<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tuberkulosis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/tuberkulosis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Jun 2024 12:43:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>Tuberkulosis &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yarsi  Gelar Sosialisasi TBC dan TPT di Jakpus . Walikota Ucapkan Terima Kasih</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-gelar-sosialisasi-tbc-dan-tpt-di-jakpus-walikota-ucapkan-terima-kasih?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yarsi-gelar-sosialisasi-tbc-dan-tpt-di-jakpus-walikota-ucapkan-terima-kasih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 05:27:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dhany Sukma]]></category>
		<category><![CDATA[Dr.drg.Helwiah Umniyati]]></category>
		<category><![CDATA[Pembina Yayasan Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Peduli TBC Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[USAID Prevent TB]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Jakarta Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Yarsi TB Care]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=15440</guid>

					<description><![CDATA[Terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) sangat penting untuk pencegahan bagi orang yang sudah ada kuman TBC dalam tubuhnya agar tidak berkembang jadi TBC aktif. TPT sangat penting untuk mempersempit    penyebaran penyakit [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) sangat penting untuk pencegahan bagi orang yang sudah ada kuman TBC dalam tubuhnya agar tidak berkembang jadi TBC aktif. TPT sangat penting untuk mempersempit    penyebaran penyakit menular tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Peduli TBC (Yarsi TB Care), , Dr.drg.Helwiah Umniyati, M.PH saat sosialisasi TB dan terapi pencegahan Tuberkulosis, di Universitas Yarsi, Jakarta.</p>
<p>Menurutnya, kesadaran masyarakat masih terbilang rendah dalam hal pengobatan dan terapi pencegahan penyakit tuberculosis ( TBC ) ini. &#8221; Kami menjaring banyak (penderita TBC), tetapi masih banyak yang tidak mau berobat. Kontak erat serumah, terutama anak usia di bawah 5 tahun yg seharusnya mendapat TPT tetapi banyak yg menolak utk minum obat krn alasannya mereka tidak sakit.&#8221; kata  Doktor Helwiah di Universitas Yarsi, Jakarta, Rabu (29/5/2024).</p>
<p>Padahal, lanjut dia, untuk menurunkan prevalensi TBC di Indonesia, maka terapi pencegahan sangat penting. Sekaligus untuk menuju eliminasi tuberkulosis 2030.</p>
<p>Selain itu, kata  alumnus Doktor Universitas Indonesia , para penderita TBC harus meminum obat setidaknya minimal selama enam bulan tanpa terputus. Hal ini dilakukan agar kuman tuberkulosis mati dan penderita sembuh sempurna.</p>
<p>Untuk mencegah TBC aktif harus dikasih obat pencegahan yang dikenal dengan terapi pencegahan TBC. Itu bisa tiga bulan atau enam bulan tergantung obatnya. “Kini ada obat baru mempercepat durasi terapi,&#8221; jelas  Doktor Helwiah.</p>
<p>Sosialisasi dan terapi pencegahan Tuberkulosis, di Universitas Yarsi, Jakarta, Rabu (29/5/2024). Kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama Pusat Peduli TBC Yarsi, USAID PREVENT TB, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat.</p>
<p>Meski demikian, lanjut dia, para penderita TBC kerap tidak kembali ke puskesmas atau fasilitas kesehatan. Bahkan, banyak pula yang tidak melanjutkan pengobatan.</p>
<p>Padahal, lanjut Doktor Helwiah, seorang penderita tuberkulosis dapat menularkan penyakitnya kepada 10 sd 15 orang di sekitarnya terutama bila etika batuk dan bersinnya tidak   baik.</p>
<p>Orang-orang yang melakukan kontak erat dengan penderita tuberkulosis harus diperiksa. “Ini untuk memastikan apakah mereka punya kuman di dalam tubuhnya atau tidak,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Bahkan, tak jarang ada banyak anak di bawah usia lima tahun terkena penyakit tuberkulosis dari orang tuanya kata Helwiah yang juga peraih Master of Public Health dari Tulane University, USA</p>
<p>Dia mengatakan, salah satu gejala tuberkulosis mencolok terlihat pada anak adalah penurunan berat badan. &#8220;Meski muncul batuk, tetapi itu bukan gejala utama seperti halnya gejala yang dialami oleh penderita tuberkulosis dewasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-15442" src="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Yarsi-Gelar-Sosialisasi-TBC-dan-TPT-di-Jakpus-.-Walikota-Ucapkan-Terima-Kasih-2-533x400.jpg" alt="" width="533" height="400" srcset="https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Yarsi-Gelar-Sosialisasi-TBC-dan-TPT-di-Jakpus-.-Walikota-Ucapkan-Terima-Kasih-2-533x400.jpg 533w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Yarsi-Gelar-Sosialisasi-TBC-dan-TPT-di-Jakpus-.-Walikota-Ucapkan-Terima-Kasih-2-1067x800.jpg 1067w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Yarsi-Gelar-Sosialisasi-TBC-dan-TPT-di-Jakpus-.-Walikota-Ucapkan-Terima-Kasih-2-768x576.jpg 768w, https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Yarsi-Gelar-Sosialisasi-TBC-dan-TPT-di-Jakpus-.-Walikota-Ucapkan-Terima-Kasih-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 533px) 100vw, 533px" /></p>
<p>Terpisah, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, pihaknya terus berupaya menggerakan seluruh potensi dalam mengatasi tuberkulosis ini. Salah satunya dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.</p>
<p>Penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendiri. jika sendiri akan berat. Maka kolaborasi sangat penting.dengan lembaga-lembaga dan kampus-kampus seperti Universitas Yarsi.</p>
<p>&#8220;Kami ingin menciptakan kampung bebas TBC. Komitmen kami ada 44 kampung TBC di setiap kelurahan dan nanti lokus pada satu RW,&#8221; kata Dhany.</p>
<p>Dhany juga mengucapkan terima kasih pada Universitas Yarsi telah menginisiasi sosialisasi ini. Semoga Kerjasama di wilayah Jakarta Pusat(Jakpus) ini bukan hanya TBC, tapi Kesehatan yang lainnya.</p>
<p>Adapun, kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas dukungan Pusat Peduli TBC Yarsi, USAID Prevent TB, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat. &#8220;Ini adalah upaya-upaya yang kami coba masifkan dengan menggerakkan seluruh potensi untuk mengatasi persoalan TBC,&#8221; ujar Dhany.</p>
<p>Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof dr. Jurnalis Uddin, P.A.K menyatakan, usaha-usaha untuk menanggulangi TBC ini  kita sungguh dukung, karena menyangkut banyak manusia, keluarga. Apapun bentuk gerakan mendukung TBC ini agar masyarakat sehat  Yarsi  siap dukung sepenuhnya.”Bukan hanya  Jakarta Pusat atau Jakarta ,tapi seluruh Indonesia,” tutup Prof Jurnalis.(usman)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yarsi Ajak Kaum Muda Aware Tanggulangi TB</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-ajak-kaum-muda-aware-tanggulangi-tb?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=yarsi-ajak-kaum-muda-aware-tanggulangi-tb</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 14:04:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Helwiah Umniyati]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Setiawan Jati Laksono]]></category>
		<category><![CDATA[Paran Sarimita Winarni]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[TB Day]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Yarsi TB Care]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=11911</guid>

					<description><![CDATA[Setiap hari, hampir 4400 orang meninggal karena tuberkulosis (TB) dan sekitar 30.000 orang jatuh sakit karena penyakit TB . Meskipun penyakit TB dapat dicegah dan diobati. TB adalah penyebab utama [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap hari, hampir 4400 orang meninggal karena tuberkulosis (TB) dan sekitar 30.000 orang jatuh sakit karena penyakit TB . Meskipun penyakit TB dapat dicegah dan diobati.</p>
<p>TB adalah penyebab utama kematian orang dengan HIV dan kontributor utama resistensi antimikroba.</p>
<p>Ketua Pusat Peduli TBC (Yarsi  TB Care) Dr Helwiah Umniyati drg., MPH menyatakan hal itu dalam rangka memperingati Hari Tuberculosis Dunia tahun 2023 , di Universitas Yarsi,kemarin.</p>
<p>Lebih lanjut Doktor Helwiah mengatakan, berdasarkan Global TB Report Tahun 2022, Indonesia berada pada peringkat kedua negara dengan beban TB terbanyak di dunia setelah India, dengan perkiraan kasus baru sebanyak 969.000 kasus dan <em>incidence rate</em> 354/100.000 penduduk.</p>
<p>Sementara laporan WHO juga memperkirakan kematian tuberkulosis di Indonesia sekitar 35 per 100.000 penduduk atau 93.000 orang meninggal akibat TB pada tahun 2018, artinya tiap jam ada 11 kematian karena tuberkulosis.</p>
<p>Menurut Dosen Yarsi, memperingati Hari TB Sedunia ini kita harus optimis, Penyakit Tuberkulosis dapat di eliminasi, sesuai dengan target pemerintah kita tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 67 tahun 2021 eliminasi TB pada tahun 2030.</p>
<p>Banyak hal menjadi tantangan dalam penyakit Tuberkulosis diantaranya, belum semua orang sakit TB mau berobat dan ditemui, orang sudah didiagnosa TB tidak mau berobat ke layanan Kesehatan serta pasien TB tidak minum obat secara teratur (putus berobat) ini menyebabkan resisten terhadap obat sehingga diperlukan obat yang lebih tinggi linie nya yang dikenal dengan TB RO (TB Resisten Obat).</p>
<p>Selain itu banyak keluarga kontak serumah menolak menerima TPT (terapi Pencegahan TB). Maksudnya bila salah satu anggota keluarga terkena TB misalnya bapaknya menderita TB, maka anggota keluarga lain harus minum TPT, terutama anak balita.</p>
<p>Adanya Stigma dan diskriminasi di masyarakat pada penyintas TB dan lainnya.</p>
<p>Ketua Yarsi TB Care ini menambahkan peringatan Hari Tuberculosis Dunia kali ini di Universitas Yarsi diisi serangkaian kegiatan pada remaja dalam bentuk lomba poster dan lomba tiktok serta seminar hybrid dengan tema:  &#8221; Yes ! We Can End TB”.  Peran Generasi Muda Dalam Membantu Mengakhiri Penyakit Tuberkulosis.</p>
<p>Sedangkan ingin dicapai Universitas (Yarsi TB Care) dalam kegiatan ini, mengajak generasi (kaum) muda <em>aware</em> akan penyakit TB dan berperan menanggulangi TB di Indonesia.</p>
<p>Menurutnya banyak kegiatan dapat dilakukan generasi muda membantu program pemerintah dalam mengeliminasi TB, misalnya anak muda menjadi agen perubahan dengan cara mengedukasi masyarakat, keluarga dan teman sebaya mengenai penyakit TB.</p>
<p>Selain itu, keterlibatan anak muda memanfaatkan media sosial sebagai media menyebarkan informasi dan edukasi terkait TB dengan bahasa lebih sesuai dengan generasi muda dan tampilan lebih menarik.</p>
<p>Selanjutnya dapat membantu dalam melakukan kegiatan IK (investigasi kontak) secara langsung kepada kontak serumah dan kontak erat pasien.</p>
<p>Kaum muda bisa juga melakukan penelitian terkait TB.  Mengurangi Stigma dengan mendukung pasien TBC dan keluarganya dengan memerangi stigma dan diskriminasi di masyarakat. “Bahkan kaum muda dapat melakukan advokasi pemangku kebijakan terkait TBC,” ujar Ibu  Doktor berhijab.</p>
<p>Doktor Helwiah juga menerangkan tentang Yarsi TB Care, salah satu pusat di Universitas Yarsi fokus pada penyakit tuberkulosis didirikan 2 September 2009 berdasarkan surat keputusan rektor di bawah pengawasan wakil rektor III.</p>
<p>Sejak berdiri Yarsi TB Care telah melaksanakan berbagai kegiatan menunjang program Pemerintah untuk penanggulangan penyakit TBC. Kegitan-kegiatan ini melibatkan civitas akademika di lingkungan Universitas Yarsi  bekerjasama dengan berbagai mitra. Yarsi TB Care memiliki tenaga profesional dari berbagai disiplin ilmu yang juga merupakan dosen Universitas Yarsi .</p>
<p>Pada masa pandemi Covid-19 Yarsi TB Care melaksanakan Pengabdian pada masyarakat dengan melakukan pelatihan pada kader  menggunakan dana hibah internal, semua kegiatan <em>ini full onlin</em>e dengan melakukan webinar.</p>
<p>Sementara, Ketua Tim Kerja TBC Kementerian Kesehatan Republik Indonesia , dr. Tiffany Tiara Pakasi, MA menjadi pembicara seminar di Yarsi mengatakan, Epidemi tuberkulosis membutuhkan penyesuaian paradigma di penanganan yang berpusat pada pasien secara individu yang berkontek sosial lebih luas.</p>
<p>Kemudian  tanggung jawab untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis tidak hanya sektor kesehatan saja. Penanggulanganan TB menjadi tanggung jawab bersama kementerian, lembaga pemerintah, daerah provinsi maupun kabupaten kota hingga pemerintah desa serta pemangku kepentingan lainnya untuk melaksanakan penanggulangan tuberkulosis.</p>
<p>Perpres ini terdiri dari 33 pasal mengamanatkan bahwa penanggulangan tuberkulosis harus didukung seluruh jajaran lintas sektor bersama seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan eliminasi tuberkulosis 2030, yang dilaksanakan sejalan dengan rencana strategis nasional tuberkulosis 2020-2024.</p>
<p>Pada seminar itu hadir juga pembicara Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi,</p>
<p>Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), DTM&amp;H., MARS., DTCE., FISR. Perwakilan WHO Indonesia,dr. Setiawan Jati Laksono dan Lembaga swadaya masyarakat peduli TB Paran Sarimita Winarni, S.I.Kom</p>
<p>Selain dosen dan mahasiswa  Universitas Yarsi, masyarakat peminat masalah TB juga sebagai peserta hadir tatap muka siswa sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan dan madrasah aliyah negeri di DKI Jakarta sebanyak 97 siswa didampingi para guru (Usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UY Gelar Webinar, Bantu Tanggulangi TBC dan Implementasi Perpres No.67</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/bantu-tanggulangi-tbc-dan-implementasi-perpres-no-67-uy-gelar-webinar?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bantu-tanggulangi-tbc-dan-implementasi-perpres-no-67-uy-gelar-webinar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2021 01:42:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Hj. Ida Fauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Fuad Nasar]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. H. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. H. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari]]></category>
		<category><![CDATA[Program Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=8044</guid>

					<description><![CDATA[Kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia saat ini telah menjadi beban tambahan yang berat yang sangat menyulitkan penanggulangan tuberkulosis(TBC/TB). Situasi pandemi Covid telah menurunkan cakupan deteksi kasus penderita tuberkulosis, kunjungan [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia saat ini telah menjadi beban tambahan yang berat yang sangat menyulitkan penanggulangan tuberkulosis(TBC/TB). Situasi pandemi Covid telah menurunkan cakupan deteksi kasus penderita tuberkulosis, kunjungan pengobatan dan kepatuhan berobat. Masalah ini dalam jangka Panjang dapat mempengaruhi peluang keberhasilan program eliminasi tuberkulosis tahun 2030.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alasan ini menggerakkan Pemerintah Indonesia membuat suatu langkah tepat dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang ditetapkan pada tanggal 2 Agustus 2021. Peraturan Presiden ini mengatur mengenai target eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030 berupa penurunan angka kejadian tuberculosis menjadi 65 per 100.000 penduduk, dan penurunan angka kematian akibat tuberkulosis menjadi 6 per 100.000 penduduk.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Eliminasi tuberkulosis dicanangkan pada tahun 2030 ini akan sulit dicapai dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata, namun harus dilakukan multisektoral, tanpa terkecuali peran masyarakat umum.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ancaman TBC pada dunia kerja yaitu tergangguanya produktivitas hingga kesejahteraan tenaga kerja.Kementerian Tenaga Kerja telah melakukan berbagai upaya menanggulangi TBC termasuk mendukung Peraturan Presiden No.67 Tahun 2021 tentang penanggulang TBC.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah saat bicara dalam Webinar Eliminasi Penyakit Tuberkulosis 2030,digelar Universitas Yarsi, Rabu,29/9. mengatakan, Penanggulang TB didunia kerja ada ditangan pemimpin tertinggi di masing-masing perusahaan .Setiap pimpinan harus punya komitmen mengendalikan TB dan juga penyakit-penyakit lain. Perusahaan komitmen menyediakan fasilitas agar pegawainya selalu sehat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kementerian ketenagakerjaan sebagai instansi pembina sektor ketenagakerjaan telah mengambil kebijakan dan berkomitmen dalam pengendalian di tempat kerja dengan program keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kementerian ketengakerjaan juga sudah melakukan langkah-langkah, mengidentifikasi perusahaan dengan resiko tinggi dan kepada pemilik atau pimpinan tertinggi di perusahaan melakukan sosialisasi K3, meningkatkan koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan perusahaan dengan dinas kesehatan kabupaten /kota. Mencatat pelaporan serta pelacakan pasien TB dan pasien yang mangkir. Mengajak dunia usaha , dunia industri , manajemen perusahaan, serikat pekerja dan kelompok masyarakat untuk mendukung secara bersama melaksanakan penanggulangan TB.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Saya dukung webinar Universitas Yarsi , merupakan bentuk komitmen nyata membantu upaya pemerintah,” seru Bu Menteri</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Eliminasi tuberkulosis dicanangkan pada tahun 2030, sektor agama juga berperan penting dalam implementasi penanggulangan tuberculosis.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal(Sesdirjen) Bimas Islam Kementerian Agama Muhammad Fuad Nasar, pesantren sebagai salah satu bagian dari masyarakat sebanyak 31.385 ponpes dengan jumlah santri sekitar 4,29 juta orang, merupakan kelompok rentan terpapar tuberkulosis, terutama pada tingkat hunian tinggi dengan konstruksi bangunan yang minim cahaya matahari sehingga santri dapat menjadi sakit,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Untuk menanggulangi gangguan TB di pesantren.kementerian agama telah melakukan berbagai upaya. Satu diantaranya program santri sehat.</span><br />
<span style="color: #000000;">Pada program ini kementeriaan agama lebih mengintensifkan kerjasama dengan para tenaga kesehatan dan lembaga, badan kesehatan dan perguruan tinggi serta membangun ekosistem kebersamaan membangun program-program sesuai kebutuhan pesantren.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain itu, santri setelah lulus akan menjadi pendakwah diharapkan dapat memasukkan materi penyuluhan tuberkulosis dan penyuluhan kesehatan lain. Ini bagian upaya membantu pemerintah menangani masalah TB atau kesehatan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Tidak ketinggalan pada mereka akan berumah tangga atau menikah diberikan pemahaman dan wawasan membangun hidup sehat,” ujar Pak Sesdirjen yang juga jadi pembicara webinar Universitas Yarsi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar ini merupakan salah satu kegiatan Catur Dharma Perguruan Tinggi meningkatkan suasana ilmiah akademik dilaksanakan Universitas YARSI, Magister Sains Biomedis Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran bekerja sama dengan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Yarsi TBcare.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam webinar Eliminasi Penyakit Tuberkulosis 2030 selain pembicara dari luar , pembicara dari dalam Universitas Yarsi juga tampil.Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi, Tjandra Yoga Aditama dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Rika Yuliwulandari</span><br />
<span style="color: #000000;">Banyak infomasi disampaikan Prof Tjandra, daintaranya ,ada lima gangguan disebabkan pandemi Covid-19 terhadap penanganan TB.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Gangguan pertama terkendalanya proses deteksi kasus TB, berkurangnya daya kerja laboratorium karena fokus menangani pandemi. Lalu penurunan suplai obat-obatan, berkurangnya penanganan dan monitoring, serta kelima pengurangan tenaga kesehatan yang menangani kasus TB karena dialihkan juga untuk merespons pandemi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jika pasien TB terkena virus Corona maka keparahan Covid-19 akan semakin berat. &#8220;Severity-nya memberat, dan juga TB-nya memberat. Artinya perbaikan TB-nya terganggu,” ujar Tjandra Yoga Aditama</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selanjutnya Prof Tjandra menyatakan, terjadinya pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada penanganan pasien tuberkulosis (TB/TBC). Ia menjelaskan pandemi dapat menambah kematian ratusan ribu pasien TB di dunia</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Organisasi kesehatan dunia(WHO) menyebutlkan akan terjadi penambahan kematian pasien TB 500 ribu di dunia. Sementara penelitian terbaru WHO beberapa bulan lalu di 84 negara ternyata penambahan kematian itu setengah juta.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam setahun setidaknya kematian akibat TB mencapai 1,49 juta pasien di dunia. Angka tersebut biasanya selalu turun dari tahun ke tahun. “Namun karena adanya pandemi Covid-19, pada 2020 WHO memprediksi ada 1,85 juta kematian akibat TB.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Eliminasi tuberkulosis dicanangkan tahun 2030 ini akan sulit dicapai dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata, namun harus dilakukan multisektoral, tanpa terkecuali peran masyarakat umum.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Webinar Universitas Yarsi menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan, Sesdirjen Bimas Islam Kemenag dan Plt Dirjen P2P Kemenkes sebagai langkah-langkah untuk implementasi Perpres No 67 Tahun 2021. “ini bentuk kontribusi dalam eliminasi tuberkulosis,”tutur Prof Tjandra.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara Prof Rika menyampaikan beberapa hal terkait eliminasi penyakit tuberkulosis 2030. Seperti 5 point yaitu pertama tuberkulosis menjadi kegiatan lintas program atau sektor dengan program dukungan sumber daya. Kedua implementasi nyata dilapangan , rencana kerja, monitoring dan evaluasinya. Kemudian penanganan TB juga meliputi masalah kesehatan terkait ( HIV, DM,Rokok,Gizi), berorientasi ke pasien dan keluarganya. Kelima TB menjadi target dunia SDG, target nasional (eliminasi 2030) dan target daerah (propinsi, kabupaten/kota).</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
