<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>University of Queensland &#8211; Universitas YARSI</title>
	<atom:link href="https://www.yarsi.ac.id/tag/university-of-queensland/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<description>Smart Campus That You Can Rely On</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jul 2023 11:06:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.yarsi.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-YARSI-KOTAK-e1739161183276-32x32.png</url>
	<title>University of Queensland &#8211; Universitas YARSI</title>
	<link>https://www.yarsi.ac.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yarsi Sukses Gelar PRAGMA ,15 Negara Hadir Dapat Ilmu dan Girang Gembira</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/yarsi-sukses-gelar-pragma-15-negara-hadir-dapat-ilmu-dan-girang-gembira</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 10:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FTI-TI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Advanced Science and Technology Institute]]></category>
		<category><![CDATA[AIST]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Riset dan Inovasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DOST-ASTI]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Ummi Azizah Rachmawati]]></category>
		<category><![CDATA[FTI]]></category>
		<category><![CDATA[FTI Universitas Yars]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Pertanian Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Teknologi Sepuluh Nopember]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Institute of Science and Technology Information]]></category>
		<category><![CDATA[NAIST]]></category>
		<category><![CDATA[Nara Institute of Science and Technology]]></category>
		<category><![CDATA[National Center for High-performance Computing]]></category>
		<category><![CDATA[National Institute of Advanced Industrial Science and Technology]]></category>
		<category><![CDATA[NCHC]]></category>
		<category><![CDATA[NISN]]></category>
		<category><![CDATA[Nurul Hashimah Halim]]></category>
		<category><![CDATA[Osaka University]]></category>
		<category><![CDATA[Pacific Rim Application and Grid Middleware Assembly]]></category>
		<category><![CDATA[PRAGMA]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Chastine Fatichah]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Wisnu Sujatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. dr. Jurnalis Uddin]]></category>
		<category><![CDATA[San Diego Super Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Thammasat University]]></category>
		<category><![CDATA[The University of Hong Kong]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Sains Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[University of California San Diego]]></category>
		<category><![CDATA[University of Florida]]></category>
		<category><![CDATA[University of Queensland]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=12370</guid>

					<description><![CDATA[Kini Dekan Fakultas Teknologi Informasi(FTI) Universitas Yarsi, Dr. Ummi Azizah Rachmawati, S.Kom,M.kom tampil lebih tenang, ceriah melebihi dari biasanya. Pasalnya Universitas Yarsi  lewat FTI diamanahkan jadi tuan rumah Pacific Rim [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kini Dekan Fakultas Teknologi Informasi(FTI) Universitas Yarsi, Dr. Ummi Azizah Rachmawati, S.Kom,M.kom tampil lebih tenang, ceriah melebihi dari biasanya. Pasalnya Universitas Yarsi  lewat FTI diamanahkan jadi tuan rumah Pacific Rim Application and Grid Middleware Assembly (PRAGMA) Workshop 39 sukses digelar. Para peserta hadir dari 15 negara girang.</p>
<p>Wajar saja para peserta berbagai negara senang , gembira, mereka hadir itu bukan hanya dapat ilmu pengetahuan dan wawasan seputar teknologi informasi , mereka juga bisa <em>study tour</em>  ke tempat wisata di Jakarta.</p>
<p>Doktor Ummi sapaan akrab Dekan FTI menerangkan, PRAGMA merupakan komunitas praktisi terdiri dari individu dan institusi dari negara-negara Lingkar Pasifik yang secara aktif berkolaborasi untuk memecahkan masalah dengan bantuan teknologi informasi.</p>
<p>Dalam kegiatannya PRAGMA membentuk tim kolaboratif dan multidisiplin untuk menjawab pertanyaan ilmiah  berdampak sosial tinggi.</p>
<p>Kunci keberhasilan PRAGMA adalah keterlibatan aktif peserta dalam ekspedisi ilmiah, pengembangan teknologi, keterlibatan mahasiswa, dan kolaborasi multidisiplin dengan komunitas baru.</p>
<p>Lebih lanjut Alumnus Doktor Universitas Indonesia mengatakan, tujuan PRAGMA ini mendorong ekspedisi ilmiah internasional dengan membentuk tim ilmuwan dan peneliti dalam domain tertentu dengan peneliti cyberinfrastructure dalam memecahkan masalah bersama.</p>
<p>Selain itu mengembangkan dan meningkatkan kerjasama international dengan berbagi cyberinfrastructure. Menanamkan ide-ide baru dengan mengembangkan peneliti muda agar mendapatkan pengalaman ilmiah lintas batas dan dengan memperluas keterlibatan dengan mitra strategis.</p>
<p>Menurut Doktor Ummi, acara PRAGMA di Universitas Yarsi dihadiri partisipasi 15 universitas dari negara asing seperti, University of Queensland, University of California San Diego, The University of Hong Kong, NISN (National Institute of Supercomputing and Networking), Osaka University dan University of Florida.</p>
<p>Kemudian Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Universiti Sains Malaysia (USM), Korea Institute of Science and Technology Information (KISTI),National Center for High-performance Computing (NCHC) Taiwan, danThammasat University Thailand.</p>
<p>Tidak ketinggalan hadir pula National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Japan, San Diego Super Computer, Advanced Science and Technology Institute (DOST-ASTI) Philiphine.</p>
<p>Tentunya peserta Indonesia juga hadir. “Universitas Indonesia(UI), Institut Pertanian Bogor (IPB),Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” terang Ibu Dekan FTI Universitas Yarsi.</p>
<p>Ditambahkan Doktor ummi, event PRAGMA di Yarsi dikemas berbagai acara, diantaranya workshop  visualization Jason HAGA dari AIST Japan. Presentasi mahasiswa PRAGMA <em>student workshop</em> dari Universitas Yarsi, UI dan Thailand</p>
<p>Ada juga pembahasan khusus terkait disaster management System. Tampil presentasi, Prof Heru Suhartanto  dari UI, Mores Prachyabrued dari Mahidoln University dan Prapaporn Rattanatamrong dari Thammasat University, Thailand serta Jason Haga dari AIST, Japan</p>
<p>Khusus membahas perkembangan artificial intelengent (AI)  tampil Nurul Hashimah Halim, dari USM,Malaysia, Prof Chastine Fatichah  dari ITS dan Yeni Herdiyeni  dari IPB Bogor dan Prof Wisnu Sujatmiko dari UI</p>
<p>Dalam forum ini pemerintah juga turut bicara, diwakili Kementerian Keuangan mengupas artificial intelegent(AI) untuk Finance Tech di Indonesia dan Kementerian Kesehatan  AI untuk Kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Terima kasih kepada semua pihak telah membantu sehingga hajatan sukses dan mohon maaf bila ada kesalahan,”ucap Doktor Ummi</p>
<p>Dalam acara pembukan tampil berikan sambutan PRAGMA Steering Committee, Kohei Ichikawa dan sebagai tuan rumah Ketua Pembina Yayasan  Yarsi, Prof dr.Jurnalis Uddin, P.A.K</p>
<p>Prof Jurnalis menyatakan, perhelatan ini bagus, karena dihadiri perwakilan beberapa negara dan bisa membuka jaringan, tukar pengalaman dari berbagai negara</p>
<p>Prof Jurnalis juga memuji kehadiran PRAGMA. Hebatnya organisasi ini bisa meyediakan  beasiswa  dan dana pertemuan, padahal PRAGMA bukan pemerintah tapi swasta atau lembaga swadaya masyarakat</p>
<p>Prof Jurnalis mengatakan, lewat kegiatan ini dua dan tiga tahun kedepan Insya Allah Yarsi akan melakukan kegiatan serupa , bisa banyak berikan beasiswa, dan bisa membiayai proyek penelitian IT berbagai bidang (IT kesehatan dan kedokteran, IT umum, desester managemen). “Yarsi ingin selalu bekerjasama dengan PRAGMA,” harapnya.</p>
<p>“Kepada para mahasiswa. segera buka wawasan, jangan disia-siakan forum ini, segera perkenalkan diri,” tutup Prof Jurnalis. (usman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Webinar Yarsi: Mencapai SGD&#8217;s Bidang Kesehatan lewat Kecerdasan Buatan</title>
		<link>https://www.yarsi.ac.id/webinar-yarsi-mencapai-sgds-bidang-kesehatan-lewat-kecerdasan-buatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 08:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arifin Rudiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Praseteyo Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI]]></category>
		<category><![CDATA[Head of E-Health Research Center Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pusat E-health]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Fasli]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Tjandra Yoga Aditama]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Yarsi]]></category>
		<category><![CDATA[SDG’s Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[University of Illinois Chicago]]></category>
		<category><![CDATA[University of Queensland]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.yarsi.ac.id/?p=9510</guid>

					<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211;&#160;Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) melalui Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi dan Pusat SDG&#8217;s dan Kependudukan menggelar webinar bertajuk &#34;Inovasi Artificial Intellegence dalam Pencapaian SDG&#8217;s Kesehatan&#34; pada 19 April [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<style>p{color:black;}</style>
<p><strong><a href=&quot;https://www.kompas.com/edu/read/2022/04/19/180525071/webinar-yarsi-mencapai-sgds-bidang-kesehatan-lewat-kecerdasan-buatan?page=all#page2&quot;>KOMPAS.com</a> &#8211;</strong>&#160;Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) melalui Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi dan Pusat SDG&#8217;s dan Kependudukan menggelar webinar bertajuk &quot;Inovasi Artificial Intellegence dalam Pencapaian SDG&#8217;s Kesehatan&quot; pada 19 April 2022.</p>
<p>Kegiatan yang diadakan secara hibrid ini bertujuan&#160;meningkatkan wawasan, menambah pengetahuan masyarakat dan warga dalam lingkungan akademis, meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan tri dharma dosen dan mahasiswa dalam rangka upaya percepatan pencapaian&#160;SDGs&#160;di Indonesia.</p>
<p>Pada webinar ini Universitas Yarsi menghadirkan pembicara, Arifin Rudiyanto (Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/Bappenas, Ketua Tim&#160;Pelaksana Koordinasi Nasional SDG&#8217;s&#160;Prof. Fasli Jalal, (Rektor Universitas YARSI), Prof. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi) dan Chandra Praseteyo Utomo (Kepala Pusat E-health ).</p>
<p>Dalam kesempatan pertama,&#160;Arifin Rudiyanto menegaskan, inovasi teknologi termasuk kecerdasan buatan menjadi salah satu strategi kunci yang diusung pemerintah dalam reformasi sistem kesehatan.</p>
<p>Sisi lain, Arifin menyampaikan, &quot;AI&#160;seperti pedang bermata dua. Ini mungkin merupakan resiko eksistensial yang cukup siginifikan bagi umat manusia jika tidak diatur dan diarahkan secara cerdas untuk kepentingan umat manusia.&quot;</p>
<p>Meski telah banyak contoh AI digunakan di bidang secara kesehatan dengan baik, tambah Arifin, namun tetap terdapat perhatian cukup besar terhadap kekhawatiran otomatisasi pekerjaan profesional kesehatan dalam skala besar.</p>
<p>&quot;Harapannya sistem AI tidak akan menggantikan profesional kesehatan dalam skala besar, melainkan akan menambah dan mendukung upaya tenaga kesehatan dan merawat pasien,&quot; harapnya.</p>
<p>&quot;Tantangan terbesar bagi AI dalam perawatan kesehatan ini bukanlah apakah teknologi akan cukup mampu untuk berguna, melainkan memastikan adopsi AI dalam praktik klinis sehari-hari,&quot; pungkas Arifin. </p>
<h2>Pengembangan kecerdasan buatan bidang kesehatan</h2>
<p> Prof. Fasli Jalal, Rektor Universitas Yarsi dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya kolaborasi dari pentahelix; pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau&#160;<em>sustainable development goals (SDG&#8217;s).</em></p>
<p>Lebih jauh Prof. Fasli menjelaskan bidang kesehatan setidaknya bersinggungan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau SDG&#8217;s di antaranya; </p>
<ul>
<li>Tujuan 1: berkaitan dengan jaminan kesehatan bagi kelompok masyarakat miskin.</li>
<li>Tujuan 2: berkaitan dengan beban ganda gizi pada balita maupun baduta.</li>
<li>Tujuan 3: berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, cakupan kesehatan semesta (UHC), beban penyakit dan ketersediaan tenaga kesehatan.</li>
<li>Tujuan 4: berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan jender.</li>
<li>Tujuan 5: berkaitan dengan akses air minum dan sanitasi bagi kesehatan masyarakat.</li>
</ul>
<p> Megutip data AI Health Center, Prof. Fasli mengungkapkan, &quot;AI diperkirakan memberikan kontribusi sebesar 15 triliun dolar dan dampak terbesar kecerdasan buatan akan berada di bidang kesehatan.&quot;</p>
<p>Peran AI dalam bidang kesehatan, lanjut Rektor Yarsi, digunakan mulai dari pengembangan alogaritma yang kompleks, mengelola data lanjutan, akurasi dalam diagnosis, deteksi dini, memantau dan pelayanan pasien, bantuan medis tingkat lanjut, dan bahkan untuk pengambilan keputusan.</p>
<p>Dengan efisiensi penggunaan AI ini, tegas Prof. Fasli, diharapkan para tenaga medis dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan berkualitas terhadap pasien dan waktu penyembuhan dapat menjadi lebih singkat.</p>
<p>Lebih jauh, Rektor Yarsi mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengintegrasikan dan mengembangkan teknologi AI dalam berbagai bidang di antaranya; diagnosa kanker serviks (fakultas kesehatan dan informatika) dan analisa mahadata&#160;<em>(big data)</em>&#160;secara&#160;<em>real time&#160;</em>(fakultas teknik informatika).</p>
<p>Dalam kesempatan sama, Chandra Prasetyo Utomo, Head of E-Health Research Center Yarsi mengungkapkan Yarsi menjalin dengan berbagai pihak dalam pengembangan riset AI, di antaranya; University of Queensland (Australia) dan University of Illinois Chicago (Amerika).</p>
<p>Tidak hanya itu, beberapa riset Universitas Yarsi terkait kecerdasan buatan (AI) mendapat hibah dari Dikti sebesar Rp 2,9 milyar meliputi penerapan AI untuk diagnosa kesehatan gigi dan mulut, pemrosesan citra X-Ray, pembelajaran penyakit Karies Gigi berbasis mobile, kemandirian kesehatan, hingga&#160;<em>screening</em>&#160;pendeteksian Osteoporosis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
