<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ratih Arruum Listiyandini &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/ratih-arruum-listiyandini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Apr 2024 14:55:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Ratih Arruum Listiyandini &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ragam International Short Course Sukses Digelar, Bukti Akreditasi Internasional YARSI OTW</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/ragam-international-short-course-sukses-digelar-bukti-akreditasi-internasional-yarsi-otw</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 08:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Atty]]></category>
		<category><![CDATA[Christina M. Antonites]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Amalia binti Madihie]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Asmadi Mohammed Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Chandra Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Elfitri Kurnia Erza]]></category>
		<category><![CDATA[FH YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Fujian Polytechnic Normal University-China]]></category>
		<category><![CDATA[IIUM]]></category>
		<category><![CDATA[International Islamic University Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Joedel Labardo]]></category>
		<category><![CDATA[Lead City University Ibadan]]></category>
		<category><![CDATA[Malta Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Melbourne Law School]]></category>
		<category><![CDATA[MKN]]></category>
		<category><![CDATA[Nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof.  Pimrumpai Premsmit]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Datin Dr. Roslina Othman]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Jiang Yueting]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Tim Lendsey]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Queen Mary University of London]]></category>
		<category><![CDATA[Ratih Arruum Listiyandini]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sophia Vivian Adeyeye]]></category>
		<category><![CDATA[The University of Melbourne-Australia]]></category>
		<category><![CDATA[UITM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Chulalongkorn Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Teknologi MARA]]></category>
		<category><![CDATA[University of Cape Town-Afrika Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[University of New South Wales-Australia]]></category>
		<category><![CDATA[University of Perpetual Help System DALTA-Philippines]]></category>
		<category><![CDATA[Wardiyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15179</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Program Studi Magister Kenotariatan (Kaprodi MKn) Universitas YARSI, Dr. Chandra Yusuf, SH., MBA., LLM., MMgt. wajahnya lebih sumringah berseri-seri. Pasalnya telah tuntas memberikan pencerahan dalam short course bertema The [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Program Studi Magister Kenotariatan (Kaprodi MKn) Universitas YARSI, Dr. Chandra Yusuf, SH., MBA., LLM., MMgt. wajahnya lebih sumringah berseri-seri. Pasalnya telah tuntas memberikan pencerahan dalam <em>short course</em> bertema <em>The Dynamic of Indonesia Legal System: Challenges and Opportunities in </em>5.0 <em>Society</em>.</p>
<p>Doktor Chandra dalam forum mengatakan, terkait perbandingan hukum kontrak antara <em>civil law</em> Indonesia dan <em>common law</em>. Perbedaannya, <em>civil law </em>Indonesia menganut <em>civil code</em> tradisional. Dasar hukumnya menggunakan kitab sebagai kesakralannya. Ini menyebabkan <em>civil code</em> Indonesia mengandalkan kekuatan abstrak bahasa. Semua peristiwa hukum diatur dalam kitab yang abstrak.</p>
<p>Kaprodi MKn menambahkan , dalam kontrak, dasar hukum nya menggunakan pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH perdata), menyatakan semau persetujuan yang dibuat secara sah mejadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Ini menjadi dasar pribadi membuat kontrak atau perjanjian. Sementara common law memiliki asas preseden. Suatu putusan hakim menjadi preseden bagi hakim-hakim lainnya. Putusan hakim sebelumnya telah mengisi perkara yang memiliki kekosongan hukum atau disebut <em>hard case</em> dengan <em>ratio dicidendi</em> atau <em>legal reasoning</em> yang dibuatnya. Putusan hakim tersebut mengikat hakim-hakim lain setelahnya atas kasus-kasus yang sama unsurnya. Ini yang dikenal sebagai hakim membuat undang-undang atau judge <em>made law</em>. Hal ini membuat <em>common law</em> lebih merujuk kepada peristiwa kongkret yang wajib diikuti, bukan bahasa dengan interpretasi yang diikuti.</p>
<p>Doktor Chandra menerangkan, hakim membuat undang-undang, apabila terjadi kekosongan hukum yang ditutupi dengan rasio yang dibentuk. Berbagai putusan hakim yang mengikat ini membentuk unsur-unsur kontrak yang mengikat. Maka perbedaannya, kontrak dalam <em>common law</em> mengikuti keadaan kongkret, bukan bahasa dan interpretasinya. Namun hukum kontrak menjadi rumit karena terlalu banyak unsur yang mengatur. Sedangkan KUH Perdata cukup dengan menggunakan asas <em>pacta sunt servanda</em> (<em>keep your promise</em>), yang diterjemahkan menjadi peganglah janjimu. Asas ini dituangkan dalam pasal 1338 KUH Perdata yang penerapannya dapat dipaksakan di pengadilan.</p>
<p>Pertemuan ilmiah di gagas Prodi MKn dan Fakultas Hukum(FH) Universitas YARSI tampil pula pembicara luar negeri dari Fujian Polytechnic Normal University-China, Prof. Jiang Yueting, Melbourne Law School,The University of Melbourne-Australia,Prof. Tim Lendsey, University of Perpetual Help System DALTA-Philippines, Atty, Joedel Labardo dan Harald International Arbitration-Malaysia, Prof. Dr. Harald Sippel, MBA.</p>
<p>Selain Prodi MKn dan FH Universitas YARSI, Fakultas Psikologi Universitas YARSI pun menyelenggarakan <em>Health Psychology International Short Course</em>.</p>
<p>Dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D (Ratih). memberikan pencerahan dalam <em>Health Psychology International Short Course</em>.</p>
<p>Course berskala Internasional, hanya Ratih seorang jadi pembicara dari Universitas YARSI. Staf pengajar Psikologi YARSI ini mengenalkan konsep-konsep terkait isu kesehatan mental secara global dan spesifik, prevalensi dan risikonya, serta gejala-gejalanya. Ratih juga memberikan tips dan latihan bagi peserta sebagai first aider untuk menghadapi isu-isu kesehatan mental tersebut.</p>
<p>Hebatnya perhelatan ini setiap kursus diampu narasumber internasional, selain Ratih, baru saja menamatkan studi di University of New South Wales-Australia, tampil pula Christina M. Antonites, PH.D. dari University of Cape Town-Afrika Selatan, Dr. Amalia binti Madihie dari Universiti of Malaysia-Sarawak, John Paul Cauchi, Ph.D. dari Queen Mary University of London, Malta Campus.</p>
<p>Pesertapun datang dari berbagai negara yaitu Filipina, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Serta beberapa peserta memamerkan keikutsertaannya di akun media sosial.</p>
<p>Short course bertajuk Byte-sized Resilience: Mental Wellness for Society 5.0 and Beyond SDGs. Sesuai keberadaan Fakultas Psikologi Univesitas YARSI menekankan warna Psikologi Kesehatan dan sebagai upaya ikut menyukseskan tujuan SDGs berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, kesetaraan, dan lingkungan.</p>
<p>Selain Fakultas Psikologi, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI juga menggelar <em>short course</em> bertema <em>Digital Transformation: Interplay of Technology, Culture, and The Role of Librarianship in the Global Era.</em></p>
<p><em>Event</em> berlangsung kemarin, peserta hadir dari berbagai belahan dunia, selain Indonesia, ada dari Malaysia, Ghana, Nigeria, Zambia, Pakistan, dan Kenya.</p>
<p>Pembicara dari Indonesia, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI,Wardiyono, SS, MBA dan Elfitri Kurnia Erza. M IKom. Sedangkan pembicara asing tampil, Prof. Pimrumpai Premsmit, Ph.D. dari Universitas Chulalongkorn Thailand, Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari Universiti Teknologi MARA (UITM), Sophia Vivian Adeyeye, Ph.D. dari Lead City University Ibadan, Nigeria dan Prof. Datin Dr. Roslina Othman dari International Islamic University Malaysia (IIUM).</p>
<p><em>International Short Course</em> juga digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Magister Sains Biomedis dan Doktor Sains Biomedis. Pokoknya <em>International Short Course</em> yang <em>on the way</em> (OTW) bukti kerja serius Universitas YARSI mewujudkan akreditasi internasional</p>
<p>Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D hadir saat pembukaan menyampaikan selamat kepada panitia bisa melaksanakan acara bergengsi dengan baik. terima kasih kepada para pembicara sudi memberikan ilmu dan pengalamannya. “Kepada para peserta manfaatkan kesempatan berharga ini,” tutup Prof. Fasli.</p>
<p>International <em>Short Course</em> banyak manfaatnya diantaranya mendapatkan sensasi belajar di luar negeri.</p>
<p>Jamuan ilmiah internasional digelar semua Prodi Universitas YARSI bukti pergaulan akademik di tingkat internasional, bagian upaya menunjang proses akreditasi internasional kini OTW. (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>International Short Course Fakultas Psikologi YARSI Menghadirkan Narasumber dari 4 Negara</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/international-short-course-fakultas-psikologi-yarsi-menghadirkan-narasumber-dari-4-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 04:21:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi]]></category>
		<category><![CDATA[Byte-sized Resilience]]></category>
		<category><![CDATA[Christina M. Antonites]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Amalia binti Madihie]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[John Paul Cauchi]]></category>
		<category><![CDATA[Malta Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Queen Mary University of London]]></category>
		<category><![CDATA[Ratih Arruum Listiyandini]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti of Malaysia-Sarawak]]></category>
		<category><![CDATA[University of Cape Town-Afrika Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15029</guid>

					<description><![CDATA[Puji syukur kepada Allah Tuhan yang Maha Esa, Health Psychology International Short Course yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada akhir Februari hingga awal Maret 2024 telah terselenggara dengan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>
figure {
    border: thin #c0c0c0 solid;
    display: flex;
    flex-flow: column;
    padding: 5px;
    max-width: 600px;
    margin: auto;
}
img {
    max-width: 600;
    max-height: 400;
}
figcaption {
    background-color: #FFFFFF;
    color: #000000;
    font: italic smaller sans-serif;
    padding: 3px;
    text-align: center;
}
</style>
<p>Puji syukur kepada Allah Tuhan yang Maha Esa, <em>Health Psychology International Short Course</em> yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada akhir Februari hingga awal Maret 2024 telah terselenggara dengan lancar dan sukses. Adapun tajuk dari <em>short course</em> ini adalah “Byte-sized Resilience: Mental Wellness for Society 5.0 and Beyond SDGs”. Tema tersebut diusung sebagaimana Fakultas Psikologi Univesitas YARSI menekankan warna Psikologi Kesehatan dalam visi misi dan kegiatan-kegiatannya, serta sebagai upaya ikut serta menyukseskan tujuan SDGs yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, kesetaraan, dan lingkungan. <em>Short course</em> terbagi ke dalam empat kursus yang masing-masing diselenggarakan dalam waktu 4 hari secara terpisah melalui <em>zoom meeting</em>. Empat kursus tersebut adalah <em>Mental Health First Aid, Digital Gender Divide, Community Resilience For Better Mental Health, </em>dan<em> Mental Health, Climate Change, and Food Security. </em>Tak tanggung-tanggung, setiap kursus tersebut diampu oleh narasumber internasional, yaitu Christina M. Antonites, PH.D. dari University of Cape Town-Afrika Selatan, Dr. Amalia binti Madihie dari Universiti of Malaysia-Sarawak, John Paul Cauchi, Ph.D. dari Queen Mary University of London, Malta Campus, serta Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D. yang merupakan staf pengajar Fakultas Psikologi YARSI dan baru saja menyelesaikan studinya di University of New South Wales-Australia.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/International-Short-Course-Fakultas-Psikologi-2.jpg" alt="International Short Course Fakultas Psikologi 2" attachment="15033"><figcaption></figcaption></figure>
<p>Pada kursus <em>Mental Health First Aid, </em>Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D. mengenalkan konsep-konsep terkait isu kesehatan mental secara global dan spesifik, prevalensi dan risikonya, serta gejala-gejalanya. Ratih Arruum juga memberikan tips dan latihan bagi peserta sebagai <em>first aider </em>untuk menghadapi isu-isu kesehatan mental tersebut. Sementara kursus <em>Digital Gender Divide</em> membahas masalah keamanan digital dan ketidaksetaraan gender dalam lingkup digital. Christina M. Antonites, Ph.D. mengajak peserta berdiskusi dan mengambil pelajaran dari kasus-kasus dalam upaya menciptakan <em>digital citizenship </em>yang resilien. Topik yang masih berkaitan dengan resiliensi dibawakan oleh Dr. Amalia Madihie dalam <em>Community Resilience for Better Mental Health</em>. Dr. Amalia membahas pentingnya relasi positif dengan orang-orang terdekat di sekitar kita dalam mengembangkan resiliensi. Ia juga mengajak peserta untuk berdiskusi dan melakukan refleksi mengenai relasi-relasi yang pernah peserta jalin dan mengenalkan terapi resiliensi yang beliau kembangkan. Topik yang tak kalah seru dan relevan dengan tujuan SDGs berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan adalah <em>Mental Health, Climate Change, and Food Security</em> yang dibawakan oleh John Paul Cauchi, Ph.D. Dr. Cauchi menjelaskan bahwa kondisi perubahan cuaca ekstrim, kemarau berkepanjangan, angin topan, naiknya permukaan air laut, merupakan di antara tanda perubahan iklim dunia. Hal ini disebabkan tingginya efek rumah kaca, perilaku manusia, dan tata lingkungan. Perubahan ini dapat mempengaruhi kondisi tanah dan perairan sehingga mengancam kehidupan ekosistem, termasuk manusia di dalamnya. Dr. Cauchi juga mengajak berdiskusi bagaimana kita perlu berpikir dan bertindak dalam konteks <em>planetary health </em>mulai dari diri sendiri, komunitas, hingga lintas sektor dan pemerintah.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/International-Short-Course-Fakultas-Psikologi-3.jpg" alt="International Short Course Fakultas Psikologi 3" attachment="15032"><figcaption></figcaption></figure>
<p>Rata-rata kursus tersebut diikuti oleh 13 hingga 20 peserta. Sebagaimana para pembicara, para peserta ini juga datang dari berbagai negara yaitu Filipina, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Hal ini tentunya semakin menggaungkan nama Universitas YARSI khususnya Fakultas Psikologi sebagai kampus bertaraf internasional, sertameningkatkan  peran YARSI dalam forum akademis di tingkat dunia. Apalagi para peserta dari negara lain tersebut nampak antusias mengikuti <em>short course</em> yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi ini, bahkan beberapa di antaranya memamerkan keikutsertaannya itu di akun media sosial.</p>
<figure>
<img decoding="async" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/International-Short-Course-Fakultas-Psikologi-4.jpg" alt="International Short Course Fakultas Psikologi 4" attachment="15031"><figcaption></figcaption></figure>
<p>Selain meningkatkan peran Universitas YARSI dalam pergaulan akademik di tingkat internasional, penyelenggaraan <em>short course</em> ini juga diharapkan dapat menunjang proses akreditasi internasional yang saat ini sedang dilakukan oleh Universitas YARSI. Penyelenggaraan <em>short course </em>ini juga merupakan upaya memperluas jaringan kolaborasi dengan kampus-kampus dari negara lain dalam kegiatan tridharma perguruan tnggi seperti pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tidak berhenti di sini, acara <em>short course</em> ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan Fakultas Psikologi Universitas YARSI yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Selain <em>short course</em>, program lain yang akan segera menyusul dalam waktu dekat adalah <em>workshop</em> dalam bidang psikologi pendidikan, klinis, dan industri dan organisasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
