<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IIUM &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/iium/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 May 2024 10:50:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>IIUM &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Professor IIUM Beri Jurus Sukses Dokter Gigi di FKG Yarsi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/dua-professor-iium-beri-kuliah-umum-di-fkg-yarsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 09:53:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FKG]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Faisal Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. drg. Chaerita Maulani]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Yunita Dewi Ardini]]></category>
		<category><![CDATA[FKGUY]]></category>
		<category><![CDATA[IIUM]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic University Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Muhd Firdaus Che Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Dr.Bambang Trenggono]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr.Widya Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15278</guid>

					<description><![CDATA[Sekarang tidurnya Dr. drg. Chaerita Maulani Sp.Perio (Doktor Chaerita) sudah kembali nyenyak  dan bicaranyapun sudah banyak senyum. Pasalnya perhelatan Studi Banding dan Kuliah Umum International Islamic University Malaysia(IIUM) di Universitas [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang tidurnya Dr. drg. Chaerita Maulani Sp.Perio (Doktor Chaerita) sudah kembali nyenyak  dan bicaranyapun sudah banyak senyum. Pasalnya perhelatan Studi Banding dan Kuliah Umum International Islamic University Malaysia(IIUM) di Universitas Yarsi , Jumat,(3/5/24) sukses digelar. Sebagai ketua panitia kewajibannya sudah ditunaikan.</p>
<p>Alumnus Doktoral Universitas Indonesia mengatakan, suksesnya acara karena ada dukungan dan kerjasama keluarga besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Yarsi (FKGUY) , Dekan FKGUY , Rektor Universitas Yarsi  dan Yayasan Yarsi.</p>
<p>Terima kasih kepada Associate Professor Dr. Yunita Dewi Ardini, drg,Sp.KGA (Prof Yunita) dan Associate Prof.Dr.Widya Lestari, DDS, M.DSc,Ph.D (Prof Widya) dari IIUM datang ke Universitas Yarsi memberikan pengetahuannya kepada mahasiswa dan dosen FKGUY</p>
<p>Menurut Doktor Chaerita kedatangan kedua professor IIUM dan Ahmad Faisal Ismail- Deputy Dean Student Development and Community engagement serta Muhd Firdaus Che Musa; deputy dean academic and internationalization bagian kelanjutan kerjasama dari FKGUY ke IIUM sebelum ada perjanjian .</p>
<p>Selanjutnya, mahasiswa FKGUY diikutsertakan  dalam International e-quiz online mahasiswa kedokteran gigi diadakan IIUM bekerjasama Universitas Gadjah Mada dan dalam waktu dekat 2024 ini akan mengundang FKG Yarsi ikut cerdas cermat ( e-quiz )</p>
<p>Kepada mahasiswa FKGUY manfaatkan kesempatan ini sebagai tambahan pengetahuan dengan saling tukar pengalaman bersama mahasiswa IIUM serta jadikan persahabatan. “ Acara ini sangat berharga tidak bisa diulang masa muda ukirlah dengan kegiatan berharga.,” tutup Doktor Chaerita</p>
<p>Dalam kuliah umum itu ,Prof Yunita membawakan materi berjudul Breaking the ties: Frenotomy as a solution to tongue tie challenges in babies.</p>
<p>Menurutnya bayi-bayi lahir dengan lidah  menempel di dasar mulut, itu sulit menyusu. Bayi menjadi rewel dan ibu menyusui pun jadi kesakitan karena hisapan bayi tidak sempurna. Solusinya bayi itu harus dioperasi perlekatan lidah di dasar mulutnya, supaya bisa menyusu lagi dengan  sempurna. Tindakan operasi ini bisa dilakukan empat hari setelah lahir, tanpa anestesi lokal.</p>
<p>Prof Yunita yang juga alumnus Doktoral dari Universitas Airlangga mengingatkan, bagi peserta mahasiswi nanti jadi calon ibu dan  dosen sudah menjadi ibu perhatikan kejadian lidah menempel pada bayi.</p>
<p>Hati-hati jangan lengah , karena sangat berpengaruh kualitas hidup bagi bayi dan ibu. Selain itu,kalau abai bayi kekurangan gizi.</p>
<p>Selanjutnya kalau kita tidak tahu terkait kejadian lidah menempel atau lidah pendek  jangan sok tahu. “Coba tanya atau konsultasi pada orang ahlinya (spesialis  atau dokter sudah pengalaman),” Prof Yunita</p>
<p>Prof Yunita  yang juga dokter spesialis gigi anak, lidah  pendek pada bayi merupakan lidah tidak bisa bergerak kesana sini. Saat proses menelan lidah harus naik keatas langit-langit. Bayi dengan lidah pendek tidak bisa kelangit-langit, akhirnya gak bisa menelan asi dan tak bisa menyusu dengan benar. “Perawatannya merubah posisi menyusu,” terangnya</p>
<p>Pengetahuan lidah pendek pada bayi sangat penting dipelajari ,meski bukan dokter umum, bagi dokter gigi  menjadi ilmu bermanfaat.</p>
<p>Diakhir presentasinya, Prof Yunita memberikan jurus sukses jadi dokter gigi.  Rajinlah  membaca buku teks  dan yang profesi semangat belajar dan jangan nyerah serta yang sangat penting jangan lupa banyak berdoa</p>
<p>Sementara Prof.Widya bicara Navigating the path to publishing impactful scientific articles. Inti presentasinya bikinlah sesuatu tulisan ilmiah menarik untuk diri kita dan orang lain .”Jangan menarik untuk diri sendiri,”cakapnya</p>
<p>Prof Widya panggilan bersahabat Associate Professor dari IIUM mengatakan, kalau menulis tulisan ilmiah atau skripsi bikin sesuatu menarik. “ Menarik bukan untuk diri sendiri belum tentu menarik untuk orang lain.” jadi bikin seperti orang lain mau yaitu informatif dan perlu usaha sungguh dan harus ada motivasi.,” tutup Prof Widya yang juga Ph.D (Molecular Biology), Tokyo Medical and Dental University, Japan,</p>
<p>Sedangkan Dekan FKGUY, Prof Dr.Bambang Trenggono drg, MBiomed sebagai tuan rumah juga memberikan pengetahuan tentang seni pada dokter gigi (drg). Jadi seorang drg itu selain dokter juga seorang seniman, itu dibuktikan saat merawat seorang pasien kembali menjadi fungsional dan baik secara estetik (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ragam International Short Course Sukses Digelar, Bukti Akreditasi Internasional YARSI OTW</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/ragam-international-short-course-sukses-digelar-bukti-akreditasi-internasional-yarsi-otw</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 08:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Atty]]></category>
		<category><![CDATA[Christina M. Antonites]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Amalia binti Madihie]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Asmadi Mohammed Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Chandra Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Elfitri Kurnia Erza]]></category>
		<category><![CDATA[FH YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Fujian Polytechnic Normal University-China]]></category>
		<category><![CDATA[IIUM]]></category>
		<category><![CDATA[International Islamic University Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Joedel Labardo]]></category>
		<category><![CDATA[Lead City University Ibadan]]></category>
		<category><![CDATA[Malta Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Melbourne Law School]]></category>
		<category><![CDATA[MKN]]></category>
		<category><![CDATA[Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.  Pimrumpai Premsmit]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Datin Dr. Roslina Othman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jiang Yueting]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Tim Lendsey]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Queen Mary University of London]]></category>
		<category><![CDATA[Ratih Arruum Listiyandini]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sophia Vivian Adeyeye]]></category>
		<category><![CDATA[The University of Melbourne-Australia]]></category>
		<category><![CDATA[UITM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Chulalongkorn Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Teknologi MARA]]></category>
		<category><![CDATA[University of Cape Town-Afrika Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[University of New South Wales-Australia]]></category>
		<category><![CDATA[University of Perpetual Help System DALTA-Philippines]]></category>
		<category><![CDATA[Wardiyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15179</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Program Studi Magister Kenotariatan (Kaprodi MKn) Universitas YARSI, Dr. Chandra Yusuf, SH., MBA., LLM., MMgt. wajahnya lebih sumringah berseri-seri. Pasalnya telah tuntas memberikan pencerahan dalam short course bertema The [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Program Studi Magister Kenotariatan (Kaprodi MKn) Universitas YARSI, Dr. Chandra Yusuf, SH., MBA., LLM., MMgt. wajahnya lebih sumringah berseri-seri. Pasalnya telah tuntas memberikan pencerahan dalam <em>short course</em> bertema <em>The Dynamic of Indonesia Legal System: Challenges and Opportunities in </em>5.0 <em>Society</em>.</p>
<p>Doktor Chandra dalam forum mengatakan, terkait perbandingan hukum kontrak antara <em>civil law</em> Indonesia dan <em>common law</em>. Perbedaannya, <em>civil law </em>Indonesia menganut <em>civil code</em> tradisional. Dasar hukumnya menggunakan kitab sebagai kesakralannya. Ini menyebabkan <em>civil code</em> Indonesia mengandalkan kekuatan abstrak bahasa. Semua peristiwa hukum diatur dalam kitab yang abstrak.</p>
<p>Kaprodi MKn menambahkan , dalam kontrak, dasar hukum nya menggunakan pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH perdata), menyatakan semau persetujuan yang dibuat secara sah mejadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Ini menjadi dasar pribadi membuat kontrak atau perjanjian. Sementara common law memiliki asas preseden. Suatu putusan hakim menjadi preseden bagi hakim-hakim lainnya. Putusan hakim sebelumnya telah mengisi perkara yang memiliki kekosongan hukum atau disebut <em>hard case</em> dengan <em>ratio dicidendi</em> atau <em>legal reasoning</em> yang dibuatnya. Putusan hakim tersebut mengikat hakim-hakim lain setelahnya atas kasus-kasus yang sama unsurnya. Ini yang dikenal sebagai hakim membuat undang-undang atau judge <em>made law</em>. Hal ini membuat <em>common law</em> lebih merujuk kepada peristiwa kongkret yang wajib diikuti, bukan bahasa dengan interpretasi yang diikuti.</p>
<p>Doktor Chandra menerangkan, hakim membuat undang-undang, apabila terjadi kekosongan hukum yang ditutupi dengan rasio yang dibentuk. Berbagai putusan hakim yang mengikat ini membentuk unsur-unsur kontrak yang mengikat. Maka perbedaannya, kontrak dalam <em>common law</em> mengikuti keadaan kongkret, bukan bahasa dan interpretasinya. Namun hukum kontrak menjadi rumit karena terlalu banyak unsur yang mengatur. Sedangkan KUH Perdata cukup dengan menggunakan asas <em>pacta sunt servanda</em> (<em>keep your promise</em>), yang diterjemahkan menjadi peganglah janjimu. Asas ini dituangkan dalam pasal 1338 KUH Perdata yang penerapannya dapat dipaksakan di pengadilan.</p>
<p>Pertemuan ilmiah di gagas Prodi MKn dan Fakultas Hukum(FH) Universitas YARSI tampil pula pembicara luar negeri dari Fujian Polytechnic Normal University-China, Prof. Jiang Yueting, Melbourne Law School,The University of Melbourne-Australia,Prof. Tim Lendsey, University of Perpetual Help System DALTA-Philippines, Atty, Joedel Labardo dan Harald International Arbitration-Malaysia, Prof. Dr. Harald Sippel, MBA.</p>
<p>Selain Prodi MKn dan FH Universitas YARSI, Fakultas Psikologi Universitas YARSI pun menyelenggarakan <em>Health Psychology International Short Course</em>.</p>
<p>Dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D (Ratih). memberikan pencerahan dalam <em>Health Psychology International Short Course</em>.</p>
<p>Course berskala Internasional, hanya Ratih seorang jadi pembicara dari Universitas YARSI. Staf pengajar Psikologi YARSI ini mengenalkan konsep-konsep terkait isu kesehatan mental secara global dan spesifik, prevalensi dan risikonya, serta gejala-gejalanya. Ratih juga memberikan tips dan latihan bagi peserta sebagai first aider untuk menghadapi isu-isu kesehatan mental tersebut.</p>
<p>Hebatnya perhelatan ini setiap kursus diampu narasumber internasional, selain Ratih, baru saja menamatkan studi di University of New South Wales-Australia, tampil pula Christina M. Antonites, PH.D. dari University of Cape Town-Afrika Selatan, Dr. Amalia binti Madihie dari Universiti of Malaysia-Sarawak, John Paul Cauchi, Ph.D. dari Queen Mary University of London, Malta Campus.</p>
<p>Pesertapun datang dari berbagai negara yaitu Filipina, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Serta beberapa peserta memamerkan keikutsertaannya di akun media sosial.</p>
<p>Short course bertajuk Byte-sized Resilience: Mental Wellness for Society 5.0 and Beyond SDGs. Sesuai keberadaan Fakultas Psikologi Univesitas YARSI menekankan warna Psikologi Kesehatan dan sebagai upaya ikut menyukseskan tujuan SDGs berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, kesetaraan, dan lingkungan.</p>
<p>Selain Fakultas Psikologi, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI juga menggelar <em>short course</em> bertema <em>Digital Transformation: Interplay of Technology, Culture, and The Role of Librarianship in the Global Era.</em></p>
<p><em>Event</em> berlangsung kemarin, peserta hadir dari berbagai belahan dunia, selain Indonesia, ada dari Malaysia, Ghana, Nigeria, Zambia, Pakistan, dan Kenya.</p>
<p>Pembicara dari Indonesia, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI,Wardiyono, SS, MBA dan Elfitri Kurnia Erza. M IKom. Sedangkan pembicara asing tampil, Prof. Pimrumpai Premsmit, Ph.D. dari Universitas Chulalongkorn Thailand, Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari Universiti Teknologi MARA (UITM), Sophia Vivian Adeyeye, Ph.D. dari Lead City University Ibadan, Nigeria dan Prof. Datin Dr. Roslina Othman dari International Islamic University Malaysia (IIUM).</p>
<p><em>International Short Course</em> juga digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Magister Sains Biomedis dan Doktor Sains Biomedis. Pokoknya <em>International Short Course</em> yang <em>on the way</em> (OTW) bukti kerja serius Universitas YARSI mewujudkan akreditasi internasional</p>
<p>Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D hadir saat pembukaan menyampaikan selamat kepada panitia bisa melaksanakan acara bergengsi dengan baik. terima kasih kepada para pembicara sudi memberikan ilmu dan pengalamannya. “Kepada para peserta manfaatkan kesempatan berharga ini,” tutup Prof. Fasli.</p>
<p>International <em>Short Course</em> banyak manfaatnya diantaranya mendapatkan sensasi belajar di luar negeri.</p>
<p>Jamuan ilmiah internasional digelar semua Prodi Universitas YARSI bukti pergaulan akademik di tingkat internasional, bagian upaya menunjang proses akreditasi internasional kini OTW. (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Interaksi Teknologi dan Budaya: Short Course Internasional oleh Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Memperkenalkan Peran Perpustakaan dalam Transformasi Digital Global&#8221;</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/interaksi-teknologi-dan-budaya-short-course-internasional-oleh-program-studi-perpustakaan-dan-sains-informasi-memperkenalkan-peran-perpustakaan-dalam-transformasi-digital-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 07:11:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[Delta State University Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Asmadi Mohammed Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Elfitri Kurnia Erza]]></category>
		<category><![CDATA[Elizade University Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[Ghana]]></category>
		<category><![CDATA[Ghana Library Authority]]></category>
		<category><![CDATA[Gurugram]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadan Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[IIUM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Perpustakaan dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indah Kurnianingsih]]></category>
		<category><![CDATA[International Islamic University Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Kirinyaga university]]></category>
		<category><![CDATA[Lead City University]]></category>
		<category><![CDATA[Lead City University Ibadan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Matrix International Academy of Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[MSB INDIAN SCHOOL]]></category>
		<category><![CDATA[Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.  Pimrumpai Premsmit]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Datin Dr. Roslina Othman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[profesional perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sophia Vivian Adeyeye]]></category>
		<category><![CDATA[Suncity School]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[UITM]]></category>
		<category><![CDATA[unievrsitas Udayana]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Chulalongkorn]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Padjajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Teknologi MARA]]></category>
		<category><![CDATA[University of South African]]></category>
		<category><![CDATA[Wardiyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=14883</guid>

					<description><![CDATA[Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas YARSI menyelenggarakan International Short Course dengan tema “Digital Transformation: Interplay of Technology, Culture, and The Role of Librarianship in the Global Era.&#8221; Kegiatan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas YARSI menyelenggarakan <em>International Short Course</em> dengan tema “<em>Digital Transformation: Interplay of Technology, Culture, and The Role of Librarianship in the Global Era</em>.&#8221; Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 5-8 Maret 2024 secara daring, dengan peserta dari berbagai belahan dunia yang akan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran intensif selama 4 hari. Pada sesi pembukaan dihadiri oleh Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D yang merupakan Rektor Universitas YARSI menyampaikan bahwa dalam era globalisasi dan transformasi digital yang berkembang pesat, peran perpustakaan dan ilmu informasi semakin vital dalam mendukung akses informasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan tema yang relevan, kursus singkat ini akan mengeksplorasi interaksi antara teknologi, budaya, dan peran perpustakawan dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam konteks global saat ini.</p>
<p><em>International Short Course </em>ini dirancang untuk untuk mengintegrasikan inovasi terkini dalam manajemen informasi, budaya, dan literasi, termasuk analisis data ekstensif dan sistem informasi terkini. Para pembicara berasal dari  pakar ahli dan para akademisi dari berbagai kampus ternama di dunia antara lain -Wardiyono, SS, MBA, Elfitri Kurnia Erza. M IKom  yang merupakan dosen di  Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI. Selain itu menghadirkan pula Prof.  Pimrumpai Premsmit, Ph.D. dari Universitas Chulalongkorn Thailand, Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari Universiti Teknologi MARA (UITM), Sophia Vivian Adeyeye, Ph.D. dari Lead City University Ibadan, Nigeria dan Prof. Datin Dr. Roslina Othman dari International Islamic University Malaysia (IIUM).</p>
<p>Peserta yang terdaftar berjumlah 185 orang  dari berbagai negara, antara IAIN Indonesia, Malaysia, Ghana, Nigeria, Zambia, Pakistan, dan Kenya yang terdiri dari kalangan mahasiswa, profesional perpustakaan, pengelola informasi  serta kalangan akademisi yang berasal dari dalam maupun luar negeri antara lain dari Universitas Padjajaran, Universitas Terbuka, UIN Imam Bonjol, unievrsitas Udayana, Universitas Pertamina, IAIN Madura, Suncity School, Gurugram, MSB INDIAN SCHOOL, Delta State University Nigeria, Lead City University, Ibadan Nigeria, Ghana Library Authority, Kirinyaga university, University of South African, Matrix International Academy of Nigeria, Elizade University Nigeria, Universiti Teknologi Mara (UiTM).</p>
<p>Pada sesi <em>Kick off</em> Danang Dwijo Kangko, MP menjelaskan bahwa selama sesi <em>short course</em>  peserta  akan menggunakan platform e-learning Universitas YARSI, yang disebut dengan LAYAR, untuk mengakses materi dan melakukan aktivitas kursus lainnya. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan baik secara sinkronus maupun asinkronus yang meliputi kegiatan perkuliahan, diskusi, refleksi, kuis, dan praktik. Topik kursus terbagi menjadi 6 topik utama yaitu <em>Integrated Library System with SLIMS, The Challenges, Barriers, and Opportunities of Information Intermediaries in Time of Exponential Growth of Information , Media Literacy in the Indonesian Cultural Context: Navigating Information in the Global Era, Digital Transformation: Big Data and Other Emerging Technology for Libraries, Fostering a Vibrant Reading Culture: Nurturing Literacy, Empathy, and Knowledge, Exploring the Power of Semantic Technology: Enhancing Information Discovery and Knowlegde Integration</em>. Keseluruhan topik kursus setara dengan 1,5 ects. ECTS adalah sistem yang dibuat untuk memudahkan transfer kredit antara negara-negara di Eropa. Adapun Satu (1) ECTS setara dengan beban studi 25 – 30 jam.</p>
<p>Kegiatan ini telah menjadi salah satu bukti eksistensi Program Studi perpustakaan dan Sains Universitas YARSI  baik di dalam maupun di luar negeri dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Kegiatan ini sekaligus dapat  memperluas jaringan profesional para peserta dalam menghasilkan ide-ide inovatif dan memberikan peluang kerja sama di masa depan. Kegiatan short course juga menjadi langkah awal bagi peserta dalam memahami perpustakaan, sains informasi, dan peran teknologi dalam konteks budaya global yang berkembang pesat. Ketua Pelaksana, Indah Kurnianingsih, S.I.P, MP menyampaikan bahwa dengan integrasi teknologi sebagai sumbu utama, Indah berharap para peserta dapat menggali potensi terbesar dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan yang beragam di bidang perpustakaan dan informasi.</p>
<p><a href="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/Interaksi-Teknologi-dan-Budaya2.png"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-14885 size-medium" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/Interaksi-Teknologi-dan-Budaya2-e1709731709237-745x400.png" alt="" width="745" height="400" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/Interaksi-Teknologi-dan-Budaya2-e1709731709237-745x400.png 745w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/Interaksi-Teknologi-dan-Budaya2-e1709731709237-768x412.png 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/Interaksi-Teknologi-dan-Budaya2-e1709731709237.png 1379w" sizes="(max-width: 745px) 100vw, 745px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Haru Rekan Yarsi dari IIUM</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/cerita-haru-rekan-yarsi-dari-iium</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 20:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FKG]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-PdSI]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra P. Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. drg. Chaerita Maulani]]></category>
		<category><![CDATA[drg Dharma Satya Aprianto]]></category>
		<category><![CDATA[FKG Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[FTI Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[IIUM]]></category>
		<category><![CDATA[Kulliyyah of Dentistry]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Fathurachman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Cortino Sukotjo]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[University of Illinois]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12486</guid>

					<description><![CDATA[Kunjungan keluar negeri memang bukan hal baru bagi Universitas Yarsi. Sepanjang universitas ini berdiri telah banyak negeri dituju dan ini suatu bukti Universitas Yarsi punya banyak jalinan persahabatan. Fakultas Kedokteran [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kunjungan keluar negeri memang bukan hal baru bagi Universitas Yarsi. Sepanjang universitas ini berdiri telah banyak negeri dituju dan ini suatu bukti Universitas Yarsi punya banyak jalinan persahabatan.</p>
<p>Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Yarsi berkunjung ke Kulliyyah of Dentistry di Islamic International University of Malaysia (IIUM) berapa waktu lalu</p>
<p>Menurut dosen FKG Yarsi , Dr. drg. Chaerita Maulani Sp.Perio tujuan utamanya ke IIUM melakukan kolaborasi riset ,pengambilan data dan diskusi. Penelitian ini adalah tindak lanjut dari program hibah Direktorat Perguruan Tinggi desentralisasi diterima Universitas Yarsi, dengan mitra yaitu Rumah Sakit Gigi dan Mulut(RSGM)Yarsi, Prof Cortino Sukotjo dari University of Illinois.</p>
<p>Hasilnya data didapat tentang <em>systematic review</em> nantinya bisa digunakan dan dicoba sebagai <em>training model automatic systematic review</em>,” imbuhnya</p>
<p>“ Bisa disebut ini lanjutan dari Prof Cortino  berkolaborasi dengan IIUM dan University Illinois,”terang Doktor Chaerita</p>
<p>Kerjasama ini merupakan salah satu pelaksanaan perjanjian dalam bidang penelitian. Diharapkan dapat menghasilkan publikasi sebagai hasil Kerjasama.</p>
<p>Penelitian bareng FKG dengan FTI ke IIUM  awalnya ada tiga proposal diajukan September 2021. Proposal pertama tentang <em>Internet of think</em> (IoT) dan <em>Cloud computing</em> fokusnya membuat infrastruktur  <em>collecting, storing, and management data dentistry</em>. Proposal kedua terkait <em>artificial intelligence</em> (AI) fokusnya keperluan diagnosa, <em>prediction</em>, dan <em>prescription analytics</em>. Serta proposal 3 tentang <em>intelligent mobile apps</em> fokus  mendesain dan mengembangkan Apps dengan fitur-fitur dapat digunakan oleh <em>end-user</em> seperti dokter dan pasien.</p>
<p>Selanjutnya Doktor Chaerita menambahkan, FKG Yarsi dengan IIUM sebelumnya sudah ada pertemuan. Tahun 2019 saya dan drg Sonya Priyadharsini  datang ke IIUM bersamaan kegiatan Asian Pacific Society of Periodontology ke-13 dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia.</p>
<p>Saat itu melalui teman, kebetulan staf pengajar di IIUM alumni Universitas Indonesia,  Assisten.Prof Solachuddin Jauhari mengajak  berkunjung ke IIUM dan bertemu Dekan Kulliyah of Dentistry</p>
<p>Doktor Chaerita menyatakan,tentunya banyak cerita menarik dan terharu saat riset di IIUM, seperti rekan dari Yarsi  diajak berkeliling kulliyah of dentistry, melihat aneka fasilitas lengkap tanpa dibatasi. Lalu berjumpa berapa teman pengajar berasal dari Indonesia, termasuk Dekan Kulliyah of Dentistry dan Ibu Widya sebagai ketua peneliti di Kuantan.</p>
<p>Pergi ke Kuantan tidak terlalu ramai, kotanya tenang dan damai. Ada pantai bersih dan bagus dekat situ.  Mereka menyambutnya dengan hangat, bahkan dekan akrab sekali berkomunikasi, tidak ketinggalam ikut mengantarkan kami ke hotel. “Terharu diantar pejabat dan seolah reuni singkat,” ujarnya</p>
<p>Dari IIUM berharap program perjanjian kerjasama bisa berlanjut ke pertukaran mahasiswa atau dosen atau dosen tamu,</p>
<p>Sedangkan hasil penelitian dari IIUM, <em>data systematic review</em> diolah mendapatkan recall 100% semua data yang dibutuhkan dapat diekstraksi dan tidak ada artikel yang terlewat</p>
<p>Doktor Chaerita berharap kepada para dosen, ilmu AI sedang sangat berkembang, kerjasama FKG dan FTI dapat terus dikembangkan. Apalagi dengan sistem kampus merdeka,</p>
<p>Semoga ada jalan bagi fakultas kedokteran(FK) atau FKG yang sitem belajarnya berbeda dari fakultas lain. Suatu saat bisa mengikuti program kampus merdeka, contohnya seperti aplikasi-aplikasi atau program komputer dibuat orang-orang FTI dan FKG serta FK sebagai usernya</p>
<p>Dalam kunjungan ini  Dosen Universitas Yarsi ikut  selain Dr. drg. Chaerita Maulani Sp.Perio, drg Dharma Satya Aprianto, Sp.Pros dari FKG Yarsi, Chandra P. Utomo, S.Kom., M.S., Ph.D (c) dan Muhammad Fathurachman, S.KoM, M.Kom dari FTI Yarsi  serta drg Liana Zulfa, MARS, Sp.Perio(K) dari RSGM Yarsi. (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
