<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>University of Illinois Chicago &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/university-of-illinois-chicago/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jul 2023 17:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>University of Illinois Chicago &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BASC 2023 di Gelar Universitasi Yarsi, Jadi  Langkah Awal Kolaborasi PT dan DUDI</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/basc-2023-di-gelar-universitasi-yarsi-jadi-langkah-awal-kolaborasi-pt-dan-dudi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 17:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Abi Nisaka]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence in Medicine and Healthcare]]></category>
		<category><![CDATA[BASC 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Prasetyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Cortino Sukotjo]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Octaviani Indrasari Ranakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Santi Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[International 3rd Basic and Applied Science Conference 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah oleh Prof.Dr.Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Prof]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Fasli Jalal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kalbe Farma]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[University of Illinois Chicago]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12423</guid>

					<description><![CDATA[Virtual International 3rd Basic and Applied Science Conference (BASC) 2023 usai digelar Universitas Yarsi, selaa dua hari kemarin. Ketua Panitia, Dr.Octaviani Indrasari Ranakusuma,M.Si,Psi kini bukan hanya lebih bisa tersenyum, tapi [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Virtual International 3rd Basic and Applied Science Conference (BASC) 2023 usai digelar Universitas Yarsi, selaa dua hari kemarin. Ketua Panitia, Dr.Octaviani Indrasari Ranakusuma,M.Si,Psi kini bukan hanya lebih bisa tersenyum, tapi juga riang gembira. Pasalnya 222 partisipan mendaftar jadi peserta dan presenter serta acara ini sukses digelar.</p>
<p>Doktor Octaviani demikian panggilan Ketua Panitia BASC 2023 menjelaskan,dari sejumlah partisipan, 42 orang presenter berasal dari perguruan tinggi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Bali .Sedangkan dari perguruan tinggi di Pulau Jawa ada dari Jakarta hingga Kediri.</p>
<p>“Tentunya ini langkah awal yang baik berkolaborasi antar perguruan tinggi dan lembaga peneliti lainnya,” seru Ketua Panitia.</p>
<p>Selanjutnya Alumnus Doktor dari Universitas Indonesia menerangkan, BASC selama merupakan kegiatan rutin, diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah diseminasi hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ini terbuka bukan hanya sivitas akademika Universitas Yarsi, namun juga sivitas akademika perguruan tinggi lain di Indonesia.</p>
<p>Pada BASC tahun 2023, kami bekerjasama dengan PT Kalbe Farma Tbk untuk belajar bersama melakukan inovasi sosial, jadi suatu hal telah dilakukan oleh PT Kalbe Farma Tbk di beberapa desa binaannya.</p>
<p>Besar harapan kami, 3rd BASC 2023 menjadi majelis Ilmu memberikan manfaat kepada para peserta. “Selain itu menjadi langkah awal kolaborasi antar perguruan tinggi(PT), lembaga penelitian dan dunia usaha dan dunia industry(DUDI),” tutur Wakil Rektor III Universitas Yarsi.</p>
<p>Menurut Doktor Octaviani, tahun ketiga ini, Universitas Yarsi menyelenggarakan BASC 2023 mengusung tema Teknologi Kesehatan dan Inovasi Sosial untuk Indonesia Sehat dan Sejahtera.</p>
<p>Dalam seminar virtual ini aneka topik diangkat. Ada  kedokteran, dokter gigi, biologi, physiologi, informasi teknologi,ekonomi ,hukum dan sebagainya.</p>
<p>Selain itu ada juga diskusi panel tentang The Future of Dental Education oleh Prof,Dr.Cortino Sukotjo,DDS, Ph.D,MSc (University of Illinois Chicago), Artificial Intelligence in Medicine and Healthcare, Chandra Prasetyo Utomo,S.Kom, M.S (Universitas Yarsi) ,Corporate Social Responsibility dan Inovasi Sosial oleh Abi Nisaka (PT. Kalbe Farma Tbk) dan Koperasi Syariah oleh Prof.Dr.Nurul Huda, SE,MM,MSi</p>
<p>Doktor Octaviani menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada  Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof. dr. Jurnalis Uddin, Ketua Pengurus Yayasan Yarsi ,dr. Santi Jurnalis, Rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. dan seluruh peserta, para pembicara, keluarga besar Universitas Yarsi. Mohon  maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan 3rd BASC.</p>
<p>Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr. Fasli mengungkapkan, penyelenggaraan BASC 2023 bertujuan meningkatkan pengetahuan civitas akademika dan masyarakat umum tentang teknologi kesehatan dan inovasi sosial di Indonesia.</p>
<p>Selain itu meningkatkan peluang kolaborasi antara akademisi, komunitas dan dunia usaha serta dunia industry serta diseminasi hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat civitas akademika Universitas Yarsi  dan pihak-pihak lain yang terkait. Tidak ketinggalan memfasilitasi publikasi hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jurnal Ilmiah atau proceeding.</p>
<p>Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D, menyampaikan apresiasi kepada para partisipan dan panitia (usman).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Webinar Yarsi: Mencapai SGD&#8217;s Bidang Kesehatan lewat Kecerdasan Buatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/webinar-yarsi-mencapai-sgds-bidang-kesehatan-lewat-kecerdasan-buatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 08:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arifin Rudiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Praseteyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Head of E-Health Research Center Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat E-health]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[SDG’s Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[University of Illinois Chicago]]></category>
		<category><![CDATA[University of Queensland]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9510</guid>

					<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211;&#160;Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) melalui Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi dan Pusat SDG&#8217;s dan Kependudukan menggelar webinar bertajuk &#34;Inovasi Artificial Intellegence dalam Pencapaian SDG&#8217;s Kesehatan&#34; pada 19 April [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>p{color:black;}</style>
<p><strong><a href=&quot;https://www.kompas.com/edu/read/2022/04/19/180525071/webinar-yarsi-mencapai-sgds-bidang-kesehatan-lewat-kecerdasan-buatan?page=all#page2&quot;>KOMPAS.com</a> &#8211;</strong>&#160;Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) melalui Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi dan Pusat SDG&#8217;s dan Kependudukan menggelar webinar bertajuk &quot;Inovasi Artificial Intellegence dalam Pencapaian SDG&#8217;s Kesehatan&quot; pada 19 April 2022.</p>
<p>Kegiatan yang diadakan secara hibrid ini bertujuan&#160;meningkatkan wawasan, menambah pengetahuan masyarakat dan warga dalam lingkungan akademis, meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan tri dharma dosen dan mahasiswa dalam rangka upaya percepatan pencapaian&#160;SDGs&#160;di Indonesia.</p>
<p>Pada webinar ini Universitas Yarsi menghadirkan pembicara, Arifin Rudiyanto (Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/Bappenas, Ketua Tim&#160;Pelaksana Koordinasi Nasional SDG&#8217;s&#160;Prof. Fasli Jalal, (Rektor Universitas YARSI), Prof. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi) dan Chandra Praseteyo Utomo (Kepala Pusat E-health ).</p>
<p>Dalam kesempatan pertama,&#160;Arifin Rudiyanto menegaskan, inovasi teknologi termasuk kecerdasan buatan menjadi salah satu strategi kunci yang diusung pemerintah dalam reformasi sistem kesehatan.</p>
<p>Sisi lain, Arifin menyampaikan, &quot;AI&#160;seperti pedang bermata dua. Ini mungkin merupakan resiko eksistensial yang cukup siginifikan bagi umat manusia jika tidak diatur dan diarahkan secara cerdas untuk kepentingan umat manusia.&quot;</p>
<p>Meski telah banyak contoh AI digunakan di bidang secara kesehatan dengan baik, tambah Arifin, namun tetap terdapat perhatian cukup besar terhadap kekhawatiran otomatisasi pekerjaan profesional kesehatan dalam skala besar.</p>
<p>&quot;Harapannya sistem AI tidak akan menggantikan profesional kesehatan dalam skala besar, melainkan akan menambah dan mendukung upaya tenaga kesehatan dan merawat pasien,&quot; harapnya.</p>
<p>&quot;Tantangan terbesar bagi AI dalam perawatan kesehatan ini bukanlah apakah teknologi akan cukup mampu untuk berguna, melainkan memastikan adopsi AI dalam praktik klinis sehari-hari,&quot; pungkas Arifin. </p>
<h2>Pengembangan kecerdasan buatan bidang kesehatan</h2>
<p> Prof. Fasli Jalal, Rektor Universitas Yarsi dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya kolaborasi dari pentahelix; pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau&#160;<em>sustainable development goals (SDG&#8217;s).</em></p>
<p>Lebih jauh Prof. Fasli menjelaskan bidang kesehatan setidaknya bersinggungan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau SDG&#8217;s di antaranya; </p>
<ul>
<li>Tujuan 1: berkaitan dengan jaminan kesehatan bagi kelompok masyarakat miskin.</li>
<li>Tujuan 2: berkaitan dengan beban ganda gizi pada balita maupun baduta.</li>
<li>Tujuan 3: berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, cakupan kesehatan semesta (UHC), beban penyakit dan ketersediaan tenaga kesehatan.</li>
<li>Tujuan 4: berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan jender.</li>
<li>Tujuan 5: berkaitan dengan akses air minum dan sanitasi bagi kesehatan masyarakat.</li>
</ul>
<p> Megutip data AI Health Center, Prof. Fasli mengungkapkan, &quot;AI diperkirakan memberikan kontribusi sebesar 15 triliun dolar dan dampak terbesar kecerdasan buatan akan berada di bidang kesehatan.&quot;</p>
<p>Peran AI dalam bidang kesehatan, lanjut Rektor Yarsi, digunakan mulai dari pengembangan alogaritma yang kompleks, mengelola data lanjutan, akurasi dalam diagnosis, deteksi dini, memantau dan pelayanan pasien, bantuan medis tingkat lanjut, dan bahkan untuk pengambilan keputusan.</p>
<p>Dengan efisiensi penggunaan AI ini, tegas Prof. Fasli, diharapkan para tenaga medis dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan berkualitas terhadap pasien dan waktu penyembuhan dapat menjadi lebih singkat.</p>
<p>Lebih jauh, Rektor Yarsi mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengintegrasikan dan mengembangkan teknologi AI dalam berbagai bidang di antaranya; diagnosa kanker serviks (fakultas kesehatan dan informatika) dan analisa mahadata&#160;<em>(big data)</em>&#160;secara&#160;<em>real time&#160;</em>(fakultas teknik informatika).</p>
<p>Dalam kesempatan sama, Chandra Prasetyo Utomo, Head of E-Health Research Center Yarsi mengungkapkan Yarsi menjalin dengan berbagai pihak dalam pengembangan riset AI, di antaranya; University of Queensland (Australia) dan University of Illinois Chicago (Amerika).</p>
<p>Tidak hanya itu, beberapa riset Universitas Yarsi terkait kecerdasan buatan (AI) mendapat hibah dari Dikti sebesar Rp 2,9 milyar meliputi penerapan AI untuk diagnosa kesehatan gigi dan mulut, pemrosesan citra X-Ray, pembelajaran penyakit Karies Gigi berbasis mobile, kemandirian kesehatan, hingga&#160;<em>screening</em>&#160;pendeteksian Osteoporosis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
