<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prof. Jurnalis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/prof-jurnalis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Dec 2024 07:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Prof. Jurnalis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PIN Kunjungi Universitas Yarsi Sebagai Tempat Pembelajaran, Yarsi Siap Bantu PIN</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pin-kunjungi-universitas-yarsi-sebagai-tempat-pembelajaran-yarsi-siap-bantu-pin?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pin-kunjungi-universitas-yarsi-sebagai-tempat-pembelajaran-yarsi-siap-bantu-pin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 15:21:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Firmaniah Z.]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Fatmawati Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Jusna Zainal Zein]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Islam Nibras]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan PIN]]></category>
		<category><![CDATA[PIN]]></category>
		<category><![CDATA[praktisi Pendidik Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tien Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=11458</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi menerima kedatangan tamu  Perguruan Islam Nibras (PIN) dari Padang Sumater Barat ,siang tadi. Kunjungan sebanyak 19 orang, terdiri para kepala sekolah dan tim guru dikomandoi Pimpinan PIN,Firmaniah Z.M.Ed. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Yarsi menerima kedatangan tamu  Perguruan Islam Nibras (PIN) dari Padang Sumater Barat ,siang tadi. Kunjungan sebanyak 19 orang, terdiri para kepala sekolah dan tim guru dikomandoi Pimpinan PIN,Firmaniah Z.M.Ed.</p>
<p>Tujuan kunjungan ini sebagai bagian studi banding membangun semangat maju dari  Universitas  Yarsi,  sekaligus silaturahim kepada Ketua Pengurus Yayasan Yarsi,Prof Jurnalis Uddin,PAK, Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D.</p>
<p>Universitas Yarsi  menjadi sebuah perguruan tinggi swasta maju modern di Jakarta, kehadirannya menginspirasi PIN mengembangkan Pendidikan di Padang Sumatera Barat.</p>
<p>Kami sangat gembira bisa berkunjung ke Yarsi, diterima baik Prof.Jurnalis dan Prof Fasli.serta diberikan stimulus, kiat sukses membangun Pendidikan.</p>
<p>Selain itu diizinkan melihat sarana dan prasarananya lengkap termasuk berbagai laboratorium, serta disambut dengan layanan baik dan ramah. “Universitas Yarsi menjadi tempat pembelajaran dan senang mendapatkan pencerahan,” cakap Pimpinan PIN.</p>
<p>Selain itu  bisa bertutur sapa langsung bersama Prof Jurnalis , pimpinan membawa Universitas Yarsi bisa berusia 55 tahun,Bersama Prof Fasli belajar dinamika kehidupan dunia Pendidikan “Universitas Yarsi lebih tenar menjadi teladan kami,” serunya.</p>
<p>Ditambahkannya, Prof Jurnalis dan Prof Fasli sangat perhatian sama kami generasi muda Buktinya beliau berkenan menemui kami,turut memikirkan da membantu PIN.</p>
<p>“Prof Jurnalis dan Prof Fasli  sebagai pemimpin ,beliau berdua orang hebat secara personal maupun Lembaga,” seru Firmaniah sekali lagi.</p>
<p>Saat di Yarsi Firmaniah juga menjelaskan seputar PIN. Dari mulai berdiri tahun 2001 dengan program kelompok bermain usia 2-4 tahun, taman kanak-kanak usia 4-6 tahun oleh Nibras OR. Salim sebagai praktisi Pendidik Anak Usia Dini, Jusna Zainal Zein sebagai pengusaha dan Prof. dr .Fasli Jalal, Ph.D sebagai Pejabat Kementerian Pendidikan. Dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010.</p>
<p>Selanjutnya tahun 2006 didirikan Sekolah Dasar Islam Nibras atas keinginan orang tua murid alumni taman kanak-kanak dan Sekolah Nibras dibawah naungan Yayasan Pendidikan  Pencerdasan Bangsa.</p>
<p>Program pendidikan ada di PIN sekarang, kelompok bermain, taman kanak-kanak,tempat penitipan anak, sekolah dasar, madrasah diniyah takmiliyah aliyah dan konseling.</p>
<p>Sementara Prof Jurnalis bercerita  mulai sejarah berdirinya Universitas Yarsi, termasuk peletakan batu pertama oleh dua istri presiden (ibu negara), Ibu Tien Soeharto dan Ibu Fatmawati Soekarno Selanjutnya PIN sudah fokus pada dunia pendidikan ini merupakan langkah bagus. Pendidikan salah satu modal membangun dan mendirikan negara. “Jika PIN ingin tumbuh lakukan aneka terobosan pendidikan dan kerjasama berbagai pihak,” usul Prof Jurnalis.</p>
<p>Ketua Pengurus Yayasan Yarsi menambahkan, setelah kerjasama pikirkan pengembangannya lainnya termasuk buka cabang , buat perencanaan kedepan seperti studi banding, mintalah nasehat-nasehat dari berbagai tokoh-tokoh dan pengusaha peduli pendidikan.</p>
<p>Untuk mengembangkan PIN kedepan , Yarsi siap berdiskusi dan membantu”ucap Prof Jurnalis.</p>
<p>Sedangkan Prof Fasli sependapat dengan Prof Jurnalis. untuk mengembangkan PIN kedepan wajib lakukan perencanaan terbaik , pengaturan keuangan transparan  dan akuntabel, “Insya Allah PIN akan tumbuh dan berkembang,” tutup Rektor Universitas Yarsi (usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usia 3 tahun, RS Yarsi Dapat Apresiasi Pemerintah Korea,Tempat Check Up Duta Besar dan Raih 3 Akreditasi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/usia-3-tahun-rs-yarsi-dapat-apresiasi-pemerintah-koreatempat-check-up-duta-besar-dan-raih-3-akreditasi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=usia-3-tahun-rs-yarsi-dapat-apresiasi-pemerintah-koreatempat-check-up-duta-besar-dan-raih-3-akreditasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 03:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[RS Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama RS. Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Mulyadi Muchtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Innocreative]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Yarsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=10191</guid>

					<description><![CDATA[Selama pandemi Rumah Sakit (RS) Yarsi sebagai RS Rujukan pasien Corona Virus (Covid)-19 dan rujukan Specimen PCR DKI Jakarta. Ini satu tantangan, saat RS Yarsi baru beroperasi tetapi  sudah harus [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selama pandemi Rumah Sakit (RS) Yarsi sebagai RS Rujukan pasien Corona Virus (Covid)-19 dan rujukan Specimen PCR DKI Jakarta. Ini satu tantangan, saat RS Yarsi baru beroperasi tetapi  sudah harus menangani pasien masif. “Alhamdulillah, berkat kerjasama semua pihak pelayanan Covid ini dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Direktur Utama RS. Yarsi,dr Mulyadi Muchtiar MARS pada perayaan ulang tahun ke-3, tadi pagi.</p>
<p>Lebih lanjut Dokter Mulyadi menerangkan, diantara pasien dirawat di RS Yarsi terdapat 40 orang asing, diantaranya 23 orang adalah warga Korea. RS.Yarsi  merawat pasien tanpa membeda-bedakan satu sama lain sehingga sebagai fasilitas pelayanan kita mendapat apresiasi dari pemerintah Republik Korea. RS Yarsi di kunjungi khusus oleh Anggota parlemen Korea, ketua bidang kesehatan dan wellfare bersama Duta Besar Korea di Indonesia.</p>
<p>10 Juli 2019  hingga 10 Juli 2022 , RS.Yarsi berusia tiga tahun. Sebagai rumah sakit baru, dan merupakan RS ke-30 di Jakarta Pusat, RS Yarsi berusaha melakukan penetrasi pasar secara agresif. Selain itu ketersediaan pelayanan specialis dan subspecialis di tunjang dengan alat-alat  kedokteran terkini, RS Yarsi sudah bekerja sama dengan 160 asuransi, dan menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja.</p>
<p>Tidak itu saja, RS Yarsi juga dengan beberapa kementerian  sudah bekerjasama, salah satunya Kementerian Luar Negeri. “Sejak 2021 RS Yarsi sebagai <em>hospital partne</em>r dalam <em>check up</em> para diplomat dan duta besar yang akan di tempatkan pada pos nya di luar negeri,” tuturnya.</p>
<p>Dalam rentang waktu tiga tahun pelayanan RS Yarsi telah meraih 3 buah akreditasi yaitu sertifikat paripurna dari Komite Akreditasi RS, ISO 9001-2015 untuk quality management System serta Akreditasi Syariah dari DSN MUI. Raihan akreditasi Syariah adalah capaian pertama untuk Rumah Sakit di Jakarta.</p>
<p>Dalam tiga tahun raihan sertifikasi ini adalah sebagai perwujudan visi RS Yarsi, untuk memberikan pelayanan dengan mutu terbaik, berstandard internasional dengan berlandasan Islam.</p>
<p>Dokter bergelar Master  mengingatkan, kita boleh membuat visi setinggi apapun, tetapi pastinya membutuhkan pengakuan dari institusi diakui negara.</p>
<p>RS Yarsi baru merangkak. Managemen ingin RS.Yarsi menjadi rujukan pelayanan regional dan nasional.dan menjadikan <em>flag ship hospital</em> pelayanan RS Syariah.</p>
<p>Bila ingin berkompetisi, RS.Yarsi harus mampu bersaing sejajar dengan RS korporasi yang ada, mereka sudah mempunyai pasar, RS Yarsi hanya seorang diri. Inilah tantangan sehingga harus <em>mendesign</em> pelayanan tidak sebatas <em>follower</em>,tetapi harus bisa mempersiapkan pelayanan, sehingga bisa menjadi <em>trend setter</em> pelayanan kesehatan Indonesia.</p>
<p>Kini RS Yarsi punya produk unggulan dibidang Acute dan trauma service centre, pelayanan minimal invasif, orthopedi oncolgy ,precission medicine serta penyediaan fasilitas heliport untuk <em>medical evacuation</em> menggunakan helicopter. “Semua itu tidak banyak dilaksanakan oleh RS di Indonesia,” ucap Dokter Mulyadi.</p>
<p>Ditambahkannya, kemampuan fasilitas <em>medical evakuasi</em> ini menjadikan RS Yarsi sebagai <em>hospital partner</em> Basarnas dalam pelayanan kesehatan untuk <em>rescue</em>, salah satu dari pelayaran dan <em>oil company</em> dilepas pantai.</p>
<p>Berikutnya Dr Mulyadi ingin menjadikan RS Yarsi menjadi kepercayaan masyarakat, harus mampu menjaga kredibilitas dan integritas pelayanan dengan senantiasa memastikan mutu dan menjalin komunikasi dengan para  <em>stake holder</em> sehingga apa yang menjadi harapan semua pihak bisa  dikomunikasikan..</p>
<p>Dijelaskannya, sebaik apapun pelayanan yang disusun dalam sebuah <em>planning</em>, sangat ditentukan  profesionalisme dan kompetensi daripada <em>staff</em>  bertugas.</p>
<p>Komunikasi harmonis sesama semua profesional pemberi asuhan seperti dokter, perawat, nutrisionist, apoteker dan lainnya dengan pasien sehingga komunikasi medis dapat disampaikan dengan baik.</p>
<p>Saya selalu menghimbau kepada semua <em>staff</em> untuk melakukan pelayanan dengan hati terbaik kepada semua pasien sehingga memberikan kepuasan kepada pelanggan. “Semua <em>staff</em> harus mampu menjadi <em>marketer</em>, pintanya</p>
<p>Ulang tahun ketiga dilakukan dengan tatap muka sesuai protokol Kesehatan menjadi momentum silaturahmi antara keluarga besar RS Yarsi, PT Innocreative sebagai pengelola rumah sakit, dengan Yayasan dan Universitas Yarsi.</p>
<p>“Momentum silaturahmi ini juga dalam rangka mensyukuri kasus pandemi sudah mulai melandai, mudah-mudahan segera berakhir,”tutupnya</p>
<p>Sementara Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, Prof.dr.Jurnalis Uddin,PAK mengatakan, bagi orang pandemi itu bala dan musibah, tapi bagi RS Yarsi ini rahmad. Tahun pertama jumlah pasien biasa saja, pada masa pandemi jumlahnya begitu banyak, sehingga ICU penuh dan kekurangan alat-alat ,kekurangan ventilator dan mau beli sebagai tambahan tak ada penjualnya sehingga dibuatlah kebijakan darurat.</p>
<p>“Alhamdulillah kondisi pandemi menjadi hadiah utama dari Allah SWT kepada RS.Yarsi,” tutur Prof Jurnalis.</p>
<p>Selanjutnya Prof Jurnalis berpesan, dalam kondisi normal dan bala, RS. Yarsi harus selalu siap. Jadikan kondisi ini sebuah pengalaman  buat managemen dan staf RS Sakit hingga menjadi kuat, terutama menghadapi masa depan. Insya Allah, Yang Maha Pengasih merestui dan RS Yarsi menjadi tumbuh.</p>
<p>“Semoga yang dilakukan managemen dan staf  jadi amal shaleh dan diberikan pahala, selamat ulang tahun, sukses untuk semuanya,” tutup ketua Yayasan Yarsi.</p>
<p>Ulang Tahun RS. Yarsi ke-3 ini sangat meriah penuh kekeluargaan. Pelepasan burung merpati oleh managemen dan Prof Jurnalis tanda akhir perayaan.(usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Islam dan Perpustakaan, Pahami Surat Al-Alaq</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/memahami-islam-dan-perpustakaan-pahami-surat-al-alaq?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memahami-islam-dan-perpustakaan-pahami-surat-al-alaq</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 22:09:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[agus rifai]]></category>
		<category><![CDATA[Aya Yahya Maulana]]></category>
		<category><![CDATA[Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7934</guid>

					<description><![CDATA[Mengulas Islam dan perpustakaan bisa dimulai dengan memahami Surat Al-Alaq.Surat ke-96 dalam Alquran ini mempunyai kandungan anjuran membaca atau bacalah dan belajar Menurut Pustakawan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Mengulas Islam dan perpustakaan bisa dimulai dengan memahami Surat Al-Alaq.Surat ke-96 dalam Alquran ini mempunyai kandungan anjuran membaca atau bacalah dan belajar</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Pustakawan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Agus Rifai, saat berbicara pada Kajian Virtual Agama Islam , Jumat, 17/9 untuk mendapatkan ilmu dilakukan salah satu dengan membaca. Membiasakan diri untuk membaca merupakan hal penting dalam kehidupan manusia dan merupakan pembelajaran</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Membaca berkaitan dengan konteks perpustakaan bisa berupa paktek keperpustakawanan, berawal dari tradisi tulisan, kemudian direkam dalam suatu media.Perekaman ini dilakukan agar pesan atau isi tulisan dan informasi tersebut dapat disebarluaskan dan diwariskan ke generasi berikutnya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sipembaca mendapatkan multi bacaan,bisa memilih bacaan. Mana bacaan belum diminati dan mana disukai, sehingga berbagai pengetahuan akan didapatkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alumni Program Master IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, Membaca dalam perpustakaan adanya interaksi pustakawan dengan masyarakat pembaca. Adanya silaturahim saling membagi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kini perpustakaan tumbuh dan berkembang di berbagai tempat dan jenis. Perpustakaan berkembang menjadi institusi sosial dan intelektual terbuka/inklusif. Perpustakaan menjadi symbol peradaban dan kebanggan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alumni Program Doktoral International Islamic University Malaysia menerangkan, salah satu sifat nabi adalah tabligh yaitu menyampaikan. Bacaan adalah energi, dari membaca masyarakat bisa menyampaikan. Jadi masyarakat pembaca dan pembelajaran menjadi target di dalam rumusan Islam itu adalah bagaimana membangun masyarakat membaca dan pembelajaran pada akhirnya masyarakat cerdas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh, bagaimana nabi kemudian melepaskan tawanan perang tetapi gantinya mengajari 10 orang anak, Saat itu di Arab bagian utara ini terkenal dengan masyarakat jahiliyah atau juga masyarakat buta huruf. Melalui proses pengajaran , anak-anak akan meraih pengetahuan. Ini contoh pemahaman sesuatu relevan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Iqro dengan fi&#8217;il Amar ini menunjukkan apa adanya, meraih ilmu ada tempatnya seperti perpustakaan., Jadi kita bisa memahami dari kontak sosial ini mengapa yang pertama kali diturunkan itu justru adalah surat al-alaq.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Perpustakaan bisa menyimpan atau bisa mengoleksi informasi beragam .dapat memberikan informasi dari berbagai sudut pandang,” ucap Agus .</span></p>
<p><span style="color: #000000; font-weight: bold;">Perpustakaan Islam</span><br />
<span style="color: #000000;">Kehadiran perpustakaan Islam menunjukkan hubungan antara Islam dengan tradisi kepustakaan, keilmuan, tradisi baca-tulis (literacy) dan pustaka itu sendiri.”Literacy menunjukkan bangsa berperadaban, ujar Agus.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Perpustakaan Islam menjadi pondasi utama peradaban melalui keberpihakannya terhadap ilmu dan kemanusiaannya, serta menujukkan aspek-aspek ajaran Islam yang berkaitan dengan teori atau ilmu keperpustakaan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Agus mengatakan,perpustakaan atau keperpustakawan islam menunjukkan tradisi atau praktek di bidang ilmu perpustakaan yang berlangsung didunia Islam,sedangkan Islam melanjutkan dan memberikan penguatan terhadap pengembangan tradisi keperpustakawanan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Apa yang bisa dipelajari di perpustakaan dunia Islam? Agus memaparkan, perpustakaan itu rumah kebijaksanaan, rumah pengetahuan dan rumah buku. Perpustakaan tumbuh dari penghargaan terhadap ilmu pengetahuan,berkembang menjadi kebanggan ummat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sejarah perpustakaan Islam dimulai masa nabi dan sahabat merupakan periode pembentukan, Masa kekhalifahan Bani Umayyah disebut periode pertumbuhan. Kemudian masa kekhalifahan Bani Abbasiyyah disebut periode perkembangan. Sedangkan pasca Abbasiyyah 1 disebut periode kemunduran. Sementar masa sekarang adalah masa moderen.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Periode khizanah al hikmah yaitu Khalifah Harun Al-Rasyid mendirikan khizanah al hikmah<br />
rumah pengetahuan. Periode ini disebut sebagai The Golden Age of Islam, yang ditandai dengan berdirinya perpustakaaan-perpustakaan di hampir seluruh kota muslim , kota besar dan kecil.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana menjadi seorang pustakawan muslim rahmatan lil alamin , Agus memberi petunjuk, lakukan pengelolaan perpustakaan Islam secara sistematis, baik dalam koleksi, gedung, fasilitas fisik, layanan dan tenaga perpustakaan atau pustakawananya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait etika pemustaka , penggunaan atau peminjam buku hendaknya tidak berlambat-lambat mengembalikan buku tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, dan peminjam harus berterima kasih kepada orang yang meminjamkannya dan tidak ada penahanan , buku yang dipinjamkan harus dijaga tidak kotor dan rusak</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SDM perpustakaan Islam, dikelola tenaga berdedikasi terhadap ilmu, ulama dan penuntut ilmu</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kehadiran perpustakaan Islam sebagai center for intellectual exellence sebagai pusat bacaan, pembelajaran masyarakat, produksi pengetahuan,penyalin, penterjemah, pusat kajian dan penelitian. Jadi untuk memahami Islam dan perpustakaan,pahami surat Al-Alaq</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Islam Tujuh Semester , Wujud Cinta UY Pada  Perjuangan Intelektual Muslim</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pendidikan-islam-tujuh-semester-wujud-cinta-uy-pada-perjuangan-intelektual-muslim?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pendidikan-islam-tujuh-semester-wujud-cinta-uy-pada-perjuangan-intelektual-muslim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 16:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Endy M. Astiwara]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Ahmad Mansur Suryanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7821</guid>

					<description><![CDATA[Penjajah diIndonesia, Portugis,Spanyol dan Belanda. Kemudian Perancis, Inggris dan Jepang semua mayoritas agamanya Katholik dan Protestan. Saat para penjajah berkuasa, semua simbol,dan warna Islam dilenyapkan. Padahal berdirinya Republik Indonesia tidak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p><span style="color: #000000;">Penjajah diIndonesia, Portugis,Spanyol dan Belanda. Kemudian Perancis, Inggris dan Jepang semua mayoritas agamanya Katholik dan Protestan. Saat para penjajah berkuasa, semua simbol,dan warna Islam dilenyapkan. Padahal berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan besarnya peran ,pengorbanan dan perjuangan umat Islam Indonesia serta ulama.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Merebut kemerdekaan, bahkan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujung tombaknya umat Islam. Para ulama, santri dan kaum intelektuallah punya andil besar dalam membangun karakter bangsa dan mengarahkan perjalanan bangsa ini.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Itulah kutipan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara,pakar sejarah nasional dan Guru Besar Sejarah Universitas Padjadjaran(Unpad) saat memberikan kuliah umum di Universitas Yarsi, Jumat, 3 September 2021.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Saat Prof Ahmad Mansur Suryanegara berbicara,selain para mahasiswa dan dosen, hadir juga petinggi Yarsi, Rektor Universitas Yarsi Prof. Fasli Jalal, dan Ketua Yayasan Yarsi Prof. H. Jurnalis Uddin.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Prof Ahmad Mansur menerangkan, terkait 76 tahun Indonesia Merdeka, sejarah masih dibuat oleh pemerintah ,tampaknya peran ulama dan umat Islam masih saja menghilang , begitu juga nama-nama organisasi Islam ditenggelamkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh, detik-detik jelang pembacaan proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno di kediamannya Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Pada waktu itu butuh kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan bisa sampai di momen itu, Soekarno berbincang dengan ulama seperti Abdul Mukti tokoh Muhammadiyah ,KH Hasyim Asy&#8217;ari tokoh Nahdlatul Ulama.</span></p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-05-at-17.31.02.jpeg" alt="WhatsApp Image 2021-09-05 at 17.31.02" attachment="7823"><figcaption>Wakil Rektor V, Dr. dr. Endy Muhammad Astiwara, MA., AAAIJ., CPLHI., ACS., FIIS., CRGP., ASPM.</figcaption></figure>
<p class="b">KH Hasyim Asyari merupakan kakek dari Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta ayahdari mantan Menteri Agama, KH Wahid Hasyim. Pahlawan Nasional pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur</p>
<p><span style="color: #000000;">Anehnya nama KH Hasyim Asyari hilang dalam Kamus Sejarah Indonesia Buku yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, hingga menuai polemik karena tidak adanya sosok pahlawan nasional itu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Guru Besar Unpad ,padahal,saat perbincangan itu KH Mohammad Hasyim Asy&#8217;ari didampingi beberapa ulama ,meminta Soekarno segera membacakan teks proklamasi sehingga Indonesia resmi merdeka. dan pada saat itu pula Soekarno dijadi presiden Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Ingat ,atas desakan para ulamalah Soekarno membacakan teks proklamasi,” ujar penulis buku Api Sejarah</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jauh sebelum Indonesia merdeka, Kiai Hasyim menjadi tokoh yang ditakuti pihak penjajah. &#8220;Justru Kyai Hasyim sempat membuat Belanda kelimpungan, ia memfatwakan bahwa perang melawan Belanda adalah jihad (perang suci) tanggal 22 Oktober 1945.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah keluarnya fatwa resolusi jihad, perlawanan terhadap Belanda muncul dari berbagai daerah. Salah satunya, perlawanan heroik dari arek-arek Suroboyo,10 November 1945, kemudian mengharamkan naik haji memakai kapal Belanda.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Contoh lainnya Diorama di Monas Jakarta , menceritakan beberapa momen penting terjadi di Indonesia,sifatnya hanya menginformasikan inspirasi dan insight kerajaan di Indonesia. Seharusnya kata Prof Amad Mansur, diorama itu menampilkan pula kiprah ulama ,umat Islam dan raja-raja dari kerajaan Islam dalam perjuangan kemerdekaam Indonesia dan mendirikan kota Jayakarta</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait Kota pelabuhan Sunda Kelapa. Pada 22 Juni 1527 Pangeran Fatahillah seorang ulama besar menghancurkan Sunda Kelapa dan mengusir keluar penjajah Portugis. Opini sejarah yang beredar di Sunda Kelapa seolah kaum kafir diusir oleh kaum muslim .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah Portugis pergi,lalu Fatahillah mendirikan kota Jayakarta di area tersebut dengan nama Jakarta. Sejak tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya kota Jakarta. “Jakarta itu artinya kemenangan paripurna,” terang Sejarahwan Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Begitu pula dalam pertempuran Ambarawa berlangsung selama 20 hari, KH Saifuddin Zuhri memimpin Laskar Hizbullah beserta pasukan lain seperti TKR dan rakyat Indonesia berhasil memukul mundur tentara sekutu. Dalam sejarah tidak muncul.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Belanda itu menjajah indonesia itu dimulai dari membeli tanah 900 meter untuk membangun benteng, dari benteng ini mulai penjajah Belanda membuat kerja paksa para petani. Kekejaman Belanda itu lenyap dalam sejarah .</span><br />
<span style="color: #000000;">Menurut Prof Ahmad Mansur , selama sejarah diproduksi oleh pemerintah berkuasa, kebenaran sejarah hanya milik penguasa sehingga banyak terjadi pemutar balikkan fakta</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Prof berusia 90 tahun mengatakan, apa yang dilakukan Universitas Yarsi menggelar kuliah umum Peran Intelektual Muslim Dalam Perjuangan Kemerdekaan merupakan salah satu upaya mengangkat dan membesarkan jasa ulama dan organisasi Islam .</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Meluruskan dan memperbaiki sejarah yang keliru caranya dengan melakukan mengubah sejarah itu,”tegas Prof Ahmad Mansur</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Seperti Universitas Yarsi lakukan sekarang ini , mengadakan pembelajaran agama 7<br />
semester bagi setiap mahasiswa UY dan saat menulis skripsi dan tesis harus mengaitkan dan mengkaji ajaran islam merupakan wujud Cinta pada perjuangan intelektual muslim</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berikutnya, tujuh semester pendidikan agama di suatu perguruan tinggi merupakan kurikulum indah dan sangat benar , wajib dicontoh perguruan-perguruan tinggi apa yang telah lakukan UY, mengenalkan dunia alquran. Islam di Indonesia ,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Semoga Universitas Yarsi mempunyai nama besar dan Allah SWT menjadikan Universitas Yarsi memimpin Indonesia,” harap Prof Ahad Mansyur,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Universitas Yarsi mengadakan kuliah umum dengan tema Peran Intelektual Muslim Dalam Perjuangan Kemerdekaan ini terkait perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-76.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Wakil Rektor V, Endy Muh. Astiwara, acara ini perlu dalam rangka membekali dan membina wawasan kebangsaan sivitas akademika Universitas Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kuliah umum ini merupakan salah satu kegiatan Catur Dharma Perguruan Tinggi bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air yang diimplementasikan melalui perbuatan-perbuatan serta memperluas wawasan tentang betapa besarnya peran intelektual muslim bagi kemaslahatan bangsa, sekaligus sebagai penghayatan sivitas akademika tentang sejarah kemerdekaan dan persatuan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen dari UY serta masyarakat umum.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKKMB Universitas Yarsi Jadikan Mahasiswa Sadar Hak dan Kewajiban</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pkkmb-universitas-yarsi-jadikan-mahasiswa-sadar-hak-dan-kewajiban?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pkkmb-universitas-yarsi-jadikan-mahasiswa-sadar-hak-dan-kewajiban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2021 07:34:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[PPKMB]]></category>
		<category><![CDATA[PPKMB2021]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7795</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Yarsi didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi). Awalnya sebagai Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi (STK-Yarsi), pada 15 April 1967 punya satu program studi kedokteran. Pendirian STK-Yarsi bertolak dari [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p><span style="color: #000000;">Universitas Yarsi didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi). Awalnya sebagai Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi (STK-Yarsi), pada 15 April 1967 punya satu program studi kedokteran. Pendirian STK-Yarsi bertolak dari keprihatinan atas langkanya tenaga medik di Indonesia dan masih sangat terbelakangnya umat Islam dalam berpartisipasi di bidang pelayanan dan pendidikan kesehatan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Saat itu di Jakarta belum ada satu pun lembaga pendidikan kedokteran dan rumah sakit dikelola lembaga Islam. Dalam perjalanannya, pada tahun 1969, sesuai ketentuan undang-undang nomor 22 tahun 1961, lembaga ini berubah menjadi STK-Yarsi. Dengan adanya lembaga pendidikan ini, terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendapat pendidikan kedokteran dengan bekal iman Islam yang membimbing manusia akan hakekat kehidupan pada dasarnya hanya mencari keridhoan Allah SWT.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">itu sekelumit sambutan Ketua Yayasan Yarsi, Prof. dr. Jurnalis Uddin, dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2021 Universitas Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lebih lanjut ketua Yayasan Yarsi menjelaskan, Universitas Yarsi menempati areal kampus strategis di jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih Jakarta Pusat ,menempati areal seluas 2,5 ha. Dengan modal dimiliki,Universitas Yarsi berusaha mengoptimalkan aset yang ada untuk berkomitmen dan berkonsentrasi dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pihak Yayasan Yarsi sampai tahun 2009 sudah dapat membangun 5 menara sangat megah, dengan 14 lantai yang representatif, serta beberapa gedung lain rencana dibangun untuk mendukung semua kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Menara ini rencananya 22 lantai , tapi diizinkan pemerintah daerah hanya 14 lantai.”tutur Prof JU, sapaan akrab Ketua Yayasan Yarsi.</span></p>
<figure><img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-01-at-14.00.52.jpeg" alt="WhatsApp-Image-2021-09-01-at-14.00.52." /><figcaption>Mahasiswa Pembawa acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2021</figcaption></figure>
<p><span style="color: #000000;">Terkait berdirinya STK Yarsi, tak lepas dari bantuan penuh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI),oleh Dekan waktu itu, Prof. Dr. Jamaluddin, SpB maupun para dosennya disemua bagian.. Dukungan tersebut antara lain dalam bentuk pemakaian semua ruang kuliah dan laboratorium dengan peralatannya dikampus FKUI . Salemba no 6 Jakarta. Hal ini berlansung sampai tahun 1970. “Saat itu Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi seolah menjadi extension FKUI,” kata Prof Jurnalis</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Barulah pada tahun 1971 kampus pindah ke jalan Letjen. Suprapto Cempaka Putih sekarang ini. “ Tanpa bantuan tersebut tak mungkin STK Yarsi dapat dikelola dan dikembangkan menjadi Universitas Yarsi “ ujar Prof Jurnalis</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait program studi, saat awal berdiri tahun 1967, Universitas Yarsi hanya memiliki satu program studi (prodi) dalam bentuk STK-Yarsi. Tahun 1989 dibuka beberapa prodi baru dalam tiga fakultas. Hukum, Ekonomi dan Teknologi Informasi, maka berubah lagi namanya menjadi Universitas Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Seiring waktu dan perkembangan kemudian menyusul penambahan satu fakultas yaitu psikologi , kemudian ada fakultas Kedokteran Gigi sekolah pasca sarjana membawahi prodi magister manajemen, magister kenotariatan, magister biomedis. “Dengan demikian sampai kini Universitas Yarsi memiliki enam fakultas dengan 13 prodi” jelas Prof Jurnalis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sisi lain, Prof Jurnalis menyampiakan, yang membedakan Universitas Yarsi dengan perguruan tinggi lainnya, adanya Ruhul Islam yang merupakan catur darma dan Islam sebagai nyawanya Yayasan Yarsi yaitu bagaimana Islam mewarnai berbagai kaidah keilmuan termasuk penelitian dan pelayanan masyarakatnya. Nantinya para mahasiswa baru Universitas Yarsi akan mendapatkan pendidikan Ruhul Islam , dipimpin koordinasi Wakil Rektor 5</span></p>
<p><span style="color: #000000;">PKKMB tahun 2021 dikuti 1000 peserta, bertujuan memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa sadar akan hak dan kewajiban. kemudian memuat tentang sistem pendidikan tinggi mencakup kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus Universitas Yarsi. Tidak ketinggalan materi bela negara, radikalisme, penyalahgunaan narkoba sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di Universitas Yarsi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut ketua pelaksana ,Kukuh Fadli Prasetyo, kegiatan PKKMB tahun ini bertemakan mencetak pemimpin Islami masa depan. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan mereka akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya, maka pembekalan nilai-nilai kepemimpinan sangatlah penting bagi setiap mahasiswa Universitas Yarsi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menjadikan mahasiswa sadar hak dan kewajiban, PKKMB dilaksanakan dua hari. Hari Senin 30 Agustus materi diisi dengan i sistem pendidikan di Universitas Yarsi dibawakan Wakil Rektor I, Wening Sari . kemudian materi fasilitas pelayanan terpadu atau layanan akademik, dan layanan fasilitas universitas, disampaikan Wakil Rektor IV Prof Nurul Huda. Direktur pembelajaran jarak jauh(PJJ), Andreas Febrian menjelaskan sistem PJJ di Universitas YARS dan Dosen Perpustakaan dan Sains Informasi , Indah Kurnianingsih menerangkan Program Literasi. Untuk Kampus Merdeka disampaikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, materi pengenalan nilai budaya, tata krama dan etika keilmuan Universitas Yarsi disampaikan Direktur pangkalan data ,jaminan dan akreditasi (PD Jama) Rifqatussa’adah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sedangkan hari Selasa, 31 Agustus dipaparkan materi kuliah umum oleh Rektor Universitas Yarsi, Prof Fasli Jalal, terkait Tantangan Membangun Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Kemudian karena saat ini masa pandemi Covid-19, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Dirjen PP&amp;PL Kemenkes 2009-2014, Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan materi Covid-19, New Normal dan Milenial.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian materi wawasan kebangsaan dan bela negara disampaikan Waaster Kaskostrad, Kolonel Infantri Hariyanto. Materi pemuda bangsa anti narkoba oleh kepala seksi Pendidikan, Eva Fitri Yuanita serta Menumbuhkan Jiwa Pemuda Sukses Anti Korupsi oleh Fungsional Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi, Alfiana Rachmawati.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PK itu Amar Ma’ruf  Nahi Munkar</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/pk-itu-amar-maruf-nahi-munkar?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pk-itu-amar-maruf-nahi-munkar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 09:21:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7566</guid>

					<description><![CDATA[Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, bagi Universitas Yarsi tidak menjadi penghalang. Sebagai institusi pendidikan, sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, aneka kegiatan positif edukasi bagi masyarakat terus dilakukan. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #282828;">Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, bagi Universitas Yarsi tidak menjadi penghalang. Sebagai institusi pendidikan, sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, aneka kegiatan positif edukasi bagi masyarakat terus dilakukan.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Contohnya kemarin, Universitas Yarsi bekerjasama Komunitas Dosen, Penulis, dan Peneliti Indonesia (Kodepena) menggelar seminar melalui situs web (webinar) dengan tema”Pendidikan Karakter Dalam Membangun Bangsa yang Hebat dan Berakhlak Mulia”</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Model pendidikan perspektif Islam, jalan terjal membangun pendidikan karakter peserta didik diera pandemi serta pendidikan karakter Pancasila dan rasa cinta tanah air. Berikutnya, membina mahasiswa menyiapkan pemimpin masa depan, membangun karakter bangsa melalui budaya disiplin, danbelajar membangun karakter dari kearifan lokal Indonesia. Kesemua narasi itu menjadi bagian pembahasan webinar Pendidikan Karakter Membangun Bangsa dan Berakhlak Mulia.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Hadir dalam webinar,dosen, mahasiswa, kepala sekolah, guru, penulis dan peneliti serta aparat sipil negara dari berbagai instasi. Mereka dari Banda Aceh hingga Papua. Tidak ketinggalan Rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D dan Ketua Umum Dewan Pengurus Kodepena, Dr.Rani Siti Fitriani, S.S., M.Hum turut juga hadir.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Enam orang ahli, kompeten dan mahir pada dunia pendidikan sebagai pembicara. Mereka adalah Wakil Rektor IV Universitas Yarsi,Prof. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si, dosen pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon,Dr.Masduki Duryat dan Kandidat Doktor Andrew Shandy Utama , dosen Universitas Lancang Kuning, Riau. Lalu dosen Universitas Pajajaran Bandung, Dr. Gugun Gunardi, M.Hum, dosen Universitas Tadulako Sulawesi Tengah ,Sulfitri Husain, S. IP., MA dan dosen Universitas Presiden ,Dr. Ir. B. M. A. S. Anaconda Bangkara, M.T.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Dimassa pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri menambah kuantitas dan kualitas waktu habis bersama keluarga. Belajar bersama dirumah tidak hanya pelajaran secara formal dan akademis, tetapi juga pendidikan karakter (PK) .</span></p>
<p><span style="color: #282828;">PK digemakan Thomas Lickona digunakan dalam kehidupan dan diterapkan dalam pendidikan, menurut Rektor Universitas Yarsi, Prof Fasli memiliki fungsi dasar mengembangkan potensi seseorang agar dapat menjalani kehidupannya bersikap baik.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Dalam ajaran Islam bersikap baik disebut amar ma’ruf nahi munkar yaitu mengajak atau menganjurkan kepada hal bermanfaat dan mencegah perbuatan buruk.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Bersikap baik harus dibiasakan. Mulai dari rumah dengan bantuan orang tua,mengajari anak keteladanan kehidupan. Setelah masuk sekolah dibantu kepala sekolah, para guru dan warga sekolah mulai petugas tata usaha,kebersihan dan keamanan serta kantin, amar ma’ruf nahi munkar harus dilanjutkan.“Anak jangan hanya dijadikan peserta didik yang cerdas saja,” pesan prof Fasli. Tetapi perbuatan baik dari rumah seperti budi pekerti luhur, sopan-santun, disiplin, bisa bekerjasama,toleransi, persahabatan,dan menjaga kebersihan serta bisa membedakan mana salah dan benar harus diterapkan dalam sekolah,</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Begitupula pada lingkungan masyarakat, perilaku baik sudah terbangun dirumah dan sekolah jangan dibiar atau digerus warga.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Prof Fasli,salah seorang pendiri Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional meminta warga masyarakat harus terus membantu, menjadikan peserta didik tetap baik , sehingga menjadi anak bangsa yang sholeh dan berakhlak mulia bisa membangun bangsa.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">PK seperti memahat atau mengukir. Ukiran dilakukan tidak boleh buram dan larut hilang, karena itu kita harus mengukirnya di batu cadas. Tentunya memerlukan waktu panjang, harus berkesinambungan terus menerus.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Jadi PK harus ditanamkan dan diajarkan sejak dini.“PK itu pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat ,” tegas Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010-201 saat memberikan sambutan pembuka.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Dalam webinar ini, Prof Nurul panggilan akrab Wakil Rektor IV Universitas Yarsi,tampil sebagai pembicara, mengaitkan PK dengan model pendidikan perspektif Islam.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">PK sesuai ajaran Islam menurut Prof Nurul adalah pendidikan berhubungan dengan manusia ( hablun minannas )dan Allah SWT (hablun minallah ). Hablun minannas tidak serta merta hanya dapat memperuntukkannya pada manusia semata, tapi cakupannya luas meliputi binatang, tumbuhan dan alam sekitar.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Selanjutnya pendidikan bersinggungan dengan upaya pengembangan dan pembina seluruh potensi manusia yaitu ruhaniah dan jasaniah. Pendidikan juga adalah suatu upaya memperkenalkan manusia akan eksistensi dirinya, baik sebagai diri pribadi yang hidup bersama hamba tuhan terkait hukum normatif(syariat )dan sekaligus sebagai khalifah dibumi.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">PK terkait pendidikan Islam ada proses penting model didalamnya, yaitu proses internalisasi pendidikan sebagai nilai keyakinan pengetahuan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman seseorang (subyektif). Kemudian proses eksternalisasi diwujudkan dalam tindakan , sikap perilau sesuai norma dan keyakinannya. Terakhir proses obyektifikasi mempertimbangkan kognitif dan budaya, melahirkan kreteria-kreteria kemasyarakatan berilmu pengetahuan dan santun dalam merealisasikannya, sehingga mampu memberi manfaat dan kemaslahatan kepada oranglain.Tentu tanpa mengganggu hak asasinya sehingga mampu berdampingan dengan kesejahteraan bersama.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">PK atau karakter memiliki dua pengertian, ini hasil kesimpulan dari 6 pembicara webinar. Pertama, ia menunjukkan seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang pembohong, tidak disiplin,tidak tepat waktu ,egois, dendam, kejam, pemarah,nakal dan serakah,tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Kedua, karakter erat kaitannya dengan personality dan seseorang baru bisa disebut orang berkarakter apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral (amar ma’ruf nahi munkar). Kalau sudah moralnya baik,pancasilais, berakhlak mulia akan menjadi panutan dan pemimpin.Tentunya akan bisa membangun bangsa</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon,Masduki menambahkan,pendidikan karakter sangat erat berkaitan dengan pendidikan Islam, bahwasanya kekayaan pendidikan Islam dengan ajaran intinya tentang moral akan sangat menarik untuk dijadikan content dari konsep pendidikan karakter.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Tantangan dan masalah PK banyak sekali, karena itu teruskan tradisi baik dan relevan agar karakter bisa terbentuk. “Perkuat selalu iman anak dan keluarga dan berlindung pada Allah SWT,”ajak Masduki.</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Sementara Dosen Universitas Tadulako, Sufitri melengkapi,pembentukan karakter sungguh tidak mudah, membutuhkan usaha, dan banyak energi.Dibutuhkan komitmen, ketekunan, keuleten, proses, metode, waktu, serta yang terpenting adalah keteladanan dan disiplin. “Tiada kesuksesan tanpa kedisiplinan,jadikan kedisiplinan sebagai habit hingga berusia silam,”tutur Sulfitri</span></p>
<p><span style="color: #282828;">Dosen Universitas Presiden,Anaconda menggenapi, dari kearifan lokal dan pola pendidikan yang sudah pernah ada dari dalam negeri seperti “cerita ora ilok”bisa kita pelajari menjadi karakter.”PK harus dibentuk dan dibentuk ulang”cakap Ananconda</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas YARSI Adakan Webinar “Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak” Kerjasama Kodepena</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/universitas-yarsi-adakan-webinar-pentingnya-pendidikan-karakter-untuk-anak-kerjasama-kodepena?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=universitas-yarsi-adakan-webinar-pentingnya-pendidikan-karakter-untuk-anak-kerjasama-kodepena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 14:11:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. (Cand) Andrew Shandy Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Gugun Gunardi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. H. Masduki Duryat]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Hj. Rani Siti Fitriani]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ir.B.M.A.S. Anaconda Bangkara]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Ferinaldy]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Almunandar]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. H. Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Sulfitri Husain]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Usman]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7557</guid>

					<description><![CDATA[Mendidik karakter tak bisa mendadak, maka perlu disadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang dan harus dimulai sejak usia dini. Merupakan suatu kewajiban bagi para orang tua, guru, [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="a">Mendidik karakter tak bisa mendadak, maka perlu disadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang dan harus dimulai sejak usia dini. Merupakan suatu kewajiban bagi para orang tua, guru, dosen, dan tenaga kependidikan, serta masyarakat senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik terhadap anak, sebab di tangan merekalah nasib bangsa ini menjadi hebat atau sebaliknya di masa yang akan datang.</p>
<p>Berangkat dari hal di atas, Universitas YARSI (UY) bekerjasama dengan Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia) menyelenggarakan Webinar: “Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Bangsa yang Hebat dan Berakhlak Mulia” pada hari Selasa, (27/7/2021) secara virtual dan live streaming YouTube di YARSI-TV.</p>
<p>Pendidikan karakter memiliki fungsi dasar untuk mengembangkan potensi seseorang agar dapat menjalani kehidupannya dengan bersikap baik. Secara umum, fungsi dari pendidikan karakter di sekolah/perguruan tinggi adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang sehingga menjadi orang yang memiliki nilai moral yang tinggi, tinggi toleransi, berperilaku baik, dan berakhlak mulia. Guru dan dosen adalah penanggung jawab terbentuknya siswa yang akan menjadi manusia dewasa di kemudian hari.</p>
<p>Acara ini dimulai dengan sepatah kata dari ketua panitia webinar Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes. (Dosen Fakultas Kedokteran dan Magister Sains Biomedis UY) menyampaikan peserta yang mendaftar sebanyak 561 orang yang 51 persen dari mereka adalah guru dan selebihnya terdiri dari mahasiswa, dosen, dan orangtua.</p>
<p>“Sampai saat pembukaan yang sedang berlangsung, tercatat lebih dari sebagian pendaftar yang hadir pada acara kita kali ini,” kata Dr. Kholis.</p>
<p>“Kepada semua peserta saya ucapkan selamat mengikuti Webinar, semoga kita dapat mengambil segala manfaatnya. Mewakili panitia, kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan Webinar ini,” ucap Dr. Kholis.<br />
Alumni Doktoral (S-3) Universitas Indonesia bidang Ilmu Lingkungan ini juga mengucapkan terima kasih para pembicara yaitu selaku opening speech oleh Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Rektor UY) dan Dr. Hj. Rani Siti Fitriani, S.S., M.Hum. (Ketua Umum DPP Kodepena/Dosen Pascasarjana Universitas Pasundan).</p>
<figure><img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Pentingnya-Pendidikan-Karakter-untuk-Anak-2.jpg" alt="Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak - 2" /><figcaption>Dari kiri atas: Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.; Dr. Hj. Rani Siti Fitriani, S.S., M.Hum.; Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes.; dan Usman S.Sos, Mlkom.</figcaption></figure>
<p class="b">Demikian pula dengan narasumber antara lain: Prof. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si. (Wakil Rektor IV UY) berjudul ”Model Pendidikan Perspektif Islam”; Dr. Ir. B. M. A. S. Anaconda Bangkara, M.T., M.S.M. (Universitas Presiden; Kodepena Jabar) “Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi Menyikapi Kemajuan Teknologi”; Sulfitri Husain, S.IP., MA. (Universitas Tadulako: Kodepena Sulawesi Tengah) “Membangun Karakter Bangsa Melalui Budaya Disiplin”; Dr. Gugun Gunardi, M.Hum. (Unpad Bandung; Kodepena Jabar) &#8220;Pelatihan Soft Skill Mahasiswa Sebagai Bagian Pendidikan Karakter Mahasiswa&#8221;; Dr. (Cand) Andrew Shandy Utama, SH., MH. (Universitas Lancang Kuning, Riau, Kodepena Riau) “Pendidikan Karakter Pancasila dan Rasa Cinta Tanah Air”; dan Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I (IAIN Syekh Nurjati Cirebon; Kodepena Jabar) &#8220;Jalan Terjal Membangun Karakter Peserta Didik di Era Pandemi&#8221;; serta dipandu Usman S.Sos, Mlkom. sebagai moderator, Ferinaldy, S.Pi., M.M sebagai MC, dan Iman Almunandar, S.Psi. selaku Host.</p>
<p>Rektor UY dalam sambutannya mengatakan pendidikan karakter sudah sejak lama dibahas, seperti di masa Aristoteles. Pada saat moral education menjadi wacana besar di dunia, Thomas Lickona salah satu pakarnya mengatakan bahwa pendidikan karakter itu diperlukan pengetahuan tentang karakter, sikap atau empati terhadap karakter atau nilai-nilai kebaikan, keinginan untuk mencoba dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terinternalisasi menjadi habit (kebiasaan).</p>
<figure><img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Pentingnya-Pendidikan-Karakter-untuk-Anak-3.jpg" alt="Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak - 3" /><figcaption>Dari kiri atas: Prof. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si.; Dr. H. Masduki Duryat, M. Pd.I; Dr. (Cand) Andrew Shandy Utama, SH., MH.; dan Dr. Gugun Gunardi, M.Hum.</figcaption></figure>
<p class="b">Kalau ini bisa kita lakukan, kata Prof. Fasli Jalal, maka knowing the good (mengetahui mana yang baik atau tidak) atau amar makruf nahi mungkar (dalam agama Islam merupakan sebuah perintah untuk mengajak/menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat) dijadikan suatu kebiasaan dan menjadi karakter sejati yang bersangkutan.</p>
<p>“Menurut beberapa pakar, dalam pembentukan karakter sangat diperlukan communities of character yang maksudnya tidak mungkin seorang anak akan memiliki karakter yang baik kalau tidak lengkap komunitas masyarakat yang bisa membentuk karakternya,” jelas Prof. Fasli Jalal.</p>
<p>Dijelaskan pula unsur-unsur communities of character tersebut, pertama, karena seorang anak itu lebih banyak berada di rumah, maka para orang tua, pengasuh, keluarga inti, dan keluarga besar adalah pembentuk karakter anak yang utama. Kedua, pada saat seorang anak memasuki jenjang pendidikan sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke jenjang-jenjang berikutnya yang mana ada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan lain-lain adalah bagian communities of character yang sangat menentukan.</p>
<figure><img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Pentingnya-Pendidikan-Karakter-untuk-Anak-4.jpg" alt="Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak - 4" /><figcaption>Sulfitri Husain, S.IP., MA.; Dr. Ir. B. M. A. S. Anaconda Bangkara, M.T., M.S.M.; Ferinaldy, S.Pi., M.M.; dan Iman Almunandar, S.Psi.</figcaption></figure>
<p class="b">“Sangat dikhawatirkan, hal-hal yang sudah dibangun di rumah diharapkan tidak tergerus oleh hal-hal kurang baik yang secara diam-diam terjadi di sekolah. Justru sebaliknya, nilai-nilai yang dibangun di sekolah membantu apa-apa yang sudah terbentuk di rumah, karena sekolah merupakan the highest social order,” ujar Prof. Fasli Jalal.</p>
<p>“Oleh sebab itu, dalam pembentukan karakter anak, seharusnya terjadi suatu sinergi yang baik antara saat anak di rumah dan di sekolah,” tambah Prof. Fasli Jalal.</p>
<p>Ketiga, sebagaimanapun kuatnya pendidikan karakter yang sudah dibangun di rumah dan di sekolah akan tergerus pula apabila tidak didukung oleh kebiasaan-kebiasaan baik di lingkungan masyarakat sekitar anak tumbuh. Diharapkan, jangan sampai terjadi pembiaran terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk di masyarakat yang akan merusak karakter anak.</p>
<p>“Hal itu akan membingungkan anak, maka dari itu perlu adanya konsistensi antara kebiasaan-kebiasaan baik di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Sungguh disayangkan apabila ada perbuatan anak di rumah dan di sekolah yang dilarang, tapi di masyarakat hal itu diperbolehkan atau dibiarkan,” terang Prof. Fasli Jalal.</p>
<p>“Pendidikan karakter anak adalah perjuangan seumur hidup, mulai dari buaian sampai ke liang kubur. Pepatah sudah mengatakan, jika ingin mengukir sesuatu, maka ukirlah di atas batu, niscaya akan abadi dan tak akan pupus sampai ribuan tahun lamanya,” pungkas Prof. Fasli Jalal mengakhiri.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kodepena dalam sambutannya menjelaskan Webinar ini merupakan penyelenggaraan Bincang Ilmiah #3 Kodepena yang kali ini bekerja sama dengan Universitas YARSI. Dr. Rani merasa bersyukur peserta yang mengikuti secara online berasal dari segenap penjuru tanah air, dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>“Kami merasa bersyukur dan berharap ke depan Kodepena akan menyelenggarakan bincang ilmiah atau webinar yang akan melibatkan para guru, dosen, dan terbuka juga untuk umum dari seluruh Indonesia,” harap Dr. Rani.</p>
<p>Dr. Rani juga berbagi informasi tentang keberadaan Kodepena yang berdiri sejak bulan November 2020 adalah sebuah komunitas para dosen, penulis, dan peneliti Indonesia yang sudah legal atau berbadan hukum. Tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi, saling mendukung para anggota agar memiliki karya-karya tulis, baik berupa buku, jurnal atau bincang ilmiah seperti acara pada hari ini.</p>
<p>“Bagi hadirin yang punya karya tulis ilmiah, silakan mengirimkannya ke redaksi jurnal Kodepena. Kami memiliki dua jurnal ilmiah yaitu Jurnal Sociohumaniora dan Jurnal Teknosains. Selain itu, Kodepena juga menerbitkan buku-buku dari output bincang ilmiah dan buku-buku bunga rampai dengan tema yang beragam dari semua multidisiplin,” papar Dr. Rani.</p>
<p>“Kami berusaha memfasilitasi kebutuhan guru-guru dan dosen-dosen agar memiliki karya dengan biaya yang sangat terjangkau,” tutur Dr. Rani.</p>
<p>Di samping kegiatan-kegiatan di atas, disampaikan pula selama masa pandemi, Kodepena telah melakukan kegiatan-kegiatan sosial membantu dan mendorong masyarakat agar tetap berperilaku hidup sehat. Di antaranya telah membagi-bagikan ribuan masker, APD (Alat Pelindung Diri), dan sarung tangan plastik yang dilakukan oleh para relawan Kodepena dari Aceh sampai Papua kepada masyarakat yang membutuhkan. Demikian pula membagikan makanan-makanan siap saji, sembako, susu, dan lain sebagainya untuk korban banjir di Bandung Selatan, serta banyak lagi kegiatan-kegiatan sosial yang sudah diperbuat Kodepena. Semua itu dilakukan sesuai dengan Visi-Misi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga maupun Kode Etik Kodepena yakni di samping menjalin silaturahmi antar sesama akademisi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan berakhlak mulia. (ART)</p>
<p class="c">“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Malaria Sedunia 2021, Magister Sains Biomedis SPS-UY Gelar Webinar: Menuju Eliminasi Malaria</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/peringati-hari-malaria-sedunia-2021-magister-sains-biomedis-sps-uy-gelar-webinar-menuju-eliminasi-malaria?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peringati-hari-malaria-sedunia-2021-magister-sains-biomedis-sps-uy-gelar-webinar-menuju-eliminasi-malaria</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2021 07:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SPS-MBiomed]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Bunga Indah Kalqausyari]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Wening Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Dra. Risdawati]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. drh. Didik Budijanto]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Kholis Ernawati]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Fatimah]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=7364</guid>

					<description><![CDATA[Malaria adalah penyakit yang sudah lama dan menjadi bagian perjuangan masyarakat dunia dan juga masyarakat Indonesia. Seharusnya, penyakit ini sudah bisa dihindari oleh bangsa Indonesia, akan tetapi karena berbagai kondisi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p class="a">Malaria adalah penyakit yang sudah lama dan menjadi bagian perjuangan masyarakat dunia dan juga masyarakat Indonesia. Seharusnya, penyakit ini sudah bisa dihindari oleh bangsa Indonesia, akan tetapi karena berbagai kondisi geografis, sosial budaya dan lain sebagainya masalah ini belum bisa dituntaskan. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. saat memberikan kata sambutan pada Webinar Sekolah Pasca Sarjana Magister Sains Biomedis dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia (15 April 2021) dengan topik “Menuju Eliminasi Malaria”, Kamis (29/4/2021) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan live streaming di YouTube Yarsi TV.</p>
<p>Pembicara kunci dalam acara ini ialah Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes. (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik/P2TVZ Kemenkes RI). Secara resmi webinar ini dibuka oleh dr. Bunga Indah Kalqausyari, MM. atas nama penyelenggara. Menghadirkan tiga pembicara yaitu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&#038;H, DTCE. (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI) berjudul &#8220;Malaria dan Covid-19&#8221;; Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes. (Dosen Magister Sains Biomedis, Univ. YARSI) berjudul &#8220;Pengendalian Malaria Melalui Pengelolaan Lingkungan&#8221;; Dr. Dra. Risdawati, Apt., M.Kes. (Dosen Magister Sains Biomedis, Univ. YARSI) berjudul &#8220;Pengembangan Pengobatan Malaria Berbasis Artemisinin&#8221;; dan dipandu oleh Siti Fatimah, S.Si. (Mahasiswa Sains Biomedis Univ. YARSI) sebagai moderator. Turut hadir Ketua Program Studi Magister Sains Biomedis SPS-UY Dr.dr. Wening Sari, M.Kes. dan jajarannya, serta lebih dari 300 orang peserta yang mengikuti secara online.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Peringati-Hari-Malaria-Sedunia-2021-2.jpg" alt="Peringati Hari Malaria Sedunia 2021 - 2" attachment="7367"><figcaption>Searah jarum jam: Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes., dr. Bunga Indah Kalqausyari, MM., dan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&#038;H, DTCE.</figcaption></figure>
<p class="b">Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2011 ini juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT., meskipun di tengah tekanan Covid-19 yang secara diam-diam merampas semua perhatian, potensi, peluang untuk kesejahteraan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena semua diarahkan untuk melawan dan mencegah Covid-19, SPS-UY berkesempatan untuk menyelenggarakan webinar tentang penyakit malaria yang menurutnya, selain menyebabkan perpendekan umur secara rata-rata atau percepatan kematian di usia produktif bahkan sampai usia anak-anak. Tidak jarang juga mempengaruhi kematian janin di dalam rahim. Kalaupun bisa lahir namun terinfeksi oleh malaria berbagai dampak akan muncul termasuk salah satunya adalah stunting.</p>
<p>“Kita merasa bersyukur sekali, walau di tengah Covid-19, SPS-UY masih diberi kesempatan oleh Yang Mahakuasa untuk tetap memikirkan bagaimana penyakit yang seharusnya sudah bisa dihindari dan dicegah dari bangsa Indonesia, tetapi karena berbagai kondisi geografis, sosial budaya, dan seterusnya, masalah ini belum bisa dituntaskan,” ucap Prof. Fasli Jalal. </p>
<p>“Sebagian dari wilayah Indonesia masih bertarung melawan malaria, hal ini adalah tugas mulia Kementerian Kesehatan terutama Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) yang dipimpin oleh Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes (Direktur P2PTVZ),” ungkap Prof. Fasli Jalal.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Peringati-Hari-Malaria-Sedunia-2021-3.jpg" alt="Peringati Hari Malaria Sedunia 2021 - 3" attachment="7368"><figcaption>Searah jarum jam: Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes., Dr. Dra. Risdawati, Apt., M.Kes., Siti Fatimah, S.Si dan Dr. dr. Wening Sari, M.Kes.</figcaption></figure>
<p class="b">“Melalui kegiatan ini, saya mengajak kita semua untuk mendukung Dr. Didik, agar malaria ini secara serius dapat dicegah dan yang sudah terjadi segera ditanggulangi. Supaya anak-anak Indonesia bisa lahir dengan normal, terbebas dari stunting, dapat sekolah yang produktif, dan kemudian menjadi sumber daya manusia unggul, sebagaimana yang dicita-citakan oleh bangsa kita,” tandas Prof. Fasli Jalal mengakhiri.</p>
<p>Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes. dalam paparannya yang berjudul “Menuju Eliminasi Malaria” mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sangat komitmen melalui pemerintah daerah, lintas program, dan lintas sektor untuk menjadi juru kunci penurunan endemisitas malaria. Sedangkan pemeliharaan pada daerah yang sudah bebas malaria merupakan tantangan tersendiri dalam mempertahankan kewaspadaan dan upaya pencegahan munculnya kembali kasus malaria.</p>
<p>“Perlu dipastikan agar setiap sektor berperan dalam upaya menciptakan atau mempertahankan daerah bebas malaria menjadi tanggung jawab bersama,” tutur Dr. Didik.</p>
<p>“Namun demikian, keterlibatan masyarakat sebagai pengawasan di lapangan menjadi sangat penting dalam menjaga daerah tetap bebas dari malaria,” tegas Dr. Didik.</p>
<p>Prof. Dr. dr. Tjandra Yoga, SpP(K), MARS, DTM&#038;H, DTCE. membahas bagaimana upaya eliminasi malaria di masa Covid-19. Dijelaskan, pada tahun 2030 melalui organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization) sudah mulai dilakukan upaya menghindari epidemi penyakit malaria dengan melakukan strategi ‘Rethinking Malaria“ baik di negara-negara Asia maupun di negara-negara benua lainnya. Terbukti pada tahun 2019 sebanyak 95% penderita malaria ada di negara Afrika dan 3.4% di Asia. Sedangkan di Indonesia, 318 dari 514 kabupaten di seluruh Indonesia sudah melakukan eliminasi malaria. </p>
<p>“Tiga provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Barat sudah melakukan proses eliminasi penyakit malaria. Maka dari itu, untuk menunjang keberhasilan eliminasi malaria dari bumi Indonesia tercinta ini, harus ada penanganan secara bersama-sama dan menyeluruh,” jelas Prof. Tjandra.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Kholis Ernawati, S.Si.,M.Kes dengan judul “Pengendalian Malaria Melalui Pengelolaan Lingkungan” menegaskan, untuk pengendalian malaria, salah satu caranya dengan cara memutus mata rantai penularan nyamuk Anopheles sp. melalui pengelolaan habitat perindukan berorientasi pencegahan dan menjadi upaya penting dalam pengendalian vektor terpadu. Selain itu, manajemen lingkungan merupakan salah satu program penanggulangan penyakit malaria yang mempunyai cost effectiveness tinggi dan ramah lingkungan. Di mana, pengelolaan lingkungan perindukan memerlukan prinsip keterlibatan lintas sektor serta community participation.</p>
<p>“Namun demikian, perilaku hidup sehat dan lingkungan yang bersih merupakan dua komponen utama yang mempengaruhi status kesehatan seseorang. Apabila sasaran intervensi diprioritaskan pada kedua aspek ini, target penurunan kejadian malaria dapat segera terpenuhi,” terang Dr.Kholis.</p>
<p>Sedangkan Dr. dra. Risdawati Djohan, M.Kes,.Apt sebagai pembicara terakhir memaparkan materinya yang berjudul &#8220;Pengembangan Pengobatan Malaria Berbasis Artemisinin&#8221;. Dijelaskan, variasi genetik pada manusia (host) dapat mempengaruhi pemilihan dan dosis obat antimalaria. Demikian pula dengan implementasi pharmacogenetic-guided policies  pada skala nasional untuk pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi perlu dilakukan agar dapat mengurangi toksisitas, meningkatkan efektivitas, dan mengurangi perkembangan resistensi obat.</p>
<p>“Oleh karena malaria adalah penyakit yang sulit dikendalikan terutama karena sifat vektor dan parasit yang sangat mudah beradaptasi, untuk mencapai pengendalian malaria yang berkelanjutan diperlukan kombinasi pendekatan dan tools baru,” tandas Dr. Risdawati. (ART-MY)</p>
<p class="c">“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FKG UY dan RSGM YARSI Terima Donasi APD dari PDGI Jakarta Pusat</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/fkg-uy-dan-rsgm-yarsi-terima-donasi-apd-dari-pdgi-jakarta-pusat?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fkg-uy-dan-rsgm-yarsi-terima-donasi-apd-dari-pdgi-jakarta-pusat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2020 06:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syaukani]]></category>
		<category><![CDATA[Audiawati Surachmin]]></category>
		<category><![CDATA[drg. Liana Zulfa]]></category>
		<category><![CDATA[FKG UY]]></category>
		<category><![CDATA[PDGI]]></category>
		<category><![CDATA[PDGI Jakarta Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[RSGM Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[universitas unggulan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=6124</guid>

					<description><![CDATA[Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI (UY) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI menggelar acara serah terima bantuan atau donasi Alat Pelindung Diri (APD) untuk kegiatan Pendidikan Kepaniteraan/Koass [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p class="a">Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI (UY) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI menggelar acara serah terima bantuan atau donasi Alat Pelindung Diri (APD) untuk kegiatan Pendidikan Kepaniteraan/Koass bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Univ. YARSI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Jakarta Pusat (Kamis, 2/7/2020) pagi di Ruang Rapat RSGM YARSI.</p>
<p>PDGI adalah satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun Dokter Gigi di Indonesia dan telah banyak berkiprah untuk memajukan dan menyehatkan gigi serta membuat senyum masyarakat Indonesia semakin cemerlang. Adapun APD yang didonasikan berupa 50 box Surgical Mask, 50 pcs KN 95 Mask, 50 pcs Protective Goggles, dan 5 pcs Face Helm.</p>
<p>APD tersebut diantarkan langsung oleh rombongan PDGI Jakpus yang terdiri dari Ahmad Syaukani, drg., Sp.Ort; drg. Peteus M Zringko; drg. Yeni Yuliani; drg. Ufo Pramiji; dan Anissa Widiandini. Mereka diterima oleh perwakilan FKG-UY: drg. Audiawati Surachmin, Sp.PM (Ka. Prodi Akademik Kedokteran Gigi-UY) dan M. Syarifuddin. Sedangkan dari RSGM YARSI: drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. (direktur RSGM YARSI).</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/FKG-UY-dan-RSGM-YARSI-Terima-Donasi-APD-dari-PDGI-Jakarta-Pusat-2.jpg" alt="FKG UY dan RSGM YARSI Terima Donasi APD dari PDGI Jakarta Pusat - 2" attachment="6131"><figcaption>Dari kiri: drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. (direktur RSGM YARSI), Audiawati Surachmin, Sp.PM (Ka. Prodi Akademik Kedokteran Gigi-UY), dan Ahmad Syaukani, drg., Sp.Ort (Ketua PDGI Cabang Jakarta Pusat) sedang melakukan penandatangan surat serah terima donasi APD dari PDGI Jakpus.</figcaption></figure>
<p class="b">drg. Audiawati mengatakan bahwa pada hakikatnya bantuan itu diperoleh berdasarkan surat permohonan Dekan FKG-UY, Prof. Dr. H. Bambang S. Trenggono, drg., M.Biomed, nomor: 514/DEG/BIA/VI/2020, tertanggal 22 Juni 2020 M (30 Syawal 1441 H) yang ditujukan kepada PDGI Cabang Jakarta Pusat melalui Ahmad Syaukani, drg., Sp.Ort (Ketua PDGI Cabang Jakarta Pusat) di Jl. Pulomas Barat V E No. 15 B, RT 007/11, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Surat tersebut merupakan tindak lanjut Siaran PERS Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik nomor 1325/SP-HMS/06/2020 tentang Pemprov DKI membuka Kegiatan Sosial Ekonomi Bertahap dengan Protokol Khusus, maka kegiatan Pendidikan Kepaniteraan/Koass bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Univ. YARSI akan kembali aktif pada fase kedua. </p>
<p>“PDGI telah meluluskan permohonan FKG-UY dan telah direalisasikannya pada hari ini. Kemudian APD yang diterima diserahkan kepada ke RSGM-YARSI untuk digunakan oleh para mahasiswa FKG-UY yang sedang Koas dan dosen untuk melakukan pendidikan dan pelayanan kepada pasien,” jelas drg. Audiawati.</p>
<figure>
img src=&#8221;https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/FKG-UY-dan-RSGM-YARSI-Terima-Donasi-APD-dari-PDGI-Jakarta-Pusat-3.jpg&#8221; alt=&#8221;FKG UY dan RSGM YARSI Terima Donasi APD dari PDGI Jakarta Pusat &#8211; 3&#8243; attachment=&#8221;6132&#8243;><figcaption>Audiawati Surachmin, Sp.PM menerima donasi APD dari Ahmad Syaukani, drg., Sp.Ort didampingi oleh drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. (paling kiri) dan dua orang perwakilan dari PDGI Jakpus lainnya.</figcaption></figure>
<p class="b">Sementara itu, direktur RSGM YARSI – drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. Menyebutkan bahwa RSGM YARSI selaku fasilitator bagi Pendidikan Dokter Gigi Universitas YARSI, sangat berterima kasih atas besarnya perhatian PDGI terhadap mahasiswa didik Universitas YARSI terutama yang sedang melaksanakan kepaniteraan di RSGM YARSI. </p>
<p>“Kami saat ini sedang melakukan persiapan untuk pelayanan gigi dan mulut di klinik integrasi bagi para Koass Dokter Gigi yang meliputi infrastruktur, fasilitas, serta pengadaan BHP terkait pentingnya penggunaan APD untuk proteksi yang lebih baik dalam masa new normal ini. Tentunya terdapat penyesuaian agar selaras dengan himbauan PDGI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini,” terang drg. Liana. </p>
<p>Selanjutnya, sebagai perwakilan dari FKG-UY, drg. Audiawati mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan juga berterima kasih atas bantuan dari PDGI Jakarta Pusat dan Pengurus Pusat PDGI karena telah memperhatikan kondisi dan keperluan institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi tempat pendidikan calon dokter gigi di Indonesia.</p>
<figure>
<
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/FKG-UY-dan-RSGM-YARSI-Terima-Donasi-APD-dari-PDGI-Jakarta-Pusat-4.jpg" alt="FKG UY dan RSGM YARSI Terima Donasi APD dari PDGI Jakarta Pusat - 4" attachment="6133"><figcaption>drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. Menyerahkan cinderamata/kenang-kenangan kepada Ahmad Syaukani, drg., Sp.Ort didampingi oleh Audiawati Surachmin, Sp.PM (paling kiri) dan dua orang perwakilan dari PDGI Jakpus lainnya.</figcaption></figure>
<p class="b">“Apalagi di tengah masa pandemi dan kelangkaan serta tingginya biaya pembelian APD,” ujar drg. Audiawati.</p>
<p>“Hal ini akan membantu dalam persiapan pendidikan profesi dokter gigi untuk kembali dibuka, karena juga terkait dengan tridharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat,” pungkas drg. Audiawati. (ART)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas YARSI Salurkan Bantuan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/universitas-yarsi-salurkan-bantuan-pt-charoen-pokphand-indonesia-tbk?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=universitas-yarsi-salurkan-bantuan-pt-charoen-pokphand-indonesia-tbk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2020 12:07:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Miranti Pusparini]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pokpahand]]></category>
		<category><![CDATA[RS Persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tjiu Thomas]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[UY]]></category>
		<category><![CDATA[YARSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=5701</guid>

					<description><![CDATA[PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, (PT Pokphand) melalui Universitas YARSI (UY) telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 2 porsi/orang/hari untuk Tim Medis dan keluarga penunggu pasien penderita Coronavirus [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
    color: #000000;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
    color: #000000;
}
p{
    color: #000000;
}
p.a{
   font-size: 17px;
   font-weight: bold;
   color: #000000;
}
p.b{
  padding-top:11px;
  color: #000000;
}
p.c{
  font-weight: bold;
  font-style: italic; 
  font-size: large;
  text-align: center;
  padding-top:15px;
  color: #000000;
}
</style>
<p class="a">PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, (PT Pokphand) melalui Universitas YARSI (UY) telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 2 porsi/orang/hari untuk Tim Medis dan keluarga penunggu pasien penderita Coronavirus (Covid-19) di 3 (tiga) Rumah Sakit Rujukan Nasional khusus wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. yang berpusat di Thailand adalah sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang argo industri merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu karena epidemi Coronavirus sudah melanda Indonesia, bahkan sudah menjadi pandemi dunia. Presdir PT Pokpahand, Tjiu Thomas yang juga sebagai Ketua Umum CSR-CPFI mengatakan bahwa dirinya mendapat tugas mulia dari owner agar bisa memberikan bantuan sebagai bentuk rasa peduli dan kemanusiaan berupa Fiesta Ready Meal yang diproduksi PT Prima Food, anak perusahaan PT Pokphand.</p>
<p>&#8220;Sebagaimana sudah dilakukan juga di Thailand, Fiesta Ready Meal akan dikontribusikan kepada pasien-pasien dan petugas-petugas medis yang tiada henti-hentinya bekerja bahkan hingga 24 jam menolong penderitaan pasien terutama pasien Covid-19 yang juga tengah mengamcam keselamatan Indonesia,&#8221; ucap Tjiu Thomas saat rapat koordinasi dengan UY (Senin, 09/03/2020).</p>
<p>&#8220;Tujuan kami tidak lain agar mereka yang bertugas mendapat asupan makanan dan gizi yang cukup supaya daya tahan tubuhnya kuat dan mampu bekerja lebih berenergi dalam menangani pasien Virus Corona ini,” kata Tjiu Thomas.</p>
<p>Bantuan berupa makanan siap saji &#8216;Fiesta Ready Meal&#8217; dengan berbagai jenis dan varian rasa telah disalurkan ke 3 rumah sakit itu adalah RS Persahabatan, RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, dan RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. </p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200321-WA0007.jpg" alt="IMG-20200321-WA0007" attachment="5709"><figcaption>dr. Miranti Pusparini, M.Pd.(Ked) Bersama dg Direktur Utama RS Persahabatan</figcaption></figure>
<p class="b">Wakil Rektor I UY,  dr. Miranti Pusparini, M.Pd.(Ked.) menjelaskan makanan yang diterima RS Persahabatan sejumlah 230 porsi/hari yang dimulai sejak tanggal 12 Maret 2020, RSPAD Gatot Soebroto 300 porsi/hari mulai 17 Maret 2020 (akan ada penambahan 150 porsi/hari terkait adanya penambahan dokter dan perawat), dan khusus RSPI Sulianti Saroso 600 porsi/hari pada hari kerja, sedangkan hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur 350 porsi/hari dimulai tanggal 20 Maret 2020. PT Pokphan berkomitmen akan menyuplai &#8216;Fiesta Ready Meal&#8217; ini sampai pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir oleh Pemerintah Indonesia. </p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200321-WA0005.jpg" alt="IMG-20200321-WA0005" attachment="5711"><figcaption>Salah satu produk Fiesta Ready Meal</figcaption></figure>
<p class="b">&#8220;Makanan ini untuk tenaga medis dan keluarga penunggu pasien yang terjangkit Covid-19 yang dalam perawatan,&#8221; kata dr Miranti. )</p>
<p>&#8220;Tidak hanya makanan saja, namun PT Pokphand juga menyerahkan melalui kami beberapa freezer untuk penyimpanan dan microwave untuk memanaskan &#8216;Fiesta Ready Meal&#8217; disetiap rumah sakit tersebut,&#8221; tambah dr Miranti. </p>
<p>dr. Miranti menjelaskan bahwa freezer dan microwave yang telah diserahkan sejumlah 2 freezer dan 3 microwave untuk RS Persahabatan, 1 freezer dan 4 microwave (akan ditambah 2 microwave) untuk RSPAD Gatot Soebroto, serta 1 freezer dan 7 microwave untuk RSPI Sulianti Saroso. Kedua jenis peralatan ini bersifat sementara atau dipinjamkan oleh PT Pokphand sampai pandemi Covid-19 ini berakhir. </p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200321-WA0010.jpg" alt="IMG-20200321-WA0010" attachment="5712"><figcaption>Freezer dan beberapa microwave yang dipinjamkan pada ketiga RS rujukan nasional di Jakarta</figcaption></figure>
<p class="b">Wakil Kepala Rumah Sakit RSPAD Gatot Soebroto, Brigadir Jenderal TNI dr. A. Budi Sulistya. Sp.THT-KL., M.A.R.S. menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan kepada Tim Medis RSPAD Gatot Soebroto.</p>
<p>&#8220;Semoga semua yang telah kita lakukan menjadikan ladang pahala bagi kita semua,&#8221; ucap dr. Budi. </p>
<p>&#8220;Kita bersyukur, ada orang-orang berhati mulia yang peduli dengan Pasukan Kesehatan di tengah pertempuran yang musuhnya tidak kelihatan,&#8221; pungkas dr. Budi.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200321-WA0006.jpg" alt="IMG-20200321-WA0006" attachment="5710"><figcaption>Tim Medis RSPI Sulianti Saroso telah menerima Fiesta Ready Meal</figcaption></figure>
<p class="b">Sementara itu, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril, SpP. MPH. melalui surat resmi yang ditujukan kepada Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan bantuan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang telah mengirimkan &#8216;Fiesta Ready Meal&#8217; (produksi PT Prima Food) yaitu produk makanan siap saji yang sudah dilengkapi dengan nasi/mi, lauk-pauk, dan sayur. Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama RS Persahabatan, dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS dalam pertemuannya dengan dr. Miranti sesaat setelah penyerahan fasilitas freezer dan microwave (Kamis, 12/03/2020). (ART)</p>
<p class="c">“Universitas YARSI, Islami dan Berkualitas”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
