<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>POS SAPA &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/pos-sapa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jun 2025 06:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>POS SAPA &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masyarakat Ingin Konsultasi Ketahanan Keluarga Gratis, PPKS Yarsi Siap Bantu</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/masyarakat-ingin-konsultasi-ketahanan-keluarga-gratis-ppks-yarsi-siap-bantu?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=masyarakat-ingin-konsultasi-ketahanan-keluarga-gratis-ppks-yarsi-siap-bantu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 06:10:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[Amira Salma Salsabila]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[FKUY]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV-AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Pemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[POS SAPA]]></category>
		<category><![CDATA[PPAPP]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=20315</guid>

					<description><![CDATA[Kabar gembira bagi Gen Z, remaja siap nikah ,lanjut usia(Lansia) dan masyarakat ingin konsultasi kesehatan mental, kesehatan reproduksi dan seksual, kekerasan berbasis gender serta, keharmonisan keluarga, HIV/AIDS, hingga kesehatan balita [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar gembira bagi Gen Z, remaja siap nikah ,lanjut usia(Lansia) dan masyarakat ingin konsultasi kesehatan mental, kesehatan reproduksi dan seksual, kekerasan berbasis gender serta, keharmonisan keluarga, HIV/AIDS, hingga kesehatan balita dan kesehatan lansia (ketahanan keluarga). Universitas Yarsi lewat Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) siap membantu dan layanan diberikan gratis.</p>
<p>Kepala PPKS Yarsi, dr. Maya Trisiswati, MKM (dokter Maya) dari ruang kerjanya, Selasa 20 Mei 2025 menerangkan, PPKS,merupakan lembaga berbasis institusi memberikan edukasi, informasi, konseling dan layanan terkait ketahanan keluarga.</p>
<p>Keluarga dengan tingkat ketahanan tinggi jadi unit penting hasilkan sumber daya manusia berkualitas. PPKS Yarsi bantu masyarakat mengatasi persoalan kesehatan mental, utamanya melalui layanan konseling gratis dengan pilihan konselor sebaya atau profesional.</p>
<p>Menurut dokter Maya layanan ini sudah dimanfaatkan sekitar 12.000-an klien selama periode Maret-April 2025 Konseling dapat dilakukan langsung ataupun <em>online </em>dengan metode konseling paling nyaman untuk klien. PPKS Yarsi selalu menjamin kerahasiaan identitas dan seluruh proses konseling klien.</p>
<p>Selanjutnya,Hipnoterapi juga merupakan salah satu layanan PPKS Yarsi dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Layanan diberikan tenaga ahli ,juga dosen dan dokter dari Universitas Yarsi.</p>
<p>“tidak perlu diragukan lagi, para konselor telah melalui pembekalan dan pelatihan khusus di bidangnya,”ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY)</p>
<p>Khusus kesehatan mental menjadi salah satu fokus lembaga PPKS Yarsi, karena <em>trend </em>masalah paling banyak terjadi pada Gen Z, termasuk dalam lingkup kesehatan remaja. “Jangan sampai mahasiswa punya masalah,tetapi tidak tau mencari pertolongan.” ingat  dokter. Maya.</p>
<p>Lebih jauh, PPKS Yarsi tidak hanya berperan bidang kesehatan mental saja, tetapi aktif pada kesehatan reproduksi dan seksual  mencakup semua aspek kehidupan manusia dari awal kehidupan hingga lansia, kekerasan berbasis gender, keharmonisan keluarga, HIV/AIDS, hingga kesehatan balita dan kesehatan lansia.</p>
<p>Kepedulian PPKS Yarsi terhadap semua unsur juga dapat dilihat dari hadirnya Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) sebagai layanan aduan dan kekerasan di lingkungan kampus dengan memberikan pendampingan pada korban dan menjamin keberlanjutan studinya tanpa hambatan.</p>
<p>Dokter Maya mengatakan, kolaborasi juga dilakukan bersama BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dalam mengelola program Siap Nikah yang membantu pasangan muda mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan finansial. “Tujuannya turunkan angka stunting dan kematian ibu, terangnya.</p>
<p>Kegiatan lannya, Satyagatra juga merupakan program BKKBN dikelola PPKS Yarsi.  Targetnya Lansia dan kelompok rentan. Tidak kalah penting, juga berperan aktif membina sekolah lansia di wilayah Jakarta Utara, Timur, Pusat, dan Selatan. Selain itu, edukasi tentang kesehatan mental dan kesehatan reproduksi juga diberikan kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).</p>
<p>Selain itu , PPKS Yarsi  juga melakukan program kerja tahunan dan kegiatan pengabdian masyarakat</p>
<p>menjangkau masyarakat hingga ke daerah terbatas.Kegiatan ini dapat dukungan dari Universitas Yarsi melalui hibah dana tahunan, yang juga mendukung berbagai penelitian dilakukan PPKS Yarsi seperti <em>disclosure </em>anak dengan HIV dan <em>self-discrimination </em>atau stigmatisasi pada perempuan dengan HIV.</p>
<p>PPKS Yarsi juga mengemas bahan edukasi dalam bentuk <em>output </em>yang menarik dan menyenangkan berupa komik, poster, buku saku dan modul.</p>
<p>Dari semua dilakukan,Alhamdulilah PPKS Yarsi telah mendapatkan ragam penghargaan, baik dari Universitas Yarsi maupun lembaga nasional dan internasional.Seperti BKKBN dan ILO (<em>Internationa  Labor Organization</em>).</p>
<p>PPKS Yarsi,melalui kerja sama dengan ILO, rutin memberikan edukasi kepada tenaga kerja terkait kondisi orang dengan HIV yang tetap layak kerja (<em>fit to work</em>) dan mampu berprestasi seperti individu lainnya.</p>
<p>Tentunya, mahasiswa Universitas Yarsi juga turut berperan aktif mewujudkan visi-misi PPKS Yarsi melalui inovasi dan kontribusi lintas fakultas.</p>
<p>Mahasiswa dari Fakultas Psikologi terlibat sebagai konselor sebaya dan diwajibkan melaksanakan kegiatan edukatif mulai dari perencanaan, penyusunan TOR (<em>Term of Reference</em>), koordinasi dengan sekolah, pelaksanaan materi, hingga evaluasi melalui pre-test dan post-test.</p>
<p>Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi terlibat dalam pengembangan dan pengambilan video edukasi, serta pembuatan aplikasi konseling yang akan diluncurkan pada tahun mendatang. Mahasiswa Fakultas Kedokteran juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sunat untuk mualaf, serta BEM Universitas Yarsi ikut ambil peran dalam kegiatan edukasi dan <em>bonding </em>bersama anak dengan HIV.</p>
<p>“Jadi apabila masyarakat ingin konsultasi ketahanan keluarga Gratis, PPKS Yarsi siap bantu ,Call Center 0811803875,” tutup dokter Maya (Mahasiswa FK Medical Journalism, Amira Salma Salsabila)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadis DPPAPP DKI Jakarta, Ir. Tuty Kusumawati: MM 60 sampai 70 Remaja maupun Dewasa di Indonesia Lebih Nyaman Bercerita kepada Teman</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kadis-dppapp-dki-jakarta-ir-tuty-kusumawati-mm-60-sampai-70-remaja-maupun-dewasa-di-indonesia-lebih-nyaman-bercerita-kepada-teman?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kadis-dppapp-dki-jakarta-ir-tuty-kusumawati-mm-60-sampai-70-remaja-maupun-dewasa-di-indonesia-lebih-nyaman-bercerita-kepada-teman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2022 05:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Aga Pratama]]></category>
		<category><![CDATA[DPPAPP Provinsi DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Anti Kekerasan Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Ir. Tuty Kusumawati]]></category>
		<category><![CDATA[khairul Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Azzahra]]></category>
		<category><![CDATA[POS SAPA]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Rizki Rahmatia]]></category>
		<category><![CDATA[Tasya Talitha]]></category>
		<category><![CDATA[Thufailah Hamida J]]></category>
		<category><![CDATA[Yudha Attallah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9773</guid>

					<description><![CDATA[Duta Anti Kekerasan merupakan figur dari mahasiswa terkait Anti Kekerasan di perguruan tinggi. Duta Anti Kekerasan ini menjadi ajang sosialisasi POS SAPA dan Peremedikbudristek No. 30 tahun 2021 tentang Penanganan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Duta Anti Kekerasan merupakan figur dari mahasiswa terkait Anti Kekerasan di perguruan tinggi. Duta Anti Kekerasan ini menjadi ajang sosialisasi POS SAPA dan Peremedikbudristek No. 30 tahun 2021 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Harapannya, warga Universitas YARSI akan lebih mengerti dan faham akan pentingnya penanganan serta pencegahan kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi maupun di lingkungan masyarakat.<br />Ketua Panitia Duta Anti Kekerasan Universitas YARSI, dr. Maya Trisiswati, M.KM. Dalam laporannya, beliau menyampaikan harapannya bahwa &ldquo;Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan pengetahuan sivitas akademika khususnya mahasiswa Universitas YARSI tentang kekerasan serta menurunkan angka kekerasan di lingkungan Universitas YARSI maupun di masyarakat&rdquo;<br />Selanjutnya, Prof. Fasli Jalal, Ph.D menyampaikan pendapatnya mengenai kekerasan dewasa ini. Masih banyak kasus kekerasan yang ditutupi, bahkan bukannya pelaku yang mendapat ganjaran, namun korban justru mendapatkan stigma buruk di masyarakat. Universitas YARSI membangun tim dengan diadakannya Duta Anti Kekerasan Universitas YARSI untuk menghindari hal-hal berikut terjadi.<br />Ir. Tuty Kusumawati, MM selaku Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta pun ikut menyampaikan sepatah dua patah kata terkait Duta Anti Kekerasan. Beliau menyampaikan bahwa 60 sampai 70% remaja maupun dewasa di Indonesia lebih nyaman jika bercerita kepada temannya, setelah itu kepada ibunya. Harapannya, Duta Anti Kekerasan ini bisa menjadi tempat bercerita bagi sivitas akademika Universitas YARSI sehingga jika terjadinya kekerasan akan segera diketahui dan dapat ditindaklanjuti lebih cepat.<br />Acara dilanjutkan dengan penilaian finalis Duta Anti Kekerasan Universitas YARSI. Terdapat dua kategori pemenang yaitu pemenang perempuan dan pemenang laki-laki, sebagai berikut:<br />Perempuan:<br />1. &nbsp; &nbsp;Juara 1: Mutiara Azzahra<br />2. &nbsp; &nbsp;Juara 2: Tasya Talitha<br />3. &nbsp; &nbsp;Juara 3: Rizki Rahmatia<br />Laki-laki:<br />1. &nbsp; &nbsp;Juara 1: Yudha Attallah<br />2. &nbsp; &nbsp;Juara 2: khairul Rizal<br />3. &nbsp; &nbsp;Juara 3: Aga Pratama</span></p>
<p><em>Oleh: Thufailah Hamida J</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Perempuan Internasional, POS SAPA Beri Kiat Jadi Perempuan Mandiri, Tangguh</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/hari-perempuan-internasional-pos-sapa-beri-kiat-jadi-perempuan-mandiri-tangguh?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hari-perempuan-internasional-pos-sapa-beri-kiat-jadi-perempuan-mandiri-tangguh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2022 01:22:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Delfiana Salsabila]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Hilma Suyana]]></category>
		<category><![CDATA[Kadis PPAPP Prov. DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat Empowerment Village Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat Yarsi HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[POS SAPA]]></category>
		<category><![CDATA[PPAPP]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tuty Kusumawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9309</guid>

					<description><![CDATA[Banyak cara agar dapat membangun kesetaraan gender. Contohnya, memberikan kebebasan pada anak menyusun cerita mengenai dirinya sendiri, tidak membedakan segala sesuatu berdasarkan gender seperti ini mainan anak laki-laki dan anak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Banyak cara agar dapat membangun kesetaraan gender. Contohnya, memberikan kebebasan pada anak menyusun cerita mengenai dirinya sendiri, tidak membedakan segala sesuatu berdasarkan gender seperti ini mainan anak laki-laki dan anak perempuan harus bisa masak. Kemudian menghargai <em>inner beauty</em> dibandingkan dengan outer looks. Membiarkan anak memecahkan masalahnya sendiri, sampaikan anak dapat mencari bantuan bila dibutuhkan, memiliki dan dikelilingi model peran yang positif pada kedua gender.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Semua manusia dapat menjadi apa saja berdasarkan ilmu, iman dan akalnya,berarti semua manusia adalah sama. Kita harus bisa membalikkan ucapan-ucapan yang merendahkan wanita menjadi suatu motivasi untuk diri kita. Semua itu bagian pembicaraan dalam webinar Mencapai Masa Depan Perempuan yang Setara, Bebas dari kekerasan Mandiri dan Tangguh, digelar Universitas Yarsi lewat POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar dihadiri hampir 500 peserta, tampil Wakil Rektor III Universitas Yarsi, Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si sebagai pembicara memberikan banyak penjelasan dan pengetahuan menarik. diantaranya, seorang perempuan menjadi independent berarti mereka telah mengetahui 4 poin, pertama adalah <em>self-concept</em> (mengetahui dan mengenali kelebihan dan kelemahan diri), <em>self-knowledge</em> (mengetahui apa yang telah dimiliki dan apa yang akan dicapai), <em>self-esteem </em>(menilai diri berdasarkan keberhasilan-keberhasilan yang dialami dan <em>social-self</em> ((melihat dan menilai diri sebagai bagian dari lingkungan sosial).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya seorang menjadi independent women safe, aman dan tentram menurut Doktor Octaviani ada 3 cara dilakukan, pertama adalah belajar bela diri seperti karate, taekwondo, dll. Kedua adalah olahraga, metabolisme tubuh yang sehat dan kuat dapat mempengaruhi <em>self-defense</em> kita. Ketiga, melindungi diri dengan menggunakan pepper spray.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jadi Perempuan mandiri merupakan perempuan berkarakter selalu mengutamakan (bukan berarti egois) dan mengandalkan diri sendiri dalam berbagai setting. Sedangkan perempuan berani dalam berbagai hal seperti dapat mengambil keputusan sendiri, tidak takut mengambil resiko. “bisa jadi pula bagian upaya dari kekerasan” katanya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemandirian sangat dipengaruhi sosial budaya dan norma keluarga dan merupakan suatu proses pembelajaran sepanjang hidup,” ingat Alumni Doktoral Psikologi Universitas Indonesia. Selain Doktor Octaviani, Webinar memperingati Hari Perempuan Internasional tahun 2022, Universitas Yarsi juga menampilkan Kepala Pusat Empowerment Village Universitas Yarsi, Hilma Suyana, SE, MM, CPHCM,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang mengatakan, seorang perempuan akan menjadi luar biasa ketika berhasil mengajari dirinya sendiri, bahwa semua sumber kekuatan kebahagia dan motivasi itu ada di dalam dirinya sendiri. Inilah bagian dari perempuan bebas dari kekerasan mandiri dan Tangguh Hidup hanya sekali,tidak bisa selalu sempurna.Banyak kekurangan dan kesalahan membayangi hidup, namun bukan berarti kaum hawa  gagal dalam segala hal.Perempuan bisa mencapai kesuksesan karena sadar  hidup itu layak diperjuangkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Magister Manajemen Universitas Negeri Padang menambahkan, perempuan mandiri jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi seorang perempuan akan menjadi kenyataan dengan usaha. “Mulailah bermimpi dan berjuanglah mencapai kesuksesan,” tuturnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tetaplah berpikir positif walau berada disituasi negatif, karena hal itu bisa membuat perempuan bertahan dan terus maju melewati rintangan mencapai kesuksesan. “Cara terbaik bisa menemukan hal-hal positif didalam kehidupan adalah bersyukur atas apa telah perempuan miliki saat ini,” ujar ibu tiga anak..</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setiap perempuan memiliki kelebihan dan kekurangan, berhentilah melihat suatu yang tidak kamu miliki. Hidup yang dikeluhkan kadang adalah hidup yang orang lain inginkan.” Semua inil akan menjadikan perempuan mandiri dan tangguh,” Cakap Hilma.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar didukung Dinas Pemberdayaan  Perlindungan  Anak dan Pengendalian Penduduk  DKI Jakarta. Menurut Kepala Pusat Yarsi HIV/AIDS dan PPKS membawahi POS SAPA, dr. Maya Trisiswati, MKM Webinar ini satu bentuk kegiatan POS SAPA peduli kepada perempuan dan memberikan kiat jadi perempuan mencapai masa depan, bebas dari kekerasan mandiri dan Tangguh.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara tujuan webinar ini memberikan edukasi perempuan yang setara, bebas dari kekerasan, mandiri dan tangguh. Menciptakan lingkungan kondusif, ide-ide kreatif, inovatif, mewujudkan perempuan mandiri, dan tangguh serta aktif dalam kampanye kesetaraan gender.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">POS SAPA merupakan wadah layanan penerimaan aduan kekerasan, layanan informasi dan koordinasi terpadu perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak jalur Perguruan tinggi. keberadaan Pos SAPA dibawah koordinasi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Universitas Yarsi dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta. POS SAPA Yarsi kehadirannya dibutuhkan mahasiswa dan masyarakat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kini POS SAPA tidak hanya fokus pada perempuan dan anak saja tapi kepada siapapun civitas akademika mengalami kekerasan, baik sebagai korban maupun saksi. “Bahkan Pos SAPA juga akan memberikan pendampingan pembinaan bagi masyarakat,” tutup Dokter Maya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
