<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Master Sosiologi Universitas Gadjah Mada &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/master-sosiologi-universitas-gadjah-mada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 May 2022 07:24:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Master Sosiologi Universitas Gadjah Mada &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Yarsi Harus Jadi Pemimpin  Caranya, Takwa,Kuasai Iptek dan Bermanfaat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/mahasiswa-yarsi-harus-jadi-pemimpin-caranya-takwakuasai-iptek-dan-bermanfaat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 May 2022 02:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Sosiologi Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam Tematik Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Yayasan Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Master Sosiologi Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9628</guid>

					<description><![CDATA[Puasa telah ditunaikan sebulan Ramadhan. Semua berharap ujungnya menjadikan kita bertakwa. Proses menjadi orang bertakwa harus dilakukan terus menerus. Artinya, bertakwa tidak sekali jadi.&#160; Takwa itu pada dasarnya merujuk pada [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Puasa telah ditunaikan sebulan Ramadhan. Semua berharap ujungnya menjadikan kita bertakwa. Proses menjadi orang bertakwa harus dilakukan terus menerus. Artinya, bertakwa tidak sekali jadi.&nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Takwa itu pada dasarnya merujuk pada sebuah sikap takut, waspada seksama sehingga senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Berapa jauh intensitas &nbsp;agar proses bertaqwa itu terus mengkristal dan mengaktualisasi dalam diri kita ? &ldquo; Jawaban dari pertanyaan inilah membedakan, satu dengan orang lainnya dalam hal ketaqwaan,&rdquo; ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si, kala memberikan materi Kajian Islam Tematik Universitas Yarsi, kemarin pagi .</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Lebih lanjut, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menerangkan, setelah Ramadhan dan mulai bulan Syawal, kita selalu ingin menjadi orang bertakwa, Alquran dan Hadist telah memberikan ragam penjelasan dan petunjuk.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Nafkahkanlah &nbsp;hartamu &nbsp;dalam kondisi lapang dan sempit. &ldquo;Ini petunjuk insan bertakwa ,&rdquo; tegasnya.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Menurut Alumnus Master Sosiologi Universitas Gadjah Mada predikat Cumlaude, berinfaq &nbsp;tidak mudah. Disaat orang memiliki harta berlebih ,selamanya terus ingin berlebih dan tidak ingin kekurangan,&nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Penyakit berinfaq itu ada yaitu jika punya uang nilai &nbsp;besar dan kecil, umumnya nilai &nbsp;terkecil dikeluarkan dan ingin selalu berlebih. Perlu disadari, siapapun berinfaq ada identik unsur pemaksaan diri.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&ldquo;Infaq seseorang bernilai tinggi jika ditunaikannya terus menerus, termasuk suasana sulit dan kekurangan &ldquo;tutur Alumnus &nbsp;Doktor Sosiologi Universitas Gadjah Mada predikat Cumlaude,</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Petunjuk selanjutnya, insan bertakwa itu tidak akan korupsi,meski banyak kesempatan. Jiwa korupsi umumnya bukan karena kekurangan atau kelaparan , bahkan seseorang sudah berlebih harta.&nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Implementasi insan bertaqwa mencari harta halalan thayyiban (halal dan baik) sesudah itu berinfaq sesuai kemampuan. &ldquo; Jangan infaq dari harta korupsi,&rdquo; ingat Prof Haedar.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Petunjuk lain individu bertaqwa, jangan pamer dan bangga memiliki sikap pemarah. Mulailah harus bisa menahan marah. Artinya &nbsp;bisa menahan &nbsp;hawa nafsu dalam berbagai kondisi. Bukan saja saat normal seperti waktu &nbsp;puasa, umrah haji, dimesjid. Tetapi saat ingin marah kita bisa menahan marah.tanpa melihatkan kemarahan.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Kemarahan orang beragama harus beda dengan orang lain.&rdquo;Pribadi umat bertakwa itu suka pemberi maaf dan memaafkan ,&rdquo; ucap Kiai kelahiran Bandung &nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Selanjutnya, manusia mendirikan sholat, memberikan zakat sesuai nisab, memenuhi janji yang dijanjikan dan jadi orang sabar saat lapar ,menderita dan saat kesulitan.&rdquo;semua ini ciri sosok masyarakat bertakwa,&rdquo; cakap Alumnus Pesantren Cintawana Tasikmalaya</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Takwa itu pribadi tertinggi, dimana kualitas hablum minallah dan hablum minannas-nya sama baiknya.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Dalam Dialog virtual Universitas Yarsi &nbsp;ini dihadiri Ketua Yayasan Universitas Yarsi, Prof. dr. Jurnalis Uddin, &nbsp;Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, &nbsp;Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menyatakan, bagi keluarga besar Universitas Yarsi, meski berbeda tugas dan program studinya,semua harus berusaha &nbsp;tampil menjadi insan bertakwa,meningkatkan kualitas ketakwaan.</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Lalu takwa itu diaktualisasikan dalam ketaatan beribadah, Takwa juga diaplikasikan dalam akhlak mulia, jangan hanya di hati saja dan merasa paling bertakwa&nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Orang berilmu dan bertakwa tampil bukan hanya untuk dirinya,tapi bermanfaat bagi orang lain. Jangan gunakan ilmu untuk memusnahkan orang.&nbsp;</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Mahasiswa Yarsi &nbsp;sebagai calon pemimpin harus jadi pemimpin lebih baik. &ldquo;Caranya &nbsp;bertakwa, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi(Iptek) serta kehadirannya bermanfaat bagi &nbsp;masyarakat ,&rdquo; tutup Prof. Haedar.</span></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
