<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fakultas Kedokteran &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/fakultas-kedokteran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 01:40:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Fakultas Kedokteran &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Datangi Korban Banjir dan Longsor Sumbar, Yarsi Bawa bantuan dan Harapan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/datangi-korban-banjir-dan-longsor-sumbar-yarsi-bawa-bantuan-dan-harapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 01:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=23085</guid>

					<description><![CDATA[Tim Pusat Tanggap Darurat Bencana (TPTD) Universitas Yarsi telah kembali ke Jakarta dari Sumatera Barat (Sumbar). Selama tujuh hari Tim telah bergerak cepat menelusuri titik-titik pengungsian dan permukiman warga untuk [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tim Pusat Tanggap Darurat Bencana (TPTD) Universitas Yarsi telah kembali ke Jakarta dari Sumatera Barat (Sumbar). Selama tujuh hari Tim telah bergerak cepat menelusuri titik-titik pengungsian dan permukiman warga untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr.Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli), mengatakan bahwa aksi ini wujud kepedulian dan tanggung jawab moral perguruan tinggi terhadap masyarakat. dan ini jadi tahap awal dari serangkaian kegiatan akan dilakukan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-23087" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan1-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>“Universitas Yarsi tidak bisa tinggal diam. Universitas berusia 58 tahun saatnya kita hadir di tengah warga sedang kesulitan menerima ujian ,” tegasnya, Jumat kemarin.</p>
<p>Menurut Prof Fasli di lokasi bencana, bantuan pertama telah disalurkan TPTD Yarsi berupa sound sistem dan toa untuk masjid, dan pakaian yang meliputi mukena, sajadah, kopiah, dan pakaian dalam wanita.Lainnya menyusul sesuai kebutuhan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-23086" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/Datangi-Korban-Banjir-dan-Longsor-Sumbar-Yarsi-Bawa-bantuan-dan-Harapan2-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>TPTD Yarsi juga telah identifikasi sarana pendidikan yang hancur serta mewawancarai guru sekolahnya terdampak. Telah membantu kegiatan trauma healing untuk guru-guru TK dan Paud, serta anak-anak dan mendokumetasikan secara real kondisi bencana saat itu serta menelusuri area-area terdampak secara menyeluruh (Blusukan).</p>
<p>Kehadiran timTPTD Yarsi tak hanya membawa bantuan, tapi juga harapan bagi masyarakat yang masih memulihkan kondisi pasca-bencana. “Pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang empati dan solidaritas,” ujar Rektor Yarsi.</p>
<p>TPTD baru masuk menyisir wilayah Kabupaten Agam meliputi Kecamatan Palembayan, Nagari (desa) Salareh Aia, Kecamatan dan Kecamatan. Koto Tangah, Kota Padang</p>
<p>Ke depan, Universitas Yarsi berencana memperluas tanggap darurat bencana ke daerah lainnya Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.</p>
<p>Kini untuk ke Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY), sudah menerbangkan para dokter ke Sawang dan Muara Batu. “Tim dokter FKUY telah berangkat 14 Desember 2025 dari bandara Soekarno Hatta,” terang Prof Fasli (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Yarsi Terdepan Kembangkan Inovasi dan Teknologi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/universitas-yarsi-terdepan-kembangkan-inovasi-dan-teknologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 02:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-AKT]]></category>
		<category><![CDATA[FEB-MAN]]></category>
		<category><![CDATA[FH]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi]]></category>
		<category><![CDATA[UniversitasYarsi]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Indra Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Magister Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22464</guid>

					<description><![CDATA[KBRN, Jakarta: Universitas Yarsi resmi meraih akreditasi unggul dan pengakuan internasional. Pencapaian ini menjadi bukti ikhtiar panjang tim akademik Yarsi. Rektor Universitas Yarsi Prof. Fasli Jalal menyebut keberhasilan ini hasil [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KBRN, Jakarta: Universitas Yarsi resmi meraih akreditasi unggul dan pengakuan internasional. Pencapaian ini menjadi bukti ikhtiar panjang tim akademik Yarsi.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi Prof. Fasli Jalal menyebut keberhasilan ini hasil kerja terencana dan kolaboratif. “Semua melalui proses cerdas dengan manajemen yang efektif,” kata Prof. Fasli usai wisuda semester genap Universitas Yarsi di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, akreditasi unggul diperoleh berbagai program studi lintas fakultas. Termasuk Fakultas Kedokteran, Ekonomi, Psikologi, Hukum, dan Magister Manajemen.</p>
<p>Ia mengatakan, riset menjadi bagian penting Catur Dharma Yarsi. “Kami berkomitmen besar membangun riset unggul bagi kemajuan bangsa,” katanya.</p>
<p>Ia menyebut Universitas Yarsi telah berinvestasi besar dalam fasilitas penelitian modern. “Laboratorium kami lengkap dari genomik, herbal, halal hingga artificial intelligence,” katanya, menjelaskan.</p>
<p>Yarsi juga memperkuat sumber daya manusia di bidang riset. Para dosen didorong melanjutkan pendidikan doktoral dan aktif melakukan penelitian.</p>
<p>Bahkan, lanjut dia, dana riset disiapkan hingga belasan miliar setiap tahun. “Yayasan mendukung penuh publikasi hasil riset para dosen,” ujar Prof. Fasli.</p>
<p>Ia optimistis Yarsi akan jadi pendekar riset nasional. “Kami siap bantu masyarakat dan pemerintah lewat riset inovatif,” ucapnya.</p>
<p>Kepala Pusat Penelitian Sel Punca, Dr. Indra Kusuma mengatakan, riset sel punca Yarsi sudah berjalan 10 tahun. Peneliti fokus mengembangkan fibroblast untuk memperoleh induced pluripotent stem cell.</p>
<p>Menurutnya, riset ini didukung fasilitas modern seperti biobank dan cell sorting system. “Harapannya, teknologi ini segera bisa diaplikasikan di Indonesia,” kata Indra.</p>
<p>Pusat riset Yarsi juga sedang membangun laboratorium berstandar CPOB dari BPOM. Kolaborasi dengan industri terus diperluas untuk mempercepat hilirisasi riset.</p>
<p>Sementara itu, Yarsi juga memiliki Halal Research Center dengan peralatan mutakhir. Laboratorium ini menjadi daya tarik tamu dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>“Para pengunjung kagum melihat kecanggihan HRC kami,” ujarnya. Ia menyebut laboratorium tersebut futuristik dan satu-satunya di Indonesia.</p>
<p>Ketua Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis mengatakan, kampus juga punya Laboratorium AI Center. Pusat ini mengembangkan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan di bidang kesehatan.</p>
<p>Salah satunya aplikasi Lukaku yang mampu mengenali jenis luka dan memberi rekomendasi obat. “AI membantu mahasiswa dan dosen beradaptasi dengan teknologi baru,” ujarnya.</p>
<p>Ia memastikan, Yarsi akan terus mendukung program riset dan teknologi kampus. “Kami siap bantu pemerintah lewat riset dan inovasi nyata,” katanya.</p>
<p>Pada wisuda semester genap 2024/2025, sebanyak 366 mahasiswa resmi diwisuda. Jumlah itu terdiri dari 293 lulusan sarjana dan 73 lulusan pascasarjana.</p>
<p>Kepala BPOM RI Taruna Ikrar turut hadir memberi orasi ilmiah berjudul Navigating the Future of Science and Technology. Ia mengatakan, masa depan sains harus dipimpin manusia berintegritas.</p>
<p>Selain itu, menurutnya, sinergi ilmuwan dan regulator penting bagi kemajuan bangsa. “Integrasi neurosains dan AI akan melahirkan solusi kesehatan presisi,” kata Taruna.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikut Medical Olympiade 2025, FK Yarsi Raih Juara 3 Cabang Kardiorespirasi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/ikut-medical-olympiade-2025-fk-yarsi-raih-juara-3-cabang-kardiorespirasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 01:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Min Seok Lee]]></category>
		<category><![CDATA[Regional Medical Olympiad]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Padjajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22327</guid>

					<description><![CDATA[Dapat belajar dan mengasah diri dengan menjunjung semangat dan mempererat persahabatan serta tumbuhkan semangat ilmiah sesama mahasiswa kedokteran. Kemudian ingin jadi mahasiswa dan nantinya dokter dokter berprestasi ,tentunya tidak lupa [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dapat belajar dan mengasah diri dengan menjunjung semangat dan mempererat persahabatan serta tumbuhkan semangat ilmiah sesama mahasiswa kedokteran. Kemudian ingin jadi mahasiswa dan nantinya dokter dokter berprestasi ,tentunya tidak lupa ingin membanggakan orang tua</p>
<p>Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi, Min Seok Lee ( Lee )menjelaskan dirinya ikut jadi peserta Regional Medical Olympiad (RMO) tahun 2025.</p>
<p>Menurut Lee RMO 2025 merupakan perhelatan ilmiah  dan kesempatan emas mengadu gagasan dan pengetahuan  bidang kedokteran. Event digelar Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang dan komunitas untuk tumbuh bersama menciptakan pendidikan kedokteran berkualitas,</p>
<p>Perhelatan  ini sejalan juga dengan SDGs, poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 3 berhubungan Kehidupan Sehat dan Sejahtera . Dengan menekankan komitmen kolaborasi mahasiswa kedokteran dalam tumbuhkan pendidikan berintegritas</p>
<p>Dalam Perhelatan ilmiah di Universitas Padjajaran 19 September 2025 saya mengambil lomba cabang kardiorespirasi . Delegasi RMO terdiri dari 2 orang per cabangnya. Kami berpasangan dengan rekan mahasiswa Kedokteran Yarsi Raisa Shakira Qurain. “Lalu saat pengerjaan soal saling bantu,belajar bersama, dan menginspirasi satu sama lain,”imbuhnya</p>
<p>Selain itu tantangannya terberat kami perlu belajar lebih dalam mengenai ilmu kardiorespirasi, kami juga menghadap tidak hanya delegasi pertama kali ikut lomba namun juga delegasi  sudah pernah ikut aneka lomba lainnya atau Sudah mengikuti RMO di tahun sebelumnya. “ Kmi juga harus membagi waktu antara belajar blok sedang dijalani, dengan belajar persiapan RMO,” ucapnya</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-22329" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1-1400x788.jpg" alt="" width="700" height="394" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Ikut-Medical-Olympiade-2025-FK-Yarsi-Raih-Juara-3-Cabang-Kardiorespirasi1.jpg 1600w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Lee menenrangkan, RMO tahun ini terdiri dari Pre-Eliminary(babak penyisihan) dilaksanakan online,.Sedangkan semifinal dan final dilaksanakan offline pada Universitas Padjadjaran.</p>
<p>Saat Pre-Eliminary, kami mengerjakan soal berupa Multiple Choice Question(MCQ) dan Objective Structured Practical Examination(OSPE).</p>
<p>Alhamdulillah, pada tahun ini, Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi(FK Yarsi) berhasil lolos ke semifinal dalam 5 cabang yaitu Neurologi-Psikiatri, Urologi-Reproduksi, Digestif, Muskuloskeletal, dan Kardiologi-Respirasi. Dengan cabang kardiorespirasi mendapatkan skor tertinggi ke 4 diantara 24 Kampus lainnya.</p>
<p>Persiapan semifinal,dilaksanakan dalam bentuk Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan OSPE. “Alhamdulillah berkat belajar sungguh dan dibimbing dosen FK Yarsi tim kami berhasil meraih juara 3 pada cabang kardiologi-respirasi,” tutup Lee.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Latifah Belajar Kedokteran di Oman, Karier Internasional Bukanlah Hal Mustahil,</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kisah-latifah-belajar-kedokteran-di-oman-karier-internasional-bukanlah-hal-mustahil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 03:12:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[CIMSA]]></category>
		<category><![CDATA[Coronary Artery Bypass Grafting]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Latifah Ratna Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[Muscat]]></category>
		<category><![CDATA[Oman]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Qaboos University Hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[utpatient department]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=22282</guid>

					<description><![CDATA[Setiap pagi pukul 08.00, kegiatan diawali dengan morning meeting, dilanjutkan dengan visit pasien di ICU maupun day care. Setelah itu, aktivitas berlanjut ke ruang operasi mengamati, ikut scrub in, bahkan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap pagi pukul 08.00, kegiatan diawali dengan morning meeting, dilanjutkan dengan visit pasien di ICU maupun day care. Setelah itu, aktivitas berlanjut ke ruang operasi mengamati, ikut scrub in, bahkan sesekali mendapat kesempatan hands-on.</p>
<p>Setiap Selasa, aku bergabung di outpatient department (OPD), membantu melepas staples di dada pasien pasca operasi saat mereka kontrol.</p>
<p>Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Latifah Ratna Dewi(Latifah) awal berkisah kuliah kedokteran di Sultan Qaboos University Hospital, Muscat, Oman.</p>
<p>lebih lanjut kuliah dimulai 1 hingga 30 Agustus 2025, dari berbagai kegiatan, ada yang.sangat berkesan saat seorang dokter memberiku kesempatan untuk memegang langsung jantung pasien sedang menjalani operasi CABG (Coronary Artery Bypass Grafting).</p>
<p>Awalnya  ragu karena saya hanyalah mahasiswa belum bisa banyak. Tapi dokter meyakinkanku, lalu saya benar-benar merasakan denyut kehidupan di tanganku. Bahkan beliau berkata, <em>“Sekalipun kamu sudah PPDS di jurusan lain, kesempatan ini belum tentu kamu dapatkan.” </em>Saat itu saya merasa begitu beruntung belajar anatomi jantung bukan hanya dari buku, tapi langsung dari kehidupan nyata,”ujar Latifah</p>
<p>Di luar aktivitas klinik, Setiap Selasa sore olahraga seperti hiking, renang, atau padel. Sedangkan di akhir pekan, waktunya menjelajah keindahan alam Oman. Salah satu paling berkesan saat di Wadi Shab, sebuah canyon indah yang membuatku serasa masuk ke dunia Jurassic World alami, megah, dan memukau. “Saya melakukan aktifitasdan menikmati Oman ini bersama teman-teman dari mancanegara,” terang Latifah.</p>
<p>Selain pengalaman klinik, hal lain sangat membekas adalah pertemanan internasional. Dari total 30 incoming exchange, aku satu-satunya mahasiswa dari Asia, satu-satunya dari Indonesia, sekaligus satu-satunya yang berhijab. Sementara sebagian besar peserta lainnya berasal dari Eropa. Meski berbeda latar belakang, aku merasa diterima sepenuhnya. “Kami selalu saling mendukung, menjaga satu sama lain, hingga aku merasa memiliki keluarga baru di tanah asing,”cakap Mahasiswi Fakultas Kedokteran Yarsi</p>
<p>Menurut Latifah, pengalaman ini bukan hanya tentang praktik klinik di luar negeri, tapi juga tentang menjadi bagian dari dunia medis global. Aku belajar bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam bahasa Inggris maupun Arab, sekaligus memahami sistem kesehatan  berbeda dengan Indonesia. “Semua ini membuatku semakin yakin bahwa mimpiku untuk berkarier internasional bukanlah hal mustahil,” seru Latifah yang lama tinggal di Denpasar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-22284 alignleft" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-666x800.jpg" alt="" width="415" height="498" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-666x800.jpg 666w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-333x400.jpg 333w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1-768x922.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kisah-Latifah-Belajar-Kedokteran-di-Oman-Karier-Internasional-Bukanlah-Hal-Mustahil1.jpg 1066w" sizes="auto, (max-width: 415px) 100vw, 415px" />Latifah mengatakan, kuliah ke Oman dilaksanakan lewat organisasi mahasiswa kedokterann di Indonesia dengan nama Center for Indonesia Medical Student Activities (CIMSA) nasional.</p>
<p>Diawali tes CIMSA nasional bekerjasama dengan organisasi kedokteran internasional atau International Federation of Medical Students Associations (IFMSA) melaui seleksi tes seluruh mahasiswa kedokteran se Indonesia., Tes yang diikuti ada bahasa inggris, interview membuat motivation letter dan membuat riwayat hidup (CV). “Alhamdulillah saya lulus dinyatakan berhak ikut kuliah ke Oman,” seru Latifah.</p>
<p>Latifah menerangkan, memilih negara Oman sebagai tujuan exchange belajar kedokteran awalnya saat belajar mengikuti kegiatan International Training di Turkiye dan bertemu beberapa peserta asal Oman. Saat itu mendapat banyak cerita menarik tentang sistem medis di negara tersebut. Dari pengalaman mereka, saya kagum dengan bagaimana pemerintah dan para dokter di Oman menangani pasien dengan cepat tanggap, adanya layanan kesehatan gratis, serta dukungan fasilitas medis yang sangat lengkap.</p>
<p>Selain itu, saya juga terinspirasi dengan sistem pendidikan di Oman dinilai sangat baik, baik dari segi metode pembelajaran maupun kualitas sarana yang tersedia. Semua itu membuat saya semakin tertarik untuk merasakan langsung pengalaman belajar di Oman.</p>
<p>Satu lagi, pembelajaran medis nya menggunakan bahasa Inggris dan pengajar atau dosen serta konsulen kebanyakan lulusan luar, seperti Harvard, China, Canada, “Jadi tambah mendapat insights baru,” ungkap Latifah.</p>
<p>Ditambah Oman termasuk negara Islam, yang maju serat negara teraman nomor 5 di dunia. “ Jadi tidak terlalu khawatir untuk bepergian kesana,” kata Latifah.</p>
<p>Terima kasih kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi telah memberikan apresiasi dan dapat mengconvert exchange menjadi mata kuliah KKN hingga terbebas dri KKN</p>
<p>Latifah Menegaskan,pengalaman ini bukan hanya tentang praktik klinik di luar negeri, tapi juga tentang menjadi bagian dari dunia medis global. Saya belajar bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam bahasa Inggris maupun Arab, sekaligus memahami sistem kesehatan yang berbeda dengan Indonesia. “Semua ini membuat saya makin yakin mimpi untuk berkarier internasional bukanlah hal mustahil,” pungkas Latifah..</p>
<p>Pesan kepada teman mahasiswa, jangan pernah takut mencoba hal baru. Keluar dari zona nyaman memang menegangkan, tapi justru di situlah kita tumbuh. “Setiap langkah kecil bisa membuka jalan untuk kesempatan besar  tak pernah kita bayangkan sebelumnya.,” Tutup Latifah (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Kartini Alumnus FKUY Raih Cumlaude Beri Kunci Sukses Jadi Dokter</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/tiga-kartini-alumnus-fkuy-raih-cumlaude-beri-kunci-sukses-jadi-dokter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 02:51:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[CBT]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Dinda Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Azzahrah]]></category>
		<category><![CDATA[Kalila Nisya]]></category>
		<category><![CDATA[OSCE]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=21330</guid>

					<description><![CDATA[Bagi mahasiswa kedokteran,sampai bisa mengucapkan sumpah (baiat) dokter merupakan masa paling bahagia dan melegakan. Apalagi bisa meraih nilai tertinggi(cumlaude), tentu punya tambahan kisah tersendiri. Jujur, semua pelajaran di kedokteran punya [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa kedokteran,sampai bisa mengucapkan sumpah (baiat) dokter merupakan masa paling bahagia dan melegakan. Apalagi bisa meraih nilai tertinggi(cumlaude), tentu punya tambahan kisah tersendiri.</p>
<p>Jujur, semua pelajaran di kedokteran punya tingkat kesulitan berbeda-beda. Sangat penting menyikapi kesulitannya dengan lebih tekun dan membuat beberapa strategi. Semua itu agar bisa menjadi solusi dalam permasalahan kuliah di fakultas kedokteran.</p>
<p>Hanifah Azzahrah, dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) peraih indek prestasi kumulatif (IPK) tertinggi menyatakan,saat pelaksanaan Baiat Dokter, Mei 2025 di Universitas Yarsi.</p>
<p>Meraih IPK tertinggi tentu ada kunci dan strategi. Ikhtiar lewat belajar dan beribadah, Saat belajar perlu ketekunan dan memanfaatkan teknologi agar dapat banyak ilmu  terbaru. Kemudian selain belajar sendiri, diskusi berbagai materi dengan teman-teman belajar juga sangat membantu nambah wawasan dan pola pikir.</p>
<p>Lalu paling penting setiap langkah akan melakukan sesuatu (presentasi dan ujian ) selalu meminta restu dan doa orangtua setiap harinya. “Jangan lupa minta ridho kedua orangtua ,” ujar Hanifah Azzahrah (dokter Hanifah), juga jadi siswa berprestasi tingkat nasional dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2019)</p>
<p>Kuliah di kedokteran sebenarnya cukup menguras energi dan pikiran, karena dari pagi hingga sore harus berada di kampus, kemudian malamnya dilanjutkan mengerjakan tugas dan belajar juga. Apalagi saat  pre-klinik sempat mengalami masa-masa COVID-19 yang cukup merasa terbebani karena tidak bisa melaksanakan praktikum dan skill lab secara offline di kampus sehingga menjadi suatu hal cukup menantang bagi mahasiswa kedokteran.</p>
<p>Kepada adik tingkat, tetap semangat dan fokus. Perjalanan kedepannya masih panjang, teruslah berusaha  terbaik. “Karena hasil tidak akan mengkhianati usaha,” pesan dokter Hanifah  peraih cumlaude juga siswi terbaik pelajaran Bahasa Arab (2016)</p>
<p>Kalila Nisya yang juga dokter alumni FKUY peraih Objective Struktured Clinical Examination (OSCE) tertinggi sependapat dengan dokter Hanifah mengatakan, tidak ada kunci khusus, hanya belajar dan berdoa lalu serahin aja ke Allah SWT ,semoga diberikan yang terbaik semua itu strategi tertinggi.</p>
<p>Menurut Kalila Nisya ( dokter Kalila) cara setiap orang menghafal dan mengerti pelajaran itu berbeda-beda. Jadi balik lagi cari style belajar sendiri yang paling cocok. Kalau saya tipe harus mengetahui overall  mau ngapain lalu dibikin step by stepnya. “Setelajh itu hafalin step by stepnya ,sometimes diulang-ulang agar ingat terus dan jangan panik saat ujian,” tutur  dokter Kalila peraih cumlaude</p>
<p>Kuliah kedokteran itu tidak hanya fokus ke materi tapi juga skill. Setiap mata kuliah punya tantangan. Blok neuro(syaraf) paling sulit ditekuni dan solusinya belajar bareng dan sharing sama teman,diskusi bahas soal-soal, “Tidak ketinggalan belajar di YouTube, baca penjelasan di Google dan  untuk detailnya baca e-Book.</p>
<p>Kedokteran itu identik long life learner, karena ilmu kesehatan akan berkembang terus menerus. Tapi bukan berarti lupa untuk take care of yourself. Pokoknya sempatkan waktu istirahat atau bermain.</p>
<p>“Intinya penting buat waktu untuk badan kita healing sendiri sehingga menunjang belajar jadi lebih baik,”terang dokter Kalila.</p>
<p>Dinda Mulia yang juga dokter alumni FKUY peraih nilai tertinggi Computer Based Test (CBT) sepaham dengan dokter Hanifah dan dokter Kalila, tantangan kuliah kedokteran sangat banyak. Materi sangat luas dan padat, harus dipelajari dalam waktu singkat.Belum lagi ujian setiap bulan.</p>
<p>Kuliah di fakultas kedokteran memang berat, tapi bukan tidak mungkin dijalani.Saat merasa lelah , bisa menemukan jalannya jika disertai usaha dan doa.</p>
<p>Saat kuliah, pelajaran biokimia menjadi paling menantang. Belajar berulang-ulang dan  diskusi dengan teman jadi solusi. “Belajar bersama sangat membantu memahami konsep yang kompleks dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan,” cakap Dinda Mulia (dokter Dinda).</p>
<p>Masa preklinik dilalui, cukup sering mengalami kegagalan. Namun semangat belajar  tidak menyerah, konsisten setiap hari, fokus setiap belajar, membiasakan diri membedah soal, bukan menghafal, rutin mengikuti try out dan mengulas kembali materi yang masih lemah.</p>
<p>Tidak kalah penting buat jadwal belajar harian terstruktur agar tidak ada materi  terlewat. “Semua itu menjadi kunci sukses dan akhirnya keberhasilan tercapai,”  terang dokter Dinda peraih cumlaude.</p>
<p>Ketiga dokter berprestasi tinggi mufakat, keberhasilan yang dicapai selama proses pendidikan kedokteran tentu atas bimbingan dan nasehat para dosen dan konsulen .”Semoga semua itu jadi amal sholeh dan para dosen selalu diberikan kesehatan dan umur Panjang,” ucap tiga Kartini telah bergelar dokter.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OSCE Adaptan 2025 di Yarsi, Sarana Lengkap , Nyaman dan Panitia Ramah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/osce-adaptan-2025-di-yarsi-sarana-lengkap-nyaman-dan-panitia-ramah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 02:02:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[dr  Tri Putri Rambu Jera Huluuma]]></category>
		<category><![CDATA[dr Agung Ayu Dyah Pitaloka]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Bunga Annissa Oktavia]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.Farah P Kaurow]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Objective Structured Clinical Examination]]></category>
		<category><![CDATA[OSCE]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Yangtze University]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20611</guid>

					<description><![CDATA[Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) jadi tuan rumah ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Adaptan 2025. Amanah  dari Kolegium Dokter Kementerian Kesehatan dilaksanakan Minggu 6 Juli 2025.. Koordinator Panitia Ujian [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) jadi tuan rumah ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Adaptan 2025. Amanah  dari Kolegium Dokter Kementerian Kesehatan dilaksanakan Minggu 6 Juli 2025..</p>
<p>Koordinator Panitia Ujian OSCE Adaptan 2025 ,Dr.Farah P Kaurow,Sp.F.M,(dokter Farah)  menerangkan OSCE atau tes  roleplay dokter bagi dokter Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri. Kegiatan ini salah satu bentuk ujian kompetensi menilai keterampilan dokter seperti anamnesis (proses penggalian informasi riwayat kesehatan pasien lewat wawancara), pemeriksaan fisik,sampai dengan komunikasi edukasi.</p>
<p>FKUY bagian dari 10 center fakultas kedokteran tersebar di Indonesia menerima mandat dari Kolegium.  Yarsi menyiapkan 45 para dokter hebat sebagai penguji Saat ini ada 13 mata kuliah diuji</p>
<p>Menurut dokter Farah,tahun 2025 jumlah peserta ujian OSCE Adaptan seluruh Indonesia 197 dokter dan Yarsi  menampung amanah 36 peserta ujian OSCE dokter.</p>
<p>Di Yarsi pesertanya berasal dari  Cina, Amerika Selatan (Kuba),Iran,Mesir dan Turki.” Peserta dari Cina jadi mayoritas peserta ujian OSCE di Yarsi,” tutur dokter Fara.</p>
<p>Salah satu peserta OSCE Adaptan, dr.Tirta Setiawan Tjokroprawiro(dokter Tirta) mengatakan, pelaksanaan ujian OSCE di Universitas Yarsi sudah sangat baik. Kami diberikan dukungan dalam setiap prosesnya hingga  dapat lebih fokus dalam mengerjakan tiap station ujian.</p>
<p>Kemudian sarana sangat lengkap. Tim dokter penguji dan staf Universitas Yarsi sangat ramah  membantu menenangkan diri saya sebelum masuk mengerjakan ujian. “Terima kasih banyak kepada Universitas Yarsi, tim dokter dan juga tim staff,” ujar dokter Tirta alumnus Yangzhou University – China.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-20613 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1-1400x788.jpg" alt="" width="1020" height="574" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/OSCE-Adaptan-2025-di-Yarsi-Sarana-Lengkap-Nyaman-dan-Panitia-Ramah1.jpg 1573w" sizes="auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></p>
<p>Menurut dokter Tirta ,bagi yang peserta akan mengikuti ujian OSCE Adaptan modalnya belajar maksimal, fokus saat mengerjakan ujian dan tenang.</p>
<p>Sependapat dengan dokter Tirta, peserta dari Yangtze University, China , dr Agung Ayu Dyah Pitaloka (dokter Ayu) Universitas Yarsi sebagai tuan rumah <em>well prepared</em>,nyaman, pengarahannya jelas, rotasi antar stationnya jelas,</p>
<p>“Lebih istimewanya ada bonus snack dan  makan siang Hokben diberikan setelah ujian,”ujar dokter Ayu , alumnus SMA Averos Papua Barat Daya</p>
<p>Menambahkan dokter Ayu, dr.  Tri Putri Rambu Jera Huluuma (dokter Tri) ,alumnus  Hubei University of Science and Technology,-Cina , Universitas Yarsi sebagi tuan rumah, sarana dan prasarananya , sangat memadai, dan gampang dimengerti alur nya.</p>
<p>“Peserta benar-benar diarahkan mencari ruangan ujian dan membuat tenang saat ujian,” cakap dokter Tri alumnus SMA Negeri 1 Wulla Waijilu, Sumba Timur Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Dokter Tri punya banyak cerita, salah satunya  biaya kuliah. Semester 1-4 dibiayai orang tua, kemudian dapat beasiswa parsial dari pemerintah Cina, ⁠selanjutnya di biayai Pemerintah Sumba Timur.</p>
<p>Sementara peserta dari Universitas Escuela Latinoamericana de Medicina (Latin american school of Medicine) di Habana Kuba, Dr Bunga Annissa Oktavia ( dokter Bunga) sependapat dengan para dokter lulusan Cina. Pelaksanaan ujian OSCE Adaptan  di Univerisitas Yarsi sangat teratur,nyaman, sistematis dan sebelum pelaksanaan peserta diberikan pengarahan bagaimana aturan pelaksanaan berlangsung dan dimana ruangan peserta akan ujian. Dengan kata lain sangat nyaman dan service sangat baik</p>
<p>Saya mukim di Cirebon, menuju tempat ujian OSCE Adaptan harus naik kereta ke Jakarta.” Universitas Yarsi lokasi  sangat terjangkau,dan startegis ,dekat  dengan stasiun kereta.dan penginapan,” tutup dokter Bunga, dapat beasiswa dari Pemerintah Kuba (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bantu Masyarakat Deteksi Dini dan Hidup Lebih Sehat, Yarsi Gelar MCU</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/bantu-masyarakat-deteksi-dini-dan-hidup-lebih-sehat-yarsi-gelar-mcu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 08:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Ayu Suciwaty Hamka]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Check Up]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20339</guid>

					<description><![CDATA[Fakultas kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) gelar  Medical Check Up (MCU) gratis untuk masyarakat umum. Perhelatan ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fakultas kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) gelar  <em>Medical Check Up</em> (MCU) gratis untuk masyarakat umum. Perhelatan ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan kadar asam urat tinggi  sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.</p>
<p>Menurut Pelaksanaan MCU di Masjid Yarsi, Ayu Suciwaty Hamka (Ayu) , pemeriksaan dilakukan dua sesi, Jumat 9 dan 16 Mei 2025 , tepat setelah salat Jumat. Lokasi kegiatan di halaman Masjid Jami Yarsi dan dibuka gratis untuk seluruh jamaah dan masyarakat</p>
<p>Pemeriksaan disediakan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft  wp-image-20340" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-534x800.jpg" alt="" width="323" height="484" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-534x800.jpg 534w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-267x400.jpg 267w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-768x1150.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-1026x1536.jpg 1026w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1-1368x2048.jpg 1368w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Bantu-Masyarakat-Deteksi-Dini-dan-Hidup-Lebih-Sehat-Yarsi-Gelar-MCU1.jpg 1670w" sizes="auto, (max-width: 323px) 100vw, 323px" />Teknis pelaksanaannya, Jemaah telah selesai ibadah mau ikut MCU diarahkan menuju area pemeriksaan. Setiap peserta juga akan mendapatkan penjelasan langsung perihal hasil pemeriksaan mereka dan saran tindak lanjut apabila ditemukan kondisi di luar batas normal.</p>
<p>Pada 9 Mei, tercatat 17 orang jamaah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 orang (23,53%) terdeteksi mengalami hipertensi, 3 orang (17,65%) mengalami hiperglikemia, 1 orang (5,88%) mengalami hipoglikemia, 8 orang (47,06%) mengalami hiperurisemia, dan 3 orang (17,65%) memiliki kadar kolesterol yang melebihi batas normal. Sedangkan pada pemeriksaan  16 Mei, sebanyak 15 orang turut serta, dengan hasil 6 orang (40,00%) terdeteksi hipertensi, 3 orang (20,00%) mengalami hiperglikemia, 5 orang (33,33%) mengalami hiperurisemia, dan 5 orang (33,33%) menunjukkan kadar kolesterol tinggi.</p>
<p>Data ini menunjukkan meskipun jumlah peserta tidak besar, proporsi peserta memiliki masalah kesehatan tergolong tinggi. Misalnya, 16 Mei, 40% peserta alami hipertensi, sementara lebih sepertiga memiliki kadar kolesterol tinggi. Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan peningkatan jumlah kasus hipertensi dan hiperkolesterolemia dibandingkan dengan pemeriksaan  9 Mei. Hal ini memperkuat pentingnya deteksi dini dan perlunya penyuluhan Kesehatan berkelanjutan.</p>
<p>Dewi nama samaran salah satu peserta MCU berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari program kesehatan masyarakat berbasis masjid. Kemudian agar tercipta lingkungan lebih sehat, tanggap, dan sadar akan pentingnya hidup sehat.( mahasiswa fk ,medical journalism, Ayu Suciwaty Hamka)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Mahasiswa FKUY bisa Nulis Jurnal dan Berita</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kini-mahasiswa-fkuy-bisa-nulis-jurnal-dan-berita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 06:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Dizan Zul Choir]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Farah Primadani Kaurow]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Tuty Herawaty]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Fita Maulina]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FK UY]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Usman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20305</guid>

					<description><![CDATA[Mahasiswa kedokteran belajar anatomi,biokimia,farmakologi atau berkaitan eksakta kedokteran itu biasa. Tapi  belajar jurnalistik itu baru luar biasa. Aktivitas itu terjadi pada  Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi(FK-UY) dan belajar jurnalistik itu [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa kedokteran belajar anatomi,biokimia,farmakologi atau berkaitan eksakta kedokteran itu biasa. Tapi  belajar jurnalistik itu baru luar biasa. Aktivitas itu terjadi pada  Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi(FK-UY) dan belajar jurnalistik itu menjadi mata kuliah pilihan ( blok elektif Medical Journalism)</p>
<p>Kepala Program Studi, dr. Tuty Herawaty, Sp.A(K) menjelaskan blok Medical Journalism  dibuka dengan kolaborasi pihak Humas dan Majalah KABAR Yarsi sekaligus koordinator blok dari Medical Journalism, Usman, S.Sos,,M.I.kom (Pak Usman)</p>
<p>Selain itu ada juga dr. Farah Primadani Kaurow, Sp.F dan dr. Fita Maulina, Sp.OG  membantu menjadi tutor di blok Medical Journalism.</p>
<p>Lewat Medical Journalism adik-adik mahasiswa  mengambil peminatan ini akan memiliki pemahaman lebih dalam memahami seputar berita ( penulisan,wawancara narasumber, alur dan managemen berita,berita benar dan teknik berkomunikasi dengan wartawan ) bisa dikaitkan bidang Kesehatan dan kedokteran. “ Harapan lainnya belajar Medical Journalism bisa meng-counter informasi di masyarakat dengan sumber lebih representatif.” tutur dokter Tuty.</p>
<p>Ditambahkannya, dalam proses belajar, Blok Medical Journalism melakukan kelas khusus. Beberapa kelas dilakukan mendatangkan narasumber seperti wartawan dari Tempo dan Harian Kompas, senior manager humas Indofood, fotografi Cannon..</p>
<p>Selain mendatangkan narasumber, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke dapur redaksi Kompas dan Media Indonesia dan berdiskusi dengan pimpinan dan wartawan senior.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft  wp-image-20306" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Kini-Mahasiswa-FKUY-bisa-Nulis-Jurnal-dan-Berita1.jpg" alt="" width="357" height="554" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Kini-Mahasiswa-FKUY-bisa-Nulis-Jurnal-dan-Berita1.jpg 304w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Kini-Mahasiswa-FKUY-bisa-Nulis-Jurnal-dan-Berita1-258x400.jpg 258w" sizes="auto, (max-width: 357px) 100vw, 357px" /></p>
<p>Lebih lanjut diakhir pembelajaran , mahasiswa blok ini akan membuat tugas news letter. berisi laporan utama, laporan pendukung, laporan kesehatan, laporan pendidikan, laporan pengabdian masyarakat, laporan penelitian, laporan kegiatan praktik fakultas kedokteran, laporan ruhul Islam, wawancara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, wawancara Rektor Universitas Yarsi, dan wawancara Ketua Yayasan Yarsi.</p>
<p>Apakah ada rencana berkelanjutan blok Medical Journalism ?  dokter Tuty menyatakan belum bisa dikatakan lebih jauh akan masuk kurikulum, karena kurikulum kedokteran kini sudah padat jadwal. “Kini hanya akan dijadikan blok elektif saja”.  cakap ibu dokter berhijab.</p>
<p>Sisi lain Pak Usman menambahkan, mahasiswa kedokteran itu mahasiswa cerdas. Pada proses belajar mahasiswa sangat komonikatif dan terjadi komunikasi dua arah. Materi dari para pembicara dilahap semuanya.. Buktinya tugas dikerjakan, hasilnya baik dan menyerupai penulisan wartawan. “ Adik-adik mahasiswa ini sudah bisa disebut jurnalis junior ,” ujar Pak Usman.</p>
<p>Sementara ketua kelas Blok Medical Journalism,Dizan Zul Choir (Dizan) mengatakan, senang bisa belajar medical journalism. Senangnya lagi saya dan teman-teman bisa berkunjung ke dapur redaksi Harian Kompas dan Media Indonesia serta MetroTV serta bisa belajar tatap muka dengan para wartawan senior.”  Jadi sekarang Mahasiswa FKUY selain bisa nulis jurnal juga bisa nulis berita,” seru Dizan ( Mahasiswa Kedokteran , Medical Jounalism, , Dizan Zul Choir)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FK Yarsi  Gelar Sunatan Massal,dan Pengobatan Gratis di Bogor, Semoga Jadi Ibadah</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/fk-yarsi-gelar-sunatan-massaldan-pengobatan-gratis-di-bogor-semoga-jadi-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 05:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FK Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Hafizh Shidqi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kedung Waringin]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[Najwa Nova]]></category>
		<category><![CDATA[Naskopi]]></category>
		<category><![CDATA[Radjak Hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Faidul]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Sereal]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[YARA]]></category>
		<category><![CDATA[YARSI Disaster Quick Response Agency]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20300</guid>

					<description><![CDATA[Departemen Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ( FK Yarsi ) kembali menggelar sunat massal dan pengobatan gratis di Masjid Darussalam, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Ketua [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Departemen Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ( FK Yarsi ) kembali menggelar sunat massal dan pengobatan gratis di Masjid Darussalam, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.</p>
<p>Ketua Pelaksana Acara.Hafizh Shidqi mengatakan, kepedulian ini jadi agenda rutin tahunan ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. dan bentuk kepedulian nyata kepada Masyarakat.</p>
<p>Selain itu akad khitan ditujukan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu agar bisa mengkhitan anaknya secara gratis dengan pendampingan dokter profesional..</p>
<p>Sebanyak 60 anak berhasil disirkumsisi gratis. Prosedur dilakukan 10 dokter Yarsi ,dibantu 24 mahasiswa tingkat tiga FK Yarsi sebagai asisten dokter.</p>
<p>Pasca tindakan sunat juga dilakukan kontrol lanjutan tiga hari setelah sunat memastikan kondisi anak tetap optimal.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-20302 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1-1400x788.jpg" alt="" width="749" height="421" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1-1400x788.jpg 1400w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1-711x400.jpg 711w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1-768x432.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1-1536x864.jpg 1536w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah1.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 749px) 100vw, 749px" /></p>
<p>Semua alat medis disterilkan sebelum, selama, dan setelah kegiatan berlangsung. Berbagai macam obat-obatan juga disiapkan menunjang perhelatan ini.</p>
<p>Menurut Hafizh Shidqi, protokol kesehatan tentu jadi utama dan disiapkan. Seperti penggunaan sarung tangan, handsanitizer, dan betadine diterapkan ketat demi menjaga keamanan peserta dan tenaga medis.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya menerjunkan mahasiswa FKUY, tapi melibatkan dosen-dosen FK Yarsi sebagai tenaga medis utama,</p>
<p>Lebih lanjut ,pelayanan kesehatan juga tidak hanya  diberikan kepada anak-anak, namun layanan medical check up diberikan orang dewasa seperti pengukuran tekanan darah , pengecekan gula darah, kolesterol serta asam urat.</p>
<p>“Setelah dicek Kesehatan, warga akan diberikan obat-obatan sesuai indikasi secara gratis pula oleh dokter,” terang mahasiswa Mahasiswa FK Yarsi 2022.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-20301 aligncenter" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah2.jpg" alt="" width="748" height="330" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah2.jpg 1298w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah2-800x353.jpg 800w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/FK-Yarsi-Gelar-Sunatan-Massaldan-Pengobatan-Gratis-di-Bogor-Semoga-Jadi-Ibadah2-768x339.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 748px) 100vw, 748px" /></p>
<p>Hafizh Shidqi mengungkapkan, acara ini terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya YARA (YARSI Disaster Quick Response Agency), Rumah Sakit YARSI, Radjak Hospital, Bank DKI, dan Naskopi.</p>
<p>Melalui program ini, FK Yarsi berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberi dampak positif tidak hanya dalam dunia medis, tetapi juga membangun kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.</p>
<p>Lewat semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, sunatan massal FK Yarsi 2024 menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan.</p>
<p>Mahasiswa FK Yarsi 2021, Rizky Faidul turut dalam aksi ini, menyatakan, <em>sebagai asisten dokter, kepedulian khitan dan medical check up jadi pengalaman berharga  dan dapat berkontribusi langsung dengan masyarakat. Dalam kegiatan ini  lebih dahulu dibekali pelatihan khitan untuk membantu dokter menangani anak-anak sebelum acara berlangsung.</em></p>
<p><em>Semoga berikutnya saya bisa ikutan lagi, soalnya lumayan gratis , Masya Allah. Berkah untuk semua penyelenggara. “Semoga </em>Sunatan Massal medical chek up, pengobatan gratis dan p<em>engabdian masyarakat dari FK Yarsi jadi amal Ibadah ,&#8221;</em> &#8211; ujar Fatah Kosasi salah satu peserta ( Mahasiswa FK, Medical Journalism, Najwa Nova)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Songsong Indonesia Emas 2045, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/songsong-indonesia-emas-2045-pendidikan-dan-kesehatan-jadi-prioritas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 03:52:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.dr.Pratiwi Pujilestari Sudarmono]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20286</guid>

					<description><![CDATA[Peluang Indonesia menjadi negara maju tahun 2045 semakin terbuka lebar dengan memiliki bonus demografi. Manfaatkan momentum ini, pendidikan dan kesehatan menjadi dua hal utama  harus dijaga melalui aneka program terstruktur [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peluang Indonesia menjadi negara maju tahun 2045 semakin terbuka lebar dengan memiliki bonus demografi. Manfaatkan momentum ini, pendidikan dan kesehatan menjadi dua hal utama  harus dijaga melalui aneka program terstruktur dan berkelanjutan.</p>
<p>Indonesia diprediksi akan mengalami masa keemasan pada 2045 berkat tingginya jumlah penduduk usia produktif. Ini dinilai sebagai kesempatan emas meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.</p>
<p>Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY), Prof.dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono,Ph.D,(Prof.Pratiwi) masalah Indonesia Emas sebenarnya opportunity buat Indonesia, karena kita di tahun 2045 akan memiliki angkatan kerja produktif dalam jumlah besar.</p>
<p>Ia menekankan generasi produktif ini diharapkan dapat bekerja, berkarya, dan berinovasi sehingga dapat menciptakan kehidupan lebih baik, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.</p>
<p>Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan perhatian khusus terhadap dua aspek utama, pendidikan dan kesehatan. Program-program yang mendukung kedua sektor ini harus dirancang terstruktur dan berkesinambungan.</p>
<p>Kesehatan menjadi program prioritas karena penting generasi 20 tahun ke depan. “Mereka harus kuat secara fisik dan mental agar berhasil mensejahterakan bangsa di masa mendatang,” jelas Prof Pratiwi.</p>
<p>Dekan FKUY juga menambahkan bahwa generasi masa depan yang dicita-citakan adalah generasi  produktif, inovatif, mampu berkomunikasi dengan baik, serta menjaga kesehatannya. Generasi inilah yang nantinya akan menjadi tulang punggung pembangunan dan pembayar pajak, sebagaimana yang terjadi di negara-negara maju seperti Jepang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
