islamic Medical Associations (IIMA), dan Fakultas Kedokteran [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Universitas Yarsi mendapat kepercayaan menggelarnya FIMA Scientific Meeting 2021. Acara ini digelar 23-24 Desember 2021, Kolaborasi <em>Federation of Islamic Medical Association</em> (FIMA), Indonesian Islamic Medical Associations (IIMA), dan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">FIMA merupakan organisasi non profit, non politik dan non pemerintah serta badan terdaftar dari 23 IMA dan 30 anggota asosiasi di seluruh dunia. Mewakili sekitar 50.000 profesional medis dan Kesehatan muslim. Misi FIMA, yakni menyediakan platform bagi dokter muslim di seluruh dunia dalam bidang pendidikan dan etika kedokteran, bantuan kemanusiaan dan medis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi,Prof dr. Rika Yuli Wulandari PhD  Temu ilmiah ini merupakan program FIMA setiap tahun yaitu melaksanakan kegiatan Kedokteran Islam, termasuk kesehatan , pendidikan dan penelitian melalui kerjasama dan koordinasi antar organisasi. Kemudian menjadi wadah pertukaran informasi medis dan keahlian  teknis antar anggota organisasi  dan diakhir menjadi masukan bagi pemangku kepentingan bidang kesehatan anggota FIMA. “Dari Universitas Yarsi, Prof.dr,Jurnalis Uddin menjadi salah satu<em> founding fathers </em>FIMA dan pejabat Universitas Yarsi sebagai penasehat ,” terang Prof Rika</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Prof Rika  juga Kepala Pusat Penelitian Genomik menambahkan, manfaatnya Universitas Yarsi dalam FIMA dapat berkontribusi terhadap perkembangan Kedokteran Islam. Termasuk kini  kaitannya dengan pengendalian Covid-19 , Universitas Yarsi dapat berdiskusi dalam adaptasi pendidikan kedokteran dalam situasi pandemi. “FIMA sudah berperan dan beraktifitas di Indonesia melalui IIMA,”ujar Prof. Rika.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">FIMA Scientific Meeting 2021, digelar selama dua hari dan diikuti 23 negara mepunyai nilai istimewa dengan hadirnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia,Budi Gunadi Sadikin serta Presiden FIMA Dr. Ihsan Karaman  memberikan <em>opening keynote speech</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pak Menteri Budi Gunadi mengatakan, dalam kondisi covid-19 kita harus siap hidup berdampingan dalam kondisi covid-19, yang belum jelas kapan berakhirnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menteri Kesehatan memberikan apresiasi kepada Universitas Yarsi yang telah menggelar FIMA Scientific Meeting 2021dan berharap dari pertemuan ini dapat memberikan sumbangan ide dan inovasi membantu menangani pandemi covid-19, sehingga sistem kesehatan kita lebih siap menanganinya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pertemuan ilmiah mengambil tema Integrated Approaches of Pandemic Lesson to Learn From Covid-19 menghadirkan beberapa pembicara  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto ,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mayjen Suharyanto memaparkan, seputar Covid -19  dan tindakan yang dilakukan saat varian ini ditemukan. Melacak dan menguji petugas di Wisma Atlet, terutama ke kontak terdekat, pemeriksaan terhadap genom secara keseluruhan, perawatan untuk pasien positif, memperkuat pengujjian terutama dengan SGTF, serta Lockdown Wisma Atlet.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian  Presiden IMANA, The United State of America, Dr. Marium Husain , seputar Covid-19 dan kaitannya dengan efek Rumah Kaca  dan berbagai dampak perubahan iklim, seperti Kesehatan mental, suplai air dan makanan, polusi udara, suhu panas ekstrem.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain itu hadir pula dari Departemen Bedah Sekolah Tinggi Kedokteran dan Ilmu Kedokteran, Universitas Federal Dutse, Jigawa Nigeria,Dr. Salisu Isma’il  dan Head of Plastic and Reconxtructive Surgery Bradford Royal Infirmary and Honorary Lecturer University of Leeds, Dr. Sharief al Ghazal. Kemudian Direktur Sekolah Tinggi Pascasarjana Universitas Yarsi , Prof Dr.Tjandra Yoga A. Sp.P(K). Shifa Tameer-e-Millat University Pakistan, Prof .dr. Muhammad Iqbal Khan dan Universiti Sains Islam Malaysia, Dr. Suhaila Sanip, MMedEd. Serta tidak ketinggalan  sambutan Plt. Dirjen Dikti Ristek Kemendikbud , Prof Ir. Nizam, M.Sc</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis : Anggun dan Dimas</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
