<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/prof-dr-mondastri-korib-sudaryo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jan 2022 13:53:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikuti Kuliah Epidemiologi, Mahasiswa Tak Mudah Kena Hoax</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/ikuti-kuliah-epidemiologi-mahasiswa-tak-mudah-kena-hoax?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikuti-kuliah-epidemiologi-mahasiswa-tak-mudah-kena-hoax</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 13:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Juniarti]]></category>
		<category><![CDATA[Erasmus University]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Begkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8912</guid>

					<description><![CDATA[Program studi (Prodi) Magister Sains Biomedis, Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi , menggelar Kuliah Pakar mendatangkan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia( FKM.UI)  Prof. Dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc . [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program studi (Prodi) Magister Sains Biomedis, Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi , menggelar Kuliah Pakar mendatangkan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia( FKM.UI)  Prof. Dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc .</p>
<p>Kuliah  Kamis, 27 Januari 2022  mengangkat tema “Perspektif Epidemiologi Molekular”. Acara juga disiarkan secara live streaming di Yarsi TV dengan  link <a href="https://youtu.be/ekaqaCbsl0s">https://youtu.be/ekaqaCbsl0s</a></p>
<p>Kuliah digelar virtual, dihadiri para mahasiswa Prodi Magister Sains Biomedis, masyarakat ilmiah, peneliti dan praktisi dari lembaga penelitian . Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Lampung, Universitas Begkulu.</p>
<p>Banyak pengetahuan ditimba dari prof Mondastri. Seperti pengertian dan perkembangan Epidemilologi molekular(EM)</p>
<p>Prof Mondastri mengatakan, EM merupakan bidang epidemiologi mempelajari peran faktor risiko genetik dan lingkungan.  Markernya dapat dilihat pada tingkat molekuler dan biokimia, dapat memberikan penjelasan etiologi, distribusi, dan pengendalian penyakit, pada suatu individu, keluarga dan populasi. “Jadi tujuan EM banyak,” Terang Prof Mondastri.</p>
<p>Bisa memantau dan memprediksi status kesehatan di masyatakat dalam rangka perencanaan layanan dan fasilitas kesehatan.  Kemudian mengkaji riwayat alamiah dan prognosis penyakit dalam rangka mengupayakan pencegahan dan pengendalian penyakit. Terus menyelidiki, identifikasi  dan menjelaskan etiologi faktor suatu penyakit.</p>
<p>Selain itu mengevaluasi program intervensi penyakit dan menyuguhkan dasar-dasar mengembangkan kebijakan serta program pengendalian kesehatan masyarakat.” Tentunya semua itu dilakukan secara rasional berbasis bukti ilmiah empiris,” jalas Alumni Doktor Epidemiology NIHES Erasmus University, Netherlands.</p>
<p>Perspektif Epidemiologi Molekular bagi mahasiswa Magister Sains Biomedis perlu dipelajari . menurut Panitia Publikasi dan Ilmiah, Dr.Juniarti,S.Si.,MSi  agar mahasiswa memahami mengapa penyakit tertentu menjadi beban terhadap kesehatan masyarakat, bagaimana penyebarannya dan apa yang bisa dilakukan untuk menangulanginya.</p>
<p>Menurut Doktor Juniarti, juga Kepala Pusat Studi Herbal dan Manajer Teknis Laboratorium Terpadu Universitas Yarsi, EM merupakan perkembangan ilmu epidemilologi menggunakan teknik Biologi Molekular.</p>
<p>EM berguna mencari dan mengidentifikasi faktor biologis seperti genetik kuman  menimbulkan penyakit pada masyarakat, misalnya munculnya tuberkulosis yang resisten terhadap obat muncul karena adanya mutasi pada kuman TB.</p>
<p>Demikian juga memahami faktor genetik molekuler manusia yang membuat rentan atau resisten terhadap kuman.</p>
<p>Dengan mengikuti kuliah  ini, mahasiswa dan publik  bisa berfikir secara sistematis terkait factor resiko munculnya penyakit, penyebab penyakit, modus penularannya dan mitigasinya berdasarkan bukti penelitian epidemiologis. Selain itu mahasiswa dan masyarakat tidak mudah terkena hoax atau narasi emosional yang tidak berdasarkan studi epidemiologi</p>
<p>Acara dibuka  Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal Ph.D dan disaksikan  Direktur Sekolah Pascasarja Universitas Yarsi, <a href="https://www.okadoc.com/id-id/dokter/spesialis-pulmonologi-dan-kedokteran-respirasi-paru/jakarta-selatan/tjandra-yoga-aditama">Prof. dr. H. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS.  </a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuliah Pakar Biomedis Yarsi, Prof Mondastri Jawab lugas , komunikatif  Setiap Pertanyaan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/kuliah-pakar-biomedis-yarsi-prof-mondastri-jawab-lugas-komunikatif-setiap-pertanyaan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kuliah-pakar-biomedis-yarsi-prof-mondastri-jawab-lugas-komunikatif-setiap-pertanyaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 13:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Dekan FKM UI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Mondastri]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8909</guid>

					<description><![CDATA[Program Studi Magister Sains Biomedis Pascasarjana, Universitas YARSI kembali mengadakan Kuliah Pakar “Perspektif Epidemiologi Molekular”. kali ini mendatangkan pembicara, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof. dr. Mondastri [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Program Studi Magister Sains Biomedis Pascasarjana, Universitas YARSI kembali mengadakan Kuliah Pakar “Perspektif Epidemiologi Molekular”. kali ini mendatangkan pembicara, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc. .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Epidemiologi Modern ditandai dengan integrasi metode dan konsep menjadi corpus teoritis,  terdiri dari desain studi, ukuran peristiwa-peristiwa dan efek, pembauran efek, interaksi, bias, dan kesimpulan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Dekan FKM UI, ada indikasi fase baru telah datang, ditandai dengan perbaikan pada ranah konseptual, seperti penilaian dampak pembauran, bias, dan interaksi yang kompleks. Mengutip Alfredo Moribia (<em>History of Epidemiological Methods and Concepts</em>).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Epidemiologi Molekular merupakan ilmu yang berhubungan dengan kontribusi faktor risiko genetika dan lingkungan yang diidentifikasi pada tingkat molekuler dan biokimia hingga etiologi, distribusi dan pengendalian penyakit dalam keluarga dan populasi. (J. Dorman, Univ. Pittsburgh).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Secara singkat Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc Dekan FKM UI ini menjelaskan apa itu <em>Epidemiology Molecular</em>, “Sederhananya <em>molecular epidemiology </em>adalah perpaduan antara satu sisi molecular bilogy, satu sisi lagi adalah epidemiology. Molecular biologinya untuk mendekripsikan apa yang terjadi pada level molecular”.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Epidemiologi Molekular memiliki manfaat diantaranya, Mendeteksi sensitivitas individual terhadap bahan kimiawi, mengindentifikasi pajanan pada skala kecil dan kejadian lebih dini dalam kerangka riwayat alamiah penyakit, serta meningkatkan kemampuan epidemiologi untuk memahami penyakit, menilai marker suseptibilitas, hingga memperkuat stategi pencegahan (preventif) di populasi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Misalkan kita bisa temukan virus covidnya melalui tes antibody, lebih jauh lagi mendeteksi covid melalui materi genetiknya, PCR, dan sebagainya”. Prof. Modastri mencontohkan manfaat epidemiologi molekuler terhadap Covid-19.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam kuliah ini terjadi komunikasi yang bersahabat saat tanya jawab. Prof Mondastri menjawab dengan lugas , komunikatif dan efektif  setiap pertanyaan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Conotohnya ,bagaimana menekan faktor perancu pada penelitian epidemiologi molekuler apa yang bisa dilakukan melihat objeknya yang heterogen?. Tanya salah satu peserta.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Prof. Modastri menjawab “Sebenernya secara umum kalau sudah masuk wilayah atau ranah analisis secara umum pendekatan analisisnya tidak banyak berbeda, apakah itu epidemiologi molekuler, atau penyakit menular, secara umum tidak ada yang khusus. Ketika masuk cost analisis dia berbentuk data jadi secara prinsip penanganan perancu ini bisa dibagi dalam 2 fase, yaitu sebelum analisis dan setelah analisis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kalau melihat sejarahnya pada epidemiologi tradisional dapat menemukan penyebab spesifik suatu penyakit kemudian di era modern bergeser menjadi multifactorial, alalu bagaimana pengaruh era digital terhadap teori epidemiologi molekuler ?</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Saat ditanya mengenai digitalisasi tersebut, Prof. Mondastri menjelaskan “Pada era digital terdapat <em>distrubtion</em>, menjadi sangat bergantung pada teknologi. Dalam hal ini banyak dibantu dan tergantung juga kemudian masyarakat menjadi familiar dengan internet of things. Ini menjadi sarana dan prasarana untuk memperkuat epdidemiologi yang tidak cukup pada level tradiisional. Lebih lanjut Prof. Modastri menambahkan dengan digitalisasi dapat menjangkau serta mengetahui pergerakan populasi lebih luas, mengenal berbagai karakter penduduk dan beranjak ke era modern Koch postulates epidemiologi yang menggunakan big data.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis Anggun</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
