<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PAJ &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/paj/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Oct 2021 08:42:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>PAJ &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Obat Herbal Naik Kelas, Bisakah ?</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/obat-herbal-naik-kelas-bisakah?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=obat-herbal-naik-kelas-bisakah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 08:42:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Arabic Herbal Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. rer. nat Ikhwan Sudji]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Indian Herbal Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[Obat tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[PAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Alumni Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Rika]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Rika Yuliwulandari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8197</guid>

					<description><![CDATA[Obat tradisional atau herbal. Obat itu sering dibicarakan, mudah diucapkan banyak orang membutuhkan, namun dalam pengembangannya obat tradisional Indonesia memiliki kelemahan tersendiri. Indonesia memiliki sumber daya yang belum bertransformasi untuk [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Obat tradisional atau herbal. Obat itu sering dibicarakan, mudah diucapkan banyak orang membutuhkan, namun dalam pengembangannya obat tradisional Indonesia memiliki kelemahan tersendiri. Indonesia memiliki sumber daya yang belum bertransformasi untuk mendapatkan nilai tambah dan permintaan terhadap obat tradisional cenderung mengalami penurunan.Bisakah obat tradisional naik kelas ?</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Anggota Dewan Pakar Persatuan Alumni Jerman, Dr. rer. nat Ikhwan Sudji (Bang Ikhwan) ,perlu beberapa strategi dalam pengembangan obat tradisional di Indonesia agar naik kelas. Mulai dari meningkatkan ketersediaan bahan baku obat tradisional terstandar, membangun networking, meningkatkan penelitian dan inovasi teknologi serta melakukan pengembangan Laboratorium Sertifikasi untuk bahan baku obat tradisional.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Bang Ikhwan mengutip<em> Worldwide Research Trends on Medicinal Plants</em>, penelitian tentang obat herbal meningkat secara signifikan pada periode tahun 1990 sampai tahun 2018. Sekitar pada tahun 2010 sampai sekarang, topik yang diteliti sangat beragam. Mulai dari farmakologi, biokimia, imunology dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kini semua aspek  berhubungan dengan obat herbal dan senyawa kimia menjadi target studi dari para peneliti. Ada 12 negara aktif dalam penelitian ini, yakni Cina, India, Brazil, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Iran, Pakistan, Inggris, Italia dan Perancis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berbicara mengenai obat herbal, tentu Indonesia tidak akan melewatkannya. Menurut Alumni Jerman (Universitas Heidelberg),kebijakan obat tradisional nasional bertujuan mendorong pemanfaatan sumber daya alam dan ramuan tradisional secara berkelanjutan serta menjamin pengelolaan potensi alam Indonesia memiliki daya saing.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Untuk Indonesia sendiri, tahun 2010 terdapat studi membuktikan sekitar 50% orang Indonesia mengkonsumsi jamu. Di Indonesia terdapat 3 penggolongan obat tradisional ,” Jamu memiliki jumlah sekitar 8000, obat herbal terstandar sebanyak 45 dan fitomarka sebanyak 21..” tutur Bang Ikhwan pada webinar Universitas Yarsi (UY) bekerjasama Persatuan Alumni Jerman (PAJ), siang tadi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Masih menurut Bang Ikhwan , cerita tentang obat herbal, ada beberapa sekelompok masyarakat menjaga dan memiliki beragam informasi mengenai tanaman-tanaman bermanfaat untuk pengobatan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam Chinese Herbal Medicine (CHM), mereka mengkoleksi banyak informasi tentang obat herbal dengan semua formula terkandung sudah uji klinis. Pengobatan herbal di Cina telah banyak dilakukan beberapa abad lalu. Teknik farmasi dalam pengobatan herbal Cina sendiri memiliki beberapa dosis khusus. Seperti menggunakan rebusan tanaman herbal, salep, cairan injeksi, hingga obat gosok.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di India, Indian Herbal Medicine (IHM) memiliki koleksi tanaman herbal sebanyak kurang lebih 45 ribu. Tanaman-tanaman tersebut telah teridentifikasi sesuai dengan aktivitas dan bentuk pengobatannya. Bentuk ketersediaan dan teknik farmasi di India dalam pengobatan herbal juga memiliki dosis dan teknik formula khusus. Seperti tanaman dibuat menjadi susu atau jus untuk diminum, minyak esensial. Atau bisa menggunakan formulasi fermentasi biomedikal.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian di negeri Arab, Arabic Herbal Medicine (AHM) memiliki prestasi di bidang farmasi dan kedokteran. Nampaknya, Arab akan menjadi cikal bakal dari pengembangan industri modern dan kedokteran modern. Bahkan prestasi farmasi Arab menjadikan industri farmasi modern  mampu menerbitkan buku tentang penggunaan obat tanaman. “AHM sendiri memperkenalkan sekitar 350 spesies tanaman baru sebagai tanaman herbal,” terang Alumni Doktor Sains.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar Universitas Yarsi bekerjasama Persatuan Alumni Jerman (PAJ) mengangkat tema .Disease Prevention and Control In Indonesia : <em>Early detection therapy, and herbal medicine.</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain Dr. rer. nat Ikhwan Sudji, tampil pembicara lain Wakil Ketua Umum II PAJ, DR. rer.nat Ganden Supriyanto ( Bang Ganden )dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi,Prof. dr. Rika Yuliwulandari Ph.D., Sp. KKLP.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tema webinar Universitas Yarsi dan PAJ ini termasuk masalah strategis tentu butuh dukungan pemerintah dan perguruan tinggi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Bang Ganden , pemerintah harus membuka peluang paling besar bagi periset Indonesia untuk berkembang dengan cara menyediakan dana riset memadai. Kepada UY khususnya fakultas kedokteran dan fakultas pendukung diharapkan mengembangkan test kit diagnostik sendiri, karena pada dasarnya Indonesia sudah mampu melakukannya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sependapat dengan Bang Ganden , Prof Rika menambahkan kita perlu membuat kit sendiri. Yarsi  sudah mulai membuat kit farmakogenomik sendiri agar pemeriksaan genetic menjadi lebih murah dan mudah. Selanjutnya perlu digalakkan biobank. Penelitian genetik  dan dilakukan upaya lebih serius  untuk kepentingan masyarakat Indonesia. “Kerjasama dalam dan luar negeri dapat dimanfaatkan untuk <em>capacity building , support alat advance technology, fund raising dan networking,” </em>tutup Prof Rika</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> Penulis  : Anggun, Nisa, Dimas</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MoU  Bersama PAJ, Yarsi Kembangkan Pendidikan, Teknologi, Riset dan Pelayanan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/mou-bersama-paj-yarsi-kembangkan-pendidikan-teknologi-riset-dan-pelayanan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mou-bersama-paj-yarsi-kembangkan-pendidikan-teknologi-riset-dan-pelayanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2021 01:28:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[drg. Liana Zulfa]]></category>
		<category><![CDATA[Masykur Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[PAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Alumni Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Gigi Mulut Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Vidi Galenso Syarief]]></category>
		<category><![CDATA[YARSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8154</guid>

					<description><![CDATA[Yayasan Yarsi,Universitas Yarsi, Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit Gigi Mulut Yarsi bersama Persatuan Alumni Jerman (PAJ) melakukan memorandum of understanding (MoU) berlaku 5 tahun. MoU dari Universitas Yarsi ditandatangani [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Yayasan Yarsi,Universitas Yarsi, Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit Gigi Mulut Yarsi bersama Persatuan Alumni Jerman (PAJ) melakukan memorandum of understanding (MoU) berlaku 5 tahun.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">MoU dari Universitas Yarsi ditandatangani Rektor, Prof. Dr. Fasli Jalal,Ph.D. Perjanjian kerjasama dari Rumah Sakit (RS) Yarsi ditandatangani Direktur Utama, Dr. Mulyadi Muvhtiar, MARS dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut(RSGM) Yarsi ditandatangani direktur , drg.Liana Zulfa ,Sp.Perio,MARS. Dari pihak PAJ ditandatangani Ketua Umum Alumni Jerman , Vidi Galenso Syarief.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">MouUdisaksikan Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, Prof .dr.Jurnalis Uddin, P.A.K dan Ketua Dewan Pakar PAJ, Masykur Chaniago.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Perjanjian kerjasama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian pada masyarakat (riset) dan pelayanan kesehatan (rumah sakit).Kemudian pengadaan alat kesehatan buatan Jerman untuk keperluan Yarsi dengan harga dibawah pasar (discount).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pertemuan dari Yarsi menyampaikan sejarah, kegiatan, perkembangan dan hasil dilakukan Universitas , Rumah sakit , Rumah sakit gigi dan yayasan . begitu pula dari PAJ, ditambah PAJ meminta Prof Jurnalis Uddin dan Prof Fasli Jalal menjadi anggota dewan penasehat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Prof Jurnalis potensi-potensi bagus dari Yarsi bisa dikembangkan dengan membuat program bersama PAJ.Kerjasama diharapkan bukan pada penyediaan alat-alat rumah sakit saja, melainkan juga pelayanan dengan menggunakan teknologi.Tentunya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, saling menguntungkan.” Semoga kerjasama ini menjadi amal sholeh bersama,” ujar Prof Jurnalis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Liana Zulfa menambahkan, dengan hadirnya PAJ semoga RS Yarsi dan RSGM Yarsi kedepan bisa melaksanakan studi banding ke RS dan RSGM di Jerman dan tukar wawasan pengetahuan dengan para pembicara dari Jerman</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait alat kesehatan, khususnya gigi, menurut Liana Zulfa hampar semua alat-alat digunakan berasal dari luar, “Alat-alat dari Jerman sudah banyak dan lengkap digunakan di RSGM seperti pencabutan gigi, pemasangan inplan.,”tutur Liana Zulfa</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara Vidi Galenso mengatakan, PAJ tidak bisa berdiri sendiri, tentunya harus bermitra. Universitas Yarsi menerima kerjasama ini menjadi suatu kehormatan bagi PAJ. Bekerjasama dengan Yarsi bisa diperluas tidak semata kesehatan, tetapi bisa teknologi dan hukum,</span><br />
<span style="color: #000000;">Khusus hukum di Jerman banyak lanjutan pendidikan hukum, meski hukumnya berbeda dengan Indonesia “Terima kasih pada Yarsi bisa menerima PAJ merencanakan kerjasama,” tutup Vidi Galenso</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pasca serimonial MoU , para pengurus PAJ diajak Rektor Yarsi berkunjung ke fasilitas Yarsi , seperti melihat ruang kuliah, ruang rapat kecil dan auditorium , laboratorium sel punca atau sel stem, laboratorium obat tradisional dan laborarium halal. Kemudian diajak pula mengujungi sarana fasilitas rumah sakit, rumah sakit gigi serta tempat pelayanan kesehatan melalui helikopter.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
