<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TEZ FinanceAsia &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/tez-financeasia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Mar 2022 00:20:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>TEZ FinanceAsia &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sukses Harus diraih, Manfaatkan Masa Emas, Belajar, Ikuti Perkembangan Teknologi</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/sukses-harus-diraih-manfaatkan-masa-emas-belajar-ikuti-perkembangan-teknologi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sukses-harus-diraih-manfaatkan-masa-emas-belajar-ikuti-perkembangan-teknologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2022 00:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Arwin Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[CIMB Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Telekomunikasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TEZ FinanceAsia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9338</guid>

					<description><![CDATA[Teknologi telah mengubah kehidupan. Selain wajah industri dan peradaban, termasuk juga dunia perbankan. Semua berawal dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi begitu pesat. Sejak era 2G berganti 3G, kemudian 4G [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Teknologi telah mengubah kehidupan. Selain wajah industri dan peradaban, termasuk juga dunia perbankan. Semua berawal dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi begitu pesat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sejak era 2G berganti 3G, kemudian 4G hingga 5G, industri keuangan pun mengalami revolusi dengan lahirnya perusahaan fintech (<em>financial technology</em>). Tiga matra sakti perusahaan berbasis teknologi, yakni Platform, Ekosistem, dan Omni Channel, telah mengubah paradigma dalam berbisnis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kepemilikan dan pertumbuhan aset bukan segalanya.Teknologi mendorong lahirnya perusahaan transportasi tanpa sarana transportasi, perusahaan jasa perhotelan tanpa memiliki jaringan hotel, serta lainnya. Mereka memiliki valuasi sangat tinggi, hingga miliaran dolar AS.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> “Fenomena dan tanda-tanda zaman  itu telah diprediksi jauh hari sebelumnya oleh teknologi,” ujar Presiden Komisaris dan pendiri TEZ FinanceAsia Pte Ltd (singapore) Arwin Rasyid, SE,MA,MBA di Universitas Yarsi, pagi tadi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya jebolan dari Presiden Direktur  PT. Bank CIMB Niaga Tbk mengatakan, dalam lingkungan perbankan, sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga akhir dekade 1990an perbankan moderen terus berevolusi, seiring kemajuan teknologi komputer, dari era mesin ketik ke era komputer</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Arwin, <em>manual banking</em> muncul sekitar tahun 1947-1969, sedangkan awal komputer ada tahun1970an,awal komputer perbankan lahir1980an,dan komputerisasi perbankan mulai berkibar tahun 1990an.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara era manual , ditandai dengan adanya <em>branches, paper, cash, offline, slower.</em> Kemudian seiring waktu beralih ke Automated Machine dengan hidupnya ATM, <em>cash deposit machine</em> (CDM) ,<em>cash and cashless, phone banking, faster</em> hingga lahir Banking Evolution.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lebih lanjut alumnus Presiden Direktur PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk bertutur, awal tahun 2000an hingga kini perbankan moderen mengalami revolusi seiring kemajuan teknologi  informasi dan telekomunikasi di era <em>websites</em> ke era mobile apps dan sosial media.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tahun 2000an ditandai berupa <em>online banking</em>, <em>internet banking</em>, tahun 2010 berubah,lahir <em>mobile banking</em> dan <em>banking apps</em>, Kini tahun 2020an hadir <em>social media banking, internet of things banking</em>.Tahun 2000  hingga 2020 disebut massanya digital banking dan kini setelah tahun 2020an disebut virtual banking.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Virtual banking itu  berupa timeless, 3D online, block chain dan crypto, augmented and virtual reality dan metaverse banking”terang Arwin  </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain berbicara bank konvesional dan bank digital,Arwin juga menyampaikan pengetahuan dan wawasan tantangan (eksternal) transformasi  digital perbankan.perusahaan teknologi digital berbasis platform, kemudian ekosistem (komunitas users, suppliers, customers para penguna aplikasi dan terakhir omni-channel berupa alat pembayaran berupa transaksi,<em> top-up, e-money, e-wallet</em> dan lainnya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam webinar ini, alumni Master In business Administration University Of Hawaii, USA bicara juga tentang Neobank yaitu bank online , tanpa kantor cabang tetapi  bisa menyediakan  solusi transaksi secara mobile atau digital. Sejak tahun 2016  hingga kini ada lebih dari 45 neobank didunia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Eks Presiden Direktur Bank Danamon Tbk ini di Universitas Yarsi membawakan materi seputar Digital Banking Revolution.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Diakhir pemaparannya Arwin menyinggung potensi gangguan keamanan atau serangan siber <em>(cyber crime)</em> pada perbankan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Arwin menegaskan, untuk mencegah gangguan keamanan digital perbankan, industri perbankan harus membangun dan memiliki teknologi terbaru, terkini dan moderen. Gangguan keamanan itu tidak bisa diprediksi kapan dan dari mana.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Saat saya di CIMB Niaga, setiap hari CIMB Niaga di ganggu lewat <em>cyber crime.” </em>cakap bapak kelahiran Roma &#8211; Italia ini</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pengganggu keamanan teknologi itu ada berasal dari dalam negeri juga luar negeri. Kalau bank tidak siap mengantisipasi <em>cyber crime</em> , kredibilitas bank akan hancur. “Bank tersebut akan ditinggalkan nasabah,” Ingatnya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Meski gangguan pada keamanan perbankan lama-lama tentu akan hilang. “Jangan hanya industri perbankan saja, masyarakat juga harus lebih peduli dan waspada <em>cyber crime</em> supaya tak rugi,” ingat Arwin</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Yarsi,sukses itu harus diraih, caranya manfaatkan masa emas dalam menempuh pendidikan. Teruslah belajar dan  tidak hanya pada ilmu yang ditekuni, tetapi ilmu-ilmu lain termasuk perkembangan digital teknologi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar digelar Sekolah Pascasarjana Program Studi  Magister Manajemen bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi, dengan pembicara Arwin Rasyid,  iikuti bukan saja dari Yarsi , tetapi beberapa perguruan tinggi lain negeri dan swasta di Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Istimewanya hingga akhir acara, para peserta dari waktu-ke waktu tidak berkurang malah tambah, hingga 600an ,termasuk Ketua Pengurus Yayasan Yarsi , Prof.dr.Jurnalis Uddin, PAK  dan pimpinan di rektorat Universitas Yarsi </span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
