<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fakultas Ekonomi Bisnis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/fakultas-ekonomi-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Feb 2024 07:50:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Fakultas Ekonomi Bisnis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FEB Yarsi Gelar Seminar SAK EP, Belajar SAK Jangan dihapal</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/feb-yarsi-gelar-seminar-sak-ep-belajar-sak-jangan-dihapal?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=feb-yarsi-gelar-seminar-sak-ep-belajar-sak-jangan-dihapal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 07:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-AKT]]></category>
		<category><![CDATA[Auliffi Ermian Challen]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.Dwi Martani]]></category>
		<category><![CDATA[Elmanizar]]></category>
		<category><![CDATA[ETAP]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FakultasEkonomi Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FEB UY]]></category>
		<category><![CDATA[Imelda Sari]]></category>
		<category><![CDATA[SAK EP]]></category>
		<category><![CDATA[Sovi Ismawati Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Yenny Akmalia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=14848</guid>

					<description><![CDATA[Jelang pukul 12 kemarin ,Ketua panitia Seminar Nasional Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan, Auliffi Ermian Challen, S.E, AK,M,AK (Auliffi)  tampak lebih ceria. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jelang pukul 12 kemarin ,Ketua panitia Seminar Nasional Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan, Auliffi Ermian Challen, S.E, AK,M,AK (Auliffi)  tampak lebih ceria. Pasalnya gawe digelar Program Studi (Prodi) Akuntansi  Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Yarsi(FEB UY)kemarin sukses. Pembicara dan peserta diundang, datang dan hadir semua.</p>
<p>Auliffi yang juga dosen Akuntansi  FEB UY mengatakan, menyusun laporan keuangan merupakan salah satu keahlian diperlukan Siswa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK). Penyusunan laporan keuangan tersebut haruslah mengacu pada standar akuntansi keuangan. Standar akuntansi keuangan mengatur penyajian, struktur laporan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan bagi entitas.</p>
<p>“Kini standar akuntansi keuangan(SAK) telah dikenalkan para guru kepada siswanya adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP),” terang Auliffi dengan wajah tersenyum</p>
<p>Ditambahkannya, pada 30 Juni 2021 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). SAK EP akan berlaku  1 Januari 2025. SAK EP akan menggantikan SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP).</p>
<p>Menurut dosen FEB Yarsi , masalah muncul  hingga kini belum banyak guru SMK mengetahui SAK EP. Sebagai civitas akademika, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FEB Universitas Yarsi harus berkontribusi dalam memberikan pelatihan akuntansi khususnya atas penerapan SAK EP kepada pihak membutuhkan seperti Guru-guru sekolah.</p>
<p>Alumnus  Magister Akuntansi Universitas Indonesia menegaskan, penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan harus mengikuti suatu standar yakni Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP).</p>
<p>Standar itu berisi penyajian, struktur laporan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan bagi entitas atau perusahaan. SAK Entitas Privat ditujukan untuk digunakan entitas tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal.</p>
<p>Kembali kepada, perhelatan, suksesnya agenda ini  karena tampilnya pembicara hebat, Anggota Dewan Pengarah Kebijakan AkuntansiKeuangan  Bank Indonesia , sekaligus pengajar Departemen Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Indonesia, Dr.Dwi Martani, S.E.M.E (Doktor Dwi).</p>
<p>Selain itu terbangunnya kerjasama Tim Pengabdian Masyarakat dari ProdiAkuntansi FEB UY antara ketua panita Auliffi dengan tim  dosen Elmanizar dan, Sovi Ismawati Rahayu. Serta tidak lupa bekerjasama dengan Ketua MGMP Akuntansi Wilayah 2  Jakarta Pusat,  Ibu Yenny Akmalia M.Pd</p>
<p>Sedangkan Kepala Prodi Akuntansi, Imelda Sari, S.E.M.Si. AK (Imelda) menambahkan,seminar  ini merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Prodi Akuntansi Universitas Yarsi dan wajib dilakukan seorang dosen sebagai bentuk tranfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat, dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.</p>
<p>Secara Khusus bagi Prodi Akuntansi kegiatan ini menciptakan kolaborasi bersama mitra masyarakat.</p>
<p>Menurut Alumnus Magister Universitas Sumatera Utara .agenda ini sukses dengan adanya sinergi . Diharapkan aksi pengabdian masyarakat dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat serta mendorong pengembangan komunitas. “Khusunya komunitas akuntansi yang lebih baik secara keseluruhan,’tekan Imelda</p>
<p>Hebatnya seminar ini, peserta bukan hanya para guru akuntansi saja, namun dosen-dosen dan mahasiswa prodi akuntansi juga banyak yang hadir . hacara in lebih hidup lagi saat acara banyak menggelinding pertanyaan kepada narasumber.</p>
<p>Imelda mengingatkan kepada  guru-guru akuntansi, setelah mendapatkan materi SAK-EP ini hendaknya mengajarkan materi terupdate kepada para siswa di sekolah. Jangan hanya terpaku pada buku-buku pegangan terkadang belum diupdate</p>
<p>SAK ini pedoman tervalid dapat diikuti dalam penerapan akuntansi. “Sebagai seorang pendidik tentunya harus selalu mengupgrade kemampuan bidang akuntansi,”pesan Imelda</p>
<p>Sementara Doktor Dwi dalam pertemuan ini banyak menyebarkan materi penuh pencerahan dan pengingat kepada para peserta. Seperti, belajar standar akuntansi keuangan tidak sulit. Pahami perbedaan antara standar baru dan standar lama. Misal SAK EP apa saja kebaruan dan perbedaannya, dibandingkan SAK ETAP, fokus pada hal tersebut.</p>
<p>Selanjutnya ,seorang guru mengajarkan penyusunan laporan keuangan haruslah berbasis standar akuntansi keuangan update sehingga harus memperhatikan referensi dalam bahan ajarnya. Diingatkannya  Penerapan SAK EP mulai 1 Januari 2025, sehingga menjadi tantangan bagi para guru meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya agar materi ini dapat menjadi bahan materi pelajaran disekolah</p>
<p>di Indonesia kini terdapat 4 pilar Standar Akuntansi Keuangan yaitu: standar akuntansi keuangan internasional (full IFRS), Standar Akuntansi Keuagan Indonesia (berbasis IFRS), Standar Akuntansi Entitas Privat (berlaku 1 januari 2025 pengganti SAK ETAP) Dan Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil dan Mennegah (SAK-EMKM)</p>
<p>PSAK Sekarang nomor didalamnya sudah berganti, jadi buat para dosen dan guru yang mengajarkan tentang PSAK harus mengikuti standar terbaru</p>
<p>Belajar SAK jangan hanya terpaku pada buku-buku pegangan terkadang belum diupdate. Belajar SAK itu jangan dijadikan satu standar terpisah-pisah.cukup kuasai satu standar saja, “ Jangan dihafalkan isi dari standar, karena standar itu bukan untuk dihafalkan namun diterapkan,”tutup Doktor Dwi.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Doktor Any Sosialisasi Wakaf Produktif, Trend Wakaf Tumbuh Jadi Kebanggan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/doktor-any-sosialisasi-wakaf-produktif-trend-wakaf-tumbuh-jadi-kebanggan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=doktor-any-sosialisasi-wakaf-produktif-trend-wakaf-tumbuh-jadi-kebanggan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 04:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-MAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Any Setianingrum]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FEB UY]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=11196</guid>

					<description><![CDATA[Literasi dan edukasi masyarakat serta keinginan wakaf masih lebih banyak pada pembangunan masjid dan makam, itulah hambatan dan tantangan wakaf produktif. Hambatan berikutnya pengawalan resiko. Kegiatan produktif pasti ada resikonya, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Literasi dan edukasi masyarakat serta keinginan wakaf masih lebih banyak pada pembangunan masjid dan makam, itulah hambatan dan tantangan wakaf produktif.</p>
<p>Hambatan berikutnya pengawalan resiko. Kegiatan produktif pasti ada resikonya, apalagi harus ada jaminan akan jumlah pokoknya  tidak boleh berkurang.</p>
<p>Hambatan lainnya, imbal hasil atau <em>return</em> tidak bisa <em>instant</em>, jadi tidak bisa buru-buru. Hambatan terbesar adalah perwujudan ekosistem wakaf, khususnya dukungan <em>stake holder</em>, regulasi, dan undang-undang.</p>
<p>Semua itu disampaikan Dosen Program Studi Magister Managemen (Prodi MM) Universitas Yarsi, Dr. Any Setianingrum, pada Sosialisasi Wakaf Bagi Stakeholder dan Perjanjian Kerja Sama (MOU) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Prodi MM Sekolah Pasca Universitas Yarsi, kemarin.</p>
<p>Lebih lanjut Doktor Any memaparkan, lewat kisah nyata Ardi, seorang mahasiswa baru, dari keluarga tidak mampu, menjadi anak yatim sejak balita. Dengan extra kegigihannya berhasil masuk perguruan tinggi (PT).</p>
<p>Hari-hari berikutnya Ardi harus berjuang cari penghasilan demi bertahan hidup di siang hari. Sekaligus belajar keras dan mengerjakan aneka tugas di malam harinya sebagai seorang mahasiwa.</p>
<p>Ardi, pemuda cerdas, santun, terlahir dari seorang ibu penjual makanan keliling kampung, sangat menyadari, soal indek prestasi kumulatif tinggi dan prestasi. Kampus ini, tidak mengenal alasan bagi keadaan sosial ekonomi orang tuanya, dengan segala belitan himpitan <em>problematic</em> mengiringinya.</p>
<p>Mungkin kita tidak pernah menjadi seorang Ardi. Bagaimana tekad kuat cita-citanya bisa banggakan bundanya, berjuang seorang diri sejak bapaknya wafat. Masih banyak Ardi-ardi lainnya di sekitar kita.</p>
<p>Membantu biaya studi Ardi, adalah membantu generasi penerus. Meringankan dan membantu biaya Ardi adalah mengatasi kesenjangan pendapatan bisa mengiritasi persatuan negeri amat kita cintai ini, termasuk menyiapkan ekosistem pergaulan harmonis, bagi anak cucu dan cicit.</p>
<p>Bantuan semacam itulah telah dilakukan nyata banyak Lembaga wakaf berbasis PT dan kerja sama lingkungan dengan memberi beasiswa kepada Ardi dan Ardi lainnya.</p>
<p>Menurut Peneliti Ekonomi Islam Universitas Yarsi, wakaf, menahan pokoknya, petik manfaatnya, merupakan posisi strategis bagi masyarakat, dari segi dimensi ekonomi lebih banyak sebenarnya dibanding dimensi sosial.</p>
<p>Selama ini kita kenal baik adalah Wakaf langsung (contoh masjid dan lahan pemakaman). Di lain itu ada pula wakaf tidak langsung atau wakaf produktif, artinya sebelum diambil manfaatnya, diawali dengan melalui pengelolaan produktif terlebih dahulu atau dikelola sebagai usaha komersil dulu, baru kemudian dipetik hasilnya untuk disalurkan pada mauquf alaih.</p>
<p>Doktor Any menerangkan, wakaf produktif ini akan sangat mendukung pemberdayaan lapangan kerja, memanfaatkan asset idle, bahkan dapat menggerakkan level perdagangan tingkat nasional dan internasional. Jika ditangani sumber daya manusia tepat dan kompeten. “Sudah ada contohnya,” ujar Komandan Wakaf Universitas Yarsi.</p>
<p>Doktor Any menambahkan, trend wakaf kini sangat positif, umat dan masyarakat mulai tumbuh jadi kebanggaan berwakaf.</p>
<p>Trendnya adalah wakaf produktif, termasuk di dalamnya wakaf uang. Uang tersebut dikelola terlebih dahulu di sektor keuangan dan riil, dan imbal hasilnya untuk disalurkan pada pembangunan dan amalan kebajikan dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>“Tren wakaf baru lainnya, misal pertanian, perkebunan, cash wakaf link sukuk,” tutup Doktor Any.</p>
<p>Sosialisasi Wakaf Bagi Stakeholder ini diawali MOU antara FEB Universitas Yarsi dengan Kecamatan Cempaka Putih (usman) untuk kedua kalinya. (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
