<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sharia Capital Market Division Bursa Efek Indonesia &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/sharia-capital-market-division-bursa-efek-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Oct 2021 11:17:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Sharia Capital Market Division Bursa Efek Indonesia &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Reksa Dana Syariah Banyak Untung Tapi Ada Resiko</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/reksa-dana-syariah-banyak-untung-tapi-ada-resiko?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=reksa-dana-syariah-banyak-untung-tapi-ada-resiko</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2021 11:17:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Derry Yustria]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sharia Capital Market Division Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8262</guid>

					<description><![CDATA[Setiap orang itu punya pilihan berinvestasi, apalagi investasi syariah. Gak cuma muslim  diperbolehkan dalam melakukan investasi, semua orang pun bisa. Dalam berinvestasi, tidak perlu terus merasa bingung dalam mengelola investasi. [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Setiap orang itu punya pilihan berinvestasi, apalagi investasi syariah. Gak cuma muslim  diperbolehkan dalam melakukan investasi, semua orang pun bisa.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam berinvestasi, tidak perlu terus merasa bingung dalam mengelola investasi. Bahkan dengan modal kecil sekali pun, “Selagi mampu mengelola keuangan dengan baik, maka lakukan,” seru  Sharia Capital Market Division Bursa Efek Indonesia, Derry Yustria.pada kuliah umum virtual Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi (FEB.UY), kemarin.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Derry mengatakan, berinvestasi tanpa harus merasa stress, bisa dilakukan dengan  beberapa cara. Diantaranya lakukan  pengelolaan keuangan dengan baik, jangan menggunakan utang untuk membeli saham, pahami tata cara berinvestasi, pahami analisa fundamental dan teknikal serta lakukan evaluasi dan pemantauan atas performa investasi jangka panjang secara berkala</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Derry ,dalam mengelola keuangan terdapat tiga unsur utama ,ada <em>asset, income</em>, dan <em>spending.</em> Aset  dimiliki oleh setiap orang, nampaknya harus bertambah dalam setiap tahunnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Untuk <em>income </em>atau penghasilan didapatkan, merupakan hal terpenting. Pengelolaan pendapatan harus dikelola dengan baik agar cukup dan jangan income didapatkan lebih kecil dari pengeluaran.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian untuk <em>spending</em>, pengelolaan pengeluaran harus didasarkan pada <em>income</em> didapatkan. Artinya, pengeluaran tidak boleh melebihi batas pendapatan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain bicara mengelola keuangan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran juga membahas investasi syariah, diawali mengenal tentang pasar modal syariah terlebih dahulu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Derry, pasar modal syariah adalah seluruh aktivitas di pasar modal memenuhi prinsip Islam. Suatu pasar modal dapat dikatakan memenuhi prinsip Islam apabila pelaku pasar, mekanisme transaksi, infrastuktur pasar dan efek ditransaksikan telah sesuai  prinsip-prinsip Islam di pasar modal.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Khusus reksadana syariah ada ahli syariah pasar modal dan dewan pengawas syariahnya jadi setiap produk  keluar  berjudul syariah ini ada dewan pengawas syariahnya. Kalau dibilang melanggar udah pasti itu reksadana syariahnya ditutup. “ Jadi kita ga perlu ragu lagi,” tegas Derry</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kini, salah satu produk investasi termasuk baik adalah reksa dana. Produk ini  dirancang sebagai sarana menghimpun dana dari masyarakat memiliki modal, mempunyai keinginan melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan terbatas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berinvestasi di reksa dana, dapat dilakukan dengan mudah ,salah satunya dapat berinvestasi di beberapa <em>platform </em>atau <em>marketplace</em> yang tersedia di Indonesia. Seperti Tokopedia, BukaLapak, Bareksa, dan tanamduit.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pada acara ini, Alumni Master of Business Administration  Institut Teknologi Bandung juga berbicara cara memilih manager investasi. Menurut Derry lihat dari mekanisme syariah, yaitu paling utama aspek legalitasnya. Setelah itu diperhatikan indeks dari saham. Untuk menghindari terjadinya riba saat berinvestasi, carilah pilih produk-produk investasi sesuai syariah, “Kita dapat mencari online trading syariah sudah memfasilitasi dalam membeli suatu saham,” tutur Derry.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain Derry, kuliah umum virtual ini menampilkan pula pembicara dari.tim IPOTsyariah team Indo Premier Sekuritas, Sasha Dwi Rahayu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Sasha ,sebelum memulai investasi, beberapa hal  harus dipersiapkan. Minimal <em> </em><em>m</em><em>oney, </em><em>m</em><em>ind, dan </em><em>m</em><em>ethod</em>. Dalam berinvestasi, alangkah baiknya menggunakan uang tak terpakai, alias uang ghaib. Perlu dipertimbangkan tentang kebutuhan dan keadaan finansial sebelum memutuskan berinvestarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selepas itu, perlu memahami pola pikir atau mindset seorang investor, dan terakhir adalah harus dipikirkan mengenai metode investasi bisa digunakan. Penuhi segala pertimbangan tentang strategi berinvestasi tepat sesuai dengan preferensi masing-masing.“Investasi, pastinya memiliki faktor risiko dan tentunya harus dihadapi,” pesan Sasha.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian penting untuk mengetahui profil risiko agar kita dapat memilih produk investasi secara tepat. Selain itu, harus memiliki tujuan dari dilakukannya berinvestasi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sasha menambahkan, selagi melakukan persiapan dalam berinvestasi, pahami juga mengenai jangka waktu berinvestasi untuk mencapai tujuan dalam berinvestasi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berinvestasi di reksa dana syariah memiliki beberapa keuntungan yaitu dikelola profesional, likuiditas tinggi, terdiversifikasi, bukan objek pajak, dan pastinya diawasi oleh OJK dan Dewan Pengawas Syariah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sasha mengingatkan, selain memiliki keuntungan, reksa dana syariah juga memiliki beberapa risiko. Seperti risiko <em>underlying</em>, risiko likuiditas, risiko politik dan ekonomi, risiko berkurangnya nilai tukar mata uang asing, dan risiko berkurangnya unitan penyertaan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Terkait minat generasi milenial berinvestasi di pasar modal, Dekan FEB.UY,  Doktor Perdana Wahyu Santosa turut hadir mengatakan, selama pandemi covid 19 memiliki efek baik, dimana meningkatnya jumlah investor efek secara signifikan yaitu sebesar 56% pada tahun 2021. Selain meningkatnya jumlah investor, kategori usia investor dibawah 30 tahun meningkat paling besar, yaitu sebesar 58,58% atau hampir 60% dari peningkatan jumlah investor efek pada tahun 2021.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Hal ini menunjukkan minat generasi milenial dalam berinvestasi di pasar modal meningkat tajam selama covid 19, kemungkinan ini terjadi karena harga saham yang terdiskon cukup dalam yang membuat harga-harga saham menjadi sangat murah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Suasana webinar  berlangsung  interaktif dan penuh semangat dari peserta  berjumlah 800 an orang dari berbagai daerah , berbagai profesi. Tema kali ini yaitu Investasi Anti Stress Reksadana Syariah  untuk Menarik Cuan Pada Generasi Milenial,</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> Penulis Anisa, Angun , Dimas</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
