<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PPKS &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/ppks/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jul 2024 11:42:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>PPKS &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BKKBN Anugrahi Kepala Satyagatra Yarsi Wira Karya Kencana</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/bkkbn-anugrahi-kepala-satyagatra-yarsi-wira-karya-kencana?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bkkbn-anugrahi-kepala-satyagatra-yarsi-wira-karya-kencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 04:39:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Hasto Wardoyo]]></category>
		<category><![CDATA[HIMPAUDI]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Satyagatra Universitas Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15678</guid>

					<description><![CDATA[Kerja keras tim Satyagatra Universitas Yarsi akhirnya berbuah hasil. Satyagatra  dulu bernama Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) dianugrahkan penghargaan Wira Karya Kencana dari  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kerja keras tim Satyagatra Universitas Yarsi akhirnya berbuah hasil. Satyagatra  dulu bernama Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) dianugrahkan penghargaan Wira Karya Kencana dari  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),</p>
<p>Penghargaan diserahkan Kepala BKKBN, dr.Hasto  Wardoyo,Sp.OG(K) kepada Kepala Satyagatra  Universitas Yarsi, dr.Maya Trisiswati,M.KM, dalam acara Hari Keluarga Nasional(Harganas) 2024 , Kamis(26/7) di Semarang.</p>
<p>dr.Maya menjelaskan, penghargaan Wira Karya Kencana diberikan Pemerintah lewat BKKBN untuk bidang pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) kepada warga telah memberikan darma bakti besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga menjadi teladan bagi orang lain.</p>
<p>BKKBN memberikan penghargaan kepada dr. Maya atas dasar data, laporan dan verifikasi dilapangan terkait kegiatan bermanfaat bagi masyarakat. seperti Pusat Pelayanan Keluarga (Satyagatra) Yarsi telah melakukan banyak kegiatan kepada civitas akademika dan masyarakat luas</p>
<p>Dr.Maya menambahkan, Satyagatra Universitas Yarsi  sudah banyak melakukan kegiatan membantu masyarakat dan pemerintah di daerah-daerah dan kota-kota diluar DKI Jakarta. seperti memberikan edukasi bisa berupa penyuluhan-penyuluhan  baik insiatif Satyagatra Yarsi maupun memenuhi undangan. melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, pelatihan-pelatihan dan layanan konseling offline dan online</p>
<p>Kemudian membuat media KIE (poster, leaflet, video), membina sekolah lansia dan kerjasama dengan stakeholder terkait seperti DPPAPP baik ditingkat provinsi maupun wilayah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan.</p>
<p>Tidak itu saja Satyagatra Universitas Yarsi  juga kerjasama ditingkat lebih luas dengan organisisasi pendidikan usia dini (HIMPAUDI), organisasi pekerja internasional (ILO), perusahaan dan serikat pekerja yang peduli HIV AIDS, Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia</p>
<p>Khusus dengan BKKBN berupa  mengelola website Satyagatra Direktorat Ketahanan Lansia dan website siap nikah Direktorat Ketahanan Remaja.</p>
<p>Menurut Alumnus Magister Universitas Indonesia ,Satyagatra merupakan wadah berbasis institusi dengan kegiatan pelayanan keluarga melalui pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), penyedian data, konsultasi, konseling, pembinaan pendampingan serta rujukan.</p>
<p>Satyagatra jadi salah satu bentuk nyata perguruan tinggi terjun langsung ke masyarakat membangun ketahanan keluarga sehingga menghasilkan sumber daya manusia berkualitas  mampu bersaing di era global.</p>
<p>Wadah ini juga bisa dimanfaatkan para sivitas akademika ingin berkontribusi terhadap pembangunan bangsa sesuai dengan background maisng-masing fakultas.”Insya Allah Satyagatra juga bisa menjadi pionir dan contoh perguruan tinggi lainnya.,” serunya</p>
<p>Sesuai Surat Keputusan Rektor , pelaksanaan Satyagatra mengintegrasikan PPKS dengan Yarsi HIV AIDS Care dibawah Wakil Rektor Bidang 3, Pengabdian Masyarakat. “ Hingga kini belum banyak perguruan tinggi punya Satyagatra,” ujar ibu dokter berhijab.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi bercita-cita dirinya dan Satyagatra bisa menjadi role model  bagi masyarakat. Tidak hanya tahu teori tapi saya juga aksi.</p>
<p>Satyagatra Universitas Yarsi hingga kini dikomandoi dr Maya. Sejak tahun 2000  dr  Maya memang sudah menjadi aktifis kesehatan reproduksi dan HIV AIDS serta aktif di lembaga swadaya masyarakat dan kerap membantu stakeholder terkait dalam melakukan aktivitasnya memberikan edukasi, pelayanan KB, IMS dan HIV</p>
<p>Kedepannya,penghargaan diterima menjadi pemicu lebih giat lagi berbagi dan terus mengembangkan diri untuk berkontribusi terhadap Bangga Kencana. “ Semoga Kampus dan Yayasan terus lebih  mendukung Satyagatra,”harap dr.Maya (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Punya Satgas PPKS, Universitas Yarsi Dapat Penghargaan LLDikti III</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/punya-satgas-ppks-universitas-yarsi-dapat-penghargaan-lldikti-iii?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=punya-satgas-ppks-universitas-yarsi-dapat-penghargaan-lldikti-iii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 01:26:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Andri Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[LLDikti Wilayah III]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.Dr. Toni Toharudin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=13813</guid>

					<description><![CDATA[Setiap orang sangat gemar memoles wajahnya dengan apa saja menjadikan lebih baik. Khusus Bagi Universitas Yarsi menjadikan lebih baik dengan karya dan prestasi. Buktinya kemarin Universitas berusia 56 tahun ini [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang sangat gemar memoles wajahnya dengan apa saja menjadikan lebih baik. Khusus Bagi Universitas Yarsi menjadikan lebih baik dengan karya dan prestasi. Buktinya kemarin Universitas berusia 56 tahun ini mendapat penghargaan dari  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III. Universitas Yarsi menerima penghargaan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) dari 13 PTS telah menjadi perguruan tinggi asuh.karena telah memiliki satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual(PPKS).</p>
<p>Penghargaan diberikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta, Prof.Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc.</p>
<p>Wakil Rektor III Universitas Yarsi, Dr.Octaviani Indrasari Ranakusuma,M.Si,Psi mengungkapkan rasa syukur dan bahagia mendapatkan penghargaan ini. PPKS sangat penting di lingkungan kampus untuk menciptakan kehidupan yang nyaman, tentram dalam menjalani kegiatan akademik.</p>
<p>Ibu Octaviani menerangkan, sebagai PTS asuh masing-masing PTS diminta mendampingi 16 PTS lainnya. Hingga penghargaan tersebut diberikan, Universitas  Yarsi  telah berhasil mendampingi 6 PTS membentuk Satgas PPKS</p>
<p>Lebih lanjut Satgas PPKS Universitas Yarsi terbentuk Juni 2023. Yarsi bagian dari 13 PTS ini diminta menjadi pendamping bagi PTS-PTS lain yang belum memiliki satgas PPKS di lingkungan kampus</p>
<p>Ibu Octaviani menambahkan, dengan penghargaan ini Yarsi  tentunya menuntaskan tugas hingga 10 PTS tersebut  memiliki satgas PPKS untuk mencegah tindakan kekerasam seksual dan melakukan pendampingan bagi para korban.</p>
<p>Sebagai PTS asuh Universitas Yarsi punya tantangan, sejumlah PTS sama sekali tidak berespon dan tidak memberikan tanggapan selama diskusi di WA Group. Ada juga PTS yang mengeluhkan koordinasi antar unit kerja sehingga satgas belum terwujud..</p>
<p>Sementara Rektor Universitas Yarsi , Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D mengapresiasi terbentuknya Satgas PPKS 2023-2025.Kepada Satgas PPKS dengan ketua Andri Gunawan, S.Pdi, BA, M/Phil dan tim telah bekerja keras mengatasi penanganan kekerasan seksual</p>
<p>&#8220;PPKS merupakan bukti komitmen kita bersama melindungi bangsa dari kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi,&#8221; tutur Prof Fasli .</p>
<p>Universitas Yarsi memandang kekerasan seksual di perguruan tinggi merupakan permasalahan besar, mendalam dan memerlukan perhatian serius.</p>
<p>Upaya gerak PPKS harus dilakukan bersama, berkesinambungan dan konsisten. Karena itu, menurutnya prinsip pendekatan mendepankan pendampingan keadilan, kesetaraan, akuntabilitas, independen, kehati-hatian, konsisten, dan jaminan ketidakberulangan menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan penanganan.</p>
<p>Menurut Rektor Universitas Yarsi pembentukan satgas PPKS, penerapan prinsip pendekatan yang tepat, dan dukungan psikologis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual</p>
<p>Satgas PPKS Universitas Yarsi sesuai Amanah dari Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).</p>
<p>Regulasi ini memfokuskan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, yang mencakup pengenalan, edukasi, hingga prosedur penanganan kasus apabila terjadi.</p>
<p>Perguruan tinggi di Indonesia (Universitas Yarsi) harus menjadi tempat bebas kekerasan seksual. Sebab, kekerasan seksual tidak hanya merusak lingkungan belajar yang harusnya aman dan inklusif, tetapi juga melanggar hak asasi manusia dan mengganggu perkembangan individu</p>
<p>“Insya Allah masa depan pendidikan tinggi di Yarsi ini akan lebih baik karena bersih dari kekerasan seksual,” harap Wakil Menteri Pendidikan nasional 2010(usman)</p>
<p>Kini Universitas Yarsi telah memiliki kanal Pengaduan, Call Centre = 082220555284, Google form = <a href="http://tinyurl.com/form-laporan-kasus-ks-uy">http://tinyurl.com/form-laporan-kasus-ks-uy</a> , Email = <a href="mailto:satgas_ppks@yarsi.ac.id">satgas_ppks@yarsi.ac.id</a>  dan Instagram = <a href="http://@satgasppksuy">@satgasppksuy</a> (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Perempuan Internasional, POS SAPA Beri Kiat Jadi Perempuan Mandiri, Tangguh</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/hari-perempuan-internasional-pos-sapa-beri-kiat-jadi-perempuan-mandiri-tangguh?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hari-perempuan-internasional-pos-sapa-beri-kiat-jadi-perempuan-mandiri-tangguh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2022 01:22:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Delfiana Salsabila]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Hilma Suyana]]></category>
		<category><![CDATA[Kadis PPAPP Prov. DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat Empowerment Village Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat Yarsi HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[POS SAPA]]></category>
		<category><![CDATA[PPAPP]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tuty Kusumawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9309</guid>

					<description><![CDATA[Banyak cara agar dapat membangun kesetaraan gender. Contohnya, memberikan kebebasan pada anak menyusun cerita mengenai dirinya sendiri, tidak membedakan segala sesuatu berdasarkan gender seperti ini mainan anak laki-laki dan anak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Banyak cara agar dapat membangun kesetaraan gender. Contohnya, memberikan kebebasan pada anak menyusun cerita mengenai dirinya sendiri, tidak membedakan segala sesuatu berdasarkan gender seperti ini mainan anak laki-laki dan anak perempuan harus bisa masak. Kemudian menghargai <em>inner beauty</em> dibandingkan dengan outer looks. Membiarkan anak memecahkan masalahnya sendiri, sampaikan anak dapat mencari bantuan bila dibutuhkan, memiliki dan dikelilingi model peran yang positif pada kedua gender.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Semua manusia dapat menjadi apa saja berdasarkan ilmu, iman dan akalnya,berarti semua manusia adalah sama. Kita harus bisa membalikkan ucapan-ucapan yang merendahkan wanita menjadi suatu motivasi untuk diri kita. Semua itu bagian pembicaraan dalam webinar Mencapai Masa Depan Perempuan yang Setara, Bebas dari kekerasan Mandiri dan Tangguh, digelar Universitas Yarsi lewat POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar dihadiri hampir 500 peserta, tampil Wakil Rektor III Universitas Yarsi, Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si sebagai pembicara memberikan banyak penjelasan dan pengetahuan menarik. diantaranya, seorang perempuan menjadi independent berarti mereka telah mengetahui 4 poin, pertama adalah <em>self-concept</em> (mengetahui dan mengenali kelebihan dan kelemahan diri), <em>self-knowledge</em> (mengetahui apa yang telah dimiliki dan apa yang akan dicapai), <em>self-esteem </em>(menilai diri berdasarkan keberhasilan-keberhasilan yang dialami dan <em>social-self</em> ((melihat dan menilai diri sebagai bagian dari lingkungan sosial).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya seorang menjadi independent women safe, aman dan tentram menurut Doktor Octaviani ada 3 cara dilakukan, pertama adalah belajar bela diri seperti karate, taekwondo, dll. Kedua adalah olahraga, metabolisme tubuh yang sehat dan kuat dapat mempengaruhi <em>self-defense</em> kita. Ketiga, melindungi diri dengan menggunakan pepper spray.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jadi Perempuan mandiri merupakan perempuan berkarakter selalu mengutamakan (bukan berarti egois) dan mengandalkan diri sendiri dalam berbagai setting. Sedangkan perempuan berani dalam berbagai hal seperti dapat mengambil keputusan sendiri, tidak takut mengambil resiko. “bisa jadi pula bagian upaya dari kekerasan” katanya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemandirian sangat dipengaruhi sosial budaya dan norma keluarga dan merupakan suatu proses pembelajaran sepanjang hidup,” ingat Alumni Doktoral Psikologi Universitas Indonesia. Selain Doktor Octaviani, Webinar memperingati Hari Perempuan Internasional tahun 2022, Universitas Yarsi juga menampilkan Kepala Pusat Empowerment Village Universitas Yarsi, Hilma Suyana, SE, MM, CPHCM,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang mengatakan, seorang perempuan akan menjadi luar biasa ketika berhasil mengajari dirinya sendiri, bahwa semua sumber kekuatan kebahagia dan motivasi itu ada di dalam dirinya sendiri. Inilah bagian dari perempuan bebas dari kekerasan mandiri dan Tangguh Hidup hanya sekali,tidak bisa selalu sempurna.Banyak kekurangan dan kesalahan membayangi hidup, namun bukan berarti kaum hawa  gagal dalam segala hal.Perempuan bisa mencapai kesuksesan karena sadar  hidup itu layak diperjuangkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Magister Manajemen Universitas Negeri Padang menambahkan, perempuan mandiri jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi seorang perempuan akan menjadi kenyataan dengan usaha. “Mulailah bermimpi dan berjuanglah mencapai kesuksesan,” tuturnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tetaplah berpikir positif walau berada disituasi negatif, karena hal itu bisa membuat perempuan bertahan dan terus maju melewati rintangan mencapai kesuksesan. “Cara terbaik bisa menemukan hal-hal positif didalam kehidupan adalah bersyukur atas apa telah perempuan miliki saat ini,” ujar ibu tiga anak..</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setiap perempuan memiliki kelebihan dan kekurangan, berhentilah melihat suatu yang tidak kamu miliki. Hidup yang dikeluhkan kadang adalah hidup yang orang lain inginkan.” Semua inil akan menjadikan perempuan mandiri dan tangguh,” Cakap Hilma.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar didukung Dinas Pemberdayaan  Perlindungan  Anak dan Pengendalian Penduduk  DKI Jakarta. Menurut Kepala Pusat Yarsi HIV/AIDS dan PPKS membawahi POS SAPA, dr. Maya Trisiswati, MKM Webinar ini satu bentuk kegiatan POS SAPA peduli kepada perempuan dan memberikan kiat jadi perempuan mencapai masa depan, bebas dari kekerasan mandiri dan Tangguh.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara tujuan webinar ini memberikan edukasi perempuan yang setara, bebas dari kekerasan, mandiri dan tangguh. Menciptakan lingkungan kondusif, ide-ide kreatif, inovatif, mewujudkan perempuan mandiri, dan tangguh serta aktif dalam kampanye kesetaraan gender.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">POS SAPA merupakan wadah layanan penerimaan aduan kekerasan, layanan informasi dan koordinasi terpadu perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak jalur Perguruan tinggi. keberadaan Pos SAPA dibawah koordinasi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Universitas Yarsi dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta. POS SAPA Yarsi kehadirannya dibutuhkan mahasiswa dan masyarakat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kini POS SAPA tidak hanya fokus pada perempuan dan anak saja tapi kepada siapapun civitas akademika mengalami kekerasan, baik sebagai korban maupun saksi. “Bahkan Pos SAPA juga akan memberikan pendampingan pembinaan bagi masyarakat,” tutup Dokter Maya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permendikbud No 30 Tercakup Semua di Pos SAPA, Yarsi Terdepan  Cegah Kekerasan Seksual</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/permendikbud-no-30-tercakup-semua-di-pos-sapa-yarsi-terdepan-cegah-kekerasan-seksual?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=permendikbud-no-30-tercakup-semua-di-pos-sapa-yarsi-terdepan-cegah-kekerasan-seksual</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2022 17:03:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FK]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[BEM Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mohammas Ryan]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Maya Trisiswati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Miwa Patnani]]></category>
		<category><![CDATA[P2TP2A]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9126</guid>

					<description><![CDATA[Kehadirian Peraturan Menteri Pendidikan ,Kebudayaan , Riset dan Teknologi (Permendikbudristek ) Nomor 30 tahun 2021, merupakan angin segar bagi upaya pencegahan kekerasan seksual(KS) di perguruan tinggi (PT). Meski ada beberapa [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Kehadirian Peraturan Menteri Pendidikan ,Kebudayaan , Riset dan Teknologi (Permendikbudristek ) Nomor 30 tahun 2021, merupakan angin segar bagi upaya pencegahan kekerasan seksual(KS) di perguruan tinggi (PT). Meski ada beberapa pasal masih menuai polemik, tetapi Universitas Yarsi memilih untuk tetap  terus bergerak mencegah KS di Lingkungan PT, menjadikan Permendikbudristek No.30 menjadi salah satu acuannya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sebagai PT  peduli dengan KS, maka implementasi KS di lingkungan PT ini tidak hanya menggugurkan kewajiban sebagai PT dibawah pembinaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan ,Riset dan Teknologi (Kemendikbusristek) tetapi juga sebagai kewajiban Universitas Yarsi berada digaris depan untuk mencegah,menciptakan lingkungan kampus aman dan merdeka dari kekerasan seksual.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kepala Pusat Yarsi HIV/AIDS dan PPKS, dr Maya Trisiswati, MKM menyampaikan presentasinya pada webinar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. kemarin pagi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya dokter Maya mengatakan,.efektifitas Permendikbudristek ini akan lebih mudah tercapai di Universtas Yarsi lewat Pos Sahabat Perempuan dan Anak  (Pos SAPA).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pos SAPA Yarsi sudah ada dan berjalan sebelum Permendikbudristek nomor 30  dan kehadirannya dibutuhkan  mahasiswa dan masyarakat. Pos SAPA adalah wadah layanan penerimaan aduan kekerasan, layanan informasi dan koordinasi terpadu perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak jalur PT,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut dokter Maya ,keberadaan Pos SAPA dibawah koordinasi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Universitas Yarsi dan Dinas Pemberdayaan  Perlindungan  Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta..Pos SAPA sudah bermitra dengan 11 PT lainnya dan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian Pos SAPA memiliki cakupan dan ruang lingkup kerja lebih luas. Kini tidak hanya fokus pada perempuan dan anak saja tapi kepada siapapun civitas akademika mengalami kekerasan, baik sebagai korban maupun saksi. “Bahkan Pos SAPA juga akan memberikan pendampingan pembinaan bagi masyarakat,” terang Ibu Dosen Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dokter Maya memberitahukan, kelembagaan pencegahan dan penanganan kekerasan dilingkungan PT sedang digodok para pimpinan Universitas Yarsi. Ada 2 option diusulkan, pertama satuan tugas (satgas) merupakan bagian dari Pos SAPA dalam naungan PPKS dan kedua Pos SAPA merupakan mitra PPKS (berada di luar PPKS).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dari Permendikbudristek  No 30 tahun 2021 sudah tercakup semua di Pos SAPA . Hanya mungkin diperlukan legal standingnya saja, misalnya dengan diterbitkannya Peraturan Rektor, agar Pos SAPA memiliki dasar hukum kuat yang  jadi merupakan salah satu amanah dari Permendikbudristek.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ditambahkan Dokter Maya, apa yang akan akan diputuskan pimpinan, kami yakin merupakan keputusan terbaik, dan akan didukung.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di Universitas Yarsi  Pos SAPA sudah menjadi  kepanjangan tangan Permendikbudristek no.30 tahun 2021, bantu cegah kekerasan seksual. Tutur Kepala Pusat PPKS,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar digelar Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera(PPKS) bersama BEM Universitas Yarsi,selain dokter Maya, tampil juga sebagai pembicara  Dekan Fakultas Hukum Universitas Yarsi, Dr. H Mohammad Ryan Bakry, S.H., M.H, dan Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Miwa Patnani, M. Si, rt</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dekan Fakultas Hukum, mengatakan, PT wajib melakukan pencegahan kekerasan seksual melalui pembelajaran, penguatan tata kelola, dan penguatan komunitas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dilihat dari 3 proses tadi, Substansi, <em>structure</em>, dan <em>legal culture</em> maka untuk merumuskan kebijakan, menyusun pedoman pencegahan dan penanganan itu merupakan bagian dari subtansi menjadi tugas perguruan tinggi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dibentuk dulu, aturan hukumnya, <em>rule of the gamenya</em>, komitmennya dibentuk dalam kebijakan hukumnya” saran Doktor Mohammas Ryan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Semenatar Dekan Fakultas Psikologi  mengungkapkan dari sisi psikologi ditemukan beberapa tipe-tipe karakter individu cenderung rentan mengalami tindak kekerasan seksual.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ketika tipe karakter yang rentan menjadi korban, bertemu dengan individu dengan karakteristik tertentu yang rentan untuk menjadi pelaku, maka kemungkinan besar tindak kekerasan akan terjadi. Tak hanya itu keadaan lingkungan, konteks sosial dan situasi menjadi faktor penyebab tindak kekerasan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Orang-orang cenderung melihat  korban itu menentukan turut andil, mengundang terhadap terjadinya kekerasan seksual, sehingga perlakuan semacam ini yang membuat si korban malu dan takut”.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Korban kekerasan tak hanya menimbulkan dampak fisik tetapi juga dampak psikis, diantaranya malu, takut, cemas, merasa rendah diri, trauma, hingga depresi, ujar Doktor Miwa.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tak hanya dari PPKS dan BEM Universitas Yarsi , Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi membentuk campaign kekerasan seksual yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui sosial media. “tujuannya membantu upaya pencegahan kekerasan seksual(KS) di perguruan tinggi dan masyarakat,” Tutup Alumni Doktoral Universitas Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis : Anggun</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
